cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
Kebermaknaan Hidup Dan Subjective Well-Being Pada Lanjut Usia Bersuku Jawa Di Provinsi Jawa Tengah
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13315

Abstract

Abstrak. Lansia ditandai dengan kemunduran fisik dan psikologis. Lansia diharapkan mampu memiliki sikap menerima dengan penuh kesadaran bahwa usia telah bertambah tua dan hal tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan hidup. Nilai-nilai kebudayaan juga mempengaruhi sedikit banyaknya kebermaknaan hidup dan subjective well-being pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang kebermaknaan hidup dan subjective well-being pada lansia bersuku jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan indigenous psychology. Responden penelitian berjumlah 500 orang, yaitu lansia bersuku Jawa berusia di atas 60 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah open-ended questionaire. Hasil penelitian ini diketahui bahwa kebermaknaan hidup menurut lansia bersuku Jawa adalah ketika hidupnya berguna (67,60%). Tujuan untuk memperoleh hidup yang bermakna adalah adanya keinginan untuk hidup bahagia dan sejahtera (44,23%). Sumber kebermaknaan hidup yaitu interaksi dengan lingkungan sosial (33,61%). Pengaruh yang dirasakan ketika hidup bermakna adalah suasana hati yang positif (47,49%) dan ketika hidupnya tidak bermakna, pengaruh yang dirasakan adalah memiliki perasaan negatif (47,16%). Sementara itu, subjective well-being menurut lansia bersuku Jawa adalah memiliki perasaan yang menyenangkan (55,20%), faktor yang mempengaruhi subjective well-being adalah relasi sosial yang baik (27,96%) dan efek yang dirasakan setelah mencapai subjective well-being adalah muncul perasaan yang menyenangkan (59,97%). 91% lansia bersuku Jawa juga menyebutkan ada keterkaitan antara kebermaknaan hidup dan subjective well-being. Kata Kunci: kebermaknaan hidup, subjective well-being, lanjut usia bersuku jawa Abstract. Elderly characterized by physical and psychological setbacks. Elderly required acceptance with full awareness of the fact that age has an aging affect the welfare of the elderly. Cultural values also affect somewhat the meaningfulness of life and subjective well -being in the elderly. The purpose of this study was to describe about the meaningfulness of life and subjective well-being in the elderly javanese tribes. This study use indigenous psychology approach. Respondents numbered 500 people, consist of elderly Javanese tribes over the age of 60 years. Data collection method used was a survey study using purposive sampling technique. Data collection tool used was an open -ended questionaire. The results of this research note that the meaningfulness of life in the elderly when his monosyllabic Java is useful (67.60 %). In order to obtain a meaningful life is the desire to live a happy and prosperous (44.23 %). Meaningfulness of life is a source of interaction with the social environment (33.61 %). Influence is felt when life is meaningful positive mood (47.49 %) and when his life is meaningless, perceived influence is having negative feelings (47.16 %). Meanwhile , subjective well -being in the elderly is a Java tribes have pleasant feelings (55.20 %), factors that influence subjective well -being is a good social relations (27.96 %) and the effects felt after reaching subjective well - being is emerging sense of fun (59.97 %).
KECENDERUNGAN ALIENASI POLITIK MAHASISWAUNNES (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGI POLITIK)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i1.11610

Abstract

Abstrak. Dewasa ini masyarakat Indonesia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi sosial politik dengan begitu mudah. Keterbukaan informasi sosial politik Indonesia memberi dampak pada masyarakat untuk ikut menilai kegiatan sosial politik yang sedang berlangsung. Masyarakat kerap mengalami langsung maupun mendapatkan informasi yang tidak menyenangkan dari pemberitaan media massa. Kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan dan ketidakharmonisan antar pemegang kebijakan adalah beberapa kasus yang menjadi ‘suguhan drama’ yang lama kelamaan membosankan dan melelahkan untuk diikuti. Muluk (2010: 26) menyebut fenomena kelelahan politis ini sebagai alienasi politik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kecenderungan alienasi politik mahasiswa UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa UNNES aktif Strata 1 (angkatan 2011, 2012, 2013) dengan subyek sampel sebanyak 307 mahasiswa UNNES. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah disproportionatestratified random sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan skala alienasi politik  berdasarkan dimensi-dimensi alienasi politik yang dikemukakan oleh Finifter yang terdiri atas 72 item. Subyek penelitian secara umum mempunyai tingkatan alienasi politik yang sedang. Subyek penelitian mempunyai keunikan yaitu dengan adanya alienasi politik yang mereka rasakan, mereka justru menunjukkan perilaku aktif dalam memberikan hak suara saat Pemilu dan mengajukan petisi. Kata Kunci: Alienasi Politik; Mahasiswa UNNES Abstract. Today, the people of Indonesia have the opportunity to obtain information about the social and political conditions so easily. This disclosure information impact on them to participate in assessing the socio-political activities ongoing. They often have direct or unpleasant information from the mass media. Corruption, abuse of office and disharmony between the policy holder are some cases that become ' drama ' which gradually tedious and tirin. Muluk (2010: 26) calls this political fatigue phenomenon as political alienation. The study aims to describe the trends of political alienation in UNNES student.This study is a descriptive quantitative research. The population was active UNNES students Strata-1 (class of 2011, 2012, and 2013) with sample subjectis 307 of them. The sampling technique used was disproportionate stratified random sampling. Data were taken by using a scale of political alienation based on the dimensions of political alienation expressed by Finifter. Scale of political alienation consisting of 72 items.The subjects of the study generally have moderate levels of political alienation. This study has a unique research subject that is it shows the presence of political alienation on them, but they  actually participate in elections and voting rights currently petitioning. Keywords: Political Alienation; UNNES Students
Eksplorasi Jenis Permasalahan Klien Konsultasi Online : Potensi Pengembangan Media Digital Dalam Pelayanan Kesehatan Mental
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i3.18810

Abstract

Pelayanan psikologi di Indonesia masih menerima stigma negatif dari masyarakat yang membuat mereka enggan menemui psikolog dan diperparah dengan terbatasnya layanan psikologi yang terjangkau baik dari segi finansial maupun lokasi. Untuk menjembatani hal tersebut, maka mulai bermunculan beberapa teknologi berupa situs dan aplikasi konsultasi onlinemelalui media internet. Aplikasi konsultasi onlineyang diulas di sini adalah Lift Up. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait ragam permasalahan yang dapat diproses dari konsultasi online Lift Up dan menunjukkan bahwa media digital mampu memberikan akses pelayanan kesehatan mental yang mudah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan koding dan kategorisasi data. Terdapat 144 email konsultasi yang dikategorikan menjadi 10 jenis permasalahan yaitu masalah akademik, organisasi, pekerjaan, konflik intrapersonal, konflik interpersonal, gejala gangguan psikologis, keuangan, masalah dengan hubungan transendental, gejala fisiologis, dan gejala psikologis yang berdampak pada perilaku destruktif. Pengguna aplikasi ini juga dikategorikan berdasarkan usia, yaitu 21 tahun, 21-40 tahun, dan 40 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah yang lebih banyak dialami oleh sebagian besar subjek antara lain: masalah hubungan interpersonal (34,05 %), masalah hubungan intrapersonal (17,67 %), dangejala gangguan psikologis (17,24 %). Hasil eksplorasi ini menunjukkan bahwa media digital mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengungkapkan berbagai permasalahan psikologis. Ini menunjukkan potensi pengembangan media digital sebagai sarana pelayanan kesehatan mental di Indonesia. Hasil eksplorasi ini juga dibahas melalui perspektif perkembangan, di mana di setiap tahap perkembangan ada isu-isu psikologis tertentu yang biasa menjadi permasalahan.Psychological services in Indonesia are still facing negative stigmas from the people which make them reluctant to go to psychologist and it doesn’t help when these psychological services are hard to attain whether financially or location wise. To mediate this problem, a number of technologies such as online consultation websites and application started to appear in the internet. The online consultation app discussed here is called Lift Up. The aim of this research was to give a general picture of the variety of problems that could be processed from the online consultation Lift Up, and show that digital media could give easier access to mental health services. The method used in this research was qualitative research using coding and data categorization. There were 144 consultation emails that was categorized into 10 types of problems, they are academic, organization, work, intrapersonal conflict, interpersonal conflict, symptomps of psychological disorder, finance, problems with trancedental relationship, physiological symptomps, and psychological symptomps that would cause destructive behaviors. The user of this app was also categorized based on their age, which are 21 years old, 21-40 years old, and 40 years old. Results showed that the most common problems the subjects had was: interpersonal relationship problems (34.05%), intrapersonal relationship problems (17.67%), and symptomps of psychological disorder (17.24%). The result of this exploration showed that digital media could become a means for the people to express their psychological problems. This proved the potential of developing digital media as a means for mental health services in Indonesia. The result of this exploration was also discussed in the perspective of developmental psychology, where in each phase of development there are certain psychological issues that has to be attend to.
HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DAN PERILAKU ACADEMIC DISHONESTY MAHASISWA FIP UNNES DENGAN MEDIATOR PEER PRESSURE
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 1, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v1i1.8890

Abstract

The research is aimed at examining the correlation between self-esteem and academic dishonesty behavior mediated by peer pressure, as proposed hipothesis. The subject of this research were 212 students of FIP UNNES graduation of  2006 to 2008. Sampling technique which is used is stratified proportional random sampling. The data collection was done using academic dishonesty behavior questionnaire, self-esteem scale, and peer pressure scale. Hypothesis is tested by mediator analysis. The result indicate that there was significant correlation between self-esteem dan academic dishonesty behavior mediated by peer pressure (b= -0,1173, p0,05) at FIP UNNES students. Low peer pressure will lower academic dishonesty behavior and the opposite.
Apakah Perbandingan Sosial dalam Menggunakan Instagram Berperan terhadap Kebahagian Remaja?
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.24605

Abstract

Seiring dengan meningkatnya prevalensi penggunaan media sosial Instagram yang diikuti oleh temuan-temuan dalam penelitian sebelumnya, mengatakan bahwa Instagram merupakan salah satu media sosial paling populer yang memiliki dampak paling negatif terhadap kesehatan dan well-being remaja. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi dampak penggunaan Instagram pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran perbandingan sosial dalam memoderasi pengaruh penggunaan Instagram terhadap kebahagiaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 437 mahasiswa S1 Universitas X. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), Skala Iowa- Netherlands Comparison Orientation Scale (INCOM), serta Skala Penggunaan Instagram. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dan perbandingan sosial secara bersama-sama hanya mampu memprediksi kebahagiaan sebesar 7,72% dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p0,05). Secara lebih lanjut, perbandingan sosial diketahui tidak memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara penggunaan Instagram dan kebahagiaan. Perbandingan sosial memiliki peran yang signifikan sebagai prediktor yang mandiri terhadap kebahagiaan.  Prevalence of Instagram is at its height that followed by findings in previous studies which said that Instagram is one of the most popular social media that give the most negative impact for adolescence health and well-being. It is essential to explore the phenomena of impact on adolescence use of Instagram. This research is a quantitative study to determine the moderating role of social comparison in the effect of Instagram usage on happiness. The sampling is done by proportionate stratified random sampling technique. A total of 437 undergraduate students were the participants of this study. This study used of three measuring tools are Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), Iowa-Netherlands Comparison Orientation Scale (INCOM), and Instagram Usage Scale. The Moderated Regression Analysis (MRA) test showed that Instagram usage and social comparison can predict happiness by 7,72% and a significance value of 0,00 (p0,05). Furthermore, the results showed that social comparison has no significant role on strengthen the effect of Instagram usage on happiness. Social comparison has significant role as predictor on happiness.
ASSESSING TODDLER TEMPERAMENT USING INDONESIAN VERSION OF THUMAS AND CHESS TTS IN YOGYAKARTA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13347

Abstract

Abstract. The purpose of this study (as part thesis of Muti’ah, 2009) is assessing toddler temperament by using Thomas and Chess in Yogyakarta. Mothers of the toddlers completed the Toddler Temperament Scale (TTS) and the Socioeconomic Status. Data were collected through fill-in the TTS (toddler temperament scale) from 84 toddler respondents which were living in Yogyakarta. From the data, it was found that The TTS’ internal consistency of Indonesian toddlers was 0.653, considered acceptable and shows a high validity. The exploratory test obtained has shown that the temperament characteristic (activity, regularity, adaptability, mood approach, intensity, persistence, distractibility and threshold of Indonesia toddlers had no much different pattern compared to others countries using a similar scale. The socioeconomic effects upon the toddler behavior styles were found slightly influences in some dimensions. From the research done, this study has provided the evidence that the toddler behavioral styles were varied according to the cultural context and the characteristics of the raters (mothers). Keywords: toddler, temperament, tts
DUKUNGAN SOSIAL PADA ISTRI YANG STUDI LANJUT
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i2.11600

