cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
EKOFEMINISME DAN PERAN PEREMPUAN DALAM LINGKUNGAN
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2064

Abstract

Ecofeminism is a move emerges among women all over the world from various professions as the result of the unfairness towards women who are always being a myth of nature. This paper suggests a variety of examples of women's role in the environment in various countries. Discussion about the environment as well as the implications associated with ecofeminism high feminist consciousness among women scientists in universities in the world. The feminist awareness upon exploitations to the nature brings them to the action of saving the environment to create an eco-friendly and women-friendly way of living. The key of this case is involving and giving empathy to women for their role in the environment. Therefore it is urgent to understand the local wisdom as a reference by using the deconstruction of local wisdom to create the reconstruction of a new environmentally friendly local wisdom. Ekofeminisme merupakan sebuah gerakan yang muncul di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia dari berbagai profesi sebagai akibat adanya ketidak adilan terhadap perempuan yang selalu dimitoskan dengan alam. Tulisan ini mengemukakan berbagai contoh peran perempuan dalam lingkungan hidup di berbagai Negara. Pembahasan tentang lingkungan juga terkait dengan ekofeminisme sebagai implikasi kesadaran feminis yang tinggi di kalangan ilmuwan perempuan di perguruan tinggi di berbgagai belahan dunia. Kesadaran para perempuan feminis terhadap eksploitasi alam membuat mereka bangkit berperan dalam penyelamatan lingkungan hidup sehingga tercipta kehidupan yang eco-friendly dan Womenfriendly. Kunci dari hal itu adalah melibatkan dan empati terhadap perempuan dalam perannya dalam lingkungan hidup. Oleh karenanya perlu memahami kearifan lokal sebagai sebuah acuan dengan dekonstruksikearifan lokal agar muncul rekonstruksi kearifan lokal baru yang ramah lingkungan.
PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN BIOPARK PADA TAMAN MADUKORO SEBAGAI ATRIBUT KOTA HIJAU DI SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22693

Abstract

Taman Kota sebagai ruang terbuka di wilayah perkotaan sudah layaknya difungsikan sebagai ruang interaksi warga kota untuk berbagai kegiatan, fungsi dan kepentingan yang bermanfaat. Keberadaan ruang terbuka merupakan unsur penting yang dapat menjaga keberlanjutan ekologi suatu kota. Taman kota yang ada saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh warga kota secara maksimal, karena mengingat keberadaannya diimbangi dengan eksistensi pusat perdagangan seperti bangunan retail dan komersil yang pembangunannya marak di perkotaan. Pertumbuhan Kota cenderung menghabiskan ruang-ruang terbuka yang ada untuk pemenuhan aspek ekonomi sehingga lansekap dan tata guna lahan di perkotaan menjadi lebih dinamis. Berdasarkan data yang ada, kebutuhan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik sebesar 20% dari luas kota. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan Konsep BioPark pada Taman Kota Maduko di Semarang sebagai ruang terbuka hijau yang menggunakan delapan atribut kota hijau. Dengan ruang terbuka hijau yang berkualitas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini memberikan banyak manfaat dan juga memberikan kontribusi yang positif dalam mendukung kebutuhan akan fasilitas kota dan perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang. Metode penelitian yang dilakukan ini dengan studi pustaka primer dan sekunder. Taman Madukoro Semarang menggunakan 8 (delapan) atribut Kota Hijau yaitu green planning dan green design, green community, green open space, green building, green energy, green transportasion, green water, dan green waste. Dari hasil analisis data 8 atribut Kota Hijau tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan atau pengembangan taman kota yang lebih nyaman dan standar RTH Kota Semarang.
STRATEGI ADAPTASI SIMBOLIK PEMBATIK YANG TERMARGINALKAN TERHADAP HEGEMONI PASAR
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 1 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i1.18999

Abstract

The structure of Trusmi-Cirebon batik actors release some entrepreneurs who have capital strength which hegemony the market and the marginalized craftsman. This study aimed to understand the hegemony patterns of batik market and symbolic adaptation strategies of artisans who are marginalized in the creation of designs, marketing, and interpreting internal conflicts. Research used a qualitative approach using a type of phenomenological research. The results of this study showed that the market hegemony was carried out by showroom, produced batik with thecategory of anggon batik, the used of silk materials, and adapted to market interest. On the other hand, marginalized craftsman of Trusmi batik face the hegemony of batik market by carried out the design creation strategy by making batik with the category of obrogan, made a typical of traditional batik motifs, not used silk and another similar materials, avoided showrooms market, and used the service of pengeber, yarnen and yarlud. They choose to avoid internal conflicts by considering batik as a joint property which was an ancestral heritage. It was concluded that the symbolic adaptation strategy of marginalized craftsmen was conducted to maintain the balance (homeostasis), order, and social integration
UPAYA MENDORONG KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM INOVASI KONSERVASI PANGAN
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3092

Abstract

This study aimed to analyze efforts to encourage creative thinking skills of science education students on the problem of food security in Indonesia. This was due to the abundance of basic foodstuff in Indonesia. However, there were still problems in innovative processing and interesting packaging of the foods. Therefore, to foster the creative thinking skills among the college students, the implementation of project-based learning on the concept of conventional biotechnology was designed in biotechnology class learning. The goal was to nurture students’ creative thinking skills on the conventional concept of biotechnology in order to produce innovative conservation-based food products. The research design used in this study is One-Shot Case Study. It was implemented by providing treatment for students of Science Education Year 2013/2014 who were involved in Project Based Learning in the biotechnology course learning. Next, the students’ creative thinking skills were observed. The results showed that the implementation of project-based learning improve the students’ creative thinking skills that the students were able to create innovations on conservation-based food products using conventional Biotechnology principles.Keywords: creative thinking, project-based learning, food conservation, conventional biotechnology Tulisan ini bertujuan menganalisis upaya mendorong kemampuan berpikir kreatif pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA terhadap masalah ketahanan pangan di Indonesia. hal ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya bahan pangan asli Indonesia namun masih memiliki permasalahan dalam pengolahan dan pengemasan yang inovatif dan menarik. Oleh karena itu, untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada kuliah Bioteknologi, maka dirancang suatu pembelajaran melalui penerapan  model pembelajaran project based learning pada konsep Bioteknologi konvensional. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam konsep Bioteknologi konvensional dalam upaya menghasilkan produk inovasi berbasis konservasi pangan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen One-Shot Case Study. Pelaksanaanya dengan cara memberikan perlakuan dalam pembelajaran matakuliah Bioteknologi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA tahun pembelajaran 2013/2014 yang semester genap mengambil mata kuliah Bioteknologi berupa  pembelajaran menggunakan Project Based Learning. Selanjutnya diobservasi hasilnya berupa kemampuan berpikir kreatif  mahasiswa dalam berinovasi menghasilkan produk berbasis konservasi pangan. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui  penerapan model pembelajaran project based learning, mampu mendorong kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam membuat produk inovasi konservasi pangan menggunakan dasar Bioteknologi konvensional.Kata kunci: berpikir kreatif, project based learning, konservasi pangan, bioteknologi konvensional 
PENGELOLAAN WISATA ALAM CURUG GLAWE DAN BUKIT SELO ARJUNO DI KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH BERBASIS ECOTOURISM
Indonesian Journal of Conservation Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v6i1.12523

Abstract

Semarang State University as a conservation university in Indonesia is required to have a role in the environment around the campus and also in the wider environment that is throughout Indonesia. Academicians Semarang State University where in it is the teacher (lecturer), education personnel, and others should be hand in hand to realize the ideals of the luhur. Each individual can play a role in this conservation field in accordance with its capacity and capability. With this simultaneous and simultaneous movement, it is expected that Semarang State University really becomes a superior university in playing its role in society, nation and state. The target in this service is the manager of Curug Glawe natural tourism in Cening and Bukit Selo Arjuno village in Kedungboto Village using approach developed through ecotourism concept. The method to be applied in this training is the SWOT method. The selection of targeted methods and objects is based on facts resulting from initial observation that this nature tourism has good strength and attractiveness and prospective (strength), weakness in the management and supervision (weaknesses), the opportunity to be developed and conceptualized well (opportunities ) and there are some serious threats to sustainability (threats). Based on the facts, the ecotourism training activities in the management of nature tourism Curug Glawe and the management of nature tourism of Selo Arjuno hill by the devotees need a proper method to find the solution faced by the object of devotion, that is by applying the SWOT method (strength, weaknesses , opportunities, and threats). Selection of this method is also based on the needs and objectives for the conservation values as the basis of ecotourism can be realized.
KEANEKARAGAMAN JENIS AVIFAUNA DI CAGAR ALAM KELING II/III KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3083

Abstract

Nature Reserve (CA) Keling II / III is one of the nature reserves in Central Java which is impaired due to the local community use; therefore, the area does not function as it was initially planned. The aim of this study was to find out the diversity of avifauna or group of birds as information to determine management plans in that region. The observation method of Bird-watching applied point count and the data obtained were analyzed using the Shannon Wiener diversity index. The results showed 23 species of birds are found. They were from 6 orders and 14 families. A total of six listed were protected species as it was mentioned in government regulation No. 7 Year 1999 on the preservation of flora and fauna as well as the Law No. 5 Year 1990, namely Javan Kingfisher (Halcyon Cyanoventris), Collared Kingfisher (Halcyon Chloris), Javan Pond Heron (Ardeola Speciosa), Cattle Egrets (Bubulcus Ibis), Little Egret (Egretta Garzetta), And Olive-Backed Sunbird (Cinnyris Jugular). The Diversity Index (Shannon Wiener) in the region was 2.68.Keywords: Nature Reserves Keling II / III, Avifauna, Diversity Cagar Alam (CA) Keling II/III merupakan salah satu cagar alam di jawa Tengah yang mengalami gangguan akibat pemanfaatan masyarakat sekitar, sehingga kawasan tersebut tidak berfungsi sebagaimana awal penunjukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman avifauna atau kelompok burung sebagai informasi untuk menentukan rencana pengelolaan di kawasan tersebut. Metode pengamatan burung di lapangan menggunakan point count. Data pengamatan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil pengamatan menunjukkan ditemukan 23 spesies burung dari 6 ordo dan 14 family. Sebanyak enam spesies yang ditemukan tercatat dilindungi dalam peraturan pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa serta UU No 5 Tahun 1990 antara lain Halcyon cyanoventris (cekakak jawa), Cekakak sungai (Halcyon chloris) Blekok sawah (Ardeola speciosa), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kuntul kecil (Egretta garzetta), dan Cinnyris jugularis (burungmadu sriganti). Indeks Keanekaragaman (Shannon Wiener) di kawasan tersebut sebesar 2,68.Kata kunci : Cagar Alam Keling II/III, Avifauna, Keanekaragaman 
Analisis Keberadaan Burung dan Tingkat Kenyamanan Berdasarkan Persepsi Masyarakat di Ruang Terbuka Hijau Kota Bandar Lampung
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.29374

Abstract

Keberadaan burung di Ruang Terbuka Hijau mempunyai arti penting sebagai pereduksi tingkat stres manusia melalui suara khasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai tingkat kenyamanan berdasarkan keberadaan burung di Taman Kalpataru dan Taman PKOR. Pendataan keberadaan burung diambil menggunakan metode eksplorasi dan persepsi masyarakat dilakukan dengan kuesioner. Data keberagaman burung dianalisis menggunakan Indeks Keanekargaman Shanon-Wiener (H’) dan persepsi masyarakat dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan jumlah burung yang ditemukan sebanyak 6 jenis yaitu walet linci, gereja erasia, cucak kutilang, layang-layang batu, tekukur biasa dan perkutut jawa. Tingkat kenyamanan berdasarkan keberadaan burung menurut persepsi masyarakat dinilai dari variabel keberadaan dan suara burung tergolong sangat nyaman, sedangkan keberagaman, jumlah, dan warna burung tergolong nyaman. Daya tarik dan tingkat kenyamanan RTH dapat ditingkatkan melalui keberagaman burung dengan cara menambah keberagaman pohon yang sesuai sebagai sumber pakan alami.
DEFORESTATION, DEGRADATION, AND FOREST REGROWTH IN INDONESIA’S PROTECTED AREAS FROM 2000-2010
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2689

Abstract

This research used two new land cover maps from 2000 and 2010 to examine recent changes in forest cover in Indonesia’s protected areas (PAs). Our analysis included national parks (NPs), and nature and wildlife reserves (NRs/WSs) where deforestation was detected from 2000-2010. Indonesia’s terrestrial PAs lost approximately 0.37 million hectares (Mha), or 2.6% of their 2000 forest cover by 2010; with an additional 0.71 Mha transition from forest to the plantation/regrowth class. Although the forest regrowth of 0.57 Mha recorded during the same time frame suggests wide spread recovery of areas degraded prior to 2000, the high levels of transition from forest to plantation/regrowth class indicate that forest degradation within the protected areas is still a significant problem. Despite some improvement relative to the 1990s, we conclude that much improved management is required to address continued deforestation and degradation in Indonesia’s PAs. Keywords: Conservation Policy, Deforestation, Indonesia, Illegal Logging, Land Cover Change, MODIS Satellite Imagery   Penelitian ini menggunakan dua peta tutupan lahan baru dari tahun 2000 dan 2010 untuk memeriksa perubahan terbaru dalam tutupan hutan di kawasan lindung di Indonesia (KL). Unit analisis meliputi taman nasional (TN), serta cagar alam dan suaka margasatwa (CA / SM) di mana deforestasi terdeteksi 2000-2010. Di Indonesia terestrial KL kehilangan sekitar 0.370.000 hektar (Mha), atau 2,6% dari tutupan hutan tahun 2000 dibandingkan tahun 2010, dengan tambahan 0,71 juta ha transisi dari hutan ke kelas perkebunan / pertumbuhan kembali. Meskipun pertumbuhan kembali hutan 0,57 juta ha direkam selama waktu yang sama kajian menunjukkan pemulihan tersebar luas areal terdegradasi sebelum tahun 2000, tingginya tingkat transisi dari hutan ke kelas perkebunan / pertumbuhan kembali menunjukkan bahwa degradasi hutan di wilayah yang dilindungi masih merupakan masalah yang signifikan. Meskipun beberapa perbaikan secara relative melebihi era 1990-an, penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen ditingkatkan banyak yang dibutuhkan untuk mengatasi lanjutan deforestasi dan degradasi di lindung di Indonesia.Kata kunci: Kebijakan Konservasi, Deforestasi, Indonesia, Illegal Logging, Perubahan Tutupan Lahan, Citra Satelit MODIS  
Proses Pengolahan Sampah Plastik di UD Nialdho Plastik Kota Madiun
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.27347

Abstract

Limbah sampah plastik setiap harinya akan meningkat seiring dengan banyaknya kebutuhan manusia. Penimbunan sampah dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan manusia. Terlebih sampah plastik yang tidak dapat terurai dan mengandung zat kimia berbahaya apabila dibiarkan mencemari lingkungan seperti tanah dan air. Adanya lembaga atau perusahaan yang begerak dalam pengolahan sampah plastik dapat membantu mengurangi menumpuknya limbah plastik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian bertempat di Unit Dagang Nialdho Plastik. Pada penelitian ini dilakukan kajian dalam proses pengolahan sampah plastik yang dilakukan oleh Unit Dagang Nialdho Plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan sampah plastik yang dilakukan di Unit Dagang Nialdho Plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan sampah plastik di Unit Dagang Nialdho Plastik terdapat empat tahap yaitu: 1) pengepulan, 2) penyortiran, 3) pengepakan, dan 4) pendistribusian. Setiap jenis plastik memiliki harga yang berbeda per kilogram berdasarkan karakteristik plastiknya.
KAMPUNG-KOTA DAN PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BANDUNG TAHUN 1965-1985 Bagas Yusuf Kausan
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22678

Abstract

In the 1970s-1980s, along with the development planning of the metropolitan city, the issue of the settlements into a single symptom that happens almost in every big city in Indonesia. This is caused by the limited capacity of the city, while a surge in population resulting from urbanization continued to increase. As a result many migrants who later settled in land unused and filling the pockets of the kampung-kota of the city which had previously existed. This study discusses the history of the kampung-kota, especially those associated its position in an increasingly modern city planning. Further, this research is trying to see how the Government viewed the kampung-kota and simultaneously reviewed what efforts the Government has to improve the environment of the settlement. After observation, in the 1970-1980s, various forms of the settlement repair program ever undertaken in the city of Bandung. Although there is also a pure settlement improvement program was initiated by the non-governmental community, in the majority of program improvements the kampung-kota at that time was a Government project that worked with philanthropic foundations. But just take a focus on improvements to the physical aspect of the kampung-kota, a few repair program was not significantly impact on the community which settled in the settlement of the city. For improving the environment of settlement does not warrant improving the condition of their economy are more absorbed into the urban informal economy.