cover
Contact Name
Tappil Rambe
Contact Email
tappilrambe@unimed.ac.id
Phone
+6281375056393.
Journal Mail Official
jupiis@unimed.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Negeri Medan, Jl. Willem Iskandar Psr V, Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : 2085482X     EISSN : 24077429     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JUPIIS is a Journal of Social Science Education for information and communication resources for academics, and observers of Educational Social Sciences, Social Sciences, Political Sciences, Methodology of Social Sciences and Social Work. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of governmental, social, and political science. All papers are blind peer-reviewed by at reviewer. The scope of JUPIIS is is a Journal of Social Science Education. Published twice a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 692 Documents
Ketidakadilan Budaya Patriarkhi terhadap Perempuan di Nias Yurulina Gulo
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12305

Abstract

The writing of this journal aims to give a new view of how a woman who in Ono Niha mythology has very high respect, but in reality the woman in Nias is the object of injustice in the culture of Patriarchy that has been formed for a long time in Nias. In this journal, using a descriptive-analytical approach with a qualitative approach. The qualitative approach emphasizes the accuracy of data, it will use an inductive approach, which means that data will be collected, approached, and abstracted through interviews, literature and field observations. Thus the authors obtain data that in Nias, women experienced oppression in a real patriarchal culture because of the social construction that made it number two and regarded as weak and low based on the nature of the natural label. The oppression experienced by women in society socially, politically and religiously. The basis of the injustice in society in various fields is rooted in the culture of patriarchy where men assume that women belong to their property, servants and complementaries.
Efektivitas Komunikasi Persuasif Pustakawan dan Komunikasi Pemasaran Perpustakaan Unimed terhadap Kepuasan Pengguna Tessa Simahate
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v7i1.2304

Abstract

This research conducted in the State University of Medan, aims at under-standing : 1) the process of persuasive communication acted by librarian; 2) effectivity of marketing communication which is implemented by the library; 3) the library users satisfaction rate to the library services; 4) effectivity of persuasive communcation and marketing communcation to the user satis-faction. By using theory of marketing communication and theory of persua-sive communication, the fact findings being analyzed. The populatio of the research is all of registered members of the Unimed’s Library. Based on the adminstration data of the Library, its members amount 19,791. The sampel of the research number 392 of the population, which are selected by technique of purposive sampling. The result of the research represents that persuasive communication by librarian and marketing communication of Unimed’s Lib-rary positively impact to the users satisfaction of the Library.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Self Regulated Learning pada Siswa SMA Yayasan Perguruan Bandung Tembung Ashar Aziz
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v8i2.5155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan self regulated learning. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Yayasan Perguruan Bandung - Bandar Setia Tembung sebanyak 128 orang siswa. Adapun teknik yang digunakan adalah Total sampling. Skala yang digunakakan adalah Skala self regulated learning ini disusun berdasarkan komponen dalam Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang terdiri dari 42 aitem. Sedangkan Skala dukungan sosial ini disusun berdasarkan pendapat dari sarafino (1998). Sampel yang diambil adalah seluruh siswa SMA Yayasan Perguruan Bandung - Bandar Setia Tembung sebanyak 128 orang siswa. Adapun teknik yang digunakan adalah Total sampling.  Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan self regulated learning. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi r_xy = 0,75 ; p = 0,000, berarti p < 0,010 Artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi self regulated learning siswa. Koefisien determinan (r^2) dari hubungan antara kedua variabel sebesar r^2 = 0,574 Ini menunjukkan bahwa self regulated learning dibentuk oleh dukungan sosial sebesar 57,4 % sedangkan 42,6 % dipengaruhi oleh factor lain seperti motivasi, factor lingkungan sekolah dan kecerdasan.
Faktor Penyebab Tidak Terbukti Secara Hukum Bentuk dan Indikasi Persekongkolan dalam Tender Zaini Munawir; Abdul Lawali Hasibuan
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v9i2.8247

Abstract

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU No. 5/1999. Adapun tugas-tugasnya adalah sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 5 Tahun 1999. Salah satu tugas KPPU adalah membuat pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan UU. No. 5/1999 (Pasal 35 huruf f). Salah satu Pedoman Pasal terhadap UU Nomor 5 Tahun 1999 adalah Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Perkom) Nomor 02 Tahun 2010 berkaitan dengan Pedoman Pasal 22 UU Nomor 5Tahun 1999. Tulisan ini melihat pada penerapan Pedoman tersebut, yang menarik perhatian penulis adalah Putusan KPPU Nomor 05 Tahun 2011, yang mana KPPU gagal membuktikan pemenuhan unsur Pasal 22 Tentang Persekongkolan tender pada Pelaku Usaha, dikarenakan KPPU kurang memenuhi alat bukti dalam hukum acara serta dalam membuktikan unsur-unsur berikut: (1) Bersekongkol; (2) Mengatur dan atau menentukan pemenang tender; (3) Dampak persaingan usaha tidak sehat (rule of reason); Sehingga penulis menyarankan KPPU agar dalam melakukan investigasi juga memperhatikan hukum acara sehingga tidak menyia-nyiakan tenaga, waktu dan dana APBN untuk operasionalisasi KPPU.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jagung di Desa Saentis, Percut Sei Tuan Elfayetti Elfayetti; Herdi Herdi
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v7i1.2295

Abstract

This research aims to indentify the potency and suitability of land for cropping corn, and considering suitability of given input with limiting factors. The research have taken place since May to October 2006 in Saentis Village, District of Percut Sei Tuan. It focus on three types of land such as Alluvial, Regosol, and Organosol which are placed on 4 metres above sea level. By using method of des-criptive survey and sampling of the three land types, resulting that there is a tight significant relation between characteristic of land and production of corn. On the type of S3 m Alluvial with 33 of land index, including marginal suitable with middle level of limiting factors, at KTK, N total and P is available. Through giving urea and TSP, and adding organic materials, there was a shifting of class to S2 m which is marginal suitable with middle limiting. On the Regosol type of land, class of suitability of land categorized S3 m and 34 index of land, categorized marginal suitable with middle level of limiting factors, N total, and P is available. With adding anor-ganinc and organic materials, there was elevating one class to suitability level became S2 m (suitable). On type of Organosol, suitabi-lity of land categorized S2 and 74 of land index, categorized suitable with one limiting factor of availability of P, but if adding anor-ganic material added, suitability of land can be increase to one level become S1 (most suitable).
Tertundanya Pembentukan Provinsi Tapanuli dalam Tinjauan Antropologis dan Historis armansyah matondang
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 1 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v8i1.5109

Abstract

Tapanuli di masa pemerintahan kolonial Belanda adalah sebuah keresidenan yaitu daerah setingkat provinsi di masa kini. Namun setelah Indonesia memperoleh kemerdekaanya dari pemerintahan kolonial Belanda, wilayah Tapanuli tidak mendapatkan statusnya sebagai sebuah daerah setingkat provinsi. Tapanuli secara geografis terbagi dua, yaitu Selatan yang merupakan daerah terbuka dan Utara adalah wilayah terisolir. Dihuni berbagai puak yang dikenal sebagai bangsa Batak di masa kolonial dan kini etnis Batak dan dibagi ke dalam enam sub etnik Batak. Namun persoalan penamaan Batak tidak disepakati oleh berbagai sub etnik Batak yang ada, misalnya orang Karo yang tidak mau disebut sebagai Batak. Bahkan orang Mandailing paling keras menolak penyematan kata Batak Mandailing, dan tegas mengatakan Mandailing bukan Batak. Penolakan tersebut, kemudian diketahui telah menimbulkan konflik identitas dan memberikan dampak kepada kehidupan sosial-budaya dan politik di Tapanuli, semenjak masa kolonial hingga Indonesia merdeka. Menariknya,  konflik identitas ini pecah bermula di Tanah Rantau (Deli) dan kemudian muncul kekhasan yang mewakili kedua wilayah itu, yaitu Selatan adalah Islam dan Utara adalah Kristen.Terlihat seakan ada rivalitas antara dua wilayah tersebut, dimana kondisi itu tidak terlepas dari keberadaan kolonialisme di Tapanuli. Pembentukan provinsi Tapanuli yang tertunda tidak dapat dilepaskan dari dampak sosial-budaya, dan politik semenjak era kolonial bahkan sebelum kolonial.
Analisis Korelasi Pertumbuhan Ekonomi Dengan Angka Kemiskinan Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2006-2015 Faisal R. Dongoran
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v9i2.7900

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan memanfaatkan software SPSS v.21. Penelitian ini menggunakan  data PDRB, data pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2006-2015. Data yang disajikan Badan Pusat Statistika (BPS) Sumatera Utara, mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumatera Utara dari tahun 2006-2015 mengalami fluktuasi, dimana mulai naik pada tahun 2007, dan kemudian mengalami penurunan dua tahun berikutnya. Pada tahun 2010 sampai tahun 2011 kembali mengalami kenaikan namun sampai tahun 2015 terus mengalami penurunan. Sedangkan, angka kemiskinan provinsi Sumatera Utara secara umum terus menurun dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2012. Setelah mengalami kenaikan pada tahun 2013, turun dan meningkat kembali pada tahun 2015 penurunan terus terjadi. Hasil uji hipotesis yang dilakukan terhadap kedua variabel (Petumbuhan dan Kemiskinan) memperlihatkan bahwa nilai rtabel dengan df=(10-2) adalah 0.6319. Dan apabila dibandingkan dengan Pearson Corrrelation maka hasilnya adalah rhitung < rtabel. Dengan demikian, peneitian ini menyimpulkan bahwa hipotesis yang diterima adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara pertumbuhan ekonomi dengan angka kemiskinan di provinsi Sumatera Utara.
PERANAN MASYARAKAT TIONGHOA DALAM PERDAGANGAN PEREKONOMIAN DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 1968-2008 Daniel Halomoan Ginting; Trisni Andayani
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v4i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kedatangan masyarakat etnis Tionghoa ke Kota Binjai. Kemudian mengetahui bentuk dan peranan masyarakat etnis Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008. Dari hasil penelitian dapatlah diketahui bahwa kedatangan masyarakat etnis Tionghoa secara besar-besaran ke Kota Binjai diawali dengan pembangunan perkebunan tembakau di Deli, Langkat dan Serdang (1864–1870). Di Binjai mereka memulai kehidupannya baik sebagai kuli, juru masak, jongos, kerani hotel maupun sebagai pedagang yang berasal dari suku Punti, Hakloe, Hokkian, Hailam dan Hakka. Bentuk dan peranan masyarakat etnis Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008 adalah kontekstual dengan fungsi eksitensi. Dalam fungsi tersebut, ada unsur positif dan negatif yang muncul, antara masyarakat etnis Tionghoa dan Bumi Putera, secara timbal balik. Fungsi tersebut berkait dengan peran positif dan peran negatif yang sangat dibiaskan oleh sejarah, lingkungan, prasangka, dan masalah-masalah sektoral berdasar kepentingan sesaat atau lokal. Peran dan posisi etnis Tionghoa yang beroperasi di dunia perdagangan perekonomian tersebut pada dataran lebih luas memperlihatkan identitas yang hendak dibangun. Dimana identitas ini terkait dengan ideologi, kuasa ekonomi, kultur dagang, budaya, dan posisi steriotipe yang telah berlangsung lama.
Analisis Nilai Anak dalam Gerakan Keluarga Berencana bagi Keluarga Melayu Siska Fahmi; Mbina Pinem
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v10i1.9653

