Articles
28 Documents
Search results for
, issue
"Vol 23, No 1 (2019): June"
:
28 Documents
clear
Konservasi Kotoran Sapi untuk Mendukung Desa Wisata
Dyah Pita Rengga, Wara;
Wulansarie, Ria;
Wijayatim, Nanik;
Tunggul Pawenang, Eram
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In Nongkosawit village, district Gunungpati, Semarang, the availability of livestock are very abundant in the presence of 60 cows. Cowshed has been allocated respectively integrated with cattle owners in accordance with its cows. The work program carried out by Tim IbM is the extension of energy conservation from cow manure into biogas energy and fertilizer plants, an environmental sanitation in the cowshed construction of biogas digester installation and provision of water pumps and packing of organic fertilizer in the tourist village. Biogas energy can be used for lighting and cooking while its by-products can be used as fertilizer. Gain on sale of fertilizers is four times the price than cow dung. The fertilizer contains elements N, P, and K atoms that can nourish plants in sufficient quantities.
Pelatihan Pembelajaran Matematika Kreatif dengan Pendekatan Konstruktivisme bagi Guru-Guru Sekolah Dasar YPII
Hendikawati, Putriaji;
Wijayanti, Kristina;
Sunarmi, Sunarmi;
Veronica, Rahayu Budhiati;
Waluya, Stevanus Budi
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meningkatkan kualitas guru merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas guru untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam pembelajaran akan memberi dampak positif dalam pembelajaran. Kualitas guru dapat ditingkatkan dengan menambah pengetahuan mengenai berbagai metode, pendekatan serta strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk mengatasi masalah pembelajaran di kelas sehingga dapat terwujud pembelajaran yang inovatif yang akan memaksimalkan pencapaian prestasi siswa. Seiring berkembangnya teori belajar, saat ini terjadi perubahan pada pembelajaran matematika di sekolah dasar yang menekankan pada pemahaman konsep dasar matematika. Pemahaman konsep akan tercapai bila siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri pembelajaran yang diperolehnya dan hal ini dapat dicapai salah satunya dengan pendekatan konstruktivisme. Guru-guru Sekolah Dasar Kebon Dalem Semarang masih mengalami kesulitan dalam mengajarkan konsep matematika kepada siswanya. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan sosialisasi serta pelatihan kepada guru-guru Sekolah Dasar Kebon Dalem yang tergabung dalam Yayasan Penyelenggaran Ilahi Indonesia yang ada di Semarang tentang pembelajaran matematika kreatif dengan pendekatan konstruktivisme serta bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran. Selama kegiatan para guru sangat tertarik dan antusias mengembangkan kemampuan mengajar matematika yang kreatif dengan pendekatan konstruktivisme sebagai solusi atas permasalahan membelajarkan matematika yang selama ini dialami.
Pelatihan Pembuatan Telur Asin Aneka Rasa Kelompok Usaha Masyarakat Otara di Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Subarkah, Danang
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pengolahan telur asin aneka rasa menggunakan UPSE Maker dan meningkatkan keterampilan pengolahan telur asin aneka rasa. Target khusus kegiatan ini adalah: 1) mitra dapat mengolah telur asin aneka rasa; 2) terjadi peningkatan omzet mitra secara ekonomi; 3) peningkatan pemahaman & ketrampilan masyarakat.  Metode kegiatan antara lain: 1) sosialisasi program metode ceramah; 2) pelatihan pengolahan telur asin aneka rasa menggunakan UPSE Maker dan cara perendaman manual; 3) evaluasi pelatihan melalui tes dan pengamatan; 4) pendampingan dan konsultasi menggunakan metode diskusi. Hasil yang dicapai adalah: (1) pelatihan pembuatan telur asin aneka rasa dengan menggunakan alat UPSE dan manual telah dilakukan sehingga terbentuk 4 pengrajin telur asin; (2) penerapan kemasan dengan tambahan informasi proksimat dan ijin edar produk sehingga menarik minat konsumen dan menjangkau pemasaran lebih luas; (3) terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok KUM otara untuk mengolah telur asin aneka rasa; (4) Penerapan media pemasaran online dan offline menjangkau pemasaran lebih luas dan meningkatkan omzet sebesar 7,5kali
Pelatihan Implementasi Model Pembelajaran PBL Berbantuan Miracast untuk Meningkatkan Keterampilan Profesional dan Literasi Teknologi Guru-Guru SD Gugus Drupadi Gunungpati Kota Semarang
Setyasto, Novi;
Hartati, Hartati;
Sutaryono, Sutaryono;
Sutikno, Putri Yanuarita
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemberlakuan Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses berimplikasi terjadinya pergeseran paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran, penggunaan pendekatan ilmiah (scientific), dan tematik terpadu sehingga perlu diterapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem based learning). Namun kenyataan di lapangan berbeda. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Gugus Drupadi Gunungpati Kota Semarang yang beranggotakan 53 Guru SD, menunjukkan bahwa kurang lebih 75% guru (atau sekitar 40 orang guru) masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis pemecahan masalah di kelas dan masih kesulitan dalam mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas yang sesuai dengan standar proses. Solusi yang dapat diterapkan adalah dengan pengadaan kegiatan pelatihan Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Miracast. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan mengajar dan literasi teknologi guru-guru SD di Gugus Drupadi melalui kegiatan pelatihan implementasi model PBL berbantuan Miracast di SD. Peserta kegiatan ini adalah 40 orang guru SD. Metode kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan kepada para guru-guru SD di Gugus Dewadaru II.  Metode pelatihan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah: ceramah, tanya jawab, praktek, dan simulasi. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini adalah bertambahnya pengetahuan, literasi teknologi dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan PBL berbantuan Miracast yang ditunjukkan dengan: 1) tersusunnya 34 perangkat pembelajaran dengan model PBL, 2) sejumlah 27 dari 40 peserta pelatihan memberikan respons sangat positif terhadap kualitas materi pelatihan dan 13 peserta memberikan respons positif dengan skor rata-rata 4,68.
Obama Ciput (Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur) Strategi Melestarikan Kesenian Wayang Krucil melalui Program One Village One Product di Kabupaten Blora
Setyowati, Fitri Andriani;
Amanah, Amanah;
Warmih, Warmih;
Oktarina, Nina
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia memiliki potensi kesenian yang luar biasa salah satunya kesenian wayang krucil. wayang krucil merupakan jenis wayang yang terbuat dari kombinasi antara kayu dan kulit sapi yang berasal dari Kabupaten Blora, memiliki ukuran lebih kecil dari wayang golek dan wayang kulit. Namun sampai saat ini wayang krucil tidak terkenal sebagaimana wayang golek dan wayang kulit Cirebon serta keberadaan wayang krucil berada didalam 75 jenis wayang yang hampir punah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena jumlah pembeli wayang krucil semakin menurun sehingga banyak pengusaha wayang krucil tidak aktif lagi menjalankan usahanya. Selain itu disebabkan karena generasi muda telah mengenal kesenian dan budaya dari luar dan mulai meninggalkan kesenian tradisional, hal ini membuktikan bahwa perlu adanya tindakan serius dari pemuda khususnya dari pemerintah melakukan upaya untuk tetap melestarikan kesenian yang membuat Kabupaten Blora tetap terkenal sebagai kabupaten yang memiliki wayang uniknya. Oleh karena itu penulis mengajukan gagasan “OBAMA CIPUT†(Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur): Strategi Melestarikan Kesenian Wayang Krucil Melalui Program One Village One Product di Kabupaten Blora. Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur merupakan pengelolaan berbasis masyarakat yang dilakukan oleh para pengusaha wayang krucil dimana masyarakat lokal terlibat secara aktif dalam proses pelestarian dan pengelolaan kesenian wyang krucil yang bertempat di Desa Klopodhuwur. Dengan adanya Community Based Management of Krucil’s Puppets Entrepreneur diharapkan kesenian wayang krucil akan tetap terjaga karena setiap minggunya masyarakat Desa Klopodhuwur akan dilatih untuk membuat wayang krucil dengan bentuk dan corak yang beranekaragam, dalam hal ini nilai guna wayang krucil tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga dapat digunakan sebagai inverior rumah tangga serta media pembelajaran yang menarik. Desa Klopodhuwur merupakan sebuah desa yang memiliki kelompok Suku Samin, keberadaan Suku Samin membuat daya tarik wisatawan untuk datang dan melihat kehidupan Suku Samin. Adanya wisatawan yang berkunjung di Desa Klopodhuwur sebagai salah satu strategi pemasaran wayang krucil karena para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh wayang krucil dapat langsung membeli di pusat penjualan wayang krucil di Desa Klopodhuwur. Hal ini akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung lebih lama di Kabupaten Blora. Dengan strategi tersebut, akan berdampak kepada tempat-tempat wisata lain yang ada di Blora untuk dikunjungi para wisatawan sehingga akan meningkatkan perekonomian Kabupaten Blora dan akhirnya akan terwujud Indonesia berdaulat
Upaya Peningkatan Nilai Tambah Susu Sapi Menjadi Yogurt Berbasis Daun Krokot di Mangunsari
Astuti, Widi;
Kusumaningtyas, Ratna Dewi;
Wulansarie, Ria
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kelurahan Mangunsari merupakan kawasan dengan peternakan sapi yang cukup banyak sehingga hasil susu sapi cukup melimpah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengolahan susu sapi menjadi produk yang bernilai lebih ekonomis dan bergizi yaitu dalam bentuk yoghurt. Di sisi lain, keberadaan tanaman krokot sangat melimpah dimana tanaman ini dianggap sebagai hama yang tumbuh secara liar dan belum dibudidayakan. Daun krokot sebenarnya dapat diolah menjadi bahan pangan bergizi tinggi karena memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti radang usus buntu, sembelit, diare akut, keputihan, sakit kuning, dan cacingan. Krokot telah diidentifikasi sebagai s umber yang sangat baik dari asam alfa linolenat. Alpha linolenat merupakan asam lemak omega 3. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat menjadi mandiri ekonomi dan memiliki jiwa kewirausahaan melalui keterampilan inovatif pembuatan minuman kesehatan yoghurt berbasis daun krokot. Proses ini dilakukan menurut tahapan 1) pemberian pengetahuan kepada masyarakat mengenai potensi ekonomis susu sapi murni dan tanaman krokot, 2) pelatihan ketrampilan pada masyarakat mengenai pengolahan susu sapi murni dan tanaman krokot menjadi minuman kesehatan yoghurt, 3) pembekalan wawasan kewirausahaan terkait produksi yoghurt.
Critical Netizenship Attitude: Program Pengembangan Sikap Kritis terhadap Kampanye di Media Sosial pada Pemilih Pemula Menjelang Tahun Politik 2018-2019
Fitri Anto, Abdul Haris
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Media sosial hari ini telah menjadi cara kampanye politik yang paling efektif. Namun media sosial juga menjadi sarang terjadinya negative campaign dan black campaign. Contohnya adalah pada pemilihan presiden tahun 2014 dan pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Tim pengabdi mendapati fakta bahwa calon pemilih pemula yang berhak memilih pada 2019 menunjukkan sikap alienasi (apatisme) politik yang tinggi sebagai akibat dari negative dan black campaign di media sosial. Selain itu, para calon pemilih pemula adalah pihak yang paling rentan menjadi korban dari negative dan black campaign.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan sikap kritis calon pemilih pemula terhadap kampanye di media sosial. Penelitian ini melibatkan 122 mahasiswa calon pemilih pemula dalam pelatihan “critical netizenship attitudeâ€Â. Pretest-posttest dengan “critical netizenship attitude questionnaire†diberikan pada seluruh responden. Dalam penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol dengan pertimbangan etis bahwa sikap kritis terhadap kampanye di media sosial adalah hak bagi semua calon pemilih pemula.Hasil pengembangan dibahas dalam tiga komponen sikap: kognitif, afektif, konatif. Hasil dari perlakuan kognitif, afektif, dan konatif menunjukkan adanya perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Dalam hal kognitif, mereka lebih menguasai teori framing dan seluk beluk kampanye di media sosial. Secara afektif, emosi mereka lebih terasosiasi secara lebih tepat terhadap kampanye-kampanye di media sosial. Secara konatif, calon pemilih pemula telah terlibat aktif dalam memerangi black-campaign di media sosial.
Pengembangan Rumah Anggrek Kalisegoro menuju Kampung Sejuta Anggrek
Anggraito, Yustinus Ulung;
Habibah, Noor Aini;
Widiatningrum, Talitha
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anggrek merupakan tanaman dengan nilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan anggrek memerlukan peralatan dan ketrampilan khusus supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Griya anggrek Mekar Sari merupakan salah satu rumah anggrek di wilayah Kalisegoro yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Pengembangan rumah anggrek ini terkendala adanya kurangnya sarana dan keterampilan pengelola dalam budidaya anggrek maupun pemasaran anggrek. Saat ini peralatan yang digunakan masih sangat terbatas. Selain itu pengadaan pupuk dan juga pembasmi hama juga masih terkendala oleh dana. Perawatan anggrek saat ini hanya berkisar penyiraman saja karena masih terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan Ibu-Ibu PKK RW 4 Kalisegoro. Dukungan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya penyediaan alat dan bahan yang bekaitan dengan budidaya anggrek, pelatihan mengenai budidaya anggrek dan pelatihan pemasaran anggrek. Strategi pemasaran anggrek akan didukung dengan pembuatan web Griya Anggrek Mekar Sari sehingga Griya Anggrek Mekar Sari tidak hanya dikenal di sekitar lingkungan Kalisegoro tetapi juga daerah lain. Web Griya Mekar sari telah berhasil dikembangkan. Penambahan koleksi anggrek, peralatan dan juga bahan untuk pemeliharaan anggrek meningkatkan kualitas dan kuantitas anggrek. Peningkatan kualitas dan kuantitas anggrek serta adanya strategi pemasaran meningkatkan omzet penjualan anggrek. Selain itu keterampilan peserta juga meningkat dengan adanya pelatihan persilangan anggrek dan tambahan pengetahuan berkaitan dengan display anggrek pada showroom.
Peningkatan Softskill Dibidang Sport Recreation melalui Pelatihan dan Pendampingan Fotografi
Irawan, Fajar Awang
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada remaja Karang Taruna Desa Lerep melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan fotografi guna peningkatan kualitas keahlian masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, modelling, dan simulasi. Kegiatan ini dihadiri oleh delapan belas peserta yang kesemuanya merupakan Remaja Karang Taruna Desa Lerep Ungaran Barat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fotografi dan tips memotret, kemudian dilanjutkan dengan materi peningkatan skill memotret dibidang sport recreation, dan materi ke tiga diisi dengan permainan dan olahraga tradisional dengan didampingi oleh tim pengabdi. Lembar pertanyaan yang berjumlah dua puluh lima item pertanyaan diajukan untuk memberikan informasi tentang pengetahuan dan kebiasaan dalam menggunakan kamera smartphone. Materi yang terdapat dalam pertanyaan terebut meliputi kemampuan dasar fotografi, teknik fotografi, kamera smartphone sebagai alternatif, dan sudut pengambilan gambar. Tiga belas peserta menunjukkan hasil yang Baik dalam pengetahuan fotografi. Lima peserta lainya menunjukkan bahwa mereka memiliki informasi yang Sangat Baik dalam pengetahuan dan pengalaman. Berdasarkan hasil yang didapat pada kemampuan dasar fotografi didapat nilai 4,23 dalam kategori Baik dimana peserta sudah memiliki dasar fotografi meskipun hanya pada pengetahuan dan informasi tentang cara mengoperasikan kamera dan cara mengambil gambar. Data pada teknik fotografi menunjukkan 4,24, data ini memiliki hasil yang sama dengan data pada sudut pengambilan gambar yaitu rata rata nilainya pada 4,24. Ketiga rata rata hasil data pada kategori Baik dan peserta sudah mengetahui dasar, teknik, dan bagaimana cara menggunakan kamera secara umum. Satu hasil lain yang berbeda yaitu pada materi kamera smartphone sebagai alternatif kamera memiliki hasil yang Sangat Baik. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian didapat bahwa peningkatan keterampilan dibidang sport recreation melalui pelatihan dan pendampingan fotorgafi di Desa Wisata Lerep Ungaran Barat memberikan informasi yang bermanfaat dan pengetahuan baru yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan fotografi
Kelas Inspirasi – Membangun Mimpi Siswa Sekolah Dasar melalui Pengenalan Karakter dan Profesi
Tri Wiyanti, Dian Tri
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Cerdas berarti memiliki ilmu yang berguna untuk menyelesaikan persoalan nyata. Di samping itu, cerdas juga bermakna kreatif dan inovatif. Salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa ialah pendidikan. Dalam pendidikan, terdapat suatu bentuk pembelajaran melalui pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan. Pendidikan berperan besar dalam pengembangan suatu negara di setiap bidang, seperti dampak globalisasi. Dalam studi kasus ini, secara khusus dibahas mengenai pendidikan dasar untuk anak-anak. Saat ini, seringkali anak-anak tidak memiliki suatu figur atau cita-cita apa yang akan mereka pilih untuk mereka perjuangkan hingga dewasa nanti. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengabdi ke Sekolah Dasar (SD) selama satu hari, untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja juga memberi motivasi untuk meraih cita-cita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan para profesional pengalaman mengunjungi, mengajar, dan berinteraksi selama satu hari di SD, dengan membawa muatan informasi dan inspirasi tentang berbagai profesi.