cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
MENGANALISIS KALIMAT PADA ANAK USIA DINI (2-3 TAHUN / SISWA PLAY GROUP) Tiarnita M.S. Siregar
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kalimat yang dihasilkan anak-anak usia 2-3 tahun siswa play group. Dan mengetahui jumlah kata yang dihasilkan dalam satu kalimat anak usia 2-3 tahun. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan bahasa serta pola kalimat yang dihasilkan oleh anak yang berusia 2-3 tahun dan berapakah banyak  jumlah kata yang dihasilkan dalam satu kalimat untuk anak usia 2-3 tahun. Pendidikan anak di usia dini pada zaman sekarang dirasakan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak selanjutnya. Hal ini berhubungan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam tahapan yang lebih tinggi pendidikan anak di usia dini sangat mempengaruhi kompetensi anak dalam memperoleh ilmu pengetahuan Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 13 orang anak, yang merupakan siswa play group. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoide deskriptif, yaitu penelitian analisis dokumen (documentary analysis) yang bertujuan untuk menganalisisi kalimat anak usia 2-3 tahun. Setelah penelitian ini dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat anak usia 2-3 tahun di dominasi oleh pola Kalimat Subjek. Jumlah kata yang digunakan oleh anak usia 2-3 tahun didominasi dengan Kalimat Satu Kata.   Kata Kunci : Perkembangan bahasa anak, aspek kognitif, afektif, psikomotorik
KEKERASAN DALAM MEDIA MASSA TELEVISI M.Oky Fardian Gafari
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2387

Abstract

Televisi merupakan sebuah sistem storytelling yang tersentralisasi. Karena mengatasi halangan histories keberaksaraan dan mobilitas, televisi menjadi sumber umum primer sosialisasi dan informasi sehari-hari dari populasi yang heterogen. Namun, berbeda dengan media lain, televisi menyediakan sebuah set pilihan terbatas untuk bermacam interes dan publik yang tidak terbatas. Garbner melakukan penelitian dampak televisi dengan menggunakan metode survey analisis, dimana populasi dan sample adalah penonton pria dan wanita yang dibedakan berdasar usia yaitu; dewasa, remaja, dan anak-anak. Juga diperoleh data bahwa rata-rata orang menonton TV di Amerika Serikat adalah 7 jam sehari. Maka muncul istilah heavy viewers (pecandu berat televisi)dan light viewers atau viewers(penonton biasa) . Media Violence, atau kekerasan di media. Yang dimaksud adalah isi media yang mengandung unsur kekerasan. Bisa berupa unsur kekerasan yang terdapat dalam film, televisi, berita. dll. Pada level individu, yang diteliti adalah terpaan isi media yang mengandung kekerasan pada individu. Kata Kunci : media, kekerasan, televisi  
EFEKTIVITAS MODEL CONCEPT SENTENCE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PANTUN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 MEDANG DERAS KABUPATEN BATU BARATAHUNPEMBELAJARAN 2019/2020 Rifa, Ely Susanti; Hanum, Inayah
BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i1.18590

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertjuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis pantun dengan menggunakan model pembelajaran Concept Sentence pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medang Deras Tahun Pembelajaran 2019/2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medang Deras Kabupaten Batu Bara Tahun Pembelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 124 orang. sampel yang diambil adalah 62 orang dari jumlah kelas yang telah ditentukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random. Selanjutnya sampel dibagi ke dalam dua kelas, yaitu 31 orang siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Concept Sentence dan 31 orang siswa kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Ekspositori. Hasil Penelitian disimpulkan, kemampuan menulis pantun menggunakan model pembelajaran Concept Sentence pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medang Deras Kabupaten Batu Bara Tahun Pembelajaran 2019/2020 adalah baik dengan nilai rata-rata 80,06. Sedangkan kemampuan menulis pantun menggunakan model pembelajaran Ekspositori pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Medang Deras Kabupaten Batu Bara Tahun Pembelajaran 2019/2020 adalah cukup denga nilai rata-rata 68,12. Model Pembelajaran Concept Sentence lebih efektif dalam kemampuan siswa menulis pantun daripada model pembelajaran Ekspositori. Hal ini terbukti dari hasil uji t diperoleh thitung> ttabel(0,05) yakni 3,45 > 2,04. Kata Kunci : Efektivitas, Model Concept Sentence, Pantun
SISTEM APRAISAL YANG TERDAPAT DALAM TEKS SKRIPSI BAHASA PRANCIS DI UNIMED Rabiah Adawi
BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i2.10283

Abstract

Apraisal adalah sistem evaluasi sikap penggunaan bahasa yang dikembangkan  dari ranah makna interpersonal, yaitu salah satu ranah dalam  metafungsi bahasa.Sikap berkaitan dengan evaluasi terhadap benda, karakter orang,  dan  perasaan. Sikap terbagi  menjadi  3 dasar  yaitu  affect  (perasaan  orang),  judgement  (karakter  orang),  dan  appreciation (nilai suatu barang).Teori Apraisal merupakan suatu pendekatan untuk mengeksplorasi, memerikan dan menjelaskan cara bahasa digunakan untuk mengevaluasi, menggunakan pendirian, membangun personal tekstual dan mengatur pemosisian dan hubungan antarpribadi (Martin and White 2005).Teori Apraisal berhubungan dengan sumber-sumber linguistik di mana teks sebagai wadah untuk mengungkapkan, menegosiasikan dan membangun intersubjektivitas yang khusus dan akhirnyan posisi ideologis.  Teori atau kerangka kerja Apraisal merupakan pendekatan yang menjajaki, memerikan dan mengelola sikap dan hubungan antarpribadi. Kata Kunci : sistem apraisal, teks skripsi bahasa prancis
ANALISIS TEKS IKLAN SUSU FORMULA ANAK LINA RUSLI; TANTI KURNIA SARI
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2420

Abstract

Kebutuhan manusia yang semakin hari semakin bertambah dan beragam memicu produsen untuk menciptakan produk yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Iklan sebagai media yang digunakan produsen untuk memasarkan produknya memiliki fungsi sosial, karena iklan selalu dikemas dengan memberi informasi menarik   baik melalui teks visual maupun teks verbalnya karena dengan iklan inilah kesempatan produsen untuk menjaring konsumennya. Salah satu produk yang dewasa ini sangat dibutuhkan dan bervariasi adalah susu formula anak. Iklan susu formula mempunyai genre yang bermacam-macam, misalnya eksposisi, eksplanasi, dan lain sebagainya. Data penelitian ini adalah data primer berupa teks iklan susu formula yaitu  susu Pediasure dan susu Dancow 1+ yang diperoleh melalui media cetak, yakni Tabloid, Koran dan Majalah. Dari analisa kedua iklan produk susu formula anak tersebut diketahui bahwa Fungsi sosial dari iklan produk susu formula anak adalah untuk memperkenalkan, memberi informasi dan memasarkan produk dengan tujuan menarik konsumen. Selain itu kedua iklan produk susu formula anak  termasuk jenis genre deskripsi dan genre eksposisi dan dalam menjelaskan fungsi produk menggunakan proses material dan lebih banyak menggunakan kalimat pasif. Kata kunci : Iklan susu formula, genre, fungsi sosial, fitur bahasa
PENGUNGKAPAN EMOSI PADA PRIBAHASA DALAM METAFORA MELAYU Mahriyuni Mahriyuni
BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i83 TH 38.2560

Abstract

Pribahasa merupakan pengungkapan emosi dalam masyarakat Melayu tetapi sekaligus menimbulkan emosi dalam diri pemakai dan pendengar. Ini salah satu fungsi penting metafora secara umum, yaitu mengalihkan muatan emosi dari penutur ke pendengar. Hal ini dapat dilihat dalam peribahasa yang mempunyai pesan yang berlaku dalam masyarakat tetapi juga menilai emosi yang terungkap dari segi baik buruknya. Karena itu, sebagian besar peribahasa yang berkaitan dengan emosi merujuk kepada perasaan universal yang tidak boleh dipisahkan daripada isi kognitif pesannya. Peribahasa ini juga merupakan suatu bentuk nyata yang dapat dikesan daripada kerangka budaya yang mengandung norma-norma masyarakat yang memakainya. Oleh karena itu sangatlah wajar kalau peribahasa dikaji secara mendalam untuk menerangkan nilai masyarakat yang bertahan sejak dahulu dan menambahkan pengetahuan kita mengenai pandangan dunia suatu bangsa. Kata Kunci : Pengungkapan Emosi, Pribahasa, Metafora
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Syamsul Arif
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5531

