cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Analisa Strategi Kreatif Dengan Pendekatan Teori Visual Branding Marty Neumier (Studi Kasus Waralaba Coffee Shop “Coffee Toffee Surabaya” Tahun 2014)” Nalendra Adimas Putra 1210003224
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1113

Abstract

Kopi merupakan komoditas yang menjanjikan di negara Indonesia, hasil bumi yang melimpah serta berkualitas menjadikan kopi asal Indonesia sebagai kopi terbaik.Coffee Toffee yang merupakan brand lokal ingin memberdayakan hasil bumi sebagai minuman serta kuliner yang mampu dinikmati masyarakat Indonesia dengan baik. Persaingan yang padat akanbrand lokal serta mancanegara menjadikan kedai kopi sebagai pasar yang jenuh sehingga strategi kreatif yang benar dalam proses branding sangat diperlukan agar brand mampu bersaing. Dalam usia yang ke delapan tahun Coffee Toffee mampu mendirikan kurang lebih 148 gerai yang tersebar di Indonesia dengan strategi kreatif yang mereka terapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi kreatif dari Coffee Toffee dengan sudut pandang atau pendekatan teori milik Marty Neuimier dengan kelima disiplinnya yaitu Diffentiate, Collaboration, Inovation, validate dan Cultivate. Metode penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menganalisa strategi kreatif dari Coffee Toffee. Hasil dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa differentiate dan collaboration merupakan disiplin yang tidak boleh diabaikan dalam proses branding meskipun disiplin inovation, validate dan cultivate diterapkan secara baik, tentunya ketimpangan ini akan memberikan dampak buruk pada brandkedepannya, seperti hilangnya ciri khas dari suatu brand yang menjadikan tersebut tidak memiliki identitas dan cenderung dianggap sebagai brand plagiat. Kata kunci : Strategi Kreatif, Branding, Desain Komunikasi Visual
Perancangan Komunikasi Visual Promosi Produk Kepemilikan Logam Mulia Brisyariah Karya Desain Beny Styawan 0811660024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1257

Abstract

Investasi dalam bentuk kepemilikan logam mulia seperti emas merupakan investasi yang aman dan tahan terhadap inflasi dan kebal terhadap intervensi politik. Emas sebagai mata uang alternatif mempunyai keunggulan dibandingkan dengan uang kertas, karena tidak bisa dimanipulasi kebijakan pemerintah. Dalam peracangan ini perancang berusaha membuat sebuah pengenalan investasi emas dan sebagai usaha promosi program KLM (Kepemilikan Logam Mulia) BRISyariah berupa perancangan melalui kaidah komunikasi visual. Perancangan Komunikasi Visual ini mengacu pada pembuatan komunikasi yang terintegrasi yang memanfaatkan sistem IMC (integrated marketing communication). Perancangan ini menggunakan metode pengumpulan data dan wawancara. Adapun metode analisis yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode analisis SWOT. Melalui perancangan ini diharapkan dapat membuka wawasan pembaca mengenai pendekatan perancang kepada target audience, sehingga target audience bisa dijadikan acuan dalam melakukan sebuah analisis yang dapat mewujudkan konsep media dan konsep kreatif dari media-media promosi yang akan digunakan. Kata kunci : DKV, promosi, Bank 
Penerapan Teknik Comping Piano Jazz Herbie Hancock Pada Lagu Cantaloupe Island. Yoga Anindita Tompo 1011482013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1016

Abstract

Comping adalah sebuah cara atau teknik mengiringi sebuah permainan ansambel atau grup dalam jazz. Bentuk comping bisa berupa pola ritme, harmoni/voicing, serta counter melody. Pada umumnya comping dimainkan oleh instrumen piano, keyboard, dan gitar untuk mengiringi instrumen lain ketika berimprovisasi atau ketika salah satu instrumen atau vokal memainkan melodi tema dari lagu yang dinyanyikan. Dalam penulisan ini penulis akan membahas tentang apa pengertian teknik comping, serta penerapannya pada lagu Cantaloupe Island. Ada beberapa aspek yang dibahas sebagai pendukung dari pembahasan tentang teknik comping di antaranya sejarah Herbie Hancock, lagu Cantaloupe Island, jazz style, serta harmoni dasar jazz. Kemudian penulis menjabarkan bagaimana menerapkan teknik comping piano jazz Herbie Hancock pada lagu Cantaloupe Island. Kata kunci : Comping, Herbie Hancock, Cantaloupe Island
Re-Orientasi Sengkalan Memet Pada Karya Seni Kriya Logam Baru Muhammad Zusron Fanani 1011546022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1145

Abstract

Penciptaan Karya Tugas Akhir berjudul “Re-orientasi sengkalan memet pada karya seni kriya logam baru” merupakan sebuah wujud ekspresi ide yang diolah menjadi sebuah karya seni dengan melalui beberapa kajian estetis dan imaginasi. Sengkalan memet merupakan bentuk susunan tahun yang digunakan oleh masyarakat Jawa dulu untuk menjadi penanda akan sebuah peristiwa maupun dibangunnya bangunan penting. Di dalam Sengkalan memet terdapat susunan angka yang disimbolisasi dengan bermacam bentuk seperti naga, kala, garuda, dan lainnya yang tertulis dalam Babad Jawi. Simbol-simbol Sengkalan memet mewaliki salah satu angka dan kemudian susunan angka menjadi tahun tersebut dirangkai semua simbolnya membentuk semacam relief yang hanya dipahami oleh orang tertentu. Hal yang menarik dalam Sengkalan memet ini adalah bahwa pemilihan susunan simbol yang menjadi wakil dari angka-angka tersebut dipilih dengan mengacu pada konsep maupun makna, baik makna peristiwa yang ditandai ataupun makna bangunan atau konsep bangunan yang ditandai. Ini merupakan sebuah konsep yang luar biasa yang digunakan oleh masyarakat Jawa dahulu, sehingga dapat dipahami oleh generasi berikutnya. Karya logam ini terbagi menjadi lima karya yang semuanya merupakan sebuah Re-orientasi akan Sengkalan memet yang terdapat pada keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo dan tempat lainnya dan dijadikan sebagai kritik akan permasalahan kekuasaan dan pengaruh globalisasi di lingkungan Keraton Yogyakarta atau Surakarta. Hasil karya seni ini adalah menggunakan beberapa bahan logam seperti tembaga, alumunium, kuningan dan galvanis, penggunaan bahan tersebut mendukung simbol-simbol serta makna yang terdapat pada karya tersebut melalui tekstur dan teknik. Semoga dengan kehadiran karya seni ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas akan Sengkalan memet baik dari segi pengertian, simbol dan bentuknya. Kata kunci : Re-orientasi, Sengkalan memet, Simbol, kebudayaan Jawa
Penciptaan Karya Seni Tugas Akhir S1 Penerapan Graphical Match Pada Editing Program Cerita ‘Potret’ Ifan Rohimanto 1010474032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.920

Abstract

Pertanggungjawaban Karya Seni ini yang berjudul Penerapan Editing Graphical Match Pada Cerita ‘Potret’ ini bertujuan sebagai pencapaian sebuah karya audio visual dengan penerapan editing graphical match, pengganti transisi antar ruang dan waktu dan memberikan variasi bentuk transisi dalam editing. Objek penciptaan karya fillm ‘Potret’ ini adalah seorang fotografer jurnalistik yang hidup di era tahun 1998 dan menggunakan latar belakang cerita Indonesia dan sejarah. Indonesia memiliki latar belakang cerita yang menarik untuk di ceritakan kepada banyak orang. Indonsia memiliki banyak kisah sebelum menjadi bangsa dan negara yang merdeka sampai seperti saat ini. Bahkan mempertahankan kemerdekakaan Indonesia pun masih perlu adanya perjuangan. Orang-orang yang berjuang tidak luput dari peran orang yang menemani selama perjalanan hidup hingga menjadi seseorang yang berkarakter dan membaur pada masyarkat. Karya Seni ini berbentuk film fiksi realis dengan durasi 24 menit. Konsep Estetik penciptaan Karya ‘Potret’ ini adalah menampilkan sebuah perpindahan shot dengan menggunakan graphical match melalui penyajian yang lebih menarik dan kaya dalam memaparkan cerita. Penyampaian pesan dan cerita dibuat tidak dengan secara verbal seperti menggunakan dialog langsung, tetapi dengan menggunakan pemotongan gambar dan hubungan antar shot dengan shot berikutnya. Kata kunci : Graphical Match, Sejarah, Potret, Film,
Bentuk Penyajian Tari Topeng Rumyang di Sanggar Mulya Bhakti Indramayu Jawa Barat Sutihartami 1011297011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1048

Abstract

Tari Topeng Indramayu merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan rakyat yang keberadaannya di dalam masyarakat pendukung, dilandasi dengan berbagai macam pola kehidupan masyarakatnya. Tari Topeng Indramayu menyajikan lima karakter Topeng setiap pertunjukannya, antara lain: Tari Topeng Panji, Tari Topeng Pamindo/Samba, Tari Topeng Rumyang, Tari Topeng Tumenggung, dan Tari Topeng Kelana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyajian tari Topeng Rumyang dalam pertunjukan Tari Topeng Indramayu yang ada di Sanggar Mulya Bhakti Desa Tambi Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Tari Topeng Rumyang adalah tarian yang dipertunjukkan pada urutan ketiga, Topeng Rumyang sewanda dengan Topeng Pamindo, tetapi Topeng Rumyang tanpa hiasan di kepalanya. Warnanya merah jambu dan orange. Matanya sipit dan cenderung datar, alisnya seolah-olah diangkat sehingga membentuk seperti gunungan. Karakter Topeng Rumyang adalah ladak (lincah, genit), namun lebih lamban dari gerak yang dilakukan Topeng Pamindo. Gerak tarinya menggambarkan seseorang yang penuh kehati-hatian dan terkesan seperti ragu-ragu, dalam penggambaran diri manusia pada topeng Rumyang ini adalah seorang manusia yang berperilaku dangan tindak-tanduknya penuh pertimbangan. Tari Topeng Rumyang memiliki perbedaan dengan Tari Topeng lainnya, Topeng Rumyang ditarikannya langsung memakai kedok dari awal menari hingga selesai. Gerakannya pun berbeda dengan tari Topeng lainnya dan di tari Topeng Rumyang memiliki berbagai macam gerak, antara lain: Lembean tangan kanan seblak soder kanan, Moyeg atau ngincrek, Keprak pindo, Larapan, Embat-embat soder kanan, Taplok sumping kanan, Buang sumping kiri dengan kipat soder kiri, Seblak soder kiri tumpang tali, Welut sakendatan, Welut sakembu, Keliang Tiba, Urang Unggut dan sebagainya. Kata kunci : Topeng Indramayu, Rumyang, Sanggar Mulya Bhakti
Analisis Tangga Nada Dan Modus Improvisasi Gitar Elektrik Pada Lagu Blues 12 Bar Progresi I-Iv-V Ade Chrisnajaya 1011612013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1177

Abstract

Berbicara tentang musik jazz maka akan selalu berhubungan dengan improvisasi. Improvisasi merupakan seni dalam memainkan atau mengembangkan sebuah lagu tanpa adanya notasi tertulis, dengan kata lain improvisasi sering disebut mengembangkan sebuah lagu tanpa ada persiapan sebelumnya. Penyanyi jazz sering melakukan improvisasi saat bernyanyi, salah satunya adalah Dianne Reeves. Dianne Reeves melakukan improvisasi disetiap penampilannya, diantaranya pada saat menyanyikan lagu “Triste”. Lagu “Triste” merupakan karya dari seorang musisi Legend Antonio Carlos Jobim. Lagu ini berceritakan tentang sebuah kesedihan sesorang yang merasa kesepian. Dianne menyanyikan lagu “Triste” ini sangat unik. Improvisasi yang dilakukan oleh Dianne Reeves berisi unsur-unsur musik serta teknik vokal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah seperti: pengumpulan data, pengolahan data, dan pembuatan laporan. Hasil penelitian ini adalah improvisasi Dianne Reeves menggunakan unsur-unsur musik yaitu pendekatan chordal, modus, serta pengembangan motif. Dianne juga menggunakan teknik vokal yang tepat seperti head and chest voice, intonasi, oktaf, aksentuasi dan ekspresi. Sebagai vokalis jazz, Dianne dapat dijadikan referensi untuk melakukan improvisasi. Kata kunci : Analisis improvisasi, Triste, Teknik vokal
Perancangan Interior Restoran Mayang Tirta Gembira Loka Zoo Di Yogyakarta Firstyannisa Okky Riefqia 1011747023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1071

Abstract

Mayang Tirta merupakan restoran yang terletak di danau buatan kompleks Gembira Loka Zoo di Yogyakarta. Bangunan restoran yang berbentuk arsitektural menyerupai kapal ini dapat memfasilitasi beragam fungsi, di antaranya sebagai restoran, ruang rapat, wahana wisata air, panggung, serta hall. Restoran dengan target pengunjung keluarga dinilai dalam hampir keseluruhan aspek, mulai dari rasa makanan, harga, pelayanan, hingga bagian terpenting yaitu suasana restoran. Mayang Tirta yang terletak di area wisata memiliki potensi untuk mendukung sarana rekreasi keluarga di Gembira Loka Zoo sebagai objek wisata keluarga. Perancangan interior restoran Mayang Tirta bertujuan mendesain restoran bertema nautikal yang dikemas dalam gaya Post-modern yang diterapkan pada elemen pembentuk dan pengisi ruang. Area yang termasuk dalam lingkup perancangan di antaranya area makan, dapur, tangga, beranda, ruang rapat, jembatan penghubung, stage, dermaga dan area tiket. Perancangan ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan pengguna akan keamanan serta kenyamanan, memudahkan serta mendukung kinerja pengelola dalam melayani konsumen, serta meningkatkan citra restoran Mayang Tirta sehingga turut menjadi daya tarik signifikan bagi Gembira Loka. Kata kunci : interior, restoran, Post-modern
Puting Gelang Suhendi Yopi 1111353011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1215

Abstract

“Puting Gelang” adalah judul karya yang diciptakan. Puting berarti Pusat sedangkan Gelang berarti perhiasan tangan, merupakan perwujudan dari lingkaran sebagai simbol dari persatuan, Puting Gelang berarti Pusat Persatuan. Karya tari ini merupakan karya tari yang di angkat dari sejarah lisan masyarakat kampung Panaragan, kecamatan Tulang Bawang Tengah, kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, tentang adanya seorang tokoh prajurit Majapahit yang diutus untuk mempersatukan daerah Lampung Pepadun yaitu Puting Gelang. Nama Puting Gelang dipinjam sebagai judul pada karya tari yang diciptakan. Gerak dasar dalam karya tari ini banyak terinspirasi oleh gerak silat dan dipadukan dengan gerak tari tradisi daerah Lampung yang dikembangkan dengan pola vertikal dan Lingkaran, diambil dari makna Puting dan Gelang. Eksplorasi payan/ tombak yang tegak lurus dan lentur dapat dibentuk seperti lingkaran adalah perwujudan dari Puting dan gelang. Menghadirikan tiga warna, putih, kuning, dan merah pada setting berupa kain, merupakan simbol dari bersatunya tiga unsur adat masyarakat Lampung yaitu purih beradatkan Pepadun Marga, kuning beradatkan Pepadun Tiyuh / Kampung, dan merah beradatkan Pepadun Suku. Karya tari yang diciptakan ini disajikan dalam garapan kelompok tujuh penari, dengan format live music. Warna busana penari putih yang merupakan simbol sari persatuan. Kata kunci : Puting, Gelang, silat
Peran Dan Fungsi Musik Ilustrasi Karya Thomas Newman Dalam Film Animasi Wall-E Produksi Walt Disney Tahun 2008 Diksi Rerefany 0911345013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.975

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh ketertarikan penulis pada musik-musik ilustrasi yang terdapat dalam film animasi. Penulis menggunakan film Wall-E produksi Walt Disney tahun 2008 sebagai objek penelitian. Peneliti akan meneliti peran dan fungsi musik ilustrasi dalam film Wall-E. Hasil penelitian menunjukan bahwa musik ilustrasi merupakan bagian dari sebuah pertunjukan film yang memiliki peran penting di dalamnya. Apabila musik ilustrasi digunakan dengan baik dalam pembuatan film akan sangat berpengaruh besar pada penontonnya. Wall-E salah satu film animasi yang menggunakan musik ilustrasi sebagai pengganti sebuah dialog dalam film. musik ilustrasi yang terdapat dalam film Wall-E sebagian besar dibuat oleh Thomas Newman. dalam pembuatan musik ilustrasi yang digunakan dalam film Wall-E, Newman selalu berusaha menciptakan komposisi untuk musik ilustrasi dengan cara yang unik. Kata kunci : Peran, Musik Ilustrasi, Wall-E