cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Proses Pembelajaran Klarinet Pada Siswa Kelas 3 Di SMK Negeri 11 Medan Teguh Aby Wiratama 1111768013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1009

Abstract

Karya tulis yang berjudul Proses Pembelajaran Klarinet pada Siswa Kelas 3 di SMK Negeri 11 Medan dilaksanakan untuk membahas metode yang digunakan dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 11 Medan. Karya tulis ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan musikologis dan aplikatif/menirukan. Melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi disimpulkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan di SMK Negeri 11 Medan adalah metode ceramah dan imitasi. Dalam proses pembelajaran klarinet di SMK Negeri 11 Medan ada materi yang penting untuk diajarkan sebagai dasar yaitu posisi bermain klarinet, tangga nada, etude, dan lagu. Kata kunci : Pembelajaran, Klarinet, SMK Negeri 11 Medan
Gesture Pendaki Gunung Pada Karya Kriya Keramik Wahyu Sulehman 1011557022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1138

Abstract

Menciptakan karya dengan sumber ide gesture pendaki gunung didasari latar belakang penulis sebagai pendaki itu sendiri. Dengan banyak melihat gesture-gesture pendaki gunung saat melakukan aktivitas mendaki gunung, seperti mendaki, memanjat, menyusuri jurang, membangun tenda, kedinginan dan lain-lain, membuat penulis ingin mengabadikannya melalui karya seni keramik. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan observasi, kontemplasi, empiris, ekspresif, estetis, perancangan, dan perwujudan. Karya keramik yang disajikan dalam Tugas Akhir ini merupakan karya figuratif, di mana objeknya merupakan para pendaki gunung beserta aktivitasnya yang menarik. Hasil karya seni seseorang tidak akan luput dari perjalanan hidup dan lingkungannya. Hasil karya ini adalah seni kriya keramik yang memiliki variasi bentuk dan warna, diharapkan karya ini dapat berkomunikasi dengan masyarakat secara baik. Karya seni kriya keramik dibuat bukan dimaksudkan untuk mencari solusi ataupun menyelesaikan masalah, tetapi merupakan sebuah sentuhan ekspresi pribadi yang disampaikan kepada penikmat seni pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dan ditujukan juga kepada para pendaki gunung yang telah melakukan pendakiannya selama ini. Kata kunci : Gesture Pendaki Gunung, Kriya, Keramik
Analisis Penerapan Rhythmic Editing Berdasarkan Pergerakan Kamera Dalam Membangun Suspense Program “Masterchef Indonesia” Season 3 RCTI Ani Lutpah Pauziah 1010463032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.913

Abstract

Program MasterChef Indonesia season 3 merupakan program kuliner yang dikemas melalui format reality competition show. Program ini sangat kental dengan suasana kompetisi yang menegangkan, khususnya pada sesi 1 menit terakhir saat memasak. Pada saat momen tegang tersebut dominan ditampilkan dengan pergerakan kamera dan shot yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan rhythmic editing berdasarkan pergerakan kamera dalam membangun suspense program MasterChef Indonesia (MCI) season 3 RCTI. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui mengapa penerapan rhythmic editing berdasarkan pergerakan kamera pada program MCI season 3 tersebut dapat membangun suspense. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan paparan analisis deskriptif sebagai upaya mendeskripsikan data yang diperoleh dalam bentuk kata-kata dan bahasa untuk memberikan gambaran tentang suatu fenomena secara detail dan melalui porses analisa yang pada akhirnya akan membentuk sebuah kesimpulan. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 4 episode dan hanya fokus pada masing-masing 3 sesi 1 menit terakhir pada setiap episodenya, sehingga yang diteliti jumlahnya menjadi 12 sesi. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa rhythmic editing berdasarkan pergerakan kamera dalam program MCI season 3 ini menerapkan pace yang cepat dalam membangun suspense. Durasi bukan menjadi faktor utama dalam menentukan pace yang cepat atau lambat, melainkan lebih didasarkan kepada pergerakan kamera yang ada didalam shot. Penggunaan pace yang cepat ini dibentuk melalui sebuah rentetan shot dengan pergerakan kamera yang banyak serta bergerak dengan cepat dan ditunjukkan dengan ukuran shot yang dekat. Dengan penerapan tersebut, emosi yang terdapat dalam shot menjadi lebih jelas dan terkesan mendalam serta merepresentasikan suasana yang berada dalam kondisi yang menegangkan. Kata kunci : Rhythmic Editing, Pergerakan kamera, Suspense
Analisis Koreografi Tari Sepen Versi Bapak Suchron Marga Juita Purnama Ayu 0811238011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1041

Abstract

Tulisan ini menganalisis tari Sepen versi Bapak Suchron sebagai sebuah tari yang lahir dari masyarakat Belitung. Tari Sepen lahir dari upacara marastaun, yaitu upacara keselamatan saat usai panen padi. Pada awalnya di setiap acara marastaun terdapat kesenian yang disebut besepen sebagai ungkapan kegembiraan seluruh masyarakat yang diwujudkan dengan menari secara berpasangan dalam suatu kelompok di mana gerakannya cenderung sederhana dan terus menerus diulang-ulang. Sekitar tahun 1980-an seorang seniman bernama Domra menggubah kesenian besepen ini menjadi tari Sepen, yang dikenal oleh masyarakat Belitung sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan koreografi yang melihat tari dengan analisis yang meliputi aspek bentuk, aspek teknik, dan aspek isi, serta elemen dasar koreografi yang terdiri dari aspek gerak, aspek ruang, dan aspek waktu. Penggunaan pendekatan tersebut dipakai untuk mengetahui teks koreografi tari Sepen secara keseluruhan. Tari Sepen versi Suchron adalah tari kelompok yang biasanya ditarikan oleh 6 orang penari wanita. Secara koreografis bentuk garapan tari Sepen bersifat sederhana, baik unsur gerak tari, pola lantai, maupun tata rias-busana. Gerakan, pola lantai, kostum, iringan tari Sepen ini tidak baku sehingga mengalami banyak pengembangan yang dilakukan oleh banyak seniman Belitung. Biasanya setiap sanggar memiliki pola-pola gerak tari Sepen tersendiri yang berbeda dengan sanggar-sanggar lainnya. Alasan dipilihnya tari Sepen versi Bapak Suchron sebagai objek kajian karena baik gerakan tari, pola lantai, serta musik, tidak terlalu banyak divariasikan sehingga masih berpijak pada kesenian besepen. Spesifikasi gerak tari pada kesenian besepen yaitu gerak kaisan kaki dan tepuk tangan masih mendasari tari Sepen versi Suchron ini. Kata kunci : Marastaun, Tari Sepen, Koreografi
Wajah Wanita Sebagai Tema Dalam Penciptaan Seni Lukis Wahyu Hermawan 1012099021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1170

Abstract

Ketertarikan terhadap wanita merupakan wujud rasa kagum atas segala keindahan yang dimilikinya. Dari sini penulis tergugah untuk menjadikan obyek wajah wanita sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Tema wajah wanita didapat berdasar pengalaman yang dialami dalam kehidupan bermasyarakat, peran penulis sebagai makhluk individu dan sosial. Setelah tergugah dan dilanjutkan dengan mengamati secara langsung terhadap beberapa wanita yang sedang melakukan aktivitas, didapati betapa kerasnya kehidupan dan kelembutan hati seorang wanita tergambarkan dalam setiap wajahnya, maka penulis tertarik untuk mengangkatnya kedalam karya lukisan, menghadirkan kembali sosok wanita terutama wajahnya yang tidak sekedar kecantikan, namun juga keunikan seperti wajah wanita, yang didalamnya tergurat kisah sejarah hidupnya. Kata kunci : wajah, wanita,keindahan, lukis
Kreativitas Buset di Industri Musik Populer Minangkabau Sabri Arrasyid 0810305015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.945

Abstract

Lahirnya sebuah karya seni yang indah tentu saja tidak serta merta terlahir begitu saja, melainkan selalu dibarengi dengan adanya sebuah proses kreatif. Oleh karena itu aspek kreativitas menjadi hal ikhwal yang sangat krusial di balik terciptanya sebuah karya seni apapun, seni musik diantaranya. Terlebih apabila karya-karya seni tersebut harus mampu bersaing dalam ranah industri, di mana masing-masing kompetitor harus mampu terus menerus berinovasi dan berlombalomba memamerkan karakter masing-masing, sehingga mampu bertahan di hati para penikmat karyanya. Begitupun apa yang dilakukan oleh Buset (Budi Setiawan) dalam olah kreasi penciptaan karya-karya musiknya. Tak hanya kreatif dalam berkarya musik, kejelian pelaksana produksi juga turut memberi andil besar di balik kesuksesan publisitas karya musik tersebut. Penelitian dalam topik permasalahan Kreativitas Buset di Industri Musik Populer Minangkabau ini secara keseluruhan dilakukan menggunakan metode kualitatif yang mengutamakan adanya proses kinerja lapangan, baik wawancara, observasi, maupun pendokumentasian. Kemudian dalam segi analisa, tekstual peneliti menggunakan pendekatan estetika parodi guna menjelaskan hadirnya bentuk lawakan sebagai salah satu karakteristik karya-karya musik Buset, serta pendekatan estetika musik populer guna menjelaskan pertanyaan mengenai alasan di balik popularitas Buset. Dilakukan pula analisa tekstual melalui teknis ilmu bentuk analisa musik guna menjelaskan secara lebih detil tentang segi garap musiknya. Studi ini menemukan bahwa karakteristik karya-karya Buset yang penuh lawakan serta sesuai dengan kaidah-kaidah estetika populer membawa ketenaran Buset dalam industri musik populer Minangkabau. Kemudian turut ditemukan pula bahwa sebagai karya musik populer, karya-karya musik Buset tidak begitu saja terlepas dari nilai-nilai kultural/aspek lokalitas masyarakat Minangkabau, melainkan justru masih terkait erat dan saling menyokong antara satu dengan yang lainnya. Kata kunci : Estetika, Minangkabau, Kreativitas
Proses Aransemen Lagu The World Is Saved Dalam Format Band, Orkestra Dan Intsrumen Tradisi Stevanus Novan Hardiyanto 0811231013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1208

Abstract

Penelitian ini mengangkat aransemen sebagai buah karya yang diteliti untuk melakukan eksplorasi dan menghasilkan penemuan baru dalam hal kreativitas musik. Adapun studi kasus adalah lagu The World Is Saved karya Bryan Everest S (2013) yang diaransemen dalam format band, orkestra, dan instrumen tradisi. Proses pembuatan aransemen ini menggunakan program penulisan notasi musik/musical notation software yaitu “Sibelius 6” dan kemudian dilanjutkan dengan pengolahan ke dalam pernangkat lunak “Nuendo 4” untuk proses rekaman nya, serta editing, memasukan efek suara/soundscape dan mixing. Diharapkan dari penelitian yang berbasis karya ini akan menjadi stimulus dalam memuncul penemuan baru dalam bidang aransemen maupun komposisi musik, serta menambah apresiasi musik dalam hal kreativitas aransemen khususnya jurusan musik. Kata kunci : Aransemen, The World is Saved, Orkestrasi 
Model Pengajaran Drum Band Di TK ABA Kenaji, Tamanmartani, Kalasan, Yogyakarta Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014 Bagus Rengga Raditya 1011553013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.968

Abstract

Ekstrakulikuler Drum band mulai digemari di masyarakat dan dijadikan suatu ajang dalam melatih kedisiplinan, kemandirian dan rasa percaya diri murid. Sekolah-sekolah mulai berlomba untuk memiliki kelompok drum band yang berprestasi dan pelatih drum band yang bisa melatih kelompok drum band menjadi berpestasi. Pelatih drum band berasal dari kelompok marching band dari angkatan bersenjata atau kampus-kampus yang memiliki kegiatan marching band yang berprestasi. Beberapa pelatih tidak memiliki latar pendidikan formal musik dan pengalaman ikut drum band, tetapi bisa melatih hingga kelompok drum band menjadi kelompok drum band yang berprestasi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara pengajaran drum band di TK ABA Kenaji yang di latih oleh pelatih yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan formal musik dan mengikuti kelompok drum band tetapi bisa menghasilkan kelompok drum band yang berprestasi. Setelah melalui penelitian kualitatif, hasil yang didapat adalah pelatih mengajar drum band dengan cara yang mudah diingat oleh anak yaitu dengan mengelompokkan ke dalam 4 teknik yaitu Teknik A, Teknik B, Teknik O dan Teknik tik. Pelatih juga aktif bertanya kepada pelatih-pelatih kelompok drum band lain dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan sharing antar pelatih. Kata kunci : pelatih drum band, model pengajaran,TK ABA
Perancangan Infografis Tentang Kesadaran Lalu Lintas Febrian Satria Bayuargo 0811721024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1097

