cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL FISIKA
ISSN : 20881509     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian konseptual Fisika Teoritik, Fisika Material, Fisika Medik, Fisika Nuklir, Fisika Komputasi dan Fisika Bumi.
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
Alat Eksperimen Hukum Pascal dengan Memanfaatkan Sensor Load Cell Berbasis Arduino Uno pada Dongkrak Hidrolik Anisa Satya Sandy; Inge Mireya Thalia Putriardi; Maya Afifah; Pratiwi Kusumawardhani; Rengga Ngesthi Pambuka
Jurnal Fisika Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i1.13362

Abstract

Dongkrak hidrolik merupakan penerapan konsep Hukum Pascal. Dewasa ini mulai dikembangkan alat eksperimen Hukum Pascal berupa prototype dongkrak hidrolik dengan memanfaatkan sensor load cell berbasis Arduino Uno. Sensor load cell dipilih karena pengukuran yang dilakukan menggunakan prinsip tekanan. Pada alat ini, sensor berperan untuk mengetahui tekanan fluida yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar tekanan fluida dapat dibuktikan melalui alat eksperimen Hukum Pascal berupa prototype dongkrak hidrolik berbasis Arduino Uno. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen. Analisis data kuantitatif dan kualitatif melalui metode grafik. Percobaan pertama menggunakan massa II sebesar 1,998 kg dan massa I sebesar 0,501 gram; percobaan kedua menggunakan massa II sebesar 2,982 kg dan massa I sebesar 0,750 gram; percobaan ketiga menggunakan massa II sebesar 3,998 kg dan massa I sebesar 1,024 kg; percobaan keempat menggunakan massa II sebesar 4,970 kg dan massa I sebesar 1,295 kg; percobaan kelima menggunakan massa II sebesar 5,900 kg dan massa I sebesar 1,526 kg. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, data yang diperoleh dituliskan dalam tabel pengamatan dan dibuat grafik perbandingan antara massa II dan massa I untuk dihitung gradiennya. Gradien yang didapatkan adalah y = 0,2637x – 0,0296. Selain itu, dari grafik yang telah dibuat dapat diketahui eror sebesar R2 = 0,9999. Kemudian hasil perbandingan kedua massa atau gradien yang telah didapat dibandingkan dengan luas permukaan kedua pipa, sehingga didapat hubungan antara massa beban dengan luas permukaan pipa yang digunakan. Dari hasil perbandingan tersebut dapat dibuktikan bahwa tekanan fluida di setiap titik adalah sama. Hal ini sesuai dengan Hukum Pascal yaitu tekanan zat cair pada ruang tertutup besarnya sama di sembarang titik. Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan fluida dalam ruang tertutup adalah gaya dan luas penampang, komponen dari gaya dapat diuraikan menjadi massa dan percepatan gravitasi.
PENYELESAIAN PERSAMAAN DIRAC UNTUK POTENSIAL ROSENMORSE HIPERBOLIK TERDEFORMASI q DAN POSCHL-TELLER NON-SENTRAL MENGGUNAKAN POLINOMIAL ROMANOVSKI C Cari; A Suparmi; U A Deta; H Yulianti; A S Husein
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3962

Abstract

Persamaan Dirac dengan potensial skalar dan vektor yang sama yang merupakan potensial non-sentral hasil kombinasi potensial Rosen-Morse hiperbolik terdeformasi q dengan potensial non-sentral Poschl-Teller diselesaikan dengan polinomial Romanovski. Spektrum energi dan fungsi gelombang relativistik terdeformasi diperoleh dari persamaan Dirac bagian radial sedangkan dari persamaan Dirac bagian sudut polar diperoleh bilangan kuantum orbital terdeformasi dan fungsi gelombang polar relativistik terdeformasi. Spektrum energi relativistik tereduksi menjadi spektrum energi non-relativistik pada batas non-relativistik. Hadirnya potensial Poschl-Teller menyebabkan meningkatnya spektrum energi sistem.
PENGARUH SUHU TERHADAP HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK Bangun Julianto; - Supriyadi
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i2.3816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara nilai hambatan listrik suhu kamar dengan nilai hambatan listrik menggunakan pemanas. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang tingkat suhu terhadap hambatan kawat, dan menambah pengetahuan tentang tingkat suhu terhadap hambatan kawat. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah nilai hambatan kawat. metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan percobaan pengukuran nilai hambatan kawat 1 dan kawat 2 pada suhu kamar dengan pengukuran nilai hambatan pada keadaan panas. hambatan  bahan tergantung terhadap suhu. Hasil penelitian menunjukkan makin tinggi suhu bahan, nilai hambatannya makin besar. Semakin tinggi suhu suatu penghantar, semakin tinggi pula getaran elektron-elektron bebas dalam penghantar tersebut. Getaran elektron-elektron bebas inilah yang akan menghambat jalannya muatan listrik (arus listrik) dalam penghantar tersebut.
Studi Awal Pengaruh Kloroform Sebagai Pelarut Pada Proses Ekstraksi Molecularly Imprinted Polymer (MIP) Nano Kafein Maimuna, Maimuna; monado, fiber; Royani, Idha
Jurnal Fisika Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i1.23806

Abstract

Proses ekstraksi sangat penting dalam sintesis Molecularly Imprinted Polymer (MIP). Proses tersebut sangat menentukan jumlah kafein yang terbuang. Keberhasilan proses ini tidak hanya bergantung pada proses sintesis namun juga tergantung pada ukuran partikel templat dan pelarut yang digunakan saat proses tersebut. Sintesis polimer nano kafein telah berhasil dibuat menggunakan metode cooling-heating melibatkan MAA sebagai monomer fungsional, EDMA sebagai ikatan silang, BPO sebagai inisiator, dan kloroform sebagai pelarut. NIP juga dibuat sebagai polimer pembanding tanpa nano kafein. Serbuk nano polimer yang dihasilkan selanjutnya diekstraksi menggunakan kloroform, metanol/asam asetat (1:20), dan metanol. Terakhir polimer dicuci menggunakan metanol/aquabidest (1:20). Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi amina yang merupakan gugus fungsi khas kafein. Nilai persentase transmitansi pada MIP nano kafein lebih besar dibandingkan polimer nano kafein. Hal ini menunjukkan bahwa proses ekstraksi templat nano kafein menggunakan larutan kloroform berhasil dilakukan. Hasil XRD menunjukkan MIP memiliki ukuran kristal yang lebih besar dibandingkan NIP. Ukuran kristal yang besar terlihat dari tingginya puncak intensitas yang dihasilkan.
SOLUTION OF HARMONIC OSCILLATOR OF NONLINEAR MASTER SCHRÖDINGER T B Prayitno
Jurnal Fisika Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v1i2.1644

Abstract

We have computed the solution of a nonrelativistic particle motion in a harmonic oscillator potential of the nonlinear master Schrödinger equation. The equation itself is based on two classical conservation laws, the Hamilton-Jacobi and the continuity equations. Those two equations give each contribution for the definition of quantum particle. We also prove that the solution can’t be normalized.   Keywords : harmonic oscillator, nonlinear Schrödinger.
Investigasi Pengaruh Daya RF terhadap Morfologi Silicon Nanowire pada Penumbuhan dengan Metode PECVD Hidayat, Aulia Fikri; Winata, Toto
Jurnal Fisika Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v9i1.18811

Abstract

Silicon nanowire (SiNW) merupakan material berstruktur nano yang pemanfaatannya cukup luas, diantaranya yaitu sebagai material divais elektronik, sebagai material biosensor, dan sebagai sistem pembawa obat. Penumbuhan SiNW salah satunya dapat dilakukan dengan metode PECVD (plasma-enhanced chemical vapor deposition). Nikel digunakan sebagai katalis dalam penumbuhan SiNW pada penelitian ini. Lapisan tipis nikel diberi perlakuan annealing pada suhu 600°C selama 6 jam untuk memperoleh butiran nikel sebagai pemandu tumbuhnya nanowire. Penumbuhan SiNW dilakukan dengan metode PECVD dengan memvariasikan daya frekuensi radio (RF) reaktor sebesar 8 watt, 10 watt, dan 20 watt. Diameter rata-rata untuk daya 8 watt, 10 watt, dan 20 watt berturut-turut adalah 1143,17 nm; 1490,27 nm; dan 2605,26 nm. Morfologi permukaan dilihat dengan pencitraan scanning electron microscope (SEM). Rasio aspek wire dengan daya RF penumbuhan 8 watt, 10 watt, dan 20 watt diinvestigasi dengan pencitraan SEM penampang lintang dengan hasil berturut-turut sebesar 23,3; 3,13; dan 0,33.
Karakterisasi Serat Optik Berlapis Kitosan Untuk Deteksi Ion Logam Kadmium Ian Yulianti; Sukiswo S. E; Budi A. Saputa; Siti Yulia H
Jurnal Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i2.7409

Abstract

Keberadaan ion logam berat dalam air dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi manusia mengingat ion logam berat bersifat racun.  Oleh karena itu, deteksi ion logam berat dalam air, khususnya dalam sumber air minum penting dilakukan.  Untuk menghemat waktu dan tenaga serta untuk mendapatkan data real-time, deteksi ion logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan sensor serat optik.  Dalam penelitian ini, telah dilakukan karakterisasi serat optik sebagai sensor untuk mendeteksi ion logam berat kadmium dengan menggunakan teknik absorbsi gelombang evanescent.  Serat optik dimodifikasi menjadi sensor ion logam berat dengan mengganti bagian cladding dengan kitosan, material yang sensitif terhadap ion logam berat kadmium.  Karakterisasi dilakukan untuk mendapatkan nilai sensitivitas dan waktu respon.  Hasil pengukuran dengan mikroskop CCD menunjukkan bahwa ketebalan lapisan kitosan adalah 117mm.  Sensitivitas sensor adalah -4.5dBm/ppm, sedangkan waktu respon 2 menit pada konsentrasi 1ppm dan 7 menit pada konsentrasi 3ppm.
SIFAT MEKANIK KAYU LAPIS DENGAN VARIASI LAPISAN PENGISI DARI IRATAN BAMBU (GIGANTOCHLOA APUS KURZ) Nita Rosita; - Susanto; Budi Antoni Saputra; Khoirun Nisa; Agus Yulianto
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v4i1.3863

Abstract

Bambu telah digunakan sebagai penguat pada kayu lapis karena kuat tekan dan kuat lenturnya yang tinggi. Sifat mekanik kayu lapis dipengaruhi oleh jumlah variasi lapisan pengisi. Kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi 4 lapis, 5 lapis, 6 lapis, 7 lapis, 8 lapis, dan 9 lapis menjadi fokus yang dikaji. Pembuatan kayu lapis dilakukan dengan perekatan dimana face dari  kayu lapis berasal dari vinir kayu sengon sedangkan lapisan pengisi berasal dari iratan bambu apus. Pengujian multiplek dilakukan dengan menempatkan alat penekan Universal Testing Machine (UTM) tegak lurus dengan vinir kayu sengon bagian atas. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 9 dan 5 lapis sedangkan kuat lentur tertinggi dan terendah dimiliki oleh kayu lapis dengan variasi lapisan pengisi sebanyak 4 dan 5 lapis. Informasi sifat mekanik yang diberikan oleh kayu lapis dengan lapisan pengisi sebanyak 5 lapis menunjukkan penyimpangan tetapi secara garis besar menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi iratan bambu maka kekuatan tekan akan semakin bertambah sedangkan kekuatan lenturnya akan semakin berkurang.
Analisis Kondisi Atmosfir, Indeks Labilitas, dan Citra Satelit Saat Kejadian Puting Beliung di Pontianak Kalimantan Barat (Studi Kasus 17 Juli 2020) Saragih, Rino Wijatmiko Saragih
Jurnal Fisika Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i2.26927

Abstract

Puting beliung yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 17 Juli 2020 menyebabkan ratusan rumah rusak dan juga beberapa gedung sekolah. Kejadian puting beliung ini disebabkan oleh perubahan  fenomena cuaca yang yang sangat singkat. Dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian  deskriptif analitis. Data yang digunakan yaitu data pengamatan udara permukaan, data udara atas radiosonde, serta data citra satelit. Hasil dari penulisan ini memperlihatkan bahwa kejadian puting beliung ini diakibatkan oleh perubahan kondisi udara permukaan, kondisi labil pada wilayah tersebut, dan adanya tutupan awan pada saat kejadian.
Kajian Struktur Serat dan Porositas Masker Udara Handika Dany Rahmayanti; Rahmawati Rahmawati; Euis Sustini; Mikrajuddin Abdullah
Jurnal Fisika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i1.13966

Abstract

There are 6 brands of air masks on the market that are Evo med, Nexcare carbon, Nexcare daily, Indomaret, Borma and Evo club. All masks on the market have 3 layers. Based on the results of microscopy testing showed that the fiber diameter image of all mask brands in layer 2 is smaller than layer 1 and 3. Generally, all brands of masks show a uniform fiber size distribution. From the surface porosity measurements, Borma masks have a larger porosity than other masks in layers 1, 2 and 3 ie 60.64%, respectively; 42.95% and 63.58%. The results show that the difference in mask price in the market does not show the quality standards of different mask filters. Furthermore, the results of this study may contribute to the development of research on masks.

Page 4 of 16 | Total Record : 153