cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2010)" : 17 Documents clear
STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING Nugroho, S. E.; Setiawan, A.; Liliasari, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan real-worlds yang menyangkut konsep dasar medan dan memerlukan jawaban secara spontan. Hasil studi inimenunjukan bahwa (1) struktur konsep mahasiswa mengenai medan elektrostatik pada umumnya mengalami fragmentasi; (2)mahasiswa mengalami kerancuan dalam memahami konsep medan elektrostatik; (3) Pada umumnya, mahasiswa masihberlandaskan konsep gaya dalam memahami tentang medan. The purpose of this research is to explore the concept structure of electrostatics field of teacher candidate student. In thisexperiment, we used thinks-aloud method and varied by others (interview, discussion and written-test). Respondent consisted ofeight students of second semester passing Basic Physics subject as the first group and nine students of sixth semester passingelectricity and magnetism subject as the second group. On these students the real world questions related to concept of field andneeded spontaneous answer are asked. The study result shows that (1) in general the concept structure of electrostatics field ofstudents undergoes fragmenting process; (2) the students experience contamination in understanding the electrostatics fieldconcept, and (3) in general the students are still based on the force concept in understanding the field.Keywords: framing analysis, teacher candidate student, concept structure
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Hertiavi, M. A.; Langlang, H.; Khanafiyah, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa serta ada atautidaknya peningkatan kemampuan pemecahan masalah oleh siswa. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah pembelajaranyang menitikberatkan pada diskusi oleh kelompok ahli dan kelompok asal. Diskusi yang dilakukan oleh siswa bertujuan untukmemecahkan masalah-masalah fisika. Masalah yang diajukan berisi tentang materi fisika yang berkaitan dengan kehidupansehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Penelitian tindakan kelas ini difokuskanpada peningkatan hasil belajar kognitif yang berupa kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan afektif siswa yang berupakeaktifan siswa saat berlangsungnya pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajarankooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. The classroom action research with three cycles aiming to study the application of Jigsaw type cooperative learning model onstudent and whether there is an increase of problem solving ability of the student. The research was also focused on the increase ofcognitive learning achievement in the forms of problem solving ability and affective ability in the form of students activity during thelesson. The jigsaw cooperative learning is the learning focusing on discussion done by expert group and origin group. Discussionperformed by the students aimed to solve physics problems containing physics material related to daily life. The result showed thatthe application of jigsaw type cooperative learning model was able to solve problem solving ability of the student.Keywords: Jigsaw; cooperative learning; problem solving
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBANTUAN MULTIMEDIA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA Wahyudin, -; Sutikno, -; Isa, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan berpikir pendekatan inkuiri yaitu konsep pembelajaran dimana guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuankepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Agar siswa merasa tertarik dan termotivasiuntuk belajar, pendekatan pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat sangat diperlukan. Peneliti memanfaatkansoftware Macromedia Flash 8 Professional sebagai media pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing untukmeningkatkan minat dan pemahaman siswa.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat dan pemahaman siswa.Untuk itu perlu dilakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus meliputi tahapanperencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes, sedangkan minat belajarsiswa diperoleh melalui lembar kuesioner. Peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus II cukup signifikan karena secaraindividu siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari 13 siswa menjadi 38 siswa. Pemahaman siswa meningkat dari60% siswa yang dinyatakan tidak paham pada siklus I menjadi5%siswa yang dinyatakan tidak paham untuk siklus II. Hasil analisistanggapan siswa terhadap pengajaran diperoleh rata – rata tanggapan siswa sebelum tindakan sebesar 72,90%. Setelahtindakan, nilai rata – rata tanggapan siswa meningkat menjadi 76,81%. Thinking base of inquiry learning is the learning concept in which the teacher does not only give knowledge to the student. Thestudents have to build their own knowledges in their minds. In order to attract and motivate them to learn, the lesson using suitablemedia is needed. The researcher used media of Macromedia Flash 8 Professional software and guided inquiry approach toincrease the interest and understanding of student in the two cycles-classroom action research consisting of planning, action,observation and reflection. The cognitive learning achievement data was found through test, while students interest of learningdata was gathered by using quesionaire sheet. The increase of learning achievement average in the second cycle was significantenough because individually, the student who increase his/her learning mastery increased from 13 to 38 students. Additionally, theunderstanding of student also increased. There were only 5% of students who did not understand in the second cycle. The result ofstudent comment to the lesson showed that average of students comment increased from 72.90% to 76.81%.Keywords: Learning media; interest and understanding; inquiry approach
PENERAPAN TEKNIK SKIMMING YANG DIBERIKAN DI AWAL PEMBELAJARAN FISIKA PADA SISWA SMP SUB POKOK BAHASAN MATA DAN CACAT MATA Sugianto, S. Aji,; D. Putra, N. M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Teknik skimmingmerupakan teknik membaca secara efisien untuk mendapatkan gambaran secara umum dari bahan ajar yang dibaca. Penelitianini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruhnya penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran fisika padasiswa SMP subpokok bahasan mata dan cacat mata; (2) mengetahui besarnya pengaruh penerapan teknik skimming di awalpembelajaran fisika; (3) serta mengetahui tanggapan siswa setelah pembelajaran. Penelitian bersifat eksperimen denganmenggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil analisis uji t data hasil belajar dapat disimpulkanbahwa penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SMPsubpokokbahasan mata dan cacat mata. Besarnya pengaruh penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran 1,49%. Hasilangket tanggapan siswa terhadap pembelajaran menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami materi setelah melakukanpembelajaran. Physics is one of science having close relation to daily life. Skimming is an efficient reading technique to find general view of thereading material. This research aimed to know (1) influence and (2) the value of the influence of skimming technique given in thebeginning of physics lesson of eyes and eye deffect sub topic to learning achievement of the student and (3) students commentafter the lesson. In this research control and experiment groups were used. Based on the analysis result of the t-test data of learningachievement, it was concluded that the application of skimming technique given in the beginning of physics lesson of eyes and eyedeffect sub topic gave effect to learning achievement of the student with the value of 1.49%. The result of comment questionaireshowed that the student understand the learning material easier after having the lesson.Keywords: eyes and eye deffect; learning; skimming technique
PEMANFAATAN MODEL SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI PADA MATA KULIAH OPTIK Ellianawati, Ellianawati; Wahyuni, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v6i1.7329

Abstract

Hasil belajar mata kuliah optik selama semester gasal 2005/2006 kurang menunjukkan capaian yang maksimal, mahasiswa masihkurang menunjukkan sikap aktif dan mandiri dalam belajar. Sejumlah temuan mengindikasikan bahwa mahasiswa malas mengerjakantugas dan tidak mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut peneliti berupaya untukmeningkatkan mutu pembelajaran agar dapat menumbuhkan kemauan mahasiswa untuk belajar mandiri dan aktif di kelassehingga dapat meningkatkan capaian hasil belajar mata kuliah optik. Model pembelajaran Self Regulated Learning paling sesuaiuntuk menyelesaikan permasalahan ini karena model ini memberi kesempatan mahasiswa untuk mengeksplorasi diri danmengarahkan ma-hasiswa untuk belajar secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kebebasan memilihteman dalam kelompok dan memilih pola belajar sesuai dengan minatnya ternyata memberi kenyamanan belajar dan motivasiberkompetisi yang positif sehingga capaian belajarnya lebih baik. Learning achievement of optics subject during odd semester of 2005/2006 showed that students achievement was not maximal.The students were inactive and did not have self learning attitude. Several findings indicated that the students were lazy in doing theassignment and did not have preparation in facing the lesson. Based on the above evaluation, the researchers have an effort toincrease the quality of the lesson in order to grow students will to be active and have self learning attitude, which in turn canincrease their achievement on optics subject. Self Regulated Learning model is the most suitable model to be applied for solving theproblem. It is because this model gives students a chance to explore and direct themselves to be able to have self learning attitude.The result shows that the opportunity to choose friend in a group and learning pattern suitable with the students interest givestudents enjoyable learning and motivation to compete positively leading to get better achievement.
PEMANFAATAN MODEL SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI PADA MATA KULIAH OPTIK Ellianawati, Ellianawati; Wahyuni, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v6i1.7329

Abstract

Hasil belajar mata kuliah optik selama semester gasal 2005/2006 kurang menunjukkan capaian yang maksimal, mahasiswa masihkurang menunjukkan sikap aktif dan mandiri dalam belajar. Sejumlah temuan mengindikasikan bahwa mahasiswa malas mengerjakantugas dan tidak mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut peneliti berupaya untukmeningkatkan mutu pembelajaran agar dapat menumbuhkan kemauan mahasiswa untuk belajar mandiri dan aktif di kelassehingga dapat meningkatkan capaian hasil belajar mata kuliah optik. Model pembelajaran Self Regulated Learning paling sesuaiuntuk menyelesaikan permasalahan ini karena model ini memberi kesempatan mahasiswa untuk mengeksplorasi diri danmengarahkan ma-hasiswa untuk belajar secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kebebasan memilihteman dalam kelompok dan memilih pola belajar sesuai dengan minatnya ternyata memberi kenyamanan belajar dan motivasiberkompetisi yang positif sehingga capaian belajarnya lebih baik. Learning achievement of optics subject during odd semester of 2005/2006 showed that student's achievement was not maximal.The students were inactive and did not have self learning attitude. Several findings indicated that the students were lazy in doing theassignment and did not have preparation in facing the lesson. Based on the above evaluation, the researchers have an effort toincrease the quality of the lesson in order to grow student's will to be active and have self learning attitude, which in turn canincrease their achievement on optics subject. Self Regulated Learning model is the most suitable model to be applied for solving theproblem. It is because this model gives students a chance to explore and direct themselves to be able to have self learning attitude.The result shows that the opportunity to choose friend in a group and learning pattern suitable with the student's interest givestudents enjoyable learning and motivation to compete positively leading to get better achievement.
PEMANFAATAN MODEL SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI PADA MATA KULIAH OPTIK
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v6i1.7329

Abstract

Hasil belajar mata kuliah optik selama semester gasal 2005/2006 kurang menunjukkan capaian yang maksimal, mahasiswa masihkurang menunjukkan sikap aktif dan mandiri dalam belajar. Sejumlah temuan mengindikasikan bahwa mahasiswa malas mengerjakantugas dan tidak mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut peneliti berupaya untukmeningkatkan mutu pembelajaran agar dapat menumbuhkan kemauan mahasiswa untuk belajar mandiri dan aktif di kelassehingga dapat meningkatkan capaian hasil belajar mata kuliah optik. Model pembelajaran Self Regulated Learning paling sesuaiuntuk menyelesaikan permasalahan ini karena model ini memberi kesempatan mahasiswa untuk mengeksplorasi diri danmengarahkan ma-hasiswa untuk belajar secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kebebasan memilihteman dalam kelompok dan memilih pola belajar sesuai dengan minatnya ternyata memberi kenyamanan belajar dan motivasiberkompetisi yang positif sehingga capaian belajarnya lebih baik. Learning achievement of optics subject during odd semester of 2005/2006 showed that student's achievement was not maximal.The students were inactive and did not have self learning attitude. Several findings indicated that the students were lazy in doing theassignment and did not have preparation in facing the lesson. Based on the above evaluation, the researchers have an effort toincrease the quality of the lesson in order to grow student's will to be active and have self learning attitude, which in turn canincrease their achievement on optics subject. Self Regulated Learning model is the most suitable model to be applied for solving theproblem. It is because this model gives students a chance to explore and direct themselves to be able to have self learning attitude.The result shows that the opportunity to choose friend in a group and learning pattern suitable with the student's interest givestudents enjoyable learning and motivation to compete positively leading to get better achievement.

Page 2 of 2 | Total Record : 17