cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2006)" : 16 Documents clear
Strategi Pengembangan Yogyakarta Menuju Kota Metropolitan Hariyono, Paulus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20153

Abstract

Abstract: The Globalization of economy and informational technology has positioned the city of Yogyakarta to be swept within the current globalization. The phenomenon is felt stronger when Yogyakarta is crowned as the city of tourism, education, culture, and history. The effect of the twenty-first century's globalization area is marked with the urbanization power of centrifugal strength, which overthrows itself to the outer area of the heart of Yogyakarta City. This effect gestures the need of making an expansion to the city area, although land is limited. To solve this problem, an innovative strategy of building an urban agglomeration for Yogyakarta as a metropolitan city is devised.                       ·  Abstrak: Globalisasi ekonomi dan teknologi informasi mendudukkan Kota Yogyakarta ikut dilanda arus globalisasi. Pengaruh ini semakin kuat dengan predikat Yogyakarta sebagai kota pariwisata, pendidikan, budaya, dan bersejarah. Gejala globalisasi pada abad ke-21 ini ditandai dengan kekuatan urbanisasi yang menyerupai gaya sentrifugal yang melanting keluar pusat kota. Gejala ini mengisyaratkan perlunya perluasan kota. Sementara itu lahan Kota Yogyakarta sangat terbatas. Untuk mengatasi problematika ini, dilakukan terobosan inovatif dengan merancang Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta sebagai kota metropolitan. 
Pengaruh Gerakan Tanah Terhadap Perencanaan Pembangunan Perumahan (Studi Kasus Perumahan Bukit Regency Semarang) Subastaryo, Subastaryo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20140

Abstract

Abstract: People escape from landslide because it brings disadvantage to their materials and soul. Even,  it can bring  calamity.  Landslide  is  very influence  toward construction planning  in  housing, esp. on Bukit Regency Housing in Semarang,  Indonesia.  The Influence of landslide to construction planning  in housing known from stripe faults,  clay stone, spring,  and slope.  Stripe faults can be use for open space, not building. Clay stone, as a landslide layer, consequently followed with foundation treatment,  its  base must be place on compacted breccia  under the clay.  Spring,  as a secondary signal of stripe fault, must be support  with drainage system.  Steep slope,  as landslide plane,  must be change to "terasering" that can be supported with plant cultivation.Abstrak:  Masyarakat  menginginkan  terhindar dari  gerakan tanah, karena gerakan tanah dapat menimbulkan kerugian  harta benda maupun nyawa.  Gerakan tanah bahkan dapat menimbulkan bencana.  Gerakan tanah sangat berpengaruh terhadap perencanaan  pembangunan perumahan, khususnya Perumahan Bukit Regency Semarang,  lndooesia.  Pengaruh gerakan tanah  terhadap perencanan pembangunan perumahan dapat diidentifikasikan dari: diketahuinya jalur patahan yang hanya direkomendasikan  untuk  digunakan  sebagai  ruang terbuka bukan  bangunan; batuan lempung sebagai lapisan gerakan tanah sehingga pondasi harus menembus batuan yang kompak berupa breksi di bawah lempung;  mata air sebagai tanda pendukung jalur rawan gerakan tanah perlu dilengkapi sistem drainase; dan lereng terjal sebagai bidang gerakan tanah diubah menjadi terasering, yang dapat diperkuat dengan penanaman pohon.
Model Lalu Lintas Pada Jalan Semarang - Boja Sugiyarto, Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20155

Abstract

Abstract: Traffic volume at streetjoint of Semarang - Boja increases from year to year. This matter is caused by local area growth. In order to solve this problem, traffic jam, the knowledge of concerning traffic characteristic and its relation are needed. The aims of this study is to analyze the relation models, which are involved existing traffic characteristic, i.e. volume (V), speed (S), and density (D). Survey covers the traffic volume and speed with manual count method, whilst analysis is based on Greenshield, Greenberg, and Underwood models. Result indicate that the appropriate relation V-S-D model for the street joint of Semarang - Boja correspond to the Underwood model with correlation value r= 0.537 and Us= 55.79 x exp (D/54.19).Abstrak: Volume perjalanan lalu lintas pada ruas jalan Semarang - Boja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan perkembangan daerah ini. Untuk mengatasi masalah kemacetan lalulintas pada ruas jalan ini terlebih dahulu diperlukan pengetahuan mengenai karakteristik lalulintas dan model hubungan antar karakteristik tersebut. Kajian ini bertujuan menganalisis model hubungan antar karakteristik volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) lalulintas, sesuai dengan kondisi  yang  ada. Survai  data meliputi volume  dan  kecepatan lalulintas dengan metode manual count, sedang  analisis model meliputi model Greenshield, Greenberg, dan Underwood. Hasil analisis  menunjukkan bahwa  model hubungan V-S-D yang sesuai untuk ruas jalan Semarang - Boja adalah mengikuti model Underwood dengan nilai r = 0.537, dengan model Us= 55,79 x exp(D/54, 19). 
Penggunaan Batu Putih Sebagai Pengganti Agregat Kasar dengan Bahan Tambahan Fly Ash dan Sikament-520 pada Campuran Beton Santosa, Bing
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20141

Abstract

Abstract:  Now  a days  coarse  agregate  like  calsit  stone  as  an  alternative  agregate  for special spesification  has  been  continuously  researched  as  the  most  appropriate  substitute  aggregate. Calsit stone as an agregate for concrete can reduce cost because  it is local material and easily to find in some places in Indonesia.  This research use calsit stone as subtitution agregate for concrete  with percentage of 0%,  10%,  20%,  30%,.40%,  50%,  60%,  70%,  80%,  90%,  100%  and from total weight of agregate;  sikament-520 1% and fly ash 10% from  weight of cement,  also 20% of water reducer. The  age  of speciments test are  28  days. The  result  of this research  show  that the maximum of concrete strength is 62,845 MPa achieved by concrete  with calsit stone of 10% from total weight of agregate with,  or increasing of 55,97% compared to normal concrete with 20% water reducer.  Concrete strength with 20% up to 100% calsit stone as substitution agregate are decrease along  with  additional  percentage  calsit stone as substitution agregate.  The minimum  of concrete strength  is  33,876  MPa  achieved  by  concrete  with  calsit  stone  of  100%  from  total  weight  of agregate with concrete strength or decreasing about 15, 9258% compared with normal concrete in 20% water reducer.Abstrak:  Dewasa ini penggunaan  agregat kasar berupa batu putih sebagai  agregat alternatif terus diteliti  sebagai  agregat  yang  layak untuk  memenuhi  kebutuhan  suatu konstruksi  beton  dengan spesifikasi    khusus.    Pemakaian    batu   putih   ini   dapat menghemat   biaya   konstruksi    dan mengoptimalkan pemakaian bahan baku lokal khususnya daerah-daerah yang mempunyai deposit batu putih yang melimpah. Penelitian ini menggunakan  batu putih sebagai pengganti  agregat kasar dengan persentase campuran sebesar 0%, 10%, 20%. 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%  dari  berat batu pecah,  serta  Sikament-520  1% dan Fly Ash  10% dari  berat semen dengan pengurangan  air sebesar  20 %. Benda uji berbentuk  silinder dengan  perawatan  normal yang diuji pada umur 28 hari.  Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan tertinggi dicapai pada persentase batu putih sebesar  10% dari berat batu pecah, yaitu 62,845 MPa atau naik sebesar 22,552 MPa dengan  persentase kenaikkan sebesar 55,97% terhadap kuat tekan beton normal dengan  pengurangan air 20%.  Sedangkan pada persentase  batu  putih  20%  sampai dengan 100%,  kuat tekannya terus mengalami  penurunan  seiring dengan persentase penambahan  batu putih.  Kuat tekan  terendah dicapai pada persentase batu putih 100%, yaitu 33,876 MPa atau turun sebesar 6,417 MPa dengan persentase penurunan  sebesar  15,9258% dibandingkan beton  normal dengan pengurangan air 20%.
Evaluasi Simpang Koridor Utama Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20156

Abstract

Abstract: Position of Semarang City is evaluated in national and regional scales as a very strategic location. This strategic position generates significant impact to trafic growth, which has local and regional characteristics. Current traffic which is caused by the significant traffic growth must be reviewed continuously in order to avoid negative impacts. Significant current traffics growth without accompanied by appropriate traffic pattern arrangement will cause sufficient delay and long queue. Current traffic pattern of street can be known from the arrangement pattern of an interchange located at that street. Siliwangi interchange have four leg, North leg has degree of saturation 0.371, South leg has degree of saturation 0.467, East leg has degree of saturation 0.445, and West leg has degree of saturation 0.328. Based on these corresponding degrees of saturations at its legs, Siliwangi interchange still has an adequate degree of saturation (below  minimum requirement of 0.75). On the contrary, based on the site view, traffic in those interchange is often chocked up and traffic jam is often happened. The immediate optimalization which is needed is really leading to the existing signs functions and local coordination with other interchange near those interchange.Abstrak: Posisi Kota Semarang ditinjau dalam skala nasional maupun regional sangat strategis. Posisi strategis tersebut menimbulkan dampak pertumbuhan lalulintas yang bersifat lokal maupun menerus cukup besar. Pertumbuhan lalulintas yang cukup besar menghasilkan arus lalulintas harus dikaji terus menerus sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak negatif. Arus lalulintas yang cukup besar tanpa disertai pengaturan pola lalulintas yang sesuai akan menyebabkan tundaan cukup lama dan antrian cukup panjang. Pola arus lalulintas suatu ruas jalan dapat dilihat dari pola pengaturan simpang pada ruas tersebut. Simpang siliwangi memiliki empat lengan pendekat, lengan Utara mempunyai dearajat kejenuhan 0.371, lengan Selatan mempunyai derajat kejenuhan 0.467, lengan Timur mempunyai derajat kejenuhan 0.445, dan lengan Barat mempunyai derajat kejenuhan 0.328. Jika melihat derajat kejenuhan di masing-masing lengan, dapat dilihat bahwa Simpang Siliwangi masih memenuhi syarat yaitu < 0.75 derajat kejenuhannya. Namun, jika dilihat di lapangan, kondisi arus lalu lintas di simpang ini sering tersendat dan beberapa kemacetan sering terjadi. Optimalisasi yang diperlukan adalah penegakan terhadap rambu yang sudah dibuat dan koordinasi dengan simpang yang berdekatan  Abstrak:PosisiKotaSemarangditinjau  dalam  skalanasional  maupun  regionalsangat  strategis. Posisistrategistersebutmenimbulkan  dampak  pertumbuhan  lalulintasyangbersifatlokalmaupunmenerus   cukup  besar.  Pertumbuhan  lalulintas  yang  cukup  besar  menghasilkanaruslalulintasharusdikaji  terus  menerussehingga  tidak  menimbulkan  dampak-dampaknegatif.Arus  lalulintas yang  cukup  besartanpa  disertai  pengaturan  pola  lalulintas  yang  sesuai  akan  menyebabkantundaan  cukuplamadanantriancukuppanjang.  Polaaruslalulintassuaturuasjalandapat dilihatdari  pola  pengaturan  simpang  pada  ruas  tersebut.  Simpang  Siliwangi  memiliki  empatlenganpendekat,  lengan  Utaramempunyaiderajat  kejenuhan  0,371.  lenganSelatan  mempunyaiderajat kejenuhan0,467,  lenganTimurmempunyai  derajatkejenuhan0,445,danlenganBaratmempunyaiderajat  kejenuhan  0,328.  Jika  melihatdera
Pengendalian Banjir Sungai Garang Melalui Upaya Peningkatan Elevasi Mercu Tanggul, Luas Penampang Basah Sungai dan Pengurangan Debit Banjir Sutopo, Yeri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20151

Abstract

Abstract: The purposes of this research were (1)  to explain the ability of Garang river existing condition to flood control at the 100 years flood retum period (Q100); (2) to find out the proportional and combination simultaneously efforts (technically) on flood control at Garang river that can anticipate overtopping at both, westside ang eastside of the river, due to its 100 years flood retum period. This research had use the secondary data analysis method. Data collecting were Garang river. water level elevation at Panjangan (AWLR), river cross section, Simongan weir cross section, along river, figures of AWLR instrument site and TTG level at Panjangan, also data about tidal elevation at Garang river estuary. The data manually compiled, furthermore by DUFLOW The result of this research were: (1) Garang river didn't have any ability to control water level elevation at 100 years flood return period (Q100), the dam along Menorah and Panjangan to the North of Tanah Mas housing has flood run-off; (2) an effort by raising the dam crest elevation of Garang river in the amount of 20% from existing; increase river channel cross section damp  area in the amount of 30% from existing; and decrease the 100 Years (Q100) plan discharge in the amount of 50% technically has the maximal influence about damping of the flood water level elevation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah  (1) Menjelaskan kemampuan Sungai Garang pada kondisi eksisting dalam meredam banjir pada kala ulang banjir 100 tahunan (Q100); (2) Menemukan proporsi kombinasi upaya pengendalian banjir (teknis) secara simultan yang mampu mengatasi terjadinya limpasan di atas tanggul sebelah Barat maupun Timur (over topping) karena debit banjir 100 tahunan (Q100)  di Sungai Garang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data sekunder. Data yang dihimpun adalah elevasi muka air sungai Garang di Panjangan (AWLR), tampang sungai, tampang bendung Simongan, tampang memanjang sungai, gambar letak instrumen AWLR dan ketinggian TIG di Panjangan, serta elevasi pasang surut di Muara Sungai Garang. Data-data itu dikompilasi secara manual, yang selanjutnya dimodelkan dengan aplikasi DUFLOW. Hasil penelitian ini adalah: (1) Sungai Garang tidak mempunyai kemampuan dalam meredam elevasi muka air banjir,  tanggul di sepanjang Menoreh dan Panjangan sampai dengan ujung Utara Perumahan Tanah Mas terlimpas oleh Banjir,(2) upaya peningkatan elevasi mercu tanggul Sungai Garang sebesar 20% dari kondisi eksisting; peningkatan luas penampang basah sebesar 30% dari kondisi eksisting; dan pengurangan debit rencana seratus tahunan (Q100) sebesar 50% secara teknis mempunyai pengaruh paling maksimal terhadap peredaman elevasi muka air banjir.
Pengaruh Penambahan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona Grandis L.F.) pada Mortar Semen Ditinjau Dari Kuat Tekan dan Daya Serap Air Suroso, Hery
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20152

Abstract

Abstract: Due to the fact that the price of materials of  building becomes more expensive,  while the larger waste of industrial foresty can not be used optimally yet,  thus it is  necessary to make a research in terms the use of waste process of forestry industries,  especially waste of saw dust as content material in cement mortar.  It is expected to obtion benefits such as increasing additional and  useful  values of material, diversity  of  constructional  material  types, promoting  material existence and much less  overcoming negative effect  wood industrial  waste.  Cement mortar with mixture  of saw dust relatively has low heat and electrical conductivity,  has isolator characteristic and good acoustic, so this material is compatible for soundproof  room.  In this research, morlar was made from Muntilan sand,  Nusantara  Cement type I and Teak wood dust (Tectona Grandis L.F.) which  comes  from  saw  wood industries in Sarip  village's, subdistrict  in Wirosari, Grobogan Regency, Purwodadi. Object experiment that already has made from this research shape is cube, size of 50X50X50 mm3. The result shows that spread values in the field was 95% - 103.5% with w/c value which  resulted  (from  0%-20% saw dust to the weight of sand and weight of cement) continued between 1.05- 1.10.  The decreasing of stress mortar cement is subtitute weight of  sand from 0% up to 20% saw dust, from 128. 740 kg/cm2 becomes 15. 279 kg/cm2, while the stress mortar cement is substitute with weight of cement from 0% up to 20% saw dust from  113.84 kg/cm2 becomes 45. 070kglcm2. The  increasing  water absorption mortar cement is  substitute  weight  of sand from 0% up to 20% saw dust from 9.569% becomes 46.481% while water absorption mortar cement is  substitute weight of cement from  0% up to  20% saw dust  from  11.013%  becomes 16.015%.Abstrak: Melihat kenyataan bahwa semakin mahalnya harga bangunan, sementara limbah industri kehutanan yang begitu besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan masalah pemanfaatan limbah industri kehutanan, khususnya limbah serbuk gergaji sebagai isian pada mortarv semen. Dengan pemanfaatan tersebut diharapkan diperoleh keuntungan antara lain meningkatkan nilai tambah dan nilai guna bahan, diversifikasi jenis bahan konstruksi, menunjang pengadaan bahan dan sedikit banyak dapat mengatasi dampak negatif limbah industri kayu. Mortar semen dengan bahan campuran serbuk gergaji memiliki daya hantar panas dan listrik yang relatif rendah, mempunyai sifat isolasi dan akustik yang baik sehingga bahan ini cocok untuk ruang kedap suara. Pada penelitian ini mortar dibuat dari pasir Mutilan, Semen Nusantara type 1 dan serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis L.F.) yang didatangkan dari pabrik penggergajian kayu di Desa Sarip Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan, Purwodadi. Benda uji yang dibuat dalam penelitian ini berbentuk kubus dengan ukuran 50X50X50 mm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebar dilapangan sebesar 95% - 103% dengan nilai fas yang dihasilkan (dari 0% hingga 20% serbuk gergaji terhadap berat pasir dan berat semen) berturut-turut bernilai antara 1,05 - 1,10. Penurunan nilai kuat tekan mortar semen substitusi berat pasir dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 128,740 kg/cm2 menjadi 15,279 kg/cm2 sedangkan nilai kuat tekan mortar semen substitusi berat semen dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 113,84 kg/cm2 menjadi 455,070 kg/cm2. Peningkatan daya serap air mortar semen substitusi berat pasir dari 0% hingga 20% serbuk gergaji dari 9,569% menjadi 46,481 % sedangkan nilai daya serap air mortar semen substitusi berat semen dari 0% hingga 20 % serbuk gergaji dari 11,013 % menjadi 16,015 %
Mendefinisikan Pembangunan Perumahan Swadaya Secara Berkelanjutan Tyas, Wido Prananing
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20139

