Articles
696 Documents
PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT ANIMASI 3D ‘SELAMATKAN HARIMAU SUMATERA’ DENGAN PENDEKATAN NARATIF
Muhamad Hasan Ma’arif
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.568
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih bertahan di Indonesia dan kini terancam punah. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat Indonesia melalui iklan layanan masyarakat. Media televisi dipilih sebagai media kampanye pada iklan layanan masyarakat yang berjudul ‘Selamatkan Harimau Sumatera’. Tema yang diangkat adalah ancaman kepunahan harimau di antaranya pengrusakan hutan dan berburuan. Strategi dalam mendekati khalayak agar tepat sasaran, menggunakan bentuk animasi 3D dengan pendekatan naratif. Pendekatan naratif digunakan dengan harapan penonton dapat terlibat dalam emosi cerita sehingga pesan akan lebih mudah tersampaikan.Kata kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Harimau Sumatera, Naratif
Peranccangan Iklan Laayanan Mmasyaraakat “Cinta Llaut Cinta Generrasi” Dengan Tekknik Animmasi Stopp Motionn 13.
kintari Reprianti
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.569
Laut sebagai salah satu sumber kekayaan negara Indonesia bahkan dunia dan juga sumber kehidupan manusia merupakan hal yang harus dijaga kelestariannya baik saat ini maupun untuk generasi selanjutnya. Hal tersebut harus dikampanyekan kepada masyarakat, agar masyarakat menjaga laut dan tidak mencemari laut. Salah satu bentuk kampanye yang dilakukan adalah dengan membuat iklan layanan masyarakat, yang mengajak masyarakat mencintai laut demi generasi selanjutnya yang lebih baik. Iklan layanan masyarakat “Cinta Laut Cinta Generasi” dibuat untuk menjangkau target audience lebih luas dan lebih menarik perhatian penonton, maka iklan layanan masyarakat cinta laut cinta generasi dibuat dengan teknik animasi stop motion.Kata kunci : pencemaran laut, iklan layanan masyarakat, animasi stop motion
Visualisasi konflik batin menggunakan keseimbangan dalam komposisi Drama televisi “selibat”
Pius Rino Pungkiawan
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.570
Inner conflict must always be experienced by everyone without anyone else can figure it out. Inner conflict is a conflict or disharmony between what is desirable with what is going on, between expectation and reality. Conflict can be defined as the inner shocks or inner conflict that resulted in him disturbed balance.Inner conflict can be understood by others by communicating the inner conflict. One way is to communicate the inner conflict is visualize in a form of picture composition. The composition of the image that emphasizes the balance is used to communicate the inner conflict of a television drama "Celibacy" . Television drama "Celibacy" is divided into three kinds of stories, the imagination, flashbacks and reality. The composition of the balance is applied in accordance with the inner conflict that occurred in the third story.Inner conflicts able to communicate through a language understood by the image by using the balance of the composition. The balance is used to illustrate the inner conflicts Events happening, like cornered, and so forth. Using equilibrium composition suitable for visualization of the inner conflict because inner conflict makes the balance disturbed.Keyword: Inner conflict, visualization, composition.Konflik batin pasti selalu dialami oleh setiap orang tanpa orang lain bisa mengetahuinya. Konflik batin merupakan pertentangan atau ketidakharmonisan antara apa yang diinginkan dengan apa yang terjadi, antara harapan dan kenyataan. Konflik batin bisa diartikan sebagai goncangan atau pertentangan dalam batin yang mengakibatkan keseimbangan dalam dirinya terganggu.Konflik batin bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain dengan mengkomunikasikan konflik batin tersebut. Salah satu cara mengkomunikasikan konflik batin adalah dengan memvisualkannya dalam sebuah bentuk komposisi gambar. Komposisi gambar yang menekankan keseimbangan digunakan untuk mengkomunikasikan konflik batin sebuah drama televisi “Selibat”.. Drama Televisi “Selibat” terbagi atas 3 macam cerita, yaitu imajinasi, flashback dan realita. Komposisi keseimbangan diterapkan sesuai dengan konflik batin yang terjadi pada ketiga cerita.Konflik batin mampu dimengerti dengan mengkomunikasikannya melalui bahasa gambar dengan menggunakan keseimbangan komposisi. Keseimbangan digunakan untuk memberikan gambaran kodisi konflik batin yang sedang terjadi, seperti terpojok, tersudut dan lain sebagainya. Penggunaan Komposisi keseimbangan sesuai untuk visualisasi konflik batin karena konflik batin adalah pertentangan yang membuat keseimbangan dalam diri terganggu.Kata kunci : Konflik batin, visualisasi, komposisi.
14. Penyutradaraan program documenter “membongkar layar tancap” Dengan gaya exspository
Rahmawati Perwita Sari
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.571
Documentary art work entitles “Demolish Stuck Screen Movie” arranges stuck screen movie entertainment that represent watching movie entertainment at open place. This entertainment can emerge many social interactions for people who participate to enliven, so that the existence of this stuck screen movie bring positive effect for whole people. By defending its existence in modern era, the small of public areas and digital video disk and video compact disk plagiarism circulations that increasingly lead electronic industry make stuck screen movie entertainment beingignored. At the middle of entertainment attack, stuck screen movie starting to ignore, but stuck screen movie still become wanted entertainment and still become idol at capital side.This documentary work includes statement of journalist, show art observer, betawi artist and stuck screen movie entertainment businessman. In this art work creation, it applies three stages structure aimed to explain history of stuck screen movie till it does not success anymore and finally become nostalgia of film watching at open place. The using of expository style to make documentary program watcher easy to conclude message from all of demolish stuck screen movie story that aided by narration.This art work tries to give facts on problem that make stuck screen movie being aside. Modernism cannot be fought, but how we behave to keep surviving with all of ability and keeping innovation. Keyword: documentary, expository, stuck screen movie
Penggunaan musik dalam program berita Di metro tv dan tv one Studi kasus penggunaan musik pada berita straight news Di metro siang dan kabar petang
TENGKU INDRIA KENCANA
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.572
Metro TV dan TV One Merupakan Televisi Berita swasta di Indonesia, program berita tersebut adalah program berita straight news yang hadir setiap hari. Metro Siang adalah program berita yang tayang di Metro TV, Kabar Petang adalah program berita yang tayang di TV One. Kedua berita tersebut menggunakan musik dalam beberapa menu berita yang disajikan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan di bidang menu berita apa saja musik paling banyak digunakan, dan mendeskripsikan fungsi penggunaan musik pada penyajian program berita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dan kualitatif, metode kuantitatif melibatkan perhitungan dan penjumlahan fenomena yang digunakan untuk mendukung kajian-kajian mengenai sesuatu yang sifatnya lebih. Kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriftif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Pendekatan yang dilakukan yaitu bersifat non partisipatif, dimana pelaku penelitian tidak melibatkan diri secara langsung tetapi melakukan pengamatan dengan langkah-langkah penelitian antara lain menggunakan studi pustaka kemudian mengamati melalui rekaman video, melakukan validitas yang dilakukan oleh dua pengkode, dan membandingkan Metro Siang dan Kabar Petang dalam penyajian penggunaan musik dalam program berita di Televisi.Metro Siang dan Kabar Petang menggunakan musik sebagai latar dalam membina ketegangan dramatik, mencetus tanggapan yang sudah terbentuk dan juga sebagai identitas Program. Penggunaan Musik pada Menu berita, Fungsi musik tersebut disesuaikan dengan Jenis Musik yang digunakan yaitu Jenis Musik Ilustrasi, Lagu dan Musik Logo.Kata Kunci:Metro Siang, Kabar Petang, Program Berita, Musik, Fungsi Musik
Sampah pola konsumtif Dalam karya fotografi still life
Arief Pristianto
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.573
menjadi persoalan yang tidak pernah selesai, dari zaman purbahingga sekarang, keberadaannya semakin banyak dan mulai tidak terkendali.Berbagai berita baik di media cetak maupun elektronik selalu menawarkanbermacam-macam produk yang mengiurkan masyarakat untuk melakukan perankonsumtif, dan akan berbahaya jika masyarakat tidak menyadari bahwa dari sisakonsumtif akan terjadi sampah.Penciptaan karya fotografi ini bertujuan untuk memunculkan foto-fototentang sampah pola konsumtif penulis, sebagai awal bentuk melihat gejalasesuatu aktivitas mengkonsumsi dari diri sendiri yang nantinya menjadi karyaseni fotografi Still Life bersifat data, seperti karya fotografi disini, dan dapat dilihat dari disiplin ilmu lainnya.Kata – kata kunci : Sampah, Pola konsumtif, Still Life, Fotografi Seni/Ekspresi.
REPRESENTASI SIKAP MANUSIA MELALUI FOTOGRAFI POTRET
Ine Rachmawati
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.574
Humans have a diverse attitude to face everyday life. Attitudes that emerge due to both positive and negative reciprocal response between people. Action can only be felt and seen with hearts and can not be shaped as an object or form of a figure. It become an idea in visualizing the action of attitude in the creation of artwork. Portrait photography in the creation of this artwork is a visual medium to express ideas. An idea were visualized in metaphor as a form of representation of human attitude. The process of creating artwork using techniques of portrait photographs as suppression of identity. This identity is shown through the background, facial expression, and properties used. Portrait photography in this artwork is not only a portrait of identity, but also become a visual medium in expressing an idea in a sign visualize through metaphor. Keywords: representation, gesture, human, portrait photography.∗Korespondensi
Fantasi Masakan Rumah Dalam Fotografi Seni
Narwastu H. Hoetomo
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.575
Inspirasi dalam pembuatan karya seni tugas akhir yang berjudul “Fantasi Masakan Rumah dalam Fotografi Seni” berawal dari pengalaman pribadi saat berada di dapur dan mengamati bahan masakan yang akan dimasak serta pengalaman terhadap apa yang pernah dilihat dan dialami. Dari bahan dasar masakan rumah itulah timbul sebuah ide untuk berfantasi dengan menggunakan bahan dasar dari masakan rumah yang diwujudkan dalam fotografi seni.Fotografi dengan subgenre fotografi seni, fotografer diberikan kebebasan dalam berkreasi dan mengekspresikan dirinya untuk menyampaikan pesan dan imajinasi yang ada didalam dirinya. Oleh karena itu fotografi seni dalam penciptaan karya seni ini dijadikan sebagai media visual dalam mengungkapkan ide yang akan diwujudkan. Dalam perwujudannya fantasi-fantasi yang ingin ditampilkan mengacu pada bentuk-bentuk yang ada di kehidupan sehari-hari dan memiliki kisah tersendiri serta diwujudkan sesuai dengan konsep. Proses penciptaan karya seni ini menggunakan teknik pencahayaan Window Lighting dan flash untuk menambah pencahayaan.Pemilihan tema karya seni tugas akhir melewati sebuah proses berpikir panjang yang melibatkan pengalaman empiris di dalamnya. Untuk mewujudkan ide menjadi karya cipta, dilakukan sebuah proses panjang yang realisasinya memerlukan usaha terus menerus sehingga antara ide awal dan perwujudan karya menjadi satu kesatuan yang utuh.Kata kunci : fantasi, masakan rumah, fotografi seni
VISUALISASI FENOMENA BUDAYA POPULER MELALUI EKSPLORASI MAINAN DALAM MONTASE FOTO
Rhian Syahzana
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.576
Teknologi fotografi merupakan salah satu garis depan budaya visual. Fotografi memungkinkan kita untuk menyebarluaskan sebuah gambar. Fotografi kini telah mampu menyuguhkan tidak hanya gambaran dari kenyataan, tetapi juga gambaran dari sebuah imajinasi. Berterima kasih lah kepada kemajuan teknologi digital yang memungkinkan kita untuk merekayasa sebuah foto. Kini keseharian kita tidak luput dari gambar-gambar yang disuguhkan di televisi, majalah, papan iklan, dan internet. Dari semua gambar-gambar tersebut terdapat banyak sekali gambar-gambar hasil rekayasa. Iklan-iklan yang beredarsepertinya berlomba-lomba untuk merayu kita dengan menyuguhkan visualisasi yang indah, namun sayangnya banyak dari keindahan tersebut hanyalah hasil rekayasa. Sayangnya tidak semua orang menyadarinya. Gambar realistis padasebuah foto sepertinya telah membuat banyak orang terlena. Sepertinya budaya visual kita saat ini sudah dipenuhi dengan keindahan-keindahan yang tidak nyata. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menyadarkan audiens tentang kemampuan medium fotografi digital untuk membohongi kita dengan caramenampilkan gambar-gambar hasil rekayasa, dengan menggunakan mainan sebagai subjek. Di sisi lain karya ini juga bertujuan membahas fenomenafenomena yang ada dalam budaya populer saat ini agar audiens dapat sedikit lebihbijaksana dalam menghadapi budaya populer. Penciptaan karya ini juga banyak dipengaruhi ole hide-ide yang dituangkan ke dalam film, TV, komik, ,video game,dan musik yang merupakan bagian dari budaya populer.Kata kunci: budaya populer, fotografi digital, olah digital, montase.
REFLEKSI FOTOGRAFI SIMBOL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM GELAS KACA
Santi Apriliani Puspita Sari
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.577
Dewasa ini perkembangan fotografi berkembang begitu pesat. Fungsifotografi sendiri tidak hanya menjadi alat bantu rekam dokumentasi. Fungsi lainfotografi sendiri adalah untuk mengekspresikan imajinasi fotografer ke dalam sebuahgambar. Karya fotografi landscape dan fotografi still life yang pada umumnya berdirisendiri telah memunculkan inspirasi untuk membuat sesuatu yang berbeda dan lebihmenarik yaitu dengan menggabungkan fotografi landscape dan fotografi still lifeyang dikemas dalam fotografi seni.Dalam proses pembuatan karya fotografi ini lebih mengutamakan elementvisual refleksi fotografi, objek utamanya yaitu simbol arsitektur DIY akandirefleksikan ke dalam gelas yang berisikan benda cair. Refleksi fotografi terkadangdapat mengganggu tetapi juga dapat menjadi karya artistik. Di dalam kota terdapatbanyak pemandangan arsitektur yang dapat dengan mudah kita abadikan. Terlebihlagi karena menjadi ciri khas suatu kota yang sering kita jumpai. Secara fotografis pembuatan karya ini akan menggunakan dua teknik fotografi, yaitu teknik dof sempit dan teknik bulb. Gelas bukan hanya sekedar tempat minum, tetapi di sini gelas digunakan sebagai media penambah nilai artistik pada karya. Pemanfaatan perabot rumah tangga seperti gelas dan benda cair seperti air, minyak goreng dan pewarna makanan yangseoptimal mungkin diharapkan dapat menghasilkan suatu hasil yang indah dan bentuk baru pada karya fotografi.Kata Kunci : Fotografi, Refleksi fotografi, Simbol arsitektur, Gelas, Benda cair