cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Terapi Spiritual Islami : Suatu Model Penanggulangan Gangguan Depresi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13313

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan menguraikan tentang terapi spiritual Islami sebagai suatu model dalam penanggulangan gangguan depresi. Satu trend yang menarik belakangan ini dalam bidang psikologi, yaitu semakin meningkatnya kalangan profesional muslim dan masyarakat umum terhadap nilai-nilai Islam. Tidak hanya memperbincangkan mengenai nilai-nilai islami, tetapi bahkan lebih jauh dari itu oleh kalangan profesional muslim semakin gandrung mengkaji dan mengembangkan dimensi keilmuan dengan berbasis islami. Mereka semakin menyadari pentingnya nilai-nilai Islami dalam membangun suatu paradigma. Terapi spiritual Islami adalah salah satu paradigma dalam dimensi psikologi yang mulai banyak dikaji dan dipraktekkan oleh kalangan masyarakat. Berdasarkan hasil-hasil penelitian dan pendapat para profesional menunjukkan adanya pengaruh terapi spiritual islami terhadap penanggulangan depresi.  
TIPE KOMITMEN PERKAWINAN PADA PASANGAN YANG MENIKAH DINI DI KABUPATEN BREBES
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11609

Abstract

Abstrak. Pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Dalam menjalin hubungan pernikahan dan menjadi suami istri tentu perlu adanya kesiapan yang matang, baik kesiapan fisik, mental serta kesiapan usia dalam pernikahan. Pernikahan dini di Indonesia menempati urutan tertinggi se-ASEAN setelah Kamboja. Pedesaan adalah  penyumbang  terbesar  terjadinya  pernikahan  dini.  Namun  demikian, dampak lain dari pernikahan dini yang belum siap secara mental dan psikis yaitu terjadinya perceraian. Tahun 2013 BkkbN menyatakan bahwa Indonesia sudah menempati urutan tertinggi se-Asia Pasifik dan ternyata setiap tahun jumlah perceraian  semakin  meningkat.  Komitmen  Perkawinan  yang  rendah mengakibatkan   maraknya   perceraian   yang  terjadi   pada  pasangan   terutama pasangan yang menikah dini. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mendeskripsikan secara jelas tetang bagaimana  tipe komitmen perkawinan pada pasangan   yang   menikah   dini   di   Kabupaten   Brebes   (yaitu   institutional commitment, rational commitment, dan emotional commitment). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Brebes. Subjek penelitian berjumlah 306 orang yang ditentukan dengan menggunakan multiple stage sampling. Data diambil dengan menggunakan skala likert dengan 29 item. Hasil uji validitas berkisar antara 0,127 sampai 0,494 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,784. Hasil penelitian menunjukan komitmen perkawinan pasangan yang menikah dini di Kabupaten Brebes dalam kategori tinggi dengan tipe yang paling mendominasi adalah rational commitment. Adapun tipe komitmen perkawinan pada suami mayoritas pada rational commitment, yang kedua ada pada emotional commitment, dan yang terahir pada institutional commitment. Sedangkan pada tipe komitmen perkawinan istri mayoritas adalah emotional commitment, rational commitmen, dan institutional commitment. Kata Kunci : Komitmen Perkawinan, Menikah Dini Abstract. Marriage is one of worship that its sanctity should be maintained by both sides of husband and wife. In the marriage should have mature readiness such as physical readiness, mental readiness, and age readiness. In the early marriage, Indonesia  becomes  the  highest  rank  after  Kamboja.  Rural  is  the  biggest contributor of it. The effect of early marriage is divorce. In 2013, National Family Planning Coordinating Board (BKKBN) stated that Indonesia is the highest rank in Asia and every year the number of divorce increase. The low marriage commitment becomes the cause of divorce especially in early marriage. So, the aim of this research is to describe about types of marriage commitment toward couples who married early in Brebes (such as institutional commitment, rational commitment, and emotional commitment). This research conducted in Brebes. The sample of this research is 306 people by using multiple stage sampling. Data was taken by using Likert scale in 29  items.  Result  of  validity  test  is  about  0.127  until  0.494  and  reliability coefficient is 0.784. The result indicates that Brebes becomes the high category especially in rational commitment. Furthermore, husband commitment marriage is most in the rational commitment, second in the emotional commitment, and the last is in the institutional commitment. Besides, type of wife commitment marriage is most in the emotional commitment, second in the rational commitment, and the last in the institutional commitment. Keywords : Marital Commitment, Early Marriage
STUDI PSIKOLOGI INDIGENOUS KONSEP BAHASA CINTA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i2.17524

Abstract

Abstrak. Konsep bahasa cinta yang dicetuskan oleh Chapman telah dikaji sebelumnya melalui pengujian konsistensi internal dan relasi dengan variabel lain. Studi terdahulu berawal dari gagasan Chapman yang kemudian diujicobakan pada sampel penelitian. Penelitian ini sebaliknya bertujuan untuk melihat dengan perspektif grounded theory hal-hal yang membuat seseorang merasa dicintai. Penelitian ini juga hendak mencari bahasa cinta yang kontekstual melalui pendekatan kualitatif. Jurnal harian (n = 36) serta kuesioner diisi oleh partisipan (n = 400). Data yang diperoleh kemudian diolah dengan proses coding. Untuk mencapai kredibilitas data, penulis melakukan analisis saturasi data yang diperoleh. Hasil penelitian memperoleh tujuh hasil coding yang menunjukkan bahasa cinta partisipan yaitu quality time, words of affirmation, acts of service, physical touch, sacrificial love, karakter dan temperamen, dan perasaan. Teori awal yang terdiri dari lima bahasa cinta terdukung oleh hasil temuan ini. Akan tetapi, perspektif indigenous mampu menunjukkan adanya elemen unik dari bahasa cinta seperti perasaan dicintai saat pasangan melakukan pengorbanan. Abstract. Love languages, originally penned by Chapman, was studied through internal consistency and relationship with other variables examination. Previous studies stemmed from Chapman’s own idea and was tested on research participants. This research on the other hand aims to view love languages as a construct through grounded perspective. It investigated what makes people feel loved over qualitative method. A self-monitoring journal (n=36) and open-ended questionnaire (n=400) were filled by participants as data gathering technique. Data were processed through coding course. To obtain data credibility, authors analyzed data saturation. Results showed there were seven coding outcome: quality time, words of affirmation, acts of service, physical touch, sacrificial love,character and temperament, and feelings. Partly, original theory of love languages were confirmed by this findings. However, indigenous point of view exhibited unique element of feeling loved such as sacrifices.
STUDI KASUS GANGGUAN ENURESIS PADA SEORANG MAHASISWI DI YOGYAKARTA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 1, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v1i1.8889

Abstract

The objective of the study is to know the problems that back ground enuresis interference happen to a college student in Yogyakarta. The test-taker is subject who does certain activity / prominent subject of the study, that is the subject who undergoes enuresis interference that give some exact and clear information. The number of subject of the study is one (N:1). The data collected from interview, observation, psychological test (DAM, HTP, Baum) and self monitoring as the method of collecting data. The result of the study shows that the major factor of the subject who undergo enuresis interference is because of less harmonious relationship with family. The overwhelming problem experienced by the subject made her feel depperessed. The pressure influences hypothalamus work, otonomical nurve system, and adrenal cortical system, but since of the pressure takes chemically, and subject could not overcome it so it attack the weakest part of the body, that is ureter, so enuresis happens
Terapi Kognitif Perilaku untuk Menurunkan Potensi Kekambuhan pada Narapidana Mantan Pecandu Narkoba
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.22276

Abstract

Peredaran narkoba tidak hanya terjadi di berbagai tempat umum, namun juga di dalam suatu lembaga pemasyarakatan. Bagi narapidana yang merupakan mantan pecandu narkoba di lembaga pemasyarakatan, hal ini dapat mempengaruhi potensi mengalami kekambuhan yang menjadi semakin tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan potensi mengalami kekambuhan adalah dengan pemberian terapi kognitif perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas terapi kognitif perilaku untuk menurunkan potensi kekambuhan pada narapidana mantan pecandu narkoba di salah satu lembaga pemasyarakatan di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif ekperimen dengan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan adalah pusposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji beda Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai negative ranks = 3 dengan nilai Z= -1.604 dan Asymp. Sig. = 0.109 (p0.05). Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan potensi kekambuhan narapidana mantan pecandu narkoba di lembaga pemasyarakatan sebelum dan setelah diberikan terapi kognitif perilaku. Meskipun begitu, angka negative ranks menunjukkan bahwa seluruh skor posttest lebih rendah dari skor pretest sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi kognitif perilaku dapat menurunkan potensi kekambuhan pada narapidana mantan pecandu narkoba di lembaga pemasyarakatan.  Drug trafficking not only occurs in various public places but also in prison. For the former drug addicts prisoners, this can affect the potential of relapse to become even higher. One effort to reduce the potential of relapse is by giving cognitive behavioral therapy. The purpose of this study was to examine the effectiveness of cognitive- behavioral therapy to reduce the potential of relapse in former drug addicts at one of the prisons in Bali. This study uses quantitative methods with one group pretest-posttest design. The sampling technique used is purposive sampling. Data were analyzed using a Wilcoxon signed-rank test. The results showed the value of negative ranks = 3 with Z values = -1.604 and Asymp. Sig. = 0.109 (p 0.05). It means there is no significant difference in the potential relapse of the former drug addicts prisoners before and after cognitive-behavioral therapy program. However, negative ranks score indicates that all of the posttest scores are lower than the pretest score. So it can be concluded that cognitive-behavioral therapy can reduce the potential of relapse in former drug addicts prisoners.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN MINAT IBU MENYEKOLAHKAN ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13346

Abstract

Abstrak. PAUD memiliki peran strategis dalam upaya pembinaan anak sejak dini untuk mempersiapkan generasi SDM di masa depan untuk bangsa Indonesia. Orang tua khususnya seorang ibu seharusnya memiliki pengetahuan tentang PAUD sehingga mampu mendidik anak dengan baik untuk disiapkan di masa mendatang. Namun pada kenyataannya di lapangan masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan tentang PAUD yang rendah, serta minat yang rendah untuk menyekolahkan anaknya di lembaga PAUD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan tentang PAUD dan minat ibu menyekolahkan anak di lembaga PAUD serta hubungan antara pengetahuan tentang PAUD dengan minat ibu menyekolahkan anak di lembaga PAUD.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional. Penelitian ini menggunakan studi populasi. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang tidak menyekolahkan anak di lembaga PAUD sebanyak 90 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan minat. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes pengetahuan tentang PAUD dan skala minat. Tes pengetahuan tentang PAUD sebanyak 40 item dan skala minat sebanyak 48 item. Teknik uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Guttman Split Half untuk tes pengetahuan tentang PAUD dan menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk skala minat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik korelasi spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa “pengetahuan tentang PAUD masuk dalam kategori tinggi. Sedangkan minat ibu untuk menyekolahkan anak di lembaga PAUD masuk dalam kategori sedang. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,759 dengan p = 0,00 (p 0,05) yang artinya ada hubungan positif antara pengetahuan terntang PAUD dengan minat ibu untuk menyekolahkan anak di lembaga PAUD. Kata Kunci: pengetahuan, minat Abstract. PAUD has on to prepare human resource generations in the future for Indonesia. For parents, particularly a mother, should have knowledge of PAUD so she could educate her children well to be prepared for future. The objectives of this study are to describe about the description of PAUD and the mothers’ interest in schooling their children in PAUD and the relationship between knowledge of PAUD and mothers’ interest in schooling in PAUD. The research design used was correlation research. This research used the population study. The population of this research is the mothers who do not school their children in PAUD as much as 90 people. The variables of this research were knowledge and interest. The method of collecting data used was knowledge test of PAUD and psychology scale which was consisted of knowledge test of PAUD as much as 40 item and interest scale for 48 item. The technique of validity test used was the correlation formula of Product Moment  and the reliability test used was Guttman Split Half for knowledge test of PAUD strategic roles in the efforts of children development early and used Alpha Cronbach for interest scale. The method of analysis data in this research was the correlation statistic of Spearman. The result of this research showed that the knowledge of' PAUD belonged to the high category. On the other hand, the mothers’ interest in schooling their children in PAUD belonged to the medium category. The result of analysis correlation showed that the value of r = 0.759 with  p = 0.00 (p 0.05 ). That mean that there was a positive correlation between knowledge of PAUD and the mothers’ interest in schooling their children in PAUD. 
PERAN WISDOM DAN KNOWLEDGE TERHADAP RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI STRES AKADEMIK
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11599

Abstract

Abstrak. Mahasiswa harus berhadapan dengan berbagai tuntutan. Hal itu membuat mahasiswa sangat rentan mengalami stres akademik. Stres akademik yang terus-menerus dibiarkan tanpa tertangani dapat berdampak negatif bagi kehidupan mahasiswa. Untuk dapat menghindari dampak tersebut mahasiswa harus memiliki resiliensi. Dalam upaya untuk mengembangkan resiliensi, diperlukan kekuatan karakter yang dapat bereperan sebagai faktor protektif internal. Wisdom dan knowledge diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan karakter yang berperan terhadap resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan Wisdom dan Knowledge terhadap  resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling purposive dengan jumlah sampel 102 mahasiswa di jabotedabek dan Jawa Barat yang sedang mengalami stres akademik. Penelitian ini menggunakan skala VIA-IS untuk mengukur wisdom dan knowledge, CD-RISC untuk mengukur resiliensi, dan SSI untuk mengukur stres akademik. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi ganda. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat peranan yang signifkan wisdom dan knowledge terhadap resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik (F = 22,639, p = 0,000, R = 0,541).  Kekuatan karakter dari keutaaman wisdom dan knowledge yang berperan signifikan terhadap resiliensi yaitu, curiosity, perspective, dan creativity.  Kata Kunci: mahasiswa, resiliensi, stres akademik, kekuatan karakter, wisdom dan knowledge  Abstract. College students have to deal with various demands, which in turn makes them highly susceptible to academic stress. Academic stress that is constantly allowed to exist without any intervention will give a negative impact on the students’ lives. In order to avoid such impacts, college students must possess resilience. In an effort to develop the resilience, character strengths are required to act as an internal protective factor. Wisdom and knowledge are expected to be a few of the character strengths that contribute to resilience in college students experiencing academic stress. This study aims to determine the role of wisdom and knowledge towards resilience of college students experiencing academic stress. This study is a quantitative research with associative design. The sampling technique used is purposive sampling with a sample of 102 college students in Jabodetabek and West Java who claim to experience academic stress. This study uses VIA-IS scale to measure wisdom and knowledge, CD-RISC to measure resilience, and SSI to measure academic stress. The analytical method used is multiple regression test. Results of the analysis shows that there is wisdom and knowledge play a significant role on the resilience of college students experiencing academic stress (F = 22.639, p = 0.000, R = 0,0541). Character strengths of virtue wisdom and knowledge which specifically contribute to resilience are curiosity, perspective, and creativity. Keywords : academic stress, character strenghts, college student, resilience, wisdom and knowledge
Properti Psikometri Beck Hopelessness Scale pada Populasi Non-Klinis Indonesia
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 13, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v13i1.28037

Abstract

Teori hopelessness dari Beck telah dibuktikan memiliki struktur yang berbeda di populasi non-klinis. Hal ini diasumsikan karena konsep hopelessness tidak terlalu kuat pada populasi non-klinis. Penelitian pada populasi non-klinis dibutuhkan agar kita dapat memahami konstruk ini lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau properti psikometri dari Beck Hopelessness Scale (BHS) pada populasi non-klinis di Indonesia. Metode sampling yang digunakan adalah convenience sampling (N = 295) dan instrumen yang digunakan adalah translasi BHS dengan skala likert 6 skala. Properti psikometri ditinjau melalui analisis reliabilitas, daya diskriminasi, dan validitas. Reliabilitas internal consistency menunjukkan bahwa alat ukur ini memiliki reliabilitas yang tinggi (α = 0.918) dengan daya diskriminasi item berada di rentang 0.39 – 0.78. Confirmatory factor analysis menunjukkan bahwa model hierarchical (second-order) 3 faktor fit, dan mengonfirmasi teori hopelessness dari Beck (3 faktor 18 item). 2 item dari dimensi future expectations dieliminasi karena berkontribusi terhadap dimensi lain. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis bahwa alat ukur ini memiliki properti psikometri yang baik dan dapat digunakan untuk mengukur hopelessness pada populasi umum (non-klinis) di Indonesia.Previous researches have proved that the structure of Beck’s theory of hopelessness in non-clinical populations is different from clinical populations. The underlying assumption is that the concept of hopelessness is not as well established in non-clinical populations. Research in non-clinical populations is needed for further understanding about this construct, thus the aim of this study was to explore the psychometric properties of the Beck Hopelessness Scale (BHS) in Indonesian non-clinical sample. The samples were collected using convenience sampling (N = 295) and the instrument used was the translation of BHS using a 6-point Likert-scale. The psychometric properties were examined through reliability, item discriminant, and validity analyses. Internal consistency reliability exhibited satisfactory reliability (α = 0.918) and item discriminant analysis through corrected total-item correlation ranged from 0.39 – 0.78. Confirmatory factor analysis showed that hierarchical (second-order) 3-factors model fit the data, thus confirming Beck’s theory of hopelessness (3 factors 18 items). 2 items from future expectations factor were eliminated because of cross-loadings. The findings support our hypothesis that this instrument has a good psychometric property and thus can be used to measure hopelessness in non-clinical populations in Indonesia.
PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PADA FRESH GRADUATE MELALUI PEMBENTUKAN MOTIVATIONAL CLIMATE
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i2.17485

Abstract

Abstrak. Upaya untuk meningkatkan motivasi pada pegawai baru dapat dilakukan dengan membentuk iklim dalam organisasi yang memotivasi. Situasi organisasi menjadi salah satu hal yang penting untuk menciptakan kinerja yang maksimal bagi pegawai. Persepsi pegawai mengenai situasi lingkungan kerja yang ditekankan melalui kebijakan, penerapan dan prosedur yang akan memunculkan kriteria mengenai keberhasilan dan kegagalan, selanjutnya akan memprediksi hasil kerja pegawai dikenal dengan namamotivational climate.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran motivational climate pada pegawai baru dalam organisasi yang baru terbentuk yang terdiri dari dua dimensi motivational climate yaitu, mastery climate dan performance climate. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling, melibatkan pegawai baru pada perusahaan baru di Pangandaran, Jawa Barat sejumlah 90 orang. Pengambilan data menggunakan Motivational Climateat Work Questionnaire (MCWQ)yang diadaptasi dari Nerstad, Roberts, Richardsen (2013). Rancangan penelitian ini menggunakan non-eksperimental kuantitatif. Hasil dari penelitian menggambarkan bahwamotivational climate yang terdapat pada organisasi berada pada kategori favorable. Hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi pegawai baru terhadap kebijakan, penerapan dan prosedur dalam perusahaan sudah mendukung pegawai baru tersebut dalam mencapai tujuannya dan dapat meningkatkan motivasi kerja mereka. Abstract. An Efforts to improve motivation in new employees can be done by creating a motivation climate at organization.The situation of the Organization become one of the things that are important to creates maximum performance for the employees. Employees perceptions about the situation of the working environment who emphasized through of policy, practices and procedures that will bring up the criteria regarding the successes and failures, will predict the results of the work of employees is motivational climate. The purpose of this research was to get a description of motivational climate on fresh graduate employees in new organization at Pangandaran West Java. Sampling techniques of the research was stratified random sampling techniques at 90 fresh graduate employees. The data retrieval used the Motivational Climate at Work Questionnaire (MCWQ) from Nerstad, Roberts, Richardsen (2013). The design of these studies used non-experimental quantitative. The results of this study shows that the motivational climate in the organization is in the favorable category. Fresh graduate employee‟s perception in new organization service towards policy, application and procedure has supported new employee in reaching their goal and can improve their work motivation.
HUBUNGAN WORK ENGAGEMENT DAN ORGANIZATIONAL EFFICACY
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i3.8637

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan work engagement dan organizational efficacy. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah individu (karyawan) PT Yuro Mustika. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sejumlah 118 individu (karyawan). Teknik sampling yang dipakai yaitu incidental sampling. Data penelitian dihimpun menggunakan skala work engagement dan skala organizational efficacy. Skala organizational efficacy terdiri dari 43 aitem dengan koefisien daya beda aitem sebesar 0,308 sampai dengan 0,687 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,910. Skala work engagement terdiri dari 32 aitem dengan koefisien daya beda aitem antara 0,318 sampai dengan 0,597 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,881. Organizational efficacy individu (karyawan) PT Yuro Mustika berada dalam kategori sedang dengan aspek yang paling berpengaruh adalah sense of mission, future or purpose. Kondisi work engagement individu (karyawan) PT Yuro Mustika berada dalam kategori sedang dengan dimensi yang paling berpengaruh adalah vigor atau energi dan ketahanan mental ketika menghadapi sebuah hambatan dalam bekerja. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan hasil koefisien korelasi sebesar (rxy) 0,485 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,01). Berdasarkan nilai koefisien tersebut, hipotesis “ada hubungan work engagement dan organizational efficacy” diterima.Abstract. This research’s purpose is to find out the correlation between work engagement and organizational efficacy. This is a correlational quantitative research with the company employees from PT Yuro Mustika as the population. The number of sample that used in this research is 118 persons. Using incidental technique as the sampling technique, this research data gathered with work engagement scale and organizational efficacy scale. Organizational efficacy scale consists of 43 items with coefficient validity per item in the amount of 0,308 to 0,687 and reliability coefficient in the amount of 0,910. Work engagement scale consists of 32 items with coefficient validity per item in the amount of 0,318 to 0,597 and reliability coefficient in the amount of 0,881. The individual organizational efficacy of the employees in PT Yuro Mustika include in the middle category with the most influences aspect called sense of mission, future or purpose. The individual work engagement condition of the employees in PT Yuro Mustika include in the middle category with the most influences dimension called vigor or energy and mental toughness in facing the working obstacles. The analysis method in this research using correlation technique Product Moment with correlation coefficient result in the number of (rxy) 0,479 and the point of significant is 0,000 (p 0,01). Based on the coefficient point above, the hypothesis “there is a correlation between work engagement and organizational efficacy” has been accepted. The higher work engagement the higher organizational efficacy too and so does the opposite, the lower work engagement the lower organizational efficacy.