Abstract

Abstract: Self-help housing is the major type of housing in Indonesia; it's reached about 85 % of total housing.  As the importance of self-help housing,  a special attention should be  given to fulfill this basic type of housing,  especially the sustainability aspect of self help housing development. Economic,  social and physical environment are important parameters  for sustainable self-help housing development.Abstrak: Perumahan swadaya menjadi mayoritas bentuk dari bentuk pembangunan perumahan di Indonesia, yaitu mencapai angka 85 %. Mengingat pentingnya perumahan swadaya ini, perhatian akan bentuk perumahan ini perlu ditingkatkan. Aspek ekonomi, sosial dan fisik lingk:mgan menjadi parameter penting perumahan swadaya agar dapat berkelanjutan.  
Mendefinisikan Pembangunan Perumahan Swadaya Secara Berkelanjutan Tyas, Wido Prananing
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20139

Abstract

Abstract: Self-help housing is the major type of housing in Indonesia; it's reached about 85 % of total housing.  As the importance of self-help housing,  a special attention should be  given to fulfill this basic type of housing,  especially the sustainability aspect of self help housing development. Economic,  social and physical environment are important parameters  for sustainable self-help housing development.Abstrak: Perumahan swadaya menjadi mayoritas bentuk dari bentuk pembangunan perumahan di Indonesia, yaitu mencapai angka 85 %. Mengingat pentingnya perumahan swadaya ini, perhatian akan bentuk perumahan ini perlu ditingkatkan. Aspek ekonomi, sosial dan fisik lingk:mgan menjadi parameter penting perumahan swadaya agar dapat berkelanjutan.  
Strategi Pengembangan Yogyakarta Menuju Kota Metropolitan Hariyono, Paulus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20153

Abstract

Abstract: The Globalization of economy and informational technology has positioned the city of Yogyakarta to be swept within the current globalization. The phenomenon is felt stronger when Yogyakarta is crowned as the city of tourism, education, culture, and history. The effect of the twenty-first century's globalization area is marked with the urbanization power of centrifugal strength, which overthrows itself to the outer area of the heart of Yogyakarta City. This effect gestures the need of making an expansion to the city area, although land is limited. To solve this problem, an innovative strategy of building an urban agglomeration for Yogyakarta as a metropolitan city is devised.                       ·  Abstrak: Globalisasi ekonomi dan teknologi informasi mendudukkan Kota Yogyakarta ikut dilanda arus globalisasi. Pengaruh ini semakin kuat dengan predikat Yogyakarta sebagai kota pariwisata, pendidikan, budaya, dan bersejarah. Gejala globalisasi pada abad ke-21 ini ditandai dengan kekuatan urbanisasi yang menyerupai gaya sentrifugal yang melanting keluar pusat kota. Gejala ini mengisyaratkan perlunya perluasan kota. Sementara itu lahan Kota Yogyakarta sangat terbatas. Untuk mengatasi problematika ini, dilakukan terobosan inovatif dengan merancang Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta sebagai kota metropolitan. 

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue