cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Nilai Yang Melekat Pada Pakaian Sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Danang Wibisono 0811931021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1160

Abstract

Setelah semuanya dijelaskan mengenai konsep perwujudan yang telahdibuat, maka dari penulisan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa “Nilai yang Melekat pada Pakaian sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis” adalah representasi atas bentuk dan sifat yang terkandung di dalam pakaian yang penulis amati dan kemudian dijadikan stimulan awal untuk melakukan respon atas fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, hingga kemudian dari proses tersebut landasan dasar sebagai konsep perwujudan untuk menciptakan karya seni lukis dapat terwujud. Melalui tahapan tersebut kemudian dapat diambil kesimpulan kembali, bahwa terciptanya karya seni tidak hanya semata-mata untuk pemenuhan hasrat pribadi penciptanya, namun di dalamnya terkandung unsur moral yang bisa memiliki arti dan kegunaan bagi orang lain. Sebagai contoh nyata adalah selain sebagai penghias, karya seni dapat menambah wawasan yang semakin luas, dan terciptanya karya seni juga dapat menimbulkan kesadaran atas fenomena sosial yang terjadi dan melihat dengan sudut pandang yang bervariasi melalui wacana-wacana yang disampaikan penulis dengan karya seni lukis sehingga tahu sikap seperti apa yang sebaiknya dilakukan menanggapi hal-hal tersebut. Nilai pada pakaian di sini sebagai ungkapan bentuk simbolik perpanjangan dari diri atau gambaran jiwa manusia dengan menyampaikan nilai yang melekat di dalam pakaian tersebut sebagai sifat-sifat yang terkandung di dalamnya. Judul “Nilai yang Melekat pada Pakaian sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis” menjadi penting sebagai penyatuan pemikiran antara penulis maupun penonton agar karya seni lukis yang disajikan bisa menyampaikan dengan sebaik mungkin pesan maupun gagasan di dalamnya, karena penulis sadar selama ini karya seni yang dihadirkan sebagai bagian dari sebuah tema pameran Tugas Akhir khususnya terkesan sangat ‘privat’, dalam artian perupa selalu menghadirkan tema yang menjadi bagian dari dirinya sendiri dimana orang lain terkadang hanya sebagai bagian dari ‘penonton’ yang tak tahu akan apa yang ingin disampaikan melalui karya seni lukis tersebut. Dalam setiap proses perwujudan tentu tidaklah semuanya berjalan lancar, terkadang kendala-kendala terjadi selama proses tersebut. Adanya kendala yang dialami penulis selama proses pembuatan karya adalah dari segi teknik, yaitu teknik transparan yang digunakan cukup menyulitkan penulis karena rentan waktu mengeringnya cat pada medium kertas terbilang cepat, sehingga penulis cukup kesulitan mengatur tone pewarnaan objek yang dilukis. Permasalahan selanjutnya adalah mengenai karya, Tugas Akhir ini penulis menyajikan 20 karya lukisan yang dibuat antara tahun 2014 sampai 2015 di antaranya terdapat sebanyak 5 karya seni lukis lanjut II dan 15 karya baru. Semua karya yang ditampilkan bagi penulis sudah dirasa optimal dan sudah mewakilkan konsep yang diangkat, namun terdapat satu karya yang dirasa penulis paling optimal yaitu karya yang berjudul “Semangat Besar Generasi Kecil” di mana karya ini merepresentasikan nilai pakaian dengan sangat optimal, bercerita tentang semangat yang besar pada generasi kecil untuk bisa menjadi seorang yang bercita-cita besar. Demikian laporan Tugas Akhir ini penulis buat. Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk membangun diri penulis menjadi lebih baik lagi, kurang lebihnya penulis meminta maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini. Dan dengan segala kekurangan yang ada dalam Tugas Akhir ini, diharapkan laporan ini mampu memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan studi Seni Rupa Murni serta dapat bermafaat sebagai tambahan wacana dalam dunia seni rupa Indonesia. Kata kunci : Pakaian, fashion, busana
Sape’ Edang Bolenj Amoris 1010379015
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa Etnomusikologi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.935

Abstract

Sape’ Edang Bolenj adalah sebuah komposisi musik etnis yang bersumber dari pola permainan sape’ dan bentuk lancaran Jawa. Karya ini menggambarkan sebuah tradisi masyarakat Dayak Kenyah yang berada di Desa Setulang yang hingga saat ini masih dilakukan. Tradisi tersebut dinamakan meghala edang yang memiliki arti bermain dibawah sinar bulan purnama. Berpijak dari rasa kecintaan terhadap sape’ serta pengalaman yang telah dilalui dari kecil hingga dewasa yang diperhadapkan dengan berbagai benturan budaya khususnya budaya Jawa. Benturan budaya tersebut telah menginspirasi serta memotivasi penulis untuk membuat sebuah komposisi musik yang bersumber dari pola permainan sape’ dan bentuk lancaran Jawa dengan bingkai musik vokal-Instrumental. Tahap untuk mewujudkan ide dan gagasan tersebut kedalam bentuk karya komposisi musik etnis, menggunakan beberapa tahapan yaitu, rangsangan awal, inspirasi (pemunculan ide) eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan penyajian.Kata kunci : sape’, lancaran Jawa, meghala edang
Perancangan Buku Ilustrasi Kapal Layar Tradisional Indonesia Angga Putra Wicaksana 0911887024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1063

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di antara 2 benua dan 2 samudera serta tepat berada di garis khatulistiwa. Letak Indonesia tersebut membuatnya menjadi negara dengan budaya agraris dan juga disebut dengan budaya maritim. Pengalaman Bangsa Indonesia terhadap budaya maritim tersebut memberikan inspirasi bagi Ibu Sud untuk menciptakan sebuah lagu berjudul “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” (1940) yang menggambarkan tentang kehebatan dan kebanggan terhadap seorang pelaut. Kapal layar merupakan salah satu bagian dari budaya maritim yang cukup penting. Kapal merupakan alat transportasi yang biasa digunakan di atas air. Sejarah di Indonesia cukup banyak menyebutkan tentang kapal-kapal. Mulai dari kapal-kapal warisan dari penjajah bangsa Eropa sampai kapal-kapal yang dibuat sendiri oleh orang Indonesia. Perancangan ini kemudian dibuat untuk mengenalkan kepada masyarakat luas kapal-kapal yang ada di Indonesia, dalam hal ini adalah membuat sebuah buku ilustrasi. Buku ilustrasi ini akan memberikan informasi tentang beberapa kapal layar yang ada di Indonesia, lengkap dengan ilustrasi kapal bergaya arsir dan berwarna yang dibuat dengan bantuan komputer. Kata kunci : Buku, Ilustrasi, Kapal Layar
Proses Pembelajaran Kelas Musik Biola Tingkat Satu Secondary School Di Bina Bangsa School Malang Jawa Timur Raggil Dimmaz Dewantara 1011459013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1183

Abstract

Bina Bangsa School adalah salah satu sekolah internasional yang ada di Indonesia dan telah membuka beberapa cabang salah satunya di Malang Jawa Timur. Bahasa pengantar utama di sekolah ini adalah bahasa Inggris. Musik pada umumnya menjadi pelajaran ekstrakurikuler di sekolah umum, namun Bina Bangsa School telah menjadikan musik sebagai pelajaran intrakurikuler. Hal ini dimungkinkan karena setiap siswa wajib mengikuti kelas musik dan dalam kelas musik terdiri dari 8 – 10 murid. Salah satu instrumen musik yang diajarkan adalah biola yaitu alat musik chordophone yang sumber bunyinya adalah dawai atau senar yang ditegangkan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini akan mengupas pendekatan konsep pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran kelas musik di Bina Bangsa School Malang Jawa Timur dan proses pembelajaran kelas musik biola di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kelas musik di Bina Bangsa School Malang mengkombinasikan beberapa unsur dari pendekatan konsep pembelajaran musik dari Dalcroze, Kodály, Orff dan Suzuki. Sementara itu aktifitas belajar dalam satu jam pelajaran pada kelas biola menggunakan beberapa metode untuk penyampaiannya, yaitu metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, drilling (pengulangan secara intensif), mencatat dan menggunakan iringan. Langkah – langkah proses pembelajaran biolanya dimulai dari penyeteman (tuning), latihan memegang biola dan Bow (hanya diawal pertemuan), pemanasan, dan membaca materi lagu dari buku Essential Elements For String karya John Higgins. Hasil akhir dari pembelajaran musik ini adalah berupa pementasan dalam bentuk orkestra yang diadakan 2 sampai 3 kali dalam satu tahun dan setiap tahun diadakan konser gabungan antar cabang Bina Bangsa School seluruh Indonesia. Kata kunci : Bina Bangsa School, Proses Pembelajaran
Efek Tempo Pada Background Musik Terhadap Kenyamanan Pengunjung Beans Lab Café Yogyakarta. Alfiani Indra Rahayu 1111704013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.958

Abstract

Penelitian ini mengulas tentang pendekatan interdisiplin ilmu musik dan psikologi, dalam penelitian ini objek material merupakan pengunjung Beans Lab Café Yogyakarta, sedangkan objek formal merupakan ilmu psikologi musik, karena hal tersebut penelitian ini bermaksud mengetahui tentang bagaimana tempo musik yang mampu mempengaruhi pengunjung agar merasa nyaman berada di Beans Lab Café Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode teoritikal serta menggunakan data kuantitatif untuk medukung penelitian. Pada akhir penelitian ini ditemukan hasil bahwa beberapa tempo musik yang diputar oleh Beans Lab Café, pengunjung lebih merasa nyaman dan menghabiskan waktunya lebih lama dengan menikmati musik yang bertempo lambat dan teratur. Kata kunci : efek tempo, musik, kenyamanan pegunjung
Tipe-Tipe Teks Nasionalisme Indonesia Pada T-Shirt “Damn! I Love Indonesia” (Periode April – Desember 2014) Aulia Vidyarini 0811742024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1087

Abstract

DAMN! I Love Indonesia merupakan brand lokal Indonesia yang salah satu produknya menggunakan media t-shirt untuk mengekspresikan kecintaan anak muda Indonesia terhadap bangsanya. Namun, penggunaan bahasa asing diaplikasikan dalam teks-teks t-shirt yang memodifikasi logo menjadi ke berbagai bahasa negara, salah satunya adalah Jepang. Padahal berdasarkan perspektif historis, nasionalisme Indonesia merupakan paham yang lahir karena peristiwa besar penjajahan Belanda dan Jepang sebelum Indonesia menjadi sebuah negara sampai dibentuknya ideologi negara yakni Pancasila. Tidak hanya Jepang, Belanda pun hadir dalam teks yang memanfaatkan momentum bahkan dalam teks t-shirt yang dalam hal ini sebagai media komunikasi bentuk nasionalisme Indonesia. Oleh karena itu, serangkaian teks tersebut didefinisikan sebagai representasi teks-teks yang tidak familiar dan berperan dalam perkembangan sebuah genre karena mengingat genre senantiasa berubah sepanjang waktu. Dengan demikian, tujuan penelitian kualitatif ini adalah untuk memahami tipe-tipe nasionalisme yang berkembang di kalangan generasi muda Indonesia melalui teks t-shirt DAMN! I Love Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual studi genre melalui konvensi-konvensi pembentuk genre menurut Jane Stokes, yaitu setting, lokasi, ikonografi, peristiwa-peristiwa naratif, karakter-karakter, dan struktur plot. Maka hasil penelitian ini adalah teks t-shirt DAMN! I Love Indonesia merepresentasikan pergeseran konvensi-konvensi pada genre nasionalisme Indonesia yang ternyata lebih cenderung termasuk ke dalam sub-sub dari genre tersebut, di antaranya adalah nasionalisme Timur yang mencakup nasionalisme politik global, dan nasionalisme humanistik. Selain itu, berdasarkan karakteristik-karakteristik konsep desain sebagai tujuan pemasaran, teks tersebut merepresentasikan sub genre nasionalisme momentum. Pada sub genre ini, nasionalisme Indonesia sangat jelas dijadikan komoditas untuk tujuan-tujuan pemasaran pada momentum-momentum tertentu. Begitu pun dengan penggunaan bahasa-bahasa asing yang hampir terdapat di seluruh teks t-shirt DAMN! I Love Indonesia, ambivalensi ini terletak pada genre nasionalisme Indonesia yang memang sudah bertujuan internasional. Hal ini disebabkan genre senantiasa berkembang sepanjang waktu, dan sub-sub genre nasionalisme Indonesia terbentuk karena terdapat corak-corak teks tidak familiar yang direpresentasikan melalui produk-produk media seperti film. Kata kunci : Tipe-Tipe Teks, Nasionalisme, Indonesia
Motivasi Pengiklan Iklan Kecik Di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Pada Era Iklan Dengan Media Online Di Yogyakarta Fransiscus Asisi Indra Setya Putranto 0811675024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1231

Abstract

Penelitian “ Motivasi Pengiklan Iklan Kecik di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Pada Era Iklan Dengan Media Online Di Yogyakarta” berawal dari rasa penasaran yang tinggi, dimana pada era modern sekarang telah banyak muncul alat komunikasi yang semakin canggih seperti gadget. Perkembangan gadget tidak terlepas dari perkembangan aplikasi-aplikasi yang semakin memanjakan pengguna gadget. termasuk di dalamnya aplikasi yang sangat berkembang dan bermunculan adalah aplikasi dengan kategori pemasangan iklan, seperti OLX, KASKUS, TOKOPEDIA, dll. Dengan fasilitas yang semakin banyak dan mudah orang sudah bisa memasang iklan pada aplikasi online dengan data yang lebih. Namun di lain sisi hal tersebut tidak menyurutkan semangat orang-orang yang memasang iklan pada media surat kabar harian Kedaulatan Rakyat dalam kategori beriklan pada iklan kecik yang hanya berbentuk baris, tanpa foto, dengan biaya yang lebih mahal, serta jangkauan yang terbatas, untuk berpaling menggunakan media online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif. Moleong mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainya (Moleong,2012:6). Untuk mengetahui motivasi dari informan yang beriklan pada media surat kabar harian Keaulatan Rakyat maka dilakukan pengumpulan data dengan pendekatan teori dari beberapa teori periklanan oleh Jefkins Frank, A.d. Farbey, Arens William yang ketiganya saling berkaitan dalam penelitian ini. Setelah itu didapatlah pendapat dari informan melalui metode kualitatif interpretatif yang dapat disimpulkan bahwa meraka memasang iklan pada surat kabar harian Kedaulatan Rakyat dikarenakan media tersebut mempunyai nilai yang lebih bonafit dan mereka bermaksud ingin meningkatkan nilai kepercayaan yang lebih, dan berimbas pada barang dagangan mereka di media yang lebih bonafit. Kata kunci : Iklan Kecik, Iklan Online, Periklanan
Model Pembelajaran Musik Dengan Media Karpet Piano Pada Anak SDN Jurug Sewon Bantul Hintari Garida 1111693013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.990

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas karpet piano dalam pembelajaran musik dan mengetahui proses pembelajaran musik dengan media karpet piano. Model pembelajaran ini dilakukan karena melihat adanya minat yang tumbuh dalam diri siswa untuk mempelajari musik namun terkendala dengan fasilitas. Diharapkan dengan adanya model pembelajaran ini dapat menjadi cara alternatif pada dunia musik pendidikan. Adanya minat tersebut terlihat dari kegembiraan dan keaktifan siswa ketika mengikuti kegiatan musik kreatif, yaitu pembelajaran musik menggunakan alat musik non konvensional, yang diadakan sebelumnya. Karpet piano digunakan sebagai alat peraga selama proses pembelajaran dimaksudkan agar siswa lebih cepat menghafal tuts piano sehingga tidak mengalami kesulitan pada saat bermain piano. Materi musik diajarkan dengan cara bermain, seperti menebak nilai nada, menempelkan notasi balok serta melompat dan menyanyi pada karpet piano. Subjek penelitian adalah sepuluh siswa kelas IA SD Jurug, Sewon, Bantul dengan metode penelitian kualitatif, pendekatan studi kasus. Data penelitian ini diambil dari hasil wawancara terhadap wali kelas, para siswa, orang tua siswa, guru kesenian dan kepala sekolah SD Jurug. Kemampuan rata-rata untuk teori musik; permainan karpet; permainan piano di atas target yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karpet piano dapat digunakan dalam pengenalan musik secara berkelompok. Beberapa permainan yang dilibatkan dalam proses penjelasan materi musik baik teori maupun praktik juga memberi kemudahan dan kesenangan tesendiri bagi para siswa. Kata kunci : karpet piano, model pembelajaran, cara alternatif
Persepsi Audience pada Poster Dakwah Muslim Designer Community (MDC) Indonesia Hijab Movement 2014 Ridwan Taufik Kurniawan 0911879024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1119

Abstract

Kemajuan di bidang teknologi informasi memungkinkan penyebaran pesan syiar dan dakwah Islam menjadi lebih masif. Hal ini telah dimanfaatkan lembaga resmi keagamaan, ormas-ormas Islam, lembaga filantropi Islam, dan berbagai komunitas Islam yang ada, salah satunya Muslim Designer Community (MDC), dengan kampanye poster hijabnya di tahun 2014 lalu yang bertajuk MDC Indonesia Hijab Movement 2014. Kampanye ini ingin mensosialisasikan arti penting hijab bagi muslimah sebagai salah satu kewajiban dalam agama Islam. Berbagai gaya visual dan verbal digunakan para desainer dalam komunitas ini dalam usaha mengartikulasikan pesan-pesan dakwahnya kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi audience terhadap poster dakwah hijab MDC Indonesia Hijab Movement 2014. Metode peneletian yang digunakan adalah kualitatif, dimana peneliti meneliti hubungan antarvariabel penelitian dan menganalisisnya dengan teori tertentu secara deskriptif. Peneliti menjaring dan menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner yang diajukan kepada 150 responden yang merupakan sampel dari populasi audience. Data kuesioner ini menjadi pijakan awal untuk melakukan pencarian data berikutnya yang penulis peroleh dari wawancara kepada narasumber utama dan pendukung. Data tadi dielaborasi, dijaring, dan dianalisis menggunakan teori persepsi. Hasil penelitan yang telah dilakukan, audience menganggap poster-poster dakwah tersebut menarik karena aspek visualnya. Audience juga menganggap poster-poster tersebut diolah dengan artistik. Audience mampu membaca pesan yang dimuat poster baik dengan mudah maupun dengan pengamatan berulang, setelah melihat hubungan antara teks dengan gambarnya. Kata kunci : Persepsi, Audience, Poster
De Meo Zelotes Cynthia T. Kambuno 1011322011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1022

Abstract

Karya tari berjudul De Meo Zelotes. De yang berarti “dari” dalam bahasa Portugis. Meo berarti Pemimpin atau Raja, adalah sebutan untuk penguasa dan orang yang berjasa atau seorang pahlawan, diambil dari bahasa Timor. Sedangkan Zelot berarti orang yang giat berjuang untuk kebebasan politik. Sebutan ini dulunya dipakai untuk menyebutkan orang yang menentang kuasa penjajah Romawi. Penata menginterpretasikan arti dari De Meo Zelotes berarti pahlawan dari kami orang-orang yang menentang ketidak adilan. Tambahan huruf es dari gabungan kata Zelot hanyalah untuk memuaskan penata sendiri yang menginginkan tambahan kata es yang tidak mempunyai makna spesifik dalam pengacuan judul karya ini. Tidak memungkinkan penggalan es sendiri mempunyai makna tersendiri dan sepanjang pengetahuan penata es adalah konsonan yang sering diucapkan orang spanyol sebelum mengawali kalimat yang hendak diucapkan. Karya ini menceritakan tentang perkembangan dan budaya masyarakat dari daerah Belu yang di mulai sejak kemerdekaan Timor Leste. Karya ini memberikan alur Flashback yang membuat penonton dapat merasakan masa-masa perjuangan seorang tokoh wanita bernama Rafu Letto. Karya ini mengambil tipe tari dramatik dan di pentaskan dalam auditorium seni pertunjukan dengan memperkuat suasana dari segi artistik pemanggungan. Ceritera mengenai salah satu Tokoh pelopor kemerdekaan Timor Leste inilah yang memegang peran penting dan merupakan inspirasi penata dalam menciptakan karya yang bertemakan perjuangan yang diselimuti budaya perpaduan timor dan TTU (Timor Tengah Utara) hingga Timor Leste. Perjuangan yang di maksud bukanlah lagi perjuangan dalam memperoleh kemerdekaan, namun perjuangan dalam mempertahankan apa yang telah di dapatkan saat ini. Dalam melakukan aktivitas harian masyarakat Belu, menunjukkan konflik dan gaya bergaul masyarakat yang masih nyata dan terjadi hingga saat ini. Karya tari De Meo Zelotes di tarikan oleh 11 orang penari (5 penari putra dan 6 penari putri), Ke sembilan penari dalam karya ini berperan sebagai prajurit Rafu Letto dengan dua orang tokoh yakni Tetua Adat dan Rafu Letto. Karya tari ini menggunakan properti Tihar dan Kelewang. Kata kunci : Meo, Perjuangan, Ratu Letto