Abstract

Abstrak. Wanita berperan serta dalam setiap segi kehidupan masyarakat bahkan juga pemimpin perusahaan dan pemimpin negara sehingga pendidikan merupakan kebutuhan untuk menunjang peran tersebut. Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012 menunjukkan jumlah wanita yang masuk ke perguruan tinggi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial pada istri yang studi lanjut. Pendekatan yang dilakukan yaitu kualitatif fenomenologi. Responden dalam studi ini sebanyak dua responden yaitu mahasiswa wanita S2, orang, bekerja, sudah berkeluarga. Peneliti juga menggunakan beberapa sumber data pendukung yang berasal dari suami, teman kuliah, dan rekan kerja subjek. Terdapat 6 informan pendukung pada penelitian ini. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Bentuk wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin dan menggunakan observasi partisipan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menemukan bahwa dua orang subjek dalam menjalani perannya sebagai seorang istri, karyawan, dan mahasiswa mampu menjalankan ketiga perannya tersebut dengan bantuan dari orang lain. Namun disamping bantuan orang lain, penelitian ini memberikan temuan baru bahwa keberhasilan subjek dipengaruhi adanya dukungan spiritual yang membuat subjek mampu bertahan membuat subjek mampu untuk melakukan tugasnya.Kata kunci: dukungan sosial, istri studi lanjut, peran banyak Abstract. Women participate in every aspect of community life, even corporate leaders and leaders of the country, so education is necessity to support that role. The central Bureau of Statistics ( (BPS) census in 2012 shows that the number of women entering college are increase from years to years. This study aimed to analyze social support on the wife who studies the master. The approach employed in this study was qualitative phenomenological. Samples in this study as many as two respondents, female students master, career woman, and married. In addition, there were secondary informants that comes from the husband, classmates, and coworkers subject. There are 6 secondary informants this research. Data were collected used interviews and observation. Forms interviews used in this study are free guided interviews and using participant observation. The validity of the data in this study using triangulation of sources and methods. The study found that two subjects in the lead role as a wife, staff, and students were able to run third that role with the help of others. But despite the help of others, this study provides new findings that the success of subjects affected their spiritual support that makes the subject able to survive to make the subject is able to do their job.Keywords: social support, wife of master study  
Uji Validitas Eksternal Tes Kepribadian HEXACO-60
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 13, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v13i1.28408

Abstract

Penggunaan HEXACO-60 sebagai salah satu tes kepribadian yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang masih belum cukup familiar di Indonesia. Sebagai bagian dari pengembangan alat ukur yang sangat diperlukan oleh para praktisi di lapangan, diperlukan uji psikometri yang dapat menunjukkan alat tersebut cukup valid untuk digunakan. HEXACO-60 memiliki tujuan yang sama dengan penggunaan tes kepribadian MBTI yaitu mengukur kepribadian secara objektif. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat hubungan antara dimensi pada tes HEXACO-60 dengan dimensi pada tes MBTI sebagai pengukuran validitas konkuren. Menggunakan metode penelitian kuantitatif, penelitian ini menggunakan total sampel sebanyak 1,016 partisipan yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja dari berbagai kalangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah koefisien korelasi Pearson. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan antara dimensi HEXACO-60 dan dimensi MBTI yang bersesuaian, dengan hubungan positif tertinggi (korelasi lebih dari 0.5) terdapat pada dimensi extraversion dan extrovert.The use of HEXACO-60 as a personality test that is used to measure a person's personality is still not quite familiar in Indonesia. As part of the development of measuring instruments that are indispensable for practitioners in the field, a psychometric test is needed that can show that the tool is valid enough to use. The HEXACO-60 has the same objective as using the MBTI personality test, which is to objectively measure personality. Therefore, this study will look at the relationship between the dimensions on the HEXACO-60 and the MBTI as a measure of concurrent validity. The research method used is quantitative research with a total sample of 1,016 participants consisting of students and workers from various backgrounds. The data analysis technique used was the Pearson correlation coefficient and the Mann-Whitney U test. The results obtained showed that there was a relationship between the HEXACO-60 dimension and the corresponding MBTI dimension, with the highest positive relationship (correlation more than 0.5) found in the extraversion and extrovert dimensions
PERBEDAAN INTENSI TURNOVERDITINJAU DARI MASA KERJA DENGAN MENGENDALIKAN ADVERSITY QUOTIENT DI PERUSAHAAN “X” (DIFFERENCE OF TURNOVER INTENTION BASED EMPLOYEE WORK PERIOD CONTROLLEDBY ADVERSITY QUOTIENT IN COMPANY “X”)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i2.17487

Abstract

Abstrak. Turnovermerupakansatuhal yang dicegah ataupun diihindari oleh pengelola organisasi. Kemuculan intense turnover pada perusahaan “X” diduga berkaitan dengan masa kerja yang dimiliki para karyawan. Disamping itu, ada variable adversity quotient yang juga diduga berperan mewarnai kemunculan intense turnover.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai intensi turnover berdasarkan masa kerja karyawan perusahaan “X” dengan memperhitungkan pengaruh dari adversity quotient. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan intensi turnover berdasarkan masa kerja karyawan perusahaan “X” dengan mengendalikan adversity quotient. Populasi pada penelitian ini sebanyak164 orang, dan 110 orang darinya dijadikan sampel penelitian. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive kuota sampling, yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan (Sugiyono, 2012). Dalam penelitian ini, kuota yang dimaksud adalah sebanyak 37 karyawan per-tingkatan masa kerja. Sampel akan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu karyawan dengan masa kerja baru, karyawan dengan masa kerja sedang, dan karyawan dengan masa kerja lama. Berdasarkan Uji F anakova menunjukkan bahwa besarnya pengaruh antar-kelompok masa kerja setelah dikendalikan oleh variabel adversity quotient didapatkan nilai F sebesar 0,144 dengan nilai signifikansi sebesar 0,020 (p 0,05) maka H1 diterima, artinya ada perbedaan intensi turnover berdasarkan masa kerja karyawan dengan mengendalikan adversity quotient. Abstract. The purpose of this study was to determine differences in the average value of turnover intention by the employees of the company "X" to account for the influence of adversity quotient. The hypothesis of this study is no difference turnover intention by the employees of the company "X" by controlling the adversity quotient. The population in this study amounted to 164 people, then the samples taken by Isaac and Michael with an error rate of 5% in a population of 164 people is 110 people. Sampling technique in this research is purposive quota sampling, which is a technique for determining a sample of the population that have certain characteristics to the number (quota) desired (Sugiyono, 2012). In this study, the quota in question is as much as 37 per-level employee work period. For the sample will be divided into three groups, namely employees with new working period, employees with tenure medium, and employees with long working lives (each group of 37 people). Based Anacova F test showed that the magnitude of the effect between groups after the work period is controlled by a variable adversity quotient obtained F value of 0.144 with Sig. amounted to 0,020. Because Sig. 0,020 significant level (a) 0.05 then the H1 is accepted, meaning that there are differences in turnover intention by the employees of the company "X" by controlling the adversity quotient. In other words, this hypothesis is accepted.
KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i3.8638

Abstract

Abstrak. Salah satu tantangan nyata terkait pengambilan keputusan karir bagi siswa kelas XII SMA adalah pemilihan jurusan saat memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Dari data asessmen yang didapatkan, beberapa siswa kelas XII SMA N 9 Yogyakarta mempunyai efikasi diri yang rendah dalam pemilihan jurusan di PTN yang terlihat dari keraguan mereka dalam memilih jurusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah konseling kelompok dapat meningkatkan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir. Design penelitian menggunakan preteset-posttest design untuk mengetahui efek dari perlakuan. Konseling kelompok dilakukan pada 8 siswa yang mempunyai efikasi diri sangat rendah. Analisis statistika menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai Z = -2,524 p=0,012 (p0,05) dan perbedaan yang signifikan antara pretest dan followup dengan nilai Z = -2,527, p=0,12 (p0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa konseling kelompok secara signifikan mampu meningkatkan efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir pada siswa SMA.Abstrak. One of the real challenge about career decision making to high school student is about choosing field of study in University. From the assessment data, some of the high school student in SMA N 9 Yogyakarta have low self-efficacy to make decision about field of their study in University. The aim of this study is to find out which is group counseling could improve self-efficacy in career decision making. This research use pretest-posttest design to know the effect of the treatment. Subject of group counseling is 8 students who have lowest self-efficacy. Statistics analysis use Wilcoxon-Signed Rank Test. The result showed a significant difference between pretest and posttest score with Z value = -2.524, p = 0,012 (p0,05) and significant difference between pretest and follow up score with Z value = -2,527 p=0,012 (p0,05). This result shows that group counseling significantly could improve self-efficacy in career decision making to high school student.