cover
Contact Name
-
Contact Email
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kompetensi Teknik
ISSN : 20862253     EISSN : 25979280     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jkomtek
Core Subject : Engineering,
Contains articles of research or ideas of thought (conceptual) in the development of education, teaching and technology in the field of engineering.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 14 Documents clear
PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KECEPATAN SPINDEL TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PROSES CNC TURNING PADA ALUMINIUM DAUR ULANG Irjayanti, Sabbara Luxmana; Rusiyanto, R
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.17829

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media pendingin dan kecepatan spindel terhadap tingkat kekasaran proses proses CNC Turning pada aluminium daur ulang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan tujuan mengetahui sebab akibat berdasarkan perlakuan yang di berikan. Media pendingin yang di gunakan yaitu coolant, oli SAE 40, dan angin. Sedangkan kecepatan spindel yang di gunakan yaitu 800 rpm, 1000 rpm, dan 1200 rpm. Setelah dilakukan pembubutan selanjutnya di uji kekasarannya. Permukaan yang memiliki tingkat kekasaran paling rendah yaitu pada spesimen yang menggunakan media pendingin oli SAE 40 dengan kecepatan spindel 1200 rpm. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan media pendingin yang tepat dan semakin tinggi kecepatan spindel maka nilai kekasaran permukaan rendah, sedangkan pemilihan media pendingin yang kurang tepat dan semakin rendah kecepatan spindel maka nilai kekasaran permukaan semakin tinggi.Kata kunci: aluminium daur ulang, media pendingin, kecepatan spindel, kekasaran permukaan
PENGARUH SENGKANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON YANG SUDAH RUSAK DAN DI COR KEMBALI PURNOMO, MEGO
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.22311

Abstract

Beton yang ditekan dengan gaya (P) maka akan memampat/memendek sehingga luas penampang menjadi membesar. Dengan adanya pembesaran dan mencapai regangan (ε) > 0.03 maka beton akan mengalami total strength loss. Sebenarnya sengkang selain berfungsi sebagai penahan gaya geser juga dapat menahan gaya horizontal, makin pendek jarak antar sengkang maka akan makin tinggi penahanan gaya horizontal dari sengkang. Perihal struktur tersebut dalam peraturan Standart Nasional Indonesia (SNI) belum dibahas. Beton yang terkurung (confined concrete) mempunyai kuat tekan (fc) dan regangan (ε) yang lebih baik dibandingan beton yang tidak terkurung (unconfined concrete). Kuat tekan pada beton yang berada di dalam sengkang spiral lebih besar dibandingkan dengan kuat tekan beton berada di luar sengkang spiral sehingga sengkang mempunyai pengaruh terhadap kuat tekan beton.Benda uji yang berupa silinder beton diameter 15 cm tinggi 30 cm dengan jumlah total 25 buah. Terdiri dari 5 buah dengan sengkang diameter 4,25 mm berjarak 2 cm, 5 buah dengan sengkang spiral diameter 4,25 mm berjarak 4 cm, 5 buah dengan sengkang spiral diameter 4,25 mm berjarak 6 cm, serta 5 buah dengan sengkang spiral diameter 4,25 mm berjarak 8 cm, 5 buah tanpa sengkang. Beton yang digunakan diameter kerikil max. 1 cm.Dari hasil penelitian perbaikan total strenght loss pada kolom dengan pengekangan metode sengkang dapat memberikan hasil kuat tekan yang semakin besar bila jarak Sengkang semakin rapat. Persamaan kuat tekannya dapat ditulisakan sebagai berikut:Y = 143,87e-0,052x dengan y= Kuat  tekan beton retrofit, dan x= Jarak antar sengkang (Cm)
PENGARUH PENGGUNAAN KAMPAS KOPLING RACING DAYTONA TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 Sofwan, Ahmad Agus; Wijaya, M. Burhan Rubai
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.20277