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai anak dan  Pelaksanaan Gerakan Keluarga Berencana bagi keluarga Melayu di Desa Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 500 pasangan usia subur dan sampel ditentukan sebesar 20%, sehingga sampel berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data adalah teknik komunikasi langsung kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; nilai anak bagi keluarga Melayu Riau dipandang dari segi sosial merupakan sumber ketentraman dan meningkatkan status sosial. Dari segi ekonomi merupakan sumber pendapatan dan jaminan masa tua kelak. Dari segi budaya, merupakan sumber rezeki dan ahli waris orang tuanya. Dari segi agama, merupakan amanah dari yang maha pencipta yang senantiasa harus dirawat/dijaga dan penyejuk di dalam rumah tangga. Dari segi psikologis, memiliki nilai kepuasan tersendiri bagi keluarga. Tingginya pemahaman 5 nilai anak inilah yang menyebabkan masyarakat ingin menambah jumlah anak lagi. Pelaksanaan Gerakan Keluarga Berencana berjalan akan tetapi masyarakatnya masih patuh terhadap budaya. Hal ini dapat terlihat dengan keaktifan para akseptor mengikuti sosialisasi/penyuluhan dari Dinas Kesehatan dan Petugas PLKB setiap bulannya, akan tetapi masih memiliki anak dengan jumlah yang melebihi 2 orang.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Julinar Julinar
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v6i2.2286

Abstract

This study uses an action research in implementing a ‘picture to picture’ model of cooperative learning in the teaching-learning of Social Sciences. The learning model can provide an opportunity for pupils to try and interpret the materials, ideas and opinions in line with their capability and potency through observation and interpretation media of images. The research was conducted to 25 of pupils grade 3 at the Primary School of Tanah Baru in Regency of Southeast Aceh in the school year of 2012/2013, with the subject matter regarding natural and artificial environments. As in knowing in teaching, Standard of Competency and Basic Competency of Social Science is full of materials with a wider and memorized scope. It causes lower achieving in learning at the school, showing by monthly test as its result of 83,34 percent pupils obtained the Minimal Passing Score. While only 16,67 percent of them reached Minimal Passing Score with the average score of 4,83. Based on the finding, it could be concluded that the ‘picture to picture’ model of cooperative learning impacts positively in elevating pupils achievement in learning marked by increasing in passing of learning on every cycle, such as 64.00 percent in the first , 76.00 in the second and 88.00 percent in the third cycle.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol. 17 No. 1 (2025): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE Vol. 16 No. 2 (2024): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol 16, No 1 (2024): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE Vol. 16 No. 1 (2024): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE Vol. 15 No. 2 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol 15, No 2 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol 15, No 1 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE Vol. 15 No. 1 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE Vol. 14 No. 2 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol 14, No 2 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol 14, No 1 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE Vol 13, No 2 (2021): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) DECEMBER Vol 13, No 1 (2021): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI Vol 12, No 2 (2020): JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL, DESEMBER Vol 12, No 1 (2020): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI Vol 11, No 2 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) DESEMBER Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI Vol 10, No 2 (2018): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) DESEMBER Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 10, No 1 (2018): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER Vol 9, No 2 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) DESEMBER Vol 9, No 1 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 9, No 1 (2017): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 8, No 1 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 8, No 1 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Non Kependidikan dalam Ranah Ilmu-ilmu Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Non Kependidikan dalam Ranah Ilmu-ilmu Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 7, No 1 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 6, No 1 (2014): Penelitian dan Artikel Ilmiah Pendidikan/Non Kependidikan Ilmu Sosial dan Buday Vol 6, No 1 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 6, No 1 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 5, No 2 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 5, No 2 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 5, No 2 (2013): Penelitian dan artikel ilmiah pendidikan/non kependidikan ilmu sosial dan buday Vol 5, No 1 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 5, No 1 (2013): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 5, No 1 (2013): Penelitian Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2012): Penelitian Dosen dan Mahasiswa Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 4, No 2 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER Vol 4, No 1 (2012): Penelitian dan artikel ilmiah pendidikan/non kependidikan ilmu sosial dan buday Vol 4, No 1 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 4, No 1 (2012): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 3, No 1 (2011): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 3, No 1 (2011): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Ilmu Sosial) JUNI Vol 3, No 1 (2011): Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 2 (2010): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DESEMBER Vol 2, No 2 (2010): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DESEMBER More Issue