cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA ALIRAN LAMINER PADA TEMPERATUR 250 C HINGGA 400 C DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT Muhammad Usamah; A.P. Bayuseno; S. Muryanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena  adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan  ion pembentuk kerak  yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air.  Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu  jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak  kalsium karbonat  dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan  temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat ditambahkan ke dalam larutan sebagai  aditif  dengan konsentrasi 0,  3, dan 5  ppm. Pengkristalan dan selanjutnya pembentukan kerak dalam pipa dengan berubahnya konduktifitas larutan, yaitu konduktifitas makin rendah. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, selanjutnya analisa XRD digunakan untuk membuktikan bahwa kerak yang dihasilkan dalam penelitian ini benar kerak kalsium karbonat. Dengan adanya penambahan aditif asam malat dari 3 ppm dan 5  ppm,  bahwa  kerak yang terbentuk makin sedikit.  Aditif  asam malat    juga  diprediksi mempengaruhi morfologi kristal dan ukurannya.    Keywords: : CaCO3, temperatur, asam malat,  kerak.
PENGARUH PERLAKUAN ANIL TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN LAS PIPA BAJA Z 2201 Heru Danarbroto; A.P. Bayu Seno; Gunawan Dwi Haryadi; Seon Jin Kim
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Las  listrik frekuensi tinggi  (high frequency welding) merupakan salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan untuk mengelas pipa baja karbon rendah. Luasnya pemakaian las  ini disebabkan karena  pengelasan  dilakukan  secara    otomatis serta memiliki kehandalan yang cukup tinggi. Ketangguhan dan ketahanan fatik las dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya masukan panas, fluks, kecepatan las  dan laju pendinginan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kekuatan    las dengan proses anil berbagai variasi temperatur 4000 C, 5000 C, 6000 C, 7000 C, dan 8000C  dan  waktu tahan  60 menit dari proses anil pada pipa baja JIS Z 2201 dengan  diameter =25,9mm,  tebal=  1,9 mm.  Eksperimen dilakukan dengan menggunakan struktur mikro dan nilai kekerasan (miro vickers). Pengujian didapatkan dari hasil pelebaran ukuran dark band efek dari variasi temperatur (post weld heat treatment) pada batas sambungan baja karbon (base metal dan weld metal), serta terjadinya pengkasaran butir pada daerah HAZ pada baja karbon yang berstruktur full ferit. Nilai kekerasan daerah dark band ini lebih tinggi dibanding daerah lainnya, dan menurunnya nilai kekerasan pada daerah HAZ, sehingga akan menimbulkan kegagalan jika pipa ini semakin lama dipakai pada aplikasi ini. Kata Kunci    : Kekerasan, proses anil, sifat mekanis, dan struktur mikro
RANCANG BANGUN PEMANAS INDUKSI BERKAPASITAS 600 W UNTUK PROSES PERLAKUAN PANAS DAN PERLAKUKAN PERMUKAAN Wahyu Purwo Raharjo; Bambang Kusharjanta
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perlakuan panas adalah upaya meningkatkan kekuatan dan kekerasan baja dengan cara memanaskan baja sampai temperatur austenit diikuti quench sehingga timbul fasa martensit. Perlakuan permukaan hampir sama prinsipnya namun hanya dilakukan pada bagian permukaan material. Tujuannya adalah untuk mendapatkan komponen dengan permukaan yang keras namun bagian dalamnya masih tetap ulet. Metode perlakuan panas dan perlakuan permukaan yang praktis dapat dilakukan menggunakan pemanas induksi. Pemanas induksi listrik menggunakan prinsip pemanasan akibat arus eddy yang ditimbulkan oleh fluks magnetik yang berasal dari kumparan yang dialiri arus listrik bolak-balik. Perancangan dan pembuatan pemanas induksi berdaya 600 W ini dilakukan dengan merangkaikan komponen-komponen utama yang terdiri atas transformator, dioda, dioda Schottky, transistor Mosfet, resistor, kapasitor dan induktor. Pemanas induksi ini selanjutnya diuji coba untuk melakukan proses perlakuan  permukaan  pada spesimen baja AISI 1040. Temperatur pada spesimen diukur menggunakan termometer inframerah. Waktu perlakuan divariasikan 1, 2, 3, 4 dan 5 menit, kemudian spesimen di-quench menggunakan media pendingin air. Selanjutnya dilakukan preparasi permukaan mengacu pada standar ASTM E3. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan mesin uji micro Vickers berdasarkan standar ASTM E384. Hasilnya menunjukkan bahwa temperatur maksimum pada permukaan spesimen yang dipanaskan mencapai 7430C. Sementara itu  kekerasan maksimum spesimen adalah 372 VHN untuk pemanasan selama 5 menit.  Pengerasan efektif yang diperoleh berjarak 1,5 mm dari permukaan spesimen. Kata kunci: kekerasan, martensit, pemanas induksi, perlakuan panas, perlakuan permukaan
ANALISA PENGARUH JARAK DAN KEDALAMAN TERHADAP NILAI TAHANAN PEMBUMIAN DENGAN 2 ELEKTRODA BATANG Wahyono Wahyono; Budhi Prasetiyo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukan sistem pentanahan adalah untuk mendapatkan nilai tahanan pembumian yang kecil akan dilakukan penelitian pengaruh jarak dan kedalaman antar 2 elektroda batang yang diparalel terhadap nilai tahanan pembumian. Untuk bahan perbandingan pengukuran dilakukan dengan menggunakan 1 elektroda batang dan dilakukan pada 2 tempat yang berbeda yaitu tanah rawa dan tanah liat. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan 1 elektroda batang dengan variasi kedalaman sedangkan pada 2 elektroda batang yang  diparalel dengan variasi kedalaman dan variasi jarak penanaman.Hasil  menunjukan  penambahan kedalaman elektroda menurunkan nilai tahanan pembumian dengan prosentase penurunan pada tanah rawa untuk 1 elektroda batang 86 % sedangkan pada 2 elektroda batang 79,18 %. Untuk penambahan jumlah elektroda batang menurunkan nilai tahanan pembumian secara signifikan penambahan jarak  taman antar elektroda   penurun nilai tahanan pembumian  kecil dengan prosentase penurunan 6,75 %. Kata Kunci : Tahanan pembumian, penambahan jarak dan kedalaman penanaman
PENGARUH VARIASI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN SIFAT MEKANIS KOPLING GESEK SEPEDA MOTOR DENGAN BAHAN DASAR FIBERGLASS, SERBUK ALUMUNIUM, SERBUK TEMBAGA DAN RESIN PHENOLIC Pramuko Ilmu Purboputro; Rahmat Kusuma
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan  fraksi berat serbuk alumunium, serbuk tembaga, fiberglass  dengan  resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP ). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk alumunium, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic. Pembuatan dilakukan dengan   proses kompaksi, dengan gaya sebesar 4  ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan) dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serbuk alumunium, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.  Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan dengan fraksi berat serbuk alumunium sebesar 40 %, serbuk tembaga sebesar 20 %, fiberglass 20 % dan resin phenolic 20% didapat harga kekerasan 4,098 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,14 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,19 mm/jm. Sehingga mendekati harga kampas kopling SGP dengan harga kekerasan 3,974 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,15 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,20 mm/jm. Kata kunci :  kampas kopling, serbuk alumunium, serbuk tembaga,  fiberglass,resin phenol, kekerasan, keausan.
ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Mas’ad Mas’ad; Muh. Amin; Solechan Solechan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Jaman sekarang produk sepeda motor berkembang pesat. Data Kepolisian tahun 2011 jumlah sepeda motor di Indonesia berjumlah 68,839,341 buah. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring kebutuhan transportasi masyarakat. Salah satu suku cadang kendaran sering dilakukan penggantian adalah Sproket gear. Ada dua  jenis produk sproket di pasaran, yaitu produk asli keluaran pabrikan  (genuine part) dan kualitas  1 (imitasi). Produk imitasi memiliki sifat mekanik sangat rendah sehingga mudah aus dan patah. Maka pada penelitian ini, ingin meningkatkan produk imitasi mendekati atau menyamai produk asli dengan proses pack carburizing.  Tujuan penelitian untuk menganalisa peningkatan sifat mekanik material sproket gear suzuki imitasi, setelah dilakukan proses  carburizing. Adapun variabel bebas yang digunakan  sproket gear suzuki genuine part, dan sproket gear suzuki   imitasi dan sudah mengalami perlakuan panas, media quenching oli mesin SAE 40, dengan variasi temperatur (850-950⁰C) dengan penahanan waktu 7 jam. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian komposisi kimia, kekerasan dan struktur mikro. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sproket gear suzuki imitasi. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Sifat mekanik material sproket gear suzuki imitasi, dengan proses carburizing peningkatan nilai kekerasan optimum pada suhu autenisasi dengan temperatur 950⁰C, kekerasannya meningkat  49,21% dibanding dengan sproket gear suzuki imitasi tanpa carburizing, dan lebih tinggi 7,64% diatas nilai kekerasan sproket gear suzuki  genuine part.. Kata kunci :  Arang Mlanding, Pack Carburizing, Sproket, Suzuki, imitasi.
PENINGKATAN KEKERASAN SHAFT PADA GEAR PUMP LOKAL DENGAN PROSES HEAT TREATMENT Minardi Minardi; Muh. Amin; Solechan Solechan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan shaft  gear pump lokal yang berkualitas di PT Asia Pasific Fibers Semarang menjadi kendala, sehingga masih mengandal import dari negara Amerika Serikat dan Jerman. Pengadaan shaft gear pump import indent antara 3-6 bulan,waktu pengiriman lama dan harga shaft import 216USD/pcs lebih mahal dibanding lokal Rp.125.000-250.000/pcs menyebabkan biaya perawatan mesin dan produksi menjadi besar. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan metode peningkatan sifat mekanis pada shaft gear pump lokal melalui Heat treatment dengan parameter utama temperatur pemanasan dan waktu penahanan yang tepat. Methodologi penelitian yang digunakan dengan eksperimen skala laboratorium, maka pada langkah proses heat treatment dengan temperatur pemanasan 1000°C dengan waktu penahan 2 jam selanjutnya di dinginkan dengan gramus kemudian distempering dengan temparatur 700°C variasi waktu penahan 2 , 4, dan 6 jam, untuk mengurangi tegangan dalam,  menaikkan keuletannya dan meningkatkan kekerasannya.  Hasil penelitian ini menunjukkan, secara umum kekerasan dan tegangan tarik meningkat, dengan heat treatment meningkatkan tegangan tarik sebesar 42.8% (dari 62.1 Kg/mm2 menjadi 90.5 Kg/mm2) dan meningkatkan kekerasan 45.52% (dari 180.14 HVN menjadi 262.14 HVN), dengan proses  tempering dengan temperatur 700oC dengan  waktu selama  6 jam.  Hasil ini menunjukkan bahwa  metode ini  dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan sifat mekanik shaft gear pump lokal. Kata Kunci : Shaft, perlakuan panas, gromus temperature  waktu penahanan, 
STUDI PENINGKATAN SIFAT MEKANIS SPROKET IMITASI SUPRA 125 DENGAN SISTIM PACK KARBURISING Cahya Putra Lelana; Solechan Solechan; Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sproket merupakan komponen utama dalam sepeda motor, sebagai transfer gaya putar dari mesin menuju ke roda, sehingga akan cepat aus karena akan terjadi gesekan antara rantai dengan gear pada waktu mentransfer gaya putar dari mesin. Maka dalam hal ini sproket mempunyai kerja yang sangat berat dan untuk itu maka sproket mempunyai kekerasan tertentu sehingga umur pakainya akan lebih lama. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pola struktur mikro,dan  kekerasan  antara sproket asli dan imitasi yang telah mengalami proses karburising. Sehingga dapat diketahui kekerasan dan struktur mikronya,agar umur pakainya mendekati atau bahkan melebihi sproket kecil supra 125 asli. Metode yang dipakai adalah uji laboratorium terhadap sproket kecil Honda Supra 125 asli ataupun imitasi yang telah mengalami proses karburising. Suhu maksimal menggunakan 800°, 850°,900°C. Quenching menggunakan air dan mengguakan holding time 5 jam. Hasil uji komposisi menunjukkan bahwa material Sproket imitasi mempunyai unsur C sebessar 0,092 % dan untuk sproket asli mempunyai unsur C sebesar 0,183, sehingga nilai  unsur C sproket imitasi masih jauh di bawah sproket asli dan termasuk dalam baja karbon rendah.Pada uji struktur mikro, kandungan pearlite semakin banyak setara dengan naiknya suhu maksimal.Sedangkan nilai kekerasan Sproket kecil asli 445,16 HVN, imitasi 120,94, sampel 1 suhu 800° C : 125,43 HVN, sampel 2 suhu 850° C : 140,07 HVN,sampel 3 suhu 900° C : 390,98 HVN. Kata kunci : SMAW, baja karbon rendah, normalising, arus, holding time.
ANALISA PENGGUNAAN TEMPURUNG KELAPA UNTUK MENINGKATKAN KEKERASAN BAHAN PISAU TIMBANGAN MEJA DENGAN PROSES PACK CARBURIZING Arif Eko Mulyanto; Rubijanto Juni Pribadi; Solechan Solechan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbangan adalah suatu alat ukur untuk menentukan massa suatu benda dengan memanfaatkan gravitasi yang bekerja pada benda tersebut. Salah satu kasus kerusakan pada pisau timbangan yang banyak terjadi pada pasar- pasar tradisonal di Jawa Tengah selama ini adalah keausan pisau timbangan. Keausan pada pisau timbangan dikarenakan kondisi pisau yang bekerja menahan beban, tekanan yang besar dan gaya gesek secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian untuk Mengetahui karakteristik dari bahan uji yang meliputi komposisi, struktur mikro dan, pengaruh temperatur pada pada proses pack carburising terhadap kekerasan dan struktur mikro. Ssehingga dapat diketahui sifat mekanik yang paling optimal terhadap perbedaan temperature tersebut.  Methodologi penelitian yang digunakan dengan eksperimen skala laboratorium, pada langkah proses pack carburizing. Baja karbon rendah AISI 1035Waktu tahan yang digunakan selama proses karburasi adalah 6 jam dengan variasi temperatur masing-masing 800⁰C, 850⁰C dan 950⁰C. Dalam proses karburasi, sumber karbon adalah serbuk arang tempurung kelapa 60% dan dicampur dengan 40%  Na CO3 sebagai  katalisnya. Pengerasan permukaan dilakukan dengan memanaskan spesimen pada suhu  800-950⁰C selama 6  jam  dan di quenching pada media  oli mesin SAE 40  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan dan pengamatann struktur mikro  .  Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperature 950⁰C memberikan  kekerasan permukaan tertinggi  661,27  kg/mm  atau nail  193  % ( dari 225,51 kg/mm  menjadi 661,27 kg/mm) . Kata kunci : baja karbon rendah, pisau , pack carburizing.
REKAYASA DAN MANUFAKTUR RANDOM COCONUT FIBER COMPOSITES BERMATRIK EPOXY UNTUK PANEL INTERIOR AUTOMOTIVE Agus Hariyanto; Wahyu Fitrianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh  ketebalan  composites  dan fraksi volume coconut fiber  terhadap  kekuatan  tarik    dan  kekuatan  impak  bermatrix  Epoxy. Pola kegagalannnya diamati dengan photo makro.  Bahan utama penelitian adalah  random  coconut fiber, resin  epoxy EPR174. Hardener yang digunakan adalah V-140 dengan konsentrasi 1:1. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan (Press Mold). Komposit tersusun terdiri dari  random coconut fiber bast. Fraksi volume serat komposit adalah 20%, 30%, 40%, dan 50%. dengan variasi ketebalan 1mm, 2mm, 3mm, 4mm, dan 5mm. Spesimen dan prosedur pengujian  tarik dan impak mengacu pada standart ASTM D638-02 dan ASTM D5941. Penampang patahan dilakukan foto makro untuk mengidentifikasi pola kegagalannya.   Hasil penelitian ini menunjukkan  kekuatan  tarik  komposit  meningkat seiring dengan penambahan fraksi volume serat dan ketebalan komposit. Kekuatan impak meningkat  seiring dengan penambahan ketebalan komposit dan fraksi volume serat. Kekuatan tarik dan kekuatan impak komposit memiliki harga yang  paling optimum pada ketebalan  5mm dengan fraksi volume serat Vf = 50%. Kekuatan impak paling optimum pada ketebalan 5mm dengan  fraksi volume serat Vf = 50%,. Tahapan pola kegagalan komposit adalah kegagalan tarik dan impak pada komposit sisi bawah dan  kegagalan  matrik dan fiber    pada komposit.  Mekanisme patahan, terjadi patah getas akibat kekuatan tarik dan impak. .  Kata Kunci: composites, kekuatan, kegagalan, rekayasa.

Page 32 of 140 | Total Record : 1394