cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Lagu Anak Domba Allah Karya Gabriel Edy Langgu Sebagai Wujud Inkulturasi Di Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Kupang – Ntt Paskalis R. Langgu 1011490013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1000

Abstract

Karya Tulis ini berisi tentang bentuk lagu Anak Domba Allah karya Gabriel Edy Langgu yang menggunakan motif lagu Manggarai Timur yaitu gelang lite cela’ d’ kedalam pembuatan ordinarium misanya. Lagu Anak Domba Allah merupakan bentuk lagu inkulturasi untuk misa yang seringkali digunakan oleh awam maupun para rohaniawan di Gereja Assumpta yang bentuk lagunya tidak dipahami oleh semua orang digereja tersebut. Metodolgi yang digunakan yaitu dengan menganalisis secara musikologis bentuk lagu tersebut. Lagu Anak Domba Allah ini dapat diterima umat dan membantu peribadatan dalam penghayatan keimanan. Gereja-gereja Katolik di kota Kupang mempunyai peranan dalam melestarikan lagu-lagu Ordinarium yang berwujud Inkulturasi. Kata kunci : Inkulturasi Musik , Bentuk Lagu Anak Domba Allah, Manggarai Timur
Perancangan Branding “Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muara Gembong Bekasi” Sebagai Potensi Tempat Wisata Taman Hutan Mangrove Wahyu Kurnia Dewi 0911922024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1129

Abstract

Pembangunan branding atau merek masih memenuhi fungsi dasar diferensi pada masa kini, pembangunan merek merupakan suatu proses rumit yang menyatukan dan mempertahankan campuran kompleks sifat-sifat dan nilai-nilai, yang banyak diantaranya tidak kasat mata. Artinya, sesuatu boleh disebut brand jika dapat mengidentifikasikan sesuatu, dan saat brand tersebut berinteraksi serta menyapa audience-nya, maka brand tersebut sedang melakukan proses branding. Keberadaan setiap brand adalah unik dan mempunyai perbedaan satu dengan yang lainnya. Taman Wisata Alam adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Wisata alam adalah bentuk kegiatan rekreasi dan pariwisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik dalam keadaan alami maupun setelah ada usaha budidaya. Kawasan Mangrove merupakan ekosistem dengan fungsi yang unik dalam lingkungan hidup. Oleh adanya pengaruh laut dan daratan, di kawasan mangrove terjadi interaksi kompleks antara sifat fisika dan biologi. Karena sifat fisiknya, mangrove mampu berperan sebagai penahan ombak serta penahan intrusi dan abrasi air laut. Pada kawasan desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muara Gembong, kabupaten Bekasi berpotensi memiliki taman wisata alam di daerah konservasi mangrove, di kawasan kampung Muara Belacan Desa Pantai Harapan Jaya, kabupaten Bekasi Utara ini akan menjadi paru-paru kota bagi warga selatan kabupaten Bekasi maupun Bekasi Kota. Pantai Muara Gembong mempunyai keindahan pesona pantai. Kata kunci : Branding, Wisata Alam, Mangrove
Eksplorasi Mobil Mainan Melalui Teknik Ilusi Optik dengan Setting Ruang Publik Giusti Pribadi 1010521031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.904

Abstract

Mainan merupakan suatu benda yang biasa kita mainkan. Setiap orang pasti memiliki benda yang mereka mainkan sejak kecil bahkan setelah dewasa. Mainan sendiri bermacam-macam jenisnya, salah satu contohnya mobil mainan. Mainan yang menyerupai mobil ini merupakan benda yang sangat digemari oleh penulis sejak kecil. Sehingga muncul keinginan untuk memainkannya kembali dengan cara dan bentuk yang berbeda yaitu melalui karya seni fotografi. Teknik ilusi optik merupakan teknik yang berdasarkan teknik dasar fotografi yaitu ruang tajam, jarak, perspektif dan komposisi. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mengelabuhi atau menipu penglihatan manusia. Sehingga menimbulkan kesan, makna dan persepsi berbeda bagi yang melihatnya. Penciptaan karya fotografi ini bertujuan untuk menghadirkan mainan-mainan tersebut ke dalam ruang publik agar tampak nyata layaknya mobil sungguhan. Pada karya fotografi ini dapat dilihat bagaimana menyatukan dua elemen yaitu, objek yang berukuran kecil dengan background alam sesungguhnya. Melalui teknik sudut pemotretan yang tepat, benda kecil tersebut terlihat seakan-akan mobil sungguhan yang berada di ruang publik. Kata kunci : mobil, mainan, die cast
Eksistensi Kesenian Tayub Lebdho Rini di Dusun Badongan, Desa Karang Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul Ayu Pratiwi 1111328011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1032

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin meningkat, secara tidak langsung akan mempengaruhi eksitensi kesenian tradisional salah satunya kesenian tayub. Banyaknya hiburan lain yang lebih menarik dapat mempengaruhi masyarakat untuk melupakan adanya kesenian tradisi yang seharusnya dilestarikan, karena merupakan warisan dari nenek moyang. Kesenian Tayub Lebdho Rini merupakan kesenian tradisional yang selalu menjaga nilai leluhur dan fungsi utamanya. Untuk menjaga eksistensinya kesenian Tayub Lebdho Rini membuat suatu perubahan yang menjadikan kesenian ini masih setabil eksistensinya. Sebenarnya tanpa adanya perubahan kesenian Tayub Lebdho Rini masih digemari oleh masyarakat dikarenakan dengan kebutuhan masyarakat badongan sendiri yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagi petani, namun dengan adanya perubahan dapat bersaing dengan kesenian lainya. Kesenian Tayub Lebdho Rini merupakan salah satu kesenian tayub yang ada di Dusun Badongan, Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Tayub merupakan salah satu ritual upacara kesuburan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul. Adanya perkembangan zaman yang semakin meningkat di masa kini membuat para masyarakat khususnya kaum pemuda tidak lagi tertarik dengan kesenian tradisional seperti tayub. Penelitian ini bertujuan untk mendeskripsikan eksistensi kesenian Tayub Lebdho Rini di Dusun Badongan, Desa Karang Sari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi, karena sosiologi ini membahas tentang masyarakat pendukung kesenian Tayub Lebdho Rini ini. Melihat eksistensi kesenian tayub Lebdho Rini pada saat ini, kenyataanya menunjukan bahwa kesenian tayub masih eksis pada masyarakat Gunungkidul khususnya Dusun Badongan, Karang Sari Semin, Gunungkidul. Sesuai dengan tradisi masyarakat, eksistensinya dalam masyarakat mengikuti perkembangan sosial budaya masyarakatnya, karena mempunyai fungsi dan peranan yang penting sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kata kunci : ksistensi, Tayub, Lebdho Rini
Perempuan Sebagai Objek Dalam Seni Lukis Heri Susanto 0811986021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1161

Abstract

Lukisan merupakan sebuah bahasa ungkap dalam media seni rupa, mengungkapkan apa yang dirasakan, dicermati dan dialami dalam proses berkehidupan. Menjadi seorang pelukis haruslah mempunyai sikap kejujuran dalam berkarya sehingga akan tercipta sebuah karya yang memiliki kedekatan personal. Dalam hal ini sosok perempuan sangat erat kaitanya dalam kehidupan sehingga tema yang di angkat adalah perempuan sebagai objek dalam seni lukis. Perempuan sebagai objek dijadikan sebagai pemicu untuk menciptakan lukisan, setiap perempuan yang divisualkan sebagai objek dikemas dengan gaya realistik. Kebanyakan karya yang ditampilkan adalah figur-figur perempuan dengan berbagai bentuk permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam kehidupanya. Setelah semuanya dijelaskan mengenai konsep serta ide penciptaan yang telah dibuat serta pemahaman yang di dapat, maka dari penulisan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kehidupan perempuan begitu kompleks ( sebagai pelengkap kehidupan laki-laki, pekerja seks komersial, keindahan tubuh mereka di eksploitasi sebagai dayatarik dunia periklanaan, bahkan tidak sedikit dari mereka menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan seksual.) sehingga permasalah yang muncul pada perempuan menempatkan mereka sebagai objek. Kata kunci : lukisan, perempuan, realistik
Kesenian Janengan Identitas Masyarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu,Lampung Fitrianto 1110427015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.936

Abstract

Perpindahan penduduk dari Jawa ke Lampung yang terjadi sejak puluhan tahun silam tepatnya tahun 1905, memicu terjadi proses sosial budaya yang mencakup adaptasi dan pembentukan identitas. Identitas yang dimaksud adalah suatu hal yang melekat dalam kehidupan setiap orang baik secara pribadi maupun kelompok yang dengan itu dapat menjadi pembeda atau penyama dengan manusia atau kelompok lainnya. Salah satu material yang dapat digunakan dalam proses pengidentifikasian tersebut adalah kesenian. Seperti yang terjadi pada masyarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu, Lampung yang menghadirkan kesenian Janengan untuk menegaskan identitasnya sebagai orang Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian dan pola permainan kesenian Janengan, serta bagaimana kesenian Janengan menjadi identitas masyarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu, Lampung. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif analitik dan dengan pendekatan Etnomusikologis. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan, bahwa kesenian Janengan merupakan identitas mayarakat Jawa di Pajaresuk, Pringsewu, Lampung melalui unsur-unsur budaya Jawa yang terdapat di dalamnya. Kata kunci : Janengan, Identitas, Masyarakat Jawa
Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta Arifin Trihernawan 0911710023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1064

Abstract

Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Hal ini disayangkan karena museum memiliki peranan yang teramat penting dalam pertumbuhan unsur sosial, bisnis dan budaya. Dapat dikatakan demikian karena museum memiliki koleksi yang mampu menunjukan bagaimana proses dari unsur-unsur tersebut tumbuh hingga menjadi seperti sekarang ini, contohnya dengan melihat koleksi museum kita dapat membayangkan apa yang dilakukan masyarakat pada masa lampau hingga saat ini. Maka perlu dilakukan upaya sebagai wujud apresiasi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai filosofi ditengah persaingan budaya global masa kini. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menciptakan museum yang menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat luas sehingga mereka lebih mengenal budaya bangsa Indonesia. Museum Wayang Jakarta dipilih sebagai proyek pada perencanaan dan perancangan ini berdasarkan pertimbangan lokasinya yang merupakan salah satu tujuan wisata di Ibukota Negara Indonesia yaitu kota tua, Jakarta. Perencanaan dan perancangan interior Museum Wayang Jakarta yang meliputi ruang lobby, ruang pameran, ruang audiovisual (pertunjukan), dan ruang cenderamata ini akan mengangkat tema desain “Industrial” yang dipilih karena dianggap mampu merepresentasikan penataan interior yang menunjukan keselarasan unsur postmodernitas (melalui hal-hal yang berkesan industrial) sebagai gaya perancangan dengan koleksi museum itu sendiri. Gaya “postmodern” sendiri dipilih agar tercapai perpaduan antara apa yang ada dan elemen baru tanpa menghilangkan bentuk asli dari bangunan yang perlu dijaga kelestariannya. Hasil perencanaan dan perancangan desain interior museum ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu memecahkan berbagai permasalahan yang ada sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan penggunanya baik pengelola maupun pengunjung. Selain itu perancangan ini diharapkan mampu merubah persepsi masyarakat akan bangunan-bangunan cagar budaya yang sering dianggap bersifat konvensional dan formal. Kata kunci : wayang, museum, bangunan cagar budaya
Kegiatan Bermain Keyboard Anak Slow Learner Di Sekolah Inklusif Sd 1 Trirenggo Bantul Tahun Ajaran 2014/2015 Shahlan Mas’udi 1111725013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh anak slow learner pada bidang musik dan mendeskripsikan proses kegiatan bermain keyboard anak slow learner di sekolah inklusif SD 1 Trirenggo bantul tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian berjumlah 4 anak slow learner. Model kegiatan bermain yang dilakukan adalah menggunakan alat musik keyboard sebagai media yang akan dimainkan secara langsung oleh 4 anak slow learner. Jenis metode yang dipakai adalah kualitatif, adapun metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, discografi dan analisis secara musikologis yang selanjutnya dideskripsikan dalam bentuk skripsi. Materi yang disampaikan oleh guru meliputi pengetahuan tentang alat musik keyboard, teknik tangga nada, akord, dinamika dan satu buah lagu yang berjudul Ibu Kita Kartini dengan menggunakan tangga nada C Mayor. Metode pengajaran menggunakan metode demonstrasi, imitasi dan driil. Kata kunci : Kegiatan bermain, slow learner, keyboard
Satu Cinta Dalam Dua Bahasa (Combo Band) Alloysius Prananto Adi 0911442013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.959

Abstract

Masalah yang dirumuskan dalam penelitian adalah adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana cara membuat konser TA (tugas akhir) yang berkualitas dilihat dari proses pemilihan repertoar dan cerita yang disajikan? 2. Mampukah teknik singing, and acting menjadi sarana komunikasi, demi terwujudnya tangga dramatik serta kebutuhan dinamika permainan di atas panggung? 3. Apa saja yang dibutuhkan dalam mempersiapkan TA (tugas akhir)? Tujuan pembuatan TA (tugas akhir) ini adalah sebagai berikut. 1. Dapat belajar menyusun konser TA (tugas akhir). 2. Memperoleh ilmu dalam hal bermusik. 3. Belajar mengemas suatu pertunjukkan yang menarik. Manfaat yang dapat diperoleh dalam TA (tugas akhir) ini adalah masyarakat dapat menikmati musik yang dikemas dalam sebuah drama musikal yang telah dibuat. Di sisi lain, perancang juga memperoleh pengalaman dalam hal menyusun laporan TA (tugas akhir). Hasil karya seni ini juga dapat mengapresiasi masyarakat tentang seni, khususnya di Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kata kunci : Musik, Pop, Jazz
Perancangan Kampanye Sosial : Bahaya Televisi Terhadap Anak Tanpa Pengawasan Orang tua Bramantya Widiangga Priyadi 0911864024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1088

Abstract

Kesadaran masyarakat Indonesia akan adanya pengaruh buruk tayangan televisi terhadap anak-anak masih sangat rendah. Orang tua cenderung membiarkan anak menonton tayangan televisi dengan bebas tanpa bimbingan dan pengawasan. Menonton televisi dianggap lebih aman daripada main di luar rumah yang mempunyai resiko cedera fisik atau yang lainnya. Anak–anak menonton apa saja yang ada di layar televisi, tidak peduli apakah acara tersebut ditujukan untuk kelompok usia mereka atau untuk orang dewasa. Ini disebabkan karena di satu sisi mereka miliki cukup banyak waktu, sementara acara yang khusus ditujukan untuk mereka sangat terbatas. Perancangan kampanye “Bahaya Televisi Terhadap Anak Tanpa Pengawasan Orangtua” dilakukan untuk menjawab permasalahan bahaya televisi tersebut, diperlukan sebuah tindakan untuk memberikan suatu komunikasi visual yang menginformasikan betapa pentingnya pendampingan terhadap anak ketika menonton televisi. Penulis mengemas sebuah kampanye melalui media iklan layanan masyarakat, yang disusun secara terarah dan menyeluruh (integrated) serta didukung konsep kreatif yang membangkitkan emosi audience tanpa mengabaikan faktor komunikasinya. Perancangan ini menggunakan metode analisis Target Audience yang meliputi Personifikasi Target Audience, Consumer Journey, Consumer Insight serta dipertajam dengan 5W + 1H (What, Who, Why,Where,When, dan How). Kegiatan kampanye ini tidak berhenti pada kontak media kampanye saja, namun memberi dampak dan berlanjut pada keseharian Target Audience. Lewat perancangan ini, dapat membuka wawasan secara detail bagaimana mendekatkan diri dan mempelajari perilaku dari Target Audience, dengan beberapa media yang sudah dipilih berdasarkan insight dari Consumer journey dianataranya berupa poster, majalah, surat kabar, brosur serta media pelengkap seperti pin, sticker, t-shirt, dan mug, yang nantinya media tersebut dapat bersinergi dengan gaya hidup dan keseharian Target Audience. Dalam perancangan ini diharapkan nantinya dapat memberikan pencerahan dan bentuk antisipasi dari para orangtua untuk selalu mengawasi, menjaga serta membimbing anaknya dalam menonton televisi, agar nantinya anak menjadi pribadi yang berkembang dan menjadi generasi anak bangsa yang berprestasi demi kemajuan bangsa Indonesia. Kata kunci : Televisi, Anak, Kampanye sosial