cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
STUDI BATIK MANGROVE SURABAYA Imaculata Yosi Probowati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.620

Abstract

Penelitian skripsi berjudul “Studi Batik Mangrove Surabaya” berisi penelaahan menegenai nilai-nilai yang dimiliki oleh batik mangrove sehingga menjadikan batik mangrove sebagai karya seni yang spesial. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Selain mewawancarai narasumber langsung juga dibutuhkan  banyak referensi buku untuk menganalisa materi penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk menguraikan dan mengkaji tentang nilai makna batik mangroveserta analisis bentuk yang terdapat pada karya batik mangrove. Batik sebagai karya seni tertua peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia telah menunjukkan eksistensinya baik dalam dunia fashion yang tergolong sebagai applied art namun memiliki nilai artistik yang tinggi. Khususnya karya batik mangrove yang telah mampu menembus kelas internasional. Kekhasaan dalam segi desain, nilai makna, hingga kerumitan dalam proses pembuatannya seolah menjadi magnet tersendiri bagi para penikmatnya. Khususnya bangsa Barat yang cenderung dengan pola hidup serba praktis, mereka sungguh mengagumi karya seni yang tebilang rumit ini. Batik mangrove dipelopori oleh seorang wanita yang mempunyai gagasan cemerlang.Gagasan Lulut Sri Yuliani memiliki tujuan untuk melestarikan keberadaan hutan mangrove. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan penciptaan karya yang menekankan beberapa aturan khusus sebagai berikut : Setiap lembar desain batik hanya boleh dimiliki oleh satu orang; Setiap desain batik tidak akan pernah diulang pada pembuatan desain batik yang lain; Pada desain batik  mengandung nilai makna berupa himbauan serta pesan yang mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kelestarian lingkungan dan memperhatikan nilai-nilai kehidupan; Sebagian hasil penjualan dari batik tersebut dipergunakan demi tujuan konservasi ekosistem mangrove yang sekarang ini sudah menjangkau hampir keseluruhan wilayah Indonesia. Penelitian ini mengutamakan pembahasan mengenai nilai makna motif batik mangrove serta analisis bentuk dari motif-motif yang terdapat pada karya batik mangrove.Hasil pengamatan dan analisis yang dilaksanakan oleh penulis diperoleh beberapa aspek keterkaitan bentuk dan nilai makna motif batik mangrove.Selain itu batik mangrove mempunyai nilai khusus yang tidak dimiliki oleh karya batik pada umumnya.Sebagian besar motif batik mangrove menstilir bentuk-bentuk tanaman mangrove dan ekosistem sekitarnya.   Kata kunci :Batik, Mangrove, Artistik, Unik, Lulut Sri Yuliani, Desain. Motif, Eksploratif, Analisis, Konservasi, Stilasi
PERSEPSI BAHASA VISUAL ANGKA KONSUMEN PADA IKLAN TELEVISI DETERJEN TERHADAP PREFERENSI KAUM IBU DI KELURAHAN PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL Antonia Maria Larasati
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.621

Abstract

Televisi merupakan salah satu media yang digunakan dalam penyampaian berbagai informasi kepada masyarakat. Penyampaian informasi yang tidak hanya melalui verbal namun juga melalui visual membuat televisi menjadi media yang diunnggulkan karena kemudahannya dalam menyampaikan pesan. Melalui visual pada televisi, iklan dapat ‘menarik’ penonton agar dapat tertarik dengan produk yang mereka tawarkan. Berbagai cara atau kreasi dilakukan oleh pengiklan agar iklan mereka mudah diingat oleh penonton, salah satunya iklan deterjen. Kaum ibu merupakan sasaran konsumen yang dianggap sebagai pemegang keputusan penting dalam pembelian suatu produk dalam rumah tangganya. Pertimbangan seperti pengalaman, kebutuhan rumah tangga, akan mempengaruhi terhadap keputusan pembelian suatu barang. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi apa yang timbul dari bahasa visual tersebut dan bagaimana preferensi konsumen kaum ibu terhadap produk sabun deterjen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana peneliti menguji teori tertentu dan  meneliti hubungan antarvariabel didalam penelitian ini. Strategi yang digunakan yaitu dengan survei dimana peneliti terjun langsung mengumpulkan data melalui angket dari kaum ibu selain itu juga dengan menggunakan wawancara terhadap ahli periklanan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teori persepsi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, para kaum ibu tidak terpengaruh dengan visual yang ditampilkan di televisi. Para kaum ibu lebih mengutamakan hasil dari paroduk yang dipakai, serta pengalaman baik dari diri sendiri maupun dari luar menjadi referensi dalam menggunakan produk tersebut.   Kata Kunci : Iklan, Persepsi, Preferensi, Konsumen.  
DUNIA ANAK SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN LUKISAN Lisani Nuron
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.622

