cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Perancangan Informasi Visual Objek Wisata Di Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Eki Firmansyah 0811687024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1095

Abstract

Sistem informasimerupakan elemen penting ketika membicarakan tentang fungsinya dalam pembangunan sebuah kota. ‘Kota’ sendiri mempunyai definisi sebagai kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukan oleh kumpulan sistem yang kompleks untuk sanitasi, utilitas, penggunaan lahan, perumahan, dan transportasi. Kesemuanya ini merupakan bagian dari tata ruang kota yang menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Perancangan informasi panduan wisata ini di tujukan utuk wisata kota di suatau kecamatan di Yogyakarta yang memiliki potensi wisata kota yang cukup beragam. Penggunaan media Website dan QR Code serta ponsel pintar sebagai alat bantu bertujuan untuk mempermudah dalam mengakses informasi visual tersebut. Isi dari informasi wisata tersebut merupakan pemetaan tempat wisata di Mantrijeron yang dirancang sedemikian rupa agar para wisatawan dapat dengan mudah menemukan lokasi tempat wisata di kawasan tersebut. Kata kunci : Informasi Wisata, Sign System, Wisata Kota
Perancangan Visual Branding Batik Adi Purwo Khas Purworejo Zulfa Nur Akhsanah 0911926024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1239

Abstract

Adi Purwo merupakan penggabungan dari Adi yang berarti unggul atau besar dan Purwo disini diambil dari penggalan Purworejo yang merupakan asal mula batik Adi Purwo khas Purworejo tersebut. yang bermaksutkan nama kota yaitu Purworejo, dimana Adi Purwo dipakai untuk sebutan Batik Kontemporer yang dibuat oleh pemerintahan kabupaten purworejo untuk membuat batik dengan penggambaran atau motif produksi-produksi khas atau yang sangat terkenal di daerah Purworejo. Perancangan Visual Branding Batik Adi Purwo Khas Purworejo merupakan ajang yang sangat bagus dimana perancangan ini merupakan hasil dari analisis data yang mendalam guna mendapatkan masukan dan kecocokan dalam merancang Visual Branding Batik Adi Purwo, serta dipertajam dengan SWOT pendekatan kepada konsument, strategi yang efektif untuk mencapai strategi yang didalamnya menggunakan bauran-bauran diberbagai element, seperti pemasaran, komunikasi, promosi, media, psikologi, konsumen dan desain. Visual Branding pada umumnya terdengar sederhana namun, jika di telaah secara baik, Visual Branding sebenarnya sangat panjang perancangannya. Sebelum mewujudkan desain yang baik, haruslah menggali terlebih dahulu pokok-pokok permasalahan dan tentukan solusinya, dan gali lebih lanjut mengenai pokok permasalahan tersebut, maka dari situ akan ditemukan ide-ide yang mungkin saja bisa tertuang dengan baik. Referensi, saran, dan masukan juga sangat diperlukan untuk mendukung ide pembuatan visual design Semua Elemen tersebutlah yang mampu membuat desain semakin matang, dan perwujudannya dalam membuat suatu Desain Komunikasi Visual. Kata kunci : Perancangan, Komunikasi Visual, Branding
Analisis Improvisasi Jazz Bass Elektrik Pada Lagu My Angelita Karya Barry Likumahuwa Naradian Hutama Putra 1011481013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.998

Abstract

Berbicara tentang musik jazz maka akan selalu berhubungan dengan improvisasi. Improvisasi adalah seni dalam memainkan atau mengembangkan sebuah lagu tanpa adanya notasi tertulis, dengan kata lain improvisasi sering disebut mengembangkan sebuah lagu tanpa ada persiapan sebelumnya. Improvisasi memiliki beberapa pendekatan diantaranya chordal approach, modal approach, bebop approach (lick) dan free jazz improvisation. Tidak hanya penyanyi atau pemain melodi yang berimprovisasi, pemain bass elektrik pun dapat berimprovisasi dalam sebuah band salah satunya Barry Likumahuwa. Barry Likumahuwa salah satu solois bass terbaik di Indonesia. Barry Likumahuwa melakukan improvisasi hampir disetiap lagunya diantaranya lagu My Angelita. Lagu My Angelita adalah karya dari Barry Likumahuwa sendiri. Improvisasi yang dilakukan Barry berisi beberapa pendekatan dan pengembangan ritmis yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah seperti: pengumpulan data, pengolahan data dan pembuatan laporan. Hasil penelitian ini adalah analisis improvisasi Barry Likumahuwa pada lagu My angelita. Kata kunci : Analisis improvisasi, My Angelita, pendekatan improvisasi
Perancangan Motion Graphic Biografi Grup Dan Musisi Pelopor Musik Rock Di Indonesia Edisi Majalah Rolling Stone Indonesia Tangguh wisnu Afandi 0811718024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1127

Abstract

Awal perkembangan musik rock di Indonesia dimulai saat peralihan pemerintahan orde lama menjadi orde baru. Keterbukaan kebudayaan yang semakin luas telah dimanfaatkan oleh musisi, produser rekaman dan para promotor pementasan sehingga grup rock bermunculan di Indonesia. Kemunculan grup rock di Indonesia saat itu tidak disertai dengan media yang memadai generasi muda sekarang yang tidak mengenal atau tahu siapa saja pelopor musik rock di Indonesia. Maka, diperlukan suatu mengenai grup dan mussisi pelopor musik rock Indonesia dengan menarik, yaitu motion graphic. Motion graphic ini berisi tentang biografi para Musisi dan grup rock yang berpengaruh dalam dunia musik rock di Indonesia pada tahun 1970-an, yaitu grup The Rollies, God Bless, AKA, Giant Step, serta musisi Achmad Albar dan Ucok Harahap. Motion Graphic ini menyajikan biografi singkat mereka dengan rangkaian ilustrasi video yang dapat di download secara gratis di website Rolling Stone Indonesia. Kata kunci : Motion graphic, biografi, musik rock Indonesia
Karya Fotografi Objek Wisata Di Daerah Istimewa Yogyakarta Dengan Ilusi Gerak Menggunakan Graphic Interchange Format Abi Setiaji 1010498031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.900

Abstract

Perkembangan teknologi membuat fotografi memiliki ruang kreatifitas yang sangat luas. Kamera analog yang pada umumnya memiliki hasil akhir dicetak pada sebuah kertas karena keterbatasan teknologi, sekarang dapat memiliki bentuk akhir yang digital. Pada umumnya karya fotografi saat ini ditampilkan dalam bentuk digital dengan cara diunggah dalam sebuah jenis bentuk data yang sangat kegunaan. Salah satu bentuk data digital disingkat GIF. Bentuk data tersebut yang dapat memberi efek gerak akhir penciptaan ini penambahan menambah daya tarik pada karya teknik ini juga mempromosikan objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata Kunci : Fotografi, Fotografi digital, grapchic interchange
Teenager Suryadila Larasati Setya Putranti 1011294011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1030

Abstract

Karya tari dengan judul Teenager adalah sebuah karya tari yang menggambarkan tentang kehidupan seorang remaja putri. Teenager dalam bahasa Inggris berarti remaja. Kehidupan remaja yang sedang dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa menari perhatian penata. Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Cerpen berjudul Tak Bisa Lepas karya Rina Muryantina menjadi inspirasi cerita yang diangkat oleh penata. Cerpen ini menceritakan tentang seorang gadis remaja yang dikhianati temannya. Cerpen tersebut lalu dihubungkan dengan pengalaman serta fenomena remaja yang ada disekitar penata. Seorang remaja akan mengalami perubahan kelekatan, dari orang tua menjadi dekat dengan teman sebayanya. Garapan tari ini lebih memfokuskan pada remaja putri. Sosok ibu dihadirkan karena seorang anak perempuan biasanya lebih dekat dengan ibunya, daripada dengan ayahnya. Seorang ibu akan lebih mengerti seperti apa kehidupan anak perempuannya, karena ibu pastinya pernah mengalaminya.sifat remaja putri yang ceria, serta berbagai masalah yang biasanya terjadi disajikan dalam karya ini. Masalah yang umum terjadi pada kehidupan nyata disajikan dalam sebuah cerita, yang disajikan dalam sebuah karya tari. Tipe tari yang digunakan penata adalah dramatari. Karya ini ditarikan oleh empat belas penari. Tujuh penari putri sebagai remaja putri, salah satunya sebagai peran utama. Satu orang penari putri sebagai ibu, dan satu penari putri sebagai anak kecil. Empat orang penari sebagai penari badut, satu badut dengan properti bola juggling, satu badut tanpa properti, dan dua orang badut dengan egrang. Gerakkan yang disajikan dalam karya ini mengembangkan gerakkan atau kegiatan sehari-hari. Gerak sehari-hari, seperti berdandan, memeluk membaca, diberi banyak pengembangan koreografi, seperti pengembangan waktu, ruang, dan tenaga. Variasi juga diberikan pada motif-motif tertentu agar tidak membosankan. Karya ini memberi suasana berbeda disetiap adegannya. Kata kunci : Teenager, transisi, kasih sayang ibu
Materi Sekolah Dasar Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Arief Budiyarta 0811895021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1159

Abstract

Materi gambar maupun ilustrasi yang terdapat pada buku pelajaran Sekolah Dasar membuka kemungkinan-kemungkinan untuk diolah dengan pendekatan kreatif sebagai penciptaan karya seni lukis. Bahan visual yang bersumber dari materi buku pelajaran mendorong penulis untuk mengolah kembali dalam bentuk–bentuk rupa yang unik dengan tidak mengubah substansi konsep mata pelajaran yang disampaikan. Penulis mengangkat materi dari buku pelajaran Sekolah Dasar, untuk kemudian dijadikan sumber dan acuan. Mengolah persepsi dan cara melihat gambar–gambar dari buku pelajaran sebagai strategi berkarya dengan mentransformasikan materi gambar dari buku pelajaran untuk diwujudkan dalam berbagai macam bentuk pendekatan gaya dan medium seni lukis. Konsep pewujudan penulis berawal dari sebuah buku tentang pedoman pembuatan alat-alat peraga pendidikan untuk Sekolah Dasar. Pada pengerjaan karya Tugas Akhir ini, proses penciptaan karya seni melalui beberapa tahapan yaitu observasi buku-buku materi pelajaran sekolah dasar dengan membaca dan mengamati bentuk-bentuk visual pada buku pelajaran, sampai dengan proses merancang untuk selanjutnya diterapkan pada karya seni lukis. Karya-karya penulis menitik beratkan pada ungkapan ekspresi berupa penafsiran materi pelajaran dalam pendekatan berbagai gaya, sampai pada tahap pengolahan materi buku sekolah dasar dengan medium yang berbeda-beda menyesuaikan karakteristik objek yang akan dibuat. Aspek positif dan negatif selama pengerjaan serta menyelesaikan tulisan maupun karya Tugas Akhir menjadi pengalaman berharga. Pengalaman positif berupa pengetahuan teori dan praktek dalam seni rupa selama menempuh pendidikan akademik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Aspek positif, penulis mendapatkan bimbingan dari dosen berupa penalaran melihat konsep kreatif penciptaan dari perspektif mahasiswa seni lukis. Membimbing penulis dalam melihat suatu konsep penciptaan karya seni agar masuk pada tema persoalan yang akan dibuat, serta bimbingan untuk penggunaan sistematika penulisan laporan baik dari segi etika penulisan maupun kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai untuk penulisan karya ilmiah. Aspek negatif atau hambatan selama pengerjaan baik tulisan maupun karya adalah kurangnya kesadaran penulis untuk aktif melakukan proses bimbingan, dan pewujudan karya tidak dilakukan secara maksimal mengingat masa studi penulis mengikuti kuliah sudah masuk pada batas akhir masa perkuliahan. Kata kunci : Seni Lukis, pembelajaran, pendidikan, siswa
Gamelan Jawa sebagai musik liturgi di gereja Kristen Jawa Bantul Alfin Sasmita 1110404015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.934

Abstract

Gereja Kristen Jawa (GKJ) Bantul adalah salah satu gereja yang menggunakan gamelan Jawa sebagai pengiring ibadahnya. Gamelan tersebut digunakan untuk menyajikan musik-musik liturgi bertannganada diatonis, yaitu bacaan kitabkitab yang dilantukan dalam tangga nada diatonis. Aransemen atau garap lagulagu tersebut menggunakan tidak hanya menggunakan tempo lambat dan ritme on beat yang membentuk kesan tenang/agung dan sejenisnya, akan tetapi juga menggunakan tempo agak cepat dan ritme off beat sehingga menghasilkan musiknya yang dinamis. Permasalahan inilah yang menjadi fokus dari penelitian ini dengan rumusan permasalahan mengapa digarap demikian dan bagaimana tanggapan pendeta, majelis dan jemaatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologis, yaitu pendekatan musik dalam konteks sosial budayanya. Implikasi pendekatan tersebut dalam penelitian ini adalah gending-gending tersebut dianalisis dalam konteks GKJ Bantul. Data yang digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut dihasilkan dari analisis teks dan analisis konteks, analisis teks digunakan untuk mengetahui karakter lagunya dengan mengidentifikasi variasi unsur-unsur musiknya tersebut, sedangkan analisis konteks adalah usaha mencari tahu hal-hal apa saja yang mempengaruhi garapan gending-gending tersebut. Hasilnya GKJ Bantul menganut faham reformis sehingga mempengaruhi seluruh kegiatan yang ada di gereja tersebut, termasuk di dalamnya musik kebaktiannya. GKJ Bantul menafsirkan faham tersebut dengan membentuk grup gamelan Jawa untuk mengiringi kebaktiannya. Gereja memberi kebebasan kepada penggarapnya untuk mengaransemen lagunya asalkan aransemen tersebuttidakmelencengdariajaranAlkitab. Pesan tersebut ditangkap oleh pimpinan grup karawitan tersebut dengan membuat garap karawitan yang dinamis dengan tujuan agar jemaat bersemangat dalam beribadat dan tidak menjemukan. Kata kunci : Gamelan Jawa,Faham Reformis, Musik
Perancangan Interior Lobby, Lounge Dan Restaurant Hotel Courtyard Marriott, Ubud, Bali Agil Bani Hasyim 1011757023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1062

Abstract

Ubud merupakan daerah di Bali yang terkenal dengan pemandangan sawah dan sungainya yang indah serta kekayaan seni dan budayanya. Daerah ini menjadi tempat persinggahan para wisatawan baik asing maupun lokal karena terdapat banyak galeri, pertunjukan seni, maupun tempat wisata lainnya. Selain hal tersebut, magnet utama Ubud bagi para wisatawan adalah pemandangan jajaran hutan dan persawahannya yang merupakan nilai plus bagi sektor pariwisata di daerah tersebut. Berangkat dari hal tersebut, daerah ini sangat strategis untuk dibangun resort hotel yang mampu memberikan pelayanan bagi para penikmat alam, seni dan budaya di Ubud. Sebuah resort hotel perlu mencerminkan karakteristik dan keunikan dari tempat dimana hotel itu berada. Perancangan interior pada hotel Courtyard Marriot ini mengusung tema “natural Bali” dimana mengangkat karakteristik lingkungan alam Bali dan arsitekturnya. Penggunaan material alami, penghawaan alami, dan aspek lainnya akan menjadi poin utama dalam perancangan ini. Bentuk-bentuk modern akan dipadukan dengan bentuk bunga kamboja Bali yang diterapkan pada rancangan interior lobby, lounge, dan restaurant di hotel ini. Kata kunci : resort hotel, desain, natural
Preferensi Musik Hip Hop Pada Remaja Studi Kasus: Siswa Smp Negeri 13 Yogyakarta Dan Smp Negeri 1 Gedangsari Gunungkidul Meinisag Dwiyoga 1011558013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1182

Abstract

Perkembangan teknologi dan media massa turut membentuk preferensi musik remaja. Kecenderungan preferensi musik terbentuk karena pengaruh dari budaya popular atau yang sedang menjadi tren di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kecenderungan preferensi musik hip hop pada remaja perkotaan dan pedesaan serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi tersebut dengan menggunakan teori Cans. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional survei. Teknik untuk menentukan sampel adalah purposive sampling, dan diperoleh 240 siswa sebagai responden. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil analisis data menggambarkan bahwa ada perbedaan preferensi musik hip hop antara remaja perkotaan dengan pedesaan. Faktor yang paling mempengaruhi preferensi musik hip hop remaja adalah media massa dan lingkungan sosial. Kata kunci : preferensi musik, hip hop, media massa