cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Analisis Sistem Serial Komposisi ”Impromptus” Untuk Gitar Klasik Karya Richard Rodney Bennett Islah Wafdi 0911289013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.993

Abstract

Impromptus adalah karya untuk solo gitar klasik yang diciptakan oleh seorang komposer Inggris Richard Rodney Bennett. karya Impromptus tumbuh dari permintaan Julian Bream,gitaris asal Inggris. Karya Impromptus merupakan salah satu karya untuk gitar klasik yang menggunakan penerapan sistem serial. Dalam penelitian ini dibahas mengenai penerapan sistem serial dapa karya Impromptus untuk gitar klasik, sejarah musik serial, teori serial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Impromptus merupakan karya yang menggunakan penerapan sistem serial. Kata kunci : Impromptus, Gitar klasik, Penerapan sistem serial
Perancangan Kemasan Produk Perangkat Tanam Komunitas Ketjilbergerak Dengan Pendekatan 3r (Reduce, Reuse, Dan Recycle) Rony Setiyawan 0911873024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1122

Abstract

Media yang dihasilkan dari perancangan kali ini berupa kemasan dari produk perangkat tanam. Di Indonesia, produk perangkat tanam masih sangat sedikit dan hanya ditemui di pasar-pasar modern. Produk perangkat tanam diciptakan sebagai solusi berkebun bagi para pemula. Namun yang menjadi kendala adalah harganya yang terlampau mahal untuk ukuran masyarakat menengah kebawah. Karena asal-usul dari produk perangkat tanam adalah kegiatan urban farming, akan menjadi lebih baik jika menempatkan posisi komersialisasi produk berwawasan lingkungan tetap dalam komunitas yang memiliki aktivitas sosial seperti Ketjilbergerak. Menyikapi hal itu, produk perangkat tanam ini dirancang dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Sehingga produk ini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga terjangkau. Dengan diposisikan sebagai merchandise komunitas Ketjilbergerak, hasil penjualan dari produk perangkat tanam ini selanjutnya akan digunakan untuk aksi-aksi sosial Ketjilbergerak. Agar perancangan kemasan ini dapat terkorelasikan antara Konsep 3R, Ketjilbergerak, dan target market-nya, maka perlu metode pengumpulan data dan wawancara untuk menentukan topik dan media. Meskipun berasal dari sampah, produk akan diolah lagi sehingga tidak terlihat apa adanya. Melalui produk perangkat tanam ini, manfaat yang didapat penanam tak hanya berasal dari hasil yang ditanam, tetapi juga keseimbangan emosional saat merawat tanaman mereka. Dan untuk lingkungan, penanam dapat ikut serta dalam program penghijauan kota untuk mencapai RTH 30% guna mereduksi efek pemanasan global. Kata kunci : 3R, grow kits, kemasan
Tantu Irma Indriyani 1011293011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1025

Abstract

Karya tari berjudul Tantu, memiliki arti sebuah ikatan. Karya tari tersebut menggambarkan sebuah tekanan batin yang dirasakan oleh masyarakat Baduy Dalam. Ketika sudah banyaknya orang-orang Modern masuk dalam kehidupan masyarakat BaduyDalam, yang secara tidak langsung telah membawa sedikit perubahan secara individual bagi masyarakat Baduy Dalam. Keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman dan rasa ingintahu terhadap sesuatu yang baru membuat tekana tersendiri bagi masyarakat Baduy Dalam, karena ketika mereka ingin melakukan hal tersebut, mereka sudah melanggar ajaran dan kepercayaan yang sudah lama dianut. Tetapi sebesar apapun keinginan untuk keluar dari ajaran dan kepercayaan tersebut masyarakat Baduy Dalam akan tetap kembali dan tidak biasa untuk keluar dari ajaran dan kepercayaan yang sudah dianut sejak dahulu. Karya tari ini digarap melalui pengalaman empiris dan dari hasil eksplorasi selama penelitian berlangsung, dari ragam geraknya pun itu hasil dari pencarian pada saat melakukan penelitian. Karya tari ini juga menggunakan angklung pada akhir adegan karena angklung menjadikan ciri khas Baduy, sehingga dalam penggarapan karya tari ini menggunakan angklung untuk mendukung suasana dalam garapan karya Tantu. Kata kunci : tantu, suku Baduy Dalam, konflik batin,
Kisah Asmara Sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis Bahaudin 0911984021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1154

Abstract

Berkarya bukanlah perkara mudah dan tanpa alasan, pembuatan karya dalam Tugas Akhir merupakan langkah akhir dalam sebuah institusi sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam pelaksanaan bimbingan selama ini. Namun, akhir dalam institusi bukan berarti akhir dalam berkesenian dan berkarya karena kehidupan yang sebenarnya justru akan dijumpai dengan berbagai warna-warni yang siap menghampiri didepan. Ketika mulai lepas dalam zona aman sebuah institusi, disinilah akan diuji apakah akan berhenti dalam berkarya dengan alih-alih seni tak dapat menghidupi kehidupan sebenarnya atau rela berjuang dan memberikan kepercayaan besar dengan keinginan kuat disertai tanpa putus asa bahwa seni itu dapat menjadi bagian dalam kehidupan dan seni dapat menghidupi. Karya seni itu lahir karena pembuat karya sadar bahwa dalam kehidupan ada sisi yang nikmat ketika ditantang untuk mencoba mengolah kesadaran kemudian mengolah rasa untuk dijadikan menjadi satu kesatuan dan dirangkai menjadi pengendapan materi yang kemudian dipilah untuk diambil bagian mana yang sekiranya pantas dalam visualisasi atas gagasan yang sudah terangkai dari situlah kenikmatan yang selama ini dirasa oleh penulis ketika mengamati hal yang akan dijadikan sebuah karya seni. Kata kunci : kisah asmara, karya, grafis  
Penciptaan Program Dokumenter Instruksional Pendekar Episode “Mossdef System” Dengan Pemaparan Expository Ridho Junas Saputra 1110568032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.929

Abstract

Pertanggungjawaban karya seni audio visual program dokumenter Pendekar episode “Mossdef System” bertujuan untuk memberikan informasi serta mendidik masyarakat tentang konsep teknis beladiri, tetang betapa pentingnya memahami ilmu beladiri, dan juga mempermudah masyarakat untuk mengetahui pendidikan konsep teknis beladiri tersebut melalui media televisi. Objek penciptaan karya seni ini adalah salah satu aliran beladiri yang diciptakan oleh seorang ahli beladiri Indonesia , yakni Mossdef System. Mossdef system merupakan sebuah aliran beladiri sekaligus nama untuk komunitas beladiri yang fokus mengajarkan kepada angotanya mengenai konsep beladiri jalanan. Dengan penyampaian tetang prinsip teknis beladiri tersebut memberikan peluang bagi masyarakat untuk menguasai beladiri tersebut, sehingga diharapkan masyarakat dapat mengatasi masalah dalam kehidupan mereka yang terkait dengan keamanan. Karya seni ini memiliki bentuk program dokumenter instruksional, yakni program dokumenter yang mengajarkan kepada penontonnya tentang prinsip teknis beladiri Mossdef System. Konsep karya yang diangkat adalah penggunaan gaya bertutur expository serta alur bertutur kronologis, di mana jalannya program akan dipandu oleh narator, serta penggunaan salah seorang tokoh sebagai penutur dan pembentuk alur cerita, sehingga dalam penyampaiannya program tetap terlihat menarik. Kata kunci : dokumenter instruksional, expository, beladiri
Fenomena Konflik Etnis Di Kalimantan Barat Sebagai Inspirasi Penciptaan Naskah Drama “Junjung Sumpah” Muhammad Dhafi Yunan 1110634014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1057

Abstract

Junjung Sumpah menjunjung adat, bumi di pijak adat di junjung, mana kala kita sedarah, saling menjaga ke akhir hayat. Putri Vati merintih, suaminya mati dibunuh warga, dua anaknya menangis minta susu, Kakek Suci dan siluman kera murka mengutuk Vati dan memisahkan kedua buah hatinya. Bertahun lewat, Kaha dan Kanu tumbuh dewasa, tak saling mengenal akan saudara, berbeda suku juga budaya maka terjadilah perang saudara. Tumpukan-tumpukan konflik, serta berbagai macam intrik di dalam cerita coba dihadirkan, agar mampu merangsang daya imaji pembaca untuk masuk ke dalam dimensi ruang peristiwa Junjung Sumpah. Karya ini merupakan sebuah bentuk protes terhadap fenomena konflik etnis 1997-1999 di Kalimantan Barat, peristiwa yang masih membekas sampai sekarang di hati seluruh masyarakat. Bangsa ini masih belum seutuhnya meresapi arti dari kata “Bhineka Tunggal Ika”, jika di setiap penjuru negeri masih ada konflik perang saudara. Kata kunci : Junjung Sumpah, Konflik Etnis, Kalimantan Barat
Analisis Teknik-Teknik Fingerstyle Pada Lagu Cowboy’s Dream Karya Tommy Emmanuel Dalam Instrumen Gitar Akustik Adam Malik 1011541013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.952

Abstract

Fingerstyle adalah teknik memetik dawai gitar menggunakan jari, kuku, atau plektrum yang dipasang pada ibu jari (tumbpick). Teknik ini merupakan perkembangan dari teknik permainan fingerpicking pada gitar klasik. Fingerstyle cukup menarik perhatian para gitaris untuk mempelajarinya lebih dalam serta mengembangkannya hingga ditemukannya teknik-teknik baru dalam permainan fingerstyle gitar akustik. Dalam fingerstyle gitar akustik tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan semua jari-jari tangan kiri maupun jari-jari tangan kanan. Teknik fingerstyle dapat diterapkan pada permainan lagu dengan genre yang beragam, seperti: pop, country, blues, jazz, dll. Lagu Cowboy’s Dream karya Tommy Emmanuel adalah salah satu lagu solo gitar bergenre country yang menerapkan teknik permainan fingerstyle. Lagu ini menerapkan beragam teknik-teknik fingerstyle diantaranya penerapan teknik pola ritme boom chick, travis picking, brushstroke, hammer on, pull off, slide, vibrato, harmonik, double stop, melodi Akor, dan heel dumping. Kata kunci : Fingerstyle, Cowboy’s Dream, Tommy Emmanuel
Perancangan Motion Comic Cerita Rakyat “Jaka Kendil” Sebagai Pembentukan Karakter Anak Agustinus Beni Proklamasi 0911886024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1080

Abstract

Perancangan motion comic ini dibuat karena banyak orangtua yang mengalami masalah dalam menanamkan pembelajaran pembentukan karakter kepada anak.Motion komik yang dihasilkan dari proses perancangan ini berupa CD, digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk memperkenalkan lebih dalam bagaimana pembentukan karakter seorang anak bisa diajarkan saat anak pada umur ini. Tujuannya supaya anak dapat lebih memahami, dapat memilah dan memilih mana perbuatan yang bisa mengembangkan karakternya dengan baik.Topik yang diambil adalah budaya menceritakan cerita rakyat yang sudah mulai ditinggalakan, padahal cerita rakyat sarat dengan nilai budi pekerti.Nilai-nilai tersebut merupakan faktor yang bisa menumbuh kembangkan pemahaman seorang anak sehingga anak bisa membiasakan perilaku yang baik dan menjauhi yang tidak. Pengetahuan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat dapat diberikan kepada anak sehingga anak tumbuh seseuai dengan apa yang orang tua nginkan dan karakter anak pun bisa semakin terarah. Agar perancangan motion comic ini dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami oleh anak maka dibutuhkan analisis data mengenai permasalahan sifat anak pada jaman sekarang dan metode pengumpulan data untuk menentukan tema dan media.Motion comic dinilai merupakan media yang tepat untuk digunakan sebagai alat bantu pembelajaran pembentukan karakter pada anak. Motion comic ini mencakup deskripsi, gambar, animasi, suara, musik, dan interaksi tokoh utama terhadap penikmat motion comic. Dengan menggunakan media yang baru, diharapkan anak akan lebih menyukai tentang media pembelajaran yang tidak bersifat monoton seperti yang dilakukan pada setiap sistem belajar mengajar pada biasanya. Media ini dirancang agar sistem belajar mengajar anak lebih kreatif dan menuntut anak agar lebih aktif berinteraksi dalam kegiatan bersosial baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Perancangan ini juga bermanfaat bagi masyarakat untuk memperkenalkan media pembelajaranyang baru, yang lebih inovatif,dan menarik. Kata kunci : Motion comic, komik, pembelajaran
Perancangan Multimedia Interaktif Aplikasi Android “Moody Meidy” Sebagai Pengenalan Manajemen Stres Untuk Remaja Putri Adilla Dewi Arini 1011970024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1224

Abstract

Salah satu dampak transisi masa remaja dari anak-anak menuju dewasa ini adalah remaja mudah merasa stres, khususnya remaja perempuan yang lebih peka dan ekspresif terhadap lingkungannya. Stres dalam skala ringan dapat diatasi dengan manajemen stres, yaitu memonitor suasana hati dan tetap menjalankan kehidupan secara aktif. Sehingga dirumuskan sebuah solusi yaitu merancang multimedia interaktif aplikasi Android mengelola suasana hati “Moody Meidy” sebagai pengenalan manajemen stres untuk remaja putri di Indonesia. Tujuannya adalah memberikan artikel yang menarik bagaimana mengatasi pikiran-pikiran negatif dan rasa cemas akibat stres yang dialami, agar tidak menjadi stres berat hingga depresi dan berperilaku membahayakan diri. Melalui multimedia interaktif diharapkan proses pemahaman akan terasa lebih menyenangkan karena dapat mencakup deskripsi, gambar, animasi, musik, dan tombol navigasi. Penggunaan media aplikasi Android juga akan memudahkan dalam akses dan penyebaran dengan target audience yaitu remaja yang peka terhadap kemajuan teknologi, serta dapat terintegrasi dengan aplikasi lain. Diharapkan dengan strategi yang unik, tepat, dan komunikatif diharapkan remaja dapat memahami dengan baik. Kata kunci : Multimedia Interaktif, Aplikasi, Android
Metode Pembelajaran Karawitan Pada Anak Di Grup Karawitan Tirta Kencana Pimpinan Saryanto Di Desa Mangir, Bantul, Yogyakarta Ganang Restu Alfiansyah 0911278013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.984

Abstract

Tirta Kencana adalah sebuah grup karawitan yang berasal dari desa Mangir kabupaten Bantul, Yogyakarta. Grup karawitan ini memiliki keunikan karena anggota pemainnya adalah anak-anak. Grup karawitan ini dilatih oleh seorang pengrawit bernama Saryanto. Metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto untuk melatih anak-anak didiknya cukup menarik karena mampu membuat anak-anak didiknya menggemari karawitan dan gamelan. Ini adalah salah satu upaya menangkal efek negatif globalisasi yang meredupkan eksistensi seni karawitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif agar dapat mengetahui sistematis fakta dan karakteristik dari grup Tirta Kencana dengan tepat dan apa adanya. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto di grup karawitan Tirta Kencana selaras dengan pemaparan Djohan mengenai pendidikan musik dini untuk anak. Metode yang diterapkan Saryanto juga sama dengan metode pembelajaran yang digagas oleh pakar pembelajaran musik Shinichi Suzuki. Metode pembelajaran tersebut mengedepankan proses pengasahan ‘musical ear’ atau ‘telinga musikal’ anakanak sebelum proses belajar membaca notasi. Metode pembelajaran yang diterapkan Saryanto di Tirta Kencana juga menggabungkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai dengan metode pembelajaran yang dipaparkan oleh David A.Jacobsen, Paul Eggen dan Donald Kauchak. Kata kunci : karawitan, anak, metode pembelajaran