cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
EXPLICATING POETRY TO DESCRIBE THE POSSIBLE MEANING OF A POEM Feriyanti Elina Gultom
BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i1.10274

Abstract

Poetry is the literature that evokes a concentrated imaginative awareness of experience or a specific emotional response through language chosen and arranged for its meaning, sound, and rhythm. There are feelings, thoughts, and ideas that can be difficult to explain and analyze. Poetry is a kind of language within languages that allows people regardless of age, sex, religion, sexual orientation, and even time eras to communicate with one another. When some people hear the word "Poetry", images of unfathomable scenes, words and phrases come to mind. Poetry explication is needed to describe the possible meanings and relationships of the words, images, and other small units that make up a poem. Writing an explication is an effective way for a reader to connect a poem’s plot and conflicts with its structural features. Since each poem is unique, there is no one way of going about this, butt the elements of analyzing poetry;  to identify the meaning through its parts, give a sense of interpreting a poem: (1) Examine the structure of the poem, And (2) Examine the pattern of the poem. Key words: Explicating Poetry, Meaning of a poem.
ANALISIS WACANA KRITIS : ALTERNATIF MENGANALISIS WACANA Subur Ismail
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2430

Abstract

Analisis Wacana Kritis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis wacana baik lisan maupun tulis.  Objek dari analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis) adalah bahasa, sama halnya dengan analisis wacana (Discourse Analysis).  Namun dalam analisis wacana kritis, tidak hanya aspek bahasa saja yang diteliti namun termasuk pula konteks yang menyertainya.  Mengutip apa yang dikemukakan oleh Fairclough dan Wadok, analisis wacana kritis dapat digunakan untuk menyelidiki bagaimana bahasa digunakan oleh kelompok sosial yang saling bertarung memperebutkan kekuasaan.  Melalui analisis wacana kritis dapat dibongkar maksud-maksud tertentu dari sebuah wacana.   Kata Kunci : analisis, wacana, kritis
SUATU TINJAUAN TERHADAP KETERLIBATAN MATEMATIKA DALAM PERIBAHASA T. Thyrhaya Zein
BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i76 TH 37.2599

Abstract

Matematikaa merupakan suatu bentuk pengetahuan yang dibina manusia berdasarkan pengalaman intelektual dan sosial dalam konteks budaya yang tertentu. Matematika juga dianggap sebagai suatu bahasa karena sifatnya yang antara lain dapat menyampaikan dan menguraikan informasi. Pemikiran menggunakan matematika merupakan suatu bentuk pemikiran yang berdasarkan matematika. Peribahasa yang melibatkan pemikiran bermatematika untuk menyampaikan suatu pengetian. Berikut ini akan memaparkan beberapa peribahasa Melayu yang di analisis secara pemikiran bermatematika.   Kata Kunci : tinjauan, keterlibatan matematika dalam pribahasa
RELASI MAKNA (BEZIEHUNGSBEDEUTUNG) DAN CONTOH DALAM BAHASA JERMAN Linda Aruan
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5544

Abstract

Dalam setiap bahasa seringkali ditemui adanya hubungan kemaknaan atau relasi semantik antara sebuah kata atau satuan bahasa lainnya dengan kata atau satuan bahasa lainnya lagi. Hubungan atau relasi kemaknaan ini mungkin menyangkut hal kesamaan makna (sinonimi), kebalikan makna (antonym), kegandaan makna (polisemi).     Kata Kunci : relasi makna, sinonimi,antonym,polisemi,homonim  
METODE DEIKSIS DALAM MENINGKATKAN LESEVERSTÄNDNIS MAHASISWA BAHASA JERMAN Jujur Siahaan
BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i1.11562

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Leseverständnis ’pemahaman membaca’ mahasiswa bahasa Jerman Semester III Tahun Akademik 2017/2018 melalui deiktische Ausdrücke ‘tuturan rujukan’. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen yang menguji secara langsung kontribusi metode deiksis guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami sebuah teks bacaan bahasa Jerman. Leseverständnis ‘membaca pemahaman’ merupakan proses membaca sandi berupa tulisan yang harus diinterpretasikan sehingga apa yang disampaikan penulis  dapat dipahami dan disimpulkan. Namun mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam proses memahami penyandian teks bacaan tersebut, sehingga diperlukan suatu metode, yakni metode deiktische Ausdrücke. Deiktische Ausdrücke adalah sebuah kajian pragmatik yang merupakan salah satu unit linguistik (kata,frasa,kalusa) yang rujukan atau referennya ditentukan oleh penuturnya. Rujukan atau acuan yang terdapat dalam teks bacaan sering dihiraukan mahasiswa sehingga menyebabkan kekeliruan dalam memahami informasi tentang isi teks. Pada metode deiksis, setiap referen atau rujukan dalam teks bacaan yang mengacu pada informasi sebelumnya menjadi pedoman untuk memahami isi teks bacaan. Deiktische Ausdrücke terdiri dari: die Personaldeixsis (deiksis personal) Singen Sie den Anfang eines Geburtstagsliedes, die Ortdeixsis (deiksis tempat atau ruang) Es regnet hier seit 18 Uhr, die Temporaldeixsis (deiksis waktu) Heute fahrendie S-Bahn bis zum Hauptbahnhof, die Diskursdeixsis (deiksis wacana) Was ich sagen will, ist dies/Folgendes:Sie können bei Dr. Steffens jetzteinen Termin bekommen dan die Sozialdeixsis (deiksis sosial) Stellen Sie sich Fragen gegenseitig zum Thema. Pada dasarnya Leseverständnis ‘membaca pemahaman’ bertujuan untuk memahami dan menganalisis teks bacaan bahasa Jerman dalam taraf kesukaran tingkat sederhana (A1) sampai ketingkat kesulitan lebih (B1). Sehingga sangatlah penting untuk menerapkan metode deiksis ini guna tercapainya tujuan matakuliah Leseverständnis bahasa Jerman
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR BAHASA Mutsyuhito Solin
BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 38.2472