Abstract

ABSTRAKKopling merupakan komponen kendaraan bermotor yang berperan penting dalam pemindahan transmisi dan meningkatkan kinerja kendaraan bermotor. Untuk meningkatkan kinerja kopling dapat dilakukan dengan penggunaan kampas kopling berbahan kevlar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan kampas kopling Daytona Racing terhadap Torsi dan Daya mesin sepeda motor Honda Supra X 125. Kevlar adalah sebuah merek dagang untuk serat fiber sintetis aramid. Komposit jenis Kevlar memiliki keuntungan kekuatan tinggi, kekakuan tinggi, dan densitas rendah dibandingkan dengan logam dan mempunyai umur lelah yang panjang, tahan korosi, tahan aus, stabil dalam lingkungan dan bahan insolasi termal dan listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana torsi dan daya diuji menggunakan dinamometer. Data hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan kampas kopling Daytona Racing terhadap Torsi dan Daya mesin sepeda motor Honda Supra X 125. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan kampas kopling Daytona meningkatkan torsi dan daya pada putaran rendah dibandingkan dengan kampas kopling standar dengan rata-rata torsi yang dihasilkan sebesar 10,85 Nm pada 3000 RPM dan rata-rata daya sebesar 4,95 HP pada putaran 3000 RPM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kampas kopling Daytona lebih baik pada putaran rendah.Kata Kunci : kampas kopling Daytona, kevlar, torsi, dan dayaABSTRACTClutch is a component of motorized vehicles that plays an important role in transferring transmission and improving the performance of motorized vehicles. To improve clutch performance, it can be done by using a clutch of kevlar material. This study aims to determine the influence of Daytona Racing clutch lining on the torque and engine power of the Honda Supra X 125 motorcycle. Kevlar is a trademark for Aramid synthetic fiber. Kevlar composites have the advantages of high strength, high rigidity, and low density compared to metals and have a long fatigue life, corrosion resistance, wear resistance, stability in the environment and thermal and electrical insulation materials. The research method used is the experimental method, where torque and power are tested using a dynamometer. The data obtained from the research were then analyzed using descriptive analysis methods. The results showed the influence of the use of Daytona Racing clutch lining on the torque and engine power of the Honda Supra X 125 motorbike. The test results showed that the use of Daytona clutch lining increased torque and power at low speed compared to standard coupling with an average torque of 10.85 Nm at 3000 RPM and an average power of 4.95 HP at 3000 RPM rotation. Based on the results of the study it can be concluded that the use of Daytona clutch lining is better at low turns.Keywords : Daytona clutch, kevlar, torque and power
INOVASI PEMBUATAN KERUPUK GARUT DENGAN PERLAKUAN AWAL BAHAN KUKUS, PRESTO, REBUS Amirrah, Nadia Ismi; Wahyuningsih, W
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.22498

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian mengetahui perbedaan kerupuk garut perlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus terhadap sifat organoleptik kerupuk garut yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma. Mengetahui tingkatkesukaan masyarakat, mengetahui kandungan gizi serat kerupuk garut hasil eksperimen. Metode analisis datayang digunakan analisis varian yang dilanjutkan uji tukey dan rerata skor. Hasil penelitian kualitas kerupuk garutperlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus menunjukan ada perbedaan nyata pada aspek tekstur Fhitung 4,27> Ft 2,76, dan aspek aroma Fhitung 4,36 > Ft 2,76. Sedangkan pada aspek rasa Fhitung 2,06 < Ft 2,76 dan warnaFhitung 2,364 > Ft 2,76 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan karena nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel. Hasil uji kesukaan kerupuk garut paling disukai sampel kerupuk garut metode pengolahan kukus rerata skor6,43, diikuti presto rerata skor 6,31; kemudian rebus rerata skor 4,86. Hasil uji serat pada sampel kerupukpresentase paling tinggi kerupuk garut metode pengolahan presto 26,64%/0,5g, metode kukus 25,31%/0,5g,metode rebus yaitu 21,88%/0,5g. Simpulan dari penelitian ada perbedaan kualitas kerupuk garut terhadap sifatorganolepik; tingkat kesukaan kerupuk garut paling disukai kerupuk garut dengan metode kukus, diikutipresto, lalurebus; kandungan serat paling tinggi kerupuk garut dengan perlakuan awal presto, diikuti kukus, lalu rebus.
PENGARUH KETINGGIAN TORCH TERHADAP LEBAR KERF DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMOTONGAN CNC PLASMA ARC CUTTING DENGAN BAHAN BAJA ST 37 Saputro, Fathony Nada; Sumbodo, Wirawan
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.21241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian torch terhadap lebar kerf dan kekasaran permukaan hasil pemotongan baja st 37 menggunakan CNC Plasma Arc Cutting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan teknik Analisa yang digunakan adalah statistika deskriptif pada pemotongan baja st 37 dengan menggunakan variasi ketinggian torch 0.1 mm, 0.2 mm dan 0.3 mm. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian lebar kerf menggunakan taper gauge dan kekasaran menggunakan Surfcorder SE-1700. semakin tinggi jarak torch yang digunakan pada saat pemotongan maka akan semakin tinggi nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Semakin rendah jarak torch yang digunakan maka semakin kecil nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Nilai lebar kerf yang paling kecil mm yaitu rata-rata lebar kerf sebesar 1.31 mm dengan ketinggian torch 0.1 mm dan paling besar yaitu 1.37 mm dengan ketinggian 0.3 mm. Nilai kekasaran permukaan yang paling kecil yaitu rata-rata sebesar 6.959  µm dengan ketinggian 0.1 dan paling besar yaitu 11.913 µm dengan ketinggian 0.3 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAU KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KUALITAS INDERAWI DAN KANDUNGAN PROTEIN MIE BASAH SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF Khasanah, Via; Astuti, Pudji
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.22499

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) pengaruh penambahan ekstrak daun kelor0%,10%,20%,dan 30% pada pembuatan mie basah substitusi tepung mocaf terhadap aspek warna, aroma, tekstur, rasa, dan tensile strength,2) Tingkat kesukaan masyarakat terhadap pada sampel, 3) kandungan protein mie basahhasil eksperimen.Metodologi penelitian yaitu menggunakan ANAVA, dilanjut uji tukey, untuk uji kesukaanmenggunakan analisis deskriptif persentase, untuk kandungan protein menggunakan metode Kjeldahl. Hasilpenelitian yaitu ada pengaruh pada aspek warna,aroma, dan rasa. Pada Tensile strength menunjukkan adanyapenurunan rerata. Hasil uji kesukaan dari keempat sampel yaitu A(70,18%) dengan kriteria suka, B(62,43%),C(62,93%), D(58,06%) dengan kriteria cukup suka. Uji kandungan protein menunjukkan adanya peningkatan tiapsampel seiring dengan meningkatnya penambahan ekstrak daun kelor yaitu A(7,42%), B(7,63%), C(8,07%), danD(8,12%). Simpulannya adalah berdasarkan kualitas mutu inderawi ada pengaruh pada aspek warna, aroma, danrasa, hasil uji kesukaan dengan rerata tertinggi adalah sampel A(kontrol), dan kandungan protein mengalamipeningkatan tiap sampel.
ANALISIS PENGARUH PERBANDINGAN CAMPURAN THINNER DENGAN VARNISH TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAN Cesyantikha, Mutiara; Wahyudi, W
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.20910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbandingan campuran thinner dengan varnish terhadap nilai ketebalan, kekilauan, dan daya lekat lapisan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan yang diperlukan untuk menghasilkan kualitas lapisan varnish yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini akan melakukan variasi perbandingan campuran thinner dan varnish yaitu 1:0,25, 1:0,75 dan 1:1,25 yang akan dilakukan pada plat baja, kemudian akan diuji ketebalan, kekilauan dan daya lekatnya. Penelitian ini menggunakan tiga variasi perbandingan pada satu merek varnish yaitu Propan. Nilai ketebalan pada campuran thinner dengan varnish rasio 1:0,25 adalah 31,5 µm, sedangkan pada rasio 1:0,75 menjadi 17,2 µm dan pada rasio 1:1,25 sebesar 43 µm. Nilai kekilauan pada rasio 1:0,25 adalah 67,65 GU, pada rasio 1:0,75 sebesar 76,15 GU dan pada rasio 1:1,25 sebesar 78,7 GU atau nilai yang paling besar dari semua rasio. Nilai daya lekat pada semua rasio sama yaitu 4B. Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa rasio campuran thinner dan varnish yang paling baik adalah 1:1,25.
PENGARUH PENGGUNAAN KAMPAS KOPLING RACING DAYTONA TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.20277

