cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Kreasi Motif Batik Gaya Pekalongan Pada Penciptaan Tas Wanita Rr. Gading Puspoyudo 0811463022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1151

Abstract

Pekalongan adalah salah satu daerah di propinsi Jawa Tengah yang merupakan penghasil batik yang memiliki perkembangan cukup pesat. Sejak era tahun 1800-an, masyarakat di Pekalongan memang sudah memiliki tradisi untuk memproduksi kain dengan motif batik yang digunakan sebagai bahan sandang. Dilihat dari jenis motifnya, batik di Pekalongan terpengaruh oleh akulturasi budaya luar, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa motif, seperti hokokai yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang, jlamprang yang terpengaruh oleh budaya Indiadan Arab, serta buketan yang dipengaruhi oleh kebudayaan Belanda. Dari keberagaman motif yang ada di dalam batik Pekalongan, penulis menggagas sebuah ide untuk mengkreasikannya dalam penciptaan tas wanita jenis tas hand bag. Dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini, penulis akan melakukan studi pustaka dan observasisebagai metode pengumpulan data. Observasidilakukan untuk mengetahui lebih luas mengenai motif batik Pekalongan, serta metode penciptaan dan metode pendekatan estetis, ergonomis dalam proses perwujudan karya. Bahan utama yang digunakan adalah kain batik hasil kreasi penulis, lalu dikombinasikan dengan bahan kulit sapi dengan menggunakan teknik jahit. Kata kunci : Batik Pekalongan, Tas Wanita, motif
Penyutradaraan Program Dokumenter Api Penolak Bala Melalui Gaya Expository Dengan Struktur Penuturan Kronologis Na’am Afiul Hudha 1010464032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.926

Abstract

Penyutradaraan dokumentar adalah sebuah proses keatif dalam menyajikan realita kejadian sebuah peristiwa. Proses kreatif sebuah dokumenter tercermin pada konsep yang diterapkan dalam proses produksinya. Karya tugas akhir Api Penolak Bala menerapkan konsep penyutradaraan dokumenter melelui gaya expository dengan struktur penuturan kronologis. Gaya expository adalah sebuah cara penyampaian informasi dokumenter dengan menampilkan penjelasan secara langsung kepada penonton mengenai isi dari dokumenter yang dibuat. Penjelasan tersebut umumnya disampaikan melalui teks, narasi yang berupa pernyatan-pernyataan dari narasumber atau melalui voice ofer. Struktur penuturan dokumenter, yang dimaksut dengan struktur penuturan disini adalah sebuah metode mengenai bagaimana runtutan kejadian sebuah peristiwa akan ditunjukan kepada penonton. Struktur penuturan kronologis akan menyajikan secara runtut bagaimana sebuah peristiwa tersebut bisa terjadi. Peristiwa tersebut akan ditunjukan mulai dari awal hingga akhir sesuai dengan runtutan waktu kejadian. Dokumenter Api Penolak Bala mengangkat sebuah budaya masyarakat bernama perang obor. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari kegiatan sedekah bumi dengan tujuan sebagai sarana pengusir mara bahaya atau lebih dikenal sebagai Bala oleh masyarakat Jawa. Dari media yang dipergunakan dalam kegiatan sedekah bumi ini memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dikarenakan median yang dipergunakan adalah api, dimana menurut beberapa pendapat masyarakat Jawa api merupakan penggambaran dari Bala itu sendiri. Pada era global saperti saat ini sudah selayaknya budaya-budaya masyarakat seperti perang obor lebih digali, ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya kepada dunia luar. Kata kunci : Penyutradaraan dokumenter, Expository, Kronologis
Penyutradaraan Lakon Tiga Dara Karya: Usmar Ismail Lita Paramitha 0910580014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1054

Abstract

Salah satu kebutuhan manusia yang tergolong dalam kebutuhan integratif adalah menikmati keindahan, mengapresiasi dan mengungkapkan perasaan keindahan. Kebutuhan ini muncul disebabkan adanya sifat dasar manusia sebagai makhluk hidup yang bermoral, berselera, berakal, dan berperasaan. Dalam memenuhi kebutuhan estetik ini, kesenian menjadi bagian integral tak terpisahkan dengan kebudayaan. Film sebagai kesenian yang lebih mudah diterima dan populer di masyarakat memiliki peranan langsung dalam membentuk selera dan pola pikir manusia. Film Tiga Dara adalah salah satu film populer di Indonesia yang menggambarkan tentang pandangan perempuan terhadap dunia modern dialihwahanakan ke dalam bentuk pertunjukan teater. Dalam wilayah penyutradaraan, mode alihwahana film menjadi pertunjukan teater adalah; dengan menonton, menganalisis, mimesis, mencipta, dan menyajikan secara langsung pada penonton. Sutradara dengan wilayah kerja penemu, penafsir serta pengalihwahana utama film, secara kreatif mendesain konsep pementasan, mencipta kondisi kerja kolektif, membantu pemeran mewujudkan peran, membantu tata artistik pekerja teater lainnya dalam usaha-usaha menuju kerja kreatif. Tiga Dara hadir dari alihwahana film oleh sutradara ke bentuk pertunjukan teater. Kata kunci : kesenian, budaya, film
Perancangan Interior Clubhouse Merapi Golf Yogyakarta Tia Laksita Sari 1011774023
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1077

Abstract

Clubhouse Merapi Golf merupakan kawasan yang pemanfaatan fasilitas ruangnya didominasi sebagai tempat untuk melakukan aktifitas sosial dan pelayanan umum kepada masyarakat dan bersifat komersial. Clubhouse adalah bangunan utama di lapangan golf yang pertama disinggahi pegolf ketika tiba di tempat golf yang memiliki fasilitas lobby, restoran, ruang ganti dan kantor. Sebagai tempat golf bertaraf internasional yang berlokasi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan namanya sendiri yang mengusung nama gunung yang berada di Yogyakarta, maka penting untuk menunjukkan identitas lokal. Oleh karena itu dipilih gaya postmodern yang menggabungkan unsur-unsur modern dengan unsur-unsur tradisional setempat. Untuk memanfaatkan lokasinya yang berada di pegunungan yang indah dan kaya akan material alami, maka dipilih tema natural yang dapat menyatukan alam sekitar clubhouse ke dalam desain interior. Perancangan ini bertujuan untuk menuangkan keinginan klien ke dalam desain interior lobby, restoran, ruang VIP dan kantor. Kata kunci : perancangan interior, postmodern, natural
Cerita Rakyat Bantul Ki Ageng Mangir Wonoboyo I Menjadi Inspirasi Penciptaan Naskah Drama Mahogra Vivin Lusvian Prinka 1110624014
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Teater
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1221

Abstract

MAHOGRA merupakan sebuah naskah drama yang terinspirasi dari Cerita rakyat Ki Ageng Mangir Wonoboyo I serta kondisi sosial politik jaman sekarang. Dengan menggunakan teori intertekstual, cerita rakyat tersebut dijadikan sebagai teks pertama, kondisi sosial politik sebagai teks kedua, serta gagasan dan sudut pandang adalah teks ketiga, sehingga antara teks pertama, kedua, dan ketigaterjadi proses dialogis yang saling mempengaruhi untuk kemudian menghasilkan karya seni baru berupa naskah drama MAHOGRA. Naskah ini mengangkat tentang kisah pencarian kesempurnaan oleh seorang anak yang mempunyai kelebihan berupa ilmu kanuragan yang sangat sakti, namun ia tidak dapat menerima kelemahannya yang berupa wujud buruk. Akan tetapi justru pada akhirnya bukanlah kesempurnaan yang didapatkan olehnya, melainkan hukuman berupa kutukan serta kehilangan ilmu kesatiannya yang selama ini tidak dipergunakan dengan baik itu. Kata kunci : Naskah Drama, MAHOGRA, Cerita Rakyat
Model Student-Centered Learning dalam Pembelajaran Musik Studi Kasus Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah Fide Tomacho R. 0811202013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.981

Abstract

Penelitian ini membahas model pembelajaran musik dengan studi kasus komunitas belajar Qaryah Thayyibah yang berlokasi di Salatiga. Model yang diamati adalah Student Centered Learning, atau model pembelajaran yang terpusat pada siswa. Dalam hal ini, guru, atau di komunitas tersebut disebut dengan istilah pendamping, bertindak pasif, sementara siswa berperan aktif. Model pembelajaran di Qaryah Thayyibah pada umumnya menitikberatkan peran serta aktif para siswa, yang menentukan sendiri arah belajarnya. Selama ini para siswa Qariyah Thayyibah telah meraih banyak prestasi kreatif, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Pengamatan yang dilakukan dari model pembelajaran musik di Qaryah Thayyibah ini mulai dari kegiatan di kelas, kegiatan di lapangan, hingga produk-produk kreatif yang dihasilkan oleh para siswa. Kata kunci : Qaryah Thayyibah, Model Pembelajaran, Musik
Perancangan Motion Graphic Promosi Kuliner Khas Kota Bogor Sebagai Sarana City Branding Muhamad Chika Pradana 0811791024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1110

Abstract

Perancangan motion graphic ini digunakan untuk membangun suatu identitas untuk kota Bogor dan mempromosikan kota Bogor, sehingga memberikan suatu gambaran pikiran, perasaan, asosiasi dan ekspetasi yang datang dari benak seorang ketika seseorang tersebut melihat atau mendengarkan nama atau kata Bogor. Kota yang dipilih adalah Bogor karena kota Bogor kaya akan potensi alam dan kuliner khas. Dengan perancangan motion graphic promosi kuliner khas kota Bogor sebagai sarana city branding ini diharapkan terciptanya identitas yang sangat lekat dengan kota Bogor sehingga memberikan perasaan bangga terhadap masyarakat yang tinggal di kota Bogor. Perancangan ini menggunakan metode pengumpulan data berupa data visual dan data verbal dengan metode 5W+1H yang diharapkan mampu memberikan perancangan motion graphic sebagai media baru yang efektif, komunikatif, dan mempunyai cara pendekatan baru kepada target audience. Kata kunci : Motion, graphic, kuliner
Eksperimentasi Teknik Slap Bass Pada Lagu Rock This Town Stray Cats Dengan Genre Musik Rockabilly Pradistya Agusta Ananto 0911381013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1254

Abstract

Aliran musik Rockabilly identik dengan permainan teknik slap pada bass. Bass yang digunakan pada musik Rockabilly adalah contrabass. Umumnya musik Rockabilly dimainkan dengan gaya enerjik. Contrabass yang dimainkan dengan tempo cepat akan mengakibatkan pemain bass cepat lelah dan sering kali cidera pada jari pemain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mendalam tentang teknik slap pada musik Rockabilly. Setelah melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian eksperimen kualitatif, dapat disimpulkan bahwa teknik slap inovasi merupakan pengembangan dari teknik slap normatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan lagu Rock This Town Stray Cats untuk menerapkan teknik slap inovasi. Eksperimentasi teknik slap bass menghasilkan inovasi teknik slap yang dapat mempermudah dalam memainkan teknik slap sehingga pemain tidak cepat lelah, dan tidak mudah cidera pada jari tangan. Kata kunci : Eksperimentasi, Teknik Slap Bass, Rockabilly
Korps Musik Prajurit Keraton Yogyakarta (Sejarah Dan Nama-Nama Gendhing) Wardani Nur Alifah 1111655013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1013

Abstract

Keraton Kasultanan Yogyakarta memiliki kesatuan-kesatuan prajurit (korps) yang disebut bregada. Korps Musik Prajurit Keraton Yogyakarta adalah salah satu contoh kekayaan budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, observasi, studi dokumen, dan wawancara. Tujuan penelitian ini untuk lebih mengetahui bagaimana sejarah Korps Musik Prajurit Keraton Yogyakarta, serta instrumen dan nama-nama gendhing yang digunakan Korps Musik Prajurit Keraton Yogyakarta. Bermanfaat sebagai sumbangan pemikiran bagi pihak-pihak yang mempunyai perhatian terhadap kebudayaan tradisional korps musik prajurit Keraton Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini meliputi Sejarah Korps musik prajurit Keraton Yogyakarta, semua instrumen yang digunakan oleh prajurit Keraton Yogyakarta, dan nama-nama gendhing yang dipakai oleh prajurit Keraton Yogyakarta. Kata kunci : Korps, musik, Prajurit
Ikan Cupang Dalam Penciptaan Seni Kriya Logam Asep Dadan Iskandar 1011521022
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 Kriya Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1142

Abstract

Ikan cupang merupakan jenis ikan hias yang banyak digemari oleh masyarakat dari mulai anak-anak hingga orang dewasa. Ikan cupang memiliki keindahan pada bentuk dan warna tubuhnya, sehingga menarik minat penggemar ikan hias untuk memelihara ikan tersebut, seperti halnya yang terjadi dengan penulis yang menjadikan ikan cupang sebagai hewan peliharaan, berawal dari kesukaan terhadap ikan cupang inilah penulis mengangkat ikan cupang sebagai sumber ide penciptaan karya Tugas Akhir. Penulis melakukan pendekatan dari segi estetika, yaitu dengan melihat ikan cupang dari segi keindahannya. Keindahan ikan cupang terdapat pada unsur warna dan bentuk ikan tersebut. Proses penciptaan karya seni ini melalui berbagai tahap yaitu, eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka dan observasi terhadap ikan cupang. Pembuatan karya juga melalui tahap perancangan karya sehingga diperoleh desain yang kemudian diwujudkan ke dalam bentuk karya seni dua dimensi dan tiga dimensi. Karya Tugas akhir diwujudkan dengan menggunakan teknik cor logam dan teknik pahat yang mencakup teknik rancapan, wudhulan, dan endak-endakan kemudian finishing menggunakan PK pada karya dua dimensi dan finishing dengan teknik slep pada karya tiga dimensi. Karya yang dihasilkan merupakan benda yang berfungsi sebagai penghias interior. Kata kunci : Ikan Cupang, Seni Kriya Logam