Abstract

Keterampilan dasar bahasa atau keterampilan dasar belajar berperan penting dalam mengawal keberlanjutan belajar siswa dan mereka yang lemah dalam hal ini akan mendatangkan masalah bukan saja dalam kegiatan akademiknya tetapi juga dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, seperti berkomunikasi. Oleh karena begitu pentingnya keterampilan dasar ini maka tulisan ini mengajukan beberapa pendekatan untuk meningkatkan keterampilan dasar dimaksud. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah integrasi keterampilan berbahasa, pembelajaran berbasis tugas, pembelajaran TIK dan pembelajaran berdasarkan kontekstual. Keempat pendekatan ini secara terpisah-pisah telah diteliti para ahli dan menyatakan bahwa masing-masing berkontribusi pada peningkatan keterampilan dasar. Di Indonesia penelitian mendalam belumm dilakukan tetapi patut diduga keempatnya sangat berkontribusi untuk peningkatan keterampilan dasar. Kata kunci : Keterampilan dasar, integrasi bahasa, pembelajaran berbasis tugas, pembelajaran TIK dan pembelajaran kontekstual.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM RUMAH TANGGA Syairal Fahmy Dalimunthe
BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i4.5624

Abstract

Komunikasi antar pribadi sebenarnya merupakan satu proses sosial dimana orang saling mempengaruhi. Komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seorang dan diterima oleh orang yang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. Suatu komunikasi antar pribadi mengandung ciri-ciri keterbukaan atau openess, empati, dukungan atau supportiveness, rasa positip atau positiveness dan kesamaan atau equality. Komunikasi antar pribadi sangatlah diperlukan untuk menjalin keharmonisan di dalam suatu kehidupan berumah tangga yang tidak jarang ditandai oleh adanya konflik. Komunikasi mengacu pada tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan, terjadi dalam suatu konteks tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik. Komunikasi dikatakan efektif bila pesan seperti yang dimaksudkan oleh pengirim berkaitan erat dengan pesan yang ditangkap dan diterima oleh penerima. Efektivitas komunikasi erat hubungannya dengan tujuannya.   Kata Kunci : Komunikasi Antarpribadi, Rumah Tangga, Efektivitas Komunikasi.
KOMUNIKASI POLITIK DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI SUMATERA UTARA HENDRA KURNIA PULUNGAN
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.2327

Abstract

The change of the provision in the 2004 constitution Number 32 and the effective of the 2008 constitution number 12 in which assert that the contestants of the Head District and Mayoral election (PEMILUKADA -Walikota) can also come from personal supported by a number of people. This fact indicates that the freedom of politics happen in the numerious members of society. The situation of democracy in the local level is obviously seen clearly in the contest of the head district and mayoral election. In the event of such election, either the head district or the mayor have been as an object to be run after. Whereas society is put as a primary subject.
HUBUNGAN INTER-SEMIOTIK TEKS VERBAL DAN VISUAL DALAM TARI SAMAN GAYO LUES Ayu Yuniasari; T. Silvana Sinar; Nurlela .
BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i4.14253

Abstract

Relationship of Inter-semiotics Verbal and Visual Text on Saman Gayo Lues Dance. The aimed to describe the retationship of inter-semiotics verbal and visual text on Saman Gayo Lues dance. Source of the data was the recordings of Saman Gayo Lues danca which showed in Unsyiah Banda Aceh and interview result from the informant in Gayo Lues society. The data was analyzed by Inter-semiotics Logical Relations theory. The result showed that the retationship of inter-semiotics verbal and visual text on Saman Gayo Lues dance involve: repeating (8 senteces), comparative (1 sentence), additiv (3 sentences), and consequential (5 senteces). Keywords:  Inter-semiotics, Verbal Text, Visual Text, Saman Gayo Lues Dance
HUBUNGAN BAHASA DENGAN OTAK Nurilam Harianja
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2504

Abstract

Bagaimanakah hubungan bahasa dengan otak dikaji secara ilmu Neurolinguistik?. Neurolinguistik adalah satu sains baru sebagai kerjasama diantara Neurologi, Ilmu Kedokteran (perobatan) yang mengkaji sistem syaraf dan penyakit-penyakitnya, dengan linguistik, ilmu yang mengkaji bahasa secara alamiah.   Kata Kunci : bahasa, Neurolinguistik  

Page 6 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue