cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER TUMIRAN DENGAN GAYA PERFORMATIF Vicky Hendri Kurniawan
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.610

Abstract

Ritual Keboan adalah bagian dari budaya dan kesenian di Kabupaten Banyuwangi yang sangat unik dan menarik. Ritual Keboan adalah salah satu ritual yang masih dapat bertahan di era modern. Tumiran adalah salah satu dari pelaku ritual Keboan. Perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar Tumiran berikan untuk tetap melestarikan ritual Keboan.Tumiran merupakan cerminan dari masyarakat Indonesia yang hingga saat ini masih menjunjung tinggi nilai dari sebuah tradisi. Potret perjuangan Tumiran dapat menjadi cerminan tentang seberapa besar seseorang dapat menghargai sebuah warisan budaya yang telah diberkan oleh leluhur. Potret kehidupan Tumiran dikemas melalui media film dokumenter dengan gaya performatif yang mengedepankan tampilan dan alur cerita yang menarik.Kata Kunci: Tumiran, Dokumenter, Performatif, Ritual Keboan
PARADOKS VISUAL DALAM SENI LUKIS Elka Alva Chandra
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.611

Abstract

Tugas akhir ini mengangkat tentang konflik dalam masyarakat yangdivisualisasikan dengan seni lukis. Berangkat dari persoalan rutinitas kehidupan yang senantiasa mengalami permasalahan konflik dan integritas, baik dari dalam diri penulis dan dari lingkungan sekitar. Problematika itulah yang memicu reaksi bagi penulis, memberikan impresi yang mendalam bagi penulis untuk mengolah kepekaan rasa, ego, intropeksi terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. impresi dari reaksi konflik itulah yang menjadi pijakan awal dalam penciptaan karya seni lukis.Konflik umumnya dilatar-belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawaindividu dalam suatu interaksi sosial. Tidak ada satu masyarakat yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan masyarakat lainnya. Meskipun demikian konflik merupakan situasi yang sangat wajar dalam setiap masyarakat. Penulis menyikapi bentuk konflik tersebut dengan menvisualkan perihal paradoks dalam menggambarkan pola ekspresi dan penerapan dalam seni lukis. Elemen seni rupa yang paling fundamental dalam memvisualisasikan perihal paradoks adalah warna (pada laras warna kontras) dan bentuk (pada oposisi laras kontras).Kata kunci: paradoks visual, konflik, kontra
Struktur Dan Tekstur Lakon eMBeRR Yang Dibawakan Oleh Ludruk Paguyuban Peminat Seni Tradisi Kota Malang Firdaus Zulkarnain
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.612

Abstract

Ludruk merupakan teater tradisional dari daerah Jawa Timur. Kesenian ludruk sangat dekat dengan masyarakat terutama golongan menengah ke bawah, sehingga cerita atau lakon yang diangkat di atas panggung  merupakan masalah sehari-hari pada masyarakat. Struktur pertunjukan ludruk konvensional terdiri dari: Pembuka (tari Remo), atraksi Bedayan, Dagelan, dan lakon. “eMBeRR” merupakan salah satu lakon yang dibawakan oleh ludruk Paguyuban Peminat Seni Tradisi Kota Malang dalam ajang Budaya Adhikara Jawa Timur tahun 2008. Lakon “eMBeRR” mengungkapkan permasalahan para pelajar saat menghadapi ujian nasional (UNAS). Penelitian ini merupakan analisis struktur dan tekstur lakon “eMBeRR” yang dibawakan oleh ludruk Paguyuban Peminat Seni Tradisi Kota Malang. Kata kunci : ludruk, struktur, teater, tekstur.
KONTINUITAS ELEMEN PEMBENTUK RUANG DAN ELEMEN DEKORASI PADA MASJID AGUNG TUBAN PERIODE 1987 – SEKARANG Ibnu Mubarak
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.613

Abstract

Sebuah bangunan yang sudah tua pasti akan melewati berbagai perubahan dan kerusakan. Begitu juga dengan bangunan Masjid Agung Tuban. Masjid Agung Tuban merupakan salah satu masjid yang memiliki sejarah dalam kemajuan dan perkembangan Islam di Indonesia. Bangunan yang berusia sekitar 120 tahun ini sudah beberapa kali mengalami perubahan dan pemugaran. Berbagai penyesuaian pun telah dilakukan pada bangunan ini. Masjid yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota Tuban ini memiliki keindahan arsitektur yang mengkombinasikan arsitektur Kolonial dan arsitektur Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontinuitas elemen pembentuk ruang dan elemen dekorasi pada Masjid Agung Tuban, sejak periode 1987 hingga saat ini.Hasil penelitian menunjukan adanya kontinuitas elemen pembentuk ruang dan elemen dekorasi yang masih tetap dipertahankan pada bangunan Masjid Agung Tuban walau telah beberapa kali mengalami pemugaran dan renovasi.Kata Kunci: Kontinuitas, , elemen pembentuk ruang, elemen dekorasi.
INTERIOR RUMAH MARGA THJIA DI KAWASANBUDAYA SINGKAWANG BARAT Ihwan Maulana
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.614