Abstract

Infografis adalah sebuah informasi yang disajikan dalam bentuk gambar. Gambar pada suatu infografis sangat berperan penting karena infografis adalah media informasi yang menjelaskan isi dari informasi dengan menggunakan gambar. Gambar merupakan bahasa universal, semua orang dengan suku, bahasa maupun tulisan yang berbeda tetap akan mengerti maksud dari gambar tersebut. Oleh karena itu informasi dari infografis lebih mudah dipahami daripada informasi yang sebatas tulisan. Keselamatan dalam berkendara sangat diperlukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Kesadaran lalu lintas diperlukan masyarakat dalam berkendara karena sampai sekarang masih banyak terjadi kecelakaan lalu lintas karena kelalaian masyarakat dalam berkendara. Perancangan infografis ini bertujuan untuk mensosialisasikan kesadaran lalu lintas kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengerti akan pentingnya safety riding. Karena masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak peduli akan pentingnya kesadaran lalu lintas yang berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Maksud dari perancangan ini adalah mensosialisasikan tentang kesadaran lalu lintas kepada masyarakat dengan menggunakan media Infografis. Kata kunci : Infografis, Kesadaran Berlalu Lintas, Safety Riding
Tanaman Kedelai Sebagai Sumber Ide Dalam Penciptaan Motif Batik Untuk Kain Panjang Apriliya Nur Muti’ah 1111630022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1241

Abstract

Tanaman kedelai sebagai sarana pengungkapan ekspresi, baik dari segi bentuk tanaman yang terlihat unik dengan karakternya, melalui pergerakan bunga menjadi polong, terisi biji bersusun hingga polong mulai membuka. Selanjutnya ketika masih berwarna hijau atau ketika usia muda jika mendapat penyinaran lebih dari dua belas jam maka visual tanaman kedelai tidak berubah warna dan tidak menghasilkan bunga sehingga tidak berbuah sampai layu hingga akhirnya mati. Hal ini mengusik pesona penulis untuk mewujudkannya melalui karya batik. Keunikan dan karakter tanaman kedelai menjadi inspirasi penciptaan karya batik berupa kain panjang. Motif-motif yang tercipta mengandung konsep berupa penghargaan terhadap alam dan ajakan kepada masyarakat untuk memperbaiki pola pikir serta sikap terhadap alam, memulai dari rasa cinta, mencintai, menjaga, menanam dan membudidayakan tanaman kedelai sebagai tanaman pangan yang hidup berdampingan dengan manusia, di sepanjang musim dengan sikap saling beradaptasi untuk menciptakan pertahanan hidup bersama, sehingga tercipta kemanfaatan di antara manusia dengan alam dan muncullah sikap kekeluargaan. Penciptaan karya kain panjang ini menggunakan media kain primisima dengan teknik batik tulis. Warna-warna yang digunakan adalah napthol dan indigosol. Hasil pewarnaan indigosol terlihat cerah yang memberi kesan ceria dan semangat, serta warna napthol yang cenderung berwarna gelap, terlihat berat dan memberi kesan kuat. Pewarnaan tentunya menyesuaikan konsep dan berdasarkan berbagai percobaan. Karya penulis merupakan wujud dari pengamatan lingkungan sekitar, hasil alam dan perenungan tentang pengalaman untuk selalu diperbaiki, dengan berbagai inovasi dan kreativitas diharapkan mampu berbicara kepada para penikmat seni, memberi wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai apa yang ingin disampaikan penulis. Memberi wacana baru, kontribusi dan alternatif perkembangan mengenai berkarya seni kriya berkarakter yang bernilai kreatif dan inovatif. Karya penulis merupakan wujud dari pengamatan lingkungan sekitar, hasil alam dan perenungan tentang pengalaman untuk selalu diperbaiki. Kata kunci : Tanaman Kedelai, Batik, Kain Panjang