cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
PEMODELAN TINGKAT PELAYANAN JALAN (LEVEL OF SERVICES) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGURAI KEMACETAN LALU LINTAS KOTA SEMARANG Putro, Saptono
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v6i2.97

Abstract

Kemacetan lalu-lintas merupakan masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar, termasuk Kota Semarang, yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk baik secara alami maupun penduduk pendatang. Selama ini kemacetan sulit dipecahkan karena ratio pertambahan jalan sudah tidak seimbang dengan petambahan jumlah kendaraan yang melaluinya. Dalam penelitian ini yang akan menjadi obyek penelitian adalah faktor pendorong kemacetan lalulintas yang dijabarkan menjadi dua kelompok, yaitu: 1) Sarana lalu-lintas yang meliputi jenis dan jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan, dan fungsi kendaraan (umum atau pribadi); 2) Prasarana lalu-lintas yang meliputi, klas/ fungsi jalan, kalitas jalan, dan penggunaan badan jalan selalin sebagai jalur lalu-lintas kendaraan. Populasi dalam penelitian ini meliputi semua jaringan jalan di Kota Semarang, sedangkan sampel diambil 4 jalan utama lingkar luar (dari luar kota), Aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengukur Tingkat Pelayanan (Level of Services) masing-maing titik pengamatan, dimana dapat dipergunakan standar pengukuran tingkat pelayanan sesuai dengan DLLAJR yaitu lebih dari 0,7 (tingkat pelayanan klas D ke atas). Aspek lain yang dikaji adalah sebaran titik-titik kemacetan dan waktu terjadinya kemacetan lalu-lintas yang berbeda-beda tiap ruas jalan, dan waktu masing-masing kegiatan sehari-hari, waktu pencatatan setiap jam pada titik pengamatan mulai pagi hari pukul 06.00 sampai sore hari pukul 18.00, juga diteliti penyebab kemacetan pada jaringan jalan. Hasil penelitan pada jalan jalan lingkar luar yang meliputi Jalan Kaligawe. Jalan Sudiarto (Majapahit), Jalan Setya Budi, Jalan Siliwangi, mengalami tingkat pelayanan yang sangan rendah, yaitu di atas 0,7 yang berarti jalan dalam kondisi macet terbatas hingga macet padat di atas 1,0. Keadaan demikian terjadi hampir sepanjang hari, terutama pada jam-jam sibuk pukul 7.00 sampai 9.00 pagi dan pukul 16.00 sampai pukul 18.00 sore. Kemacetan disebabkan disamping kapasitas jalan yang tidak mampu menampung arus lalulintas juga oleh penggunaan badan jalan yang menghambat arus lalulintas seperti parkir, ngetem, dan berjualan di badan jalan.Moda angkutan jalan yang paling mempengaruhi tingkat pelayanan jalan di semua titik pengamatan adalah sepeda motor diikuti mobil baik umum maupun pribadi. Simpulan Tingkat Pelayanan Jalan di Kota Semarang sudah sangat rendah diatas 0,7(> C), puncak kemacetan terjadi pada pukul 7.00 sampi jam 9.00 dan jam 16.00 sampai jam 18.00, moda peneybab rendahnya tingkat pelayan jalan adalah sepeda motor. Kapasitas efektif ruas jalan berkurang karean penggunaan badan jalan di luar kegiatan transportasi. Saran perlu pengaturan arus lalulintas oleh instansi berwenang untuk mengtur jumlah kendaraan yang melewati jalan raya, terutama kendaraan pribadi, dan pengaturan diisipiln lalu-lintas untuk kendaraan umum. Untuk melihat kemacetan dalam Kota Semarang perlu pemetaan kemacetan dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografi secara interkatif, karena dapat dengan cepat menganalisis penyebabnya dan penangulangannya secara terpadu. Kata kunci: Tingkat pelayanan, kemacetan lalu lintas, sistem informasi geografis
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SIG UNTUK PEMETAAN TINGKAT ANCAMAN LONGSOR DI KECAMATAN KEJAJAR, WONOSOBO Nugraha, Satya Budi; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Benardi, Andi Irwan
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i2.8035

Abstract

Kejajar District of Wonosobo Regency was one of region in Central Java Province which has landslide risk.Mountainous topographical factor, steep slope in some area, high rainfall, and low-density of vegetation wereaffected factors of high risk of landslide hazard in that region. This research aimed to determine thedistribution of landslide hazard in Kejajar. Geography Information System (GIS) technology could be used tosupport in mapping of landslide hazardous area in Kejajar District. Through overlay method of someparameter maps, it was hoped that could give imagery of landslide hazard level in study location. Hence,based on information of the map, could be analyzed to give supporting idea in term of landslide management.Based on resulted map of landslide hazard area, there were 4 (four) classification levels. Low level oflandslide hazard were in Sigendeng and Tambi Village. Medium level of landslide hazard were in KreoVillage. High level of landslide hazard was the largest area distribution, included Kejajar, Bantu, Sembungan,Serang, Parikesit, Patakbanteng, Dieng, and Igirmanak Village. While, the very high level of landslide hazardwas in Campursari, Sikunang, Tieng, and Surenggede Village.
DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MELALUI CITRA PENGINDERAAN JAUH DI PANTAI UTARA SEMARANG DEMAK Parman, Satyanta
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i1.88

Abstract

Garis pantai utara Semarang Demak selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Perubahan yang serius ini perlu untuk dilakukan pemantauan terus menerus. Permasalahan yang dihadapi di daerah pantai utara adalah bagaimana mengetahui perubahan garis pantai, proses yang terjadi dan mengapa terjadi perubahan garis pantai. Metode penelitian yang digunakann adalah interpretasi citra satelit Landsat tahun 1998 dan citra Allos tahun 2006, dan pengujian lapangan. Dengan menumpang susunkan (overlay) ke dua citra satelit melalui sistem informasi geografis merupakan cara cepat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di pantai utara Semarang Demak. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan survei tersebut didapatkan ketelitian sebesar 93% dan dikatakan valid dari 28 titik pengamatan yang berupa garis pantai maupun penggunaan lahannya. Garis pantai yang terjadi antara tahun 1999 sampai tahun 2006 lebih banyak mengalami proses abrasi jika dibandingkann dengan akresi. Abrasi yang terjadi sebesar 771,424 ha, sedangkan akresi yang sebesar 177,931 ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik suatu simpulan yaitu citra stelit Landsat dan Allos dapat digunakan untuk mengetahui perubahan garis garis pantai utara Semarang Demak dengan tingkat kebenaran 93 %, perubahan garis pantai yang terjadi berupa abrasi sebesar 771,424 ha dan akresi sebesar 177,931 ha, perubahan garis pantai abrasi terjadi akibat adanya arus laut dan ombak laut yang terus menerus menghantam bibir pantai serta adanya pantai yang relatif datar. Sedangkan akresi pada pantai disebabkan oleh penumpukan sedimen yang berasal dari dari daratan dan terendapkan di pantai terutama melalui muara sungai. Saran dari penelitian adalah untuk mempercepat mengetahui perubahan garis pantai sebaiknya dengan menggunakan citra penginderaan jauh, agar masyarakat ikut menjaga dengan mencegah adanya abrasi pantai. Cara yang dapat dilakukan dengan melalui penghijauan kawasan pantai, misalnya dengan penanaman mangrove ditepi pantai. Kata kunci : Garis Pantai, Penguinderaan Jauh ,SIG
STUDI TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL BAGI GURU GEOGRAFI DI SMA NEGERI KABUPATEN PATI Suharini, Erni
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8024

Abstract

The teacher has a very strategic role in efforts to achieve national developmentgoals, particularly in education field, so it is necessary to develop asprofessionals who’s dignified and professional. Recognizing these conditions, thegovernment made efforts to develop competency standards. Under theseconditions, the researchers want to examine: (1) What condition of GeographyTeacher pedagogical competence in SMA Pati; (2) How does the professionalcompetence of geography teachers in SMA Pati. The population in this study wasa geography teacher at SMA Pati. Methods of data collection weredocumentation, observation, and interviews. Variables research is pedagogicalcompetence and professional competence for geography teachers in SMA Pati.The data obtained were processed using descriptive methods and statisticalanalysis with the percentage of Mann-Whitney test. The results of this studyindicate that geography teachers have pedagogical competence of 68.8%included in both criteria. But there was an indicator that included in the criteriawas not good, i.e. the evaluation tool accuracy. This is due to the lack ofteacher’s competences in providing feedback and assessment during the learningprocess. While on the professional competence of geography teachers are ownedby 70.5% included in both criteria.
PENGEMBANGAN MODUL KESIAPSIAGAAN BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNNES Iryanthony, Sigit Bayhu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i2.8002

Abstract

Angin puting beliung is a disaster which frequently happens in Indonesia. Based on National Agency ofDisaster Management (BNPB) data, it contributed 21% of all disasters in Indonesia. This study aimed todetermine appropriate learning modules to recognize angin puting beliung by utilizing maritimemeteorological information from BMKG and to determine students cognitive level in learning andunderstanding maritime meteorological information data from BMKG by using the developed module.Research conducted on Geography Education students UNNES. The method used in this research wasresearch and development (Research and Development). The research process started with a preparatorystudy, media arrangement, media validation by media and material experts. The modul feasibility wasdecalred as very feasible with average value of 78.58. The results showed that there were cognitive levelincreasement of 1st, 5th, and 7th semester Students at 29.5 (out of range 0-100). More significant improvementoccurred in the 7th semester students at 38.4 (out of range 0-100). Hence, this module feasible and proven toimprove learning outcomes of Geography Education Students of UNNES.
POLA DISTRIBUSI KERUANGAN MCK KOMUNAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KAWASAN KUMUH DI PERKOTAAN YOGYAKARTA Indrayati, Ariyani
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i1.1656

Abstract

Kota Yogyakarta dilalui tiga sungai utama, yaitu Sungai Winongo, Code, dan Gajahwong. Lahan di bantaransungai, khususnya yang terletak di tengah kota menjadi pilihan masyarakat berpenghasilan rendah untuk bermukim.Semakin lama, kawasan ini semakin padat penduduknya, sehingga memunculkan gejala kemiskinan dan diikuti dengankekumuhan. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai berpendapatan rendah dan belum mampumenempati rumah dengan fasilitas sanitasi yang layak, sehingga keberadaan MCK komunal menjadi hal yang sangatpenting. Tulisan ini berusaha mengulas mengenai pola distribusi keruangan MCK Komunal yang sudah ada di KotaYogyakarta, dan menghubungkannya dengan distribusi keruangan Kawasan kumuh yang ada di kota tersebut. Metodepenelitian, menggunakan metode kuantitatif, di mana pola distribusi spasial dihitung menggunakan teknik statistikberbasis area kelurahan, sedangkan distribusi kawasan kumuh dilakukan dengan analisis spasial dengan unit analisistitik. Analisis spasial kawasan kumuh divisualisasikan dengan peta citra yang memanfaatkan Citra Quick-Bird dansurvei GPS untuk menentukan referensi geografis titik-titik (lokasi) yang diteliti. Penjelasan lebih lanjut mengenaigejala keruangan yang ditemukan adalah menggunakan analisis diskriptif. Distribusi keruangan MCK Komunal yangada di Kota Yogyakarta menunjukkan pola yang spesifik yaitu mengelompok di sepanjang bantaran sungai. Gejala iniberasosiasi dengan gejala tersebarnya kawasan kumuh di Kota Yogyakarta yang sebagian besar juga berpolamengelompok di sepanjang bantaran sungai. Dengan demikian secara keruangan dapat dikatakan bahwa distribusiMCK Komunal di Kota Yogyakarta sudah sesuai dengan kebutuhan di lapangan, yaitu berada di tempat-tempat dimana sebagian besar keluarga-keluarga miskin yang tidak mampu untuk membangun MCK secara mandiri berada.
PENGARUH GEOMETRI JALAN DAN INTENSITAS HUJAN TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN DI BAHU JALAN YANG TIDAK DIPERKERAS Purnomo, Sanidhya Nika; Santoso, Purwanto Bekti; Widianto, Wahyu; Baiqun, Dimas; Muslihudin, Miftah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i1.9778

Abstract

Scour on the unpaved shoulder of the road is an interesting phenomenon that is still quite new in terms of analysis and discussion so that still needs further publication, since most of the roads in Indonesia has many national, provincial, district and village roads have unpaved shoulders. One cause scours in the shoulder of the road is the runoff of rain. The runoff flowing on the unpaved shoulder road, resulting in sediment transport from the upstream to the lower elevation of road shoulder. It is necessary to analyse the influence of the road geometry and intensity of the rain to scour depths of the road shoulder. In this publication conducted multivariable analysis in the influence of road geometry and rain intensity against scour depth in the unpaved shoulder of the road. The analysis starts from primary data collection in the form of a soil sample originating from the road shoulder and road geometry on some streets in Central Java, as well as secondary data in the form of rainfall data at the rain station in Central Java. The primary data in the form of soil samples, were tested in the laboratory to obtain sediment grain diameter D50, specific gravity, and the type of soil samples. Primary data that have been tested in the laboratory, as well as secondary data, then analyzed using multivariate analysis to obtain the equation model for the depth of scour at the shoulder of the road due to the influence of the road geometry and intensity of rainfall. Equation depth of scour at the curb multivariable analysis provides equal results are quite close to the depth of the data collection in the field. The results of the equation also shows that the scour depth of scour at the shoulder of the road were most affected by the slope of the cross street (Sl), and successively followed by the influence of the slope of the elongated path (Sp), the rainfall intensity (I), and the diameter of the granules (D50), where each regression coefficient row is 1223.067; 941.233; 0.8321; and 0.183. Results of multivariable analysis on shoulder scour equation provides multiple regression statistical value R of 0.946, R square of 0.894, adjusted R square of 0.869, and the standard error of 55.344.
ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH (APS) PADA MASYARAKAT PESISIR DAN PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Aminah, Siti
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i1.7988

Abstract

Analysis of the survey data and secondary data City Education Department Semarang School Enrollment AtCoastal Community District of Semarang Utara both GER and net enrollment ratio in 2015, in the Districtof Semarang north taken three village is Village Stage Lor the number of digits to a participatory Schoolselementary level 21.95 and 139.25 Junior level, Village Bandarharjo the number of elementary school aparticipatory Figures 70,71% and 18,12% Junior level, and Village Tanjung Mas by the number of digits toa participatory 105,59% elementary school and junior high school level of 59,38%. Direct role and the roleof parents indirectly in the northern district of semarang can be seen that the role of parents in children'seducation in the District of North Semarang can dikriteriakan very high.
KAJIAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN TEKNIK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Setyowati, Dewi Liesnoor
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 1 (2007): January 2007
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i1.111

Abstract

Pemukiman merupakan tempat yang sangat diperlukan oleh manusia sebagai tempat tinggal dan melakukan segala aktivitas hidupnya. Pertambahan jumlah penduduk mempengaruhi kebutuhan akan permukiman. Namun kenyataannya luas lahan tetap tidak berubah, sehingga nilai tanah menjadi mahal dan masyarakat tetap membangun walaupun sebenarnya lahan tersebut tidak layak untuk dibangun. Inventarisasi data yang akurat tentang identifikasi kelayakan suatu lahan untuk permukiman sangat diperlukan, namun pada kenyataannya data tersebut sulit diperoleh. Teknologi Sistem Informasi Geografis sangat membantu dalam upaya inventarisasi dan penyajian data dalam bentuk peta, Hasil inventarisasi dan evaluasi kesesuaian lahan untuk keperluan kawasan permukiman sangat diperlukan, data ini akan memberikan sumbangan pemikiran bagi instansi terkait maupun masyarakat pengguna lahan dalam rangka pembangunan permukiman sehingga terjadi keselarasan dengan lingkungan alam. Kota Semarang terdapat 4 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 (sesuai), kelas S3 (sesuai dengan beberapa hambatan) dan kelas N1 (tidak sesuai) dan kelas N2 (sangat tidak sesuai). Kelas kesesuaian S2 meliputi kawasan seluas 5.549 hektar (36,9%), kelas S3 meliputi daerah seluas 944 hektar (6,3%), kelas N1 meliputi daerah seluas 8.059 hektar (53,5%), dan kelas N2 seluas 503 hektar (3,4%). Faktor penghambat atau pembatas yang dominan kelas kesesuaian lahan di Kota Semarang adalah kemiringan lereng, kekuatan batuan, kembang kerut tanah, jalur patahan, bahaya erosi, dan bahaya longsor. Kata kunci: SIG, mitigasi rawan bencana
KAJIAN KETERPADUAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) GARANG PROVINSI JAWA TENGAH Fatahilah, Muhammad
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 10, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v10i2.8058

Abstract

Garang watershed is one of critical watershed with first priority treatment. Thedamage of Garang watershed have caused environment problem in SemarangCity become more complex. Natural limit of Garang watershed which lay onbetween Semarang Regency, Kendal Regency and Semarang City, need integrityin it’s management. This research aimed to assess the integrity level of Garangwatershed management and formulate strategy to improve it. This is descriptiveresearch with qualitative and quantitative approach which focused on integritymanagement function of Garang watershed. The aspects which assessed wereplanning integrity, organization, action and control. While strategy analysisusing AHP. The result showed that the integrity level of Garang watershedmanagement was still low, so it need a strategy to improve it. The prioritystrategy which can be used are arrangement of integrity planning management,organizing watershed limit with administrative area, and clearly separation offunction from each stakeholder in Garang watershed management.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue