cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Penciptaan Tata Rias Pemeran Tokoh Iblis Naskah Ketika Iblis Menikahi Seorang Perempuan Karya Nicolo Machiavelli, Adaptasi T. Arif Sardianto Binsal 0910561014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1220

Abstract

Prosthetic secara definisi adalah membuat mitasi dari bagian tubuh manusia, seperti tangan atau bahkan paru-paru, digunakan untuk menggantikan yang hilang atau telah kehilangan kemampuannya untuk beroperasi. Tata rias ini dalam kaitannya dalam dunia pertunjukan disebut sebagai tata rias prosthetic, dalam dunia tata rias ini merupakan salah satu tehnik untuk menciptakan suatu efek dalam perancangannya. Tata rias prosthetic adalah proses menggunakan tehnik prosthetic untuk membuat patung atau molding dengan mencetak langsung salah satu bagian tubuh aktor, kemudian dari patung cetakan ini dijadikan dasaran untuk menciptakan organ tubuh atau kulit imitasi yang nantinya diaplikasikan ke tubuh pemeran atau atris, tehnik tata rias prostetik. Tehnik ini pada dunia tata rias memberikan efek tersendiri, salah satu revolusi ini dilakukan oleh Dick Smith dalam dunia panggung dan perfilman seperti tata rias film Little Big Man. Dimana dia merubah total tokohnya yang secara visual tampak nyata seperti orang tua dengan pengaplikasian tata rias prosthetic dengan mencetak kulit buatan. Pemanfaatan prosthetic dalam make up dan busana menjadi suatu hal yang menarik untuk diangkat, tata rias prosthetic dipilih lantaran hasil yang dicapainya dapat sedetail mungkin tergantung penciptaan. Dengan teknik ini, pencipta dapat merubah total penampilan sang pemeran seperti tampak lebih tua dan menambah organ tubuh. Lebih tepatnya tata rias prostetik dapat merealisasikan imajinasi ke bentuk nyata. Kata kunci : teknik, tata rias, tata busana
Kolaborasi Musik Rock Dan Alat Musik Polopalo Dari Provinsi Gorontalo Dalam Karya “The Physical Compate” (Sebuah Ekplorasi Musik) Febriyando 0911408013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.980

Abstract

Polopalo adalah alat musik yang berasal dari Provinsi Gorontalo, yang bahan dasarnya terbuat dari bambu dan bentuknya menyerupai garputala raksasa. Pada jaman dahulu dimainkan oleh rakyat Gorontalo hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti saat panen raya atau waktu bulan purnama. Pada penelitian ini, penulis membuat sebuah karya dengan mengkolaborasikan musik rock dan alat musik polopalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang efektif dalam mengkolaborasikan musik rock dan alat musik polopalo serta untuk mengetahui kendala dalam proses pengkolaborasian, musik rock dan alat musik polopalo. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi perbandingan bagi para musisi yang mempunyai ekplorasi sejenis. Kolaborasi antara musik rock dengan alat musik polopalo diterapkan ke dalam karya musik penulis yang berjudul “The Physical Compete”. Keterbatasan nada yang dihasilkan dari bunyi alat musik polopalo menjadi salah satu hambatan dalam proses pengkolaborasian, sehingga cara yang paling efektif dalam pengkolaborasian yang penulis lakukan adalah dengan menjadikan alat musik polopalo tersebut sebagai alat musik perkusi. Kata kunci : Polopalo, kolaborasi, musik rock
Perancangan Komik Sejarah Perkembangan Desain Grafis Indonesia M. Edgar Degas. K 0811770024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1109

Abstract

Perancangan merupakan upaya pencarian solusi dari suatu masalah. Inilah yang menjadi dasar dari desain grafis. Kreativitas menjadi hal yang penting dalam proses perancangan grafis. Berbagai tujuan yang ingin disampaikan dengan komunikasi menjadikan rancangan harus memenuhi kaidah desain agar dapat tercapai oleh target audience. Desain grafis perkembangannya dari waktu ke waktu banyak memberikan inspirasi, motivasi, dan pengalaman bagi kehidupan masyarakat. Ini merupakan salah satu alasan mengapa seorang yang mempelajari desain grafis harus paham tentang desain grafis terutama dari sudut sejarah perkembangannya, karena dampaknya terlihat dengan jelas dalam karya desain grafis. Desain grafis merupakan hal yang tidak asing lagi dan biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga berperan menentukan kemajuan dari desain grafis. Penggunaan desain grafis pada media-media komunikasi dengan berbagai kepentingan mulai dari komersial hingga sosial menjadikan posisi desain grafis menjadi faktor yang diperhitungkan. Desain grafis di Indonesia sendiri semakin berkembang dengan banyaknya lembaga pendidikan yang telah membuka atau mengajarkan tentang desain grafis sebagai disiplin ilmu atau jurusan, mulai dari Sekolah Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi. Perancangan komik dapat menjadi alternatif bacaan tentang sejarah perkembangan desain grafis dengan penyampaian yang berbeda dari buku sejenis. Menjadikannya sesuatu yang baru dan dapat diterima bagi berbagai kalangan dengan tujuan pembelajaran maupun referensi. Merancang komik bertema sejarah perkembangan desain grafis Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendokumentasikan dan mengembangkan desain grafis yang ada di Indonesia. Kata kunci : komik, sejarah perkembangan, desain
Analisis Lagu allah Bapa kami Puja dalam Format Paduan suara di gereja baptis Indonesia Golgota Kroya Cilacap Peter Jacob Hardy 0911279013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1253

Abstract

Karya tulis ini berisi tentang analisis lagu Allah Bapa Kami Puja yang dinyanyikan dalam format paduan suara di Gereja Baptis Indonesia Golgota Kroya. Analisis lagu Allah Bapa Kami Puja berupa bentuk struktur dan interpretasi dari lagu tersebut.Tujuan penelitian ini yaitu untuk dasar berpijak dalam menghayati dan menyanyikan lagu Allah Bapa Kami Puja dengan baik. Setelah melalui penelitian secara kualitatif dengan tahapan studi pustaka, observasi,dokumentasi,dan wawancara, ditemukan bahwa struktur bentuk lagu Allah Bapa Kami Puja mempunyai dua periode A,yaitu periode yang terletak pada birama 5 sampai birama 12, periode B yang terletak pada birama 13 sampai birama 20. Periode Apa dan lagu Allah Bapa Kami Puja memiliki frase a dan frase a'.Periode B pada lagu Allah Bapa KamiPuja memiliki frase b dan frase b'.Hasil dari penelitian ini dapat menambah wawasan tentang lagu Allah Bapa Kami Puja yang dinyanyikan dalam format paduan suara. Kata kunci : analisis lagu, Allah Bapa Kami Puja, paduan suara
Penerapan Kombinasi Modus Mixolydian Dengan Konsep Approach Notes Untuk Improvisasi Blues Vangky Asyer 0811259013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1012

Abstract

Penggunaan tangga nada blues yang terlalu dominan saat berimprovisasi pada progresi akord blues, menyebabkan audiens merasa jenuh dengan permainan improvisasi yang terdengar monoton dan mudah ditebak. Karena itu dengan menerapkan kombinasi modus mixolydian dengan konsep approach notes saat berimprovisasi dapat menghasilkan alur nada improvisasi terdengar lebih menarik. Setiap kemungkinan pergerakan dan cara penerapan approach notes pada nada target di analisis menggunakan metode deskriptif analitis dari cabang keilmuan musikologi, dalam hal ini menyangkut ilmu teori musik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kombinasi modus mixolydian dengan konsep approach notes pada improvisasi blues dilakukan dengan menyisipkan nada-nada penghubung di antara nada target (modus mixolydian). Umumnya nada target lebih ditekankan pada nada-nada dalam struktur akord. Approach notes memberikan efek penegangan dan pelepasan pada alur melodi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep approach notes dapat menjadi salah satu pendekatan yang menarik untuk diterapkan pada improvisasi khususnya dalam progresi akord blues. Kata kunci : Approach Notes, Blues, Improvisasi
Deformasi Manusia Sirkus Sebagai Ide Dalam Penciptaan Canting Cap Logam Arce Priangsari 1011552022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1141

Abstract

Sirkus adalah sekelompok orang yang berkelana untuk menghibur penonton dengan atraksi akrobat, badut, binatang terlatih, aksi trapeze, berjalan di atas tali, juggling, sepeda roda satu dan hiburan-hiburan lainnya dipadukan dengan musik atau efek suara lainnya.Pada tugas akhir ini penulis membuat canting cap hasil deformasi manusia sirkus, yang hasilnya diaplikasikan dalam bentuk poster atraksi sirkus, berupa kain batik fungsional yang bisa dikembangkan lagi menjadi motif pada selimut kecil, sarung bantal, tas, baju, gorden, dan barang fungsional lainnya. Metode penciptaan yang dilakukan adalah melakukan tahap eksplorasi yaitu aktivitas penjelajahan menggali sumber ide. Tahap perancangan yaitu memvisualisasikan hasil deskripsi data ke dalam berbagai alternatif desain (sketsa). Tahap Perwujudan yaitu mewujudkan rancangan terpilih. Metode pendekatan yang dilakukan adalah Estetis yaitu metode yang digunakan mengacu pada nilai-nilai estetis yang terkandung dalam seni rupa. Metode pendekatan fungsional terdiri dari fungsi personal, fungsi sosial, dan fungsi fisik, namun yang digunakan pada penulisan disini adalah fungsi fisik. Metode pengumpulan data digunakan untuk mengkaji berbagai sumber yang relevan dengan permasalahan dalam menciptakan ide. Dalam proses perwujudan disini menggunakan tembaga lembaran ukuran 0,4mm. Tekhnik pengerjaannya, dari sketsa yang terpilih kemudian dipola, agar mempermudah saat mengukur dan merangkai. Dalam pembuatan canting cap menggunakan tekhnik mematri, patri yang digunakan mencakupserbukperakcampurtembagadanseng, kemudian dicampur dengan pijer. Proses melehnya pijer dengan cara dibakar menggunakan arang. Kemudian tahap finishing dengan mencetak sementara canting cap menggunakan gondorukem, lalu dikikir hingga rata. Hasil yang dicapai berupa canting cap motif deformasi manusia sirkus yang bisa difungsikan untuk mengecap di kain. Kemudian bisa dikembangkan pada barang-barang fungsional seperti gordin, selimut kecil, dan sapu tangan yang sudah bisa berhasil dicapai. Kata kunci : Deformasi, manusia, sirkus
Penyutradaraan Program Dokumenter Ekspositori “Adu Jago” Bondan Firdausiy 0810322032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.916

Abstract

Dokumenter televisi “Adu Jago” merupakan hasil karya seni tugas akhir yang menerapkan gaya dokumenter ekspositori. Karya ini mengangkat keterkaitannya dengan sejarah dan budaya sabung ayam dengan perjudian dan isu kekerasan terhadap hewan sebagai konfliknya. Lewat komunitas penggemar ayam aduan, karya ini memaparkan setiap argumentasi dari narasumbernya sebagai penjalin cerita. Kontes ayam aduan lewat komunitas Papaji dijadikan sebuah resolusi dalam karya ini. Penerapan gaya ekspositori digunakan untuk mengarahkan penonton ke sebuah sudut pandang dimana adu ayam merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan tanpa stigma negatif yang melekat lewat kontes ketangkasan ayam aduan. Karya ini melihat hobi terhadap ayam aduan lewat subjektifitas dari para pelakunya dimana para penggemarnya menjadikan ayam aduan sebagai sebuah kebanggaan dan ajang prestisius. Kata kunci : Dokumenter, Ekspositori, Adu Jago
Fungsi Tari Keling dalam Perayaan Idul Fitri di dusun Mojo Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Novita Tricahyaningsih 1011298011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1044

Abstract

Kesenian Keling merupakan tari tradisi yang hidup di kalangan masyarakat pedesaan. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di dusun Mojo yang merupakan daerah pegunungan dan terletak di pinggir sebelah timur kabupaten Ponorogo. Dalam pertunjukannya kesenian ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pertama kesenian diarak keliling dusun, bagian kedua mengenalkan tokoh-tokoh yang ada di dalam kesenian Keling, bagian ketiga merupakan bagian peperangan atau penggambaran inti cerita. Pada penelitian, penulis akan mengupas fungsi tari Keling dalam Perayaan Idul Fitri di dusun Mojo desa Singgahan kecamatan Pulung kabupaten Ponorogo. Penelitian ini akan menggunakan teori fungsi menurut Raymond Williams. Yang mana menurut Williams ada tiga komponen yaitu lembaga budaya, isi budaya, dan efek budaya atau norma-norma budaya. Ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan karena komponen tersebut memilki relasi yang satu sama lain saling berkaitan. Dengan demikian lembaga budayanya adalah dusun Mojo yang di dalamnya adalah masyarakat yang tergabung dalam paguyuban Guno Joyo, isi budayanya adalah kesenian Keling elemen-elemen penyajiannya merupakan penggambaran pola kehidupan masyarakat Mojo, sedangkan norma budayanya sebagai pengikat solidaritas masyarakat Mojo. Kesenian Keling merupakan bagian dari pelaksanaan Idul Fitri, apabila tidak ada pertujukan Keling masyarakat merasa perayaan tersebut kurang lengkap. Pada pertunjukan Keling pada perayaan Idul Fitri dapat digolongkan menjadi dua bagian fungsi yaitu fungsi perayaan dan fungsi Kesenian Keling itu sendiri. Pada dasarnya keduanya memiliki relasi yang sangat berkaitan. Pada fungsi perayaan dapat ditemukan dua fungsi yaitu fungsi sebagai ritus keagamaan dan ritus solidaritas pulang ke kampung halaman, sedangkan fungsi kesenian keling sebagai alat komunikasi dengan makhluk ghaib, sebagai pengikat solidaritas masyarakat Mojo, sebagai representasi kehidupan masyarakat Mojo dan sebagai ekspresi masyarakat Mojo. Kata kunci : Kesenian Keling, Fungsi, dusun Mojo
Figur Naratif Dalam Seni Patung Asep Prasetyo 0811915021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1173

Abstract

Abstrak Tugas Akhir ini mengangkat tema tentang figur naratif yang divisualisasikan melalui karya seni tiga dimensi. Kecintaan penulis terhadap mainan anak dan pengaruh siaran televisi berdampak pada penciptaan karya. Aktifitas mengumpulkan mainan dan menonton film animasi merupakan suatu kesenangan tersendiri bagi penulis yang secara tidak sadar telah mempengaruhi penulis dalam berbuat atau pun membuat karya seni yang dilakukan selama ini. Begitu juga dengan cerita dari sebuah film, juga dijadikan sebagai konsep dalam berkarya. Sebuah cerita naratif juga dijadikan sebagai konsep atas perwujudan karya, seperti halnya dalam komik. Dalam komik penikmat dapat langsung menangkap pesan yang masuk di dalamnya, karena adanya teks yang memperkuat gambar. Dalam pembuatan karya dalam tugas akhir ini penulis mencoba menghadirkan cerita naratif dalam wujud karya tiga dimensi. Dalam perwujudan karya yang menempatkan cerita sebagai landasan awal dalam membuat bentuk, didapati sebuah realitas baru saat proses pengerjaan karya dengan teknik dan material .Teknik yang dipakai penulis yang mayoritas menggunakan material dari barang temuan menyebabkan cerita tidak dapat diwujudkan secara terperinci dan detail seperti halnya pada komik ataupun pada novel grafis. Kata kunci : figur, naratif, cerita, assemblage, mainan anak
Pangkur Jenggleng Ayom-Ayem Di Tvri Yogyakarta: Suatu Tinjauan Penyajian Karawitan Dwi Astuti 1110459012
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.948

Abstract

Skripsi dengan judul “Pangkur Jenggleng Ayom-ayem di TVRI Yogyakarta: Suatu Tinjauan Penyajian Karawitan” ini membahas tentang struktur dan garap penyajian Pangkur Jenggleng Ayom-ayem di TVRI Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan estetika dan musikalitas. Pangkur Jenggleng Ayom-ayem secara umum mempunyai struktur penyajian, yaitu pambuka, fragmen, dan panutup yang terdiri dari introduksi, permasalahan, konflik, dan penyelesaian. Pada saat penyajian fragmen terdiri beberapa adegan, dan setiap pergantian adegan disajikan selingan iklan serta tune program Pangkur Jenggleng Ayom-ayem. Sajian Ladrang Pangkur garap jenggleng dalam Pangkur Jenggleng Ayom-ayem tidak dimulai dari buka dan tidak diakhiri dengan suwuk. Penyajian dilakukan dari irama I, II, dan satu gatra pertama pada irama III yang merupakan lintasan untuk masuk garap jengglengan. Sajian tersebut terkesan menyimpang dari pakem yang ada, dikarenakan penyajiannya dibatasi oleh waktu penayangan sehingga konsep yang diutamakan adalah penyesuaian waktu dan garap. Berdasarkan hasil penelitian, istilah Pangkur Jenggleng dalam acara Pangkur Jenggleng Ayom-ayem memiliki dua pengertian yaitu Pangkur Jenggleng sebagai garap gending Jawa dan Pangkur Jenggleng sebagai icon pertunjukan. Kata kunci : Pangkur, Jenggleng, Ayom-ayem