cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Intuisi
ISSN : 25412965     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah is the scientific publication media to accommodate ideas and innovation research results of psychology academicians and other experts who are interested in the field of Psychology. Vision intuition is to encourage the development of science-based psychology, indigenous psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 558 Documents
“Ngobrolin Seks” Dalam Persepsi Perempuan Pada Usia Dewasa Awal Menggunakan Pendekatan Psikologi Indigenous
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.19686

Abstract

Seksualitas melingkupi kehidupan manusia sejak lahir sampai sepanjang hidupnya. Seksualitas menyangkut berbagai dimensi, diantaranya dimensi kultural, sosial, biologis, dan psikologis. Namun isu seksualitas kerap dipandang tabu untuk diperbincangkan karena terkotak hanya pada pandangan sempit terkait perilaku seksual. Fenomena ini khususnya lebih sering ditemukan diantara perempuan dan kecenderungan ini dipengaruhi oleh identitas gender. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana persepsi perempuan Indonesia dalam menguraikan tentang konsep seksualitas. Pengumpulkan data diambil dari 293 partisipan perempuan yang diperoleh melalui sampling acak, 88 partisipan telah menikah dan 205 partisipan belum menikah pada jarak usia 18 – 40 tahun. Berdasarkan hasil dari angket terbuka menunjukkan bahwa istilah seksualitas masih cenderung dipandang sebagai suatu hal yang tabu untuk dibicarakan (40,96%) oleh perempuan Indonesia. Sekitar seperlima bagian (21,16%) memandang bahwa seksualitas sebagai sesuatu yang wajar untuk dibicarakan jika sesuai dengan konteks dan berada dalam situasi tertentu. Sedangkan sisanya (37,88%) beranggapan bahwa seksualitas bukanlah hal yang tabu untuk didiskusikan. Jika dijabarkan dikategorikan berdasarkan dimensinya, 23,89% mencakup dimensi biologis, 10,58% mencakup dimensi psikologis, 11,6% mencakup dimensi sosial / kultural dan 53,93% mencakup dimensi perilaku. Adapun harapannya adalah agar dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan seksualitas yang komprehensif.  Sexuality covers human life from birth to throughout his life. Sexuality involves a wide range of dimensions, such as: biological, social / cultural, psychological, and behavior dimensions. But the issue of sexuality is often seen as taboo to be discussed because it is compartmentalized only in the narrow view of sexual behavior. This phenomenon is particularly common among women and this tendency is influenced by gender identity. This descriptive study aims to identify how Indonesian women perceive in describing the concept of sexuality. Collecting data was taken from 293 female participants obtained through random sampling, 88 married participants and 205 unmarried at the age range of 18-40 years. Based on the results of the open questionnaire, the term sexuality still tends to be seen as a taboo thing to talk about (40.96%) by Indonesian women. While (21.16%) the rest view sexuality as something natural to talk about if it is appropriate to the context and in certain situations. And only a small percentage (37.88%) think that discussing sexuality is no longer a taboo thing to talk about. If described as categorized by dimensions, 23.89% includes the biological dimension, 10.58% includes the psychological dimension, 11.6% includes the social / cultural dimension and 53.93% includes behavior dimension. The hope is that it can be useful to increase awareness of the importance of comprehensive sexuality education.
HARGA DIRI PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN KENDAL
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13338

Abstract

Abstrak. Memasuki masa pensiun, individu akan kehilangan peran sosialnya dalam masyarakat, prestise, kekuasaan, kontak sosial bahkan berpengaruh terhadap harga diri. Bagi beberapa individu, melemahnya harga diri merupakan hal-hal yang dirasakan individu pada masa pensiun. Peneliti mengangkat tema harga diri pensiunan Pegawai Negeri Sipil dikarenakan adanya asumsi awal bahwa Pegawai Negeri Sipil yang baru saja pensiun secara internal maupun eksternal masih mengalami masa peralihan terhadap perubahan status yang dihadapi sehingga berpengaruh terhadap gambaran harga diri tersebut.            Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang harga diri pensiunan Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah harga diri pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Populasi dalam penelitian ini adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kendal yang berjumlah 216 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan Proportional Stratified Random Sampling (sampel acak yang berstrata) yang ditentukan secara random dengan mengambil 25% pada tiap strata yang berjumlah 55 subjek. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan Self Esteem Inventory for Adult (SEI-A) yang dibuat oleh Coopersmith yang terdiri dari 25 butir. Validitas alat ukur ini mencakup antara 0,71 sampai 0,80. Koefisien reliabilitas melalui pendekatan tes ulang adalah 0.80 dan 0.82. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1) Rata-rata harga diri pensiunan Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kendal tergolong kategori “tinggi”. Secara berturut-turut hasil penelitian paling tinggi yaitu pada aspek home-family, hal ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan paling mempengaruhi tingginya harga diri responden, ke dua adalah aspek social self, ke tiga adalah work-academy dan yang terakhir adalah aspek general self memberi kontribusi bagi harga diri pensiunan.Kata kunci : harga diri; pensiunan; pegawai negeri sipil. Abstract. Retirement, individuals will lose its social role in society, prestige, power, social contacts and even influence the self esteem. For some individuals, weak self esteem are things that people felt at the time of retirement. Researchers with the theme of self esteem retired civil servants, due to the initial assumption that the civil servant who recently retired internally and externally are still experiencing the transition to the changes facing the state and therefore contributes to the picture self worth retirees.This study aims to gain an overview of self esteem retired Civil Servants in Kendal District.This research uses descriptive quantitative approach. Variables in this study were Self retired civil servant. The population in this study is a retired civil servant in Kendal District, amounting to 216 people. The samples were determined usingProportional stratified Random Sampling (a stratified random sample) is determined at random by taking 25% in each strata, amounting to 55 subjects. Collecting data in this study is the Self Esteem Inventory for Adult (SEI-A) made by Coopersmith consisting of 25 items. The validity of this measure include between 0-7l to 0.80. the coefficient of reability through re-test approach is 0.80 and 0.82. The collected data were analyzed using descriptive statistics.Based on the analysis and discussion, we can conclude the following things: 1) Average self esteem retired Civil Servants in Kendal District classified as category ‘high”. Respectively the highest results in the aspect home-family, this suggests that the support of family and environment affect the high esteem most respondents, the second  is the social aspect of self, all three are work-academy and the latter is the general self aspect self esteem contributes to retires. 
PERILAKU KOPING PADA LANSIA YANG MENGALAMI PENURUNAN GERAK DAN FUNGSI
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9569

Abstract

Abstrak. Menua adalah suatu kondisi yang pasti terjadi pada setiap orang. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya banyak penurunan baik secara fisik, maupun psikis. Terjadinya penurunan ini akan membuat lansia melakukan koping terhadap penurunan yang terjadi pada diri mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai bentuk-bentuk perilaku koping pada lansia yang mengalami penurunan gerak dan fungsi. Adapaun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung terhadap 4 orang lansia yang ada di desa guwosari Bantul DIY. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah secara umum lansia yang menjadi subjek dalam penelitian ini mengalami 2 permasalahan, yaitu fisik dan psikis. Pertama, permasalahan fisik; stroke, nyeri dari pinggang menjalar ke kaki, sering kesemutan pada kaki dan tangan, darah tinggi, sering pusing, pola tidur terganggu, dan kolestrol. Adapun perilaku koping yang dilakukkan lansia untuk mengatasi permasalahan fisik tersebut adalah; Planful problem solving, Distancing, Self-control, dan Positive reappraisal. Kedua, permasalahan  psikis, yaitu; merasa kesepian dan sedih. Adapun bentuk koping yang mereka lakukan; Seeking social support, Escape-avoidance, dan Positive reappraisal. Secara garis besar perilaku koping lansia yang mengalami penurunan gerak dan fungsi dapat dikelompokkan menjadi 2 bentuk; (1) Problem focused copying, dengan bentuk; Planfull problem solving,  Seeking social support, Positive reappraisal  dan  (2) Emotion focused copying dengan bentuk ; Distancing, Self control, Escape  avoidance.Abstract. Aging is a condition that must happen to everyone. This condition is characterized by the occurrence of many decline both physically, and psychologically. The decrease will make the elderly to cope against the decline that occurred to them. The purpose of this study was to explore in depth the forms of coping behaviors in elderly decreased motion and function. The methods used in this study is a direct interview to four elderly people in the village of Bantul DIY Guwosari. Results obtained in the study were generally elderly people who become subjects in the study had two problems: physical and psychological. First, the physical problems; stroke, pain radiating to the leg of the waist, often tingling in the feet and hands, high blood pressure, dizziness, disturbed sleep patterns, and cholesterol. The elderly coping behaviors undertaken to overcome the physical problems are; Planful problem solving, distancing, self-control, and Positive reappraisal. Second, psychological problems, namely; feel lonely and sad. The forms of coping that they did; Seeking social support, Escape-avoidance, and Positive reappraisal. Broadly speaking elderly coping behavior decreased motion and function can be classified into two forms; (1) Problem focused copying, with the form; Planfull problem solving, seeking social support, Positivereappraisal and (2) Emotion focused copying the shape; Distancing, self control, avoidance Escape.
Pengaruh Work Life Balance dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMA di Kota Semarang pada Saat Pandemi Covid-19
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i3.26777

Abstract

Pandemi Covid-19 memaksa guru yang ada di Indonesia untuk dapat berkompetisi menjadi guru yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang penuh dengan tantangan berbagai macam perubahan. Menurut beberapa hasil penelitian work life balance, disiplin kerja serta kinerja guru saling berkaitan disaat individu menghadapi kondisi yang penuh dengan tantangan perubahan. Saat individu memiliki work life balance yang baik maka akan diikuti dengan disiplin dan kinerja yang baik juga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan disiplin kerja terhadap Kinerja Guru pada saat pandemi Covid-19. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh guru yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Semarang, sedangkan sampel pada penelitian ini yaitu 158 responden. Dalam melakukan pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala Likert, dengan 5 kriteria penilaian serta untuk mengukur 35 item pertanyaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan jenis probability sampling. Teknik analisis data yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menyatakan bahwa work life balance berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja guru yaitu sebesar 64.6%, disiplin kerja berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja guru sebesar 39.2% pada saat pandemi Covid-19. Guru diharapkan mampu menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan kehidupan kerja supaya antara keduanya tidak terjadi konflik dan disiplin kerja guru harus ditingkatkan supaya meningkatnya kinerja guru guna tercapainya tujuan dari sekolah menciptakan generasi bangsa yang unggul.The Covid-19 pandemic forces teachers in Indonesia to be able to compete to become teachers who can adjust to challenging conditions. According to several research results, work life balance, work discipline and teacher performance are interrelated when individuals face conditions that are full of challenges. When individuals have a good work-life balance it will be followed by discipline and good performance as well. This study aims to determine the effect of work life. balance and work discipline on teacher performance during the Covid-19 pandemic. The population in this study were all teachers who were facing the Covid-19 pandemic in Semarang City, while the sample in this study was 158 respondents. In collecting the data, this research uses a likert scale, with 5 assessment criteria and to measure 35 question items. The sampling technique in this study uses a type of probability sampling. The data analysis technique is multiple linear regression analysis. The results of the analysis state that work life balance has a partial positive effect on teacher performance, namely 64.6%, work discipline has a partial positive effect on teacher performance by 39.2% during the Covid-19 pandemic. Teachers are expected to be able to balance between personal life and work life so that there is no conflict between the two and teacher work discipline must be improved so that teacher performance increases in order to achieve the goals of the school to create a nation that has good achievements.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN ACCEPTANCE OF DISSABILITY PADA TUNADAKSA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17382

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara dukungan sosial, dan acceptance of disability pada Tuna daksa. Populasi dari penelitian ini adalah penyandang cacat sebanyak 48 orang. Hipotesis penelitian ini memiliki hubungan positif antara dukungan sosial dan acceptance of disability pada tuna daksa. Untuk menguji hipotesis penelitian, peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan Acceptance of Disability Scale (ADS) yang diterjemahkan dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support yang telah diterjemahkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Dukungan Sosial dan Penerimaan pada Orang Cacat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi dari product moment. Analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien r = 0,396 dengan signifikansi p = 0,003 (p 0,01) sehingga hipotesis diterima. Abstract. This study aimed to determined the relationship between Social Support and Acceptance of Disability at Handicapped. The population of this study were handicapped with 48 people. The hypothesis of this study had a positive relationship between Social Support and Acceptance of Disability at Handicapped. To test the hypothesis of the study, researchers conducted a data collection using translated Acceptance of Disability Scale (ADS) and translated Multidimensional Scale of Perceived Social Support. The results showed that there is a relationship between Social Support and Acceptance of Disability at Handicapped. Data analysis technique that used in this study is correlation technique from product moment. Correlation analysis showed the value of the coefficient r = 0.396 with significance p = 0,003 (p 0,01) so that the hypothesis accepted.
METODE PEMBELAJARAN OBSERVASIONAL DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN SEKOLAH (KETRAMPILAN MOTORIK, DAN KEMANDIRIAN) PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i2.9456

Abstract

 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode pembelajaran observasional dalam meningkatkan kesiapan sekolah dalam hal ketrampilan motorik, dan kemandirian. Subjek penelitian adalah siswa TK B berusia 5-6 tahun. Jumlah subjek pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama yaitu masing-masing 16 anak, 8 anak berjenis kelamin laki-laki dan 8 anak berjenis kelamin perempuan. Rancangan penelitian ini menggunakan model The Untreated Control Group Design with Pretest and Posttest. Desain ini menggunakan dua kelompok yang diamati yang terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Pengukuran dilakukan dua kali dengan menggunakan alat tes BG II dan CDI yaitu sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan sesudah diberikan perlakuan (post-test). Perlakuan dengan metode pembelajaran observasional disampaikan dengan konsep dongeng dan sosiodrama berdasarkan modul pembelajaran observasional.  Abstract. This research aims to determine the effectiveness of observational learning methods to improve school readiness in terms of motoric skills, and autonomy. Subjects were students in kindergarten and 5-6 years old. The number of subjects in the experimental group and the control group at respectively 16 children, 8 child-sex male and 8 female children. The design of this research using the model of the untreated control group design with pretest and posttest. This design uses two groups were observed consisting of one experimental group and one control group. Measurements were performed twice using assays BG II and CDI ie before being given treatment (pre-test) and after given treatment (post-test). Treatment with observational learning methods presented with the concept of fairy tales and sociodramas based observational learning modules.
Gambaran Orientasi Kewirausahaan Siswa SMA Ditinjau dari Variabel Demografi
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.22149

Abstract

Kenaikan angka angkatan kerja setiap tahunnya menimbulkan beberapa dampak, salah satunya peningkatan angka pengangguran jika tidak tersedia lapangan pekerjaan yang cukup. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah meningkatkan jumlah wirausahawan. Upaya untuk meningkatkan perilaku berwirausaha adalah menumbuhkan orientasi wirausaha yang akan mendorong individu untuk dapat memiliki motivasi berwirausaha. Orientasi berwirausaha sebaiknya ditumbuhkan sejak dini, yaitu sejak individu berada pada bangku sekolah. Gambaran orientasi wirausaha pada siswa SMA perlu untuk diketahui, sebagai bentuk tolak ukur upaya untuk menumbuhkan semangat wirausaha sejak dini telah berhasil. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kuantitatif dan sampling menggunakan simple randomized sampling untuk menentukan sampel dari populasi siswa SMA X di Sumedang. Penelitian ini melakukan tiga uji beda orientasi kewirausahaan dengan variabel demografi seperti orang tua yang berwirausaha, kelas dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=.042), sementara untuk orang tua yang berwirausaha (p=.077) dan perbedaan kelas (p=.060) tidak memiliki perbedaan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pada siswa SMA, perempuan memiliki orientasi wirausaha yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki meski keduanya masih berada pada level yang sama yaitu sedang. Dibutuhkan upaya yang lebih matang dalam meningkatkan orientasi wirausaha SMA karena secara internal, orientasi wirausaha siswa masih berada pada level menengah sehingga masih memerlukan peningkatan lebih lanjut.An increase in the labor force every year has several impacts, one of which is an increase in unemployment if there are not enough jobs available. One way to overcome this is to increase the number of entrepreneurs. Efforts to improve entrepreneurial behavior is to foster entrepreneurial orientation that will encourage individuals to have entrepreneurial motivation. Entrepreneurial orientation should be grown early, namely since individuals are in school. The description of entrepreneurship orientation in high school students needs to be known, as a form of measurement of efforts to foster entrepreneurial spirit early on has been successful. The research method used is quantitative research methods and sampling using simple randomized sampling to determine the sample of the population of high school students X in Sumedang. This study conducted three different tests of entrepreneurial orientation with demographic variables such as entrepreneurial parents, class and gender. The results showed that gender showed significant differences (p = .042), while for parents who were entrepreneurs (p = .077) and class differences (p = .060) did not have significant differences. This shows that in high school students, women have a higher entrepreneurial orientation than men even though both are still at the same level, that is, moderate. More mature efforts are needed in improving the orientation of high school entrepreneurs because internally, the entrepreneurial orientation of students is still at the middle level so it still needs further improvement. 
KEEFEKTIFAN PERMAINAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK PRA SEKOLAH DI TK KEMALA BHAYANGKARI 81 MAGELANG
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13329

Abstract

AbstrakRendahnya keterampilan sosial anak mengakibatkan buruknya prestasi akademik, timbulnya masalah emosi, dan meningkatnya risiko kenakalan remaja. Salah satu kegiatan yang dekat dengan anak dan dapat meningkatkan keterampilan sosial ialah permainan kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik pemberian permainan kooperatif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak Pra sekolah di TK Kemala Bhayangkari 81 Magelang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas A TK Kemala Bhayangkari 81 Magelang, berusia 4-5 tahun. Variable independent dalam penelitian ini adalah permainan kooperatif, dan variable dependentnya ialah keterampilan sosial anak pra sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi dan alat pengumpulan datanya ialah rating scale keterampilan sosial. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistic non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil dari penelitian ini ialah permainan kooperatif efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak pra sekolah di TK Kemala Bhayangkari 81 Magelang.AbstractThe low social skills lead to poor academic achievement of children, the incidence of emotional problem, and increased risk of delinquency adolescent. One of the activities close to the child and can enhance social skills is a cooperative game. The purpose of this study was to empirically test the provision of cooperative games to improve social skill of pre-school children in kindergarten of Kemala Bhayangkari 81 Magelang. This study is a quasi experiment. Subjects in this study were students of class A in this school, and the age is above 4 and 5 years old. Independent variable in this study is the cooperative games, and the dependent variable is pre- schoolerssocial skill. Observation is used to collect, dan the data collection tool is the social skills rating scale. The method of data analysis in this study is statistical non parametric Wilcoxon Signed Ranks non-Test. The result of this study is cooperative games is effective to improving social skill of children in pre-school in Kindergarten og Kemala Bhayangkari 81 Magelang.
PROPHETIC ENTREPRENEURSHIP DAN AKTIVITAS WIRAUSAHA
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i1.11915

Abstract

Abstrak. Kajian ini bertujuan menguji pengaruh prophetic  entrepreneurship  (Pro-En) terhadap aktivitas wirausaha. Aspek demografi turut diuji untuk mengetahui perbedaannya dalam variabel yang dikaji. Penelitian ini melibatkan 74 mahasiswa wirausaha di PTX. Skala Pro_En dan aktitivitas wirausaha digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Dari hasil analisis regresi menunjukkan Pro-En mempengaruhi aktivitas wirausaha mahasiswa secara signifikan (F(1,72) = 26.760, p .05) dengan  27,1 persen   sumbangan varian.  Dari hasil uji T tidak didapatkan perbedaan aspek demografi dalam Pro-En dan  kegiatan wirausaha mahasiswa. Secara konseptual, penelitian ini memberi kontribusi perluasan wawasan  psikologi kewirausahaan bersifat  intrinsik yang dapat meningkatkan makna hidup, komitmen dan produktivitas pelaku usaha. Kata kunci: prophetic entrepreneurship, produktivitas wirausaha
STUDI KASUS : DERAJAT SOCIAL ANXIETYPADA NARAPIDANA DI LAPAS BREBES
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i1.8555

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar derajat social anxiety pada narapidana yang akan kembali ke masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan derajat social anxiety pada narapidana yang akan kembali ke masyarakat apakah berada pada tahap kecemasan rendah, sedang dan tinggi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kasus (Metode kualitatif). Metode analisis data yang digunakan adalah organisasi data, kategorisasi pada tiap jawaban subjek, dan interpretasi. Uji kredibilitas dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Variabel yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah derajat social anxiety dengan indikator lebih suka menyendiri ; mengeluarkan pernyataan jika dianggap penting ; tidak fokus dan terbata-bata saat berbicara ; menghindari pembicaraan tentang diri dan berusaha menyembunyikan atau mengurangi informasi tentang diri ; dan mengetahui dengan pasti penyebab kecemasannya sehingga tidak melibatkan diri sama sekali dalam situasi yang menimbulkan kecemasan. Lokasi penelitian adalah Lapas Brebes Jawa Tengah. Populasi penelitian adalah seluruh narapidana di Lapas Brebes dengan menggunakan Purposive Sampling. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah narapidana yang akan dinyatakan bebas dalam jangka waktu 3 bulan saat pengambilan data ; dan baru pertama kali menyandang status sebagai narapidana. Hasil penelitian menunjukkan derajat social anxiety yang tinggi pada narapidana. Artinya subjek mengalami kecemasan tidak rasional yang tinggi dan memiliki perasaan sangat direndahkan oleh lingkungan sosialnya sehingga memiliki usaha yang lebih untuk menghindari berbagai aktivitas yang berarti dalam kehidupannya.The problem in this research is the degree of social anxiety in prisoners who will return to the community. The purpose is to know and describe the degree of social anxiety to the inmates who will return to society is at the stage of anxiety low, medium and high. The approach in this study is a case study (qualitative method). Data analysis method used is the data organization, categorization on each subject answers, and interpretation.Credibility test conducted by using a triangulation method. Data collected through observation and interviews. The variable into focus of this research is the degree of social anxiety with indicators rather be alone; issued a statement if it is considered essential; unfocused and stammered as he spoke; avoid talking about self and try to hide or mitigate information about his self ; and ascertain the cause of his anxiety so that no part at all in situations that cause anxiety. The research location is Lapas Brebes, Central Java. The population is all inmates in Lapas Brebes with purposive sampling technique. The criteria for the sample in this study is the inmate who was declared free within 3 months of the retrieval of data; and first-time status as prisoners The result showed a high degree of social anxiety to the inmates. This means that subjects experienced high anxiety irrationally and has a feeling very humbled by their social environment so that it has greater efforts to avoid activities which means in life.