cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
ANALISA KERUGIAN KALOR SERTA SISA UMUR OPERASI KERUSAKAN ISOLASI PIPA UAP INDUSTRI PROSES Hariyotejo Pujowidodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pemeriksaan lokasi terjadinya korosi permukaan pipa di bawah isolasi (CUI, Corrosion Under Insulation) pada jalur distribusi uap pada sebuah industry proses. Hasil tersebut digunakan sebagai acuan untuk tindakan perawatan untuk mendukung kelancaran proses (reliability). Pemeriksaan menggunakan teknik monitoring termal kamera Termografi Inframerah, sehingga didapatkan hasil berupa peta distribusi panas dan temperature dalam bentuk gambar termal (Thermogram/Thermal Imaging). Lokasi terjadinya kerusakan korosi ditunjukkan oleh kenaikan temperature signifikan relative terhadap normal operasi. Guna memperkuat estimasi diberikan analisa perhitungan kerusakan isolasi yang diakibatkan oleh perubahan dimensi/properties fisik dan termal yang mengakibatkan terjadinya kehilangan kalor (heat loss)  dan berkurangnya umur operasi. Sehingga dapat menjadi langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan atau gangguan pada system proses. Kata kunci: korosi bawah insulasi, kehandalan, Thermogram, dimensi/properties kehilangan kalor
KARAKTERISASI KOMPOSIT DARI SERBUK GERGAJI KAYU ( SAWDUST ) DENGAN PROSES HOTPRESS SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat pesat. Perlu adanya dukungan penerapan teknologi tepat guna yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas, dimana efisiensi bahan baku dan biaya dapat diturunkan. Penggunana mesin dan otomatisasi merupakan kebutuhan utama saat ini untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Salah satu mesin yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk papan partikel dari serbuk kayu adalah mesin hotpress dengan sistem penggerak hidrolis dan elemen pengering pada cetakan.  Metode penelitian dilakukan dengan menganalisa produk papan partikel yang dihasilkan dari  pengepresan pada mesin hotpress. Adapun jenis komposit papan partikel yang dihasilkan menggunakan serbuk kayu jati  ( Tectona grandis  ), serbuk kayu randu  ( Ceiba pentandra  ), dengan matrik pengikat partikel menggunakan tapioka + urea dan resin epoksi PVAC. Variabel  yang diuji adalah kerapatan/density papan partikel dan porositas, sifat mekanis/bending dan impak dengan kombinasi campuran antara 70% : 30% dan 60% : 40%. Hasil pengujian komposit serbuk kayu yang telah dipress dengan mesin hotpress menunjukkan bahwa partikel kayu jati menunjukkan nilai densitas 0,48 gr/cm3 termasuk jenis papan partikel dengan kerapatan sedang ( Medium Density particleboard ).  Sedangkan kerapatan papan partikel kayu randu 0,39 g/cm3 termasuk kerapatan rendah ( Low Density particleboard ).  Sifat mekanis bending meliputi nilai Modulus of Rupture ( MOR ) dan Modulus of Elastisitas (MOE) lebih tinggi dibandingkan dengan partikel kayu randu. Pemilihan matrik juga sangat berpengaruh, dimana resin epoksi PVAC mampu meningkatkan sifat mekanis bending dan impak komposit papan partikel lebih tinggi dibandingkan dengan matrik tapioka + urea pada komposisi campuran 60 % : 40%.   Terdapat kenaikan nilai MOR sebesar 72,98% dan nilai MOE sebesar 93,92%  pada komposit papan partikel kayu jati dengan matrik  resin epoksi PVAC.  Kata kunci :  Bending, Densitas, Hotpress, Impak, Sawdust
ANALISA PENINGKATAN SIFAT MEKANIK MATERIAL RING PISTON TOP KOMPRESI YAMAHA JUPITER Z DENGAN PROSES HEAT TREATMENT Herawan Eva Krisdianto; Solechan Solechan; Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat dua produk suku cadang ring piston di pasaran,  yaitu ring piston produk keluaran pabrikan resmi  (genuine parts)  dan ring piston barang kualitas menyerupai barang pabrik resmi disebut  kualitas 1 disingkat KW 1. Tetapi dari segi kwalitas KW 1 jauh dari kwalitas piston original. Maka pada penelitian ini, ingin meningkatkan kwalitas KW 1 menyamai piston original dengan proses heat treatment atau perlakuan panas.  Tahap awal penelitian  untuk  mengetahui  karakteristik material ring piston berdasarkan.  kekerasan, strukturmikro dan komposisi kimia  ring piston top kompresi Yamaha Jupiter Z.  Tahap kedua  pengaruh  heat treatment  pada ring piston top kompresi KW 1 untuk meningkatkan sifat mekanik. Metode penelitian yaitu komparasi sifat mekanik beberapa ring piston top kompresi Yamaha Jupiter  Z  yang nantinya akan dianalisa. Adapun variabel bebas yang digunakan dari ring piston Yamaha Jupiter genuine part, KW 1 merk Indopart dan sudah mengalami perlakuan panas, suhu austenisasi 900 °C waktu penahanan 2 jam, media quenching oli SAE 75-90, austempering di dalam tungku suhu 400 °C waktu penahanan divariasikan 1,5,  3 dan 4,5 jam. Sedangkan variabel bebas pengujian  yaitu komposisi kimia, kekerasan dan struktur mikro. Hasil pengujian komposisi kimia terjadi perbedaan yang signifikan antara ring piston Yamaha Jupiter  Z genuine part, KW 1 merk Indopart dan penahanan 1,5,  3 dan 4,5 jam khususnya unsur besi (Fe) dan karbon (C). Ini berpengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan tarik yang semakin tinggi, tetapi keuletan dan ketangguhan semakin rendah. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bentuk grafit dari beberapa material memiliki perbedaan, baik dalam bentuk maupun ukuran grafit. Ring piston Kw 1, dengan penahanan waktu 4,5 jam kekerasannya meningkat 36,66 %  dibanding dengan ring piston tanpa heat treatment, dan  masih dibawah nilai kekerasan ring piston genuine part.  Kata kunci : ring piston  Jupiter Z, heat treatment, sifat mekanik.
PENINGKATAN KUALITAS MATA PISAU BAJA MESIN CRUSHER PLASTIK DENGAN PROSES HEAT TREATMENT MELALUI BAJA FASA GANDA Faishol Muhammad; Samsudi Raharjo; Solechan Solechan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir ini, penggunaan cutting tool atau pisau potong mengalami peningkatan di berbagai Negara. Pada bulan Juni 2012, AS manufaktur teknologi melakuakan pemesanan  cutting tool sebesar    $418.507.  Menurut  AMT  –Asosiasi  Untuk  Teknologi Manufaktur  total  dilaporkan oleh  perusahaan yang berpartisipasi dalam  program USMTO, naik 4,7%  atau sebesar  $18.834  dari Mei    dan  naik    2,47%  atau sebsesar $10.097  bila dibandingkan dengan total dari $408.410 yang dilaporkan untuk Juni 2011. Dengan total year to date  dari  $2.427.620,  2012 adalah  naik  8,3%  dibandingkan  dengan 2011  yang hanya $2.241.030.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk  mendapatkan metode peningkatan kekerasan pada baja karbon tinggi yang merupakan salah satu bahan dari cutting tool untuk bahan pisau dari mesin cruser plastik melalui baja fasa ganda dengan parameter utama temperatur pemanasan dan waktu penahanan yang tepat. Baja fasa ganda merupakan hasil proses laku panas pada temperatur pemanasan daerah campuran antara ferrit dan austenit yang didinginkan dengan laju pendinginan di atas laju pendinginan kritisnya, dengan tujuan merubah sifat mekanik bahan. Metodologi  penelitian yang digunakan dengan eksperimen skala laboratorium, maka pada langkah proses pembuatan baja fasa ganda dibuat spesimen untuk temperatur pemanasan 725°C dengan variasi waktu penahan 10 , 20, dan 30 menit.  Selanjutnya setiap spesimen ditemper pada temperatur 200°C waktu penahanan 20 menit untuk mengurangi tegangan dalam dan menaikkan keuletannya Hasil  penelitian ini menunjukkan  peningkatan  kekerasan disertai peningkatan tegangan tarik,  tegangan tarik  meningkat  sebesar  20%  (dari  106.1 Kg/mm2 sampai 131.0  (Kg/mm2) dan kekerasan 23,44% (dari 307.77 HV menjadi 379.94 HV), dengan proses  treatment di pemanasan 725oC suhu dengan waktu selama 20 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan  sifat mekanik baja karbon tinggi. Kata Kunci : cutting tool, pisau, crusher plastik, baja karbon tinggi, baja fasa ganda.
STUDI PENGARUH NORMALISING TERHADAP KARAKTERISTIK DAN SIFAT MEKANIK SAMBUNGAN LAS SMAW PADA PLAT JIS SM 41B MENGGUNAKAN ELEKTRODA E 7016 DAN E 6013 Muhammad Romdhon; Solechan Solechan; Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan adalah proses penyambungan logam menggunakan energi panas.  Akibatnya sambungan las mengalami siklus termal cepat sehingga terjadi perubahan metalurgi, deformasi dan tegangan sisa. Hal ini erat kaitannya dengan ketangguhan, cacat las, retak dan sebagainya yang  berpengaruh  fatal terhadap keamanan konstruksi las. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pola struktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik sambungan las sebelum dan sesudah proses normalising untuk di analisa dan dibandingkan. Sehingga dapat diketahui pengaruh normalising terhadap karakteristik dan sifat mekanik daerah  pengelasan  dan holding time normalising yang efektif. Metodologi yang dipakai adalah uji laboratorium terhadap sambungan las Shield Metal Arc Welding (SMAW) baja karbon rendah plat JIS SM 41B tebal 10 mm dengan elektroda E 6013 dan E 7016. Pengelasan menggunakan variasi arus 85, 95 dan 100 A. Temperatur normalising 9250C dengan holding time 30, 60 dan 90 menit. Hasil penelitian struktur mikro sambungan las menjadi homogen dan berbutir kecil setelah normalising. Paling homogen pada arus 95 A holding time 60 menit.  Struktur mikro HAZ sebelum normalising didominasi Widmanstaten Ferit berbentuk columnar dendrit rawan pada rambatan retak. Setelah normalising struktur didominasi Ferit dan Perlit dan beberapa Grand Boundary Ferit. Kekerasan dan kekuatan tarik sambungan las menurun. Terbesar pada logam las 100 A holding time 90 menit mencapai 11,72% dan 10 %. Daerah HAZ harga kekerasan rata – rata tertinggi 161,2 HVN pada Arus 95 A holding time 30 menit. Sedangkan harga kekerasan rata - rata terendah daerah HAZ 149,9 HVN pada arus 100 A holding time 90 menit. Kata kunci : SMAW, baja karbon rendah, normalising, arus, holding time.
DESAIN INSTALASI PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN DALAM RANGKA MINIMALISASI EMISI GAS RUMAH KACA DARI LAHAN BASAH Abdul Hadi; Abdul Gafur; Udiantoro Udiantoro; Mukhlis Mukhlis
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan basah di Indonesia mencapai 32 juta ha dan ditengarai sebagai sumber emisi gas rumah kaca (GRK) berupa CH4, N2O dan CO2 sehingga perlu usaha-usama minimalisasi emisi gas-gas tersebut ke atmosfir.  Limbah pertanian lahan basah merupakan sumber emisi GRK yang dihasilkan ketika limbah tersebut dibakar dalam rangka pengendalian hama penyakit, produksi abu untuk pemupukan, atau mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme pada lahan.  Salah satu teknik yang dipraktekkan oleh industri untuk membakar limbah adalah dengan pirolisis, yaitu membakar pada instalasi dimana suplai oksigen bisa dikurangi sehingga dapat meminimalisasi emisi GRK sambil menghasilkan biochar.  Harga instalasi pirolisis yang tersedia dapat mencapai 50 milyar rupiah, sehingga tidak terjangkau oleh penggilingan padi, koperasi maupun petani secara individu.  Penelitian ini bertujuan mendesain instalasi pirolisis rendah emisi GRK dengan biaya terjangkau oleh pengusaha penggilingan padi dan/atau koperasi (> Rp 5 juta).  Desain yang diuraikan meliputi instalasi ceret, drum tunggal dan drum ganda dengan kelebihan, kekurangannya serta prospek pengembangannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi dengan ceret dapat menghasilkan biochar (1) biaya murah, (2) rendemen rendah,  (3) kapasitas kecil (>500 gr), sedangkan instalasi wajan dan drum tunggal (1) rendement tinggi, (2) biaya murah, (3) asap cair tidak dapat ditampung.  Desain instalasi dengan kombinasi drum-wajan mempunyai (1) rendement tinggi, (2) kapasitas memadai, (3) asap 100% bisa ditampung sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Hasil pengujian biochar terhadap lahan basah menunjukkan bahwa aplikasi biochar mampu meningkatkan populasi mikroorganisme tanah dengan tanpa peningkatan signifikan pada emisi GRK. Kata Kunci: biochar, gas rumah kaca (GRK), kombinasi drum-wajan, sekam padi, tanah lahan basah
DISINFEKSI BAKTERI ESCHERICHIA COLI MENGGUNAKAN PROSES KAVITASI HIDRODINAMIKA WATER-JET DENGAN KOMBINASI KARBON AKTIF DAN ZEOLIT Dina Isholawati; Eva Fathul Karamah; Zaenal Abidin Zufri; Alif Nuzulul Hidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon aktif dan zeolit sangat banyak kegunaanya terutama dalam hal adsorbsi. Selain kemampuan mengadsorb bahan organik, adsorben ini juga dapat berfungsi sebagai desinfektan. Metode disinfeksi bakteri Escherichia Coli alternative yang potensial salah satunya dengan kavitasi. Kavitasi merupakan fenomena terjadinya pembentukan, pertumbuhan dan hancurnya gelembung mikro dalam cairan. Untuk mengoptimalkan penelitian ini digunakan adsorben karbon aktif dan zeolit dengan variasi  dosis  adsorben. Laju alir disinfeksi9 liter/menitmenunjukkan hasil yang terbaik untuk disinfeksi bakteri Escherichia Coli. Dosis adsorben terbaik yaitu pada dosis 2 gram/liter baik menggunakan karbon aktif maupun zeolit aktif. Penggunaan adsorben tidak membutuhkan biaya yang mahal dan ramah lingkungan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Hasil penelitian ini menunjukkan laju disinfeksi menggunakan karbon aktif hasilnya lebih bagus dari pada zeolit aktif.Adsorben dianalisis menggunakan karakterisasi Brunauer-Emmett-Teller (BET) Autosorb sebelum dan setelah disinfeksi, hasil presentase mengecilnya luas permukaan karbon aktif dan zeolit aktif adalah 28 % dan 18%. Kata kunci:Disinfeksi, Escherichia Coli, karbon aktif, kavitasi, zeolit aktif.
PENGARUH JENIS AMPAS ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN METODE HIDROLISIS TERHADAP KOMPONEN PANGAN FUNGSIONAL Eveline Eveline; Antonius Herry Cahyana; Juanita Rahmawati Widjojo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan dan serat pangan merupakan jenis komponen pangan fungsional yang berperan penting bagi kesehatan manusia. Pada industri pangan, Rosella menjadi salah satu bahan baku pangan fungsional oleh karena tingginya kandungan antosianin dan serat pangan. Namun, proses pengolahan menghasilkan ampas yang bermasalah bagi lingkungan, padahal ampas Rosella masih mengandung serat pangan dan komponen antioksidan. Tingkat kelarutan ampas Rosella yang rendah menyebabkan diperlukannya metode hidrolisis untuk meningkatkan nilai tambah ampas Rosella dan sekaligus menjadi solusi masalah limbah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis ampas Rosella (merah dan ungu) dan metode hidrolisis (HCl dan enzim selulase) terhadap komponen pangan fungsional (antioksidan dan serat pangan). Kedua jenis ampas Rosella masing-masing dihidrolisis melalui metode berbeda dengan perlakuan tanpa hidrolisis sebagai kontrol. Ampas Rosella (terutama Rosella ungu) tanpa perlakuan hidrolisis berpotensi sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung serat pangan larut air (2,87%), serat pangan tidak larut air (0.76%), antosianin (29,64%), dan senyawa fenolik (60,44%). Hidrolisis dengan selulase memberikan hasil lebih optimal dibandingkan hidrolisis dengan asam; yakni meningkatkan total serat pangan (29%), komponen larut air (3,11%), dan komponen larut etanol (2,13%); namun menurunkan aktivitas antioksidan ampas Rosella ungu. Peningkatan serat pangan tidak signifikan karena kondisi hidrolisis kurang optimal. Kata kunci: antioksidan, hidrolisis, Rosella, serat_pangan
STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TOMAT (Lycopersicon esculentum) KONVENSIONAL DAN ORGANIK SELAMA PENYIMPANAN Eveline Eveline; Tagor Marsillam Siregar; Sanny Sanny
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum) adalah buah yang banyak mengandung senyawa antioksidan (fenolik, flavonoid, vitamin C, dan likopen). Pada produk holtikultura, metode penanaman (konvensional dan organik) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan selain faktor masa simpan (0, 3, 6, 9, 12, dan 15 hari). Penelitian ini dirancang untuk mempelajari aktivitas antioksidan dan pengaruh masa simpan terhadap aktivitas antioksidan tomat konvensional dan tomat organik. Awal penelitian dilakukan penentuan pelarut ekstraksi terbaik (etanol dan aseton, 80%). Aseton 80% merupakan pelarut terpilih untuk mengekstrak komponen antioksidan tomat (rendemen 3,39%; IC50 1405,85 mg/100 g buah; total fenolik 11,53 mg GAE/100 g buah; flavonoid 1,81 mg QE/100 g buah; dan vitamin C 8,37 mg asam askorbat/100 g buah). Kandungan fenolik (masa simpan 3 hari) dan likopen didapati lebih tinggi pada tomat organik, sedangkan vitamin C lebih tinggi pada tomat konvensional (masa simpan 9 dan 15 hari). Aktivitas antioksidan tomat menurun pada penyimpanan hari ke-3, naik pada hari ke-6, kemudian kembali turun pada hari ke-9. Total fenolik tomat organik menurun pada hari ke-6, sedangkan tomat konvensional cenderung stabil selama penyimpanan. Kandungan flavonoid tomat menurun sejak penyimpanan hari ke-12. Vitamin C cenderung stabil selama penyimpanan (terutama tomat konvensional). Likopen meningkat selama 9 hari penyimpanan, setelah itu menurun. Kata kunci: antioksidan, konvensional, organik, penyimpanan, tomat
TEKNIK IMOBILISASI ENZIM SECARA ENTRAPMENT DALAM SINTESIS METIL ESTER BERBAHAN MINYAK JELANTAH Aji Bayu Kurniawan; Nurul Laeli; Asti Putri Puspitasari; Isti Pudjihastuti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan komsumsi energi dunia tentu akan membuat cadangan minyak semakin menipis belakangan ini sehingga wacana renewable energi kian di eksplorasi oleh berbagai pihak, salah satu yang mulai digencarkan adalah biodiesel Namun selama ini, pembuatan biodiesel yang dilakukan secara transesterifikasi dengan reaktan methanol dan katalis basa memiliki banyak kelemahan yaitu terjadinya reaksi penyabunan dan sulit dipisahkan karena katalisnya homogen sehingga saat ini dikembangkanlah enzim sebagai katalis yang memiliki keunggulan dimana memiliki aktivitas spesifik dan mudah dipisahkan karena katalisnya heterogen. Mengingat harga yang mahal maka dilakukanlah imobilisasi dalam matrik agar enzim dapat dipakai berulang dan menghemat biaya dalam sistem kontinyu. Penelitian dimulai dengan mengaktivasi zeolit sebagai matriks support, dilanjutkan dengan imobilisasi enzim dalam zeolit untuk selanjutnya proses sintesa biodiesel pada suhu 37 ºC selama 50 jam 150 rpm dengan rektan metil asetat. Setelah biodiesel dihasilkan maka dilakukan uji analisa secara kuantitatif dengan HPLC dan kualitatif serta uji performa.Hasil menunjukkan bahwa perbandingan minyak jelantah : metil asetat sebesar 1:12 dengan kompossisi enzim 3% akan menghasilkan biodiesel dengan konsentrasi 4,35 mol/t. Kata kunci: Biodiesel, Imobilisasi enzim, Metil Asetat, Minyak jelantah.

Page 35 of 140 | Total Record : 1394