Articles
13 Documents
Search results for
, issue
" Vol 8, No 2 (2012)"
:
13 Documents
clear
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATAKULIAH PILIHAN FISIKA ZAT PADAT MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA MELALUI MODEL STAD DAN STRATEGI SELF-EXPLANATION
-, P a r n o
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matakuliah pilihan Fisika Zat Padat mahasiswa prodi Pendidikan Fisika melalui pembelajaran model STAD dengan strategi Self-Explanation. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen rancangan nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model STAD dengan strategi Self-Explanation mampu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, yang ditandai oleh gain score ternormalisasi rata-rata kelas eksperimen 0,601 (kategori medium) lebih tinggi daripada kelas kontrol 0,445 (kategori medium); dan mahasiswa kelas model STAD dengan strategi belajar Self-Explanation memiliki peningkatan prestasi belajar lebih tinggi secara signifikan daripada kelas model STAD tanpa strategi belajar. Penelitian menghasilkan effect size 0,95 kategori jauh lebih besar daripada biasa. Di samping itu, mahasiswa kelas eksperimen memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran lebih tinggi daripada kelas kontrol.àThe aim of the study is to improve studentsââ¬â¢ achievement on Solid State Physics through use of the STAD learning model applying Self-Explanation strategy. The study used quasi-experimental with non-equivalent control group design. The result showed that the STAD model applying Self-Explanation strategy can improve studentsââ¬â¢ achievement. àExperiment class attained the average of normalized gain score of 0.601 (medium category), while those gained by control class was 0.445 (medium category). Experiment class students have higher achievement than control class. This research has effect size of 0.95 showing larger category than typical one. In addition, experiment class students gave higher positive response than control class for learning process.
PENERAPAN VIRTUAL EXPERIMENT BERBASIS INKUIRI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MAHASISWA
Yulianti, D.;
Khanafiyah, S.;
-, Sugiyanto
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mahasiswa sebagai calon guru fisika bertugas sebagi pilar bagi perkembangan fisika di masyarakat, oleh karena itu dituntut menguasai fisika dan kemandirian di dalam mempelajari fisika. Kemandirian mahasiswa yang rendah perlu dilatih melalui penelitian tindakan kelas yang bersiklus. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengembangkan kemandirian mahasiswa prodi Pendidikan Fisika melalui penerapan virtual experiment berbasis inkuiri pada pembelajaran Mekanika I Tujuan yang lain meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran inkuiri menggunakan virtual experiment àPenelitian àberlangsung tiga siklus, tiga pertemuan pada bahasan gerak parabola. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data hasil belajar kognitif àdiperoleh melalui, tes dan lembar pengamatan untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomotorik. Hasil yang diperoleh kemandirian mahasiswa dapat berkembang dan terjadi pe-ningkatan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa prodi Pendidikan Fisika FMIPA Unnes semester III tahun 2011/2012This three-cycle classroom action research was aimed to develop physics education student autonomy and to increase studentsââ¬â¢ cognitive, afective and psychomotoric achievements by applying inquiry virtual experiment on Mechanics I lecture. Each cycle consists of planning, action, observing and reflection activity. The cognitive data was collected by using test, while the affective and psychomotoric ones were collected by using observation sheet. The result showed an increase of student autonomy and studentsââ¬â¢ cognitive, affective and psycomotoric achievements of third semester students of physics education of FMIPA Unnes year 2011/2012.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE-SOLUTION POSING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DAN KARAKTER SISWA SMA
Astra, I. M.;
-, Umiatin;
Jannah, M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar Fisika siswa SMA dan karakter yang bisa dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, populasi yang dipakai adalah seluruh peserta siswa di SMA Labschool Jakarta, dengan sampel dua kelas yang berasal dari kelas IX SMA Labschool Jakarta satu kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas lainnya sebagai kelas kontrol. Melalui model pembelajaran ini juga dapat dikembangkan karakter siswa meliputi berfikir kreatif, kritis dan logis bekerja dengan teliti, jujur dan berperilaku santun serta keterampilan social seperti bekerja sama dan saling menghargai. Kesimpulannya adalah adanya pengaruh model pembelajaran Problem Posing tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar Fisika siswa, dimana kelas yang diajar dengan model Problem Posing tipe Pre-Solution Posing lebih besar dari pada kelas yang tidak diajar dengan model Problem Posing tipe Pre-Solution.The research was aimed to find out the effect of learning model of Problem Posing, Pre-Solution Posing Type, on the outcome of Physics Learning and the potentially developed characters of senior high school students. This research was conducted by using experimental quasi method. Research population were all students of Labschool Senior High School Jakarta. The samples were two classes taken from IX grade of Labschool Senior High School. One class was treated as the experimental class and the other as the control. The potentially developed characters of students taught by applying this learning type were creative, critical and logical thinking, thorough, honest, and courteous. It was concluded that there was an effect of learning model of Problem Posing, Pre-Solution Posing Type, on the outcome of Physics Learning. The class taught by applying learning model of Problem Posing, Pre-solution type, gained better mark of Physics subject
COLLABORATIVE RANKING TASKS (CRT) BERBANTUAN e-LEARNING UNTUK MENINGKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA CALON GURU FISIKA
Wijaya, A. F.C.;
Ramalis, T. R.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurangnya kemampuan mahasiswa dalam proses membangun konsep dan keterampilan generik sains membuat kompetensi mereka tidaklah utuh sebagai calon guru. Collaborative Ranking Tasks (CRT) sebagai format baru dari latihan konseptual dan dilakukan secara kolaboratif dan ditunjang multimedia pembelajaran dalam sistem managemen e-Learning diharapkan dapat menjadi solusinya. Penelitian kuasi eksperimen pada 120 mahasiswa perkuliahan IPBA semester genap 2010-2011 yang dipilih secara purposive sampling dan terbagi menjadi dua kelompok kontrol dan eksperimen, penerapan CRT berbantuan e-Learning diarahkan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan keterampilan generik sains (KGS) mereka. Dengan menggunakan instrumen pilihan ganda pada kelompok eksperimen dan kontrol, penguasaan konsep dan KGS mahasiswa dianalisis berdasarkan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi <g> mereka. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan penguasaan konsep pada kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dibandingkan dengan peningkatan penguasaan konsep pada kelompok kontrol. Dengan demikian penerapan CRT berbantuan e-learning pada perkuliahan IPBA berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep dan KGS mahasiswa.àLackof developing mastery concept and generic science skills of physics university students causes them as a prospective physics teacher having incomplete competence. Collaborative Ranking Tasks (CRT)as a new form of conceptual exercise that is built collaborativelyby means of multimedia assistance hopefuly becomes the solution.By employing quasi-experimental research method, this study was aimed to investigate the effectiveness of CRT with e-Learning support system to improve university studentsââ¬â¢ mastery concepts and generic skills. The subjects of the study were 120 university students which were chosen through purposive sampling and divided into experimental group and control group. The research instruments were multiple choice exercises tested into the experimental group received a treatment ââ¬â that is CRT in e-Learning support system ââ¬â and the control group.It was found that the concept mastery of the experimental group has better significant improvement than the control group.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA
Mariati, P.S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah àdikembangkan suatu model pembelajaran fisika berbasis problem solving yang dapat meningkatkan kemampuan metakognisi dan pemahaman konsep mahasiswa. Model ini dikembangkan dengan metode R and D melalui langkah-langkah 4-D, yaitu: define, design, develop, and disseminate. Subyek dalam implementasi model adalah mahasiswa pendidikan fisika pada salah satu perguruan tinggi di Medan tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari 50 orang. Metode yang digunakan dalam implementasi model adalah kuasi eksperimental dengan desain randomized control group pretest-postest design. Data kemampuan metakognisi dikumpulkan àdengan tes berbentuk uraian dan data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan berganda. Data dianalisis dengan menggunakan nilai gain yang dinormalisasi, N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis problem solving dapat meningkatkan kemampuan metakognisi dan pemahaman konsep mahasiswa pada topik Kinematika Partikel, termasuk dalam kategori sedang.A problem solving based physics learning model can enhance studentsââ¬â¢ metacognition ability and conceptual understanding has been developed. This model was developed by using R and D method consisting of 4-D steps: define, design, develop and disseminate. The research subjects were physics education students at one of the universities in Medan in academic year of 2010/2011 that consists of 50 students. Method used was quasi-experimental: randomized control group pretest-postest design. The metacognition ability data were collected by essay test and conceptual understanding ones were collected by multiple-choice test. Data were analyzed by using normalized gain score. Results of this research showed that problem solving based learning model can enhance studentsââ¬â¢ metacognition ability and conceptual understanding of particle kinematics topics in middle category.
IMPACT OF REPRESENTATIONAL APPROACH ON THE IMPROVEMENT OF STUDENTSââ¬â¢ UNDERSTANDING OF ACCELERATION
-, Sutopo;
-, Liliasari;
Waldrip, B.;
Rusdiana, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji dampak pendekatan representasi pada peningkatan pemahaman siswa tentang konsep percepatan. Subjek penelitian terdiri atas 24 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Malang yang mengambil matakuliah Kapita Selekta Fisika Sekolah pada semester gasal tahun akademik 2011/2012. Dengan menggunakan desain penelitian mixed-method, disimpulkan beberapa dampak sebagai berikut: (1) Skor penguasaan konsep mahasiswa meningkat secara signifikan dari rata-rata 50,8% menjadi 85,0%, dengan efect size yang sangat tinggi (1,67) dan gain ternormalisasi yang juga tinggi (0,71). (2) Mahasiswa mampu menggunakan definisi operasional percepatan àuntuk menganalisis diagram gerak yang berupa multi-flash; (3) Mahasiswa bisa memperbaiki sejumlah miskonsepsinya tentang percepatan; (4) Namun, sebagian kecil mahasiswa masih terpaku dengan miskonsepsinya bahwa percepatan benda yang ditembakkan ke atas berkurang seiring dengan ketinggiannya, dan tegangan tali pada ayunan selalu sama dengan berat pendulum.This research examined the impact of representational approach on the improvement of studentsââ¬â¢ understanding of acceleration. Subject consisted of 24 prospective physics teacher students of State University of Malang, enrolling Selected Topic of School Physics course in Semester I of 2011/2012 academic year. Using mixed-methods design, this study concluded that (1) studentsââ¬â¢ mean score of conceptual test increased significantly from 50.8% to 85.0% with very large d-effect size (1.67) and high normalized-gain (0.71), (2) students became able to use operational definition of acceleration àto analyze multi-flash motion diagram, and (3) students remediated their misconceptions of acceleration. However, few students stuck in their misconception that acceleration of a shot-up object is decreasing with its elevation, and the tension in the rope of a swinging pendulum is equal to the weight of its bob.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI CALON GURU FISIKA
-, Muslim;
Suhandi, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat ÃÂ pembelajaran fisika sekolah yang dapat meningkatkan ÃÂ pemahaman konsep dan kemampuan berargumentasi calon guru fisika. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa jurusan pendidikan fisika semester III di salah satu LPTK di Bandung dengan menggunakan desain Research and Development yang dimodifikasi dengan menggunakan ÃÂ mixed method design. Langkah-langkah penelitian meliputi tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan, tahap ujicoba terbatas, tahap analisis dan tahap pelaporan. Perangkat program pembelajaran fisika sekolah dikembangkan menggunakan model pembelajaran pembangkit argumen. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen sebesar 0,72 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,41 dengan kategori sedang. Kemampuan berargumentasi mahasiswa berkembang baik dengan kategori sedang. Aktivitas dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan kategori baik. Mahasiswa memberikan tanggapan sangat positip terhadap model pembelajaran yang dikembangkan.ÃÂ This study aimed to develop the learning instruments of school physics subject to improve conceptual understanding and argumentation ability of prospective physics teachers. This study was done toward the third semester of physics education students of an LPTK in Bandung by using the design of Research and Development modified by the use of the mixed method design. The steps of this study were introductory study, development study, limited implementation, analysis, and report phases. The instrument set of school physics learning programs was developed using the generate-an-argument model. The results of this study showed the increase in conceptual understanding for the experiment class by 0.72 (in a high category) and those for the controlled class by 0.41 (in a medium category). Additionally, the argumentation ability of students developed well in a medium category and the lecturer and students activities in doing the learning process proceeded well. Finally, the students gave very positive response to the learning model developed
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BENCANA ALAM BERVISI SETS TERINTEGRASI DALAM IPA DENGAN MEDIA ANIMASI DAN LEMBAR PERTANYAAN
Ferawati*, F.;
Rusilowati, A.;
-, Supriyadi
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS terintegrasi dalam materi IPA pokok bahasan Perubahan Lingkungan Fisik dengan media animasi dan lembar pertanyaan sebagai solusi alternatif mengatasi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap bencana alam banjir melalui pembelajaran formal sejak dini. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design dengan objek siswa kelas IV SD Tahun Ajaran 2010/2011. Hasil belajar siswa pada materi IPA, bencana alam banjir dan ketuntasan belajar dianalisis dengan uji signifikansi gain. Hasil analisis data menunjukkan siswa yang dikenai pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS terintegrasi dalam materi IPA dengan media animasi dan lembar pertanyaan lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS terintegrasi dalam materi IPA dengan media LKS dan pertanyaan mandiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS yang terintegrasi dalam materi IPA pokok bahasan Perubahan Lingkungan Fisik dengan media animasi dan lembar pertanyaan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep bencana alam dan IPA.This study aims to determine the effectiveness of flood natural disasters learning based on SETS vision integrated to Science subject: Physical Environment Changes applying animation media and the question sheet as an alternative solution to overcome the lack of earlier understanding of society to flood natural disasters. Experimental research design: Control Group Pretest-posttest was used with fourth grade students of elementary school of Bandarharjo 02 academic year 2010/2011 used as the research object. Studentsââ¬â¢ learning outcomes of science: flood natural disasters topic and studentsââ¬â¢ achievement were analysed through the use of significance gain test. The results of the analysis of experimental data showed the experiment class achieved better outcomes and achievement than the controlled one. It can be concluded that flood natural disasters learning based on SETS vision integrated to Science subject: Physical Environment Changes applying animation media and the question sheet is effective.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL SKILL SISWA
Lestari, R.;
Linuwih, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui pengaruh proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah terhadap peningkatan social skill siswa. Pada proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah siswa dibagi dalam kelompok-kelompok dan satu kelompok terdiri dari dua orang. Setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, kemudian hasil diskusi kelompok akan dicek oleh pasangan dari kelompok lain. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan angket skala sikap, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Social Skill siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hal ini didapatkan dari data angket skala sikap siklus I ke siklus II ketuntasan klasikalnya meningkat dan sebagian besar siswa sudah memiliki social skill yang baik. Hasil belajar kognitif siswa juga mengalami peningkatan. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks pemecahan masalah dapat meningkatkan social skill siswa.This two cycles-action research aimed to know learning process applying cooperative learning model-pair checks problem solving type and improvement of studentââ¬â¢s social skills. The process of the model was as follows: deviding students into some groups consisting of two students, solving problem by each group and checking result of the discussion by other groups. Data collection method used was test and the use of attitude scale questionnaire, while technique of data analysis used was quantitative data analysis technique. The data analysis result showed that there was an increase of studentââ¬â¢s social skill and studentsââ¬â¢ achievement from cycle one to two. It is concluded that cooperative learning model-pair checks problem solving type can enhance studentââ¬â¢s social skills
SEISMOGRAM ANALYSIS OF EARTHQUAKES IN SUMATRA-JAVA AT HYB OBSERVATORY STATION
B.J. Santosa, B.J.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam penelitian ini struktur bumi di bawah lempeng Lautan Hindia Timur Laut dikaji melalui analisis seismogram atas seismogram gempa-gempa bumi yang terjadi di Sumatra dan direkam di stasiun observasi HYB, India. Analisis seismogram dilaksanakan dalam domain waktu dan ketiga komponen-komponen Kartesian secara simultan. Perbandingan seismogram menunjukkan bahwa model bumi global PREM memberikan seismogram sintetik yang menyimpang dari seismogram terukur dan waktu tiba gelombang S yang lebih lambat dibandingkan waktu tiba terukur. Untuk mencapai pencocokan seismogram, gradient òh di upper mantle diubah dari positif menjadi negative, sebagaimana dinyatakan dalam model bumi PREMAN, dan koreksi kecepatan positif ditambahkan pada koefisien-koefisien kecepatan orde nol pada struktur kecepatan S dalam semua lapisan mantel bumi. Pengepasan yang bagus dicapai pada gelombang ruang S, gelombang permukaan Love dan Rayleigh, begitu juga dengan gelombang terpantul inti bumi ScS dan ScS2.In this research, the earth structure beneath North East Indian Ocean plates is investigated using waveform analysis of Sumatraââ¬â¢s earthquakes recorded in HYB station. Seismogram analysis was conducted in the time domain and three Cartesians components simultaneously. The seismogram comparison shows that the global earth mantle of PREM provides deviating synthetic seismogram and has later arrival times than those from the measurement. To achieve the seismogram fitting, the gradient òh in the upper mantle layers was altered to positive from its negative slope as stated in the PREM model, and positive corrections are added to the zero order of polynomials coefficients of S velocity structure in all earth mantle layers. The excellent fitting, as well as travel time and waveform, were achieved on the S wave, Love and Rayleigh surface waves, as well as the ScS and ScS2 core reflected waves.