Articles
696 Documents
Perancangan Interior Pepito Resto Di Nusa Dua Bali
Dwi Agung Wicaksono 1011716023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1067
Nusa Dua merupakan sebuah daerah pariwisata berisi restoran, hotel, dan resort besar internasional berbintang 5 di tenggara pulau Bali. Terletak 40 kilometer dari Denpasar, ibukota provinsi Bali. Nusa Dua yang sudah terkenal sebagai daerah industri pariwisatanya dimata dunia tentu memiliki sejuta pesona yang sangat diminati para wisatawan khususnya kulinernya. Salah satu sarana wisata kuliner di Bali yang berpotensi dikembangkan adalah restoran. Oleh karena itu, Pepito Resto akan mencoba menghadirkan atmosphere yang berbeda dengan restoran-restoran tropis pada umumnya, merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui. Perancangan interior Pepito Resto di Nusa Dua Bali meliputi area Receptionist, restaurant indoor, restaurant outdoor, bar ,dan Restaurant VIP. Pada Perancangan Interior Pepito Resto, konsep ‘Natural Splash’ diterapkan pada rancangan desain yang dibuat agar pengunjung merasakan kesegaran secara menyeluruh dan dapat mengubah suatu kebiasaan masyarakat yang saat ini kurang baik dalam merawat dan memanfaatkan sumber daya alam. Diharapkan dengan pengaplikasian konsep ‘Natural Splash’ dapat menimbulkan artikulasi desain interior restoran yang sustainable dengan estetika yang unik. Kata kunci : Nusa Dua, Desain Interior, Restoran
Bande Angen
Husnul Hasanah 1011291011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1211
Karya tari Bande Angen adalah karya tari yang mengangkat tema Gejolak Hati Dedare Sasak, karya tari ini merupakan koreografi kelompok yang terinspirasi dari fenomena di masyarakat suku Sasak Lombok tentang pernikahan berbeda kalangan, dalam hal ini perbedaan antara kalangan wanita yang lebih tinggi dari laki-laki. Pernikahan ini selalu diwarnai dengan permasalahan dari pihak wanita yang tidak ingin melepaskan anaknya untuk menikah dengan lakilaki dari kalangan dibawahnya. Hal inilah yang membuat gadis-gadis atau dedarededare menjadi khawatir, takut untuk memperkenalkannya kepada orang tua, namun di sisi lain rasa bahagia itu tetap ada karena bisa menjalin hubungan dengan orang yang disayang. Tipe tari yang digunakan dalam karya tari ini adalah tipe dramatik dengan mode penyajian simbolik representasional. Karya tari ini terdiri dari tujuh orang penari putri, dua orang penari Gendang Beleq yang langsung ditarikan oleh pemusik, satu orang penari putri dan satu orang penari putra sebagai penggambaran tentang inti permasalahan yang ingin ditunjukkan. Gerak yang disajikan dalam karya tari ini adalah gerak-gerak tradisi Lombok yang kemudian dikembangkan baik waktu, ruang, dan tenaga. Karya tari Bande Angen menggunakan lampu khusus dengan menggunakan lampu zoom profile, hal ini bertujuan untuk membentuk hasil cahaya berbentuk kotak agar fokus pada satu titik saja, selain itu karya tari ini menggunakan siluet pada bagian tertentu. Kata kunci : Bande Angen, Gendang Beleq, Koreografi Kelompok
Studi Komparasi Instrumen Violin Dan Viola (Studi Kasus Minat Mahasiswa Violin Mempelajari Instrumen Viola Di Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Devy Kartikasari 1011510013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.971
Sedikitnya pemain instrumen viola jika dibandingkan dengan pemain instrumen violin membuat beberapa pemain violin beralih mempelajari instrumen viola. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara serta dokumentasi digunakan penulis untuk mengetahui proses adaptasi dari violin ke dalam instrumen viola. Antara instrumen violin dan viola secara anatomi keseluruhan sama, hanya saja ukuran yang membedakan keduanya, instrumen viola lebih besar dibandingkan instrumen violin. Dari segi teknik permainan keduanya juga sama, yang membedakan adalah ukuran instrumen dan jangkauan suaranya. Kata kunci : Violin, Viola, Teknik
Perancangan Karakter Game dengan Tema Hewan Khas Indonesia Untuk Anak-Anak
Heri Tri Cahyanto 1210006224
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1100
Indonesia merupakan Negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, selain itu terdapat hewan dan tumbuhan langka serta spesies endemik. Hewan langka di indonesia kian lama kian berkurang, ini di sebabkan oleh beberapa faktor mulai dari faktor lingkungan dan kurangnya kepedulian dari manusia. Pelestarian hewan langka adalah tanggung jawab semua pihak. Hal ini terkait dengan kondisi bahwa manusia adalah salah satu pihak yang memiliki peran terbesar dalam proses musnahnya beberapa jenis spesies hewan. Namun Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pelestarian hewan menjadi penyebab utama terjadinya kepunahan pada hewan-hewan endemik di Indonesia. Anak-anak sebagai generasi penerus perlu adanya pengenalan tentang satwa-satwa khas Indonesia sebagai upaya pelestarian di masa yang akan datang. Game adalah salah satu hiburan yang sangat menyenangkan untuk anak-anak, bagi anak-anak game merupakan aktivitas yang mengasyikan dan membuat hati menjadi senang. Game bukan hanya sebagai sarana hiburan namun juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi. Perancangan karakter game untuk anak-anak dirasa sangat tepat untuk dapat memberikan edukasi tentang pentingnya kelestarian binatang langka untuk tetap hidup di habitatnya. Game akan dibuat dengan genre Action-adventure menggunakan format 2 Dimensi, selain itu grafik sederhana yang terdapat pada game 2 dimensi akan sangat mudah diterima anak – anak sebagai target audience. Kata kunci : Hewan Khas Indonesia, Hewan Endemik, Karakter
Persoalan Dalam Keluarga Sebagai Tema Penciptaan Seni Lukis
Lingga Ami Lisdianto 0811916021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1244
Persoalan kehidupan dalam keluarga dijadikan sebagai stimulan awal untuk menciptakan lukisan, setiap persoalan yang ada dalam kehidupan berkeluarga, penulis visualisasikan ke dalam lukisan dengan objek utama figur peran dalam keluarga (pentokohan) yang dikemas dengan gaya realistik. Kebanyakan dari objek lukisan penulis menampilkan peran dalam keluarga karena menurut penulis merupakan pelaku dan sebagai penanda bagi konteks keluarga tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan akan berkembang dengan objek-objek tertentu yang mewakili suatu peran dalam keluarga yang divisualisasikan melalui proses simbolisasi. Kata kunci : persoalan, keluarga, tema lukisan
Musik Tema Film Kartun Tom And Jerry Dalam Perspektif Semiotika Peirce
Rifanda Kurniansyah 1111703013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1003
Penelitian ini berjudul Musik Tema Film Kartun Tom and Jerry dalam Perspektif Semiotika Peirce, penelitian ini mengulas tentang pendekatan musik dengan semiotika, dimana objek material merupakan musik tema film kartun Tom and Jerry yang masih memiliki eksistensi di masyarakat hingga saat ini, sedangkan objek formal merupakan ilmu analisa bentuk musik serta pendekatan teori semiotika Peirce, karena hal tersebut peneliti bermaksud memecahkan masalah tentang penandaan tanda-tanda musikal melalui pendekatan semiotika Peirce, serta apa makna yang terkandung dalam musik tema film Tom and Jerry karya Scott Bradley versi Hanna-Barberra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode teoritikal analisis dengan studi pustaka dan rekaman, maupun analisa terhadap fullscore musik untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik. Pada akhir penelitian ini ditemukan hasil bahwa terdapat makna yang terkandung dalam musik tema film kartun Tom and Jerry antara lain, musik tema merupakan suatu aural reminders yaitu konsep yang digunakan para produsen film untuk membuat penonton filmnya mengingat dengan mudah keberadaan film Tom and Jerry, dan terdapat unsur politik yang terkandung dalam film dan musik tema (sebagai intro menuju film/suatu pertunjukan fiksi) yang dikarenakan suatu perjanjian antara presiden Amerika Serikat Franklin D. Rooselvelt dengan industri film Hollywood pada masa krisisnya, dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat makna yang terkandung dalam musik tema film Kartun Tom and Jerry. Kata kunci : Musik tema, Film kartun, Semiotika
Interpretasi Nasehat Ibu Dalam Karya Seni Kriya Kayu
Usmanto 0811441022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1132
Pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat telah mengubah etitut manusia dalam menghadapi perubahan zaman, sehingga secara perlahan mengalami pergeseran norma. Diperkuat berkembangnya pertumbuhan teknologi sebagai sarana penyebaran informasi dari berbagai belahan dunia. Perubahan sikap manusia dimasyarakat telah mempengaruhi segala bidang kehidupan. Seiring dengan isu tersebut, terjadi pula pergeseran bahasa nasehat serta penyampaianya, pada saat ini bahasa dikemas lebih sederhana sehingga anak lebih mudah memahami. Anak-anak saat ini tentu tidak mengenali bahasa nasehat masa lalu yang disampaikan oleh ibu. Tugas Akhir ini adalah usaha untuk mengenalkan kembali budaya nasehat di masa lalu sehingga menjadi momentum memaknai pentingnya nasehat dan peran ibu dalam mendidik anak. Proses penciptaan Tugas Akhir, penulis menggunakan beberapa metode. Diawali dengan eksplorasi untuk mengidentifikasi sumber ide berupa gejala-gejala perubahan moral dan budaya anak muda yang terjadi di masyarakat. Temuan hasil analisis dari interpretasi kemudian diolah secara simbolik, kreatif dan menampilkan nilai estetis. Selanjutnya dipergunakan sebagai bahan perancangan. Perwujudan merupakan tahap terakhir dari desain terpilih dengan pembuatan gambar kerja atau prototype hingga ditemukan bentuk dalam wujud karya yang dapat menjadi simbol sesuai keinginan penulis. Hasil penciptaan karya seni kriya pada Tugas akhir ini, penulis menampilkan karya berbentuk dua dimensional dan tiga dimensional, beberapa karyanya memiliki nilai fungsional dan beragam bentuk untuk menghindari kemonotonan. Karya-karya tersebut merupakan hasil interprestasi penulis, dan tidak menampilkan pembenaran terhadap nasehat ibu. Kata kunci : Nasehat ibu, Interpretasi, Seni Kriya
Teknik Fill In Flash Photography Dalam Produk Fashion Dirty Dumb
Pinandika Anindyaguna 0810430031
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.907
Fotografi merupakan sebuah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sejak ditemukannya prinsip awal fotografi seperti halnya fashion yang telah berkembang sedemikian rupa sampai sekarang. Dirty Dumb adalah salah satu merek dagang produsen fashion yang menggunakan media fotografi sebagai media promosi yang efektif. Visualisasi fotografi sebagai media promosi produk fashion Dirty Dumb sangatlah penting agar penyampaian pesan dapat membuahkan hasil secara maksimal dan diterima oleh khalayak. Bidang khusus yang dapat mewujudkan hal tersebut adalah fotografi komersial, yaitu dengan teknik fill in flash disertai dengan tata artistik yang baik. Dalam upaya mewujudkan foto yang bernuansa estetis namun tetap sarat akan nilai jual, teknik fill in flash merupakan salah satu solusi melalui tata letak dan intensitas cahaya demi memunculkan detail, dimensi yang baik, dan sifatnya yang efektif untuk memberikan product knowledge tentang karakter brand image Dirty Dumb kepada calon konsumen. Kata kunci : Fill in flash, Produk, Dirty dumb
Peran Jathil dalam Pertunjukan Reog Obyog di Kabupaten Ponorogo
Galuh Midhasari 1011308011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1035
Saat ini pertunjukan Reog Obyog menjadi pertunjukan populer di wilayah Ponorogo. Salah satu unsur yang menarik adalah kehadiran jathil di setiap bagian pada urutan penyajian Reog Obyog. Kata kunci : Jathil, Reog Obyog, Peran, Ponorogo
Eksistensi Komik Dalam Medan Seni Rupa Kontemporer (Studi Kasus Pameran Komik Di Yogyakarta Tahun 2010-2015)
Niken Candriana Dewandini 0811919021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/srs.v0i0.1164
Pameran merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur eksistensi dalam medan seni rupa, dalam hal ini medan seni rupa kontemporer. Komik dalam rentang waktu sekarang merupakan gagasan yang ingin dibahas dan diukur dalam medan tersebut melalui penelitian ini. Menggunakan pameran komik di Yogyakarta tahun 2010 – 2015 sebagai studi kasus nantinya akan dicari seperti apa perkembangan eksistensi komik dalam medan seni rupa Indonesia khususnya Yogyakarta dengan perbandingan antar pameran komik di dalam kurun waktu enam tahun tersebut dan perbandingan dengan eksistensi pameran komik sebelum tahun 2010. Pameran akan dibahas melalui dua pendekatan: secara kualitatif dengan menggunakan hasil rangkuman wawancara terhadap narasumber ahli baik dalam bidang komik maupun seni rupa kontemporer dan secara kuantitatif dengan perbandingan jumlah pameran. Hasil yang didapatkan adalah eksistensi komik dalam medan seni rupa kontemporer Indonesia khususnya Yogyakarta memang mengalami fluktuasi dalam jumlah dan jenis, akan tetapi dari segi teknik pengolahan baik karya maupun pameran tidak mengalami perkembangan berarti dan dari segi kualitas terjadi penuruhan dibanding periode sebelumnya. Kata kunci : pameran, komik, eksistensi, seni rupa kontemporer