cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KOMPETENSI DOSEN MATA KULIAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR MATA KULIAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 1, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v1i2.8899

Abstract

This survey investigated correlation between the perception of lecturer’s competency of developmental psychology subject and students’ learning motivation who attended in developmental psychology class in State University of Jakarta. This study involved 58 students as a sample. Both, data on perception lecture's competency and learning motivation of developmental psychology subject were obtained through the use Likert alike questionaires. The overall process of data used SPSS v.12.00. The results indicates that there was a positive significant relationship between perception of lecturer’s competency of developmental psychology subject with learning motivation of students who attended in developmental psychology class in State University of Jakarta. It’s meant that when students perceived lecturer’s competency higher it will be followed by their learning motivation
Pelatihan Manajemen Diri untuk Meningkatkan Work Engagement pada Kepala Toko di Perusahaan Ritel
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i2.23907

Abstract

Target penjualan dibeberapa toko PT. X masih belum mencapai target yang berdampak pada pendapatan perusahaan. Hal ini terlihat dari timbulnya permasalahan yang dialami oleh kepala toko, mengindikasikan rendahnya work engagement. Tujuan penelitian ini agar karyawan dapat menampilkan perilaku engagement di tempat kerja serta melakukan manajemen diri pada pekerjaannya. Pemilihan sample yang digunakan non probability sampling melalui purpose sampling dengan subjek penelitian 21 kepala toko (usia 19-31 tahun) dengan 6 sesi pelatihan. Desain penelitian yang digunakan metode campuran dengan desain sekuensial eksplanatori. Rancangan eksperimen one-group pretest-posttest design sebagai prioritas utama penelitian dengan hasil uji beda 0.025 (p 0.05). Sedangkan, penelitian kualitatif menggunakan studi kasus sebagai data penunjang. Metode analisis data yang digunakan melalui organisasi data, kategorisasi pada tiap jawaban subjek, dan interpretasi. Uji kredibilitas dilakukan dengan menggunakan metode validitas argumentatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan pelatihan manajemen diri yang diberikan efektif untuk meningkatkan work engagement. Sejalan dengan hasil kualitatif bahwa kepala toko lebih mampu mengontrol emosi, lebih sabar dalam memimpin tim, perubahan gaya komunikasi secara langsung maupun melalaui whatsapp group, lebih terbuka dalam menerima kritik dan saran dari tim, membuat skala prioritas pekerjaan dan membuat pembagian kerja secara merata dalam masing-masing shift kerja untuk karyawan toko. Hal ini membuktikan adanya peningkatkan work engagement setelah diberikan pelatihan manajemen diri pada kepala toko.Sales target in several stores of PT. X still has not reached the target which has an impact on company revenue. This can be seen from the emergence of problems experienced by shop heads, indicating low work engagement. The purpose of this study is that employees can display engagement behavior in the workplace and perform self-management at work. The sample selection used non-probability sampling through purposive sampling with the research subjects 21 shop heads (aged 19-31 years) with 6 training sessions. The research design used mixed methods with explanatory sequential design. Experimental design with one-group pretest-posttest design as the main priority of research with different test results of 0.025 (p 0.05). Meanwhile, qualitative research uses case studies as supporting data. Data analysis methods used through data organization, categorization of each subject's answer, and interpretation. The credibility test is carried out using the argumentative validity method. Data collection was carried out through observation and interviews. The results of quantitative research show that self-management training is effective in increasing work engagement. The qualitative results show that the head of the shop is more able to control emotions, is more patient in leading the team, changes in communication styles directly or through WhatsApp group, is more open in accepting criticism and suggestions from the team, makes work priority scales and makes the division of labor evenly in each work shifts for shop clerks. This proves that there is an increase in work engagement after being given self-management training to the head of the shop.
PROGRAM PSIKOEDUASI BULLYING UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI GURU DALAM MENANGANI BULLYING DI SEKOLAH DASAR
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14117

Abstract

Abstrak. Fenomena bullying semakin mudah dijumpai di banyak tempat, tak terkecuali di dalam lingkungan sekolah.Hal ini semakin memprihatinkan tatkala pihak-pihak yang idealnya bisa berperan penting untuk menanggulangi atau mencegah kemunculan fenomena bullying disekolah tampak tidak paham, tidak peduli, atau pun tidak mampu melakukan tindakan yang ideal. Program Psikoedukasi bullying pada guru diharapkan bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperbaiki kondisi yang ada. Penelitan ini menggunakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain The one group pretest – posttest. Subjek penelitian ini adalah 14 orang guru di salah satu SD Negeri di daerah Gunungpati Semarang. Materi program psikoedukasi bullying pada penelitian ini mencakup definisi dan prevalensi bullying di Indonesia, bentuk-bentuk bullying, karakteristik korban, karakteristik pelaku, dampak bullying, dan penanganan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi bullying efektif untuk meningkatkan efikasi guru dalam menangani bullying (Z=-2,138;  p=0,033; p0,05). Disarankan kegiatan psikoedukasi bullying semacam ini bisa dilaksanakan secara berkala dilokasi yang sama dan atau digandakan penyelenggaraannya di lokasi lain yang membutuhkan.Kata Kunci: bullying, program psikoedukasi, efikasi guru  Abstract.Bullyinghas become serious problem in school. Evidence from number of studies shows that teachers has no sufficient and effective skill in handling bullying. Teachers’ self – efficacy influences effective intervention in handling bullying. The purpose of this study was to examine the effectiveness of Bullying Psychoeducation Program to improve teachers’ self-efficacy in dealing with bullying. This research used quasi experimental design with the one group pretest-posttest design. The subjects of this research are 14 teachers in one of Elementary School in Gunungpati Semarang. The results showed that the Bullying Psychoeducation Program was effective to improve teachers’ self–efficacy in dealing with bullying (Z = -2.138; p = 0.033; p 0.05). It is suggested that such Bullying Psychoeducation Program can be carried out periodically at the same location and / or duplicated in other locations where needed.
APAKAH ORANG MISKIN TIDAK BAHAGIA? STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KEBAHAGIAAN DI DUSUN DELIKSARI
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i1.8559

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan dan rendahnya kemampuan untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan wawancara awal, Warga Deliksari yang mengemukakan bahwa mereka masih bisa merasakan kebahagiaan dengan bisa menghargai apa saja yang ada pada diri sendiri, berkumpul dengan keluarga, dan bersyukur. Dengan keadaan yang serba kekurangan seperti itu, apakah orang miskin bahagia? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebahagiaan, faktor yang mempengaruhi kebahagiaan, dan makna kebahagiaan pada masyarakat miskin di Dusun Deliksari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara kepada 5 subjek utama penelitian, observasi partisipan, dan angket kuesioner tertutup. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan empat narasumber sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun berada dalam kondisi miskin ditemukan bahwa mereka mampu menemukan kebahagiaan dengan taat beribadah, menerima keadaan (nrimo), bersyukur dan kebersamaan dengan keluarga. Selanjutnya penelitian ini menemukan faktor penentu kebahagiaan antara lain kebersamaan dengan keluarga, tolong-menolong, bangga diberikan kesehatan, taat beribadah, bersyukur, humoris, pantang menyerah, menerima keadaan, dan bahagia di mulai dari diri sendiri.This research is motivated by a number of lot people still living below the poverty line and lack the ability to meet basic needs or daily needs. Researchers conducted pre eliminary study to Deliksari citizens who told that they can still feel the happiness to be able to appreciate what they have in themself, gathering with family, and grateful. With the state of deprivation like that, whether poor people are happy? This researches aims to describe happiness, factors affecting the happiness and the meaning of happiness in poor communities in the hamlet Deliksari. The variable in this study is the happiness that has seven aspects; self, family, peers, health, finances, work, leisure, and religious. This study used qualitative methods, research design phenomenology. There are 5 main subject. Data collection method used is semi-structured interviews, participant observation, and closed questionnaires. The validity of the data using a triangulation with four secondary sources. The results showed that despite being in poor condition it was found that they were able to find happiness with the pious, receive state (nrimo), being grateful and being together with family. Furthermore, the study found the determining factors of happiness, among others, together with family, mutual assistance, given pride of health, pious, grateful, humorous, unyielding, receive state, and happiness started by themselves.
Siapkah Anda Bekerja? Self-Efficacy dan Job Search Readiness pada Mahasiswa Are You Ready to Work? Self-Efficacy and Job Search Readiness in College Students
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22559

Abstract

Meningkatnya angka pengangguran dari tahun ke tahun selain karena terbatasnya jumlah lowongan kerja, juga karena tidak atau belum siapnya individu memasuki dunia kerja. Gambaran kesiapan individu untuk mencari kerja dikenal dengan istilah teknisdalam frase “job search readiness” (kesiapan mencari kerja). Salah satu faktor yangmempengaruhi kesiapan dalam mencari kerja adalah perencanaan karir, dimana didalamnya terdapat self-efficacy. Sudut pandang psikologis meninjau bahwaketidakyakinan para mahasiswa tingkat akhir akan “bekal” yang telah dimiliki untukmemasuki dunia kerja ini dalam bahasan self efficacy, yang dipahami sebagai keyakinan akan kemampuan diri untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu (Bandura, 2007). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah 165 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalaJob serach readiness (α=0.901) dan skala self-efficacy (α=0.898). Analisis hipotesisdalam penelitian ini menggunakan korelasi Product moment. Data penelitian diolah dengan soft ware pengolah data statistik. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan posistif antara self-efficacy dan job search readiness(r=0.683;p0.05).The increase in unemployment from year to year other than because of the limited number of job vacancies, also because not or not ready for individuals to enter the workforce. The description of an individual's readiness to find work is known by the technical term in the phrase "job search readiness" (readiness to find work). One factor that influences readiness to look for work is career planning, in which there is self- efficacy. Psychological point of view reviewing that the final level of student's lack of confidence in the "stock" that has been owned to enter the world of work in the discussion of self efficacy, which is understood as confidence in the ability of self to organize and carry out the actions needed to complete certain tasks (Bandura, 2007) . This research is a quantitative correlational study. The research sample was 165 final year students. The instruments used in this research are the Job Search Readiness scale(α = 0.901) and the self-efficacy scale (α = 0.898). Hypothesis analysis in this studyuses the Product moment correlation. The research data is processed with statistical data processing software. Hypothesis test results indicate that there is a positive relationship between self-efficacy and job search readiness (r = 0.683; p 0.05).
PERBEDAAN KONFLIK INTRAPERSONAL DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN PADA IBU
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris perbedaan konflik intrapersonal ditinjau dari status pekerjaan pada ibu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan konflik intrapersonal antara ibu bekerja dan tidak bekerja. Konflik intrapersonal pada ibu bekerja lebih tinggi dari pada ibu tidak bekerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 125 ibu-ibu Desa Jebol Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, yang terbagi atas 63 ibu bekerja dan 62 ibu tidak bekerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Skala Konflik Intrapersonal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik uji- t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan konflik intrapersonal antara ibu bekerja dan tidak bekerja yang ditunjukkan dengan nilai Uji-t = 4,481 (p 0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.  
GAMBARAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA (Studi Komparatif pada Mahasiswa dengan Jalur Penerimaan SNMPTN, PMDK, dan UTUL di Fakultas Psikologi UNM)
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11910

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prestasi akademik mahasiswa fakultas psikologi UNM melalui studi komparatif pada mahasiswa dengan jalur penerimaan SNMPTN, PMDK, dan UTUL. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi Tahun Ajaran 2009 sejumlah 93 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif dengan analisis statistik deskriptif.  Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa Indeks Prestasi Akademik mahasiswa yang melalui jalur PMJK memiliki skor rerata yang tertinggi. Skor Indeks Prestasi Akademik mahasiswa melalui jalur UTUL memiliki skor rerata yang terendah. Hasil penelitian juga menunjukkan penyebaran skor Indeks Prestasi Akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi UNM dengan jalur penerimaan UTUL hanya berkisar antara 2,3 hingga 3,00. Hal ini mengindikasikan bahwa prestasi akademik pada mahasiswa dengan jalur UTUL paling rendah dan IPK tertinggi hanya berada pada tingkat IPK 3,00. Kata Kunci   : prestasi akademik, jalur SNMPTN, jalur PMDK, dan jalur UTUL
Hubungan Strategi Koping dan Kecemasan pada Pemain Sepakbola
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i3.18871

Abstract

Abstrak. Kecemasan adalah salah satu faktor yang cenderung mempengaruhi penampilan seorang atlet. Rasa cemas muncul akibat ketidaksinkronan antara tuntutan lingkungan dengan kemampuan atlet untuk mengatasinya. Keadaan ini perlu diatasi, salah satunya melalui strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara strategi koping dengan kecemasan yang dialami pemain sepakbola. Sebanyak 71 atlet sepakbola menjadi subjek dalam penelitian ini yang terdiri dari pemain Tim Nasional U-17 dan tim sepakbola mahasiswa universitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara strategi koping dengan kecemasan yang dimiliki (-0,316; p0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik strategi koping yang dimiliki, semakin rendah kecemasan yang dimiliki. Kata kunci: strategi koping, kecemasan, pemain sepakbola  Abstract Anxiety has been regards as the factor relates to performance decline in athlete. Anxiety emerges from the situation gap between environmental demand and the athlete ability. This condition is need to be overcome, by lowering the level of anxiety using coping strategy, to increase performance. This research seeks to find out the correlation between coping strategy and anxiety in football player. The subjects consist of 71 junior professional footballers from U-17 Indonesia National Team and from college footballers. Result shows that there is significant correlation between coping strategy and anxiety (-0,316; p0,01). Thus, it can be concluded that a higher ability in coping strategy is correlated in the anxiety level decline.
MEMBEDAH INSTAGRAM: ANALISIS ISI MEDIA SOSIAL PARIWISATA BALI
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9560

Abstract

Abstrak. Instagram dan media sosial bertautan erat dengan perkembangan dunia pariwisata. Penelitian deksriptif kualitatif ini mencermati akun media sosial yang fokus pada pariwisata di Bali dan menganalisis bagaimana interaksi pengguna Instagram dengan muatan yang diunggah oleh akun tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi  (content analysis) yang dilakukan terhadap sepuluh akun media sosial dengan pengikut terbanyak dan seratus unggahan terakhir masing-masing akun. Gambar, keterangan gambar, dan hashtag yang dipakai kemudian dibandingkan dengan memperhatikan preferensi pengguna Instagram. Sebagai uji silang, komparasi terhadap hasil focus group discussion dilakukan untuk meningkatkan keyakinan terhadap temuan data. Hasil riset mengungkap berbagai tipe gambar yang diunggah. Preferensi pengguna atau pengikut akun cenderung mengarah pada gambar yang menunjukkan kesan alamiah, sederhana, serta memiliki keterangan yang informatif. Abstract. Instagram and social media are loosely inter-related with tourism development. This descriptive qualitative research aims to investigate social media accounts which focus on Bali tourism. It analyzed interaction between Instagram users activity and uploaded posts by those accounts. This research employed qualitative content analysis approach which was addressed towards ten major accounts with most followers and one hundred recent posts from each account. Pictures, captions, and hashtags are alligned with users preferences. As a cross-check, focus group discussion were held to increase confidence. Results show various types of picture. Users or followers incline to prefer pictures with more naturalistic and simplistic feel while also retaining detailed information.
Memahami Self-Compassion Remaja Akhir Berdasarkan Trait Kepribadian Big Five
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i1.20120

Abstract

Abstrak. Remaja akhir seringkalimenghadapi tekanan akademis, keluarga, relasi interpersonal, dan intrapersonal. Tekanan-tekanan ini mungkin membuat individu merasa tidak mampu dan mengkritik diri sendiri selama mengalami kesulitan. Berkaitan dengan hal tersebut, self-compassion dapat membantu individu-individu ini untuk mengatasi keadaan sulit dengan cara menghargai diri sendiri dan memahami segala bentuk penderitaan sebagai bagian dari hidup setiap manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahamigambaran self-compassionremaja akhir dari perspektif trait kepribadian Big Five.Skala self-compassion dan The Big Five Inventory (BFI)digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi Product Moment dari Pearson dan hierarchical multiple regression.Selanjutnya, untuk menentukan sampel, penelitian ini memilih teknik cluster random sampling. Subjek dalam penelitian berjumlah 494 mahasiswa dengan rentang usia 18 sampai 21 tahun (203 laki-laki dan 291 perempuan).Hasil penelitian menunjukkan bahwatrait kepribadian Big Five secara bersama-sama memprediksiself-compassion pada remaja akhir setelah mengontrol faktor usia dan jenis kelamin (R=0.541, F=39.616, p=0.00). Analisis korelasi juga mengungkap bahwa ada hubungan antara setiap trait kepribadian Big Five dengan self-compassion, yaitu; extraversion (r=0.199, p=0.00), agreeableness (r=0.361, p=0.00), conscientiousness (r=0.330,p=0.00), neuroticism (r=-0.408, p=0.00), dan openness (r=0.185, p=0.00). Berdasarkan analisis hierarchical multiple regression, hanya agreeableness, conscientiousness, dan neuroticism yang mampu menjelaskan secara signifikan gambaran self-compassion pada remaja akhir. Implikasi dari trait kepribadian Big Five dalam memberikan kontribusi terhadap self-compassion pada remaja akhir akan dibahas lebih lanjut. Kata Kunci: Self-compassion, Big Five, Remaja Akhir, Mahasiswa Abstract. Late adolescents are often facing academic, family, interpersonal relationships, and intrapersonal pressures.These constraints may make an individual feel incapable and self-criticize while experiencing difficulties.In this regard, self-compassion may help these people surmounting difficult situations by respecting themselves and understanding suffering as part of every human life. The current study aimed to understand self-compassion among late adolescents from the Big Five personality traits perspective. A self-compassion scale and the Big Five Inventory (BFI) were used to measures of the study. This investigation used a quantitative correlational approach. The data were analyzed using Pearson Product Moment correlation and hierarchical multiple regression. Then, to determine the samples, this study selecting cluster random sampling technique. Four hundred and ninety-four undergraduate students ranging in age from 18 to 21 years old (203males dan 291females)haveparticipated. The results indicated that the Big Five personality traits simultaneously predicted self-compassion in late adolescents after controlling for age and gender (R=0.541, F=39.616, p=0.00). Correlation analysis also revealed that there was association between each Big Five personality trait with self-compassion, namely; extraversion (r=0.199, p=0.00), agreeableness (r=0.361, p=0.00), conscientiousness (r=0.330, p=0.00), neuroticism (r=-0.408, p=0.00), and openness (r=0.185, p=0.00). Based on hierarchical multiple regression analysis, only agreeableness, conscientiousness, and neuroticism emerged as the predictors of self-compassion in late adolescents significantly. Implications of the Big Five personality traits in contributing to self-compassion among late adolescents are discussed. Keywords: Self-compassion, Big Five, Late Adolescents, Undergraduate Students