cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI TUTUR DAN SERAT: SUMBER REKONSTRUKSI KARAKTER RELIGIUS BANGSA
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2697

Abstract

This paper analyzes local knowledge as a source for the reconstruction of the religious character of the younger generation. These are due every culture and traditions have a mechanism to deliver the messages of its local knowledge. One medium that is able to convey the message of local wisdom oral tradition and serat. Local culture and tradition are medium to reconstruct awareness about what people believed in god. Much more local knowledge can be developed for educational materials in the form of the value of local wisdom that can be searched. Some idioms describe local wisdom are ojo dumeh, malati, ora ilok, besok ono jaman naliko pasar ilang kumandange, sepur biso mabur. However at this time there are problems, the values ​​of ethics (manners) and predictive technologies that regardless of educational practice and moral education or technology education. Therefore, the integration of local knowledge needs to be done through education, formal, non-formal, and informal. Thus, local knowledge transmission medium capable of developing into a culture that is able to meet the challenges of the times in accordance with human nature as religious beings. Keywords: local wisdom, oral culture, serat, character. Tulisan ini bertujuan menganalisis kearifan lokal sebagai sumber rekontruksi karakter religius bagi generasi muda. Ini disebabakn tiap kebudayaan dan tradisi memiliki mekanisme untuk menyampaikan pesan-pesan kearifan lokal yang dimilikinya. Salah satu media yang mampu menyampaikan pesan kearifan lokal adalah dalam tradisi tutur dan serat.  Budaya dan tradisi lokal amat kaya merekonstruksi kesadaran tentang apa yang diyakini masyarakat sebagai Tuhan atau disebut Tuhan. Banyak lagi kearifan lokal yang bisa dikembangkan bagi materi pendidikan nilai berupa hikmah lokal yang bisa dicari. Beberapa kata hikmah lokal seperti; ojo dumeh, malati, ora ilok, besok ono jaman naliko pasar ilang kumandange, sepur biso mabur. Namun saat ini terjadi masalah, nilai-nilai etik (sopan-santun) dan prediksi teknologi itu terlepas dari praktik pendidikan dan pendidikan moral atau pendidikan teknologi. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal perlu dilakukan melalui pendidikan, baik formal, nonformal, maupun informal. Dengan demikian, kearifan lokal mampu berkembang menjadi media transmisi budaya yang mampu menjawab tantangan zaman sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk religius.  Kata kunci: kearifan lokal, tutur, serat, karakter  
Analisis Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Terhadap Upaya Pengelolaan Sampah di Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal
Indonesian Journal of Conservation Vol 10, No 1 (2021): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v10i1.30587

Abstract

Sampah merupakan material sisa baik dalam bentuk padat, cair, maupun gas yang pasti ada di kehidupan masyarakat. Semua aktivitas masyarakat pasti menghasilkan sampah, termasuk di Desa Tegorejo. Sampah yang terus menambah dan menumpuk serta tidak dapat dikelola dengan baik akan berdampak bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di Desa Tegorejo dan juga lingkungannya. Penyebab penumpukan sampah diantaranya adalah keterbatasan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tegorejo. Permasalahan dari penelitian ini adalah proses pengolahan sampah oleh masyarakat belum dikategorikan benar dan baik karena proses pengolahannya dilakukan dengan pembuangan sampah hingga menumpuk tidak pada tempatnya dan di bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sembarang tempat, dampak keberadaan TPS tersebut, dan sistem upaya pengelolaan sampah di Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan rancang kajian wawancara, observasi/metode survei lapangan, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Desa Tegorejo masih belum benar dan baik karena tidak adanya lahan untuk dibangun tempat pembuangan sampah sementara, fasilitas sarana dan prasarana yang masih belum lengkap, dan rendahnya tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan baik serta dampak dari pengelolaan sampah bagi kesehatan. Manfaat penelitian bagi masyarakat adalah menjadikan masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap menjaga lingkungan hidup yang bersih dan sehat, dapat lebih aktif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, serta dapat menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah yang ada.
MENGAWAL LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI KAWASAN SEKARAN UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2068

Abstract

The other side that needs attention as the development of Semarang State University (SSU) advancing very fast these past four years is the waste management, especially for hazardous and toxic waste . In Sekaran area, there are some hazardous and toxic waste sources. These sources come from activities inside and outside campus. Those coming from inside campus are from practicum inside the laboratory, and some other business services inside campus. Those coming from outside campus created by modern household activities and various growing and developing business services around Sekaran area such as laundry, copy center, photography, printing, automotive workshop, etc. These hazardous and toxic waste shall be supervised appropriately for its potential in contaminating the environment. It is urgent to do thesocialization for types of hazardous and toxic waste to the society, service providers and laboratory managers. It is also needed to carry out a field research to outline the waste  sources around Sekaran area comprehensively. This is fundamental for one of conservation aspects that belong to SSU’s vision is physical conservation. The University needs to make sure that physical environment is preserved and therefore various cases of environmental contamination and destruction shall be minimalized. Sisi lain yang perlu mendapat perhatian seiring dengan  perkembangan Universitas Negeri Semarang yang sangat pesat dalam 4 tahun terakhir ini adalah pengelolaan limbah, terutama limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Di kawasan Sekaran terdapat beberapa sumber limbah B3. Sumber limbah ini berasal dari aktivitas dalam kampus dan luar kampus. Sumber limbah dari dalam kampus berasal dari aktivitas praktikum di laboratorium dan berbagai usaha jasa di dalam kampus. Sumber limbah di luar kampus berasal dari aktivitas rumah tangga yang semakin “modern”, dan berbagai usaha dan jasa yang tumbuh berkembang di kawasan Sekaran mulai dari pencucian pakaian, foto kopi, fotografi, percetakan, bengkel motor dan mobil. Limbah B3 ini perlu dikawal secara tepat, karena berpotensi merusak lingkungan.Sosialisasi tentang ragam limbah bahan berbahaya dan  beracun kepada masyarakat, penyedia jasa dan pengelola laboratorium perlu dilakukan. Penting juga dilakukan  penelitian lapangan untuk memetakan sumber limbah di Kawasan Sekaran secara komprehnsif. Hal ini penting sebab salah satu aspek konservasi yang menjadi visi unnes adalah konservasi fisik. Lingkungan fisik harus terjamin kelestariannya, dan karena itu berbagai pencemaran dan perusakan lingkungan harus diminimalisir.
Transgenic Florae: Frame of Mind an A Dilemmatical Sitch
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i2.25413

Abstract

Throughout the history of mankind, we have developed far more advanced techniques to cope with the challenges we face on the path of progression. No doubts, most of the problems are due to our greedy actions that ultimately led to a series of unforeseen consequences. One of them is the point of view on the use of genetically modified plants. It is a fact that today, we may have been facing a very different scenario if these transgenic plants don’t have existed at all. Most of the world would’ve been starved to death by now due to the daily exponential increase in population. But the ethical and other concerns on the use of these plants are still a major hurdle in the path of development of these beneficial florae. This review summarizes the sum of possible problems and major situations related to transgenic plants according to modern research.
MUSIK KERONCONG DI SURAKARTA: PERJALANAN DARI TAHUN 1960 HINGGA 1995
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22677

Abstract

Keroncong merupakan salah satu genre musik indonesia.  Musik ini pun tak luput dari sejarah panjang bagaimana perkembangannya di Indonesia dan Surakarta, dimana Surakarta juga dikenal sebagai kota budaya dan kota dimana keroncong melahirkan banyak artis dan musisinya. Oleh karena itu, penulis ingin menguraikan tiga permasalahan dari latar belakang tersebut yaitu (1) bagaimana sejarah perkembangan musik keroncong di Indonesia, (2) bagaimana perkembangan musik keroncong di Surakarta pada tahun 1960−1995, (3) Faktor apa saja yang mempengaruhi eksistensi keroncong di Surakarta. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah arsip mengenai keroncong yang terdapat di Depo arsip Suara Merdeka, arsip rekaman lagu Lokananta, majalah HAI, surat kabar Pikiran Rakyat, Badan Pusat Statistik Surakarta. Selain berupa dokumen, penulis juga mendapat sumber wawancara dari saksi hidup yang turut andil saat itu seperti Waljinah, Koesudiarso, Yohanes Puji dan Ary. Sementara sumber sekunder yang digunakan ialah dari buku-buku atau jurnal yang terkait penelitian. Hasil dari penelitian ini, penulis menyatakan bahwa musik keroncong merupakan kebudayaan yang sangat kental di Surakarta. Akulturasi dengan budaya Jawa yang menjadikan genre musik keroncong ini dikenal sampai kepelosok Indonesia bahkan mancanegara. Namun ketenaran ini tidak serta merta mengalami gelombang pasang dalam perjalannya, pada tahun 1960-an merupakan masa keemasan atau puncak kejayaan dari musik keroncong di Surakarta hingga melahirkan musisi yang melegenda serta deretan lagu-lagu yang tidak lekang oleh zaman. Hingga berjalannya waktu banyaknya genre musik yang masuk atau tenar di Surakarta sedikit demi sedikit menggerus puncak ketenaran musik keroncong serta beberapa faktor lain yang menyebabkan sinarnya meredup. Meskipun meredup pesona keroncong Surakarta memiliki ruang tersendiri untuk para penggemarnya.
PERUBAHAN BENTUK RUMAH TINGGAL VERNAKULAR DI TEPIAN SUNGAI DI KAMPUNG PAHANDUT, KOTA PALANGKA RAYA
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11759

Abstract

Settlements in Kampung Pahandut were along the lines of Kahayan river, but nowadays there are a lot of changes as the development grows. Changes occur not only on the macro settlements, but also on the micro part in the settlements, as in the “panggung” houses and the “lanting” houses. The dwelling house in Kampung Pahandut can be classified into the type of vernacular because it is a developed form of folk architecture and it is based on the natural conditions and local culture. The phenomenon that occurs in Kampung Pahandut, the change of the residence’s shape, is analyzed by the qualitative descriptive method to find out the most influential factor. The analysis is done by analyzing the changes in particular houses which are different with any other houses. By intangible views, the analysis is done by analyzing the organization of space, the orientation of the house, and the hierarchy of the exterior and interior space. Meanwhile, the tangible views reflect the analysis on the structure, material, and ornaments used in the houses. As the result, the researcher found that changes occur in the function space which is optimized, the increase in space, the use of new materials and also the orientation of the house. These changes occur are not only triggered by the economic capacity of the current owners, but also because of a change of the people’s mindset, technology, environment, and so on.Permukiman di Kampung Pahandut dulunya berada di sepanjang garis sungai Kahayan, namun seiring perkembangan kota terjadi banyak perubahan. Perubahan yang terjadi tidak hanya pada permukiman makro saja, melainkan juga terhadap bagian mikro dalam permukiman tersebut yakni pada rumah tinggal baik rumah panggung dan rumah lanting. Bentuk rumah tinggal yang ada di Kampung Pahandut dapat dikatakan termasuk jenis vernakular karena merupakan bentuk yang berkembang dari arsitektur rakyat dan dilandaskan pada kondisi alam dan budaya setempat. Fenomena yang terjadi di Kampung Pahandut yakni terjadinya perubahan pada bentuk rumah tinggal kemudian diteliti dengan metode kualitatif deskriptif dan dikuatkan dengan hasil dari analisa factor untuk menemukan  yang paling berpengaruh. Analisis dilakukan dengan melihat perubahan yang terjadi pada sampel data rumah yang dipilih karena memiliki perbedaan dari rumah yang lainnya.  Secara intangible dilihat pada organisasi ruang, orientasi rumah, hirarki ruang luar dan ruang dalam. Sedangkan secara tangible dilihat pada struktur, material, dan ornament yang digunakan pada rumah-rumah tersebut. Hasilnya peneliti menemukan bahwa perubahan terjadi pada fungsi ruang yang dioptimalkan, penambahan ruang, penggunaan material baru, dan juga perubahan orientasi rumah. Perubahan yang terjadi ini tidak hanya dipicu oleh kemampuan ekonomi pemilik saat ini, tetapi juga karena perubahan pola pikir, teknologi, lingkungan, dan sebagainya.  
PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA MATERI SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING
Indonesian Journal of Conservation Vol 9, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v9i1.25179

Abstract

Penelitian yang berjudul Keefektifan Penggunaan Model Snowball Throwing terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sumber Daya Alam pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Adiwerna 04 bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan pada pertemuan I, diperoleh rata-rata skor aktivitas belajar sebesar 80,51 dan persentase aktivitas belajar sebesar 80,51%. Sementara pada pertemuan II, diperoleh rata-rata skor aktivitas belajar sebesar 85,22 dan persentase aktivitas belajar sebesar 85,22%. Skor dan persentase aktivitas belajar lebih besar dari indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75 dan 75%, sehingga dapat dinyatakan bahwa aktivitas belajar siswa yang mendapatkan model snowball throwing meningkat. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh taraf signifikansi yang berada di bawah 0,05 yaitu sebesar 0,036, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran snowball throwing secara signifikan lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri Adiwerna 04 Kabupaten Tegal.
SUMBER BELAJAR DONGENG YANG BERMUATAN KONSERVASI BUDAYA “BANYUMASAN”
Indonesian Journal of Conservation Vol 7, No 1 (2018): IJC
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v7i1.19003

Abstract

Local culture is a content that can be used in the preparation of textbook material. Javanese culture (Banyumasan) as having noble values that should be understood by children, especially at the primary education level in Banyumas Regency. This research reveals: the type of Banyumasan fable and its potential as a source of learning as the conservation of Banyumasan culture through education. Research uses a qualitative approach to case study design. This research is believed to provide theoretical benefits about the concept of learning art and literature. The results show that Banyumas has various folklore with Banyumasan values. Tales that contain conservation of Banyumasan culture can potentially be a source of learning (enrichment) for children in the education process.
LAJU EROSI DAN SEDIMENTASI DAERAH ALIRAN SUNGAI RAWA JOMBOR DENGAN MODEL USLE DAN SDR UNTUK PENGELOLAAN DANAU BERKELANJUTAN
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5154

Abstract

Rawa Jombor which located in Klaten have 3 (three) watershed as channels of water in the swamp. These watersheds are Kali Danguran Bajing Watersheds, Kali Gebyok Watersheds and Kali Jayan Watersheds. The existence of the three watersheds that passes through residential areas and agriculture in the suspect may cause sedimentation and increased fertility in Rawa Jombor. To predict rate of sedimentation on each watershed in the Rawa Jombor needed a soil erosion prediction and sedimentation models. One of model that often used is the USLE model. This research aim is to determine decrease of the function of the environment in Rawa Jombor measured from erosion and sedimentation parameters and their impact on Rawa Jombor. This research uses the USLE models to predict soil erosion and Sediment Delivery Ratio (SDR) model to  predict sediment results with the help of software ArcGIS 10.1. The results of both models obtained value erosion in the Kali Danguran Bajing watershed of 15892.39 tonnes / year, Kali Gebyok watershed of 8972.29 tons / year, and Kali Jayan watershed of 5142.95 tonnes/year. Estimation of sediment in the watershed Danguran Bajing is at 3996.94 tons / year, the watershed Gebyok of 2621.70 tons / year, while the Jayan at 1812.37 tons / year. Rawa Jombor terletak di Kabupaten Klaten memiliki 3 (tiga) DAS sebagai saluran masuknya air pada rawa. Ketiga DAS tersebut adalah DAS Kali Danguran Bajing, DAS Kali Gebyok, dan DAS Kali Jayan. Ketiga DAS tersebut melewati daerah permukiman dan pertanian di duga dapat menyebabkan sedimentasi dan peningkatan kesuburan pada Rawa Jombor. Untuk memprediksi laju sedimentasi pada tiap – tiap DAS di Rawa Jombor diperlukan suatu model pemrediksi erosi tanah dan model sedimentasi. Salah satu model yang sering digunakan adalah model USLE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan nilai fungsi lingkungan Daerah Aliran Sungai di Rawa Jombor diukur dari parameter erosi dan sedimentasi dan dampaknya terhadap Rawa Jombor. Penelitian ini menggunakan model USLE untuk prediksi erosi tanah dan model Sediment Delivery Ratio (SDR) untuk prediksi hasil sedimen dengan menggunakan bantuan software ArcGIS 10.1. Hasil dari kedua model tersebut didapatkan nilai erosi pada DAS Kali Danguran Bajing sebesar 15.892,39 ton/tahun, DAS Kali Gebyok sebesar 8972,29 ton/tahun, dan DAS Kali Jayan sebesar 5142,95 ton/tahun. Perkiraan hasil sedimen pada DAS Danguran Bajing adalah sebesar 3.996,94 ton/tahun, pada DAS Gebyok sebesar 2.621,70 ton/tahun, sedangkan DAS Jayan sebesar  1.812,37 ton/tahun. 
PERSEBARAN DAN KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DALAM MENDUKUNG KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KAMPUS SEKARAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2059

Abstract

Research on the distribution and diversity of herpetofauna in  Semarang State University needs to be done. This relates to developed of biodiversity conservation program in Semarang State University. The objective of the research was to analyze the distribution and diversity of herpetofauna in Semarang State University. The study was conducted in June to October 2010. The data of herpetofauna were collected by Visual Encounter Survey (VES). Time of observation made in the morning (8:00 to 11:00 am) and nigh time (19:00 to 23:00 pm). Data were analyzed using margaleft index for the Species Richness Index, Shannon Diversity Index (H ') for species diversity and Index of Equitability or Evenness Simpsons to determine the proportion of the abundance species. The results showed that 20 species of herpetofauna(9 familiesand 3 order) were found in Semarang State University. The Species richness Index (DMg) was 3.98, Diversity Index was 3,84, and Eveness Index was 1,28. The most of species that we found are the member of Family Ranidae, Bufonidae, and Gekkonidae.Penelitian tentang distribusi dan keanekaragaman  herpetofauna di Universitas Negeri Semarang perlu dilakukan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan program konservasi keanekaragaman hayati di Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi dan keanekaragaman herpetofauna di Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hinggaOktober 2010. Data herpetofauna dikumpulkan oleh Visual Encounter Survey (VES). Waktu pengamatan dilakukan pada pagi hari (8.00 sampai 11.00 pagi) dan dekat waktu (pukul 19.00 sampai 23.00 malam). Data dianalisis menggunakan indeks Margaleft untuk Indeks Kekayaan Spesies, Shannon Indeks Keanekaragaman (H') untuk keanekaragaman spesies dan Indeks Pemerataan atau Kemerataan Simpsons untukmenentukan proporsi dari spesies yang kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 spesies herpetofauna(9 famili dan 3 ordo) ditemukan di Universitas Negeri Semarang. Indeks Kekayaan Spesies (DMG) adalah 3,98, Indeks keanekaragaman 3,84, dan Indeks Eveness adalah 1,28. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah anggota famili Ranidae, Bufonidae, dan Gekkonidae.