cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
MODEL PERGERAKAN BAHAN PENCEMAR MINYAK DISEL PADAAKUIFER BATUPASIR FORMASI VOLKANIK MERAPI MUDA Setyaningsih, Wahyu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i2.79

Abstract

Pencemaran merupakan penyebab utama penurunan kulaitas airtanah terutama di daerah perkotaan. Pencemaran umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia diantaranya penggunaan bahan bakar hidrokarbon. Salah satu produk hidrokarbon yang digunakan dalam transportasi missal adalah bahan bakar minyak disel. Minyak disel digunakan sebagai bahan bakar kereta api di Indonesia. Dalam proses pemanfaatan minyak disel terjadi pencemaran airtanah di daerah Jlagran-gandekan, yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan melakukan penyelidikan kondisi sistem alami daerah penelitian. Benzene digunakan sebagai parameter dalam pemodelan transport polutan. Kadar benzene diperoleh dari hasil analisa sampel airtanah pada sumur-sumur penduduk. Data kondisi sistem alami dan kadar benzene diolah dengan menggunakan perangkat lunak Visual Modflow 3.1.0. Model yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat prediksi penyebaran pencemaran pada masa mendatang. Dari hasil pemodelan diketahui bahwa airtanah didaerah penelitian bergerak dari utara ke selatan dan barat daya. Karena berat jenisnya lebih ringan dari air, partikel benzene akan bergerak mengikuti arah aliran airtanah. Waktu tempuh benzene dalam airtanah rata-rata 1,99 tahun. Pada tahun 2010 diprediksikan panjang penyebaran pencemaran solar adalah 900 meter dengan konsentrasi solar kurang lebih 36585,36 mg/l. Penanggulangan pencemaran hidrokarbon di daerah penelitian dapat dilakukan dengan melakukan pemompaan, pembuatan tanggul penahan dan bioremediasi. Kata-kata Kunci : Pemodelan,Hidrokarbon, Plume
IMPLEMENTASI DAN SOSIALISASI MODEL PELATIHAN DALAM PEMBERDAYAAN PENDUDUK MISKIN PERKOTAAN Banowati, Eva; Paramita, Aulia Pradnya
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i1.8014

Abstract

Purpose of the study: 1) To improve the poor citizen’s skill of processing waste into compost, 2) To describethe steps of implementation and socialization of training model based on effectively empowerment to impovepoor citizen’s skill. Action research used in Semarang, socialization used in Pati. Study of population is poorBLSM receiver, sampling was used snowball method. The primary data of observation was taken duringtraining. Descriptive analysis techniques and used of cross table. Sub-model of training On The Job Trainingwith deductive and inductive methods can improve processing skills by 38%. Sustainability empowerment isused on training of sub-model of Off The Job Training- socialization method was used to build the integrityof the knowledge, attitudes, and skills of the poor trainee in improving the quantity and quality of theproduct. The effectiveness of the success of training model is ranging between 53, 75% to 71.75%. Thefindings in this study are implications of theoretical and managerial implications can provide a practicalcontribution to the deductive training management and inductive apprenticeship.
ANALISA HIDROLOGI PERMUKAAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DEBIT BANJIR DAS LUKULO HULU DENGAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Raharjo, Puguh D; Winduhutomo, Sueno; Widayanto, Kristiawan; Puswanto, Eko
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i2.7974

Abstract

Lukulo upstream watershed represents a watershed in Karangsambung Geological Nature Preserve, thisbasin is located administratively in Central Java Province with Area is ± 281,394 km2. In rainy season theriver discharge of upstream lukulo steep increase, while in the dry season is very small. The purpose of thisstudy was to analyze the surface hydrology in relation to the flood discharge in the Lukulo upstreamwatershed using remote sensing data. Data of SRTM image was processed DEM hydro-processing in theform of flow determination and network catchment extraction produced 16 units of sub-drainage. Results ofcoeffitient runoff value estimates using Bransby and Williams method is 58% with flood discharge wasestimated using the rational method at 562, 098 m3/second which had difference with the actual flooddischarge at 1, 662 m3. Value of flood discharge in the Lukulo upstream watershed is relatively large andcan cause flooding /overflowing of rivers in the surrounding area.
KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DI JAWA TENGAN DAN PROSPEK PEMBANGUNAN KE DEPAN Sriyanto, -
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007): July 2007
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.102

Abstract

Lingkungan hidup adalah ruang yang ditempati oleh suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan benda tak hidup. Keberadaan lingkungan hidup sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Apabila terjadi kerusakan lingkungan hidup maka kehidupan manusia juga akan terganggu. Globalisasi dan reformasi membawa pengaruh yang besar terhadap kebijakan terhadap lingkungan. Adanya globalisasi dan reformasi merubah nilai dan pola pikir terhadap pengambilan kebijakan tentang lingkungan. Mengingat pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia, pemerintah baik pusat maupun daerah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu, peran serta masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sangat dibutuhkan karena masyarakatlah yang secara langsung berhadapan dengan masalah lingkungan. Dengan program pembangunan yang berwawasan lingkungan diharapkan selain pembangunan itu sendiri berhasil juga lingkungan tidak mengalami penurunan kualitas. Kata Kunci: lingkungan hidup, pengelolaan, prospek pembangunan
STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA SIDODADI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Mukhlisi, Mukhlisi; Hendrarto, I.B.; Purnaweni, Hartuti
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i1.8040

Abstract

This research was aimed to analyze sustainability of mangrove forestmanagement at Sidodadi village. Sustainability analysis was conducted by themethod of multidimensional scaling (MDS) approach with Rap-Simaforesttechniques (rapid appraisal index sustainable for the Sidodadi mangrove forest).The result of study showed that multidimensions management sustainability wasin moderate sustainable status or it sustainability index was 55,63%. Meanwhile,that ecological and economics dimension has low sustainable status. Both socialand legal-institutional dimensions have moderate sustainable status. The resultsof leverage analysis indicated that 15 out of 33 indicators were categorized assensitivity indicators affected sustainability of mangrove management at Sidodadivillage. These sensitive indicators should be involved in increasing sustainabilityindex in the future.
TRANSFORMASI WILAYAH PERI URBAN. KASUS DI KABUPATEN SEMARANG Hardari, Puji
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i2.1661

Abstract

Artikel ini menyajikan tentang transformasi wilayah peri urban, studi kasus di Kabupaten Semarang. Tujansecara umum adalah untuk mengkaji transformasi wiayah peri urban. Kajian ini didasarkan pada hasil analisis datasekunder dari hasil Sensus Penduduk dan Registrasi penduduk Kabupaten Semarang. Analisis data yang digunakanadalah deskriptif dan analisis tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah, pertumbuhan, kepadatan, danlapangan pekerjaan penduduk merupakan faktor yang berkaitan dengan transformasi wilayah peri urban. Selamaperiode tahun 2005 sampai tahun 2009, beberapa indikator tersebut mengalami perubahan. Penduduk berumursepuluh tahun lebih bertambah dari 894.048 menjadi 917.745 jiwa, pertumbuhan 0,46 % menjadi 0,77 %, dengankepadatan 943 menjadi 966 jiwa per kilometer, mata pencaharian penduduk di sektor non-pertanian mengalamipeningkatan, dari 48,50 % menjadi 64,50 %. Keadaan ini diikuti dengan luas penggunaan lahan pertanian yangmengalami penurunan walaupun dalam persentase sangat kecil, dari 25,70 % menjadi 25, 69 %, tetapi apabiladibiarkan akan berlanjut sesuai dengan berjalannnya waktu, dan dimungkinkan akan membawa efek terhadapberbagai faktor dimasa depan, sehingga perlu diantisipasi, bagaimana cara yang harus dilakukan masih memerlukankajian dengan melibatkan lintas kajian.
MENGUNGKAP POTENSI KABUPATEN REMBANG SEBAGAI GEOWISATA DAN LABORATORIUM LAPANGAN GEOGRAFI Indrayati, Ariyani; Setyaningsih, Wahyu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i1.9773

Abstract

Riset yang dilakukan oleh tim dosen dari Jurusan Geografi, telah mengidentifikasi 17 lokasi potensial calon destinasi ekowisata sekaligus sebagai laboratorium lapangan geografi. Keseluruhan lokasi berada di Kabupaten Rembang, yang tersebar pada 10 kecamatan.Penelitian ini diawali dengan serangkaian survei cepat terintegrasi, dengan cara pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan mengenai potensi dan permasalahan di Kabupaten Rembang terkait geowisata (geotourism). Variabel yang datanya dikumpulkan meliputi gejala atau fenomena alam seperti gunung, lahan karst, pantai. Berikutnya adalah hasil budidaya manusia, seperti hutan, waduk, dan artefak. Hasil analisis data diklasifikasikan menjadi tipologi objek pariwisata, berdasar bentuk lahannya. Berikutnya adalah pemetaan sebaran lokasi dengan sistem pemosisi global atau GPS (global positioning systim) dan analisis aksesibilitas objek-objek geowisata dan titik (site) calon lokasi laboratorium lapangan geografi. Berikutnya Focus Group Discution (FGD) dilakukan untuk menyusun arahan kebijakan pengembangan pariwisata yang berupa Rencana Strategis di Bidang Geo wisata dan laboratorium geografi geografian.Sebaran lokasi objek-objek wisata di Kabupaten Rembang merata di seluruh wilayah, baik di daerah kepesisiran maupun di daerah pedalaman, yaitu perbukitan vulkanik maupun perbukitan karst. Aksesibilitas yang baik ditandai dengan ketersediaan  akses jalan dan sarana transportasi hampir ke seluruh lokasi, kecuali di akses ke Pulau Gede yang belum dilengkapi dermaga dan akses ke perbukitan ultra-basalt di pantai Jatisari yang tidak dapat dilalui bis wisata ukuran besar. Kesimpulan akhir adalah potensi objek-objek pariwisata tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi geowisata dan laboratorium geografi sebagian besar telah terpenuhi dan sebagian berpotensi untuk terpenuhi dengan mengembangkan aspek infrastruktur dan peningkatan sumberdaya pengelola.
PREFERENSI PERMUKIMAN DAN ANTISIPASI PENDUDUK YANG TINGGAL DI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KOTA SEMARANG hariyanto, -; Suharini, Erni
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v6i2.93

Abstract

Setiap manusia membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi kelangsungan hidupnya. Karena berbagai faktor, terkadang manusia rela tinggal di daerah yang rawan bencana seperti longsor. Sebagian dari mereka tidak mengetahui bahaya yang mengacam mereka, sebagian lain ada yang sudah mengetahui resiko yang mungkin terjadi, kemudia mereka membuat langkah-langkah antisipasinya. Oleh karena itu permasalahan yang muncul adalah bagaimana cara mereka para penduduk yang bertempat tinggal di daerah rawan lonsoran tersebut dalam menanggapi dan melakukan antisipasi dalam menghadapai ancaman bencana. Mereka yang tinggal di daerah rawan longsor mempunyai motivasi yang berlainan. Motivasi dan langkah antisipasi inilah yang menajdi tujuan dari penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah mereka (KK) yang tinggal di daerah rawan longsor di kota Semarang. Identifikasi daerah rawan longsor dilihat dari topografi/kemiringan lereng dan formasi batuan (formasi Kalibiuk) yang meliputi Kecamatan Tembalang, Gunungpati, dan Ngalian. Sampel KK diambil acak dari ketiga kecamtan tersebut (purposive sampling) sebanyak 50 KK. Variabelnya adalah preferensi permukiman penduduk, Metode pengumpulan data yang digunakan dengan panduan wawancara, sedangkan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mereka yang tinggal di daerah rawan longsor terbagi dalam dua kelas yakni pendatang dan penduduk asli. Para pendatang umumnya tinggal di perumahan missal yang dibangun pengembang, tingkat ekonomi mereka lebih tinggi, mata pencaharian non pertanian. Sebaliknya penduduk asli membangun rumah sendiri, tingkat ekonomi lebih rendah dari pada pendatang, matapencaharian petani atau sektor informal lain. Motivasi pendatang memilih tinggal di sini karena pertimbangan dekat dengan tempat kerja, aksesibilitas tinggi, harga terjangkau. Bagi penduduk asli karena tanah warisan dan sumber penghidupan disini (sawah, tegalan). Baik pendatang dan penduduk asli sudah mengetahui resiko longsor. Hanya mereka berbeda dalam mengapresiasi terhadap longsor. Pendatang mengantisipasi dengan rekayasa teknis seperti memperkuat tulang bangunan, membuat tanggul, sampai reboisasi. Penduduk asli memandang longsor sebagai kejadian alami sehingga tidak perlu antisipasi dengan rekayasa teknis, mereka hanya melakukan reboisasi. Satu hal yang belum dilakukan oleh mereka baik pendatang maupun penduduk asli adalah sosialisasi pada anak-naka mereka bagaimana cara menyelamatkan diri seandainya longsor benar-benar terjadi. Kata kunci : Kesiapan penduduk, daerah rawan longsor, longsor
SUNGAI MEANDER LUK ULO ANTARA KONDISI IDEAL DAN KENYATAAN Nur, Arief Mustofa
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8029

Abstract

Luk Ulo River is the biggest river across Kebumen, Central Java. It crossKarangsambung Area in meander form. Meander River has a sinuosity index >1.5. That’s why, its need to be proven if Luk Ulo River is a meandering river. Thisstudy start with measuring Indonesia’s Map which according to a theory aboutMeander River of Dury (1969) and field study. There are seven segments reveal abend which resemble the letter "S" and being measured also observation. Onlyfour segments are meanders, i.e. Kalikayen Pucangan, Pesanggrahan,Kedungwaru and Seling. Based on stadia study, Luk Ulo River inKarangsambung Area is classified as “mature-old” stadia. A river’s bend isaffected by lithology and geological structure which reflected in geologicalstraightness appearance.
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP LAJU EROSI PERMUKAAN DI DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK MRICA Hanafi, Fahrudin
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i1.8009

Abstract

Surface erosion is one of the determining variable of critical watershed, this related to river basin managementwhich always prioritized to critical land . Along with land use changes that lower watershed function, theassessment of land use change on surface erosion becomes very important. The research was conducted oncatchment of Mrica reservoir, especially in Serayu, Merawu, Lumajang, and Liangan. The data input of land usechanges are from 2001-2009 that using Landsat TM and ALOS. The soil loss calculating method is MUSLE(Modified Universal Soil Loss Equation). DEM data as a function of slope can be used to analyze at pixel level ofaccuracy,soil data as erodibility function, and discharge as erosivity function. Musle analysis results indicatethat the average surface erosion of Mrica reservoir catchment are 16,775,896 tons per year or 11,183,931 m3 peryear, equivalent to the soil loss thickness as 16:13 mm per year. Result of land use changes effect to surfaceerosion in the research area are moor, plantations, and scrub with R :0.85 positive correlation; 0.84, and 0.86.Forest, correlates negatively to the surface erosion with R coefficient: 0.88. Thus, managing land use with highcorrelation coefficient will greater impact to suppress soil loss/ erosion.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue