cover
Contact Name
-
Contact Email
jpp_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpp_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : 25031260     EISSN : 25804154     DOI : -
Core Subject : Education,
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in education curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of teachers with the aim to advance our knowledge of education theory and practice. Moreover, this journal also covers the issues concerned with environmental education.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 1 (2010)" : 45 Documents clear
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERAPAN I PADA MAHASISWA PROGRAM Saputra, Herdi; Purwanti, Dwi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.195

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya prestasi hasil belajar mahasiswa program studi Diploma III Teknik Elektro UNNES pada matakuliah Matematika Terapan I. Masalah yang timbul adalah seberapa besar peningkatan prestasi hasil belajar mahasiswa dapat diperoleh sebagai hasil inovasi metode pembelajaran matakuliah Matematika Terapan I menggunakan metode pemberian tugas melalui E-learning, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi hasil belajar mahasiswa D3 TE UNNES pada matakuliah Matematika Terapan I sebagai hasil inovasi metode pembelajaran menggunakan  metode tersebut. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa D3 TE UNNES Semester I yang mendapat matakuliah Matematika Terapan I. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas ( action research ) yang dirancang melalui dua siklus. Adapun prosedur tiap-tiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan dengan teknik Focus Group Discussion, observasi, wawancara mendalam, dan pengukuran hasil belajar melalui tes. Data kualitatif yang terkumpul akan dianalisis berdasarkan model analisis interaktif melalui empat komponen analisis yaitu: reduksi data, penyajian, penarikan simpulan dan verifikasi secara simultan. Sedangkan data kuantitqatif dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : Prestasi belajar mahasiswa cenderung meningkat Hal ini nampak dari peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar mahasiswa yang semula 62,91 pada siklus I meningkat menjadi 75,29 pada siklus II. Sementara faktorsemangat belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan menjadi kriteria baik sebesar 32,87% dan secara umum kualitas pembelajaran meningkat dengan sangat signifikan yang berkategori baik menjadi sebesar 40.96%.Kata Kunci : E-Learning, Pembelajaran, Matematika
IMPROVING THE AUTODIDACT LEARNING OF STUDENT ON KALKULUS THROUGH COOPERATIVE LEARNING “STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION” BY PORTFOLIO PROGRAMMED Susilo, Bambang Eko; Kharisudin, Iqbal
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.196

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang masih rendah otodidak belajar siswa dalam ceramah. Penelitian ini dilakukan pada perkuliahan Kalkulus II diambil oleh mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNNES. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus berisi tentang perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi-refleksi. Sebelum itu, ada pembagian ke dalam klasifikasi diskusi terdiri dari empat atau lima orang setiap kelompok. Hasil penelitian telah dilakukan dua siklus penelitian. Siklus I mencapai hanya 12 siswa atau 27,91% dari seluruh siswa yang belajar secara otodidak mendapatkan skor> 60 berarti masih di bawah indikator keberhasilan penelitian ini, yaitu 60%. Jadi perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dari portofolio yang telah dikumpulkan, dapat dilihat bahwa kreativitas siswa dalam membuat kuesioner yang masih rendah. Umumnya mereka tidak mendapatkan referensi kecuali dari kelas mereka. Siklus II mencapai 27 siswa atau 62,79% dari seluruh siswa yang mendapatkan skor otodidak belajar> 60 sehingga indikator keberhasilan telah tercapai. Tapi ada masih ada gelisah tentang perbedaan skor cara belajar secara otodidak siklus I dan II, yaitu hanya 4,53, sehingga untuk siklus berikutnya peningkatan skor harus memiliki perhatian. Dari studi di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif " student teams achievement division " (STAD) oleh portofolio diprogram sebagai pengembangan perencanaan Aku Kalkulus dapat meningkatkan otodidak belajar siswa. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti karena masalah belajar tidak bisa selesai oleh satu model pembelajaran. Penelitian perlu mengembangkan setiap model pembelajaran dan menerapkannya di kelas untuk siswa tidak bosan. Itu diperlukan penelitian selanjutnya yang melihat dampak dari model pembelajaran dari sisi lain, misalnya dalam kreativitas dalam membuat kuesioner di dalam kelas dalam dan luar ruangan belajar.Kata Kunci: student teams achievement division, autodidact learning, portfolio programmed
MODEL PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DENGAN MEMBANGUN JARINGAN KAPITAL SOSIAL Suminar, Tri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.197

Abstract

penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pemberdayaan komite sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dengan membangun jaringan kapital sosial. Desain penelitian menggunakan pendekatan research and development. Subyek penelitian anggota komite sekolah dan segenap komponen sekolah. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur dan observasi dokumen. Analisis data deskriptif kualitatif fenomenologi dan analisis statistik inferensial uji t. Temuan studi eksploratif adalah kinerja komite sekolah dalam manajemen berbasis sekolah masih kurang baik. Penghambat kinerja komite sekolah dari faktor internal maupun eksternal adalah belum adanya kerjasama yang baik antara komite sekolah dengan komponen sekolah, keduanya belum terikat norma kebersamaan, timbal balik dan kepercayaan untuk melaksanakan manajemen sekolah. Potensi pendukung komite adalah kemauan menjalin interaksi sosial secara intensif sampai terbentuk kepercayaan. Model pemberdayaan komite sekolah dengan membangun jaringan kapital sosial efektif berdasarkan hasil hitung uji t test pada taraf kepercayaan 0,05. Rata-rata kinerja komite sekolah naik 13,75 poin. Terdapat perubahan yang konsisten antara intensitas kapital sosial dengan kualifikasi kinerja komite sekolah. Saran, sosialisasi pentingnya membangun jaringan kapital sosial berdasarkan nilai budaya lokal. Komite sekolah bersikap dan bertindak proaktif, lebih kreatif untuk menumbuhkan nilai kepercayaan dari sekolah.Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah, pemberdayaan, komite sekolah, kapital sosial.
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI IA SMA IBU KARTINI SEMARANG DENGAN METODE COOPERATIVE LEARNING Wijayanti, Putri Agus; Juariyah, Siti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.198

Abstract

Pada penelitian ini masalah yang dibahas adalah (1) apakah dengan metode cooperative learning model STAD dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang tahun 2009/2010; (2) bagaimana respon siswa kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang tahun 2009/2010 terhadap pembelajaran sejarah dengan menggunakan metode cooperative learning model STAD? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat tidaknya metode cooperative learning model STAD meningkatkan minat dan keaktifan siswa kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang tahun 2009/2010 dalam pembelajaran sejarah, dan respon siswa kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang tahun 2009/2010 terhadap pembelajaran sejarah. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang tahun 2009/2010, guru mata pelajaran sejarah SMA Ibu Kartini, dan tim peneliti sebagai konsultas. Penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus, dan proses pembelajaran yang diteliti pada setiap silus meliputi perencaan, pelaksanaan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat dan keaktifan siswa kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang tahun 2009/2010 dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan metode cooperative learning model STAD mengalami peningkatan, dari 22,50% pada pra siklus menjadi 69,91% pada sikulus 1 dan 80,00% pada siklus 2. Demikian pula untuk respon siswa, pembelajaran Sejarah di kelas XI IA 1 SMA Ibu Kartini Semarang dengan metode Cooperative Learning direspon positif oleh sebagian besar siswa.Kata Kunci: pembelajaran sejarah, metode Cooperative Learning, SMA Ibu Kartini
PENINGKATAN KUALITAS PERKULIAHAN METODE PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PROGRAM BIMBINGAN DINI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA Widodo, A Tri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.199

Abstract

Salah satu tugas penting yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa adalah menyusun skripsi yang berbobot sehingga akhirnya mahasiswa dapat lulus tepat waktu. Keterlambatan penyelesaian skripsi menghambat kelulusan tepat waktu. Jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu di masa lalu masih di bawah 50%, namun dengan adanya sinergi antara perkuliahan yang baik yang diperlukan untuk penyusunan skripsi dan program bimbingan dini, jumlah tersebut dapat meningkat. Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman dan penelitian peningkatan efektivitas perkuliahan metode penelitian pendidikan. Tujuan penelitian meningkatkan kualitas perkuliahan metode penelitian pendidikan. Masalah penelitian adalah apakah dengan pendekatan pemecahan masalah bersinergi dengan program bimbingan dini dapat meningkatkan kualitas perkuliahan metode penelitian pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan ini adalah dengan pendekatan pemecahan masalah berorientasi Contextual Teaching and Learning. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan sinergi ini 87% proposal mahasiswa yang dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah juga disetujui oleh pembimbing untuk menjadi proposal skripsi. Di samping itu juga dapat dilaporkan rerata nilai akhir ujian mahasiswa mampu mencapai rerata 83,3; jumlah mahasiswa yang lulus mata kuliah 100%, serta kuliah menjadi lebih kondusif. Kata Kunci: Kualitas Perkuliahan, Metode Penelitian, Pemecahan Masalah 
PENINGKATAN KUALITAS PERKULIAHAN PENDIDIKAN MATEMATIKA II MELALUI STRATEGI MODELING THE WAY Andrijati, Noening
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.191

Abstract

Pencapaian tahun sebelumnya dari semester keempat mahasiswa S1 PGSD FIP UNNES, Tegal pada Pendidikan Matematika II menunjukkan kompetensi siswa rendah '. Penyebab ini kompetensi yang rendah adalah pemahaman dan keterampilan yang rendah, bahan baru, serta strategi atau pendekatan yang digunakan oleh dosen mereka yang tidak mendukung pemahaman siswa dan keterampilan. Pertanyaan penelitian ini adalah "pemodelan Melalui 'cara strategi, dapat kualitas kuliah Pendidikan Matematika II ditingkatkan" riset pengembangan pembelajaran ini menggunakan penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus?; Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: rencana, tindakan , observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan adalah: (1) formatif tes siswa berarti nilai lebih dari 70, (penguasaan 2) kelas belajar paling sedikit 70%, aktivitas belajar siswa, dan nilai kinerja dosen adalah minimal 70,5 atau B. Setelah menerapkan 'pemodelan cara strategi dalam siklus pertama, tes formatif siswa adalah skor rata-rata 72,3 dan kelas belajar penguasaan adalah 66,67%. prestasi siswa meningkat pada siklus kedua; formatif tes siswa ratarata skor 74,53 dan kelas belajar penguasaan adalah 82,22%. Kegiatan belajar siswa pada siklus pertama mencapai tingkat 80 atau B, dan pada siklus kedua, naik menjadi 87,5 atau kinerja A. dosen di siklus pertama 81.25or AB, dan pada siklus kedua, menjadi 87,5 atau A Hasil ini. dianggap cukup, karena setiap komponen, misalnya prestasi, kegiatan belajar siswa, dan kinerja dosen, telah memenuhi kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan 'pemodelan cara strategi. Berdasarkan data tersebut, kesimpulannya adalah bahwa strategi pemodelan melalui 'cara', kualitas kuliah Pendidikan Matematika SD 2 dalam program studi S1-PGSD FIP UNNES, Tegal dapat ditingkatkan. Kata Kunci: pendidikan matematika II mengajar, strategi cara pemodelan.
IMPROVING THE AUTODIDACT LEARNING OF STUDENT ON KALKULUS THROUGH COOPERATIVE LEARNING “STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION” BY PORTFOLIO PROGRAMMED Susilo, Bambang Eko; Kharisudin, Iqbal
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.196

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang masih rendah otodidak belajar siswa dalam ceramah. Penelitian ini dilakukan pada perkuliahan Kalkulus II diambil oleh mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA UNNES. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus berisi tentang perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi-refleksi. Sebelum itu, ada pembagian ke dalam klasifikasi diskusi terdiri dari empat atau lima orang setiap kelompok. Hasil penelitian telah dilakukan dua siklus penelitian. Siklus I mencapai hanya 12 siswa atau 27,91% dari seluruh siswa yang belajar secara otodidak mendapatkan skor> 60 berarti masih di bawah indikator keberhasilan penelitian ini, yaitu 60%. Jadi perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dari portofolio yang telah dikumpulkan, dapat dilihat bahwa kreativitas siswa dalam membuat kuesioner yang masih rendah. Umumnya mereka tidak mendapatkan referensi kecuali dari kelas mereka. Siklus II mencapai 27 siswa atau 62,79% dari seluruh siswa yang mendapatkan skor otodidak belajar> 60 sehingga indikator keberhasilan telah tercapai. Tapi ada masih ada gelisah tentang perbedaan skor cara belajar secara otodidak siklus I dan II, yaitu hanya 4,53, sehingga untuk siklus berikutnya peningkatan skor harus memiliki perhatian. Dari studi di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif " student teams achievement division " (STAD) oleh portofolio diprogram sebagai pengembangan perencanaan Aku Kalkulus dapat meningkatkan otodidak belajar siswa. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti karena masalah belajar tidak bisa selesai oleh satu model pembelajaran. Penelitian perlu mengembangkan setiap model pembelajaran dan menerapkannya di kelas untuk siswa tidak bosan. Itu diperlukan penelitian selanjutnya yang melihat dampak dari model pembelajaran dari sisi lain, misalnya dalam kreativitas dalam membuat kuesioner di dalam kelas dalam dan luar ruangan belajar.Kata Kunci: student teams achievement division, autodidact learning, portfolio programmed
IMPLEMENTASI MATERI OPEN SOURCE SOFTWARE PADA SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE Djuniadi, -; primadiyanto, Y; Sutopo, Yeri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.187

Abstract

Pemakaian software bajakan merupakan fenomena yang harus segera dicarikan solusinya menjadi pemakaian software legal. Pemerintah sebagai regulator dan sekaligus penanggung jawab, pada tanggal 30 Juni 2004 telah mendeklarasikan penggunaan dan pengembangan Open Source Software. Inti dari deklarasi ini adalah menyebarluaskan pemanfaatan Open Source Software (OSS) di Indonesia. Sehubungan dengan itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membangun sistem pembelajaran online open source software dan menyebarluaskan pemanfaatan open source software kepada khalayak luas. Sedangkan konten open source yang ditempatkan pada sistem pembelajaran online open source software meliputi Open office Writer, Open Office Calc, Mozilla Firefox, Instalasi server LAMP dan instalasi aplikasi di Linux fedora. Kata kunci: OSS, konten, pembelajaran online
ANALISIS BUTIR TES UJIAN AKHIR MADRASAH MATA PELAJARAN BAHASA ARAB SISWA MADRASAH ALIYAH TAHUN AJARAN 2008-2009 Zhukaira, -
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tes kualitas dalam hal validitas, reliabilitas, kompleksitas dan perbedaan kekuatan, dan untuk sampai ke bagian bawah guru bahasa Arab dan masalah tim pembuat tidak melakukan uji analisis item. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data dan dokumentasi dari penelitian ini adalah kuesioner. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tentang realitas kurikulum dikehendak tuntutan ideal yang sesuai, sehingga memenuhi validitas konten. Tinggi tingkat keandalan tes yaitu 0,76. Bervariasi tingkat kesulitan adalah 66%, terlalu mudah 26% dan tinggi 8%. Setelah membedakan tes yang baik 16%, sedang 46%, kurang 24%, tidak memiliki fitur pembeda 6%, 8% dan negatif. Karena guru atau tim tentang tidak membuat analisis yang tidak semua bahasa Arab guru lulusan Pendidikan Bahasa Arab, tidak memiliki pengalaman analisis uji, kurangnya saran dari bos yang memotivasi analisis, kurang pemahaman tentang analisa pengujian, dan belum menerima pelatihan di bidang evaluasi dan analisis. Kata Kunci: butir tes, bahasa Arab, Madrasah Aliyah
MODEL PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DENGAN MEMBANGUN JARINGAN KAPITAL SOSIAL Suminar, Tri
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v27i1.197

Abstract

penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pemberdayaan komite sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dengan membangun jaringan kapital sosial. Desain penelitian menggunakan pendekatan research and development. Subyek penelitian anggota komite sekolah dan segenap komponen sekolah. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur dan observasi dokumen. Analisis data deskriptif kualitatif fenomenologi dan analisis statistik inferensial uji t. Temuan studi eksploratif adalah kinerja komite sekolah dalam manajemen berbasis sekolah masih kurang baik. Penghambat kinerja komite sekolah dari faktor internal maupun eksternal adalah belum adanya kerjasama yang baik antara komite sekolah dengan komponen sekolah, keduanya belum terikat norma kebersamaan, timbal balik dan kepercayaan untuk melaksanakan manajemen sekolah. Potensi pendukung komite adalah kemauan menjalin interaksi sosial secara intensif sampai terbentuk kepercayaan. Model pemberdayaan komite sekolah dengan membangun jaringan kapital sosial efektif berdasarkan hasil hitung uji t test pada taraf kepercayaan 0,05. Rata-rata kinerja komite sekolah naik 13,75 poin. Terdapat perubahan yang konsisten antara intensitas kapital sosial dengan kualifikasi kinerja komite sekolah. Saran, sosialisasi pentingnya membangun jaringan kapital sosial berdasarkan nilai budaya lokal. Komite sekolah bersikap dan bertindak proaktif, lebih kreatif untuk menumbuhkan nilai kepercayaan dari sekolah.Kata Kunci: manajemen berbasis sekolah, pemberdayaan, komite sekolah, kapital sosial.

Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 2 (2023): October 2023 Vol 40, No 1 (2023): April 2023 Vol 39, No 2 (2022): October 2022 Vol 39, No 1 (2022): April 2022 Vol 38, No 2 (2021): October 2021 Vol 38, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 38, No 1 (2021): April 2021 Vol 37, No 2 (2020): October 2020 Vol 37, No 1 (2020): April 2020 Vol 36, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 36, No 2 (2019): October 2019 Vol 36, No 1 (2019): April 2019 Vol 35, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 35, No 2 (2018): October 2018 Vol 35, No 1 (2018): April 2018 Vol 34, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 34, No 2 (2017): October 2017 Vol 34, No 1 (2017): April 2017 Vol 33, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 33, No 2 (2016): October 2016 Vol 33, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 33, No 1 (2016): April 2016 Vol 33, No 1 (2016): April 2016 Vol 32, No 2 (2015): October 2015 Vol 32, No 1 (2015): April 2015 Vol 32, No 2 (2015) Vol 32, No 2 (2015) Vol 32, No 1 (2015) Vol 32, No 1 (2015) Vol 31, No 2 (2014): October 2014 Vol 31, No 1 (2014): April 2014 Vol 31, No 2 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 31, No 1 (2014) Vol 31, No 1 (2014) Vol 30, No 2 (2013): October 2013 Vol 30, No 1 (2013): April 2013 Vol 30, No 2 (2013) Vol 30, No 2 (2013) Vol 30, No 1 (2013) Vol 30, No 1 (2013) Vol 29, No 2 (2012): October 2012 Vol 29, No 1 (2012): April 2012 Vol 29, No 2 (2012) Vol 29, No 2 (2012) Vol 29, No 1 (2012) Vol 29, No 1 (2012) Vol 28, No 2 (2011): October 2011 Vol 28, No 1 (2011): April 2011 Vol 28, No 2 (2011) Vol 28, No 2 (2011) Vol 28, No 1 (2011) Vol 28, No 1 (2011) Vol 27, No 2 (2010): October 2010 Vol 27, No 1 (2010): April 2011 Vol 27, No 2 (2010) Vol 27, No 2 (2010) Vol 27, No 1 (2010) Vol 27, No 1 (2010) More Issue