cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Multimedia Interaktif Aplikasi Android Nongkrong Yuk Sebagai Media Promosi Wisata Kuliner Yogyakarta Isti Beny Yusmiarsi 1012045024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1104

Abstract

Yogyakarta adalah kota budaya yang selalu menarik bagi wisatawan , ratusan , mungkin ribuan turis setiap tahun untuk mengunjungi Yogyakarta karena selain dari adat budaya yang masih kuat , keindahan pegunungan dan laut , di Yogyakarta juga banyak lainnya tempat-tempat menarik yang bisa dinikmati oleh wisatawan yaitu salah satunya adalah wisata kuliner , tetapi kenyataannya adalah wisatawan sering kebingungan mencari tempat makan yang menyajikan makanan khas dan terkenal di Yogyakarta, sering kali wisatawan menyanyakan kepada penduduk sekitar ataupun kepada tukang becak setempat mengenai lokasi wisata kuliner terbaru, yang mungkin saja penduduk lokal juga kurang mengetaui dimana letak persisnya lokasi tersebut. Dengan kemajuan teknologi , dan kemudahan pengguna smartphone mengakses data , sekarang tidak lagi menjadi masalah makan apa dan dimana lokasinya , karena itulah aplikasi nongkrong YUK ! memudahkan untuk mencari dan mengetahui apa saja wisata kuliner di Kota Yogyakarta dengan gambar yang menarik dan informasi yang jelas juga termasuk harga , alamat , yang mempermudah wisatawan untuk memanjakan lidahnya. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu wisatawan yang ingin berkunjung ke kota Jogja dengan mudah dan menyenangkan. Kata kunci : Kuliner, Yogyakarta, Android, wisata
Metafora Mainan Tikus Sebagai Representasi Kritik Sosial Dalam Karya Still Life Photohgraphy Deri Andriana 0810435031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1248

Abstract

Tikus yang dinterpresentasikan sebagai metafora seorang koruptor dan dalang dibalik peristiwa yang terjadi oleh masyarakat, mengilhami penulis untuk mengemasnya dalam sebuah karya fotografi kritik sosial. Dari serangkaian kejadian kejadian politik yang terjadi, selalu ada individu atau kelompok individu yang mencari keuntungan atas efek dominan dari kejadian kejadian politik tersebut. Masyarakat yang belakangan semakin perduli tentang kejadian-kejadian politik yang terjadi dalam kurun waktu terakhir, membuat bentuk bentuk kritik sosial semakin beragam. Kritik sosial melalui mainan tikus dengan pendekatan still life photography. Fotografi still life dalam karya tugas akhir ini, merupakan media untuk mengungkapkan ide ide visual dari rekontruksi kejadian kejadian politik yang terjadi di Indonesia. Menggunakan mainan tikus sebagai bentuk metafora untuk merepresentasikan karakter individu dan kelompok individu dibalik peristiwa tersebut. Kata kunci : metafora tikus, kritik sosial, fotografi still life
Pembelajaran Drum Band Pada Anak Kelas 4 dan 5 Di SD Negeri 1 Sleman Stefanus Defri Prihantoro 1011473013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1007

Abstract

Pembelajaran drum band merupakan kegiatan pembelajaran sekolah yang bersifat ekstrakulikuler. Pembelajaran ekstrakulikuler drum band memiliki manfaat yang baik untuk murid, dan juga digemari oleh murid. SD Negeri 1 Sleman merupakan sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler drum band. Ekstrakulikuler drum band SD Negeri 1 Sleman mendapat dukungan dari pihak sekolah, sehingga dapat meraih prestasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang bagaimana proses pembelajaran ekstrakulikuler drum band yang dilaksanakan pada anak kelas 4 dan 5 di SD Negeri 1 Sleman. Setelah melalui penelitian kualitatif, hasil yang didapat yaitu dalam proses pembelajaran drum band di SD Negeri 1 Sleman pengajar atau pelatih terlebih dahulu merancang metode pembelajaran berupa materi dan tahap pembelajaran yang baik dan efisien, dengan mengadakan latihan bertahap dari seksional hingga gabungan serta pembahasan materi lagu secara bertahap sesuai bagian lagu. Model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran ekstrakulikuler drum band di SD Negeri 1 Sleman yaitu model pembelajaran dengancara menirukan guru yang memberi contoh terlebih dahulu, sedangkan murid mengamati sebelum mempraktekkan. Kata kunci : Metode pembelajaran, drum band, musik,SD Negeri 1 Sleman
Kaktus Sebagai Simbolisasi Diri Dalam Keramik Rosanto Bima Pratama 0911494022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1136

Abstract

Ide penciptaan karya Tugas Akhir ini berawal dari kecintaan penulis terhadap karakter imajinatif dan pengalaman pribadi yang kemudian diekspresikan melalui tumbuhan kaktus. Dalam proses penciptaan karya ini, penulis mendeformasi bentuk jenis kaktus Torch Cacthi, Barrel Cacthi, Succulent, dan Saguaro (Carnegica gigantea) sebagai yang paling dominan. Kaktus Saguaro digambarkan sebagai raja dari kaktus di Gurun Sorona. Kaktus ini pada umumnya berwarna hijau, berbatang seperti tangan dengan duri yang menyelimutinya. Dinamai kaktus Saguaro karena dapat ditemukan di taman nasional Saguaro atau di daerah gurun Amerika meliputi Meksiko atau negara gurun lainnya. Hal yang menjadi keunikan dalam karya ini adalah, terwujudnya figur imajinatif yang berasal dari bentuk kaktus. Bentuk kaktus tidak hanya diamati secara mentah, akan tetapi penulis memasukkan unsur figuratif dan karakter ke dalamnya. Oleh karena itu, sembilan karya keramik ini memiliki cerita dan latar belakang kisah masing-masing. Kata kunci : kaktus, simbolisasi diri, keramik
Gaya Hiperbola Dalam Iklan Layanan Masyarakat “Mendekatkan Yang Jauh, Menjauhkan Yang Dekat Ag. Deny Dwi Setyawan 0810297032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.911

Abstract

Teknologi komunikasi berkembang dengan sangat pesat sejak kemunculan internet, termasuk media sosial. Media sosial dapat mempermudah komunikasi antar orang bahkan komunikasi antar orang yang berada pada jarak yang jauh. Media sosial dapat mengakibatkan candu jika digunakan secara berlebihan. Sikap candu inilah yang menyebabkan orang menjadi asyik dengan media sosial dan tidak peduli dengan keadaan nyata di sekitarnya. Oleh karena itu diperlukan kesadaran agar orang menggunakan media sosial secara bijak. Iklan layanan masyarakat adalah iklan dengan tujuan nonkomersil yang mengkritisi dan menyindir tentang masalah-masalah sosial, serta mengajak untuk melakukan hal positif dari masalah-masalah sosial yang ada tersebut. Sebuah iklan layanan masyarakat yang bersifat mengajak akan lebih mudah diterima masyarakat dengan memberikan paparan fenomena sosial disekitar. Hiperbola merupakan suatu keadaan yang dilebih-lebihkan. Sebuah iklan mengandung pesan yang digambarkan dengan adegan hiperbola akan menimbulkan kesan dan mudah diingat oleh penonton, sehingga penonton menjadi lebih mudah menangkap dan mengingat pesan yang ada dalam iklan ini. Iklan layanan masyarakat “Mendekatkan yang Jauh, Menjauhkan yang Dekat” ini dibuat dengan pendekatan gaya hiperbola agar penonton dapat terkesan dengan iklan ini dan dapat menangkap pesan yang disampaikan melalui iklan layanan masyarakat ini dengan mudah. Kata kunci : media sosial, iklan, hiperbola
Analisis Koreografi Tari Rampak Bedug Harum Sari Kabupaten Pandeglang Kartika Julia Andini 1011306011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1039

Abstract

Tari Rampak Bedug Harum Sari sangat populer di Provinsi Banten khususnya Kabupaten Pandeglang. Tari ini merupakan sebuah tarian yang gerakannya memanfaatkan sikap-sikap gerak pencak silat dalam memainkan bedug. Tari Rampak Bedug Harum Sari ditarikan oleh sepuluh penari yang terdiri dari lima penari laki-laki dan lima penari perempuan. Tari Rampak Bedug Harum Sari memiliki beberapa motif gerak tari yaitu catrok, selut, gebrak, gojlok, gilas kombinasi, ping-ping cak-cak, haji salam. Motif gerak tersebut dapat dilakukan oleh penari laki-laki maupun perempuan. Bentuk tari Rampak Bedug Harum Sari secara keseluruhan dapat terlihat dari keutuhan atau kesatuan pada tari ini yaitu adanya nilai kekompakan serta kebersamaan. Hal ini terlihat dari beberapa motif gerak yang didominasi dengan gerakan rampak dan pola-pola lantai yang digambarkan dengan garis-garis lurus simetris yang memiliki arti kebersamaan. Teknik dalam tari Rampak Bedug Harum Sari melibatkan teknik bentuk, teknik medium dan teknik instrumen. Dalam hal ini teknik pada tari Rampak Bedug Harum Sari memberikan kontribusi bagaimana cara bergerak, cara memainkan bedug serta bagaimana gerak yang satu dengan gerak yang lainnya dapat saling berkaitan. Isi dari tari Rampak Bedug Harum Sari yakni berawal dari filosofi tentang alat musik bedug, kebiasaan masyarakat setempat, dan tari rampak bedug itu sendiri yang dapat menciptakan nilai-nilai kebersamaan. Kata kunci : Rampak Bedug, Harum Sari, Koreografi
Lukisan Bak Truk Di Yogyakarta (Kajian Visual Terhadap Aspek Tema Dan Fungsinya) Rizky Fitria Al Fahmi 1012168021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1168

Abstract

Media merupakan sebuah alat komunikasi antara satu pihak dengan pihak lain. Lukisan menjadi salah satu alat penghubung ekspresi yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Khususnya lukisan pada media bak truk ini memiliki keunikan yang berbeda dari lukisan pada media lain, seperti kanvas, kertas, dan lain sebagainya. Dikarenakan lukisan ini berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang sifatnya dinamis, maka tidak terlihat eksklusif lagi. Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dilewati maupun menetapnya suatu lukisan bak truk. Visual dan tulisan yang melengkapinya, seperti tulisan „Cintamu tak sebesar punyaku‟, „Piye le? Penak jamanku toh?‟, „Gagal Sarjana‟, „Jo dumeh, nduwe muni sak karepe‟, dan lain sebagainya. Tema yang bermacam-macam memiliki fungsi yang menyertainya. Visual pada lukisan bak truk tersirat makna dan terdapat fungsi seni di dalamnya. Tidak hanya membuat orang tertawa, tersenyum, maupun kesal, tetapi kemudian dapat membentuk penafsiran yang lain. Kata kunci : lukisan, bak truk, visual, tema
Kelompok Musik Serempet Gudal Di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah: Sebuah Kajian Etnomusikologi Panji Agung Prabowo 0810312015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.943

Abstract

Kelompok musik Serempet Gudal merupakan kelompok musik parodi, dalam pementasannya kelompok ini menyajikan lagu-lagu yang mereka buat sendiri, dimana didalam lagu-lagu tersebut termuat pesan moral dan kritik sosial yang disampaikan melalui lirik-lirik lagunya. Karya-karya mereka sebagian besar mengadopsi idiom dan medium musik barat, namun selain itu kelompok musik Serempet Gudal juga memasukan unsur-unsur lokal dalam penggarapanya. Keunikan inilah yang menjadikan Kelompok musik ini dapat diterima oleh masyarakat kota Semarang pada khusus dan masyarakat luas pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana pesan moral dan kritik sosial yang disampaikan melalui lirik-lirik lagunya, dan juga ingin mengetahui bagaimana bentuk penyajian kelompok musik Serempet Gudal. Untuk kepentingan tersebut, maka penulis menggunakan metode deskriptif analitis sebagai alatnya, dan dengan perpekstif Etnomusikologis sebagai pendekatannya. Setelah melalui proses pembahasan, maka dapat dikatakan bahwa kelompok musik Serempet Gudal memiliki kekuatan pada aksi panggung dan lirik-lirik lagunya, yang ternyata sangat diminati warga masyarakat Semarang pada khusunya dan masyarakat luas pada umumnya. Kata kunci : Serempet Gudal, Pesan Moral, Kritik Sosial
Penyutradaraan Dokumenter Interaktif Boso Walikan Malang “Nendes Kombet” Sa‟idah Fitriah 1010455032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1206

Abstract

Pertanggungjawaban Karya Seni Penciptaan Penyutradaraan Dokumenter “Nendes Kombet” ini bertujuan sebagai karya yang mampu memperkenalkan keunikan Boso Walikan Malang pada masyarakat luas, menginformasikan bahwa Boso Walikan Malang memiliki nilai historis, menceritakan perkembangan Boso Walikan Malang dari masa ke masa, menghadirkan tayangan yang informatif dan menghibur, serta mengajak untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Objek Penciptaan Karya Seni ini adalah Boso Walikan dan Boso Malangan yang biasa disebut masyarakat Malang Raya dengan Osob Kiwalan Ngalam atau Boso Walikan Malang. Karya Seni ini berbentuk Dokumenter, dengan Konsep Estetik Penciptaan yang berkonsentrasi pada gaya bertutur secara interaktif, dan struktur penuturan secara tematis. Kata kunci : Dokumenter, Boso Walikan Malang, Interaktif
Penelusuran Proses Penulisan Lagu Suplemenuntuk Ibadah Liturgi Gereja Katolik Santo Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta Studi Kasus Lagu Karena Aku Kau Cinta Dari Buku Kidung Ekaristi Kotabaru B. Bagus Falenta Dwi S. 1111761013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.966

Abstract

Gereja Katolik mengalami perkembangan dalam bidang liturgi khususnya musik. Perkembangan ini berjalan dengan tahapan yang mengikuti zaman. Dengan serentetan latar belakang Gereja yang panjang dan peraturanperaturan yang amat ketat di awal-awal Gereja Katolik berkembang tidak mudah untuk dapat menerima hal-hal baru khususnya di bidang musik. Musik liturgi mengalami perkembangan, dengan demikian banyak lagu-lagu untuk ibadah bermunculan contohnya adalah lagu Karena Aku Kau Cinta yang ditulis oleh Chatarina Soeliandari Retno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan lagu-lagu dalam buku Kidung Ekaristi Kotabaru dan mengetahui unsur apa saja yang diadaptasi dari lagu-lagu yang sudah ada pada lagu Karena Aku Kau Cinta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif serta ada analisis lagu Karena Aku Kau Cinta dengan data penguat dari buku-buku dan dokumen serta wawancara dengan narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lagu Karena Aku Kau Cinta merupakan adaptasi dari lagu-lagu pop rohani walaupun lagu Karena Aku Kau Cinta sendiri bukanlah lagu pop rohani, dan lagu-lagu ibadah yang sudah ada, dari mulai bentuk melodi dan progresi akordnya. Dengan hasil analisis yang sudah ada dapat disimpulkan juga bahwa lagu ini sederhana dan mudah diingat. Kata kunci : Gereja Katolik, Lagu Karena Aku Kau Cinta, liturgi