cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Eksistensi Grup Musik Ki Ageng Ganjur Yogyakarta Hartadi Wicaksono 0910347015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.939

Abstract

Grup Ki Ageng Ganjur adalah grup musik bernafas Islam yang terbentuk di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan memadukan Istrument Barat, Gamelan, dan permainan gaya Timur Tengah, nama Ki Ageng Ganjur diambil berdasarkan saran dan petunjuk dari almahrum Gus Dur yang merujuk pada nama seorang pembantu setia Sunan Kalijaga bernama Syekh Abdurrahman yang terkenal dengan sebutan Ki Ageng Ganjur sebagai seorang panglima kerajaan Demak dan pemberi semangat dalam setiap perjuangan pasukannya dengan membunyikan Gong Ganjur (berbentuk seperti gong gamelan Jawa)untuk memanggil dan mengumpulkan masyarakat, ketika Kanjeng Sunan Kalijaga akan memberikan wejangan dan ceramah. Musik merupakan wahana auditif yang universal, sehingga tidak dapat di intervensi untuk suatu kepentingan ataupun selera. Musik merupakan titik puncak dari sebuah proses dimana pemusik atau pencipta menyerahkan seluruh daya akal dan rasa menghidupkan suatu realitas sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Musik hadir sebagai media dalam daya ungkap, daya kritis, serta ajaran moral yang tinggi. Tema yang diangkat dalam pertunjukan grup Ki Ageng Ganjur adalah religi dengan ketentuan yang ada pada religi agama Islam, kesan religi yang nampak terdapat pada pengolahan syair, musik, dan masyarakat pendukungnya, keunikan dari segi instrumentasi grup Ki Ageng Ganjur adalah dari pembuatan gamelan dengan susunan nada yang dapat membentuk nadaminor Zigana, pengolahan nada dari gamelan ini akan mempermudah grup Ki Ageng Ganjur untuk memainkan nada dengan nuansa Timur Tengah yang membuat kesan Religi Islam semakin kuat pada setiap penggarapan lagu Ki Ageng Ganjur.Grup KAG memiliki pengalaman pentas yang tinggi terutama sebagai alternatifpertunjukan seni di Pondok Pesantren NU, relasi dari berbagai instansi membuat eksistensi grup KAG bertahan hingga sekarang. Kata kunci : Eksistensi, Grup Ki Ageng Ganjur, Religi
Pembelajaran Praktik Menyanyi Kelas VIII Di Smp Negeri 1 Nanggulan Kulon Progo Antonius Bambang Wiranto 1111684013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.962

Abstract

SMP Negeri 1 Nanggulan adalah sebuah lembaga pendidikan yang saat ini menggunakan kurikulum 2006, dalam kurikulum tersebut terdapat pendidikan seni budaya. Pada pelajaran seni budaya yang diajarkan di SMP Negeri 1 Nanggulan terbagi menjadi dua mata pelajaran yaitu seni musik dan seni tari. Adanya mata pelajaran seni musik ini dilatar belakangi dengan arti pentingnya pendidikan musik khususnya praktik menyanyi, sehingga para siswa dapat mengekspresikan nilai-nilai musikal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, difokuskan pada kelas VIII A dan VIII F dalam bidang seni musik khususnya menyanyi. Sudut penelitian ditekankan pada proses pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan dan kendala yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung. Adapun proses pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan dengan menerapkan metode ceramah, metode imitasi, metode latihan dan metode demonstrasi. Mengenai kendala yang dihadapi, terkait dengan sarana dan prasarana serta minat siswa terhadap pembelajaran musik yang tidak sama (tidak rancak). Kata kunci : pembelajaran, metode menyanyi, SMP Negeri 1 Nanggulan
Perancangan Grafis “Hirukpikuk Jogja Dengan Elemen Keraton Yogyakarta Sebagai Inspirasi Dean Sainsia Zain Royyan 1210002224
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1091

Abstract

Masih banyak khalayak umum yang belum mengetahui kekayaan yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta. Pengetahuan akan nilai-nilai budaya dan filosofi pada setiap elemen yang ada di Keraton Yogyakarta sebenarnya banyak yang bisa dipelajari untuk diaplikasikan dikehidupan nyata. Fungsi dari perancangan grafis ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kekayaan serta keunikan Keraton Yogyakarta lewat cinderamata, dimana dalam setiap perancangan grafis yang diaplikasikan di media kreatif berupa cinderamata yang tak hanya bermanfaat untuk perusahaan tetapi juga bermanfaat untuk industri pariwisata khususnya kota Yogyakarta. Perancang juga berharap bisa memberikan kontribusi dalam misi pelestarian budaya lokal. Studi mengenai dasar teori yang terkait dalam perancangan ini meliputi teori tentang perancangan grafis, teori tentang tipografi, dan teori tentang filosofi Keraton Yogyakarta yang diperoleh dari studi pustaka. Data mengenai target audience diperoleh dari visi misi “Hirukpikuk Jogja” kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik SWOT dengan menganilisa permasalahan dari Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (ancaman) Perancangan grafis Hirukpikuk Jogja ini tidak hanya sekedar untuk mencari keuntungan dari penjualan cinderamata saja, melainkan juga untuk membantu melestarikan keraifan lokal yang sudah ada sejak dulu agar nilai-nilai luhur yang ada tidak tergeser oleh perkembangan zaman yang nantinya dapat merusak moral bangsa. Kata kunci : Jogja, Keraton Yogyakarta
Karakteristik Visual Komik Fantasi Penerbit Koloni Qory Zakia 1012051024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1235

Abstract

Komik merupakan salah satu media baca populer yang tidak saja dibaca oleh anak-anak bahkan remaja dan dewasa. Salah satu hal yang menarik dari komik adalah elemen visual yang digunakan untuk bercerita dan dipadupadankan dengan narasi. Visual dalam komik beragam dan salah satu yang mempengaruhi gaya visual dalam komik adalah genre dan penerbit. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu karakteristik komik fantasi yang diterbitkan oleh penerbit Koloni. Tiga sample yang terpilih berdasarkan purposive sampling berjudul The Creator Jade, Shangrila dan Sang Raksasa. Penelitian ini menggunakan analisis naratif yang dimulai dari identifikasi plot dan cerita, struktur narasi, karakter dalam narasi dengan menggunakan model Greimas dan narator. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa karakteristik komik fantasi yang diterbitkan oleh penerbit Koloni berupa penggunaan garis varied outline dengan teknik pewarnaan perpaduan dari Solid Block, cel shading dan Screentone. Karakter berbentuk ideal dan semi-realistis, dengan diferensiasi berupa mata dan kostum. Elemen fantasi terdapat pada setting khayal, penggunaal portal, makluk-makhluk mitologi dan khayal serta kekuatan super. Panel dibentuk secara rata dengan Gutter yang konsisten. Terdapat White Space pada balon kata dan ukuran teks tidak konsisten. Typeface untuk teks sama dan terdapat satu Typeface yang serupa dalam onomatope. Kata kunci : Komik Fantasi, Model Greimas, Karakteristik Visual
Metode Penerapan Pembelajaran Gitar Elektrik Tangan Kidal Pada Tangan N0rmal (Kanan) Jaka Saputra 1011614013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.994

Abstract

Dalam masyarakat yang dihuni oleh orang-orang non kidal, orang kidal terkenal dengan kemampuan beradaptasi terhadap barang-barang yang diperuntukkan bagi orang non-kidal, seperti salah satunya alat musik gitar. Sedikitnya penelitian yang pernah dilakukan dalam penulisan ini yaitu tentang “metode penerapan pembelajaran gitar kidal” memicu pada penelitian yang lebih jauh tentang kemampuan adaptasi orang kidal. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi perilaku orang kidal terutama mengenai permainan gitar kidal pada permainan gitar kanan, kemampuan adaptasi, orientasi gerak dan tingkat kenyamanan selama bermain gitar kidal. Dilakukan observasi visual yang lebih mendalam untuk memperhatikan gerakan tertentu pada setiap permainan gitar yang dilakukan di panggung pertunjukan. Penelitian ini dilakukan pada 14 responden yang terdiri dari 7 responden kidal dan 7 responden non kidal. Semua responden merupakan murid les privat gitar. Berdasarkan data observasi hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kemampuan adaptasi penerapan pembelajaran gitar orang non kidal dalam kasus perubahan situasi permainan. Hasil dari penelitian ini dirumuskan sebagai referensi pengembangan penerapan metode pembelajaran gitar bagi orang kidal terhadap permainan gitar non-kidal agar sesuai dengan ketentuan permainan gitar non-kidal. Kata kunci : Kidal, non kidal, metode
Perancangan Animasi Sebagai Media Komunikasi Ombudsman Republik Indonesia (Ori) Studi Kasus Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Rr. Desanti Arumingtyas Dyanningrat 1011965024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1123

Abstract

Sudah sepatutnya sebuah lembaga baik swasta, perseorangan, ataupun pemerintah memberikan sebuah pelayanan publik yang baik untuk masyarakat. Hal itu dikarenakan untuk memajukan mutu pelayanan dan memberikan kepuasan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, budaya birokrasi di Indonesia yang telah berubah mengakibatkan beberapa masyarakat lebih memilih jalan pintas untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum. Hal tersebut akan menghalangi terciptanya pemerintahan di Indonesia yang efektif, efisien, jujur, terbuka, bersih, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tindakan-tindakan melanggar hukum tersebut dikenal masyarakat dengan nama maladministrasi. Tugas Ombudsman Republik Indonesia adalah mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, menerima laporan, melakukan investigasi dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan maladministrasi, sebagaimana ditulis dalam Undang- Undang No. 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Siapapun yang merasa dirugikan atas pemberian pelayanan publik oleh penyelenggara negara dapat melaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia yang ada di setiap daerahnya. Namun, tidak setiap orang mengenal dan memahami tentang Ombudsman Republik Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perancangan media komunikasi untuk mengenalkan Ombudsman Republik Indonesia kepada masyarakat, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga fungsi Ombudsman Republik Indonesia dapat terlaksana dengan baik. Kata kunci : perancangan, animasi, maladministrasi
Janmastami Kadek Sumiasih 1111338011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1026

Abstract

Karya tari Janmastami adalah karya tari yang terinspirasi dari ketertarikan penata terhadap upacara otonon di Bali. Manusia yang lahir di hari tertentu, wuku tertentu, atau wewaran tertentu, diyakini memiliki dua karakter yang lebih dominan yaitu karakter keras dan karakter lembut. Masing-masing dari kelahiran tersebut diyakini juga mendapat pengaruh karakter Dewa tertentu dalam mitologi Hindu. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Rabu (budha), wewaran paing, wuku landep, mendapat pengaruh Dewa Mahadewa. Diyakini juga bahwa setiap Dewa memiliki keunikan masing-masing, namun kembali kepada konsep rwa bhineda bahwa setiap manusia memiliki dua karakter yang berbeda namun saling berkaitan. Untuk mengantisipasi unsur negatif yang mempengaruhi dapat dinetralisir dengan upacara otonan. Upacara otonan divisualisasikan melalui simbolisasi benang tebus dan beras tepung tawar. Elemen-elemen dasar dari upacara otonan di atas, dicoba diekspresikan pada karya Janmastami dalam bentuk karya tari kelompok dengan tujuh penari putri sebagai penari inti dan satu penari putra sebagai figur Dewa. Untuk memvisualisasikan seluruh konsep ini digunakan beberapa gerakan motif tari Bali antara lain melincer, ngilo, gelatik nuutpapah. Motif-motif tersebut dikembangkan dan dikreasikan menjadi motif-motif baru sesuai kebutuhan karya. Berkaitan dengan gerak yang digunakan maka, alat musik yang digunakan adalah instrumen gamelan Bali yakni gong, kempul, suling, ceng-ceng,kendang, jublag, gangsa, reong, dan genta, untuk memainkan pola-pola gending kakebyaran Bali. Melalui karya tari ini diharapkan bagi seluruh penikmat seni dapat lebih mengenal satu adat yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali, khususnya ritual upacara otonan, yang diselenggarakan setiap enam bulan kalender Bali atau setiap dua ratus sepuluh hari. Kata Kunci: Janmastami, Wuku.Kata kunci : Janmastami, Wuku Landep, tradisi 
Euforia Penggunaan Gadget Ign. Gunawan Bayu Aji 0811967021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1155

Abstract

Pada jaman yang serba modern, kehidupan menjadi serba praktis, efektif dan efisien. Oleh sebab itulah diciptakan alat-alat yang sekiranya membantu kelancaran dan meringankan beban pekerjaan manusia, salah satunya adalah gadget. Gadget memberikan banyak manfaat, dari mulai sebagai alat komunikasi, media informasi, sampai sebagai media hiburan. Banyaknya manfaat yang diberikan gadget membuat kita merasa nyaman atau bahagia. Akan tetapi apabila perasaan nyaman atau bahagia tersebut terlalu berlebihan (euforia) maka akan memberikan dampak buruk terhadap perilaku kita. Hal ini dikarenakan perasaan euforia membuat kita lepas kontrol dimana kita akan mengabaikan norma-norma yang berlaku dan merugikan atau membuat orang lain menjadi tidak nyaman. Euforia merupakan suatu bentuk rasa bahagia yang meluap-luap dan sangat luar biasa puas. Perasaan ini sebenarnya menggambarkan suatu keadaan yang positif. Akan tetapi perasaan ini merujuk pada suatu hal yang berlebihan, dan pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan tersebut sedikit banyak akan memberikan dampak buruk atau efek negatif. Hal ini juga berlaku dalam penggunaan gadget, perasaan bahagia yang berlebihan ketika menggunakan gadget juga akan memberikan dampak buruk baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain yang berada di sekitar. Berbagai macam dampak buruk tersebut seperti: kecanduan gadget, menjadi pribadi yang egois, penyendiri, tidak peka terhadap lingkungan sekitar, antisosial, menjadi hiperrealitas, nomophobia, dan lain sebagainya. Bentuk perilaku manusia akibat perasaan bahagia yang terlalu berlebihan saat menggunakan gadget dan juga pengaruh dampak buruk yang ditimbulkannya tersebut akan diwujudkan dalam suatu karya seni cetak grafis yang bersifat ilustratif dengan bentuk-bentuk kartunal. Dalam dunia kartun erat hubungannya dengan humor, dan satir, maka dalam perwujudannya akan diberikan bumbu-bumbu kejenakaan dan juga kritikan. Konsep di atas kemudian akan diwujudkan ke dalam suatu karya seni cetak grafis dengan menggunakan teknik cetak tinggi dengan teknik pewaraan reduksi. Melalui teknik ini penulis dapat memainkan gradasi warna melalui guratan atau goresan dari teknik cetak cukilan kayu reduksi sehingga tampak efek gelap terang tetapi dengan menggunakan warna yang beragam. Guratan atau goresan dari teknik cetak cukilan kayu memberikan kejutan setelah dicetak karena terkadang memberikan efek-efek tertentu yang justru menambah nilai artistik. Kata kunci : euforia, gadget, kartun
Ironi Sebagai Pembentuk Konflik Dalam Skenario Program Cerita “Tanpa Tanya” Rudy Setyawan 0810341032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.930

Abstract

Kehidupan manusia tidak lepas dari permasalahan yang terjadi dalam kehidupan. Permasalahan dapat berupa pertentangan yang menimbulkan konflik. Pertentangan yang timbul merupakan suatu ironi kehidupan. Akan menjadi menarik jika mengemas ironi menjadi sebuah karya skenario. Penciptaan skenario program cerita lepas “Tanpa Tanya” bertujuan untuk memberikan hiburan sekaligus informasi mengenai eksistensi gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive disorder/ OCD). Ironi sebagai pembentuk konflik menjadi konsep dasar penciptaan cerita dalam skenario “Tanpa Tanya”. Ironi yang digunakan dalam penciptaan adalah ironi dramatik, situasi, dan karakter. Sudut pandang orang pertama dari tiga tokoh utama membangun multiplot dan kedekatan emosional tokoh dengan pembaca atau penonton. Multiplot dengan tema keluarga, persahabatan, dan percintaan dikemas dalam tiga subjudul cerita. Objek penciptaan karya seni ini adalah seorang tokoh utama dan tokoh pendukung yang mengalami gangguan obsesif kompulsif berjenis checkers. Gangguan tersebut dapat menimbulkan gangguan atau penyakit lain yang dapat menyebabkan kematian. Perilaku penderita gangguan ini ditampilkan beserta dampak yang ditimbulkan. Seorang tokoh psikolog dimunculkan untuk memperjelas informasi mengenai gangguan obsesif kompulsif. Pembaca atau penonton diharapkan akan tanggap terhadap gangguan obsesif kompulsif. Pemahaman mengenai gangguan tersebut menjadikan “Tanpa Tanya” sebuah skenario program cerita lepas televisi yang menghibur sekaligus bermanfaat bagi khalayak. Kata kunci : ironi, konflik, multiplot
Penyutradaraan Naskah Lakon Blong Karya Putu Wijaya Muhammad Faozi Yunanda 1010593014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1058

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam suku bangsa adat dan budaya. Keanekaragaman tersebut sangatlah gampang memicu konflik di dalam masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkan kesadaran akan pentingnya rasa cinta terhadap tanah air agar tercipta persatuan dan kesatuan dalam proses berkebangsaan. Lakon Blong karya Putu Wijaya menyinggung permasalahan tersebut, mengangkat permasalahan tentang krisis identitas kebangsaan yang terjadi di negara kita.Lakon Blong coba digarap dengan sederhana dan ringan tetapi pesan yang disampaikan tetap menjadi fokus perhatian untuk disampaikan kepada para penonton. Lakon Blong memberikan terror mental bagi para penonton sehingga teater dapat menjadi media terapi sosial akan pentingnya membangun rasa nasionalisme. Kata kunci : suku, bangsa, adat