cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
Simulasi dan Analisis Respon Fuzzy Logic Controller Pada Sistem Suspensi Sunarno Sunarno; Rohmad Rohmad
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i2.7422

Abstract

Respon keluaran sistem suspensi mekanik pada loop terbuka kadang menghasilkan osilasi yang berlebihan. Keadaan itu akan menghasilkan ketidakstabilan sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu perlu dirancang suatu sistem kendali yang memungkinkan tercapainya desain kriteria yang telah direncanakan. Sistem kendali yang relaif baik dalam menghasilkan respon keluaran adalah sistem kendali berbasis logika Fuzzy. Kendali Fuzzy ini dibuat menggunakan simulink Matlab dengan FIS (Fuzzy Inference System) sebagai intinya. FIS ini dibangun menggunakan Fuzzy Logic Toolbox Matlab. Hasil pengujian pada FLC dengan tiga variasi aturan fuzzy yaitu 7 aturan, 25 aturan, dan 49 aturan menunjukkan performansi sistem yang berbeda. Unjuk kerja yang paling optimal dan sesuai dengan desain kriterianya adalah pada jumlah aturan Fuzzy yang terbanyak yaitu 49 aturan. Adapun karakteristik respon keluarannya yaitu settling time = 1.05 sekon, overshoot = 2.78%, peak time = 0.51, rise time = 0.4 sekon serta No steady State Error. 
From Nanostructure to Nano Biosensor: Institute of Nano Electronic Engineering (INEE), UniMAP Experience U Hashim; K L Foo
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i2.1639

Abstract

Nanostructure is defined as something that has a physical dimension smaller than 100 nanometers, ranging from clusters and/or to dimensional layers of atoms. There are three most important nanostructures that are extensively studied and researched in various organizations including Institute of Nano Electronic Engineering (INEE) in UniMAP. These include quantum dot, nanowire, and nanogap, which have been successfully designed and fabricated using in-house facilities available. These are subsequently used as a main sensing component in nanostructures based biosensor. This fabrication, characterization and testing job were done within four main interlinked laboratories namely microfabrication cleanroom, nanofabrication cleanroom, failure analysis laboratory and nano biochip laboratory.  Currently, development of Nano Biosensor is the main research focus in INEE. In principle, biosensor is an analytical device which converts a biological response into an electrical signal.   Keywords: Nanostructure, INEE , nanowire , nanogap and Nano Biosensor
Pengaruh Duty Cycle terhadap Nilai Heart Rate pada Pengujian Alat Fetal Simulator Berbasis Arduino Ningtias, Diah Rahayu; Harsoyo, Imam Tri; Aulia, Andika
Jurnal Fisika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i1.29378

Abstract

Fetal simulator merupakan phantom sekaligus kalibrator yang digunakan untuk kegiatan kalibrasi fetal doppler, yang bekerja sebagai pengganti detak jantung janin. Fetal simulator pada umumnya menggunakan relay sebagai generator sinyal. Kecepatan posisi on dan off relay yang dimodifikasi untuk menghasilkan rentang frekuensi yang dapat dialirkan ke jantung janin di jaringan lunak yang terdeksi oleh fetal doppler. Fetal simulator dibuat menggunakan oli trafo untuk meredam noise. Sebagai alat uji untuk mengetahui keakuratan dan kestabilan nilai heart rate fetal simulator digunakan alat fetal doppler tipe ultrasonic pocket doppler Sonotrax merk EDAN yang sudah dikalibrasi. Fetal simulator disetting pada nilai heart rate secara berturut turut yaitu 30 bpm, 60 bpm, 80 bpm, 90 bpm, 120 bpm, 150 bpm, 180 bpm, 210 bpm dan 240 bpm. Rata rata error pada alat fetal simulator adalah 0,082 bpm, dengan demikian dapat dinyatakan alat memiliki akurasi dan kestabilan tinggi. Nilai duty cycle didapatkan dengan menghubungkan generator penghasil pulsa heart rate pada osiloskop. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dalam satu gelombang periode mati relay yang didapatkan semakin berkurang seiring bertambahnya nilai heart rate. Hal ini dikarenakan terjadi pergeseran periode mati relay namun periode hidup relay cenderung tetap, sehingga didapatkan nilai duty cycle yang berbeda-beda.
Pengaktifan Kimia Berbantuan Gelombang Mikro Karbon Aktif dari Kulit Kacang dengan Waktu Pra-karbonisasi yang Berbeda Awitdrus Awitdrus; Dewi Mulfida; Rakhmawati Farma; Saktioto Saktioto; Iwantono Iwantono
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16974

Abstract

Karbon aktif berbahan dasar kulit kacang (Arachis hypogaea L) disintesis menggunakan metode pengaktifan kimia berbantuan gelombang mikro. Kulit kacang dipra-karbonisasi selama 2 jam, 3 jam dan 4 jam pada temperatur 200 oC. Pengaktifan kimia dilakukan menggunakan kalium hidroksida dengan rasio massa pra-karbonisasi dan kalium hidroksida adalah 2:1 selama 24 jam. Iradiasi gelombang mikro dilakukan pada daya keluaran 630 watt selama 20 menit. Sifat fisika karbon aktif dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X untuk mengetahui struktur mikro, isoterma adsorpsi/desorpsi N2 untuk mengetahui parameter porositas, serta infra merah transformasi Fourier untuk mengetahui struktur rantai karbon aktif. Pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa semua karbon aktif memiliki struktur turbostratik yang ditandai dengan adanya puncak (002) dan (100). Luas permukaan dan volume pori karbon aktif tertinggi adalah 153 m2/g dan 0,064 cm3/g untuk karbon aktif dengan waktu pra-karbonisasi selama 2 jam. Struktur rantai karbon menunjukkan adanya  gugus fungsi P=O, C-O, C-C, C-H pada bilangan gelombang 1031 cm-1, 1609,67 cm-1, 2363,87 cm-1, dan 2867,31 cm-1.
Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu Dian Wahid Hermawan; Masturi Masturi; Ian Yulianti
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7369

Abstract

Serat bambu memiliki sifat mekanis lebih baik dibandingkan dengan serat alam yang lainnya. Oleh sebab itu, serat bambu dapat digunakan sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan polimer resin epoksi sebagai perekat serat. Komposit serat bambu dicetak menjadi dua sampel, yaitu sampel I berukuran 105 mm x 18 mm x 9 mm dan sampel II berukuran125 mm x 40 mm x 10 mm.  Resin epoksi dan serat dicampur dengan perbandingan 100:40. Sampel I dicetak dengan menyusun serat dengan sudut silang sebesar 00, 450, 900.  Sampel II dicetak dengan ukuran diameter yang berbeda yaitu serat berdiameter rata-rata 1 mm dan serat yang berdiameter rata-rata 0,01 mm. Kedua sampel dicetak dengan tekanan sebesar 2 kgf/cm2. Hasil uji ketahanan tekan didapatkan serat yang diameter lebih besar dan dengan arah silang 450 memiliki ketahanan tekan yang lebih baik.
PEMILIHAN JENIS BULIR POLIMER SEBAGAI PENYANGGA MATERIAL FOTOKATALIS TIO2 Hasniah Aliah; Andhy Setiawan; - Masturi; Mikrajuddin Abdullah
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3848

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas fotokatalitik suatu material katalis adalah dengan melapiskan material katalis Titanium dioksida (TiO2)  pada permukaan polimer yang berukuran cukup besar, ringan, transparan dan bersifat termoplastik.  Untuk memilih jenis polimer terbaik sebagai material penyangga katalis, dilakukan pengujian pelapisan partikel TiO2 pada tiga jenis polimer berbentuk bulir, yaitu polystyrene (PS), linear-low density polyethylene (LLDPE), dan polypropilene (PP).Pelapisan material TiO2 di permukaan polimer dilakukan dengan menggunakan teknik thermalmilling berbasis oven listrik. Temperatur dalam proses milling diatur di sekitar titik HDT (Heat Deflection Temperature)material polimer dan berlangsung selama 60 menit.  Massa jenis dan transmitansi polimer setelah dilapisi TiO2 merupakan parameter fisik yang menjadi acuan dalam pemilihan polimer penyangga katalis. Imobilisasi menggunakan teknik thermal milling menghasilkan polimer PP berlapis katalis TiO2 yang homogen. Pabrikasi dengan parameter milling 100°C dan 60 menit menghasilkan PP berlapis katalis TiO2 dengan massa jenis rata-rata 0,872 g/cm3 sehingga dapat mengapung di permukaan air.  Di samping itu, PP berlapis TiO2 mempunyai transmitansi 58%. Polimer PP inilah yang kemudian dipilih sebagai material penyangga katalis TiO2 dalam proses penelitian selanjutnya.
Pengaruh Faktor Eksposi Digital Radiography (DR) Terhadap Nilai Kontras Pada Citra Phantom Sebagai Organ Tiruan Anggara, Andhika D
Jurnal Fisika Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i2.25513

Abstract

Penggunaan radiografi konvensional sudah mulai ditinggalkan dan bergeser pada sistem digital yaitu Digital Radiography (DR). Akurasi DR penting dalam deteksi objek. Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam organ dengan berbagai nilai densitas. Baik atau tidaknya sistem radiografi dapat dilihat salah satunya dari kualitas citra yang dihasilkan. Tingginya hasil kualitas citra bermanfaat dalam penentuan diagnosa. Selain itu berdampak pula dalam upaya optimasi dosis pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor eksposi terhadap nilai kontras Digital Radiography (DR) pada citra phantom objek kontras tinggi dan rendah. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan phantom sebagai objek citra. Phantom dibuat dengan spesifikasi berbagai objek yang mewakili kontras tinggi dan rendah. Phantom dieksposikan dengan variasi arus waktu dan tegangan pada DR sehingga didapatkan citra yang akan dianalisis kualitasnya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa pada variasi arus waktu, semakin besarnya nilai kontras pada citra semakin besar pula nilai arus waktunya. Pada variasi tegangan menunjukkan semakin besar tegangan yang digunakan semakin kecil nilai kontras yang dihasilkan.
Uji Efektivitas Ekstraksi Limbah Seng menjadi Seng Oksida(ZnO) dengan Metode Presipitasi Laras Ati; Priyandika D.R; Agus Yulianto; Mahardika Prasetya Aji
Jurnal Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i2.13372

Abstract

Seng adalah logam dengan warna putih kebiruan yang mudah larut dalam asam klorida encer (HCI) dan asam sulfat (H2SO4) encer dengan mengeluarkan hidrogen. Kandungan seng diseluruh dunia sangat besar, yaitu mencapai 1,8 gigaton, seiring dengan itu diproduksi pula logam seng tak murni yang dimulai pada abad ke-13. Seiring dengan banyaknya jumlah seng baik yang ada di alam maupun yang diproduksi secara tidak murni ini, maka jumlah limbah seng yang ada di lingkungan sekitar juga bertambah semakin banyak. Untuk mengurangi jumlah limbah seng ini maka kemungkinan dapat dilakukan ekstraksi limbah seng menjadi seng oksida. Metode ekstraksi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah metode presipitasi. Pengolahan dengan metode presipitasi dilakukan dengan memotong limbah seng menjadi bagian-bagian kecil, kemudian dilarutkan dalam larutan HCI sampai tercapai keadaan jenuh. Setelah mencapai keadaan jenuh, larutan kemudian di titrasi dengan NaOH hingga terbentuk endapan. Endapan yang dihasilkan ini dicuci untuk menghilangkan kadar air. Ciri-ciri terbentuknya Seng Oksida yaitu adanya endapan berwarna putih yang tidak larut dalam larutan netral. Untuk menguji ketepatannya, sampel dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction. Pada penelitian ini, setelah diuji menggunakan XRD, hasilnya menunjukkan tidak adanya seng oksida yang terbentuk. Berdasarkan hasil ini, dapat diketahui bahwa metode presipitasi tidak efektif jika digunakan dalam proses ekstraksi limbah seng menjadi seng oksida.
KUAT TARIK TALI BERBAHAN DASAR SERAT BATANG PISANG Eko Nugroho Yuliono; Agus Yulianto; Mahardika Prasetya Aji
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3971

Abstract

Tali berbahan dasar serat batang pisang telah dihasilkan dengan proses pemintalan serat. Serat-serat batang pisang diuntai membentuk benang dan setiap benang yang dihasilkan diuntai membentuk tali. Jumlah n serat benang divariasikan untuk membentuk diameter tali yang berbeda. Diameter tali dari serat batang pisang yang telah dihasilkan yaitu ukuran 7 mm, 10 mm, 13 mm, 17 mm dan 20 mm. Hasil pengukuran kuat tarik diperoleh tegangan maksimum untuk tiap tali yaitu 12.9 MPa, 14 MPa, 9,8 MPa, 7,5 MPa dan 5,7 MPa. Variasi bahan dasar tali berupa serat batang pisang yang kering dan basah tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kuat tarik tali dimana distribusi nilai kuat tarik tali memiliki nilai yang sebanding. Tegangan maksimum tali menurun dengan semakin besarnya diameter tali. Hal ini diperkirakan tali dengan diameter yang lebih besar ini memiliki susunan serat benang yang kurang rapat. Untuk membentuk tali dengan diameter yang lebih besar diperlukan gaya yang lebih besar untuk proses menguntai hingga dihasilkan tali yang rapat dan kuat. Susunan yang kurang rapat diantara serat benang dari batang pisang menyebabkan gaya yang diberikan seolah-olah hanya dibekerja pada setiap satuan serat benang bukan serat benang dalam satu kesatuan yang utuh. Tegangan maksimum tali dari serat batang pisang pada diameter 10 mm yaitu pada orde 14 MPa. hingga 16 MPa. Dengan tegangan maksimum yang cukup tinggi, tali berbahan dasar serat batang pisang memiliki potensi yang tinggi sebagai produk yang memiliki nilai guna tinggi.
FABRIKASI TINTA PRINTER BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI SAMPAH DAUN Pradita Ajeng Wiguna; - Susanto; Muh. Afis Nur Said; Rahmawan Wicaksono; Mahardika Prasetya Aji; - Sulhadi
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i2.3827

Abstract

Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dalam masyarakat. Salah satu jenis sampah yang jumlahnya melimpah adalah sampah organik berupa dedaunan. Hal ini menuntut cara penanganan alternatif yang kreatif dan inovatif menjadi produk berdaya guna. Sebuah upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan sampah daun sebagai pigmen warna organik untuk tinta printer. Pembuatan pigmen warna dilakukan dengan mereduksi sampah daun hingga berbentuk serbuk karbon yang homogen yaitu membakar sampah daun dalam kondisi oksigen rendah kemudian dilakukan proses pencampuran sederhana dengan bahan lain pembuat tinta. Tinta yang dihasilkan diuji transmitansinya dengan memvariasikan massa karbon yaitu dari 1 sampai 6 gram, hasilnya menunjukan bahwa semakin banyak massa karbon ,intensitas cahayanya semakin rendah. Uji laju absorbsi menunjukan bahwa tinta karbon memiliki kelajuan yang hampir sama dengan jenis tinta di pasaran, yaitu 1,04 mm/s. Saat uji kinerja tinta karbon pada printer menunjukan hasil yang lebih hitam dan halus sehingga sesuai jika diaplikasikan sebagai tinta printer.

Page 3 of 16 | Total Record : 153