cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Lara Jiwa Khoirun Nisa 1011303011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1027

Abstract

Lara Jiwa merupakan karya tari yang diawali dengan mendengarkan cerita tentang Suminten edan dari cerita itu muncullah ide untuk mengangkat kedalam karya tari dengan mengambil tema tentang sebuah konflik kisah percintaan yang tak terbalaskan dan akhirnya menyebabkan depresi atau gangguan jiwa.Dalam karya ini kegilaan tersebut di kemas dengan lebih modern, Dimana kegilaan tersebut bisa terjadi karena peristiwa kehilangan atau punputus cinta dengan sesama gender yang membuat rasa trauma yang akhirnya pada sebagian orang memutuskan untuk menyukai sesama jenis. Karya tari lara jiwa merupakan jenis koreografi kelompok yang ditarikan oleh empat penari laki – laki dan tiga penari perempuan. Properti yang digunakan yaitu enam rantai yang dililitkan pada dua penari putri dan tiga penari laki–laki rantai tersebut digunakan untuk membuat desain dalam penciptaan suasana yang mengandung arti yaitu rantai adalah sebuah masalah, rantai adalah alat pelampiasan rasa kesedihan. Lara Jiwa menggunakan musik iringan secara langsung dengan suasana musik gamelan Jawa berlaraskanslendro dengan tambahan beberapa alat musik seperti kendang reog, slompret, dan maracas. Gending yang digunakan adalah gending yang sudah mengalami pengembangan sesuai dengan kreativitas pemusik. Lara Jiwa diharapkan dapat memberikan gambaran atau pembelajaran untuk kita bahwacinta tidak selalu berakhir bahagia tetapi melalui karya ini dapat dilihat bahwa cinta juga bisa memberi dampak buruk sehingga menyebabkan kegilaan pada orang yang merasa sakit karena perjalanan cintanya yang tidak berakhir bahagia. Kata kunci : Lara Jiwa, cinta segi tiga, rantai
Potret Kehidupan Masyarakat Pinggiran Rohmadi 0811913021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1156

Abstract

Masyarakat pinggiran adalah masyarakat yang disebut sebagai masyarakat yang berada pada posisi yang miskin, rendah dan kurang dihargai . Hal itu yang menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam memperoleh akses dari masyarakat yang ada di pusat (dalam hal ini pemerintahan/penguasa wiayah).Oleh karena itu kondisi mereka menjadi rentan untuk dipinggirkan, dideskriminasikan pada sebagian aspek kehidupan. Tema yang diangkat oleh penulis dibuat dalam bentuk karya seni grafis. Penulis mengekspresikan potret kehidupan masyarakat pinggiran dengan mengangkat objek berdasarkan hasil pengamatan terhadap peristiwa-peristiwa yang terkait dengan permasalahan kehidupan masyarakat yang lekat dengan anggapan akan nilai-nilai serba kekurangan, kurang dihargai, miskin, terbelakang dan belum sejahtera. Pemilihan tema potret kehidupan masyarakat pinggiran bertolak dari kesadaran penulis untuk mengangkat kehidupan masyarakat yang akrab dalam kehidupan sehari – hari yang di alami sendiri oleh penulis. Melalui pengamatan timbul pemikiran bahwa kehidupan masyarakat pinggiran dengan segala kekuranganya mengandung momen – momen estetik yang layak untuk diangkat dan divisualisasikan dalam karya seni rupa. Hal itu dimaksudkan untuk menggali kesadaran bersama bahwa masyarakat pinggiran itu masih ada di antara kita dan selalu menjadi permasalahan untuk dipecahkan bersama.Semua karya telah diselesaikan oleh penulis, dan tentunya terdapat berbagai macam kendala dalam proses, hingga terselesaikannya karya tersebut. Pada karya yang berjudul “Kakek Pekerja Keras” di anggap penulis sebagai karya yang maksimal teknik, gestur, mimik wajah sesuai dengan yang di harapkan penulis. Sedangkan karya yang penulis anggap kurang maksimal adalah “Beternak Babi” karena penulis dalam proses pembuatan karya ini mengalami kegagalan dalam proses etsa, di mana pada proses pelapisan dengan isi ulang marker permanent terlalu tipis dan pencampuran HCL terlalu banyak, maka mengakibatkan adanya garis - garis yang tidak di inginkan oleh penulis, padahal penulis merasa dapat berbuat lebih baik dengan visual yang di tampilkan. Dalam proses menjalankan Tugas Akhir ini penulis terlalu fokus pada proses penciptaan karya sehingga menjadikan penulisan tugas akhir ini kurang maksimal. Namun melalui proses revisi dan pembimbingan diharapkan proses ini lebih menyempurnakan dari gagasan yang diharapkan. Penulisan tugas akhir “Potret Kehidupan Masyarakat Pinggiran” ini adalah salah satu sarat kelulusan strata-1 di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Selain itu penulisan ini juga dimaksudkan untuk pemenuhan hasrat penulis dalam berkarya dan membaginya dengan orang lain. Semoga penulisan tugas akhir ini dapat membawa nilai positif untuk kedepannya, sehingga bermanfaat bagi diri penulis, para penikmat karya dan lingkungan sekitar, serta memberikan sumbangan wacana agar masyarakat di negeri ini dapat saling memperhatikan kondisi masyarakat satu dengan yang lainya. Kata kunci : masyarakat miskin, deskriminasi, karya seni, grafis
Perancangan Video Instruksional Aplikasi Praktis Teknik Aikido Dengan Pendekatan Naratif Sofyan Effendi 0810304032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.931

Abstract

Video instruksional merupakan karya seni yang mengutamakan unsur edukasi, karena instruksional itu sendiri adalah kegiatan pengajaran atau metode yang digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Video instruksional Aikido bertujuan untuk mensosialisasikan seni bela diri Aikido dan mengajarkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat, sehingga dapat menjadi sebuah program audiovisual yang edukatif serta aplikatif. Seni bela diri Aikido adalah seni bela diri yang kental dengan falsafah-falsafah kehidupan yang berlandaskan pada konsep kasih. Prinsip ini diterapkan pada gerakannya yang tidak melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi mengarahkan kekuatan lawan untuk kemudian menundukannya. Video instruksional Aikido yang menyampaikan materi terapan teknik Aikido menggunakan pendekatan naratif yang diwujudkan dalam bentuk drama. Drama mengangkat cerita tentang keingintahuan dua Aikidoka mengenai penerapan teknik Aikido dalam pertarungan nyata. Dengan menggunakan pendekatan naratif yang berbentuk drama fiksi dan mengangkat peristiwa tindakan brutalisme, kekerasan, kriminalitas, dan semacamnya, penonton dapat memperkirakan validitas informasinya. Video instruksional Aikido dengan pendekatan naratif direalisasikan menggunakan proses produksi multi camera tanpa vision mixer, dengan tata cahaya high key, dan menggunakan dua setting lokasi in door dan out door. Sedangkan pemeran utama sebagai penggerak cerita yang juga sangat berperan dalam proses penyampaian materi, diperankan langsung oleh para praktisi Aikido. Kata kunci : Video Instruksional, Aikido, Naratif
Penciptaan Tokoh Nunung Dalam Naskah Tiga Dara Sri Rahayu Susanti 1110645014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1059

Abstract

Film merupakan bagian dari seni pertunjukan yang tidak lekang oleh waktu. Dunia perfilman Indonesia yang memiliki sejarah yang panjang, menarik untuk diangkat dalam sebuah pertunjukan teater. Film Tiga Dara yang dibuat oleh usmar ismail pada tahun 1956 menjadi film yang menarik unutk di alih wahanakan dalam panggung teater. Film yang bercerita tentang keluarga dan masalah percintaan Tiga Dara antara Nunung dan Nana ini cukup ringan dan menarik untuk diangkat dalam pementasan teater. Pertunjukan Tiga Dara mencoba menangkap peristiwa sosial yang terjadi di masa itu tentu tidak hanya sebatas percintaan remeh temeh saja yang menjadi pokok bahasan, tapi juga permasalahan sosial, kondisi politik, dan hal-hal lain diluar percintaan. Hal-hal tersebut ditunjukkan dalam tokoh-tokoh yang hadir, seperti Nunung yang mewakili zaman sebelum kemerdekaan, Nana yang mewakili zaman setelah kemerdekaan, dan Neni yang mewakili zamannya sendiri. Begitu juga dengan tokoh yang lain seperti Toto, Herman, Sukandar, Nenek, dan yang lainnya. Mereka bukan hanya sebatas tokoh realis yang tidak memiliki arti, tapi mereka menyimbolkan sesuatu yang lebih. Dalam pertunjukan Tiga Dara yang dibawakan secara realis ini, mencoba menangkap semiotika-semiotika yang dimunculkan di dalam film Tiga Dara dan mewujudkannya dalam pertunjukan. Tokoh Nunung yang menjadi tokoh utama dalam pertunjukan ini yang menjadi simbol dari banyak hal, mencoba untuk divisualkan di panggung dan menjadi alat komunikasi dan penghantar informasi bagi penonton. Kata kunci : Film, Tiga Dara, Panggung Teater
Penggunaan Tangga Nada Pelog Pada Gitar Elektrik Dalam Lagu I Want To Break Free Untuk Combo Dan Gamelan Adi Dharmawan Saputra 0911320013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.954

Abstract

Penggabungan dan penggunaan tangga nada pelog ini adalah 2 (dua) objek yang berbeda. Dalam penulisan ini mencoba menggabungkan combo dan gamelan, menggunakan tangga nada pelog ke dalam sebuah karya lagu yang berjudul I Want To Break Free karya Queen. penulisan ini bertujuan untuk mencari tahu apakah combo dan gamelan tersebut dapat dikolaborasikan dan apakah objek penelitian tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Yogyakarta khususnya gitaris-gitaris di Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara diskriptif dengan mengumpulkan data-data secara langsung baik studi pustaka, pengamatan. Pelog adalah modus tangga nada yang ada pada instrumen musik tradisional Indonesia khususnya daerah Jawa dan Bali. Pelog yang digunakan dalam penulisan ini adalah tangga nada pelog diatonic tanpa nada re dan la. Kata kunci : Tangga nada, pelog, gamelan
Perancangan Visual Corporate Identity Musick Bus Record Store Andi Mohammad Fath 1112185024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1083

Abstract

Corporate identity adalah identitas atau “brand” sebuah perusahaan, yang terdiri dari identitas visual (nama, logo, merek dagang, tipografi, ilustrasi, warna, dsb). Corporate identity adalah upaya aktif untuk membangun sebuah citra dalam perusahaan. Salah satu contoh perusahaan yang memerlukan corporate identity sebagai pembangun image perusahaan adalah Musick Bus Record Store. Hal ini akan menciptakan kesan atau nuansa yang menjadi pembeda Musick Bus Record Store berbeda dengan konsep mobile store yang sudah ada. Eksistensi corporate identity dari perusahaan dianggap belum mampu mempresentasikan visi dan misi perusahaan. Bentuk visual identitas perusahaan kurang mencerminkan image yang hendak disampaikan. Oleh karena itu untuk menghadapi permasalahan tersebut dan membentuk visual masyarakat luas terhadap keberadaan Musick Bus Segara diperlukan sebuah sistem grafis yang menggambarkan identitas perusahaan melalui pembentukan corporate identity. Melalui metode penelitian, dan data-data yang diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi Musick Bus. Teori yang digunakan dalam kasus ini adalah teori Semiotik. Kemudian diolah melalui analisis SWOT yaitu Strenght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman). Konsep dasar yang digunakan untuk membangun corporate identity Musick Bus adalah “Toko Musik Bergerak”. Media yang tepat dan sesuai yaitu Logo, Stationery, Folder, Cutting Stiker, Shoping Bag, Price Tag, Iklan Majalah, Seragam Kerja, Billboard dan Katalog. Kata kunci : Corporate Identity, Musick Bus, Media Komunikasi Visual
Perancangan Film Dokumenter “Ketika Hati Berbicara, Udara Membisikkannya Lewat Telingaku” Ambar Siti Nur Oktavia 1011964024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1226

Abstract

Film Dokumenter merupakan salah satu genre film atau salah satu wujud bentuk komunikasi visual dan verbal. Dengan mewujudkan kedua elemen visual, dan verbal diharapkan informasi dan pengetahuan yang akan diinformasikan kepada penonton atau khlayak umum dapat ditangkap dengan baik. Penggunaan Film Dokumenter dengan perpaduan beberapa teori yang dipakai dalam film dokumenter seperti, exspositori yang dipadukan menggunakan pendekatan visual 4P (Purpose,People, Plote, Place) diharapkan memberikan varian baru dalam penciptaan sebuah karya Film Dokumenter. Hasil dari perancangan dan penelitian ini adalah bahwa disabilitas/ berkebutuhan khusus terutama tuli yang dinggap identik dengan bodoh, atau mereka yang tidak bisa melakukan apa-apa, di sinilah mereka membuktikan bahwa anggapan kita selama ini tentang mereka salah. Mereka memang tuli namun, mereka juga bisa melakukan apa yang kita lakukan bahkan lebih dari yang kita bisa. Disinilah mereka menunjukan bahwa tuli juga bisa, mampu, dan sama seperti kita orang-orang normal lainnya, mereka punya mimpi, masa depan, dan mereka juga bisa merasakan dan mendengar bagaimana suara dan bunyi itu dengan hati dan detak jantunya. Kata kunci : Film Dokumenter, Expository, 4P, Komunitas
Analisis Improvisasi Piano Keith Jarrett Pada Lagu Groovin’ High Karya Dizzy Gillespie Grace Monalisa 1111676013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.986

Abstract

Karya tulis ini membahas tentang analisis improvisasi piano Keith Jarrett pada laguGroovin’ High karya Dizzy Gillespie. Keith Jarret adalah seorang pianis jazz legendaris. Groovin’ High adalah lagu karya Dizzy Gillespie yang terkenal di era Bebop, dan bahkan sampai sekarang lagu ini masih dimainkan oleh sebagian besar musisi jazz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana seorang musisi seperti Keith Jarrett berimprovisasi secara teoritis maupun praktis. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara studi pustaka, studi audio, dan studi instrument dan mentraskrip improvisasi kedalam notasi balok; yang kemudian dideskripsikan dalam penelitian kualitatif untuk memperoleh hasil penelitian. Semua hasil penelitian yang terangkum kemudian dianalisis. Hasil penelitian ini merupakan kesimpulan tentang analisis bentuk lagu Groovin’ High versi Dizzy Gillespie, dan versi Keith Jarrett, serta analisis improvisasi piano Keith Jarrett pada lagu Groovin’ High. Analisis improvisasi ini memakai beberapa pendekatan, yaitu; pendekatan Modal, pendekatan Chordal, dan Lick. Disampingitu, penulis juga mendasari penelitiannya dengan beberapa teori musik, sehingga penyusunan skripsi ini terarah. Akhirnya semoga karya tulis ini menjadi sebuah hal yang bermanfaat dan menghasilkan buah yang baik bagi semua pihak. Kata kunci : Analisis, pendekatan improvisasi, Keith Jarrett
Pengaruh Fenomena Iklan Televisi (TVC) Ekstrak Kulit Manggis Mastin Terhadap Persepsi dan Preferensi Khalayak Novaria Fajar Kurniawan 0911834024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1115

Abstract

Iklan televisi sebagai produk desain komunikasi visual, merupakan sarana promosi yang tetap populer hingga saat ini, karena mampu menjangkau khalayak luas dengan sarana yang lengkap (audio dan visual). Popularitas sarana iklan televisi ini kemudian dimanfaatkan oleh PT.Industri Jamu Borobudur untuk mengiklankan produk ekstrak kulit manggis Mastin secara masif di stasiun-stasiun televisi. Begitu seringnya Mastin diiklankan di stasiun televisi tentu memberi dampak pada khalayaknya. Dampak ini ternyata mewujud dalam bentuk yang berupa parodi. Khalayak yang menyaksikan iklan televisi Mastin ini, membuat gambar-gambar dan video-video humor untuk kemudian disebarkan pada forum dan teman-temannya di dunia maya. Dari sini terjadilah „penularan‟ parodi Mastin yang menyebar diantara masyarakat pengguna internet (netizen) Indonesia, hingga akhirnya terbentuklah fenomena viral parodi iklan televisi Mastin. Disisi lain bentuk parodi ini juga merupakan bentuk komunikasi visual. Terjadinya fenomena viral parodi iklan televisi Mastin ini tentu memberikan dampak merek Mastin. Mereka yang melihat parodi iklan televisi Mastin pasti menjadi teringat dengan produk Mastin. Sehingga semakin sering mereka terekspos parodi iklan televisi Mastin, semakin sering pula mereka mengingat Mastin. Maka fokus penelitan ini adalah mengukur sejauh mana dampak fenomena iklan televisi Mastin terhadap perepsi dan preferensi khalayak iklan televisi Mastin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, yakni dengan mengukur pengetahuan responden akan iklan televisi Mastin dan viralnya untuk dibandingkan dengan tingkat kepercayaan dan kecondongan memilih ekstrak kulit manggis Mastin. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah adanya selisih kepercayaan dan kecondongan pada khalayak yang terekspos iklan televisi Mastin. Mereka yang terekspos iklan televisi Mastin dan viralnya, 14% lebih mempercayai iklan televisi Mastin dan 3% lebih berminat mengkonsumsi Mastin. Kata kunci : Iklan, Viral, Parodi, Persepsi
Perancangan Komik Perjalanan Band Metal “Purgatory” Dalam Menyiarkan Islam Lewat Media Musik Rendy Aditya 0811770024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1259

Abstract

Purgatory adalah sebuah grup musik beraliran Nu Metal asal Jakarta, grup musik ini dibentuk pada tahun 1994. Lirik lagu yang dibawakan oleh Purgatory adalah berkisar tentang ajaran-ajaran agama Islam, seperti perang Uhud, kematian, neraka, akhlak, dan lain-lain. Band ini tetap eksis sampai saat ini dan tetap fokus dengan syiar Islam yang dibawakan melalui lirik-lirik lagunya yang bernuansa metal. ADAS (Approach Deen Avoid Sins), adalah sebuah komik yang menceritakan tentang sekilas perjalanan band metal Purgatory, band metal asal Jakarta yang menggebrak stereotype musik metal sebagai musik beraliran keras, liar, brutal, bahkan konotasi negatif musik metal sebagai musik pemuja setan. Didalam komik ini terdapat pembedahan konten syiar Islam pada lirik lagu Purgatory dengan pendekatan berupa visualisasi lirik lagu yang di visualisasikan dalam bentuk komik dengan tinjauan ayat-ayat Al-Quran sebagai referensinya. Perancangan komik dapat menjadi alternatif bacaan tentang Islam dengan penyampaian yang berbeda dari buku-buku sejenis. Komik sebagai sarana penyampaian syiar sebuah agama dapat dikatakan cukup efektif untuk merambah segmentasi anak muda. Kata kunci : Komik, Adas, Visualisasi lagu