Abstract

Dunia anak merupakan sebuah dunia yang penuh keceriaan, sebuah surga dunia yang sulit diperoleh kembali, bahkan tidak akan pernah, oleh mereka yang terlanjur dewasa. Ketika mengamati anak-anak dapat membuat terkenang akan masa kecil. Mengenang masa kecil dapat mendatangkan kebahagiaan.Segala tingkah polah anak-anak terkadang membuat ingin merasakannya kembali menjadi anak-anak yang masih dimanja, selalu diberikan kasih sayang, dituruti semua keinginannya, dan dapat bermain sesuka hati. Namun demikian, semua itu hanyalah sebuah mimpi yang sangat mustahil untuk dilakukan, karena tidak ada alat yang dapat membuat seseorang  kembali menjadi anak-anak. Dunia anak dengan ekspresi spontan yaitu ketika tertawa, menangis maupun marah karena aktivitas yang dilalui memberi sumbangan inspirasi yang dapat memberi dorongan sehingga muncul ide atau angan-angan dalam pembuatan lukisan.Dalam keseharian tingkah laku anak-anak banyak mengandung kelucuan, seperti ketika mereka bermain, berdialog, bercerita, belajar, mengemukakan pendapat, mengkhayal, dan melakukan aktivitas lainnya.Segala tingkah laku anak-anak mempunyai suatu energi untuk menarik perhatian orang di sekelilingnya, karena memang begitulah karakter anak-anak. Anak-anak melakukan berbagai hal tanpa beban dan dengan mudahnya bertindak tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika dilakukan. Pemikiran mereka belum terpengaruh akan pemikiran yang kompleks seperti orang dewasa, sehingga anak-anak melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang. Namun demikian justru itu yang membuat anak-anak semakin menarik.Dengan spontanitas mereka tanpa disadari membuat dunia ini semakin berwarna. Dari gagasan-gagasan tersebut selanjutnya dijadikan konsep penciptaan untuk diwujudkan dalam karya seni lukis. Hal-hal yang berhubungan dengan dunia anak akan diolah dan divisualisasikan sesuai dengan apa yang dipahami dan dipikirkan, sehingga karya-karya yang dihasilkan akan bercerita bahwa dunia anak sangat menyenangkan meskipun pada saat-saat tertentu anak dapat menangis maupun marah. Namun hal-hal tersebut membuat anak-anak terlihat istimewa. Kata kunci: dunia anak, menyenangkan, ekspresi spontan, seni lukis.
TEMA KELUARGA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS Dhiasasih Ulupi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.623

Abstract

Dalam keluarga yang teratur dengan baik dan sejahtera, penulis memperoleh latihan-latihan dasar untuk mengembangkan sikap sosial yang baik dan kebiasaan berperilaku.Dari hubungan-hubungan antar anggota keluarga akan terbentuk pola penyesuaian sebagai dasar bagi hubungan sosial dan interaksi sosial yang lebih luas.Pengalaman suka, duka, kelucuan, kegembiraan, keharuan, kebersamaan, kehangatan bersama keluarga penulis inilah yang akan diungkapkan melalui media karya seni lukis.Keluarga adalah orang seisi rumah menjadi tanggungan (Ayah, Ibu, dan Anak) Sebuah pengalaman yang muncul dalam proses keseharian penulis menjadi sebuah sentuhan ilham yang disengaja setelah melalui beberapa proses penyaringan oleh penulis. Bagaimanapun filterisasi penulis anggap penting agar tampilan bentuk terutama yang menyangkut pribadi di keluarga tidak vulgar tetapi telah dirubah sehingga tersamar dengan cara mendeformasi bentuk. Penulis menggunakan bentuk deformasi pada lukisannya yaitu perubahan susunan bentuk yang dilakukan dengan sengaja untuk kepentingan seni, yang terkesan sangat kuat atau besar sehingga kadang-kadang tidak lagi berwujud figur semula atau sebenarnya. Sehingga hal ini dapat memunculkan figur atau karakter baru yang lain dari sebelumnya. Dengan bentuk deformasi seperti ini penulis merasa dapat menggungkapkan apa yang ingin disampaikan ke dalam lukisan. Dalam memvisualisasikan ide dan gagasan, disamping menggunakan bentuk deformasi penulis menampilkan figur-figur manusia dengan bentuk naif. Pada konsep visual penulis tetap mempertimbangkan harmonisasi susunan objek, bentuk, warna, garis, bidang, tekstur, dan ruang pada satu lukisan.Warna yang digunakan adalah warna-warna cerah karena warna-warna tersebut memunculkan dan memperkuat kesan keceriaan, kegembiraan, dan kebahagiaan.Garis digunakan sebagai unsur dekoratif dan mempertegas bentuk, garis tidak hanya warna hitam saja melainkan berwarna-warni.Dengan pengekspresian objek-objek yang apa adanya dan tidak menggunakan goresan-goresan ekstrim,kemudian digabungkan, lalu dihayati kembali yang sekiranya berkaitan dengan ide-ide penulis tuangkan ke dalam sketsa untuk nantinya diteruskan agar menjadi sebuah karya seni yang baru. Diharapkan khalayak luas lebih mudah mengerti makna-makna yang dimaksudkan penulis dari setiap karya yang dihasilkan. Kata kunci :keluarga, seni lukis, pengalaman, deformasi, naif, figur
PENYUTRADARAAN VIDEO MUSIK GROUP BAND ‘GARGOYLE’ DENGAN PENERAPAN SHOT BERDURASI PANJANG SEBAGAI PENGUAT ALUR CERITA Maharani .
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.624

Abstract

Penyutradaraan video musik group band ‘Gargoyle’ dengan pengambilan gambar longtake bertujuan sebagai berikut: a. Mengenalkan lagu baru pada penonton melalui video musik; b. Menyampaikan pesan lagu melalui cerita dalam video musik pada penonton menggunakan penerapan shot berdurasi panjang; c. Memberikan sebuah pengemasan video musik dengan rangkaian shot berdurasi panjang. Karya Seni ini berbentuk video musik. Objek penciptaan dalam karya video musik ini adalah group band ‘Gargoyle’ dengan judul lagunya “Penantian”, “yang Terbaik yang Pernah ada”, dan “Sederhana”.Konsep estetik penciptaan Karya Seni ini adalah dengan menerapkan pengambilan gambar longtake pada scene-scene tertentu, dalam masing-masing video musik. Video musik dengan menggunakan shot berdurasi panjang akan membawa penonton untuk mengikuti alur dalam video musik, seperti alur pada pergerakan kamera maupun pemain, sehingga penonton dapat memusatkan perhatiannya pada pergerakan kamera maupun pemain. Shot berdurasi panjang mampu memusatkan perhatian penonton melalui sebuah shot panjang tanpa adanya cutting.Kata kunci : penyutradaraan, video musik, shot berdurasi panjang, alur cerita
PENCIPTAAN PROGRAM TELEVISI DOKUMENTER “MANUSIA PASIR” DENGAN GAYA EXPOSITORY VEBRIO KUSTI ALAMSYAH
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.625

Abstract

Karya Tugas Akhir Penciptaan Program Televisi Dokumenter “Manusia Pasir” Dengan Gaya Expository, merupakan sebuah karya program televisi format dokumenter. Program dokumenter adalah sebuah program yang memaparkan fakta kehidupan manusia yang bernilai esensial dan eksistesial.Kejujuran bagian yang menjadi tantangan bagi sutradara atau kreatornya, meskipun tidak lepas dari subjektifitasnya.Demikan halnya dengan program dokumenter yang berjudul “Manusia Pasir”.Program ini memaparkan kehidupan nyata sekelompok manusia yang hidup Desa Leggung Barat, Leggung Timur dan Dapenda, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura yang dalam kesehariannya hampir segala aktifitasnya dilakukan di atas pasir.Sehingga mereka kerap disebut manusia pasir.Program dokumenter ini diproduksi dengan penyutradaraan menggunakan gayaexpository. Gaya expository adalah gaya pada dokumenter yang menggunakan narator sebagai penutur tunggal dalam menampilkan informasi dan pesan kepada penonton secara langsung. Gaya ini dipilih dengan pertimbangan bahwa dengan gaya tersebut program dokumenter “Manusia Pasir” akan mudah dipahami oleh penikmatnya.Kata Kunci: Dokumenter, Manusia Pasir, Expository
PENYUTRADARAAN DOKUMENTER POTRET “OMBAK ASMARA” DENGAN PENDEKATAN GAYA OBSERVATIONAL George Cornelis Ferns
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.626

Abstract

“Ombak Asmara” is a final assignment in form of a documentary film with portrait documentary format and observational style approach applied. This work’s object is a ride called ‘Ombak Asmara’, and the subjects are the ride’s crew member who have life stories that is interesting to be captured in a documentary film. There are some solid facts that will support this documentary storyline, the story itself was centered on the effort of these marginal men to entertain the local citizens with their acrobatic moves.Hardwork and solidarity are the spirits of these subjects to survive daily works. Their job is quite a rare job, not so many people are willing to do it, so they have to move from place to place, from a city to a city to fulfill their daily needs.By applying portrait documentary format with observational style approach, this documentary is trying to expose the real life of these subjects. The camera movement technique was adjusted to their acrobatic moves, it was implying the hardwork and solidarity amongst them through the lens, and all of those were framed into a documentary film.Keywords: Directing, Portrait, ‘Ombak Asmara’, and Observational
PENCIPTAAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “GIGI SEHAT SENYUM MASA DEPAN” DENGAN TEKNIK FLASHBACK Arifa Khairianti
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.627

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan usaha menjaga dan merawat gigi dan mulut. Masyarakat Indonesia cenderung mengabaikan perawatan kesehatan gigi. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan informasi tentang kesehatan gigi. Televisi merupakan media audio visual yang menghadirkan suara dan gambar serta kemampuannya mengatasi jarak, ruang dan waktu. Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu cara paling umum untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Sebuah iklan layanan masyarakat yang bersifat mengajak akan lebih mudah diterima masyarakat dengan memberikan paparan fenomena sosial di sekitar tanpa terkesan menggurui. Flashback merupakan plot yang ditampilkan keluar dari urutan kronologi, biasanya terjadi secara tiba-tiba. Cerita dapat melompat kebelakang dan maju pada waktu tertentu terkait karakter kejadian di masa lalu. Penerapan teknik flashback pada iklan ini sebagai alat penceritaan untuk menyingkap sebuah kejadian yang terjadi diawal cerita. Dengan menggunakan teknik flashback, video iklan layanan masyarakat Gigi Sehat, Senyum Masa Depan akan menyampaikan sebuah pesan yang lebih realistis.Kata kunci : Kesehatan gigi dan mulut, Iklan, Flashback
PENCIPTAAN NASKAH DRAMA MODUS SPIONASE TERINSPIRASI DARI KASUS TRANSAKSI NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Zain Elharist Fadlilah Fasya
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.628

Abstract

Penciptaan naskah drama Modus Spionase berdasarkan kasus perdagangan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan. Drama Modus Spionase berkisah tentang seorang sipir perempuan bernama Balqis yang dipercaya kepala penjara untuk menggantikan posisinya sebagai pimpinan. Balqis, mengalami beberapa konflik dengan pihak sipir dan para narapidana yang disebabkan oleh seorang sipir bernama Likan mengenai kecemburuan masalah jabatan. Naskah drama Modus Spionase dalam proses penciptaannya melalui tahapan mengumpulkan data, bersumber pada peristiwa perilaku buruk seorang sipir kemudian dikembangkan melalui teknik wawancara, beberapa kolase berita kasus perdagangan narkoba, buku-buku tentang narkoba, karya naskah drama dan film untuk dijadikan sumber penciptaam. Setelah semua data diperoleh tahap selanjutnya adalah mengolah data menjadi karya fiksi menggunakan metode intertekstual. Dari semua data yang sudah tersusun kemudian dipilih bentuk naskah drama komedi satir.Kata kunci : Kasus perdagangan narkoba di lapas, metode intertekstual dan komedi satir.
PENGGUNAAN ALUR ELIPS PADA SKENARIO PROGRAM FILM TELEVISI “KOTAK HITAM ARTA” Ervindha Pramudya Rani
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.629

Abstract

Now days, in Indonesia, there are so many television movie which is broadcasted in Indonesian television. Arranging the scenario with a story about family can add different types of stories in television movie. A Family life can be inspired by a television program for example, the lack of parenta control to the children while they are watching television. The nature of children, aged 10 is still in the category of the end of the childhood period.  By looking and hearing what they have got, they believe it easily. The Scenario tells about the lack of parental supervision to the children who like watching television. Parental supervision at the end of childhood is needed to form the character of the children itself. Without parental supervision, the children can be easily affected by the attitude, words and perception from the television progrmas they are watching. Telling the scenario using the elliptical plot that makes the first scene location is also the final scene location. Explaining about the impact of television to the children who get less parental supervision is expected can be used as an overview of the impact of television to the children character because of the  lack of parental supervision. So the parents can pay more attention to the children when they are watching television. Using elliptical plot makes the story become more varied because it is not presented in a normal way.  The use of flash back and unclear part of the story at the beginning can cause the audience wait the end of the story. Keywords: Scenario, elliptical, television movie, kid.