cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Penerapan Teknik Pizzicato Pada Fantasia No. 2 Untuk Solo Biola Karya Budhi Ngurah Adi Bimo Wicaksono 0811228013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.953

Abstract

Fantasia No. 2 untuk solo biola karya Budhi Ngurah adalah lagu modern yang bertema etnik. Tangga nada pentatonis pelog menjadi dasar penyusunan melodi pada karya ini. Karya Fantasia No.2 merangkum berbagai macam teknik tingkat lanjut dengan salah satu teknik yang paling menonjol pada karya ini adalah teknik pizzicato, yaitu permainan biola dengan cara memetik senar biola baik menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri. Pengembangan teknik pizzicatonya, mulai dari teknik pizzicato double stop, pizzicato left hand, hingga perpaduan teknik arco dan teknik pizzicato left hand, perpaduan teknik yang disebut diatas memiliki tingkat kesulitan paling tinggi karena teknik arco dimainkan sebagai suara satu dan teknik pizzicato left hand dimainkan sebagai suara dua. Kata kunci : Fantasia No.2, pizzicato, double stop
Perancangan Animasi 2D Diorama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Ahmad Zainuddin Afif 1012046024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1081

Abstract

Museum Benteng Vredeburg adalah salah satu museum yang dikelola dengan baik. Tetapi pengunjung tidak banyak yang mengamati dengan sekasama diorama yang ada, mereka justru lebih banyak memilih mengahabiskan waktunya berfoto untuk diupload ke media jejaring sosial dan menikmati kenyamanan lokasi museum bersama pasangannya. Hal ini dikarenakan diorama yang ada bersifat statis dan menjemukan. Media pendamping diorama yang ada juga mengaharuskan pengunjung membaca paragraf yang begitu panjang untuk memahaminya. Untuk mangatasi masalah diatas, pihak museum merasa perlu untuk membuat media baru yang dapat menyampaikan informasi tentang sejarah tanpa mengharuskan pengunjung untuk membaca paragraf yang begitu banyak, yaitu dengan pembuatan animasi 2D yang dapat mewakili cerita setiap diorama. Dalam perancangan animasi 2D ini diperlukan beberapa proses dalam pembuatannya, meliputi pra produksi, produksi dan paska produksi. Museum Vredeburg memiliki 55 diorama, namun pada edisi pertama ini akan digarap diorama yang bercerita tentang “Serangan Umum 1 Maret 1949” yaitu no.34 dan no.40 sebagai pengenalan dan promosi. Tema ini dipilih karena serangan ini adalah sejarah penting di Kota Yogyakarta yang perlu di pahami oleh mayarakat luas, khususnya masyarakat Yogyakarta sendiri. Animasi ini dibuat untuk ditayangkan perdana pada “Peringatan HUT ke 67 Serangan Umum 1 Maret” yaitu pada tanggal 1 Maret 2016 yang akan datang. Selanjutnya akan diputar secara permanen di Museum Benteng Vredeburg pada ruang diorama III dan juga pada pameran temporer. Kata kunci : Perancangan, animasi, Diorama
Perancangan Buku Ilustrasi "Jarene : Ajaran Budi Pekerti Bagi Anak" Agung Budi Sulistya 0911890024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1225