Abstract

ABSTRAKKopling merupakan komponen kendaraan bermotor yang berperan penting dalam pemindahan transmisi dan meningkatkan kinerja kendaraan bermotor. Untuk meningkatkan kinerja kopling dapat dilakukan dengan penggunaan kampas kopling berbahan kevlar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan kampas kopling Daytona Racing terhadap Torsi dan Daya mesin sepeda motor Honda Supra X 125. Kevlar adalah sebuah merek dagang untuk serat fiber sintetis aramid. Komposit jenis Kevlar memiliki keuntungan kekuatan tinggi, kekakuan tinggi, dan densitas rendah dibandingkan dengan logam dan mempunyai umur lelah yang panjang, tahan korosi, tahan aus, stabil dalam lingkungan dan bahan insolasi termal dan listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana torsi dan daya diuji menggunakan dinamometer. Data hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan kampas kopling Daytona Racing terhadap Torsi dan Daya mesin sepeda motor Honda Supra X 125. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan kampas kopling Daytona meningkatkan torsi dan daya pada putaran rendah dibandingkan dengan kampas kopling standar dengan rata-rata torsi yang dihasilkan sebesar 10,85 Nm pada 3000 RPM dan rata-rata daya sebesar 4,95 HP pada putaran 3000 RPM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kampas kopling Daytona lebih baik pada putaran rendah.Kata Kunci : kampas kopling Daytona, kevlar, torsi, dan dayaABSTRACTClutch is a component of motorized vehicles that plays an important role in transferring transmission and improving the performance of motorized vehicles. To improve clutch performance, it can be done by using a clutch of kevlar material. This study aims to determine the influence of Daytona Racing clutch lining on the torque and engine power of the Honda Supra X 125 motorcycle. Kevlar is a trademark for Aramid synthetic fiber. Kevlar composites have the advantages of high strength, high rigidity, and low density compared to metals and have a long fatigue life, corrosion resistance, wear resistance, stability in the environment and thermal and electrical insulation materials. The research method used is the experimental method, where torque and power are tested using a dynamometer. The data obtained from the research were then analyzed using descriptive analysis methods. The results showed the influence of the use of Daytona Racing clutch lining on the torque and engine power of the Honda Supra X 125 motorbike. The test results showed that the use of Daytona clutch lining increased torque and power at low speed compared to standard coupling with an average torque of 10.85 Nm at 3000 RPM and an average power of 4.95 HP at 3000 RPM rotation. Based on the results of the study it can be concluded that the use of Daytona clutch lining is better at low turns.Keywords : Daytona clutch, kevlar, torque and power
INOVASI PEMBUATAN KERUPUK GARUT DENGAN PERLAKUAN AWAL BAHAN KUKUS, PRESTO, REBUS
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.22498

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian mengetahui perbedaan kerupuk garut perlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus terhadap sifat organoleptik kerupuk garut yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma. Mengetahui tingkatkesukaan masyarakat, mengetahui kandungan gizi serat kerupuk garut hasil eksperimen. Metode analisis datayang digunakan analisis varian yang dilanjutkan uji tukey dan rerata skor. Hasil penelitian kualitas kerupuk garutperlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus menunjukan ada perbedaan nyata pada aspek tekstur Fhitung 4,27 Ft 2,76, dan aspek aroma Fhitung 4,36 Ft 2,76. Sedangkan pada aspek rasa Fhitung 2,06 Ft 2,76 dan warnaFhitung 2,364 Ft 2,76 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan karena nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel. Hasil uji kesukaan kerupuk garut paling disukai sampel kerupuk garut metode pengolahan kukus rerata skor6,43, diikuti presto rerata skor 6,31; kemudian rebus rerata skor 4,86. Hasil uji serat pada sampel kerupukpresentase paling tinggi kerupuk garut metode pengolahan presto 26,64%/0,5g, metode kukus 25,31%/0,5g,metode rebus yaitu 21,88%/0,5g. Simpulan dari penelitian ada perbedaan kualitas kerupuk garut terhadap sifatorganolepik; tingkat kesukaan kerupuk garut paling disukai kerupuk garut dengan metode kukus, diikutipresto, lalurebus; kandungan serat paling tinggi kerupuk garut dengan perlakuan awal presto, diikuti kukus, lalu rebus.
PENGARUH KETINGGIAN TORCH TERHADAP LEBAR KERF DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMOTONGAN CNC PLASMA ARC CUTTING DENGAN BAHAN BAJA ST 37
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.21241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian torch terhadap lebar kerf dan kekasaran permukaan hasil pemotongan baja st 37 menggunakan CNC Plasma Arc Cutting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan teknik Analisa yang digunakan adalah statistika deskriptif pada pemotongan baja st 37 dengan menggunakan variasi ketinggian torch 0.1 mm, 0.2 mm dan 0.3 mm. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian lebar kerf menggunakan taper gauge dan kekasaran menggunakan Surfcorder SE-1700. semakin tinggi jarak torch yang digunakan pada saat pemotongan maka akan semakin tinggi nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Semakin rendah jarak torch yang digunakan maka semakin kecil nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Nilai lebar kerf yang paling kecil mm yaitu rata-rata lebar kerf sebesar 1.31 mm dengan ketinggian torch 0.1 mm dan paling besar yaitu 1.37 mm dengan ketinggian 0.3 mm. Nilai kekasaran permukaan yang paling kecil yaitu rata-rata sebesar 6.959  µm dengan ketinggian 0.1 dan paling besar yaitu 11.913 µm dengan ketinggian 0.3 mm.

Page 1 of 2 | Total Record : 14