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Interior Rumah Marga Thjia (peranakan Tiong Hoa) yang berada di Kawasan Budaya tepatnya di Jalan Budi Utomo bernomor 37 bangunan ini adalah bangunan tua warisan arsitektur tionghoa yang dibangun bergaya Tiongkok Utara dengan konsep bangunan “四合院” (sì hé yuàn), yang berarti halaman/courtyard yang dikelilingi oleh empat rumah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktifitas yang terjadi di masing masing rumah berbeda-beda yang mengakibatkan penataan rumah menjadi berbeda, hal ini dikarenakan adanya aktifitas  produksi dan aktifitas non produksi atau aktifitas harian yang ada pada rumah biasa umumnya. perbedaan aktifitas ini mengakibatkan terjadinya kebutuhan fungsi dan bentuk ruang yang berbeda beda dari masing masing rumah, sedangkan untuk aktifitas ritual peribadatan tidak dilakukan dimasing masing rumah namun dilakukan di satu tempat yaitu Wihara yang terletak di tengah tengah Kawasan Marga Thjia. Dari sejak awal dibangun sampai sekarang masing masing penghuni rumah masih mempertahankan material kayu sebagai element pembentuk ruang walaupun sudah mengalami beberapa perbaikan atau perenovasian karena kerusakan maupun perkembangan zaman akan tetapi material yang diganti juga masih berunsur kayu. Simbol atau identitas yang umumnya tidak terdapat pada rumah cina lain namun terdapat pada rumah di Kawasan Marga Thjia ini adalah adanya plang kayu yang bertuliskan kalimat kalimat mutiara yang mengandung arti yang berbeda pada masing masing rumah di Kawasan Marga Thjia serta padasetiap rumah di Kawasan Marga Thjia ini tidak di temukan aturan aturan yang jelas dalam menata rumah baik yang diturunkan dari nenek moyang maupun aturan yang baru di buat oleh penghuni rumah saat ini. Kata kunci : Permukiman, Interior, Tionghoa
PROSES PEMBELAJARAN CHINESE DRUM DI SMP BUDI UTAMA MENGGUNAKAN PROGRAM KOMPUTER MUSIK Dwi Joko Yuliyanto
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.615

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler musik yang diadakan di sekolah bervariasi dan menyesuaikan kondisi sekolah. Salah satu yang cukup unik adalah pembelajaran Chinese Drum di SMP Budi Utama Yogyakarta, mayoritas siswanya merupakan keturunan etnis Tionghoa. Alat musik yang merupakan keluarga alat musik perkusi ini tergolong kurang familiar bagi anak sekolah. Bagi pengajarnya dibutuhkan media untuk kelancaran proses pembelajarannya. Desakan waktu penguasaan alat memicu gagasan untuk membuat metode pembelajarannya efektif dan efisien dengan menggunakan program komputer musik. Hal ini kemudian diteliti dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan pendekatan studi kasus. Proses pembelajaran Chinese Drum tersebut menggunakan metode Playing by ear dengan bantuan program komputer musik yang bernama Cubase. Penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa, program komputer musik Cubase dapat membantu guru dalam memberikan contoh permainan Chinese Drum kepada siswa melalui pengenalan ritmis secara bertahap dan mendukung dalam memberikan gambaran dari pertunjukan musik Chinese Drum secara keseluruhan.Kata kunci : Pembelajaran, Chinese Drum, Program Komputer Musik, SMP Budi Utama Yogyakarta.
MANAJEMEN SENI PERTUNJUKAN “SURYA VISTA ORCHESTRA” DI SEMARANG Kike De Alfiro
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.616

