cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
KEEFEKTIFAN MODEL SAVI TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SDN LAWATAN 01 KABUPATEN TEGAL
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22681

Abstract

One of the less maximal factors of  science learning is that teachers are less innovative in packaging the learning so that students become passive and less interested in science learning. It can have the impact on low interest student learning and outcomes, so that innovative is need in science learning, one of them by applying Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) learning model. This study aims to determine the effectiveness of SAVI learning model on the science learning in grade V of SDN Lawatan 01 Tegal Regency. Experimental design used was Quasi Experimental in the form of nonequivalent control group design. The result of hypothesis testing of effectiveness to nature science learning interest showed that thitung ttabel (8,272 2,074) and the result of learning showed that thitung ttabel (8,325 2,074). It can be concluded that the implementation of SAVI learning model is effetive on the interest and learning outcomes of social science student of grade V on the subject of  the characther of light.
EFEKTIVITAS PENERAPAN ELECTRONIC PORTOFOLIO PADA PERKULIAHAN PRAKTIKUM IPA DASAR UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN PAPERLESS
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11763

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the implementation of Electronic Portfolio in Basic science lab learning, especially in support of paperless policy at the State University of Semarang (Unnes). The sample was odd semester students of science education study programs Faculty Unnes 2015 which followed the IPA Basic practicum courses. Lectures conducted by implementing Web-based Electronic Portfolio Blog which provides facilities to the students in the collection of statements by way of uploading (upload) via the menu on Electronic Portfolios thereby minimizing the use of paper (paperless). The questionnaire results were analyzed student responses associated qualitative descriptive effectiveness in supporting paperless policy and useabilitas utilization. Electronic Portfolio concluded that effective in supporting policy paper use management in an effective and efficient (Paperless Policy) in the lecture Basic science lab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Electronic Portofolio dalam pembelajaran khususnya praktikum IPA Dasar dalam mendukung kebijakan paperless di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester gasal program studi pendidikan IPA FMIPA Unnes Tahun 2015 yang mengikuti mata kuliah praktikum IPA Dasar. Perkuliahan dilaksanakan dengan menerapkan Electronic Portofolio berbasis Web Blog yang memberikan fasilitas kepada mahasiswa dalam pengumpulan laporan dengan cara meng-upload (mengunggah) melalui menu yang tersedia pada Electronic Portofolio sehingga meminimalisir penggunaan kertas (paperless). Hasil angket respon mahasiswa dianalisis secara diskriptif kualitatif terkait efektivitasnya dalam menunjang kebijakan paperless dan useabilitas pemanfaatannya. Disimpulkan bahwa Electronic Portofolio efektif dalam mendukung kebijakan pengelolaan pemanfaatan kertas yang efektif dan efisien (Paperless Policy) dalam perkuliahan praktikum IPA Dasar. 
PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI BIOGAS DI DESA GOGIK KECAMATAN UNGARAN BARAT
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.26310

Abstract

Biogas adalah salah satu sumber energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan organik dalam proses pembuatannya seperti limbah peternakan, limbah pertanian, sampah organik, dan limbah organik lainnya. Pada prinsipnya teknologi biogas memberikan kemudahan didalam proses pembuatannya, sehingga mudah diterapkan pada daerah yang memiliki sumber daya manusia terbatas. Saat ini, pemerintah Indonesia telah menerapkan Program Desa Mandiri ditujukan pada daerah-daerah yang memiliki potensi energi dan dimanfaatkan dengan teknologi oleh masyarakat setempat. Desa Gogik merupakan salah satu desa yang telah menerapkan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek-aspek yang mempengaruhi pelaksanaan limbah ternak sapi menjadi biogas di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan dilakukan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek teknis ketersediaan energi lain seperti gas LPG dan kayu bakar merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan biogas. Peralatan dan sarana yang tersedia cukup memadai, akan tetapi hampir 70% mengalami kerusakan. Pada alih teknologi tidak didapatkan kendala apapun karena dilakukan secara terencana. Dalam aspek sosial masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap pelaksanaan biogas. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan menyiapkan lahan dan membuat lubangan yang akan digunakan untuk membangun instalasi utama. Pada aspek lingkungan biogas belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, dalam pelaksanaan biogas masyarakat belum sepenuhnya menerapkan konsep zero waste. Ditinjau dari aspek manajemen masyarakat belum melakukan pengelolaan secara rutin. Selain itu, pengelolaan dilakukan secara individu skala rumah tangga.
INOVASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK DIGITAL BAGI IKM BATIK SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 2 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i2.19007

Abstract

The batik market experienced a significant increase - demanding the batik industry players to innovate. However most of the batik produced by traditional and small-scale industries (IKM batik). This study aims to encourage the productivity of IKM batik through the D'Batik software. D'Batik's software has several features to create batik motifs, which can be operated by ordinary people. The D'batik software was designed using the Software Development Life Cycle (SDLC) method with a prototyping model. The software was then tested in two locations - the village of Batik Bubakan Semarang and the batik center located in the Batik Village of Malon Gunungpati. The use of the D'Batik application can increase productivity by reducing the motifs creation time by 11.7 times faster. Future research can focus on the application of digital motifs to the technology of printed batik and stamped batik.
TINGKAT PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN DITINJAU DARI ASPEK FISIKA, KIMIA DAN LOGAM DI PANTAI KARTINI JEPARA
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5158

Abstract

Increasing the human activities, especially in coastal areas could waste product  from aquaculture activities, domestic waste, tourism, and fisheries activities. The objective of this research  to calculate  Water pollution index value consist  parameter Physics, chemistry and heavy metals, among others, is the transparency,turbidity, temperature, TSS, DO, BOD5, pH, salinity, detergents, oils and fats as well as heavy metals Pb,Hg and Cd. This study was conducted in April 2015. The survey method used in this study. The results showed that water quality of the estuary area has  1-2.5 m transperancy, turbidity from 1.2 to 14.3, temperature 30 ° C, TSS 18-30 mg / l, DO 4.1 to 6.22 mg / l, BOD5 6.08 to 15.71 mg / l, pH 7.9, Salinity ranges between 34- 35 ‰, Detergents 0.01 to 1.2 mg / l MBAs, Oils and fats 0.1 to 1.3 mg / l, Pb 0.003 mg / l, Hg 0.001 mg / l, Cd 0.001 mg / l. Water pollution index showed a value below the threshold range, but there are some stations that have exceeded the threshold value and are included in the category of lightly polluted on st1 (IP = 2,11), st2 (IP = 1.08) and st5 (IP = 1.02) according to the Decree of the Minister of Environment No. 115 2003. Peningkatan aktivitas manusia terutama di daerah pesisir menghasilkan limbah dari  kegiatan budidaya perikanan, limbah domestik, pariwisata, dan kegiatan perikanan tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung nilai indeks pencemaran Perairan di Pantai Kartini meliputi  parameter Fisika, kimia dan Logam berat antara lain adalah kecerahan, kekeruhan, Suhu, TSS, DO, BOD5,  pH, Salinitas, Deterjen, Minyak  dan lemak serta logam berat Pb,Hg dan Cd. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2015. Metode survey digunakan dalam penelitian ini.   Hasil penelitian menunjukkan Kualitas perairan kawasan muara memiliki kecerahan 1-2,5 m, kekeruhan 1,2 – 14,3 , Suhu 30o C, TSS 18 - 30  mg/l,  DO 4,1 – 6,22 mg/l, BOD5 6,08 – 15,71 mg/l, pH 7,9 Salinitas berkisar antara 34- 35‰,  Deterjen 0,01 – 1,2 mg/l MBAS, Minyak dan Lemak 0,1 – 1,3 mg/l, Pb 0,003 mg/l, Hg 0,001 mg/l, Cd 0,001 mg/l. Indek pencemaran perairan menunjukan nilai di bawah kisaran ambang batas,  namun ada beberapa stasiun yang telah melampaui nilai ambang batas dan termasuk dalam kategori tercemar ringan yaitu pada st1 (IP = 2,11), st2 (IP = 1,08) dan st5 (IP = 1,02) menurut Keputusan  Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 tahun 2003. 
PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK MELALUI KONSERVASI MORAL SEJAK DINI
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2063

Abstract

Education of children under six years is considered a very  important role than in subsequent periods, due to the success of one's life in the future have been established since the early ages. At this time a variety of children's ability to grow and develop very rapidly. Provision of appropriate stimulation and facilities at this time, will be very influential on  subsequent child development process and conversely, if the environment around the child such as parents, educators, and society does not provide the proper stimulation for the ability of the child, the child may not like what's developing  expected. Therefore, the need for cultural conservation efforts in the education sector and the planting of early moral values in order to develop the character of early childhood. The hope the child will grow into a young generation of Indonesia morecharacter, tough, honest and have integrity that is a reflection of national culture and act suave manners and daily life in the association. Pendidikan anak di bawah usia enam tahun dipandang sangat penting peranannya dibandingkan pada masa-masa berikutnya, karena keberhasilan kehidupan seseorang di masa depan telah dibentuk sejak mulai usia dini. Pada masa ini berbagai kemampuan anak tumbuh dan berkembang sangat pesat. Pemberian stimulasi dan fasilitas yang tepat pada masa ini, akan sangat berpengaruh pada proses perkembangan anak selanjumya dan sebaliknya, apabila lingkungan sekitar anak seperti orang tua, pendidik, dan masyarakat tidak memberikan stimulasi yang tepat bagi kemampuan anak, maka anak dapat berkembang tidak seperti apa yang diharapkan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konservasi budaya dalam sektor pendidikan dan penanaman nilai moral sejak dini dalam rangka  pengembangan karakter anak usia dini. Harapannya anak akan tumbuh menjadi generasi muda Indonesia yang lebih berkarakter, tangguh, jujur, dan memiliki integritas yang merupakan cerminan budaya bangsa dan bertindak sopan santun dan ramah tamah dalam pergaulan keseharian.
DAMPAK PEMBANGUNAN WADUK KEDUNG OMBO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI DI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 1989 – 1998
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22692

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan waduk buatan yang dibangun pada tahun 1985-1989 untuk membendung aliran air dari Sungai Serang. Waduk Kedung Ombo berfungsi untuk mengatasi banjir dan kekeringan yang sering melanda wilayah Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode sejarah, yang mencakup (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Waduk Kedung Ombo yang diresmikan pada tanggal 14 Junuari 1989 telah mampu mengatasi masalah banjir dan kekeringan yang sering melanda wilayah bagian utara di Jawa Tengah. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan sistem tanam padi oleh masyarakat petani di Kabupaten Grobogan. Masyarakat petani yang mulanya hanya bisa menanam 1 kali masa tanam padi dan 2 kali masa tanam palawija dalam satu tahun, sekarang menjadi 2 kali masa tanam padi dan 1 kali masa tanam palawija dalam satu tahun.
PERAN SENIMAN BANYUMAS DALAM PELESTARIAN CALUNG BANYUMASAN: STUDI KASUS PADA SENIMAN SUJIMAN BAWOR
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 1 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i1.18998

Abstract

This study aims to describe the role of an artist Calung Banyumasan who has a high dedication in maintaining two roles at once namely maintaining the economic life of his family, the traditions he loves and his responsibilities as a member of the community. This research uses a hermenuetic approach, integrated professional theory, and compensation theory to reveal the attitude of an artist who performs the attitude taken in his social cultural life. The results of the study show that artists who love art and culture will maintain their attitude by performing their faith. This activity can be in the form of working as an artist earnestly, doing other work as a support for his life and carrying out his social activities as a gesture of attitude that is in love with the art and culture of the ancestors he loves.
MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KONSERVASI
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3091

Abstract

Science learning is expected to nurture students’ characters that the students are able to appreciate and preserve various cultures more. This study aimed to find out how science learning models based on local wisdom is able to deepen the concept of science and foster conservation character through the reconstruction of the original science. In addition, the study also tried to reveal how the application sample of science learning models based on local wisdom is able to deepen the concept of science and foster conservation character through the reconstruction of the original science. Science learning model based on local wisdom could be done through the reconstruction of the original science (indigenous science) into western science or scientific science. It was applied by observing the culture in a community in order to reconstruct the science concepts which in turn can foster learners’ conservation value.Keywords: local wisdom, scientific reconstruction of the original (Indigenous Science), the conservation character Pembelajaran sains diharapkan mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang lebih menghargai berbagai budaya yang ada dan berusaha untuk melestarikannya. Permasalahan dalam tulisan ini adalah bagaimana model pembelajaran sains berbasis kearifan lokal melalui rekonstruksi sains asli yang mampu memperdalam konsep sains dan menumbuhkan karakter konservasi, serta bagaimana contoh aplikasi dari model pembelajaran sains berbasis kearifan lokal melalui rekonstruksi sains asli yang mampu memperdalam konsep sains dan menumbuhkan karakter. Model pembelajaran sains berbasis kearifan lokal  dapat dilakukan melalui rekonstruksi sains asli (indegenous science) menjadi sains barat atau sains ilmiah. Aplikasi model pembelajaran sains berbasis kearifan lokal yaitu dengan melakukan observasi terhadap suatu kebudayaan yang ada di masyarakat untuk selanjutnya direkonstruksi konsep-konsep sainsnya yang pada akhirnya mampu menumbuhkan nilai karakter konservasi peserta didik.Kata kunci: kearifan lokal, rekonstruksi sains asli (Indigenous Science), karakter konservasi 
PENGEMBANGAN KEBUN WISATA PENDIDIKAN (KWP) UNNES MELALUI BIOEDUENTERPREUNERSHIP
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11768

Abstract

Educational garden of Semarang State University has an area of about two hectares and developed since 2001. Initial management focuses on developing Jelajah Alam Sekitar (JAS) (exploring environment around). The potential of Unnes basically can be used as inventory for the campus environment, and therefore could be used as branding of Conservation University through creative and innovative products with the concept of empowerment. The purpose of this activity is the development and sustainability of the program in Educational Gardens of Unnes through Biodeduenterpreneurship. IbIKK Development of Educational Gardens of Unnes as Conservation University branding through the Bioeduenterpreunership has formed a business unit under the name "Omah Keboen Unnes", draw up a business plan , develop tour packages, education and training, and has been able to improve the infrastructure and services by adding completeness of equipment and facility improvements. With the promotion that is conducted recently, a business unit Omah Keboen Unnes in 2014 has been able to attract consumers with details of 15 people follow the package “Ketan” (Paket Tulang Daung [Package of Bone Leaf]), 100 people follow package JAS to know the biodiversity in KWP, 200 students attend the package outbound and also 60 training plant nursery. Kebun Wisata Pendidikan Unnes (Universitas Negeri Semarang) memiliki luas sekitar dua hektar dan dikembangkan sejak tahun 2001. Awal pengelolaan lebih fokus untuk mengembangkan pendidikan jelajah alam sekitar (JAS). Potensi yang dimiliki Unnes tersebut pada dasarnya dapat dijadikan sebagai inventaris bagi lingkungan kampus dan selanjutnya dapat dijadikan sebagai branding Universitas Konservasi melalui produk kreatif dan inovatif dengan konsep pemberdayaan. Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan dan keberlanjutan program di Kebun Wisata Pendidikan Unnes melalui Biodeduenterpreneurship. IbIKK Pengembangan Kebun Wisata Pendidikan Unnes sebagai Branding Universitas Konservasi melalui program Bioeduenterpreunership telah membentuk unit usaha dengan nama “Omah Keboen Unnes”, menyusun business plan yang terperinci, mengembangkan paket-paket wisata, pendidikan dan pelatihan, serta telah dapat meningkatkan prasarana dan layanan dengan menambah kelengkapan peralatan dan pembenahan fasilitas. Dengan promosi yang belum lama dilakukan, unit usaha Omah Keboen Unnes pada tahun 2014 telah mampu menarik konsumen dengan rincian 15 orang mengikuti paket Ketan (Paket Tulang Daun), 100 orang mengikuti paket JAS untuk mengenal keanekaragaman hayati di KWP, 200 siswa mengikuti paket outbond dan juga 60 orang mengikuti pelatihan pembibitan tanaman.