Abstract

Suku Jawa merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku Jawa juga terkenal dengan kekayaan budayanya. Selain batik dan wayang, salah satu budaya yang menarik adalah gugon tuhon. Gugon tuhon yang dalam bahasa Indonesia adalah Pamali Jawa ini merupakan budaya lisan yang tersebar dari mulut ke mulut. Gugon tuhon adalah sebuah teguran orang tua kepada anaknya atau orang lain yang disamarkan menggunakan sanepa atau kiasan. Saat ini Gugon tuhon merupakan salah satu budaya lisan Jawa yang mulai dilupakan. Salah satu penyebab dilupakanya gugon tuhon adalah Kemajuan teknologi yang begitu pesat, sehingga membuat pemikiran masyarakat menjadi lebih realistis dan rasional. Hal-hal tersebut membuat masyarakat menjadi tidak percaya lagi dengan gugon tuhon dan menganggapnya sebagai hal yang tabu. Kemajuan teknologi juga berpengaruh pada mudahnya budaya dari luar Indonesia untuk masuk dan sedikit demi sedikit menggeser budaya asli Indonesia. Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka yang ditakutkan adalah budaya gugon tuhon akan benar-benar menghilang. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka dibuatlah sebuah buku ilustrasi yang memiliki tujuan sebagai media dokumentasi dan melestarikan budaya lisan gugon tuhon yang saat ini mulai dilupakan keberadaanya. Melalui perancangan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat atau target audience akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lisan gugon tuhon. Perancangan ini juga diharapkan dapat mengenalkan dan menambah wawasan bagi masyarakat terhadap gugon tuhon. Kata kunci : Buku Ilustrasi, Budaya lisan Jawa, Gugon Tuhon
Proses Pembelajaran Ansambel Gesek Di Dwipantara Malang Jawa Timur Gilang Sangsaka Jati 1011580013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.985

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu aktivitas atau proses yang berpengaruh terhadap perubahan sikap atau pengetahuan peserta pembelajaran. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sebuah proses pembelajaran terdiri atas beberapa komponen yang berhubungan satu dengan yang lain yaitu tujuan, materi, metode, media dan evaluasi. Tujuan Pembelajaran di Dwipantara merupakan salah satu bentuk wadah mengaplikasikan dari pembelajaran Instrumen Individu dan untuk melatih kemampuan bermain secara ansembel, serta melatih kerja sama antar peserta didik baik secara musikal maupun non musikal. Serta bertujuan untuk memotivasi peserta didik dan pengembangan kreativitas dengan tujuan mendidik dan membimbing siswa-siswa untuk meningkatkan ketrampilan dalam bermain musik serta sarana pembentukan karakter siswa yang meliputi: kekompakkan, kedisiplinan, kebersamaan, dan kerjasama. Dari hasil pembelajaran ini diharapkan peserta didik mampu bermain ansambel gesek dengan baik serta dapat memainkan instrumen dengan teknik yang benar. Kata kunci : Dwipantara, Pembelajaran, Ansambel
Perancangan Buku Puisi dan Ilustrasi Mengapa Aku Vandal? Nanang Heryanto 0811769024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1114

Abstract

Vandalisme adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya. Dan yang belakangan banya sekali terjadi adalah mencorat-coret tembok dan fasilitas umum. Hal ini semakin menjadi-jadi seiring berkembangnya media yang dengan mudah bisa diakses kapanpun, di manapun, dan oleh siapapun, yang telah memberikan contoh gaya hidup menyimpang dari budaya kita Indonesia. Perancangan buku puisi dan ilustrasi dengan teknik digital printing, menjadi cara atau pendekatan untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan apa yang sebenarnya mereka para pelaku vandalisme rasakan, dengan teknik ilustrasi stencil art yang sangat kental dengan aktifitas vandalisme. Perancangan buku puisi dan ilustrasi ini merupakan hasil dari pengumpulan data serta berbincang-bincang langsung dengan para pelaku vandalisme yang notabene usia remaja. Kata kunci : Buku, Puisi, Ilustrasi, Vandalisme
Perancangan Animasi Cerita Rakyat “Situ Bagendit”Sebagai Media Pembelajaran Karakter Untuk Anak Usia Dini Rachadian Azi Kusumah 0911892024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1258

Abstract

Perkembangan anak usia dini sangat dipengaruhi oleh nilai nilai budaya, contohnya anak diperkenalkan pada ucapan dan prilaku yang baik seperti kapan mengucapkan terimakasih, maaf, tolong dsb. Selain itu anak juga diajarkan untuk bisa membedakan antara benar dan salah, nilai kejujuran, keadilan, persahabatan dan tingkah laku prososial. Namun dengan berkembangnya informasi teknologi yang begitu pesat, berbagai hiburan seperti game dan film kartun dengan mudah diakses, dimana isi hiburan tersebut sarat akan budaya luar, bahkan terkadang memuat kekerasan secara verbal maupun visual. Kurangnya media pembelajaran dan tontonan yang dapat membantu mengarahkan anak untuk berperilaku sesuai norma dan budaya lokal menjadi salah satu masalah tersendiri.Berdasarkan permasalahan diatas, maka dirumuskan sebuah solusi yaitu merancang animasi cerita rakyat “Situ Bagendit” sebagai media pembelajaran anak usia dini. Tujuannya adalah memberikan edutainment yaitu edukasi berbasis multimedia yang dapat membantumemahami nilai moral dan sosio-emosional,dan juga mengembangkan imajinasi anak serta memperkenalkan cerita rakyat yang kalah populer dan mulai luntur. Melalui media motion graphic yang memiliki gerakan sederhana dan disertai narasi dapat memudahkan anak untuk lebih fokus dalam memahami cerita dan mengingat karakter yang ada pada cerita rakyat tersebut.Diharapkan perancangan ini dapat menjadi salah satu media pembelajaran karakter yang komunikatif, imajinatif serta menghibur. Kata kunci : Animasi, Cerita Rakyat, Situ Bagendit
Pembuatan Aransemen Lagu Autumn Leaves Karya Joseph Kosma Untuk Vokal Solo Dan Orkestra Yohanes Rema Theo Kharisma, 1011575013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1017

Abstract

Lagu Autumn Leaves merupakan lagu standar jazz dengan irama medium swing karya Joseph Kosma yang dipopulerkan oleh Johnny Mercer pada tahun 1950. Lagu Autumn Leaves berasal dari kalimat puisi yang ditulis oleh Jacques Prevert yang berasal dari Perancis berjudul Les Feuiless Mortes. Puisi tersebut menceritakan tentang kisah sepasang kekasih yang berpisah. Puisi tersebut ditulis menjadi sebuah lagu oleh Joseph Kosma seorang komposer yang berasal dari Hungaria. Lagu Les Feuiless Mortes ditulis ke dalam bahasa Inggris oleh Johnnya Mercer yang berjudul Autumn Leaves. Sejarah lagu ini memiliki kesamaan pengalaman pribadi penulis sehingga penulis sangat tertarik membuat sebuah karya aransemen lagu tersebut. Aransemen adalah mengolah kembali sebuah karya musik, melengkapi dengan berbagai bagian struktur dan menambahkan bahan materi yg diperlukan biasanya membuat menjadi berbeda dari karya yang awal atau aslinya. Penulis mengolah lagu Autumn Leaves untuk orkestra dan vokal solo. Lagu Autumn Leaves terdiri dari dua bagian, yaitu bagian A dan B. Bagian A terdiri dari frase A dan A’ sedangkan bagian B terdiri dari frase B dan C. Aransemen yang dilakukan penulis terdiri dari introduksi I, transisi I, introduksi II, tema A, tema B, transisi II, tema A, tema B, interlude, tema B dan koda/ending. Kata kunci : aransemen, lagu autumn leaves, orkestra
Tokoh Petruk Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Batik Ananda Elzaniar Parapat 1011514022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1146

Abstract

Wayang merupakan salah satu hasil budaya suku Jawa yang sangat terkenal sebagai seni klasik yang adiluhung dan perlu dilestarikan. Budaya wayang meliputi: seni musik, seni sastra, seni lukis, dan juga seni pahat. Budaya wayang yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media dakwah, pendidikan, dan hiburan. Penciptaan karya Tugas Akhir yang berjudul “ Tokoh Petruk Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Batik” menggambil ide dari tokoh Petruk yang divisualisasikan sebagai wakil dari sifat dan sikap masyarakat dilingkungan penulis. Dalam menciptakan karya seni langkah awal adalah mengumpulkan data, maupun observasi langsung. Metode penciptaan yang digunakan melalui 3 tahap yang di kemukakan oleh SP. Gustami yaitu, Eksplorasi, Perancangan dan Perwujudan. Kemudian dilanjutkan dengan membuat desain acuhan dalam proses perwujudan karya yang didukung dengan teknik, alat dan bahan pedukung lainya. Dengan menggunakan teknik batik tulis untuk membuat karya seni batik. Karya kriya yang diciptakan ini berupa karya seni batik sebagai hiasan dinding yang mengandung nasehat dan pesan-pesan moral untuk masyarakat. Hasil yang dicapai dalam penciptaan karya ini yaitu delapan karya batik yang dominan berwarna biru, orange, dan kuning yang dihasilkan dengan pewarna remasol, naptol dan indigosol. Sentuhan akhir untuk menyempurnakan batik ditampilkan dengan menggunakan pigura kayu yang berfungsi sebagai panel. Kata kunci : Tokoh Petruk, Karya Seni Batik,
Penerapan Ritme Cepat Untuk Meningkatkan Ketegangan Aksi Dalam Penyutradaraan Film “Try This” Ilham Pratoma 0910352032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.921

Abstract

Film televisi “Try This” mengangkat tentang rasa bosan, menginginkan hal baru dan tantangan, sesuatu rasa yang sering kita jumapai di masyarakat dan bahkan setiap orang pernah mengalaminya. Hal yang sederhana ini yang menjadi dasar dari cerita film “Try This”, tetapi sesuatu yang terlihat sederhana bisa menjadi besar itulah salah satu sebuah pesan yang akan disampaikan pada film “Try This” ini, selain untuk berani melakuan sesuatu hal yang baru. Film “Try This” bergenre action. Penguanaan adegan-adegan aksi menjadi sebagai rintangan pada cerita film ini, yang menggambarkan sesuatu hal baru tidak selau berjalan dengan sesuai yang di harapkan, selalu ada rintangan. Film “Try This” adalah film yang berbentuk action dengan menerakan ritme cepat yang di kususkan pada adegan aksi. Film beritme cepat bisa di bentuk saat proses pengambilan gambar, mengunakan ritme internal, dan pada saat proses editing, mengunakan ritme ekternal. Penyutradaraan film “Try This” dengan penerapan ritme cepat pada degan aksi di tujukan untuk menambah nilai darmatik adegan, membangun suasana adegan serta penggambaran perasaan pemain agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima penonton. Kata kunci : Film, action, Penyutradaraan
Penciptaan Tokoh Sanah Naskah Kuda-Kuda Karya Noorca Marendra Massardi Aditta Deamastho 0910568014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1049

Abstract

Penciptaan tokoh Sanah dalam naskah Kuda-kuda karya Noorca Marendra Massardi merupakan tugas akhir minat utama Keaktoran Jurusan Teater, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. V-effect menjadi inspirasi penciptaan. Meskipun sudah banyak pementasan yang menggunakan teori ini namun tidak pada pementasan Kuda-kuda sebelumnya. Akting pada pemeranan tokoh Sanah dalam naskah Kuda-kuda karya Noorca Marendra Massardi disajikan dengan gaya non realis menggunakan teori V-effect atau Alienasi milik Bertold Brecht. Adapun tujuan gaya akting V-effect ini adalah mengingatkan kembali kepada penonton untuk tidak terlibat dalam pementasan, tapi penonton menjadi penilai dalam menyaksikan pertunjukan, meskipun aktor bermain sesuai dengan jalan pikiran tokoh yang berdasarkan dari hasil karya penciptaan. Kata kunci : Pemeranan, Akting, Aktor