cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
PERILAKU PRO-SOSIAL DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT (Studi pada Mahasiswa Psikologi UNNES)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i3.8664

Abstract

Abstrak. enelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku pro-sosial antara mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa psikologi UNNES yang sedang aktif kuliah, sejumlah 651. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 210 mahasiswa dengan menggunakan teknik Stratified Proporsional Random Sampling, dengan mengambil sampel sebanyak 30 % setiap angkatan, tetapi yang berhasil dianalisis sebanyak 112 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan tryout terpakai. Skala pro- sosial yang terdiri dari 40 aitem (29 aitem valid dan 11 aitem tidak valid), dengan koefisien validitas antara 0,361-0,587. Skala tipe kepribadian yang terdiri dari 14 aitem berpasangan (14 aitem berpasangan valid) dengan koefisien validitas antara 0,358-0,697. Koefisien reliabilitas skala pro-sosial adalah 0,806 dan koefisien reliabilitasskala tipe kepribadian 0,821. Metode analisis dalam penelitian ini adalah Comparatif Wilcoxon-Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku pro-sosial yang dilakukan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert. (nilai z = 0,008 dengan p0,05). Peneliti menyimpulkan ada perbedaan perilaku pro-sosial antara mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert.Abstract. This study aims to different pro-social behavior between students of psychology UNNES, they have a introvert personality and ekstrovert personality. The study populations was students of psychology UNNES, they are aktiv students totaling are 651. The number of sample in this study were 210 students adolescent using stratified proporsional random sampling, by take over about 30% every grade, but the successful analysis 112 students. This study uses applied-tryout. Pro-social behavior scale consists of 40 (29 aitem valid and invalid 11aitem) with validity coefficient between 0,361-0,587. While the personality-type scale consists of 14 double (14 aitem double valid) with validity coefficient between 0,358-0,697. Coefficient of reliability scale pro-social is 0,806, coefficient reliability personality-type is 0,821. Method of data analysis in this research is the Wilcoxon Mann Whitney Test Analysis. The result showed there is are different pro-social behavior between stundents they have a introvert personality-type of psychology UNNES and students have a ekstrovert personality-type of psychology UNNES. (z = 0,008 with p0,05). The research concluded there is are different pro-social behavior between stundents they have a introvert personality-type of psychology UNNES and students have a ekstrovert personality-type of psychology UNNES.
Apakah Pasutri Puas dengan Pernikahannya? Peranan Neuroticism terhadap Marital Satisfaction
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.22978

Abstract

Setiap pasangan memiliki pengalaman sendiri di dalam pernikahannya. Pernikahan tidak terlepas dengan permasalahan rumah tangga. Permasalahan-permasalahan yang muncul tersebut mampu mempengaruhi kepuasan dalam pernikahan yang dirasakan oleh setiap pasangan. Faktor yang mempengaruhi kepuasan tersebut adalah salah satu trait kepribadian Big Five yaitu neuroticism. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan neuroticism dengan marital satisfaction. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek berjumlah 167 pasangan atau 334 subjek yang dipilih dengan metode purposive sampling. Alat ukur yang dalam penelitian ini adalah Skala Neuroticism dan Skala Marital Satisfaction. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Pearson Product Moment Correlation. Hasil analisis data menunjukkan r = -0.544, p=.000 (p 0.01), yang menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara neuroticism dengan marital satisfaction. Hal ini yang berarti bahwa emosi atau tingkat neuroticism pasangan yang tinggi akan menurunkan kepuasan pernikahan yang dirasakan.  Every spouse has their own experience in their marriage. Marriage is inseparable from household problems. These problems can influence spouse‟s satisfaction in their marriage. One of the factors that influence this satisfaction is one of the Big Five personality traits which is neuroticism. This study aims to find relationship between neuroticism and marital satisfaction. This study is a quantitative study with 167 spouses or 334 subjects as sample that was chosen with purposive sampling method. The measuring instruments used are Neuroticism Scale and Marital Satisfaction Scale. Analysis data used is Pearson Product Moment Correlation. The data analysis result showed r= -0.544, p=.000 (p 0.01), means there is a negative relationship between neuroticism and marital satisfaction. This means that the higher emotion or neuroticism level can reduce the marital satisfaction that spouses sense.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13342