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendidikan tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu. Melalui pendidikan multikultural diintegrasikan proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural. Pendidikan berbasis multikultural diharapkan mampu untuk meredam konflik yang terjadi di tengah masyarakat plural. Kata Kunci : pendidikan, multikultural
TEACHERS’ PERSPECTIVE TOWARD STUDENTS’ ETHIC IN ONLINE CLASSROOM BASED ON FOUR PRINCIPLES OF ETHICS Feriyanti Elina Gultom; Ade Aini Nuran
BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i2.25682

Abstract

Abstract  The purpose of this study is find out the teacher's perspective toward students’ ethics in online classrooms based on four principles of ethics. In this study, researcher elaborate and describe the data  by using qualitative research method and data collection techniques in the form of interviews and questionnaire. The results of this study show 53% of respondent agree that students has a great confidentiality. It means that students be able to keep their individual work in original term and do not do plagiarism or cheated with their friends. Then, 55% of respondent is agree that their students has a good responsibility in online classroom. In the term of conflict of interest, teacher judge that students can’t prioritize the learning process in online classroom. From the result of questionnaire, 45% respondent said that most of students can’t give their attention and prepare their selves to online classroom. The last is honesty. From the result, there are 43% respondent that choose don’t agree that their students has a sense of honesty. The result that was gathered from interview and questionnaire show the similiar result. Both of those result show that teachers’ assess that their students has a good confidentiality. It is because students be able to collect their task by theirselves which mean they have a good confidentiality. Students has a good responsibility, keep the politeness and manner in online classroom, such as joining the class on time and collect their task on time. But in term of conflict of interest, students don’t give all of their attention to class, can’t keep their focus to class because of some disturbance from their environment. Some of students also don’t prepare a supportable facilities to online classroom so they can’t join the class. Students also don’t prepare their appearance as neat as in the offline classroom. Teachers also state that their students still do copy paste from internet and their friend’s task. It means they are lack of honesty.Keywords: Ethic, Perspective, Students, Teacher  
PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL STRUKTUR LANDEK DALAM PEMBELAJARAN TEKNIK TARI KARO Dilinar Adlin Adlin; Yusnizar Heniwaty; Irwan syah
BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i4.10092

Abstract

Tekstual dan kontekstual merupakan pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran Teknik Tari Karo. Kedua pendekatan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam penguasaan secara teori maupun praktikal. Landek adalah tarian dalam bahasa Indonesia yang mencerminkan gaya hidup masyarakat, diyakini memiliki hubungan historis dengan pertumbuhan budaya masyarakatnya.Studi tentang  Landek  menjadi dalam setiap kegiatan yang berkaitan erat dengan pemahaman sosial masyarakat Karo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pentrasnferan ilmu, pemahaman kontekstual harus diberikan di awal sebagai penguat dalam memahamai teknik-teknik/ bentuk tari Karo secara menyeluruh. Berdasarkan pemahaman budaya (kontekstual) yang melatar belakangi adanya landek, penguasaan pada melakukan tarian dapat dilakukan secara baik.
HUBUNGAN VARIASI BAHASA DENGAN KELOMPOK SOSIAL DAN PEMAKAIAN BAHASA Tangson. R. Pangaribuan
BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 38.2463

Abstract

Mempelajari sosiolinguistik berarti mempelajari bahasa dalam konteks sosio-kultural serta hubungan penutur dengan pendengarnnya. Kelompok sosial mengacu pada perbedaan penduduk atau kelompok dalam kelas-kelas kekuasaan, pendapatan, kedudukan, dan jenis pekerjaan. Melalui kajian sosiolinguistik kita dapat mengetahui variasi bahasa sekaligus kelompok-kelompk/kelas-kelas sosial suatu masyarakat. Masyarakat bahasa terbentuk karena adanya saling pengertian, terutama karena adanya kebersamaan dalam kode-kode linguistik. Dalam pengertian masyarakat tersebut telah terkandung makna interaksi melalui komunikasi yaitu dengan bahasa. Sertifikasi sosial dalam suatu masyarakat menimbulkan ragam bahasa yang selanjutnya memperkokoh sertifikasi sosial. Sertifikasi ini sangat mempengaruhi pemilihan bahasa dalam tingkatan-tingkatan bahasa. Artinya, masyarakat kelas rendah mengalami rintangan atau hambatan dalam berkomunikasi karena kosakata tidak memadai/terbatas jika dibandingkan dengan kelompok sosial yang mempunyai kedudukan lebih tinggi.   Kata kunci : variasi bahasa dalam kelompok sosial

Page 7 of 55 | Total Record : 549


Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue