cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENGEMBANGAN MATERIAL SEMEN BERBAHAN DASAR INSINERASI LIMBAH RUMAH SAKIT DENGAN TEKNOLOGI HIDROTERMAL Ade Ramos Ferdinand; Agus Tri Prasetyo; Athanasius Priharyoto Bayuseno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu berat (bottom ash) hasil pembakaran incinerator limbah rumah sakit digunakan sebagai material semen, bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dalam pembuatan semen. Abu hasil insinerasi diuji  dengan  XRF  (X-Ray Fluorescence)  dan XRD  (X-Ray Diffraction)  untuk mengetahui kandungan unsur logam dan fasa-fasa yang terbentuk di dalamnya. Hasil XRD menunjukkan fasa  utama  yang terbentuk antara lain Calcite (CaCO3), Quartz (SiO2), Halite (NaCl), Calcium Titanate  (CaTiO3), Gehlenite (Ca2Al2SiO7)  dan Aluminate (Al2O3). Adapun besar  kandungan logam yang  menunjang dalam pembuatan semen berdasarkan hasil XRF adalah Ca  46%, Si 8,21%, Al 1,8%,  dan  S 1,5% sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai material semen. Hasil uji AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) menunjukkan nilai pelepasan unsur Pb dari abu sebesar 2,89 ppm sehingga termasuk aman untuk lingkungan dimana nilai maksimal dari Kementerian Lingkungan  Hidup  adalah 5 ppm.  Pengujian hidrotermal dengan larutan NaOH dan KOH dengan konsentrasi 2M dilakukan untuk mempromosikan terbentuknya fasa  semen  di  dalam abu  untuk menambah nilai kekuatan semen. Abu dan semen dicampur air dengan perbandingan air/pengikat 0,5. Didapat bahwa komposisi semen-abu 90%-10%, 70%-30%, maupun 50%-50% memiliki nilai kekuatan  yang cukup baik. Kata kunci: limbah rumah sakit, abu berat, hidrotermal, bahan semen
EFEK PEMAKAIAN LOW PURITY METHANOL TERHADAP KEPEKATAN ASAP (SMOKE OPACITY) PADA MESIN DIESEL DENGAN SISTEM EGR Ria Bagas; Syaiful Syaiful
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengakibatkan tingginya konsumsi penggunaan bahan bakar yang ketersediannya semakin menipis. Selain itu, salah satu emisi gas buang yang ditimbulkan jenis kendaraan mesin diesel adalah emisi soot. Penelitian ini fokus mempelajari tentang pengaruh campuran low purity methanol terhadap kepekatan asap (smoke opacity) pada mesin diesel Isuzu 4JB1 yang dilengkapi dengan sistem EGR (Exhaust gas recirculation). Bahan bakar yang digunakan adalah campuran solar dan low purity methanol (LPM) yang mempunyai kadar air 24,88% basis volume. Rasio campuran solar-LPM yang digunakan adalah 100/0, 95/5, 90/10 dan 85/15 % pada volume basis. Bukaan EGR divariasikan dari 0 hingga 100%. Eksperimen ini dilakukan pada putaran mesin 2000 rpm. Mesin di beri pembebanan dari 25% sampai 100% dengan interval 25%. Sebuah smokemeter tipe OTC 495 digunakan untuk mengukur kepekatan asap dari gas buang mesin diesel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan methanol pada bahan bakar dapat menurunkan kepekatan asap dari gas buang mesin diesel.Kata kunci: Low Purity Methanol (LPM), EGR (Exhaust gas recirculation), kepekatan asap
ANALISA NUMERIK ALIRAN DUA FASA DALAM VENTURI SCRUBBER Tommy Hendarto; Syaiful Syaiful; MSK. Tony Suryo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian terbaru mengenai efek yang merugikan dari konsentrasi particulate matter (PM) menunjukkan adanya akibat yang signifikan dari penurunan daya tahan tubuh dan kematian manusia sebagai akibat dari paparan PM10 dan atau PM2,5 bila dibandingkan dengan partikel lain yang lebih besar. Diharapkan dengan penanganan PM akan mengurangi dampak kesehatan terhadap manusia. Venturi scrubber merupakan peralatan penangkap PM yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu mampu mengatasi partikel eksplosif dan rawan terbakar dengan resiko kecil, biaya perawatan yang relatif rendah, mudah dalam desain dan pemasangan, efisiensi pengoleksian yang dapat bervariasi, menyediakan pendinginan untuk gas panas dan bisa menetralisir gas korosif. Dalam penelitian ini akan disimulasikan aliran dua fasa di dalam venturi scrubber dengan menggunakan software CFD untuk mengetahui fenomena hidrotermal yang terjadi. Kecepatan dari udara akan divariasikan yaitu dari 2,3 m/s, 2.4 m/s dan 2,5 m/s sedangkan mass flow rate air divariasikan sebesar 1 liter/s, 0,67 liter/s, dan 0,5 liter/s. Dari hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh distribusi tekanan, kecepatan, temperatur dan fraksi mol uap akibat injeksi dari air. Pada venturi scrubber terjadi penurunan temperatur dikarenakan droplet menyerap banyak panas dari gas yang memiliki temperatur tinggi. Sedangkan fraksi mol dari uap juga meningkat disebabkan adanya perubahan fasa dari liquid droplet.Kata kunci: particulate matter, venturi scrubber, CFD
KAJI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN MULTIBLADE TIPE SUDU FLATE PLATE SEBAGAI PENGGERAK MULA POMPA AIR Yusuf Dewantoro Herlambang
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat turbin angin multi blade sumbu horizontal sebagai penggerak mula pompa torak kerja ganda serta menguji dan menganalis karakteristik turbin angin tersebut. Metode pengujian meliputi pengaruh dari turbin angin setelah dikenai angin dari blower dengan variabel uji kecepatan angin (10,2 m/s, 10,4 m/s, 10,5 m/s, 10,7 m/s, 10,9 m/s , 12,5 m/s dan 13 m/s) serta menggunakan sistem transmisi roda gigi lurus dengan perbandingan 1:2 yang langsung digunakan untuk penggerak pompa torak kerja ganda. Spesifikasi turbin angin sebagai berikut: diameter rotor 90 cm, panjang sudu 43 cm, jumlah sudu 9 buah serta bahan sudu terbuat dari plat galvanis. Sedangkan spesifikasi pompa torak kerja ganda adalah diameter silinder dan torak 50,8 mm, panjang langkah torak 17 cm, bahan torak terbuat dari nilon. Hasil pengujian menunjukkan efisiensi sistem tertinggi sebesar 0,61% pada kecepatan angin 10,9 m/s, debit 1,08 m3/jam, putaran poros turbin 40 rpm, putaran poros pompa 26 rpm, daya hidrolik 3,06 Watt dan daya turbin 206,08 Watt, serta efisiensi turbin sebesar 40,83%.Kata Kunci : Turbin Angin, Multi Blade, Pompa Torak Kerja Ganda
PENGARUH TEMPERATUR BAHAN BAKAR BIO-SOLAR DAN SOLAR DEX TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR DIESEL PUTARAN KONSTAN Nugrah Rekto Prabowo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan pasokan BBM terutama bahan bakar bio-solar bersubsidi oleh pemerintah berdampak negatif dalam sektor transportasi maupun industri. Kelangkaan bahan bakar bio-solar tersebut secara tidak langsung berdampak pada krisis ekonomi yang terjadi pada masyarakat. Selain itu isyu lingkungan juga ikut menyertai penggunaan energi minyak bumi yang secara berlebihan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan akibat polusi. Untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar bio-solar bersubsidi, pemerintah menambah pasokan bahan bakar non-subsidi (solar-dex) yang harganya jauh lebih tinggi dari harga bio-solar subsidi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh temperatur yang dilakukan melalui pemanasan bahan bakar bio-solar dan solar-dex terhadap unjuk kerjanya melalui pemanas yang dipasang pada pipa tekanan tinggi sebelum nozel dengan tujuan menurunkan viscositasnya. Penelitian dilakukan pada motor diesel satu silinder putaran konstan dengan pembebanan lampu pijar 600 s.d. 3200 watt dengan interval 200 watt. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa pemanasan yang dilakukan pada bahan bakar bio-solar dan solardex berpengaruh terhadap Daya, Torsi, BMEP maupun Sfc. Pemanasan bio-solar dan solar-dex pada suhu 90ºC menghasilkan unjuk kerja paling optimal pada pemanasan solar-dex dengan prestasi kerja terbesar pada: daya = 4,67 kW, Torsi = 29,73Nm, BMEP = 1058,36 kPa yang dihasilkan pada pembebanan 2600 W ; serta harga Sfc terendah 0.21 Kg/kWh pada pembebanan 1600 W. Dari pemanasan kedua bahan bakar tersebut dihasilkan peningkatan daya rata–rata sebesar 159,56% dan penurunan Sfc rata–rata sebesar 62,62% bila dibandingkan dengan tanpa pemanasan (pada suhu 30ºC). Hal ini memberikan kontribusi terhadap harga solar-dex yang harganya mahal .Kata Kunci : pemanasan, bio-solar, solar-dex, unjuk kerja
REKAYASA BENTUK SUDU TURBIN PELTON UNTUK SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO Bono Bono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya turbin Pelton mempunyai sudu berbentuk mangkuk. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik turbin Pelton dengan sudu berbentuk mangkuk, sudu berbentuk silinder dibelah dua, dan sudu Mitchell yang digunakan sebagai sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH). Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, perancangan, pembuatan, dan pengujian untuk mengetahui karakteristik Turbin. Turbin yang diuji memiliki nosel tunggal, dengan diameter nosel d=20 mm, dengan jumlah sudu Z=13 buah. Parameter yang diukur dalam pengujian adalah debit aliran, tekanan pada nosel, putaran dan torsi poros turbin, serta arus dan tegangan generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudu Mangkok menghasilkan daya mekani) sebesar Pm=415,5 Watt, sedangkan untuk sudu Mitchell daya mekani) yang dihasilkan adalah Pm=367,69 Watt, serta pada sudu Silinder dibelah Dua daya mekanik yang dihasilkan adalah Pm=343,85 watt. Sedangkan untuk efisiensi sistem, nilai tertinggi diperoleh pada sudu mangkuk yaitu 29,08%, sudu Mitchell 27 %, dan sudu silinder dibelah dua, sebesar 26,56 %. Dengan demikian sudu berbentuk Mangkuk lebih efisien digunakan untuk PLMH.Kata Kunci : Mitchell, Pelton, sudu silinder dibelah dua.
STUDI EKSPERIMENTAL ALIRAN CAMPURAN AIR-CRUDE OIL MELEWATI PIPA PENGECILAN MENDADAK HORIZONTAL BERPENAMPANG LINGKARAN Eflita Yohana; Ambangan Siregar; Astrid Ayutasari; Adi Kurnia Muktabar; Fatih Khamdani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada transportasi air-minyak pada industri perpipaan, instalasi perpipaan seperti belokan, pembesaran maupun pengecilan mendadak, dan pemasangan katup menimbulkan kerugian namun tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan visualisasi pola aliran, koefisien rugi, serta penurunan tekanan pada aliran air-crude oil yang melalui penampang pengecilan mendadak dengan rasio diameter 21:16. Fraksi volume minyak dalam penilitian ini divariasikan hingga 10%, dan laju aliran divariasikan dengan bukaan katup ½, 1½, dan 3½ putaran. Visualisasi pola aliran didapatkan dengan alat bantu kamera, sedangkan penurunan tekanan didapat dari beda tekanan antara pipa besar dan pipa kecil yang diukur dengan manometer U. Koefisien rugi didapat dengan menggunakan tiga metode: analisis terhadap profil gradient tekanan, analisis terhadap daerah efektif aliran, dan perhitungan impuls momentum. Pola aliran yang didapat adalah aliran inti tipis yang bergelombang dan tidak seragam sepanjang pipa. Penambahan fraksi volume minyak dalam aliran menyebabkan peningkatan nilai gradien tekanan dan nilai koefisien rugi sepanjang pipa. Hal ini dikarenakan penambahan fraksi volume minyak menyebabkan kenaikan viskositas yang berimbas pada penurunan kecepatan dan juga mempengaruhi tebal lapisan batas pada dinding pipa. Penurunan tekanan berkisar antara 7.000-22.000 Pa. Sedangkan nilai rata-rata koefisien rugi berkisar antara 0,3-0,9. Nilai tertinggi koefisien rugi diperoleh dengan menggunakan metoda analisis daerah aliran efektif.Kata kunci: air-crude oil, pengecilan mendadak, penurunan tekanan, pola aliran
EFEK METHANOL KADAR RENDAH TERHADAP EFISIENSI THERMAL MESIN DIESEL INJEKSI LANGSUNG DENGAN SISTEM HOT EGR MENGGUNAKAN CAMPURAN BAHAN BAKAR BIOSOLAR DAN JATROPHA Yafid Effendi; Syaiful Syaiful
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis mesin kendaraan bermotor yang sangat sesuai untuk transportasi dan kendaraan alat berat adalah mesin diesel, karena efisiensi pembakaran yang tinggi, kehandalan, fleksibilitas bahan bakar, dan rendahnya konsumsi bahan bakar membuat diesel banyak digunakan di beberapa Negara. Bahan bakar diesel merupakan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui karena terbentuknya membutuhkan waktu berjuta-juta tahun lamanya. Campuran metanol dan jatropha digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini mempelajari pengaruh campuran metanol kadar rendah terhadap efisiensi thermal pada mesin diesel Isuzu 4JB1 injeksi langsung dengan sistem Hot EGR (Exhaust Gas Recirculation) menggunakan campuran bahan bakar Diesel EURO II dan jatropha. Metanol yang digunakan mempunyai kadar air 24,88% berbasis volume. Rasio campuran solar, metanol dan jatropha yang digunakan adalah D85M5J10, D80M10J10, D75M15J10. Bukaan EGR divariasikan dari 0 sampai 100%. Pengujian dilakukan pada putaran konstan 2000 rpm dan diberi beban dari 25%, 50%,75% dan 100%. Sebuah dynamometer merk dynamite Land & Sea digunakan untuk mengukur daya mesin yang digunakan untuk menghitung efisiensi thermal. Hasil eksperimen menunjukkan Pada variasi EGR terhadap beban untuk bahan bakar D100, D85M5J10, D80M10J10 dan D75M15J10 untuk beban 100%, Nilai brake thermal efficiency menurun sebesar 3,98% EGR 100%, 9,63 EGR 75%, 11,53% EGR 100% dan Penurunan tertinggi terjadi pada D75M15J10 sebesar 13,84 pada EGR 100%. Sedangkan Pada variasi bahan bakar terhadap beban untuk campuran bahan bakar D85M5J10, D80M10J10 dan D75M15J10, nilai brake thermal efficiency meningkat dibandingkan bahan bakar D100 dikarenakan tingginya konsentrasi O2 pada metanol. Pada EGR 0% meningkat 13,83 D80M10J10, EGR 25% 17,68% D75M15J10, EGR 50% 11,72% D80M10J10, EGR 75% 11,8% D80M10J10 dan EGR 100% 6,44% D85M5J10 dan kenaikan tertinggi terjadi pada EGR 25% sebesar 17,68% D75M15J10.Kata kunci: Efisiensi thermal, EGR, metanol, jatropha
MODEL POMPA AIR DENGAN TENAGA ANGIN UNTUK PEMANFAATAN IRIGASI SAWAH Benny Syahputra
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa Setro di Desa Gedangan Kabupaten Rembang memiliki luas ± 10 ha dengan kedalaman air ± 6 meter. Air rawa ini memiliki cadangan air berlimpah baik pada musim kemarau maupun pada musim hujan. Pemanfaatan air rawa untuk irigasi selama ini dengan menggunakan pompa diesel, sehingga biaya operasional dan maintenance semakin mahal. Hasil penelitian Balai Lingkungan Penelitian Pertanian (2010) mengatakan bahwa kecepatan angin di lokasi rawa setro mencapai 9,2 meter/detik. Data tersebut sangat memungkinkan untuk menggunakan pompa air tenaga angin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara variabel bebas (berupa kecepatan angin dan kecepatan putaran kincir dari variasi diameter sudu) dengan variabel terikat berupa besarnya debit air dari pompa yang dibuat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perpaduan antara perancangan dan eksperimental. Pada pengujian eksperimental dicari hubungan antara variabel bebas (berupa kecepatan angin dan kecepatan putaran kincir dari variasi diameter sudu) dengan variabel terikat berupa besarnya debit air dari pompa yang dibuat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pompa menghasilkan debit air terbesar 0,07 ltr/s pada diameter sudu kincir 1 meter. Pompa mulai berfungsi dengan kecepatan angin minimal 2,5 m/s. Hasil uji anova menunjukkan bahwa rata-rata debit air yang dipengaruhi diameter sudu dan kecepatan angin adalah berbeda. Nilai R Adjusted sebesar 0,772 berarti variabilitas debit air yang dapat dipengaruhi oleh variabel diameter sudu dan kecepatan angin sebesar 77,2%.Kata kunci : pompa air, tenaga angin, irigasi
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN PEMASOK GALON DENGAN MENGGUNAKANMETODE FUZZY AHP (STUDI KASUS DI PT. BYN SAMARINDA) Fachriah Fachriah H P; Fatkhul Hani R; Dutho Suh Utomo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. BYN  merupakan  perusahaan yang  memproduksi air minum dalam kemasan yang kemasan  galonnya didapatkan dari pemasok. Untuk memilih pemasok yang sesuai maka terdapat faktor subyektif dan obyektif yang harus dipertimbangkan dalam  pemilihan  Pengambilan keputusan dalam pemilihan pemasok galon  pada penelitian menggunakan metode fuzzy AHP. AHP digunakan karena perbandingan berpasangannya  sedangkan fuzzy karena adanya ketidaktegasan dalam penilaian baik kriteria maupun alternatif. Dari hasil penelitian ini didapatkan urutan kriteria yang digunakan pada pengambilan keputusan dari yang terpenting adalah  harga,kualitas,pembayaran,waktu dan pelayanan. Sedangkan dari hasil pemilihan didapatkan urutan pemasok dari yang terbaik adalah pemasok 1, pemasok 2 dan pemasok 3 Kata kunci:, Fuzzy AHP, Keputusan , Pemasok, Pemilihan

Page 33 of 140 | Total Record : 1394