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga pada tahun 2012. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, Pengambilan sampel berdasarkan kriteria-kriteria penelitian antara lain pasien yang tidak patuh, berusia dan terdaftar sebagai pasien di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga minimal 2 bulan waktu penelitian diadakan Jumluh sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan mengunakan angket, yaitu angket faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat yang kemudian dianalisis dengan baniuan (SPSS) versi 17.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui dari sepuluh faktor diketahui ada tiga faktor yang paling dominan mempenguruhi ketidakpatuhan minum obat pasien tuberculosis di rumah sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga. Ketiga faktor itu antara lain faktor pengetahuam faktor sosio-ekonomi, faktor regimen obat, semua dalam kategori tinggi. Seiain itu ketujuh faktor yang lain dalam kategori rendah. Faktor itu antara lain faktor dukungan sosial, faktor pertimbangan keuntungan dan keefektifan, faktor sikap pertimbangan kerugian walau dan uang, faktor kepribadian, faktor dukungan petugas kesehatan, faktor komunikasi dokter dan pasien menjadi faklor kesepuluh dan menjadi faktor yang paling rendah. Disarankan kepada Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit tuberkulosis dan pengobatan yang harus diikuti pasien. 
Kontrol Diri dan Kecenderungan Narsistik Pada Pengguna Media Sosial Instagram
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i1.20114

Abstract

Abstrak. Perkembangan media sosial yang pesat mampu mempengaruhi perkembangan remaja, salah satunya adalah Instagram yang menempati urutan teratas sebagai platfrom media sosial paling banyak menunjukkan sisi narsistik. Salah satu yang mempengaruhi kecenderungan narsistik adalah kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik pada pengguna media sosial Instagram di SMA Negeri 7 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Subjek dari penelitian ini merupakan siswa-siswi IPS kelas XII dengan jumlah 62 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kontrol diri dan Narcisisstic Personality Inventory. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan SPSS 21.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = -0,358 dengan p = 0,04 (p 0,05). Hipotesis dalam penelitian ini diterima dengan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan narsistik.Kata Kunci : Kontrol Diri, Kecenderungan Narsistik. Abstract. The rapid development of social media can influence youth development , one of which is Instagram, which occupies the top position as a social media platform, which shows a lot of narcissism side. One factor contributing to narcissistic predisposition is self-control. The objective of research was to find out the relationship between self-control and narcissistic predisposition in Instagram social media users in SMA Negeri 7 Surakarta. This research employed a quantitative method with cluster random sampling being the sampling technique.The subject of research was the 12th Social Science graders, consisting of 62 students. The measuring instrument used in this research is : self-control and Narcissistic Personality Inventory. Hypothesis proposed was that there is a negative relationship between self-control and narcissistic predisposition. The method of analyzing data employed was Karl Pearson’s Product Moment correlation with SPSS 21.0 for windows help. The result of analysis showed coefficient of correlation rxy = - 0.358 with p = 0.04 (p 0.05). Hypothesis proposed in this research was supported by the existence of a negative significant relationship between self-control and narcissistic predisposition.Keywords : Self-Control, Narcissistic Predisposition 
Pengukuran Ego Depletion Berbasis Indigenous Psychology
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9574

Abstract

Abstrak. Ego Depletion adalah kondisi individu merasa tertekan, terlalu lelah dan terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi dan mengembangkan skala ego depletion berdasarkan konsep indigenous psychology. Data dikumpulkan melalui focus group discussion (FGD) untuk mengeksplorasi aspek ego depletion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego depletion didefinisikan sebagai kelelahan psikologis (41%), kelelahan fisik (20%), dan berdaya (13%). dapat disimpulkan bahwa ego depletion adalah kondisi ketika orang memiliki kelelahan psikologis dan fisik, energi yang terbatas yang mempengaruhi masalah kognitif, pasif, tugas menjadi tidak optimal dan menyebabkan reaksi negatif dan masalah sikap. 60 aitem skala ego depletion diberikan kepada 60 mahasiswa. Hasil menunjukkan, validitas dan reliabilitas ynag cukup tinggi, dengan kisaran skor rix = 0111 - rix = 0.700 dan Alpha-Cronbach = 0.939. Hanya 8 aitems tidak valid. Selanjutnya, aitem disederhanakan, dari 60 menjadi 30 aitem saja, dan hasi analisis statistik menunjukkan keandalan sebesar 0.918 dengan validitas rix = 0310 - rix = 0.700.Abstract. Ego Depletion is condition feel underpressured, overly tired and limited  resources. In these research, we explore and develop ego depletion scale based on indigenous psychology. We collect data by focus group discussion  (FGD) to explore ego depletion aspects. Finding research has shown that ego depletion is defined as psychological exhaustion ( 41%), phisical exhaustion (20%), and powerless (13%). Participants conclude  than ego depletion is condition when people have psychological and physical exhaustion ,  limited energy that influence cognitive problem, passive, inoptimal task and cause negative reaction and attitude problem. Sixty aitems of ego depletion scale were given to 60 students. Result indicate that scale has high validity and reliability, with corrected aitem total corelation range are rix = 0,111 – rix = 0,700 and Alpha-Cronbach = 0,939. Only 8 aitems invalid . We summarize the aitems into 30 aitems and statistical result shown that reliability are 0,918 with corrected aitem total corelation range are rix = 0,310 – rix = 0,700.
“Sanggupkah Kita Bertahan?”: Studi Fenomenologi Penyesuaian Diri pada Dewasa Muda yang Berpacaran Beda Agama
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i3.27289

Abstract

Relasi beda agama merupakan tema yang mudah mendapat sorotan dan pro kontra. Relasi cinta beda agama kerap kali terjadi di tahap pranikah. Keanekaragaman agama, latar belakang, dan budaya di Indonesia, membuat peluang besar terciptanya relasi cinta beda agama. Seperti pasangan pada umumnya, relasi pacaran beda agama juga rentan akan mengalami konflik. Situasi konflik dipicu adanya perbedaan prinsip hidup yang mendasar pada individu berupa perbedaan agama. Dengan demikian, penting bagi pasangan dalam relasi cinta beda agama untuk mampu penyesuaian diri agar dapat mempertahankan hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyesuaian diri yang dimiliki oleh individu dalam relasi pacaran beda agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan penelitian fenomenologi. Pada penelitian ini terdapat dua narasumber primer dan empat narasumber sekunder. Hasil penelitian ini yaitu pada narasumber primer pertama, keyakinan diri menjadi faktor penting agar dapat menyesuaikan diri sehingga mampu mempertahankan relasi cinta beda agamanya saat ini. Pada narasumber kedua, faktor adanya penerimaan diri membantunya untuk dapat menyesuaikan diri sehingga bertahan dalam relasi pacaran beda agama. Oleh karena itu, kedua narasumber primer dalam penelitian ini mampu mempertahankan hubungannya dengan cara memiliki keyakinan diri dan penerimaan diri agar dapat menyesuaikan diri terhadap pasangannya.Interfaith relations are a theme that easily gets the spotlight and the pros and cons. Love relations between religions often occur at the pre-marriage stage. The diversity of religions, backgrounds and cultures in Indonesia creates great opportunities for the interfaith love relationships. Like couples in general, dating relationships of different religions are also prone to conflict. Conflict situations are triggered by differences in basic life principles for individuals in the form of religious differences. Thus, it is important for couples in interfaith love relationships to be able to adjust in order to maintain their relationship. This study aims to determine the description of self-adjustment possessed by individuals in dating relationships of different religions. The research method used is qualitative, with a phenomenological research approach. In this study, there were two primary sources and four secondary sources. The results of this study are that for the first primary resource person, self-confidence is an important factor in order to adapt so that they are able to maintain current interfaith love relationships. In the second resource person, the factor of self-acceptance helped her to be able to adjust so that she survived in a relationship between different religions. Therefore, the two primary sources in this study were able to maintain their relationship by having self-confidence and self-acceptance in order to adapt to their partners.
EFEKTIVITAS MEMBACA AL-QUR’AN UNTUK MENURUNKAN STRES AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17386

Abstract

Abstrak. Stres adalah suatu keadaan atau kondisi tertekan baik secara fisik maupun psikologis padaseseorang yang disebabkan karena ketidakyakinan atau ketidakmampuan dalam mengatasiperistiwa-peristiwa yang dialaminya. Sedangkan stres yang terjadi di lingkungan sekolah ataupendidikan disebut stres akademik, yang mana ada ketidaksesuaian kondisi atau keadaannyaantara tuntutan lingkungan dengan sumber daya aktual yang dimiliki siswa sehingga merekasemakin terbebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efektivitas membaca Al-Qur‟an untuk menurunkan stres akademik. Membaca Al-Qur‟an merupakan salah satu metode untuk menurunkan stres. Penelitian ini ingin mengetahuikefektifan membaca Al-Qur‟an dalam menurunkan stres akademik. Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimen dengan desain yang digunakan yaitu Matched Statistic Group Design.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebumen yang berjumlah 20 orang,yang dibagi menjadi 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol.Pengumpulan data dilakukan untuk mengungkap stres yang dialami pada subjek yaitu denganmenggunakan skala stres dari instrumen DASS milik Lovibond Lovibond (1995) yang telahdiadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji wilcoxon signd rank pada kelompokeksperimen sebesar z = -2,701 dengan taraf signifikansi sebesar p = 0,007. Sedangkan padakelompok kontrol, nilai z = -2,264 dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,024. Maka dapatdikatakan bahwa hipotesis diterima karena nilai signifikansi kelompok eksperiemn p = 0,007lebih kecil dari pada α = 0,05. Dan dapat disimpulkan bahwa membaca Al-Qur‟an efektif untukmenurunkan stres akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebumen. Abstract. Stress is a state or condition depressed both physically and psychologically to a person caused by aninability or inability to overcome the events that happened. While the stress that occurs in the schoolor educational environment called academic stress, which there is a mismatch condition orcircumstance between the demands of the environment with the actual resources owned students sothey are burdened by various pressures and demands. The purpose of this research is to determine theeffectiveness of reading the Qur'an to reduce academic stress. Reading the Qur'an is one method toreduce stress. This research wanted to know the effectiveness of reading the Qur'an in reducingacademic stress. This research is an experimental research with the design used is Matched StatisticGroup Design. The subjects of this study were students of class XI SMA Negeri 1 Kebumen whichamounted to 20 students, divided into 10 experimental group and 10 control group. Data collectionwas conducted to reveal the stress experienced on the subject by using the stress scale of the Lovibond Lovibond (1995) DASS instrument that has been adapted. The result of research shows that theresult of wilcoxon signd rank test in the experimental group is z = -2,701 with significance level of p= 0,007. While in the control group, the value of z = -2.264 with a significance value of p = 0.024.Then it can be said that the hypothesis is accepted because the significance value of the experimentalgroup p = 0.007 is smaller than α = 0.05. And it can be concluded that reading Qur'an is effective toreduce academic stress in students of class XI SMA Negeri 1 Kebumen.
MORAL JUDGMENT PADA SISWA KELAS IX DI MTS AL-ASROR TAHUN 2015 DITINJAU DARI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL (PONDOK PESANTREN DAN RUMAH)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i2.8623

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilandasi oleh banyaknya fenomena kenakalan remaja mulai dari merokok, tawuran, narkoba, hingga seks bebas yang kini makin marak dalam kehidupan sehari-hari. Karena timbulnya kenakalan remaja ini seringkali dikatakan adanya krisis moral pada remaja. Moral judgment yang merupakan salah satu komponen perilaku moral seringkali diteliti karena banyaknya pandangan berbeda tentang moral judgment itu sendiri. Beberapa ahli sepakat bahwa moral terbentuk juga karena pengaruh dari lingkungan.Metode penelitian merupakan kuantitatif komparatif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dari moral judgment yang ditunjukkan oleh siswa kelas IX MTs Al-Asror dilihat dari lingkungan tempat tinggalnya, yaitu mereka yang tinggal dirumah dan mereka yang tinggal di pondok pesantren, subjek penelitian merupakan 80 siswa kelas IX MTs Al-Asror, yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 40 siswa merupakan siswa yang tinggal di rumah dan 40 siswa yang tinggal di pesantren dengan menggunakan teknik random sampling.Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data merupakan skalaMoral Judgment. Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa moral judgment yang ditunjukkan oleh siswa kelas IX MTs Al-Asror tidak menunjukkan adanya perbedaan moral judgment yang ditunjukkan oleh siswa kelas IX baik mereka yang tinggal di rumah ataupun pesantren, rata-rata berada pada kategori sedang. Dari hasil penelitian tersebut peneliti memberikan saran agar pembimbing dari siswa kelas IX ini baik orangtua maupun pengurus pondok sebaiknya meningkatkan kepedulian sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi remaja untuk bisa memaksimalkan perkembangan remaja.Abstract. This research based on phenomen the number of juvenile delinquency ranging from smoked, brawl, drugs, to sex is now more prevalent in everyday life. Because the incidence of juvenile delinquency is often said to be the moral crisis in adolescents. Moral judgment, which is one component of moral behavior is often observed because of the many different views about the moral judgment itself. Some experts agree that morals are formed as well as the influence of the environment.The research method is comparative quantitative. This research was conducted in order to determine whether there are differences of moral judgment shown by students of class IX MTs Al-Asror seen from the neighborhood, those who stay at home and those living in the boarding school, the subject of the research is 80 students of class IX MTs Al-Asror, were divided into 2 groups: 40 students are students living at home and 40 students who live in boarding schools using random sampling techniques.The instruments used in data collection is a fiscal Moral Judgment. Based on research data shows that moral judgment shown by students of class IX MTs Al-Asror showed no difference in moral judgment shown by students of class IX both those who live in homes or schools, the average in middle category.From these results the researchers advise that students of class IX supervisor of both parents and caretaker's cottage should raise awareness so as to create a conducive environment for teens to be able to maximize the development of adolescents.
Dukungan Sosial dengan Strategi Koping Religius pada Janda Polisi (Warakawuri)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.18814

Abstract

 Tergantikannya peran suami dalam sebuah keluarga karena meninggal dunia, mengharuskan janda polisi (warakawuri) menghadapi masalah perubahan hidup yang dapat menjadi sumber stres. Strategi koping religius dilakukan saat menghadapi situasi yang menekan yakni penyelesaian masalah dengan pendekatan keagamaan seperti berdoa, berdzikir serta mendengarkan ceramah, dan salah satu faktor yang mempengaruhi strategi koping religius yaitu dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan strategi koping religius. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek sebanyak 57 janda polisi (warakawuri) di kota Sumenep. Instrumen yang digunakan yaitu skala IRCOPE (Iran Religiousitas Coping) dan Multidimensional Scale Of Perceived Social Support. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data korelasi product momen. Hasil analisis data diperoleh nilai (r) = 0,390, (p) = 0.003 (sig 0.05). Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping religius. Implementasi dari penelitian adalah agar janda polisi (warakawuri) mengikuti banyak kegiatan positif yang dapat membangkitkan semangat dan rasa optimis, serta tidak merasa malu dan menutup diri untuk bersosialisasi dengan orang lain.When the husband's role in a family is replaced because he has died, it makes police widow (warakawuri) required to play a dual role in her family. The problem of life changes that are felt after a husband died can be a source of stress for police widow (warakawuri). To overcome all issues (problems) due to changes in life after the husband died, police widow (warakawuri) used coping strategies is religious coping strategies, religious coping strategies is used to overcome the issues with a religious approach such as pray (sholat), dhikr and listen to sermons. One of the factors that affect religious coping strategies is social support. The availability of social support acts as a deterrent (preventive) to stress tendency (indication). The aim of this research is to know the relationship between social support and religious coping strategies. This research employed quantitative method with correlational design. Purposive sampling technique was opted to pick out the sample. The partisipants of this research were 57 police widows (warakawuri) in Sumenep, East Java. The instruments used were the scale of IRCOPE (Iran Coping Religiousity) and Multidimensional Scale of Perceived Social Support. The results of data analysis showed that (r) value = 0.390, (p) = 0.003 (sig 0.05). Therefore, it can be concluded that there is a positive relationship between social support with religious coping strategies. The implementation of the research is so that police widow (warakawuri) follow many positive activities that can arouse enthusiasm and sense of optimism, and not feel ashamed and close themselves to socializing with others.
HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN OUTSOURCING PT BANK RAKYAT INDONESIA CABANG CILACAP
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13333

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi dari fenomena bahwa kondisi lingkungan yang semakin sulit, maka karyawan outsourcing perlu merasa optimis untuk meraih masa depan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui gambaran optimisme pada karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap, mengetahui gambaran subjective well-being karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap, dan mengetahui ada tidaknya hubungan antara optimisme dengan subjective well-being karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap.            Berdasarkan latar belakang tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara optimisme dengan subjective well-being karyawan outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap. Penelitian ini menggunakan studi populasi dikarenakan jumlah karyawan outsourcing di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap adalah 62 orang. Optimisme diukur dengan menggunakan skala optimisme yang memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,839. Subjective Well-Being diukur dengan menggunakan skala Subjective Well-Being. Yang mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,849. Peneliti menggunakan kolerasi Product Moment Pearson yang dibantu dengan program SPSS 17.0 for windows.            Hasil penelitian menunjukkan variabel optimisme pada subjek penelitian berada pada kategori tinggi yang berarti bahwa optimisme yang dimiliki karyawan outsourcing tinggi. Variabel subjective well-being pada subjek penelitian berasa pada kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara optimisme sengan subjective well-being  dengan nilai r = 0,516 dengan nilai signifikansi atau p = 0,000. Hal ini mengidikasikan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara optimisme dengan subjective well-being pada karyawan outsoucing PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap. Sehingga semakin tinggi optimisme yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi kebahagiaan dan kepuasan hidupnya. Hal ini dikarenakan optimisme akan membawa bagaimana individu belajar lebih realistis menghadapi kondisi sulit dalam kehidupan serta mampu mengerjakan sesuatu menjadi lebih baik seperti dalam pekerjaan, pendidikan, dan hubungan sosial.Kata Kunci: optimisme, subjective well-beingAbstract. This research is based of the phenomenon that is increasingly difficult environmental conditions, then the outsourcing employees need to feel optimistic for the future reach. This study is aim to know the description of the employee outsourcing optimism PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap, know the description of Subjective well-being of employees outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap, and knowing the relationship between optimism with subjective well-being of PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap.            Based on this background the proposed hypothesis is that there is a positive relationship between optimism with subjective well-being on employee outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap. The research was conducted at PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap. This study uses population studies because the number of outsourced employees at PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap is 62 people. Optimism was measured using a scale of optimism that has a reliability value of 0.839. subjective well-being measured using the Subjective Well-Being scale. Which has value of 0.849 reliability. Researchers using the Pearson Product Moment correlation which is assisted by the program SPSS 17.0 for windows.            The results showed optimism on the subject of study variables are in high category, which means that the optimism that employees have high outsourcing. Variables on subjective well-being of research are at high criteria. The result showed that there is positive relationship between optimism with subjective well-being with a value of r = 0.516 with a significance vale or p = 0.000. This indicates that there is a significant positive relationship between optimism with subjective well-being on employee outsourcing PT Bank Rakyat Indonesia Branch Cilacap. So the higher optimism that employees have, the higher happiness and life satisfaction. This is because the optimism will carry how individuals learn to be more realistic to see an event and the future, can help in dealing with difficult circumstances in life and are able to do something for the better as in employment, education, and social relationships.