cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Saraswati
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 696 Documents
Penciptaan Iklan Layanan Masyarakat “Matikan Untuk Hidup” Dengan Menggunakan Tanda Ikonik Sebagai Penyampai Pesan Dwiki Andreas Faresi 0810298032
Saraswati Jurnal Ilmiah Mahasiswa S1 FSMR
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.917

Abstract

Iklan Layanan Masyarakat “Matikan Untuk Hidup” dengan menggunakan tanda ikonik sebagai penyampai pesan merupakan Hasil Karya Penciptaan Tugas Akhir dalam bentuk animasi 2D. Karya ini mengetengahkan tentang fenomena pemanasan global yang diakibatkan oleh pemakaian listrik, khususnya listrik rumah tangga seperti televisi, radio, lemari es, kipas angin, pendingin ruangan dan semacamnya yang berlebihan yang akan berdampak buruk bagi kehidupan di bumi baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Akibat jangka panjang dari pemakaian listrik yang tidak bijaksana yaitu pemanasan global. Proses pembentukan energi listrik dari bahan bakar fosil akan melepaskan emisi gas yang akan berdampak pada pengikisan lapisan ozon yang melindungi bumi. Apabila lapisan ozon terkikis maka panas bumi akan meningkat dan akan merusak berbagai lapisan bumi. Ikon disini sebagai aspek material (suara, bentuk, gambar, huruf, gerak) digunakan sebagai tanda yang akan menjelaskan sebab- akibat yang terjadi di dalam iklan layanan masyarakat yang akan dibuat ini (aspek mental atau konseptual). Misalnya ikon bumi yaitu tempat kehidupan manusia dan spesies yang lain menandakan tentang kehidupan yang diibaratkan sebagai jantung kehidupan yang harus dijaga dengan baik kelestariannya oleh manusia Iklan Layanan Masyarakat ini diharapkan bisa memberikan informasi tentang berbahayanya dan merugikannya pemakaian listrik secara tidak bijaksana yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat. Dengan begitu diharapkan masyarakat menjadi lebih memperhatikan tentang pemakaian listrik secara tepat dan bermanfaat. Kata kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Tanda ikonik, , Pemanasan global
Samanan dalam Masyarakat Dusun Jolosutra Srimulyo Piyungan Bantul Riana Nofrita Yhani Sundarti 1111357011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1045

Abstract

Tulisan ini mengupas tentang “Fungsi kesenian Shalawatan Samanan dalam Masyarakat Dusun Jolosutra Srimulyo Piyungan Bantul. Dalam penelitian ini, yang menjadi hal pokok permasalahan adalah fungsi kesenian Shalawatan Samanan dalam masyarakat Jolosutra. Untuk membantu menemukan jawaban dari permasalahan,meminjam pendapat Soedarsono mengenai fungsi tari-tari tradisional, Soedarsono secara sederhana mengutarakan adanya tiga fungsi dalam tari. Namun fungsi tersebut dapat dilihat lebih detail menjadi fungsi yang lebih spesifik. Untuk itulah peneliti meminjam konsep atau teori lain untuk dapat menjelaskan kedudukan fungsi kesenian Shalawatan Samanan ditengah masyarakat yaitu dengan meminjam pendapat dari A.R Radcliffe Brown mengenai Struktural Fungsional. Menurut A.R Radcliffe Brown lebih mengacu dalam struktur sosial yang didalamnya memiliki relasi antar sistem yang saling berkaitan. Kesenian Shalawatan Samanan adalah kesenian kelompok yang bernafaskan agama Islam. Kesenian Shalawatan Samanan selalu hadir disetiap Upacara Merti Dusun “Kupatan Jolosutra” dan Upacara Ritual Keagamaan Maulid Nabi. Kesenian ini disajikan pada pukul 20.00-03.00 WIB pada saat acara Maulud Nabi, sedangkan upacara Merti Dusun diadakan pukul 20.00-22.00 WIB. Waktu yang dipertunjukkan berbeda, karena tujuan dari kedua upacara tersebut tidak sama, sehingga hal ini menciptakan berbagai fungsi yang berbeda ketika kesenian Shalawatan Samanan ini dihadirkan pada upacara tertentu. Fungsi dari kesenian Shalawatan Samanan antara lain sebagai sumber nilai spiritual, sebagai pengikat solidaritas, sebagai sarana penyampaian nilai-nilai Islam, sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT, dan sebagai sarana untuk memperingati upacara ritual keagamaan Maulud Nabi. Kesenian Shalawatan Samanan selalu hadir karena adanya sebuah kepercayaan yang masyarakat yakini,sehingga adanya fungsi kesenian Shalawatan Samanan dapat menjadikan masyarakat Jolosutra untuk selalu menghadirkan kesenian ini pada setiap upacara adat dan upacara keagamaan yang ada di masyarakat Jolosutra. Kata kunci : Shalawatan Samanan, Fungsi, Upacara Masyarakat Jolosutra
Hikmah Ziarah Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Johan Nes 0811933021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1174

Abstract

Kehidupan ini telah dipengaruhi oleh modernisasi. Mulai dari ujung kota sampai ke ujung desa, kehidupan masyarakat telah berbaur dengan media-media modern. Teknologi dan informasi begitu mudah untuk dipergunakan oleh umat manusia saat sekarang ini melalui: televisi, internet, telepon seluler (Hand phone) dan lain-lain. Hal ini sampai ke desa-desa terutama semenjak listrik telah menjangkau daerah-daerah tersebut. Penulis juga secara pribadi akhirnya merasakan adanya pergeseran makna, bahkan bentuk kehidupan yang penulis jalani dari kecil sampai saat ini, terutama perjalanan perubahan tradisi yang sampai saat sekarang ini masih bisa penulis rasakan perbedaannya. Satu dari sekian banyaknya tradisi dalam masyarakat yang membekas di dalam diri penulis yang notabene beragama islam ialah tradisi ziarah kubur, yaitu suatu kegiatan yang biasanya dilakukan oleh sekelompok orang atau keluarga tertentu yang mengunjungi kuburan untuk membersihkan dan mendoakan saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia atau silaturrahim lintas dua dunia. Penulis masih mengingat peristiwa ziarah kubur ini menjadi tradisi yang sangat penting untuk dilakukan oleh keluarga penulis. Kata kunci : spiritual art, hikmah ziarah, patung
Prestasi Karawitan Lansia Ngudi Laras Di Gantiwarno Klaten Hera Ragil Triastita 0910426012
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Karawitan
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.949

Abstract

Karawitan lansia adalah karawitan yang anggotanya berstatus lansia. Ada banyak klasifikasi lansia, di antaranya berdasarkan usia, kemampuan beraktivitas, dan psikologi perkembangan. Terdapat dua golongan lansia yaitu lansia potensial dan lansia tidak potensial. Karawitan Lansia Ngudi Laras tergolong lansia potensial. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Pembahasan mengenai permasalahan nyata melalui pendekatan tekstual dengan fokus terhadap proses pembelajaran dan prestasi Karawitan Lansia Ngudi Laras di Gantiwarno Klaten. Keberhasilan Karawitan Lansia Ngudi Laras sangat membanggakan dengan berbagai prestasi maupun penghargaan yang telah diraih. Prestasi tersebut didukung berbagai faktor yaitu organisasi yang baik meliputi kepengurusan yang solid, manajemen yang baik, anggota yang aktif dan berbakat; Pelatih yang handal dan banyak pengalaman; Proses pembelajaran yang baik dengan metode akademik; Perhatian Pemerintah dan tokoh masyarakat sebagai penyandang dana serta fasilitator. Kata kunci : Lansia, Karawitan, Ngudi Laras
Perancangan Rebranding Produk Tas Merek Think Dalam Rangka Mengangkat Motif Nusantara Esro Sambi Anggitaningrum 0811743024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1068

Abstract

Dunia fashion, model lama yang boleh dibilang kuno, masih sangat digemari di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Model-model old-fashioned yang sedang –“in” dan kembali menjadi trend setter pada masa kini, inilah yang disebut dengan gaya Vintage. Vintage adalah mode tahun 20-an sampai 60-an. Vintage tampak elegan tetapi lebih simpel dan praktis modelnya. Fashion vintage tak lekang di makan jaman. Hal ini mempengaruhi gaya fashion anak muda saat ini. Baik dalam pakaian, sepatu, aksesoris ataupun tas yang dipergunakannya sehari-hari. Dan kebanyakan barang-barang tersebut diproduksi secara indie ataupun diperoleh dalam keadaan bekas. “Think” adalah brand tas handmade dari Yogyakarta yang memiliki ketertarikan terhadap gaya vintage sekaligus kain-kain motif dari hasil kebudayaan Indonesia yang dituangkannya didalam produk “Think”. Ketatnya persaingan pasar khususnya dalam fashion, memaksa para produsen lokal sekalipun harus menerapkan strategi pemasaran sehingga target penjualan terpenuhi dan untuk memasarkan produk diperlukan perancangan promosi. “Think” merupakan brand tas vintage yang memiliki potensi untuk menjadi trend setter dalam persaingan pasar karena “Think” memiliki karakter pada gaya desain maupun konsep branding yang mengusung style vintage yang dikombinasi dengan etnik Nusantara. Namun “Think” memiliki kendala pada strategi maupun budget promosi yang terbatas. Oleh karena itu penting adanya perencanaan media promosi “Think”. Dimana perencanaan tersebut menggunakan media-media promosi dengan biaya terjangkau namun dapat mengkombinasikan pesan, image, atau karakter produk yang ingin disampaikan kepada target audience secara insight full. Perencanaan ini bertujuan untuk menghasilkan branding “Think” dengan menggunakan perancaangan dan strategi promosi dengan dana seminim mungkin akan tetapi dapan mengkomunikasikan pesan secara insight full kepda pecinta fashion vintage sebagai target audience . Kata kunci : fashion, fashion vintage, bag
Ondeh Marawa Janihari Parsada 1111337011
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1212

Abstract

“Ondeh Marawa” merupakan judul karya tari ini. Ondeh berarti aduh, sedangkan Marawa merupakan nama bendera kebesaran Minangkabau yang dipinjam sebagai judul karya. Jadi, “Ondeh Marawa” berarti aduh Marawa. Kata aduh di sini memiliki banyak pengertian di antaranya: ungkapan rasa kagum terhadap sosok Marawa, bentuk kekesalan terhadap diri sendiri atas keterlambatan menyadari keberadaan Marawa, dan penekanan terhadap kata Marawa yang masih menjadi inspirasi karya hingga saat ini. Karya “Ondeh Marawa” menyampaikan beberapa hal yaitu bentuk visual dan gejolak hati yang dialami terhadap sosok bendera Marawa. Visualisasi bendera Marawa dipresentasikan melalui gerak tubuh dan busana penari. “Ondeh Marawa” juga merupakan bentuk ungkapan rasa terima kasih terhadap ibu pertiwi dan kedua orang tua yang telah melahirkan penata di tanah Minangkabau. Gerak dasar dalam karya tari ini banyak terinspirasi oleh visual bendera saat tertiup angin. Kualitas gerak lembut sebagai penggambaran bendera saat tertiup hembusan angin yang lembut, dan kualitas gerak cepat atau enerjik saat tertiup angin kencang. Motif meliuk, vibrasi serta stakato yang dipadukan dengan beberapa gerak dasar Minangkabau menghasilkan beragam motif gerak baru yang memperkaya garapan ini. Selain itu, gejolak hati atau konflik batin yang dialami penata melengkapi dramatisasi yang dibangun dari awal hingga akhir tarian. Karya tari “Ondeh Marawa” disajikan dalam garap koreografi kelompok besar, 14 penari dan 2 aktor, dengan format live music. Warna busana penari dibuat dalam tiga kelompok yaitu merah, kuning dan hitam sesuai dengan warna asli bendera Marawa. Komposisi tari menjadi semakin menarik karena adanya kompoisisi warna busana para penari. Kata kunci : Marawa, Minangkabau, Koreografi Garap Kelompok 
Dialog Spiritual “Sebuah Perjalanan Bunyi” Komposisi Elektro-Akustik Menggunakan Konsep Musikal Karawitan Jawa Dhani Vicky Rinaldi 1011547013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.972

Abstract

Dialog Spiritual dengan sub tema sebuah perjalanan bunyi merupakan sebuah eksperimen musik dengan menggabungkan dua budaya yang berbeda, dengan cara menggunakan konsep musikal karawitan Jawa yang diaplikasikan pada instrumen diatonis dan menjadi sebuah karya musik elektro-akustik Kata kunci : Dialog Spiritual, Sebuah perjalanan bunyi, karawitan Jawa
Kajian Bahasa Rupa Kartun Komik Benny Rachmadi Dalam Buku Pr Buat Presiden Humrotin 1012073024
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Komunikasi Visual
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1101

Abstract

Berbicara melalui kartun komik telah menjadi salah satu bagian dari interaksi sosial masyarakat. Diperlukan strategi tata bahasa visual untuk mencapai tahap komunikatif. Kartunis Benny Rachmadi telah sukses mencapai tahap tersebut. Menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada juli 2014, Benny kembali merangkum kartun komik yang pernah dibuat untuk dipublikasikan dalam buku berjudul “PR buat Presiden”. Untuk dapat memahami cara bertutur kartun komik karya Benny Rachmadi dalam buku tersebut, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori bahasa rupa. Teori bahasa rupa membagi cara analisis menjadi tiga tahap, yakni isi wimba, cara wimba, tata ungkapan dalam dan tata ungkapan luar. Sampel terpilih mewakili jenis kartun non-monolog non-dialog, kartun monolog, dan kartun dialog. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa isi wimba kartun komik Benny menggunakan perwakilan dari tokoh yang terlibat langsung dengan topik yang dibicarakan. Cara wimba atau cara penggambaran wimba diambil dari sudut paling karakteristik, dibuat dengan garis tebal tipis, komposisi padat, tata letak serta penggabungan visual dan verbal dibuat seimbang. Tata ungkapan dalam kartun komik menggunakan pendekatan gaya dramatisasi dan hiperbolis. Konsep perumpamaan diperoleh dengan cara menghubungkan pikiran utama dengan konteks lain yang relevan. Tata ungkapan luar dekat dengan tata bahasa rupa timur. Kata kunci : Kartun, Benny Rachmadi, bahasa rupa
Imajinasi Alat Televisi Dan Radio Kuno Dalam Lukisan Sang Putu Semarajaya 1012112021
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Murni
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1245

Abstract

Penciptaan karya seni lukis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan dan mengekspresikan pengalaman batin manusia sekaligus untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Dalam mewujudkannya perlu adanya pemikiran, ketajaman perasaan, dan bakat yang dimiliki oleh seniman. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi perwujudan lukisan yaitu faktor latar belakang lingkungan dan pendidikan, yang juga tidak bisa terpisahkan adalah pengaruh perkembangan teknologi seperti televisi dan radio, yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan. Kata kunci : imajinasi, televisi, radio kuno
Ansambel Musik “Art For Children” Di Taman Budaya Yogyakarta Sebagai Media Interaksi Sosial Anak Rizky Nugraheni Saputri 1011461013
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.1004

Abstract

Ansambel musik AFC (Art For Children) merupakan salah satu program bimbingan seni yang diadakan oleh Taman Budaya Yogyakarta. Ansambel musik AFC mempunyai daya tarik yang kuat sehingga banyak anak yang tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk anak-anak dalam mengembangkan ketrampilan bermain musiknya, dan dijadikan sebagai media untuk interaksi sosial dengan orang lain. Interaksi sosial merupakan kebutuhan kodrati yang dilakukan oleh semua orang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang membuat anak-anak sekolah dasar tertarik mengikuti ansambel musik Art For Children serta mengetahui kegiatan ansambel musik Art For Childrensebagai media interaksi sosial anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan adalah anak-anak tertarik mengikuti ansambel musik Art For Children karena suka dengan lagu-lagu yang dimainkan, dapat bermain musik bersama-sama, menambah teman dan dapat tampil diberbagai tempatsertadapat digunakan sebagai media interaksi sosial anakkearah yang lebih baik. Kata kunci : ansambel musik AFC, media, interaksi sosial