cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
SEKOLAH MUHAMMADIYAH KOTA SEMARANG MENUJU GREENSCHOOL
Indonesian Journal of Conservation Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v6i1.12528

Abstract

Salah satu misi Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah adalah mengembangkan pendidikan lingkungan hidup guna membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di seluruh tingkatan dan lini organisasi sehingga Muhammadiyah menjadi pioner dalam gerakan lingkungan. Tim pengabdian UNNES bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Muhammadiyah Kota Semarang melakukan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan kesadaran dan karakter cinta lingkungan di sekolah Muhammadiyah Kota Semarang melalui sosialisasi dan pendampingan kiat-kiat dan strategi menuju sekolah hijau. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengoptimalkan peran sekolah Muhammadiyah dalam penyelamatan lingkungan menuju sekolah hijau melalui sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan ini diawali dengan persiapan anggotan tim, melakukan koordinasi dengan pihak Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Kota Semarang dan Dikdasmen Muhammadiyah Kota Semarang, perijinan. Disepakati sekolah yang dilibatkan adalah SD 15, SMP 9, SMA 2, dan SMK 2. Dalam pelaksanaan workshop sebagai narasumber adalah tim pengabdian UNNES, dari Majelis LH PP Muhhamadiyah Bapak Ir. Agus Hadiarto, MT, dan dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Propinsi Jateng Drs. Sentot Widodo, M.Si. Pada hari pertama workshop diisi materi mengenai Materi Umum Lingkungan Hidup dan kiat-kiat menjadi sekolah hijau, hari kedua diisi materi Bagaimana menyiapkan Sekolah Adiwiyata, dan visitasi langsung ke SD Muhammadiyah Pedurungan sebagai sekolah percontohan, untuk memberikan saran dan masukkan apabila akan mengajukan diri menjadi sekolah Adiwiyata. SD Muhammadiyah sudah menyatakan diri untuk siap menjadi percontohan sekolah hijau dan sudah mulai berbenah. Disamping itu Majelis Lingkungan Hidup dan Drs. Sentot Widodo, MT yang berpengalaman sebagai juri Adiwiyata tingkat Propinsi juga siap untuk melakukan pendampingan. Dari kegiatan ini beberapa sekolah Muhammadiyah sangat antusias untuk mempersiapkan sekolahnya, hal ini diitunjukkan dari pertanyaan yang muncul dan diskusi dalam kegiatan tersebut.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENANAMAN DI KECAMATAN GUNUNGPATI OLEH MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3087

Abstract

The purposes of this research are as follows: (1) describing the implementation of planting in Gunungpati District done by students of Social Science Faculty of UNNES; (2) evaluating the implementation of planting in Gunungpati District done by students of Social Science Faculty of UNNES. The research activities were carried out in two Subdistric, Sekaran Subdistric and Plalangan Subdistric. Both Subdistrics were selected because they were the locations of planting done by students of Social Science Faculty of UNNES. This study was an evaluation. The Faculty of Social Sciences in 2012 did planting in Pongangan and Sekaran on a regular basis. Planting in the Sekaran Subdistric was conducted  on March 18, 2012, then planting in Pongangan Subdistric was conducted on April 13, 2013. Planting in Sekaran area were conducted in three points, namely: (1) Margasatwa Street, Banaran; (2) Persen Village, and (3) Bandardowo Village RT II RW VII. There were 500 seedlings were planted. Planting in Pongangan Subdistric was also conducted in three points, namely in RW II, III RW, and RW V. The seeds planted reached 2060 seeds. The plants which were in well-maintained category were only 9% meanwhile the plants which were well-maintained were 40%. Last, the plants which categorized into bad condition were 51%. Then plants are not maintained in the category by 51%.Keywords: planting, conservation, studentTujuan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan implementasi penanaman di Kecamatan Gunungpati oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unnes; (2) Mengevaluasi implementasi penanaman di Kecamatan Gunungpati yang telah oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unnes. Lokasi kegiatan penelitian dilakukan di dua keluraan, yakni Kelurahan Plalangan dan Kelurahan Sekaran. Kedua kelurahan ini dipilih karena keduanya adalah lokasi penanaman yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unnes. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi.  Fakultas Ilmu Sosial pada tahun 2012 melakukan penanaman secara berkala di Kelurahan Pongangan dan Sekaran. Penanaman di Kelurahan Sekaran dilakukan pada tanggal 18 Maret 2012. Kemudian, penanaman di Pongangan dilakukan pada 13 April 2013. Penanaman di Sekaran dilakukan di tiga titik, yakni: (1) Jalan Margasatwa, Banaran; (2) Dukuh Persen, dan (3) Dukuh Bandardowo RT II RW VII.  Di Kelurahan Sekaran, ditanam sebanyak 500 bibit. Penanaman di Pongangan dilakukan di tiga titik, yakni RW II, RW III, dan RW V. Penanaman di Kelurahan Pongangan mencapai 2060 bibit. Tanaman yang ada pada kategori terawat hanya 9 %. Sementara tanaman pada kategori terawat sebesar 40%. Kemudian tanaman yang berada pada kategori tidak terawat sebesar 51%.Kata kunci: penanaman, konservasi, mahasiswa
PENGEMBANGAN MODEL SPASIAL KAJIAN PERLUASAN ROB TERHADAP PERUBAHAN KONDISI MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22688

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui perluasan rob dari tahun 2019 di Kota Semarang, 2) Mengetahui perubahan kondisi sosial masyarakat yang dipengaruhi oleh banjir rob. Populasi penelitian ini yaitu daerah yang paling sering terkena bencana rob dan daerah yang menjadi perluasan rob. Lokasi penelitian berada di satu kecamatan di Kota Semarang yaitu Semarang Utara. Sampel masyarakat berjumlah 100 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Metode pengumpulan data berupa metode observasi, metode angket, metode wawancara, dan metode survei lapangan. Teknik analisis data berupa analisis interpretasi peta banjir rob, dan analisis deskriptif.  Hasil dari penelitian ini adalah 1) Terjadi Perluasan area banjir rob di Kota Semarang dari tahun 2017 sampai tahun 2018. 2)Terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terjadi karena perluasan banjir rob, dalam beberapa hal diantaranya yaitu perubahan bentuk rumah, kondisi kesehatan masyarakat, mata pencaharian dan pendapatan. Saran yang dikemukakan oleh peneliti diantaranya 1) Peran pemerintah dan masyarakat sangat penting sehingga diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat program yang dilaksanakan. 2) Menjaga kebersihan lingkungan tetap dilaksanakan oleh masyarakat dan juga diharapkan selalu tanggap bencana. 3) Menaati peraturan untuk tidak membangun rumah di wilayah non bangunan.
GUNUNGPATI SEBAGAI KAWASAN PENYANGGA KOTA SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2693

Abstract

This paper describes study of development of Gunungpati as effect of city growth and its impact for burying capacity of District Gunungpati as buffer zone. Suitability of land in the District Gunungpati the category is suitable for residential land is an area of ​​1612.2 Ha, 1079,3 Ha categories according amounted and 2719.5 areas unsuitable for residential use Gunungpati District. Areas which are not suitable for residential land has a high slope, degraded land, land for buffer zones and land for protected area. Growth and district development Gunungpati equitable development aimed at the area between the center and periphery are directed at areas that still have land suitability and environmental carrying capacity, thus retaining the agricultural and conservation areas in order to maintain the functioning of urban areas as buffer zones. Gunungpati districts in the future spatial planning is prioritized as a green area with vegetation - vegetation is able to reduce the criticality of land in District Gunungpati in particular, and can keep the Garang River discharge runoff in general so as to minimize flooding in the city of Semarang. .Keywords : buffer zones , Gunungpati , spatial Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan di Gunungpati akibat pengembangan kota dan dampaknya terhadap daya dukung lahan di Kecamatan Gunungpati sebagai kawasan penyangga. Kesesuaian lahan di Kecamatan Gunungpati pada kategori sangat sesuai untuk lahan permukiman adalah seluas 1612,2 Ha, kategori sesuai sebesar 1079,3 Ha dan kawasan yang kurang sesuai 2719,5 digunakan untuk permukiman Kecamatan Gunungpati. Kawasan yang yang tidak sesuai untuk lahan pemukiman adalah lahan yang memiliki tingkat kemiringan tinggi, lahan kritis, lahan untuk kawasan penyangga dan lahan untuk kawasan lindung. Pembangunan dan pengembangan Kecamatan Gunungpati yang ditujukan untuk pemerataan pembangunan wilayah antara pusat dan pinggiran diarahkan pada daerah yang masih memiliki kesesuaian lahan dan daya dukung lingkungan, sehingga tetap mempertahankan kawasan pertanian dan konservasi dalam rangka mempertahankan fungsi wilayah sebagai wilayah penyangga perkotaan. Kecamatan Gunungpati dalam penataan ruang pada masa mendatang lebih diprioritaskan sebagai kawasan hijau dengan vegetasi-vegetasi yang mampu mereduksi kekritisan lahan di Kecamatan Gunungpati pada khususnya, dan dapat menjaga debit limpasan Sungai Garang pada umunya sehingga mampu meminimalisir banjir di Kota Semarang. Kata kunci: kawasan penangga, Gunungpati, tata ruang  
DAYA DUKUNG HABITAT MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis Raffles) DI KAWASAN WADUK JATIBARANG SEMARANG JAWA TENGAH
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.29102

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung habitat Monyet Ekor Panjang (MEP) di waduk Jatibarang, Kota Semarang provinsi Jawa Tengah.  Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2018.  Pendugaan nilai daya dukung didasarkan atas perhitungan produktifitas daun dan buah pakan monyet ekor panjang. Hasil perhitungan biomassa daun pakan didapatkan nilai 30,8Kg/hari pada tingkat tiang dan 44,9 Kg/Hari pada tingkat pohon. Biomassa buah didapatkan 55,4 Kg/Ha/Hari berat basah atau 27,54Kh/Ha/hari berat kering.  Sementara itu dugaan nilai daya dukung waduk Jatibarang untuk Monyet ekor panjang sebesar 14,809 -24,838 ekor.
SILATURAHIM SEBAGAI BENTUK UTAMA DALAM KEPEDULIAN SOSIAL PADA TRADISI WEH-WEHAN DI KALIWUNGU
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22682

Abstract

Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, serta segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Tradisi merupakan salah satu unsur yang membentuk suatu kebudayaan. Tradisi weh-wehan merupakan tradisi yang masih dilaksanakan sampai saat ini oleh masyarakat Kaliwungu. Tradisi weh-wehan dilaksanakan untuk merayakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau maulud dalam kalender bahasa Jawa. Tradisi weh-wehan adalah tradisi saling memberi atau bertukar makanan dan berkunjung atau silaturahim kepada sanak saudara, kerabat, tetangga, atau teman. Tradisi ini dalam pelaksanaanya mengandung nilai-nilai, salah satunya yaitu nilai kepedulian sosial. Kepedulian sosial merupakan suatu rangkaian ibadah, tidak lepas dari budi pekerti yang luhur/ baik sesuai dengan norma-norma agama, adat istiadat serta norma-norma yang diatur oleh UUD/Peraturan Pemerintah. Kepedulian sosial yang ada pada tradisi weh-wehan terwujud dalam tiga bentuk kegiatan yaitu kegiatan silaturahim, dermawan, dan saling menghargai. Bentuk utama dalam kepedulian sosial pada tradisi weh-wehan adalah silaturahim, hal tersebut dikarenakan silaturahim merupakan kebutuhan secara fitrah dan sosial. Bentuk utama silaturahim dalam tradisi weh-wehan adalah sikap pemaaf dari masyarakat, kemudian saling mengunjungi, dan menyenangkan suasana hati pada saat tradisi weh-wehan berlangsung.
NO SMOKING HANDOUT BERBASIS STUDI KASUS SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISTEM RESPIRASI BERWAWASAN KONSERVASI
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11764

Abstract

In the learning process , learning resources can be presented in various forms of media. Handout is a learning resource that contains material that is contextual such as the dangers of smoking. This study aims to analyze the validity and feasibility of No Smoking handout as a learning resource conservation minded. This study is a research and development (Research and Development) by following the ten steps compiled by Sugiyono namely the potential and problems, data collection, product design, design validation, design revisions, limited testing, revision of the design, implementation learning, revision, and printing the final product. Validity No Smoking Handout analyzed using instruments BSNP. Test is limited to 15 students of class XII and the implementation of the handout at the learning done in class XI MAN Pemalang, eligibility No Smoking Handout seen improved cognitive outcomes of students with the design of making a one-group pre-test and post-test design. The validity of research results handout 80.7% with a valid criteria. Improved student learning outcomes in class XI MIA 1 of 0.63 and grade XI MIA 2 of 0.59, both criteria being. The conclusions of this study is No Smoking Handout is a learning resource valid and fit for use as a learning resource conservation minded in learning the respiratory system. Dalam pembelajaran sumber belajar dapat disajikan dalam berbagai bentuk media. Handout merupakan salah satu sumber belajar yang berisi materi-materi yang bersifat kontekstual seperti bahaya merokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas dan kelayakan No Smoking Handout sebagai sumber belajar berwawasan konservasi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengikuti sepuluh langkah yang disusun oleh Sugiyono yakni Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba terbatas, revisi desain, implementasi dalam pembelajaran, revisi, dan pencetakan produk akhir. Validitas No Smoking Handout dianalisis dengan menggunakan instrumen BSNP. Uji terbatas pada 15 siswa kelas XII dan implementasi handout pada pembelajaran dilakukan di kelas XI MAN Pemalang, kelayakan No Smoking Handout dilihat dari peningkatan hasil kognitif siswa dengan desain pengambilan one-group pre-test and post-test design. Hasil penelitian validitas handout 80,7% dengan kriteria valid. Peningkatan hasil belajar siswa pada kelas XI MIA 1 sebesar 0,63 dan kelas XI MIA 2 sebesar 0,59, keduanya dengan kriteria sedang. Simpulan penelitian ini adalah No Smoking Handout merupakan sumber belajar yang valid dan layak digunakan sebagai sumber belajar yang berwawasan konservasi pada pembelajaran sistem respirasi. 
Budaya Santri (Ngaji, Ngopi, Ngantri, Ngantuk, Ngabdi, ) Pada Novel Akademi Harapan Asa Karya Vita Agustina
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.26743

Abstract

AbstrakPesantren telah berhasil membangun budaya keislaman yang mengakar luas di Indonesia. Budaya keislaman dalam pesantren menjadi karakter tersendiri dalam membangun budaya bangsa. Indigenous dalam budaya pesantren dibangun oleh berbagai aspek. Aspek pendidikan, kehidupan, pola kegiatan dan lain sebagainya. Kehidupan dalam Pesantren yang meliputi proses pembelajaran, pergaulan, tata aturan dan hal lainnya menjadi cerminan subkultur karena dalam pesantren dihuni banyak manusia dengan berbagai karekter dan dari berbagai daerah asal. Berbagai budaya pesantren berhasil dipotret oleh Vita Agustina dalam novelnya yang berjudul Akadeni Harapan. Penulis novel menarasikan kehidupan tokoh dalam pesantren. Novel Akademi Harapan mencoba menumbangkan persepsi yang menyatakan kehidupan di pesantren menakutkan, penuh kungkungan, dan berbagai persepsi negative lainnya. Vita Agustina justru menggambarkan kehidupan pesantren yang nyaman, penuh pengetahuan, penuh rasa kekeluargaan, dan memiliki romantika budaya sendiri. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik budaya santri yang terdapat pada Novel Akademi Harapan Karya Vita Agustina. Lima budaya santri di pesantren yang diulas yaitu ngaji, ngopi, ngantri, ngantuk, dan ngabdi. Hal ini menarik karena santri pada novel Akademika Harapan berpegang teguh pada pada semboyan biso ora biso sing penting sekolah,apalan,lalaran,syawir lan Jamaah. Karakteristik budaya yang dimuncukan Vita Agustinya dalam novelnya tersebut akan menjadi gambaran identitas budaya pesantren yang bermanfaat bagi pembangunan budaya nasional yang bersumber pada kearifan pesantren.
PENGEMBANGAN KUNCI DETERMINASI TUMBUHAN HASIL EKSPLORASI HUTAN WISATA GUCI KABUPATEN TEGAL UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 2 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i2.19008

Abstract

Classification of living things is one of Biology material in the senior high school level which explains the formation of various animal and plants groups until structured the taxon following a hierarchy. The identification process of living things especially plants is one of activities that need students’ accuracy through observation. The plants identification process with determination key is main discussion on plants classification material in Biology learning for tenth grade of senior high school students. The problems found in living things classification material (plants) are difficulty in recognizing the plants characteristics, less key determination media, and lesson plan arranged by teacher tends only to be used for classroom activity. Furthermore, learning media is needed for increasing students’ competency from nature exploration which is used for identifying school’s environment. Plants key determination media which is developed from exploration of Guci forest tourism in Tegal Regency. Analysis of exploration result is 32 family and 50 species of plants are identified. The key determination media is validated by material expert with very valid result by score 85.7% and 94.4% from media expert. The media implementation in the learning results students’ score achievement by more than 93.9% students’ score surpassed KKM (minimum completeness criteria) with very good response from students and teacher while the method applied in the learning in the senior high school.
SEBARAN VEGETASI DAN KONSENTRASI GAS CO - Pb DI TAMAN KB, SIMPANG LIMA, DAN TUGU MUDA KOTA SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5159

Abstract

The warming temperatures are caused high gas escaping emissions in the air. Industrial activities and transport in the city led to increased gas CO, Pb, dust and noise. It needs the efforts to restructure and improve the environment through a city park. City park in addition to having a value of beauty is also able to absorb dust particles, gases CO, Pb and noise. This study aimed to vegetation distribution and gas concentration CO, Pb, dust, noise in the garden city of Semarang. The object of this study was the city park area in the district of Semarang and Semarang in the form of South Central. The research sample KB Park, Taman Simpang Lima and Garden Tugu Muda. The research variables include the type and amount of vegetation, species composition of vegetation, vegetation density and state of vegetation distribution, gas concentration CO, Pb, dust and noise. Data analysis techniques use quantitative descriptive analysis. The distribution of vegetation in the park KB, Simpang Lima Park and Garden Tugu Muda of aspects of the composition of the vegetation is very little to the value category ≤20,0%, aspects of the category of very rare vegetation density value ≤14,0%, and distribution of vegetation including the category of very ugly with ≤20,0% value. The concentration of air pollutants such as dust 409 μgr / m3 and 76.19 dBA noise both have exceeded the national ambient air quality standard. When compared to the air pollution in Taman Simpang Lima and Garden Tugu Muda higher than Taman KB. Semarang City Government needs to increase the number of trees in the Garden of KB to be effective in lowering the levels of CO, lead and noise. Memanasnya suhu di kota-kota besar disebabkan oleh tingginya gas emisi yang lepas di udara. Kegiatan industri dan transportasi di kota menyebabkan meningkatnya gas CO, Pb, debu dan kebisingan. Diperlukan usaha untuk menata dan memperbaiki lingkungan melalui taman kota. Taman kota selain mempunyai nilai keindahan juga mampu menyerap partikel debu, gas CO, Pb dan kebisingan. Tujuan penelitian mengetahui sebaran vegetasi dan konsentrasi gas CO, Pb, debu, kebisingan di taman Kota Semarang. Objek penelitian ini adalah kawasan taman kota di Kecamatan Semarang berupa Selatan dan Semarang Tengah. Sampel penelitian Taman KB, Taman Simpang Lima dan Taman Tugu Muda. Variabel penelitian meliputi jenis dan jumlah vegetasi, komposisi jenis vegetasi, kerapatan vegetasi dan keadaan sebaran vegetasi, konsentrasi gas CO, Pb, debu dan kebisingan. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif kuantitatif. Sebaran vegetasi di Taman KB, Taman Simpang Lima dan Taman Tugu Muda dari aspek komposisi vegetasi kategori sangat sedikit dengan nilai ≤20,0%, aspek kerapatan vegetasi kategori sangat jarang dengan nilai ≤14,0%, dan sebaran vegetasi termasuk kategori sangat jelek dengan nilai ≤20,0%. Konsentrasi cemaran udara seperti debu 409 µgr/m3 dan kebisingan 76,19 dBA keduanya telah melebihi batas baku mutu udara ambien nasional. Kalau dibandingkan maka cemaran udara di Taman Simpang Lima dan Taman Tugu Muda lebih tinggi dari Taman KB. Pemkot Kota Semarang perlu menambah jumlah pohon di Taman KB agar efektif dalam menurunkan kadar CO, timbal dan kebisingan.