cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN SOLIDWORKS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBUAT MODEL 3D Fajri, Saian Nur; Khumaedi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain modul pembelajaran SolidWorks berdasarkan penilaian ahli dan menganalisis dampak penerapan modul pembelajaran terhadap capaian kompetensi membuat model 3D berbasis CAD. Penelitian yang digunakan adalah true experimental design menggunakan desain randomized control group pretest-postest design. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji t. Berdasarkan hasil penilaian ahli, modul pembelajaran SolidWorks termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan bahwa nilai rata-rata kompetensi siswa menggunakan modul pembelajaran SolidWorks lebih tinggi daripada yang tidak menerapkan modul pembelajaran SolidWorks. Peningkatan kelas eksperimen dalam kategori sedang (46.6%) dibandingkan kelas kontrol dalam kategori rendah (32.8%). Hal ini diperkuat dari hasil uji t yang menunujukan adanya peningkatan hasil belajar yang signfikan pada siswa yang menggunakan modul pembelajaran SolidWorks.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH CAD KOMPETENSI MENGGAMBAR 3 DIMENSI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO Mardhika, Indra Yupriansyah; Khumaedi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar sebelum dan sesudah perlaukan penggunaan media video. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pretest and posttest group. Populasi penelitian semua mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah propotional random sampling. Hasil validasi ahli media diperoleh persentase kelayakan sebesar 88,00% dan validasi ahli materi sebesar 92,00% yang menunjukkan media video masuk kriteria sangat valid/layak. Hasil penelitian menunjukan pada post test t hitung adalah 4,43 lebih besar dari ttabel yaitu 1,67. Karena t hitung berada pada daerah penerimaan Ha, maka kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Ketuntasan belajar kelompok eksperimen terdapat 29 peserta didik (82.85%) dan kelompok kontrol hanya 11 peserta didik (37,93%). Kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 36,97%, sedangkan kelompok kontrol hanya 26,4%. Rata-rata hasil belajar pre-test kelompok eksperimen hanya 51,41 dan kelompok kontrol 52,41. Rata-rata hasil belajar post-test kelompok eksperimen mencapai 81,57 sedangkan kelompok kontrol hanya 71,21.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMEPERBAIKI UNIT KOPLING DAN KOMPONEN- KOMPONEN SISTEM PENGOPERASIAN Santoso, Agus; Aryadi, Widya
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together dan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini berjumlahkurang dari 100 siswa dari tiga kelas. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling, kemudian sampel yang digunakan sebanyak 32 siswa (eksperimen) sebagai kelas eksperimen dan 32 siswa (Kontrol). Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan hasil tes, analisa data menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh, bahwa rata-rata kelas eksperimen yang semula 51,88 meningkat menjadi 82,08 atau meningkat sebesar 30,2. Sedangkan pada rata-rata kelas kontrol yang semula 48,65 meningkat menjadi 73,44 atau meningkat sebesar 24,79. Peningkatan hasil studi pada kelas eksperimen lebih besar dibanding dengan kelas kontrol membuat model pembelajaran Number Head Together dapat meningkatkan hasil belajar. 
PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH PADA KOMPETENSI DASAR MEMELIHARA TRANSMISI OTOMATIS DAN KOMPONENNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Hutomo, B. Prasetya Margo; ., Samsudi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui adakah peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan media berbasis macromedia flash pada kompetensi memelihara transmisi otomatis dan komponen-komponennya dibandingkan dengan siswa yang tidak diajar menggunakan media berbasis macromedia flash. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain penelitian quasi-eksperimental dengan pendekatan non-randomized control group pretest-posttest design atau desain prates-pascates kelompok control tanpa acak. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMK ST. Pius X Blora yang terdiri dari dua kelas XI TKR sebanyak 60 siswa dan XII TKR sebanyak 30 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan cluster sampling atau sampel daerah yaitu siswa kelas XI TKR 1 dan 2 yang berjumlah 60 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, media interaktif berbasis macromedia flash yang diterapkan dikelas XI TKR 1 menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan media interaktif berbasis macromedia flash hasil belajarnya meningkat secara signifikn daripada siswa yang diajarkan tanpa media berbasis macromedia flash. Simpulan dari penelitian ini yaitu pembelajaran dengan media berbasis macromedia flash lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran tanpa media berbasis macromedia flash pada kompetensi.
PERANAN JOB SHEET OF INDEPENDENT LAB WORK BASED PROBLEM TERHADAP KETERAMPILAN PRAKTIK SISWA SMK PADA KOMPETENSI SISTEM INJEKSI BAHAN BAKAR MOTOR DIESEL Fakhri, Faizal; ., Abdurrahman
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan job sheet of independent lab work based problem terhadap keterampilan praktik siswa serta mengetahui apakan terjadi peningkatan keterampilan praktik siswasetelah menggunakan job sheet of independent lab work based problem. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini merupakan jenis pretest-posttest control group design. Hasil penelitian yang diperoleh pada pengujianmelalui uji korelasi biserial diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 36,88 % sehingga disimpulkan bahwapenerapan job sheet of independent lab work based problem berperan pada hasil belajar siswa. Serta keterampilanpraktik siswa meningkat sebesar 0,49 yang termasuk dalam kategori sedang.
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR ANTARA METODE PEMBERIAN TUGAS DENGAN METODE CERAMAH PADA MATA PELAJARAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT UKUR Asmara, Roie Ulfha; Murdani, Murdani
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara metode pemberian tugas dengan metode ceramah pada Mata Pelajaran Menggunakan Alat-Alat Ukur di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Kelas X SMK 17 Agustus 1945 Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian t-test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 dan 2 yang berjumlah 75 siswa. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara metode pemberian tugas dengan metode ceramah Mata Pelajaran Menggunakan Alat-Alat Ukur Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Kelas X SMK 17 Agustus 1945 Semarang. Peningkatan yang diperoleh dengan metode pemberian tugas sebesar 16,31% sedangkan dengan metode ceramah meningkat sebesar 9,33%. Dari hasil tersebut berarti dengan menggunakan metode pemberian tugas siswa akan dapat lebih memahami materi yang diberikan oleh guru serta diperoleh hasil yang lebih baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SISTEM PENDINGIN Purwantoro, Kartestio Jati; ., Hadromi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh penerapan model pembeljaran direct instruction terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR kelas XI TKR di SMK Panca Bhakti Rakit sebanyak 61 siswa dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 33 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode tes, analisis data menggunakan statistik deskripsi dan uji t. Berdasarkan hasil uji-t terhadap data hasil belajar setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model direct instruction pada kelompok eksperimen dan metode konvensional pada kelompok kontrol diperoleh nilai thitung = 5,002 > ttabel = 2.00 pada 1-α dengan dk = 59. Berdasarkan hasil analisis pada post-test menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dan ini diperkuat dari hasil analisis statistik yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan pada materi sistem pendingin setelah menggunakan model pembelajaran direct instruction
ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN CHASSIS DAN PEMINDAH DAYA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN Ixganda, Okxy; ., Suwahyo
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar siswa SMK Muhammadiyah Pekalongan, khususnya kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Metode pengumpulan data yang digunakan ada 2, yaitu metode angket dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan persentase faktor kesulitan belajar adalah sebagai berikut; dari faktor internal siswa yaitu sebesar 48,27%, faktor lingkungan keluarga dengan persentase 50,09%, kemudian faktor lingkungan sekolah dengan persentase sebesar 53,06%, dan dari lingkungan masyarakat dengan persentase sebesar 47,88%. Penyebab kesulitan belajar siswa yang paling dominan berasal dari faktor eksternal dengan sub faktor keadaaan gedung, sarana dan prasarana.
PENGARUH PENERAPAN WORK PREPARATION JOB SHEET (WPJS) UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIK PADA KOMPETENSI DASAR MELAKSANAKAN TEKNIK PENGERJAAN LOGAM Badawi, Lutfi; ., Wahyudi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar praktik melaksanakan teknik pengerjaan  logam pada siswa kelas X tanpa menggunakan metode pembelajaran WPJS dan yang menggunakan metode pembelajaran WPJS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Posttest-Only Control Design.  Populasi penelitian yaitu siswa kelas X Jurusan Teknik Pemesinan di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto sebanyak 210 siswa, sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas X M2 sebanyak 38 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X M5 sebanyak 38 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar praktik pengerjaan logam tanpa menggunakan metode pembelajaran WPJS dengan rata-rata nilai sebesar 73,87 termasuk dalam kategori baik, sedangkan menggunakan metode pembelajaran WPJS dengan rata-rata nilai sebesar 81,42 termasuk dalam kategori baik. Hal tersebut menunjukkan ada perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar praktik melaksanakan teknik pengerjaan logam antara menggunakan WPJS dan tanpa menggunakan WPJS dengan nilai t hitung sebesar 4,938 > nilai ttabel sebesar 1,67.
PENGEMBANGAN PERAGA TRAINER ELEKTROMAGNETIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONSEP KELISTRIKAN DASAR Wirawan, Yuris Bahadur; ., Wahyudi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan dan keefektifan peraga trainer elektromagnetik dijadikan media pembelajaran kompetensi memahami dasar-dasar listrik. Penelitian ini menggunakan metode research and development model ADDIE, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Teknik pengambilan data dilakukan dengan angket untuk penilaian kelayakan peraga dan instrumen tes menggunakan desain pretest-posttest control grup design untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Analisis terhadap instrumen tes yang dilakukan adalah dengan membandingkan hasil tes awal/pre-test (sebelum diberikan perlakuan) dan tes akhir/post-test (setelah diberikan perlakuan). Hasil penelitian didapatkan bahwa peraga trainer elektromagnetik memenuhi kriteria sangat valid dari penilaian ahli dan tanggapan siswa, sehingga dapat digunakan sebagai media peraga untuk pembelajaran. Analisis hasil belajar menunjukkan bahwa setelah diberikan pembelajaran menggunakan peraga trainer elektromagnetik terjadi peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen. Peningkatan menggunakan peraga trainer elektromagnetik sebesar 38,01%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang telah dikembangkan valid dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan tanpa menggunakan alat peraga