cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Analisis Spotting Musik Pada Film Soegija Yudith Widoretno 1011465013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1018

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menganalisis musik pada film “Soegija” secara musikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka, observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah spotting musik merupakan proses penting dalam sebuah scoring musik pada film. Spotting musik pada sebuah film lazimnya memiliki pengaruh besar terhadap gambar di layar dengan para penonton. Musik yang digunakan di dalam setiap adegan tampak disesuaikan dengan gambar, sehingga memunculkan pandangan kepada penonton bahwa musik memiliki peran yang khusus terhadap sebuah adegan. Seorang penata musik dan sutradara seharusnya dapat benar-benar berfikir ekstra dalam proses spotting musik, karena proses tersebut adalah proses yang paling menentukan kesuksesan sebuah film jika ditinjau dari fungsi musik dalam sebuah film. Penempatan musik pada emosi atau suasana yang kurang tepat dapat membuat kualitas film menjadi buruk, sebaliknya jika musik ditempatkan pada situasi yang tepat maka, adegan yang membutuhkan perlakuan khusus tersebut dapat menjadi lebih kuat maknanya dan maksudnya. Kata kunci : Musik Film, spotting musik, fungsi musik
Hanbok Modern Sebagai Ide Penciptaan Busana Pesta Christiana Putri Iriani 1011526022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1147

Abstract

Karya Tugas Akhir ini terinspirasi oleh drama Korea, yaitu Hanbok Modern yang dituangkan dalam busana pesta sebagai media dalam berkarya. Hanbok sendiri pada dasarnya terdiri dari dua bagian atasan dan bawahan. Untuk hanbok wanita, terdiri dari dua bagian utama yakni chima dan cheogori. Cheogori adalah baju berbentuk seperti bolero gengan dua tali yang dikaitkan dibagian depan dan chima adalah sebutan untuk rok panjang yang dilengkapi dengan underwear (pakaian dalam), rompi (poeja), jaket (magaja), dan pakaian pelapis luar (torumaji) yang dipakai setelah dalam hanbok. Hiasan kepala seperti kerudung misalnya a’yam atau chobawi dapat ditambahkan sebagai pelengkap. Saat memakai hanbok wanita Korea juga dilengkapi dengan binyeo (tusuk rambut) dan alas kaki. Metode pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan estetis, ergonomis, akulturasi. Teknik perwujudan yang diterapkan dalam keseluruhan karya yaitu tie dye, batik, sulam tapis, yang merupakan pengembangan penulis terhadap teknik tapestri. Hasil yang dicapai dalam penciptaan karya ini yaitu delapan karya busana pesta yang dominan oleh warna cerah yang dihasilkan dengan pewarna naptol dan remasol. Selain itu menggunakan kain tenun lurik dan kain hujan gerimis. Teknik yang digunakan batik, tie dye dan sulam tapis diterapkan dalam berbagai bagian busana, seperti pada rompi sedangkan sulam tapis diaplikasikan sebagai sentuhan akhir yang menyempurnakan tampilan busana secara keseluruhan. Kata kunci : Hanbok Modern, Busana Pesta, drama Korea
Sinematografi Pogram Pesbukers Segmen Sketsa Komedi di ANTV Priode Januari 2015 Jendro Pratama 0810312032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.922

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi sebuah tayangan televisi dengan rating yang tinggi dan sudah sangat popular di masyarakat terbukti program Pesbukers mampu memenangkan kategori komedi terbaik dalam Panasonic Award tahun 2013 dan 2014. Rumusan masalah adalah bagaimana aspek sinematografi dalam mendukung kualitas program Pesbukers, terutama pada segmen sketsa komedi sehingga banyak disukai penonton dan menjadi program komedi terbaik pada tahun 2013 dan 2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui aspek sinematografi dalam mendukung kualitas program Pesbukers dalam hal ini pada segmen sketsa komedi. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu menyusun dan menganalisa data apa adanya dari hasil yang didapatkan dari lapangan. Proses analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dukumentasi, observasi, pengamatan, dokumen pribadi, gambar atau foto dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa sinematografi (penggunaan multi kamera dan aspek-aspek sinematografinya) mendukung tayangan “Pesbukers”. Kata kunci : Sinematografi, Sketsa Komedi, Multi Kamera
Penciptaan Skenario Film “Uda” Terinspirasi Dari Tradisi Merantau Dalam Budaya Minangkabau Alif Rahmadanil 1010600014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1050

Abstract

Penciptaan skenario film UDA bertujuan untuk (1) Memperkenalkan dan memberikan sisi lain dari merantau kepada masyarakat luas dalam kehidupan sosial dan budaya, khususnya budaya Minangkabau dalam bentuk karya audio visual (film) yang lebih kekinian, tanpa mengesampingkan karya sastra seperti novel / cerpen yang lebih dulu memberi gambaran merantau, (2) Menambah khazanah bentuk dan kekayaan film Indonesia. Penciptaan ini menggunakan teori reproduksi kebudayaan dan studi kultural yang dipadukan dengan teori dinamika budaya yang diperkenalkan oleh Pitirim Sorokin dan teori migrasi oleh Everett S. Lee. Karya skenario tercipta dengan menggunakan metode penciptaan karya fiksi diperkenalkan oleh Ashadi Siregar dengan menggabungkan dunia objektif (kehidupan sebagai pengalaman empiris dan intelektual) dan dunia psikis (kreativitas pengkarya). Merantau merupakan sebuah tradisi Minangkabau yang diperuntukkan kepada pemuda (laki-laki) untuk pergi meninggalkan kampung demi mencari penghidupan, nama baik keluarga, dan masa depan yang baik di negeri orang. Individu atau kelompok yang pindah dari satu lingkungan budaya ke lingkungan budaya yang lain tentu mengalami proses sosial budaya yang dapat mempengaruhi mode adaptasi dan pembentukan identitasnya, sehingga muncul reproduksi kebudayaan, sebuah pemahaman tentang proses reproduksi kultural yang menyangkut bagaimana “kebudayaan asal” direpresentasikan dalam lingkungan baru. Hal ini tentu saja akan menimbulkan gesekan, gejolak, konflik batin bagi para perantau. Penciptaan skenario film ini merupakan penggambaran konflik yang dirasakan oleh para perantau Minangkabau, dan disajikan secara bersegment atau omnibus. Kata kunci : skenario, film, omnibus
Penerapan Harmoni Manual Pada Lagu Yogyakarta Karya Band Kla Project Menggunakan Instrumen Gitar Klasik Arizkhi Otavino 0911325013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1179

Abstract

Penerapan harmoni manual menggunakan gitar klasik tentu memerlukan pengetahuan tentang instrumentasi, teori musik, basik posisi pada instrumen gitar sebagai pengacu dalam penggarapan harmoni manual, sejarah dan analisa musik, dalam karya tulis ini penulis mengharmoni manualkan lagu Yogyakarta menggunakan instrumen gitar, tentunya dalam penggarapan harmoni manual menggunakan instrumen gitar sangat berbeda dengan instrumen piano, dalam penggarapan harmoni manual lagu Yogyakarta menggunakan instrumen gitar klasik terdapat teknik permainan instrumen yang berbeda, dan tidak memungkinkan untuk dimainkan pada instrumen piano. Kata kunci : Harmoni manual, Gitar, Yogyakarta
Persepsi Visual Pengunjung Terhadap Interior Kopi Oey Sabang, Melawai, Dan Fatmawati Jakarta Prima Sarinastiti 1111818023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1073

Abstract

Gaya hidup masyarakat urban berkembang dan meningkat setiap tahunnya. Jakarta, kota metropolis memiliki populasi dengan tingkat konsumtif yang tinggi menyebabkan pertumbuhan ruang publik seperti kafe dan restoran. Kopitiam adalah tradisional kedai kopi yang muncul di Asia Tenggara, menyediakan makanan dan minuman menu sarapan. Salah satu kopitiam yang terkenal di Indonesia adalah Kopi Oey, milik ahli kuliner Indonesia, Bondan Winarno. Kopi Oey memiliki konsep djadoel yang unik dengan sentuhan Cina Peranakan. Kekuatan konsep djadoel yang namun keseluruhan total hingga ejaan pada daftar menu dibuat dengan tulisan djadoel. Kopi Oey saat ini memiliki 29 cabang, dengan cabang terbanyak di Jakarta. Kopi Oey Sabang, Melawai, dan Fatmawati Jakarta adalah Kopi Oey yang memiliki pasar dan desain ruang yang berbeda. Penelitian ini untuk mengetahui persepsi visual pengunjung terhadap variabel ruang (warna, pencahayaan, bentuk, dan lain-lain). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif yang mengkorelasikan data wawancara dengan data fisik ruang. Tinjauan pustaka berasal dari beberapa literature buku, baik elektronik maupun non elektronik, data internet dll. Persepsi visual pengunjung pada interior Kopi Oey Sabang, Melawai, dan Fatmawati adalah menarik, santai, hangat, dan unik. Kata kunci : Persepsi visual, interior, kafe
Klantangmimis Wisnu Aji Setyo Wicaksono 0811211011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1217

Abstract

Klantangmimis merupakan judul karya tari yang diambil dari nama Klantang yang berarti di barisan depan, mempunyai makna seorang pimpinan pasukan, Mimis yang berarti tajam jadi Klantangmimis berarti pimpinan pasukan berada di barisan paling depan yang mempunyai ketrampilan yang sangat tangkas. Nama ini juga diambil dari karakter tokoh Cakil yang merupakan sosok penjaga hutan, mempunyai ketrampilan yang sangat unik dan hebat dalam melakukan ketrampilan mengolah senjata dalam berperang. Tema garapan ini adalah tari cakilan yang ada pada tradisi tari surakarta dan yang diwujudkan dan dikembangkan dari motif-motif gerak ngasak atau asakan yang berarti menerkam atau menyergap secara tiba-tiba, ceklekan yang berarti nyeklek atau patah, jadi artinya gerakan tangan yang ditonjolkan dengan ciri khas gerakan patah-patahnya, kelitan (Ngelit) atau berkelit yang berarti berputar sambil menghindar dan ngancap yang berarti berputar atau berbalik arah 160 derajad dengan tumpuan satu kaki dan menghentikan gerak secara tiba-tiba. Dari dasar gerakan tersebut juga akan di kombinasikan dengan gerakan gymnastic atau akrobatik dan capoeira dengan dasar konsep gerak Fall and recovery yang artinya jatuh kemudian bangkit dengan cepat. Karya tari Klantangmimis disajikan dalam bentuk koreografi kelompok yang ditarikan oleh empat orang penari laki-laki dan tiga orang penari perempuan menggunakan iringan gamelan jawa. Menggunakan busana yang berwarna merah sebagai simbol berani dan warna emas menjadi simbol strata sosial dengan pangkat yang tinggi. Karya tari ini akan menggunakan tipe studi dan dramatik. Karena penata ingin menonjolkan gerak-gerak akrobatik atau gymnastic, capoeira dan tari modern yang didasari dengan gerak tari tradisi jawa gaya surakarta dan yogyakarta, serta dramatik yang berarti bahwa gagasan yang hendak dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat (menarik), dinamis dan banyak ketegangan. Tipe dramatik memusatkan pada sebuah kejadian atau suasana dengan tidak menggelar cerita, namun dalam tipe ini tetap menonjolkan tokoh Cakil sebagai sosok penjaga hutan. Walau dalam penampilannya karya tari ini tidak ada alur dan cerita. Kata kunci : Cakil, Klantangmimis, Akrobatik
Analisis Struktural Dan Analisis Extended Technique Pada Repertoar “The Czech Fairy Tales” Karya Stepan Rak Eddo Diaz Rinaldo 0811177013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.977

Abstract

Stepan Rak adalah salah satu komponis musik gitar klasik di era modern yang fenomenal. Dia terkenal dengan pengembangan teknik-teknik permainan yang unik dan baru. Sayangnya di Indonesia Stepan Rak tidak terkenal, karena tidak banyak pemain yang mengangkat karya-karyanya ke dalam pementasan. Penelitian ini dimaksudkan untuk membahas sebuah karya Stepan Rak yang berjudul The Czech Fairy Tales. Bahasan pada penelitian ini adalah analisis struktural dan analisis extended technique yang diaplikasikan Stepan Rak ke dalam karyanya yang berjudul The Czech Fairy Tales ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pengembangan yang dilakukan Stepan Rak dalam kekaryaaannya baik dari segi struktur maupun teknik dalam karyanya yang berjudul The Czech Fairy Tales. Serta dengan penjelasan tentang perbandingan antara extended technique Stepan Rak dengan extended technique dari komponis lainnya. Kata kunci : Analisis, Struktural, Teknik
Analisis Konstruksi Maskulinitas Dalam Advertorial Event Vaseline Men “Band Of Bikers” Dalam Situs Motorexpertz.Com, Motor-Modif.Com, Dan Swa.Co.Id Pada Tahun 2013 Kalam Christianus Tuah Saragih 0911960024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1106

Abstract

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tiga situs yaitu motorexpertz.com, motor-modif.com, dan Swa.co.id, didapat beberapa kesimpulan diantaranya: Konsep maskulinitas yang diusung oleh Vaseline Men melalui event “Band of Bikers” ini adalah maskulinitas yang identik dengan aktivitas luar ruang (outdoor) dengan menjadikan bikers (pengendara motor) sebagai citra ideal maskulin yang ingin ditanamkan kepada konsumen pengguna produk Vaseline Men tersebut. Adanya penggunaan worry marketing. Teknik pemasaran worry marketing menggunakan elemen ketakutan dalam diri konsumen. Elemen ketakutan ini ditampilkan dengan adanya pesan bahwa jika membiarkan kulit wajah terpapar polusi dan tidak langsung dibersihkan maka akan menimbulkan penyakit kulit yang amat mengganggu. Selain itu, elemen ketakutan juga ditampilkan dengan memberikan cap kurang pengetahuan kepada bikers yang tidak merawat kulit wajah mereka. Pemberian cap ini dapat dilihat sebagai bentuk pengucilan terhadap mereka yang tidak paham akan perawatan kulit wajah, terutama sekali produk Vaseline Men. Pada advertorial ini terdapat juga penggunaan mitos untuk menarik perhatian pembaca yaitu dengan mengaitkan antara penampilan yang menarik dengan kesuksesan yang akan diraih nantinya melalui komentar yang disampaikan oleh Ariel. Penggunaan mitos ini bertujuan untuk mempengaruhi konsumen bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang mutlak dan pasti apalagi jika hal tersebut didukung oleh testimoni artis yang menggunakan produk tersebut. Melalui advertorial ini, opini publik, terutama bikers digiring untuk menyetujui konsep maskulinitas yang diusung oleh Vaseline Men yaitu bahwa maskulinitas masa kini adalah bikers yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap penampilan dirinya dengan mengkonsumsi produk perawatan tubuh khusus pria seperti yang ditampilkan melalui band NOAH. Maskulin atau tidaknya seorang bikers tidak dilihat dari pengetahuannya akan seluk beluk motor atau kemampuannya mengendarai tunggangannya, melainkan seberapa peduli ia akan penampilan dirinya. Bikers masa kini tidak perlu membuktikan eksistensi dirinya dengan hanya melakukan aktivitas luar ruang (mengendarai sepeda motor), tetapi ia kini bisa membuktikan eksistensinya di ruang maya dengan berkomentar di laman “brotips” yang disediakan oleh Vaseline Men. Dalam advertorial ini tampak adanya visualisasi di mana NOAH selaku brand ambassador diapit oleh dua figur wanita yang memiliki kedudukan penting dalam event Vaseline Men “Band of Bikers” . melalui fakta ini dapat diasumsikan bahwa konsumen wanita juga menjadi target audience dari produk Vaseline Men. Foto Ariel yang dominan di tiap tautan foto yang ada dalam advertorial benar-benar dimanfaatkan oleh Vaseline untuk menarik audience dari kalangan perempuan karena Ariel merupakan sosok yang lebih populer bagi para penggemarnya, terutama perempuan. Kata kunci : Desain, komunikasi, visual, iklan
Penyutradaraan Video Musik ‘Rannisakustik’ Dengan Menggunakan Gerak Tari Sebagai Pendukung Penuturan Nining Supatminingsih 1110567032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1250

Abstract

Video musik saat ini telah mengalami banyak perkembangan khususnya dalam hal pengemasan. Video musik dibuat semenarik mungkin untuk semakin menambah daya jual lagu maupun musisinya. Video musik Rannisakustik yang berjudul “Tot Namanya”, “Ibu”, dan “Putri Mencari” merupakan video musik yang dikemas menggunakan gerak tari sebagai pendukung penuturan ceritanya. Melalui pengemasan adegan menggunakan gerak tari, penonton akan disuguhkan dengan kemasan video musik yang segar. Objek penciptaan video musik ini adalah sebuah komunitas seni bernama Rannisakustik. Rannisakustik merupakan sebuah komunitas seni di Yogyakarta yang rutin mengkampanyekan isu anti kekerasan terhadap perempuan. Konsep estetis video musik Rannisakustik adalah pemvisualan lirik lagu ke dalam sebuah cerita yang berkesinambungan dari lagu pertama “Tot Namanya”, kedua “Ibu”, dan terakhir “Putri Mencari”. Perwujudan karya video musik Rannisakustik adalah isi dari lagu diterjemahkan ke dalam bentuk visual dengan didukung pengadeganan yang berwujud gerak tari dan ditambah beberapa simbolisasi sebagai pendukung jalan ceritanya. Pengadeganan menggunakan gerak tari diwujudkan pada ketiga lagu Rannisakustik tersebut. Adegan tari pada lagu “Tot Namanya” ditempatkan saat adegan Putri berdandan di kamar, adegan tari pada lagu “Ibu” ada pada keseluruhan cerita dari awal hingga akhir lagu, dan pada lagu “Putri Mencari” adegan tarian ada pada scene perjalanan Putri menuju konser musik. Adanya video musik Rannisakustik dengan kolaborasi seni tari dan audio visual ini diharapkan akan menjadi sebuah karya yang fresh dan menginspirasi pembuat video musik lain untuk terus menggali ide kreatif dalam pembuatan video musik. Kata kunci : Video Musik, Gerak Tari, Penyutradaraan