cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL UNTUK MENDUKUNG PROMOSI SMARTPHONE ANDROID LENOVO IDEAPHONE S890 DENGAN PENDEKATAN IMC Robertus Ariel Kristyawan Rosariasadi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.599

Abstract

Lenovo Ideaphone S890 adalah salah satu smartphone Android produksi Lenovo yang memiliki kemampuan setara dengan merk premium, akan tetapi kepercayaan masyarakat terhadap brand Lenovo belum baik sehingga penjualannya menjadi terhambat. Lenovo memerlukan strategi promosi yang tentunya tidak sekedar beriklan akan tetapi mampu melakukan pendekatan kepada calon konsumen. Ide besar dari perancangan ini adalah “connected anywhere” yang merupakan penggambaran bahwa sebuah smartphone adalah perangkat yang membuat penggunanya terhubung ke berbagai tempat. Model consumer behavior AISAS  dan consumer journey digunakan untuk menentukan strategi komunikasi dan strategi media sehingga hasilnya menjadi efektif dan efisien. Media utama yang dihasilkan adalah media cetak dan interactive stand. Media cetak akan  menggugah  rasa  ingin  tahu  target  audience  sedangkan  interactive  stand akan membuat audience bisa mendapatkan pengalaman dalam menggunakan perangkat tersebut. Audience yang sudah mencoba perangkat akan berbagi pengalaman sehingga model consumer behavior AISAS dapat dicapai. Media yang lain juga dibuat untuk menjaring target   auidence   sehingga   diharapkan   melalui   perancangan   ini   akan   kepercayaan masyarakat akan produk Lenovo Ideaphone S890 meningkat sehingga penjualannya membaik. Keywords        : Desain, Perancangan, Komunikasi Visual, Smartphone, Android, Lenovo, Integrated,  Marketing,  Communication,  AISAS,  Consumer  Journey, Iklan Cetak, Interactive Stand, Iklan Televisi.
Junkie Land sebuah ungkapan visual tentang negeri impian Daud Mahagni Kama Adhi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.600

Abstract

Fine art is a tool to communicate feelings and ideas. In some ways, all the artwork functions as a medium of personal expression of an artist, but too as a personal tool of expression, art can not be limited by his own inspiration or experience alone. Art can also talk about the personal view of the events that were happening at that time and common familiar objects from the author’s, constant events such as death, the celebration of something, parting, meeting and so forth. Art is an expression of the psychological dimensions of life. Quoting the words of Edmund Burke Feldman translated by SP. Gustami titled Art As Image and Idea, "The artist does not merely involve themselves with issues specific person, but rather to comment on the issue of universal." Similarly what will be visualized from the author's childhood story about the state of peace, calm, peaceful, comfortable and safe. All these ideas and concepts will be visualized through graphic art techniques such as silkscreen print and relief print. The artwork is not born out of a vacuum. "Junkie Land" is a writer’s expectancy about life in this country are run on the basis of peace and comfort together. "Work of art is an expression of perception and aesthetic impressions. An artist, creating works of art, when he managed to freeze moments aesthetic that happened to him. "Junkie Land is a land of imagination about the beautiful country and will always make addicted people who come there. As Indonesia's rich agricultural and tradition as well as the value of local knowledge, hospitality that will always make people addicted to come visit, and come again. The term "Junkie Land" of the authors do not appear out of nowhere, this term appears not to make such a negative stigma from the word meaning "Junkie" itself which means addicts, and not to damage the image of  Indonesian nation, but this term is explained to a land of dreams concept of  the ideal condition and balance, the author land of dreams imagine over the years.
PERILAKU HOMOSEKSUAL ELTON HERCULES JOHN DAN DAVID JAMES FURNISH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA KRIYA LOGAM ludira yudha
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.601

Abstract

Homosexuality is a condition where human behavior is abnormal. In the past, it is regarded as taboo but today it comes back and becomes a common phenomenon among societies. Many people get braver in showing their identity as homosexual in public consciously. The phenomenon then triggers several countries to make a policy legalizing homosexual marriage. The world is heading to the era of Sodom and Gomorrah again. Elton John, the British famous musician who is also an aristocrat of United Kingdom, does a homosexual marriage with his lover, David Furnish. His social stratum is potential in giving an inspiration and suggestion to the other homosexuals. In this Terminal Project, the behavior of both of them becomes the source of idea which is transformed into an artwork. The visual idea of the artwork is influenced by the objects around the living environment. This theme then becomes interesting for it is rarely explored.Through exploration, design, and realization as the main processes in creating the artwork, homosexuality is packaged with wires as the main material and knitting as the main technique. The combination of the material and the technique is a craftsmanship implementation which is closely connected with Craft. The working process is emphasizing on the carefulness in knitting the wires which become the main material. This creation is also using semiotic approach as the postmodern aesthetic characteristic which is constructed by signs.The creation of this Terminal Project produces five works. Through the artworks, the writer is aimed to express a rejection toward homosexual behavior subtly and elegantly. The artworks are the writer’s concrete contribution in giving refreshment in the form of either an idea or a visual artwork of metal to the writer’s academic environment. Obviously, these artworks will be a stimulant for the writer himself and the readers in creating an artwork in the future.Keywords: Homosexual, Elton John, David Furnish, Craft, Wire
PENCIPTAAN DOKUMENTER “LONG TAILED MACAQUE” DENGAN TEKNIK INVESTIGASI Catur Panggih Raharjo
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.602

Abstract

Pertanggungjawaban Tugas Akhir karya seni film dokumenter berjudul “Long Tailed Macaque” menggunakan teknik investigasi. Sebuah program dokumenter televisi yang memberikan gambaran mengenai realitas dibalik kehidupan monyet ekor panjang. Salah satu primata yang tidak dilindungi dan secara genetik dekat dengan manusia ini paling rentan terhadap eksploitasi, diperdagangkan, dijadikan topeng monyet, bahkan sampai dijadikan kuliner.Teknik yang dipakai dalam dokumenter ini adalah teknik investigasi yang meliputi observasi, penelusuran terhadap objek, penyamaran, dan termasuk teknik melakukan wawancara untuk menggali informasi. Konsep estetik dari karya ini menyuguhkan sebuah cerita sampai sejauh mana perdagangan monyet ekor panjang dan eksploitasinya yang akan ditampilkan secara jelas kepada penonton.Hasil dari karya dokumenter ini mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kenyataan yang terjadi terhadap monyet ekor panjang berdasarkan fakta-fakta yang ada dilapangan dan bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dengan monyet ekor panjang.Kata Kunci : Dokumenter, Teknik Investigasi, Monyet Ekor Panjang
EKSPLORASI BENTUK NON-FIGURATIF DALAM SENI LUKIS Muhammad Taufiq Hidayatulloh
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.603

Abstract

karya seni merupakan hasil ungkapan yang ditimbulkan dari kesadaran terhadap apa saja yang terjadi maupun yang telah menjadi sebuah pengalaman. Karya seni tidak bisa terlepas dari pengalaman hidup, karena pengalaman terkait langsung dengan apa yang pernah dijalani dan dirasakan, kesadaran tersebut mampu menimbulkan sikap yang melatarbelakangi gagasan sebuah karya seni.Berdasarkan pengalaman, latar belakang pendidikan, agama dan segala hal dalam ruang lingkup penulis telah membentuk mental dan cara pandang dalam menghadapi apa yang ditimbulkan dari kejadian-kejadian yang terjadi, khususnya dalam seni lukis pemilihan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk non-figuratif tidak serta merta timbul begitu saja, melainkan refleksi sebab akibat dari pengalaman personal.Eksplorasi yang dimaksud bukan lagi menjadi langkah awal dari suatu penciptaan karya seni. Yang telah melewati beberapa tahapan termasuk berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon objek yang dijadikan sumber penciptaan, Dalam eksplorasi memungkinkan untuk melakukan berbagai macam percobaan-percobaan (eksperimentasi) dengan berbagai seleksi material dan penemuan bentuk-bentuk artistik, untuk mencapai integritas dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Kebentukan yang tercipta merupakan suatu perwujudan dari berbagai percobaan yang telah dilakukan.Karya yang ditampilkan lebih membicarakan teknis visual, karena dirasa teknis menjadi penting sebelum tercapainya kepuasan secara subjektif, dalam hal ini yang difokuskan merupakan bentuk-bentuk bersifat non-figuratif, melalui pengolahan bidang-bidang datar, bentuk geometris, kubistik, dan formalistik. Atas dasar semua yang telah disampaikan, kemudian dipilihlah eksplorasi bentuk non-figuratif untuk diangkat sebagai tema dalam tugas akhir ini.Kata kunci: Eksplorasi, bentuk Non-fiuratif, bidang datar, geometris, kubistik, formalistik.
PERANCANGAN INTERIOR KEDAI KEBUN FORUM TIRTODIPURAN YOGYAKARTA Indra Arista Ramadhan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.604

Abstract

Yogyakarta is a city in Indonesia whose lively art and cultural activities attract local and international tourists. This uniqueness led Yustina Neni to build a restaurant, a gallery, and an art shop in one building. The number of art activities and artists’ interests to make exhibition in her space continuously increase, forces her to make a comfortable atmosphere there. The atmosphere is one of the most significant elements to build ideal exhibition circumstance in the gallery. The atmosphere is built through general elements in the space such as the floor, wall, plafond, furniture, and aesthetic elements.Based on the data collected through literatures, field studies, and survey done through the clients, staffs, and customers, the main problem occur is how to design the ideal interior to a restaurant, art shop and gallery. The interior design is not a mere general interior design, but is a specific set that can represent Kedai Kebun Forum’s character, meet the wants of the clients, and at the same time be a comfortable place for the customers and staffs.The management of Kedai Kebun Forum hopes that the gallery can be a comfortable space as a place for art appreciation in Indonesia. Besides, Kedai Kebun Forum hopes to be a café and restaurant that can represent Yogyakarta, not only Tirtodipuran area. They hope to make Kedai Kebun Forum as a cozy place to hang out in Yogyakarta, and at the same time is also chill, homey, and artsy. KEYWORD: Hangout-place, Art, homey
PERANCANGAN INTERIOR LOBBY, RESTAURANT & MEETING ROOM HOTEL LOTUS GARDEN KEDIRI Pangeran Timur
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.605

Abstract

Kediri adalah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur Indonesia, yangdinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia Most Recommended City for Investment 2010 berdasarkan survei oleh SWA Business Digest sebagai kota terbaik untuk berbisnis dan berinvestasi. Pesatnya pertumbuhan ekonomi kota Kediri selaras dengan permintaan domestik akan hotel bisnis yang dikelola dengan baik dengan standar hotel berbintang dan fasilitas konferensi bermutu.Alasan itulah yang menjadikan pihak Lotus Garden Grup selaku pemilik Hotel Lotus Gaden Kediri me-redesign interior hotel untuk meningkatkan daya saing dengan muncul serta banyaknya hotel di kota Kediri. Perancangan interior Hotel Lotus Garden Kediri meliputi area lobby,restaurant indoor, restaurant outdoor, meeting room 1 dan meeting room 2. Tema “Kekedirian in City Hotel” yang diangkat diharapkan mampu mencirikan serta memberi nuansa Kediri kepada para pengunjung hotel yang singgah melalui aspek desain interiornya. Pemilihan tema didasari oleh kepedulian untuk menggali nilai Kekedirian yang terwujud pada ciri khas ragam hias dan pemilihan material lokal.Kata kunci : kediri, desain interior, hotel
PENYUTRADARAAN PROGRAM DOKUMENTER EXOTIC TEMPLE ‘SUKUH’ DENGAN TIPE PEMAPARAN EXSPOSITORY Fajar Yulianto
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.606

Abstract

Exotic Temple ‘Sukuh’ adalah sebuah program televisi yang dikemas dalam format dokumenter. Program ini memaparkan fakta-fakta pada bangunan komplek candi Sukuh dengan menerapkan tipe pemaparan exspository. Tipe pemaparan exspository adalah salah satu gaya pada program dokumenter yang memakai penutur tunggal sebagai penutur cerita.Candi Sukuh sebuah bangunan cagar budaya yang masih tergolong muda yang memiliki banyak perbedaan dengan bangunan percandian lainnya. Karya dokumenter Exotic Temple ‘Sukuh’ disajikan dengan mendeskripsikan sejarah, bentuk dan kaitan dengan ajaran pada masanya. Konsep estetik pada karya dokumenter ini disajikan dengan pengambilan gambar yang indah dan penyajian alur cerita yang bertingkat.Dokumenter ini memunculkan fakta-fakta yang lebih informatif untuk dapat diketahui masyarakat luas pada sebuah bangunan suci. Fakta-fakta disajikan dengan penuturan dari narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga informasi yang lebih jelas untuk menilai peninggalan cagar budaya, dalam tanda kutip candi Sukuh dapat terbuka dan mengedukasi penonton dalam melihat fenomena keindahan dalam sebuah banguan suci.Kata Kunci : Dokumenter, Exspository, Candi Sukuh
PENYUTRADARAAN PROGRAM TELEVISI MAGAZINE SHOW “TEKNO TIME” DENGAN GAYA VISUAL FLAT DESIGN (Episode: Satu) Deka Pratama Satya Alam
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.607

Abstract

Teknologi merupakan sesuatu yang sifatnya terus berkembang sesuai perkembangan zaman dan juga kreatifitas dari manusia sampai akhir zaman. Teknologi bersifat determinisme yang artinya perubahan yang terjadi dalam perkembangan teknologi sejak zaman dahulu sampai saat ini memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat (Sally Wyatt, 2008 :168-169). Pengaruh teknologi tersebut salah satunya sangat berguna untuk membantu dalam kegiatan manusia sehari-hari. Dengan sifat dan kegunaan tersebut secara langsung maupun tidak langsung manusia sangat membutuhkan teknologi untuk membantu kegiatan sehari-hari. Salah satu teknologi yang berguna dalam kegiatan sehari-hari adalah komputer dan mobile gadgetObjek Penciptaan Karya seni ini gadget dan komputer dengan mengambil tema besar yang berhubungan dengan teknologi. Pada program tersebut berisi informasi-informasi yang akan disampaikan melalui empat rubrik utama yaitu „Tekno News‟, „Tekno Review‟, „Tekno Tips‟ dan „Tekno Top Apps‟ dengan kemasan program magazine show.Karya Seni audio visual dengan judul Penyutradaraan Program Magazine Televisi „Tekno Time‟ dengan tema teknologi episode satu ini bertujuan memberikan informasi mengenai perkembangan teknologi dan gadget khususnya untuk masyarakat luasKata Kunci: Teknologi, Televisi, Magazine Show
PERANCANGAN VISUAL BOOK SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DENIM DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KOLASE Aryka Setyawati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.609

Abstract

Denim merupakan salah satu jenis bahan busana yang popular di dunia. Setiap orang di seluruh dunia mengenakannya, baik pria maupun wanita, dari anak-anak hingga orang dewasa maupun orang tua. Dengan berjalannya waktu, denim lebih dikenal dengan sebutan jeans, begitu juga untuk setiap produk olahan yang terbuat dari denim. Sehingga, saat ini orang-orang lebih akrab dengan sebutan jeans dan banyak yang tidak mengetahui tentang denim. Berbagai pendapat yang muncul mengatakan hal yang berbeda mengenai sejarah awal kemunculan denim. Hal ini membuat bingung, karena tidak ada penjelasan secara pasti mengenai kemunculannya.Visual book ini dirancang untuk menambah wawasan mengenai sejarah dan perkembangan denim di Indonesia, serta menambah koleksi bagi mereka para pecinta fashion. Perancangan visual book ini menggunakan teknik kolase dalam penyampaian isi materinya. Kolase dalam perancangan ini menggunakan potongan gambar pada majalah, bahan denim, dan material lainnya. Teknik kolase yang digunakan dalam buku ini, menjadikannya sebagai buku yang menarik, unik, dan berbeda dengan buku-buku lainnnya.Buku sebagai media utama membutuhkan media pendukung dan media promosi sebagai daya tarik. Media pendukung berupa pembatas buku dan packaging, dan media promosi berupa poster, sebagai media informasi mengenai launching-nya sebuah visual book yang mengulas mengenai denim.Kata kunci : Visual book, Denim, Fashion, Kolase