cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2010)" : 13 Documents clear
LATAR BELAKANG KONSEPSI PARALEL MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM MATERI DINAMIKA Linuwih, S.; Setiawan, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkap keberadaan konsepsi paralel pada mahasiswa pendidikan fisika tentang dinamika gaya. Masalah yangdikemukakan adalah: bagaimanakah karakteristik konsepsi paralel yang terjadi pada mahasiswa pendidikan fisika dalam materidinamika? Sejumlah 150 mahasiswa pendidikan fisika disodori dua macam soal tentang konsep/konteks dinamika dan tentanggaya pada gerak jatuh bebas. Analisis jawaban tes tertulis mengindikasikan adanya kosepsi paralel pada mahasiswa, sehinggadilakukan wawancara lebih lanjut terhadap 48 mahasiswa. yang mempunyai informasi data konsepsi paralel paling banyak(opportunistic sampling). Berdasarkan hasil analisis kualitatif terhadap jawaban siswa saat tes tertulis maupun tes wawancaradisimpulkan (1) ada konsepsi paralel yang terjadi pada mahasiswa dengan berbagai tingkat semester dengan kualitas berpikiryang semakin baik pada semester lebih tinggi, namun ada juga konsepsi paralel yang terjadi pada semua tingkat semester denganciri yang sama, (2) beberapa latar belakang penyebab konsepsi paralel ialah faktor intuisi, fragmentasi, pembelajaran, apresiasikonseptual dan faktor kerangka teori spesifik. This research reveals the existence of physics students parallel concept about dynamics force. The problem is what are thecharacteristics of parallel concept of the students in learning the topic of dynamics. There are 150 students who were assigned twokinds of concepts. They were dynamics concept and force in free falling body concept. The students answers indicate studentsparallel concept happens to the students, so that interview sessions to 48 students having more information about parallel conceptwere done (opportunistic sampling). Based on to the results of the qualitative analysis in both treatments, there are two conclusions.They are: (1) there is a parallel concept of students from various semester levels with a better thinking quality of a higher semesterlevel, but there is also a parallel concept of students from all semester levels with the same characteristics; (2) there are somebackgrounds which cause the parallel concept, such as the factors of intuition, fragmentation, learning process, conceptualappreciation, and specific theory domain.Keywords: dynamics force; parallel concept; physics students
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE PADA MATERI POKOK BAHASAN BUNYI SISWA KELAS VIII SMP Mabruroh, N.I.; Susanto, H.; Handayani, L.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi awal terhadap proses pembelajaran IPAFisika di salah satu SMP Kabupaten Pekalongan, menunjukkan pembelajaranyang hanya dilakukan secara mekanistis, kurang memperhatikan kemampuan berpikir dan siswa cenderung pasif sehingga hasilbelajar masih rendah. Penelitian ini menerapkan metode pembelajaran (TPS) dengan maksud memberikesempatan kepada siswa untuk berpikir dan merespon, membantu satu sama lain, sehingga setiap siswa dapatmengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran TPS dengan desain PTK dalam tigasiklus. Data diambil dengan lembar observasi dan LKS untuk mengetahui aktivitas siswa dan tes hasil belajar untuk mengetahuipemahaman materi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas tiap siklus, persentase ketuntasanklasikal pada aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa. Siswa merasa senang dan menikmati pembelajaran bermetode TPS.Disimpulkan bahwa penerapan metode TPS dalam pembelajaran IPA Fisika mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajarsiswa. The preliminary observation on the physics learning process in one of the secondary schools in Pekalongan District shows that thelearning process is just mechanics instruction and give no more attention on the thinking ability, so that the students to be passiveand students learning achievement are low. In this research, we applied Think-Pair-Share method. This method is selected to giveopprtunity for students to think, to respond, and to cooperate, so that each student can develop their capabilities in thinking, solvingthe problems as well as improve their social skills. The goal of this research is to improve the students activities in learning processwhich have a good impact on the students achievements by applying TPS learning method and in three cycles of action researchdesign. Data were gathered from observations and students worksheets to explore their activities during learning process and fromcognitive test results to know their understanding of sounds concepts. The analysis results show that there is a significantimprovement of students activities and their achievements in every cycle. The students feel happy and enjoy the class. It can beconcluded that the implementation ofTPS learning method in learning phyics increase students activities and their achievements.Keywords: student’s achievements; sounds;Think-Pair-Share
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAKALAH DAN DISKUSI KELAS PADA MATA KULIAH IPBA DENGAN MEMANFAATKAN VIRTUAL RESEARCH -, Supriyadi; Rusilowati, A.; -, Khumaedi; Sukiswo, S.E.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan pengalaman mengampu mata kuliah IPBA beberapa tahun di program studi pendidikan Fisikamenunjukkan bahwa penguasaan materi oleh mahasiswa kurang memadai. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkanpenguasaan materi IPBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan mendasar mahasiswa menulis paper adalah padapembahasan yang belum secara rinci menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Pada saat diskusi kelas yang diikuti 21mahasiswa yang dibagi menjadi 9 kelompok, setiap kelompok diberi waktu 15 menit presentasi dan 15 menit untuk kegiatan tanyajawab. Hasil penilian yang dilakukan untuk masing – masing kelompok adalah sebagai berikut : (1) penilaian awal tentang powerpoint menunjukkan 90%telah dibuat dengan tampilan kategori bagus. Hal ini memungkinkan mengingat sumber data yang ada diweb tersedia banyak, (2) kesesuaian materi presententasi dengan topik yang dipilih 85 % sudah sesuai, (3) Kejelasan anggotakelompok ketika menyajikan materi presentasi menunjukkan hasil yang memuaskan, yaitu 85 % mahasiswa dapat menjelaskanmateri tersebut. This research was done based on the experiences in teaching Earth Science for several years. It shows that the students masteryin this subject was not very satisfactory. Thus, the research to improve the students understanding about Earth Science isnecessary. The result of this research shows that the basic problem is writing a paper. The students were unable to answer theproblem though they have written a lot of sentences. A discussion which run in 9 groups of 21 students with 15 allocated minutespresentation and 15 minutes for questions and answers were done. Evaluation for each group is as follows: (1) preliminaryassessment of their presentation materials, 90 % of them are in good categories. It is very possible because of the completesources or rich of data from the internet. (2) The conformity between the topic and the presentation content chosen by the student isabout 85%. (3)About 85% of group members can explain the topic in such a good way. They can satisfy the audience by convincingthem with good answers.Keywords: Earth Science; virtual research; classroom discussion
PENERAPAN JIGSAW PUZZLE COMPETITION DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP Yulianti, D.; Lestari, M.; Yulianto, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengatasi kurangnya minat dan hasil belajar fisika siswa dilakukan penelitian melalui kegiatan pembelajaran fisikakontekstual berbantuan jigsaw puzzle competititon. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 18 Semarang.Penelitian ini telah dilakukan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan jigsaw puzzle competition. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbantuan jigsaw puzzle competition mampu meningkatan minat danhasil belajar siswa kelas VII H SMPNegeri 18 Semarang tahun pelajaran 2008/2009 secara signifikan. Agar lebih efektif sebaiknyadikembangkan pembelajaran kontekstual dengan metode lain agar diperoleh peningkatan minat dan hasil belajar Model ini perludiaplikasikan dalam pembelajaran fisika untuk materi yang lain. To overcome the problem of lack of students interest as well as their achievements a Jigsaw Puzzle Competition in physicscontextual learning process was done. The students from VIIHclass of Junior High School 18 Semarang academic year 2008/2009were chosen as the subjects. The result of this research shows that contextual teaching and learning using Jigsaw PuzzleCompetition approach was not only increase the students interest but also improve their achievements. In order to get moreeffective result, it is necessary to develop contextual teaching and learning by combining them with other method. Because of thegreat benefit of this model, it is necessary to apply this model to other physics learning concepts.Keywords: Jigsaw Puzzle Competition, contextual, interest;
PENERAPAN MODEL PRAKTIKUM PROBLEM SOLVING LABORATORY SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS PELAKSANAAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR -, Ellianawati; Subali, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pelaksanaan praktikum fisika yang selama ini dilakukan adalah model resep masakan, yaitu semua hal yang berkaitandengan praktikum mulai petunjuk praktikum sampai alat telah disediakan oleh laboran. Model tersebut memiliki kelemahan yaitusemangat untuk menggali pengetahuan mahasiswa menjadi rendah, karena apapun yang dibutuhkan dalam praktikum telahdisajikan.Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan model praktikum problem solving laboratory untuk meningkatkan kualitaspelaksanaan praktikum Fisika Dasar di Jurusan Fisika UNNES. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakankelas(action research) yang dilakukan dalam 3 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari langkah: perencanaan, implementasi,evaluasi dan refleksi yang mengadopsi Model Spiral dari Kemmis dan MC Taggart. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, siswadiberikan masalah yang berkaitan dengan konsep yang harus dikuasai. Masalah yang diberikan kepada mahasiswa akandiselesaikan oleh mahasiswa melalui kegiatan praktikum. Melalui penerapan model praktikum problem solving laboratory telahberhasil meningkatkan kualitas pelaksanaan praktikum Fisika Dasar 1. Indikator dari meningkatnya kualitas praktikum tercermindari peningkatan hasil belajar mahasiswa dan aktivitas belajarnya. Berdasarkan hasil pengamatan pelaksanaan praktikum fisikadasar terlihat pada saat kegiatan praktikum pada setiap siklusnya terjadi peningkatan aktivitasnya, baik untuk kegiatan prapraktikum, pada saat praktikum dan presentasi hasilnya. Lembar kegiatan praktikum mahasiswa mampu diselesaikan dengan baikoleh tiap-tiap kelompok praktikum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) telah terjadi peningkatkan kualitas pelaksanaanpraktikum Fisika Dasar 1 di Jurusan Fisika UNNES dengan penerapan model praktikum problem solving laboratory. 2) telah terjadiperbaikan pelaksanaan praktikum Fisika Dasar 1 di Jurusan Fisika UNNES dengan penerapan model praktikum problem solvinglaboratory. Hal ini ditandai dengan kemampuan mahasiswa yang mampu menyelesaikan lembar kegiatan praktikum mahasiswadengan baik. Recipe model is used to be applied in teaching the Basic Physics Laboratory. All the materials and equipment needed in theexperiment were already prepared. The spirit of inquiring to deeply explore the physics concept is poor. This model shows aweakness and it is important to find the solution. The goal of this research is to encourage students to be more active and more selfregulated in learning process. Based on literature researches, Problem Solving Laboratory is the best approach to solve theproblem. Classroom action research was set in three cycles and in every cycle it refers to Kemmis and MC Taggart model. Duringlearning process, students were given a set of problems that they should find the solution by the experiment they do. By applyingthe model the quality of Physics Experiment learning process was increasing significantly, both in students activities as well as theirachievement in every cycle. The students activities in preparing materials and equipment, doing the experiment, as well aspresenting their results of the experiment were improving significantly. The worksheet of the experiment can be done by each groupwell. So, it can be concluded that there is a significant quality improvement of the Physics Experiment learning process. The qualityimprovement is proven in students ability to do problem-solving laboratory well.Keywords: problem solving laboratory; physics experiment; classroom action research.
USAHA MENGURANGI TERJADINYA MISKONSEPSI FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF -, Mosik; Maulana, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisika mempunyai pengaruhyang signifikan terhadap miskonsepsi.. Pembelajaran dengan pendekatan konflik kognitif ini merupakan salah satu pembelajaranyang dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Dalam penelitian ini pembelajaran pada kelompokeksperimen menggunakan pendekatan konflik kognitif, dan kelas kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : metode dokumentasi dan metode tes. Untuk pengujian hipotesis dilakukandengan menggunakan uji t-tes.. Ternyata dari hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata hasil belajar dapat disimpulkan bahwapendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisika mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar fisika. The goal of the research is to know wether or not a cognitive conflict approach in physics has a significant influence inmisconception. The cognitive conflict approach is a learning process which provides students to develop their knowledge. In thisresearch two groups were observed. The first group called experiment group was treated with cognitive conflict approach and theother group called control group was treated with conventional learning process. Collecting data methods used in this researchwere documentation and test method. T-test was used to analyze the hypothesis. Based on the analysis results it can be concludedthat cognitive conflict approach has a significant influence on students learning result.Keywords: cognitive conflict; physics learning process; misconception in physics
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP Yogihati, C. I.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui proses pelaksanaan penggunaan peta konsep dalam meningkatkan kualitaspembelajaran Fisika Umum (2) ) mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran Fisika Umum melalui pembelajaran bermaknadengan menggunakan Peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Hasilpenelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran dan ketuntasan belajar mahasiswapeserta matakuliah Fisika Umum Semester Ganjil 2010/2011 di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang.Penggunaanpeta konsep dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika Umum perlu perencanaan yang matang dengan memperhatikanlangkah-langkah yang ditentukan dan mengikuti aturan yang berlaku, sehingga faktor-faktor penghambatnya dapat diminimalkan.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peta konsep membawa hasil yang lebih baik, namun membutuhkanwaktu yang lebih banyak. The goals of this research are: (1) to know the mind mapping process in improving learning quality of General Physics, (2) to knowthe quality improvement of a meaningful learning process in applying mind mapping method. The research is a classroom actionresearch with two cycles. The result of the research shows a significant gain in percentage of learning process and learning masteryof General Physics in Physics Department of Universitas Negeri Malang academic year 2010/2011. In applying mind mappingmethod, a good lesson plan is a must. Obtaining the roles of mind mapping method can minimize constrains. The conclusion of theresearch is that mind mapping gives a good impact on the learning process, but it needs more time to do it properly.Keywords: general physics; mind mapping; learning quality improvement
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN Dwijananti, P.; Yulianti, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa pada matakuliah Fisika Lingkunganagar dapat berpartisipasi dalam pemecahan masalah pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi topik yang menarik untukdapat dicari pemecahannya. Model pembelajaran yang digunakan Problem Based Intruction ( PBI) Mahasiswa diberikesempatan melakukan penyelidikan di dalam dan di luar kelas, data diperoleh dari Lembar Kerja Mahasiswa (LKM),lembarpengamatan afektif dan psikomotorik dan tes Mahasiswa aktif mempresentasikan dan melakukan diskusi untuk memecahakanmasalah, serta menarik kesimpulan melalui proses berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritismahasiswa yang dapat dikembangkan pada model pembelajaran ini adalah: mengklasifikasi, mengasumsi, memprediksi,menghipotesis, mengevaluasi, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Dengan nilai rata-rata tiap siklus I, siklus II dan siklus III,berturut-turut: 63,10; 76,32; dan 79,80. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis seiring dengan meningkatnya jumlahsiswa yang termasuk kategori sangat kritis dan kritis dalam hierarki kategori kemampuan berpikir kritis. This classroom action research is aimed to develop the students critical thinking ability in Physics Environment class in order toparticipate in “problems solving of environment pollutions” which lately has become a demand. The learning model of the researchis Problem Based Instruction (PBI). The students were assigned for indoor and outdoor investigation followed by classroomdiscussion. The data about students activities were collected from students worksheets, affective and psychomotor observations,as well as cognitive tests. According to observation results, students were actively involved in classroom discussion to solve theproblems presented by each group; they can conclude the solutions through critical thinking process. The result of the researchshows that the students critical thinking abilities which can be developed from PBI method are capabilities in classifying, assuming,predicting, making hypotheses, evaluating, and concluding. The average of critical thinking cognitive evaluation results are 63.10,76.32, and 79.80 for cycle I, II, and III respectively. The increase of average score in critical thinking is in line with the increase ofstudents categorized as very critical and critical in the hierarchy of critical thinking ability.Keywords: critical thingking; environment; problem based instruction
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH MAHASISWA CALON GURU FISIKA MELALUI EKSPERIMEN GELOMBANG OPEN-INQUIRY -, Sarwi; Khanafiyah, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran gelombang dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan laboratorium open-inquiry. Tujuan utama penelitianini untuk mengembangkan keterampilan kerja ilmiah melalui implementasi model eksperimen open-inquiry pada mata kuliahgelombang. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan. Data penelitian dari pelaksanaan eksperimen danpresentasi dikumpulkan dengan lembar observasi, sedangkan penilaian produk menggunakan panduan penilaian, dan kuesioneruntuk tanggapan mahasiswa. Hasil penelitian yaitu 1) skor rata-rata keterampilan kerja ilmiah eksperimen gelombang openinquiry78 (implementasi) dan 77 (reguler) (skala 100); 2) eksperimen open-inquiry pada mata kuliah gelombang mengkondisikanmahasiswa belajar aktif, mandiri, bekerja sama, berpikir kritis, dan berani mengambil keputusan; 3) Tanggapan mahasiswaterhadap model pengembangan laboratorium open-inquiry positif. Kesimpulan penelitian adalah implementasi modelpengembangan laboratorium melalui eksperimen open-inquiry mata kuliah gelombang efektif untuk mengembangkanketerampilan kerja ilmiah. In this researchWave classroom is conducted with open inquiry method of laboratory activities. The main goal of the research is todevelop the students scientific work soft skill. The research is set as development research. Data of experiment process and resultpresentations were collected from observation check list; data of students product evaluation were collected using scoringguidance, and information of students response about the model were collected from questionnaires. The results of the researchare: (1) average score of students scientific work of open inquiryWave experiment is 78 (implementation) and 77 (regular) in 100 ofscore scale; (2) open inquiry ofWave experiment can encourage students to learn actively, to study self regulated, to work together,to think critically, and to make a decision with responsibility; (3) the students response on the model is positive. The conclusion ofthe research is that the implementation of laboratory development model through open inquiry Wave experiment is effective indeveloping students scientific performance skill.Keywords: dynamics force; parallel concept; physics students
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE TERHADAP PEMAHAMAN IPA POKOK BAHASAN KALOR PADA SISWA SMP Purwantoko, R. A.; -, Susilo; -, Sutikno
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan menggunakan media puzzle terhadap meningkatnyapemahaman IPA. Jenis Penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen dengan desain kelompok kendali pretestpostest.Sampel penelitian diambil dua kelas, yaitu eksperimen menggunakan media puzzle (teka-teki) dan kelas kendalimenggunakan metode konvensional. Pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan tes. Rata-rata hasil belajarkelas eksperimen sebesar 80,84 dengan persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar individual sebesar 97,36%. Rataratahasil belajar kelas kendali sebesar 75,68 dengan persentase ketuntasan belajar individual sebesar 89,474%. Kedua kelasmengalami peningkatan, dimana peningkatan kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kendali. Dari hasil uji t data post testdidapatkan t hitung = 2,805 dan t tabel = 2,024 dengan (@)= 5%. Karena t hitung > t tabel (1-1/2@) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengandemikian hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan media teka-teki meningkatkan pemahaman IPAsiswa. The goal of the research is to find out the effectiveness of puzzle media in increasing students understanding about science.Experimental research design is used in this research. Control group with conventional learning method and experiment group withpuzzle media were set in this research. Data of the research were collected from documentation method and test method. Theaverage of experiment group achievements is 80.84 with 97.36%of students were categorized individual mastery. The average ofcontrol group achievements is 75.68 with 89.474%of students were categorized individual mastery. Experiment group gets higherscore than control group. From t test analysis, tcalculation = 2.805 and ttable = 2.024 with = 5%. It means that the hypothesis isaccepted. It can be concluded that the use of puzzle media increases the students understanding in learning science.Key words: effectiveness; puzzle media; understanding of science

Page 1 of 2 | Total Record : 13