Abstract

An orchestral performance management is very important to note the activist music. Where the orchestra is the incorporation of a wide range of instruments that include the type of string instruments, wind instruments, and percussion. In this case, the author raised about management performance of Surya Vista Orchestra. Surya Vista Orchestra stands on 23 January 1999 lead by Paulus Surya in Semarang. The background underlying the formation of a group of Surya Vista Orchestra is as pop music entertainment that can run in the music industry in Indonesia. But in practice the Surya Vista Orchestra can run its business properly and orderly. Writing this paper aims to provide knowledge for students or people who read this paper to find out how to manage a music performance. Management and structure in Surya Vista Orchestra is very simple because the orchestra leader had no formal education about management. In writing this paper is a descriptive study using the method of analysis is qualitative in which describes all valid data and then analyze the performance management of Surya Vista Orchestra. Keywords: orchestra, performance management, Surya Vista Orchestra.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR VILLA D’COLLINA JIMBARAN-BALI Cicilia Sonya Trusthawati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.617

Abstract

Pulau Bali terkenal memiliki tempat-tempat wisata menarik yang mampu mengundang para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.Kedatangan banyaknya para wisatawan ke pulau ini menyebabkan munculnya beragam jenis akomodasi dengan berbagai penawaran yang menarik di Bali dengan berbagai macam kualitas tempat dan pelayanan yang ditawarkan untuk menarik perhatian para pengunjung.Sehingga villa d’Collina sebagaisalah satu villa yang terletak di Jimbaran harus meningkatkan daya saing agar tidak kalah menarik dengan berbagai macam jenis akomodasi yang terdapat di daerah Jimbaran tersebut. Bentuk arsitektural Villa d’Collina yang kebanyakan menggunakan garis lengkung dan melingkar menjadi salah satu daya tarik dari villa ini, namun tentu bentuk arsitektural demikianakan mempengaruhi bentuk interiornya juga dimana sebuah interior akan berhubungan langsung dengan penggunanya.Sehinggavilla ini membutuhkan perencanaan zoning, layout dan sirkulasi yang tepat agar setiap ruang berfungsi secara maksimal dan dapat memberi kenyamanan pada penggunanya, serta karena letak villa yang berada di Bali maka akan dimunculkan nuansa Bali pada interiornya sebagai nilai estetika. Oleh karena itu villa ini akan di desain dengan menggunakan tema natural dengan gaya postmodern yang akan diterapkan di keseluruhan ruang. Kata Kunci     : Bali, Akomodasi, Villa d’Collina
Merespons Repro Foto Masa Kecil dalam Fotografi Montase Christian Dwiky
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.618

Abstract

Fotografi adalah sebuah media paling ampuh dalam merekam kejadian. Semua orang pasti pernah melakukan kegiatan fotografi, mereka merekam karena tak ingin kehilangan momen-momen penting dalam hidupnya. Momen itu menjadi arsip yang siap untuk dikenang sebagai pembuktian sejarah diri. Fotografi potret saat ini dengan perkembangan teknologi dan pemikiran yang berkembang tidak lagi hanya sebatas potret diri dengan kekakuan gestur tubuh, fenomena merekam diri menjadi gaya hidup yang kian hari kian menampakan diri dan menjadi bagian dalam fotografi potret. Arsip foto diri menjadi penting dalam setiap perkembangannya. Teknologi digital menjadikan apapun menjadi mungkin, dengan perangkat lunak seperti Photoshop arsip-arsip yang semula hanya sebatas memori pengingat, dapat didayagunakan lebih sebagai media baru dalam berekspresi. Penciptaan karya fotografi ini bertujuan untuk menghadirkan kembali ingatan dan kenangan diri, tentang bagaimana fotografi tidak lagi sebatas membekukan waktu dan ruang namun juga bekerja sebagai mesin waktu yang akan menghantarkan kita kemanapun kita inginkan. Pada karya ini terlihat interaksi antara satu orang yang sama namun berbeda usia, bertemu dalam situasi dan keadaan yang seolah-olah bersatu dan dibekukan melalui fotografi Kata kunci: Memori sejarah diri, Montase, Fotografi
SURABAYA SYMPHONY ORCHESTRA: SEBUAH TINJAUAN MANAJEMEN ORKESTRA Ritter Evan
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.619

Abstract

Management as its driving force within an organization.The purpose of this writing is to introduce and to give an overview on the reader regarding the management of the orchestra in the body of the Surabaya Symphony Orchestra.This writing qualitative research methods with a management approach through the orchestra.The author is trying to describe some of the problems that exist in the body of Surabaya Symphony Orchestra Trough interviews with leaders of the organization of management used therein.In addition to interviewing the author also learn about Surabaya Symphony Orchestra through books.The conclusion that can be drawn from this is the writing of a large part of the success of the effort against a management run the vision and mission of the Surabaya Symphony Orchestra.Bring music to the people that their motto is one that is owned by the organization Surabaya Symphony Orchestra and which keep him standing still run vision and mission. Keywords:orchestra, management Orchestra, Surabaya Symphony Orchestra.