cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
LATAR BELAKANG PERILAKU BERSEPEDA DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Narendra, Alfa
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In late 2009, Conservation Development Team held a working meeting that one of them is related to the concept of campus bike. The result is a program of prioritizing bicycles and pedestrians, as part of Green Transport System Internal Framework. On March 20, 2010 Date of declared conservation campus. In the same year, in 1000 the bike Unnes get grants from the Corporate Social Responsibility 3rd party. From the cordon line survey closed, recorded at least 3,000 motorcycles were on campus at the time sama.Berdasarkan Sekaran other surveys, boundary surveys tiered, has been growing interest in citizen UNNES for cycling and berjalankaki on campus have now UNNES, and on the other , UNNES managers are trying hard to meet the demand ini.Tulisan is trying to focus on the facts obtained from the results of the 2010-2012 survey, and make recommendations based on those facts. Di akhir tahun 2009, Tim Pengembang Konservasi mengadakan rapat kerja yang salah satunya berkenaan dengan konsep sepeda kampus. Hasilnya adalah program pengutamaan sepeda dan pejalan kaki, sebagai bagian dari Kerangkakerja Sistem Transportasi Hijau Internal. Pada Tanggal 20 Maret 2010 di deklarasikan kampus konservasi. Pada tahun yang sama, Unnes mendapatkan hibah 1000 sepeda dari program Corporate Social Responsibility pihak ke 3. Dari survei cordon line tertutup, dicatat setidaknya ada 3000 sepeda motor berada di dalam kampus Sekaran pada saat yang sama.Berdasarkan survei yang lain, survei berjenjang berbatas, sudah tumbuh minat warga unnes untuk bersepeda dan berjalankaki di lingkungan kampus sekaran unnes, dan di sisi lain, pengelola unnes sedang berusaha keras untuk memenuhi permintaan ini.Tulisan ini berusaha fokus pada fakta-fakta yang didapat dari hasil survei dari 2010-2012, dan memberi rekomendasi berdasar fakta-fakta tersebut
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANG JALAN DI KOTA SEMARANG Nugraha, Ferry Yudha
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research is to know the characteristics of street current which includes the speed and volume of the pedestrians at rash hours. This research, which is conducted using video camera, is also to know the characteristics and behaviors of street crossers and drivers, in which also the manual calculation of the volume amount of traffics and street crossers. The result of the research shows that the average normal speed of street crossers on pemuda street is 73,96 m/ minute for male street crossers and 66,93 m/minute for female street crossers. Meanwhile, the average normal speed of combined street crossers is 69,62 m/ minute. On majapahit street, the average normal speed for male street crossers is 74,81 m/ minute: 67.96 m/ minute for female street crossers, and 72,72 m/minute for combined street crossers. During the rush hours, the average speed of street crossers on pemuda street is 63,38 m/ minute for male street crossers: 63,06 m/ minute for female street crossers, and 63,25 m/ minute for combined street crossers. On the other hand, the average speed of street crossers on majapahit street during rust hours is 51,97 m/ minute for male street crossers: 54,11 m/ minute for female street crossers, and 52,53 m/ minute for combined street crossers. If it is being compared, the speed of street crossers during rush hours is lower than the existing normal speed the street crossers behaviors inclines not to use the zebra cross facilities. It’s also shaved that the proportion of street crossers with waiting time is bigger than the proportion of street crossers without waiting time. Besides, the vehicles speed interrupted because of the street crossers and traffics, it is discovered that the need of cross real facilities is different from each street in semarang city. Pemuda street and majapahit street require a cross road facilities with lamp. Meanwhile, on siliwangi street and teuku umar street on require an informal cross road facilities.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus jalan yang mencakup kecepatan dan volume pejalan kaki di jam-jam sibuk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kamera video untuk mengetahui karakteristik dan perilaku penyeberang jalan dan pengemudi, di mana juga perhitungan manual volume dan jumlah penyeberang jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan penyeberang jalan normal di Jalan Pemuda adalah 73,96 m /menit untuk penyeberang jalan laki-laki dan 66,93 m/menit untuk penyeberang jalan perempuan. Sementara itu, rata-rata kecepatan normal jalan gabungan penyeberang jalan adalah 69,62 m/menit. Di Jalan Majapahit, rata-rata kecepatan normal untuk enyeberang jalan laki-laki adalah 74,81 m/menit dan 67,96 m/menit untuk pejalan kaki perempuan serta 72,72 m/menit untuk gabungan penyeberang jalan. Selama jam sibuk, kecepatan rata-rata penyeberang jalan di Jalan Pemuda adalah 63,38 m/menit (penyeberang jalan laki-laki), 63,06 m/menit penyeberang jalan perempuan) dan 63,25 m/menit (gabungan penyeberang jalan). Kecepatan rata-rata penyeberang jalan di Jalan Majapahit selama jam sibuk adalah 51,97 m/menit (penyeberang jalan laki-laki), 54,11 m/menit (penyeberang jalan perempuan) dan 52,53 m/menit (gabungan penyeberang jalan). Jika dibandingkan, kecepatan penyeberang jalan selama jam-jam sibuk lebih rendah daripada jam-jam normal. Perilaku penyeberang condong untuk tidak menggunakan fasilitas zebra cross. Hal ini mengurangi proporsi penyeberang jalan dengan waktu tunggu lebih besar daripada proporsi enyeberang jalan tanpa menunggu waktu. Di samping itu, kecepatan kendaraan menjadi terganggu karena adanya penyeberang jalan dan lalu lintas, hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan fasilitas penyebeangan yang berbeda pada setiap jalan di Kota Semarang. Jalan Pemuda dan Jalan Majapahit memerlukan fasilitas penyeberangan jalan dengan lampu. Sementara itu, di Jalan Siliwangi dan Jalan Teuku Umar memerlukan fasilitas jalan penyeberanan informal.
KAJIAN RUANG TERBUKA TERHADAP INTERAKSI ANTAR PENGHUNI DI PERUMAHAN TEPI KOTA SEMARANG Taveriyanto, Arie; Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target that wish reached in this research are: to find the planning pattern of  housing open spaces in urban fringe area, to study the impacts of open space to social living; and to find the functional factors of open space toward the housing environment.The researcher applied a rationalistic approach which the objects are not detached from the context. Rationalistic based on grand concept that may be as grand theory. The design of rationalistic approach built from the results of previous research, the contextual theories and the expert’s minds.The results of this research: First, the planning pattern of housing open spaces are: (1) located at the centre of site and became the orientation of the houses where placed around it; (2) a part of housing main street; (3) formed in a geometrical pattern (rectangular or triangular pattern); (4) the rectangular pattern used as a playground and the triangular pattern used as a green open space; (5) used cut and fill method to manage the topographical condition. Riset ini memiliki tujuan untuk: menemukan pola perencanaan ruang terbuka perumahan di urban fringe area, mengkaji dampak keberadaan ruang terbuka perumahan terhadap kehidupan sosial penghuninya dan menemukan faktor-faktor pendukung peran ruang terbuka terhadap lingkungan perumahan. Peneliti menggunakan pendekatan rasionalistik yang menuntut sifat holistik, obyek diteliti tanpa dilepaskan dari konteksnya. Rasionalistik bertolak dari konstruksi teori, “grand concept” yang mungkin sudah merupakan “grand theory”. Desain penelitian rasionalistik yang bertolak dari kerangka teori, dibangun dari pemaknaan hasil penelitian terdahulu, teori-teori yang dikenal dan buah pikiran para pakar. Pola perencanaan ruang terbuka di perumahan urban fringe area (daerah pinggir kota) pada umumnya adalah: (1) terletak di tengah area perumahan dan menjadi pusat orientasi bangunan-bangunan (rumah) yang ada di sekelilingnya, sehingga organisasi ruang yang terbentuk adalah organisasi memusat; (2) merupakan bagian dari jaringan jalan utama perumahan; (3) mempunyai bentuk geometris persegi maupun segitiga; (4) bentuk geometris persegi umumnya berfungsi sebagai lapangan olah raga (ruang terbuka berbentuk geometris persegi) dan sebagai ruang terbuka hijau (ruang terbuka berbentuk segitiga); (5) perlakuan terhadap kondisi topografi berkontur dengan pernyesuaian lereng dan perataan lahan menggunakan metode cut and fill.
PROSPEK PUBLIC SPACE PADA KAMPUNG SUSUN SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL, EKONOMI DAN PENGEMBANGAN ILMU DI AREA BANTARAN SUNGAI Mulyandari, Hestin; Bhayusukma, Muhammad Yani
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Commercial buildings in the city of Yogyakarta is growing rapidly and removing settlements outside the city of Yogyakarta. Some settlements reject commercial buildings, besides there is a plan of Ministry of public housing about the proposed location of settlements in the city of Yogyakarta to serve flats to maintain residential land and provide homes for low-income people. This study aims to explore the needs of the needs of the public space for children, adults, and the elderly. This study uses research methods - explorative search were the findings of the survey location, land use policy along the riverbank, and the use of public spaces in the building. RW 07 Jetis Harjo has become one of the targeted land for flats. Components of flats should enter "public space" that is used for public facilities together, and has designed the research team include: corridors, workshops, parking areas (motorcycles, bicycles, tricycles and  angkringan), banquet facilities, warehouses, open space, post of Code information that comes with this famous hawker centers and entertainment stage, childrens playground (out door), where gardening and farming, planting space, business space, drying rooms, creative space including space of music (band). The expectations of the public space of flats can strengthen the social structure of society, by institutional structures and solidarity in society, and understanding the values of a new life in solving the problems of life.Bangunan komersial di Kota Yogyakarta tumbuh dengan pesat dan mendesak permukiman untuk bergeser ke luar ring Kota Yogyakarta. Namun beberapa permukiman menolak dengan tegas alih fungsi lahan tersebut, selain itu terdapat rencana dari Kemenpera tentang usulan lokasi permukiman di Kota Yogyakarta untuk dijadikan Rumah Susun dan/atau Kampung Susun untuk mempertahankan lahan permukiman dan menyediakan rumah tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan ruang bersama agar dapat memenuhi kebutuhan ruang publik untuk anak-anak, dewasa, dan lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian - eksploratif dengan penelusuran temuan-temuan pada hasil survey lokasi, kebijakan pemanfaatan lahan bangunan di bantaran sungai, dan penggunaan ruang-ruang publik dalam bangunan. Wilayah RW 07 Jetis Harjo menjadi salah satu lahan yang dibidik untuk perencanaan kampung susun milik seperti halnya rusunami. Komponen kampung susun harus memasukkan “public space” yang digunakan untuk fasilitas umum bersama, dan sudah dirancang tim peneliti antara lain: selasar/koridor, bengkel kerja, ruang parkir bersama (sepeda motor, sepeda, becak, dan gerobak angkringan), ruang serbaguna, gudang bersama, Ruang Terbuka Hijau (RTH)/ taman tepian Sungai Code, pos informasi wisata yang dilengkapi dengan angkringan pusat jajanan dan panggung hiburan, tempat bermain anak (out door), tempat berkebun dan beternak, ruang bercocok tanam, ruang usaha, ruang jemur bersama, ruang kreasi termasuk ruang bermusik (band). Harapan dari ruang publik kampung susun dapat memperkuat struktur sosial masyarakat, dengan membangun struktur kelembagaan maupun solidaritas di dalam masyarakat, dan memahamkan nilai-nilai kehidupan baru dalam menyelesaikan permasalahan hidup. 
BRESING YANG BAIK UNTUK STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA Taveriyanto, Arie
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On some types of chevron regular, concentric steel frame bresing (OCBF) suffered a major earthquake hazard. A building in North Hollywood, which was chosen for this study, due in January 1994 Northridge earthquake. The danger of this earthquake that underlie the development of bresing shape configuration, in order to obtain good bresing for building earthquake-resistant structures. Bresing of chevron configuration changes to the configuration X 2 floors to avoid instability and plastic joints in the floor beams. Further improvement can be achieved by redesigning bresing and floor beams into a system of weak and strong beams SCBFs. The increase in CSBFs produce this full histeretik good response with inelastic action produces a good response to the action histeristk inelastic bresing produce a ductile, showing the distribution of the ductile, showing the proper distribution of the dangers that are high on the buildingPada beberapa tipe chevron biasa, rangka bresing baja konsentrik (OCBF) menderita bahaya gempa bumi yang besar. Sebuah gedung di Hollywood Utara, yang dipilih untuk studi ini, karena pada bulan Januari 1994 di Northridge terjadi gempa bumi. Adanya bahaya gempa bumi ini yang mendasari pengembangan  bentuk konfigurasi dari bresing, sehingga diperoleh  bresing yang baik untuk struktur gedung yang tahan gempa. Perubahan konfigurasi bresing dari chevron menjadi konfigurasi X 2 lantai dapat menghindari ketidakstabilan dan sendi plastis pada balok lantai. Lebih lanjut perbaikan dapat dicapai dengan mendesain ulang bresing dan balok lantai menjadi sistem lemah dan balok kuat SCBFs. Peningkatan penuh ini pada CSBFs menghasilkan respon histeretik yang baik dengan aksi inelastik menghasilkan respon histeristk yang baik dengan aksi inelastik menghasilkan bresing yang daktail, menunjukkan distribusi yang daktail, menunjukkan ditribusi yang layak dari bahaya yang tinggi pada gedung.
PENGARUH PENGGUNAAN HIGH VOLUME FLY ASH PADA KUAT TEKAN MORTAR Maryoto, Agus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effort of fly ash recycling for masonry work and mortar will give double effects. First reduce Portland Cement usage and negative effect if fly ash is disposed on the open area. The aim of this research is to investigate influences of fly ash in mortar compressive strength and  cost efficiency. Compressive Strength Specimen is cube 50 x 50 x 50 mm and tested at 7 and 28 days. Dosages of fly ash addition are 30%, 40% and 50% for cement replacement. Ratio of  binder (fly ash and cement) and sand are 1:6, 1:8 and 1:10.The results indicated that mortar compressive strength with ratio 1:6 meet the standard for mortar type N and the ratio 1:8 and 1:10 didn’t meet the standard. Mortar, ratio 1:6 with 50% fly ash has cost efficiency 58.030,- or 32% lower than price of non fly ash mortar.Upaya pemanfaatan abu terbang (fly ash) untuk pasangan batu dan plesteran akan mendatangkan efek ganda, yaitu mengurangi penggunaan semen Portland dan sakaligus mereduksi dampak negatif jika bahan sisa ini dibuang begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu terbang (fly ash) terhadap kuat tekan dan efisiensi biaya pada pasangan batu dan plesteran (mortar). Benda uji kaut tekan berbentuk kubus ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada saat mortar berumur 7 dan 28 hari dengan kadar penambahan fly ash sebesar 30 %, 40 % dan 50 %. Perbandingan semen dan pasir yang digunakan adalah 1 : 6, 1 : 8 dan 1:10. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan mortar dengan perbandingan semen dan pasir sebesar 1 : 6 memenuhi kuat tekan standar mortar tipe N. Mortar dengan perbandingan semen : pasir = 1 : 8 dan  1 : 10 tidak memenuhi standar kuat tekan standar mortar tipe N. Mortar dengan perbandingan semen dan pasir = 1 : 6 dengan kadar fly ash 50 % mempunyai efisiensi  biaya Rp 58.030,- atau sekitar 32% dari harga mortar tanpa fly ash.
STUDI TENTANG KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP PEMANFATAAN TROTOAR DI JALAN PROTOKOL KOTA SEMARANG (STUDI KASUS JALAN PANDANARAN SEMARANG) Widodo, Aris
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine how the conditions that support a sense of comfort, convenience and safety (security) track usage by pedestrian walkways in the city, especially in Pandanaran road on Semarang. Data collection methods used in this study is through documentation techniques, questionnaire or questionnaires, and interview techniques (interview). The population is taken in this study is the people (the users of the sidewalk lines) crossing or traveling on foot along Pandanaran road on Semarang. Analysis of test used is an analytical technique used to measure the validity of the items used product moment correlation formula and Alpha Cronbach formula. Rxy prices obtained from the calculation in consultation with the price on the chart product moment r with α = 5%. About as valid if the price rxy> r table, then the item is considered valid questionnaires. To test reliabelitas questionnaire study, the researchers used alpha analysis techniques. From the calculation results trials research instrument, the price obtained reliability grain or R11 = 0.844 with N = 20, while the table r = 0.444 at 5% significance level. Because R11> r table (0.844> 0.444), then the items are declared reliable. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi yang menunjang rasa kenyamanan, kemudahan serta keselamatan (keamanan) penggunaan jalur trotoar oleh para pejalan kaki di dalam Kota Semarang, khususnya di Jalan Pandanaran Semarang.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui teknik dokumentasi, angket atau kuesioner, dan teknik wawancara (interview). Adapun populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah orang-orang (para pengguna jalur trotoar) yang melintas atau menempuh perjalanan dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Pandanaran Semarang. Analisa uji coba yang digunakan adalah teknik analisa yang digunakan untuk mengukur validitas item yakni dipakai rumus korelasi product moment dan rumus Alpha Cronbach.Harga rxy yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan harga r pada tabel product moment dengan α = 5%. Soal dikatakan valid apabila harga  rxy > r tabel, maka item angket dianggap valid. Untuk menguji reliabelitas angket penelitian, maka peneliti menggunakan teknik analisa alpha. Dari hasil perhitungan uji coba instrumen penelitian, diperoleh harga reliabilitas butir atau r11 = 0,844 dengan N = 20, sedangkan r tabel = 0,444 pada taraf signifikasi 5 %. Karena r11> r tabel  (0,844 > 0,444), maka butir soal tersebut  dinyatakan reliabel. 
ANALISA PARKIR PARAGON MALL SEMARANG Handajani, Mudjiastuti; Handayani, Tut Wuri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pull traffic that occurs in complex Paragon Mall affect parking demand in these locations. For that we need research to obtain data - data that is requirsed by way of observations of drivers and parking attendants. The intent and purpose of this paper is to get the amount of traffic traveling tug toward Paragon Mall shopping complex and to determine parking demand at Paragon Mall shopping complex.  Furthermore, based on the data that has been obtained so that data processing is done to obtain the desired result of which the accumulated maximum parking, towing trips, towing traffic, parking demand factors. From the calculation it is known that the maximum accumulation occurs on a Saturday, which is 173 to 295 types of automobiles and vehicle type motorcycle. Pull the whole trip occurred on Sunday at 4.76 people / 100m2 Floor Area Groos. The amount of traffic tug Day on Saturday by 219 smp / hour for this type of car and 108 smp / hour for this type of motorcycle. Thus Paragon Mall has considerable pull the trip and have enough parking area where the number of plots for the car park as many as 260 plots for motorcycle parking and 800 parking plots.  Tarikan lalu lintas yang terjadi pada kompleks Paragon Mall mempengaruhi kebutuhan parkir di lokasi tersebut. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan data – data yang diperlukan yaitu dengan cara pengamatan pengemudi dan petugas parkir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan besarnya tarikan perjalanan lalu lintas yang menuju kompleks pertokoan Paragon Mall dan untuk mengetahui faktor kebutuhan parkir pada kompleks pertokoan Paragon Mall. Berdasarkan data yang telah didapatkan maka dilakukan pengolahan data tersebut untuk mendapatkan hasil yang diinginkan diantaranya akumulasi parkir maksimum, tarikan perjalanan, tarikan lalu lintas, faktor kebutuhan parkir. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa akumulasi maksimum terjadi pada hari Sabtu, yaitu 173 untuk jenis kendaraan mobil dan 295 untuk jenis kendaraan sepeda motor. Tarikan perjalanan orang keseluruhan terbanyak terjadi pada hari Minggu sebesar 4,76 orang/100m2 Groos Floor Area. Besarnya tarikan lalu lintas Harian pada Sabtu sebesar 219 smp/jam untuk jenis mobil dan 108 smp/jam untuk jenis sepeda motor. Dengan demikian Paragon Mall memiliki tarikan perjalanan orang yang cukup dan memiliki lahan parkir yang cukup dimana jumlah petak parkir untuk mobil sebanyak 260 petak parkir dan untuk sepeda motor sebanyak 800 petak parkir. 
KAJIAN KENYAMANAN THERMAL PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL ARSITEKTUR KOLONIAL MODERN (Studi Kasus : Rumah Tinggal Karya Arsitek Liem Bwan Tjie Jl. Dr. Wahidin No. 38 Semarang) Setyohadi KP, RM. Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Residential building located on the street Dr. Wahidin No. 38 Semarang is the architectural artifacts that remain. The building was founded in 1938 by architect Liem Bwan Tjie modern colonial-style architecture. In architectural design, the climate is a major consideration, the climate in a region and a desire to meet the demands of convenience must produce a physical design solution design. "Cimatic design" solving which appeared in response to the study of climate responsive. Climate factors significantly affect the thermal comfort aspect. This research is limited to the thermal comfort performance of quantitative evidence on these residential buildings. From the results of this study concluded: To value (outdoor air temperature) is greater than the 5.97 C ° ET (effective temperature) so that the category was not comfortable, while the value of Ti (air temperature inside the room) <To category of comfort. But the difference is very thin which is cooler Ti 1.18 C °. Relative Humidity (Rh) inside and outside the room is still within normal limits, in accordance with the requirements comfortably significant. Wind velocity (V) inside or outside the room is relatively normal and comfortable categorized.Bangunan rumah tinggal yang terletak di jalan Dr. Wahidin No. 38 Semarang merupakan artefak arsitektur yang masih tersisa. Bangunan ini didirikan pada tahun 1938 oleh arsitek Liem Bwan Tjie yang bergaya arsitektur kolonial modern. Dalam perancangan arsitektur, iklim merupakan bahan pertimbangan utama, iklim di suatu daerah dan keinginan memenuhi tuntutan kenyamanan harus menghasilkan pemecahan perancangan fisik desainnya. Pemecahan – pemecahan ”climatic design” yang muncul sebagai jawaban terhadap kajian responsif iklim. Faktor iklim berpengaruh besar terhadap aspek kenyamanan thermal. Penelitian ini dibatasi hanya pada pembuktian kuantitatif kinerja kenyamanan thermal pada bangunan rumah tinggal tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan : nilai To (suhu udara diluar ruangan) lebih besar 5,97 C° dari batas ET (Efektif Temperatur) sehingga masuk kategori tidak nyaman, sedangkan nilai Ti (suhu udara didalam ruangan) < To kategori nyaman. Tetapi perbedaannya sangat tipis yaitu Ti lebih dingin 1,18 C°. Kelembaban Relatif ( Rh) didalam dan diluar ruangan masih dalam batas normal, sesuai dengan persyaratan signifikan nyaman. Kecepatan angin (V) didalam maupun diluar ruangan relative normal dan dikategorikan nyaman.
ANALISIS KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN CARBON FIBER WRAP Pangestuti, Endah Kanti; Prihanantio, Januar
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase of capacity of reinforced concrete structure flexibility can be conducted by strengthening that structure. This day, new type of materials have been introduced, that is carbon fiber wrap (CFW). This material usually used as shift strength on beam either column. However in this research, CFW is tested as flexibility strength on beam. This research using 4 test objects, one of test object as control beam ( BK ) and the other three objects with different installation variation pattern of CFW, that is the test object is given by a strength as wide as 1/2b along the beam reach ( BCFW- 1/2b ), and than as wide as b ( BCFW – b ) and “U” model ( BCFW – U ). The test result shows that on BCFW –1/2b, the moment capacity ancrease at 72.22%, ductility increase at 119.3% to the control beam. While to the BCFW – b the momen capacity is 91.67%, ductility increase at 233.33%. While on BCFW – U the moment capacity increase only 8.33% and the ductility increase at 7.72%. From this test result, shows that strengthening using CFW that most effective is on the BCFW – 1/2b. Because with the installation of CFW as wide as 1/2b able to increase the moment capacity significantly than the other test object. For BCFW – U, this strength pattern is not suggested because the moment capacity increase insignificantly.Peningkatan kapasitas lentur struktur beton bertulang dapat dilakukan dengan melakukan perkuatan terhadap struktur. Saat ini material jenis baru telah diperkenalkan yaitu carbon fiber wrap (CFW). Material ini biasanya digunakan sebagai perkuatan geser baik pada balok maupun kolom. Namun dalam penelitian ini CFW diujicobakan sebagai perkuatan lentur pada balok. Penelitian ini menggunakan empat buah benda uji, satu benda uji sebagai balok kontrol (BK) dan tiga lainnya sebagai benda uji dengan pola variasi pemasangan CFW yang berbeda, yaitu benda uji diberi perkuatan selebar ½ b sepanjang bentang balok (BCFW-1/2b),kemudian selebar b (BCFW-b) dan model U (BCFW-U). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada BCFW–½ b kapasitas momen naik sebesar 72,22%, daktilitas naik 119,3% terhadap balok kontrol. Sedangkan pada BCFW – b kapasitas momen 91,71%, daktilitas naik 233,33%. Sementara untuk BCFW–U kapasitas  momen  hanya mengalami kenaikan sebesar 8,33% dan daktilitasnya naik 7,72%. Dari hasil pengujian ini ternyata perkuatan dengan CFW yang paling efektif adalah pada BCFW – 1/2b. Karena dengan pemasangan CFW selebar 1/2b mampu meningkatkan kapasitas momen yang cukup signifikan dibandingkan benda uji lainnya. Untuk BCFW–U, pola perkuatan ini tidak disarankan karena peningkatan kapasitas momennya relatif kecil.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue