cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
PERKERASAN CAMPURAN ASPAL BETON (AC- BASE) DENGAN MATERIAL LOKAL KUTAI KARTANEGARA -, Syahrul
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutai Kartanegara has quite large quarry of type C materials estimated about 156.000.000 m3. With total area of the region of only 27.263,10 km2, those materials are quite an amount. Unfortunately, the use of those materials is limited as lightweight structural materials. The purpose of this research is to determine the potency of Tenggarong sand aggregate and Jembayan crushed stone as composites in AC-Base mixture. This research is performed by using volumetric and Marshall characteristics which consist of density, Voids in the Mineral Aggregate (VMA), Voids In The Mix (VITM), Voids Filled With Asphalt (VFWA), stability, flow, and Marshall Quotient as parameters. To determine the resistance of asphalt mixtures cohesiveness, conditioned and unconditioned Indirect Tensile Strength is being used. Three mixture variations are being made to determine the optimum content of asphalt, the index value of immersion or residual strength and the value of Indirect Tensile Strength. Physical data which can be derived from Jembayan crushed stone’s experiments are 26,0 % for physical worn-out 97,0 % for viscosity of asphalt aggregate 2,608 % for specific gravity bulk, and 1,373 % for absorption. Mean while data from Tenggarong sand aggregate’s experiments are 95,12 % for sand equivalent 2,552 % for specific gravity bulk and 1,133 % for absorption. Based on Marshall Test, the optimum content of asphalt for each variation is 5,000 %, 4,700 %, and 4,600 %. The index value of immersion for each variation is 107,88 %, 116,43 % and 112,60 %, while the value of Tensile Strength Ratio as Cement filler are 99,19 %, 96,58 % and 94,52 %. Bahan material di Kutai Kartanegara cukup besar dengan memiliki cadangan galian C yang diperkirakan 156.000.000 m3 pada disebagian wilayah Kutai Kartanegara dengan luas wilayah keseluruhan 27.263,10 km2, akan tetapi pemanfaatannya masih minim dan hanya terbatas sebagai bahan bangunan struktur ringan. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui sifat penggunaan material agregat pasir Tenggarong dan batu pecah Jembayan sebagai campuran AC-Base, terhadap karakteristik volumetrik dan karakteristik Marshall yang terdiri dari parameter – parameter kepadatan (Density), Voids in the Mineral Aggregate (VMA), Voids In The Mix (VITM), Voids Filled With Asphalt (VFWA), stabilitas (Stability), kelelehan (Flow), dan Marshall Quotient (MQ), dan mengetahui ketahanan kohesivitas campuran aspal dengan metode Indirect Tensile Strength (ITS) yang terkondisikan pada keadaan sebenarnya  dan tidak dikondisikan, pada penelitian dibuat tiga macam variasi campuran untuk menentukan dan mengetahui kadar aspal optimum berdasarkan persentase agregat dan kadar aspal yang dipergunakan dengan parameter pengujian Marshall dan mengetahui nilai Indeks Perendaman (IP) atau kekuatan sisa serta nilai Indirect Tensile Strength (ITS). Hasil penelitian batu pecah Jembayan memberikan data sifat fisik keausan 26,0 %, kelekatan agregat terhadap aspal 97,0 %, berat jenis bulk 2,608, penyerapan 1,373 % dan pasir Tenggarong memberikan data sifat fisik sand equivalent 95,12 %, berat jenis bulk 2,552, dan penyerapan 1,133 %, dan hasil pengujian karakteristik Marshall diperoleh kadar aspal optimum dari setiap variasi campuran perkerasan sebesar 5,000 %, 4,700 %, dan 4,600 %, adapun nilai Indeks Perendaman dari setiap variasi sebesar 107,88 %, 116,43 %, dan 112,60 %, serta nilai Tensile Strength Ratio sebesar 99,19 %, 96,58 %, dan 94,52 dengan bahan pengisi Semen.
STUDI PERENCANAAN PENATAAN KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BREBES Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The physical meaning of Brebes Square has decline todays. It is happen because the square elevation is almost same as the elevation of streets arround it, the increasing number of street hawkers and the less arrangement of utilities. For that reasons, the Brebes Square planning and arranging study is needed. The planning methods using continuation, togetherness, conflict minimalization and sustainability basic approachs. The programs are arrangement inside, including increase the elevation up to 75 cm from the streets arround it, create the water absorbtion and drainage, change the pedestrian ways, rearrangement the lamp nodes, increase the plants, arrangement the street hawkers, removing the main flag mast, relocation the statue, to mislay the gate, and increase the utilities. The arrangement outside including increase the elevation of pedestrian ways up to 25 cm from the streets arround it, increase the plants, change the pedestrian ways, increase the utilities and excuse from the advertisement board.Alun-alun Kota Brebes saat ini mengalami kemunduran makna fisiknya, disebabkan ketinggian alun-alun hampir sama dengan jalan disekelilingnya, banyaknya pedagang kaki lima dan kurang tertatanya sarana prasarana yang ada. Untuk itu diperlukan studi perencanaan penataan kawasan Alun-alun Kota Brebes. Metode perencanaan menggunakan pendekatan asas pelestarian, kebersamaan, minimalisasi konflik dan keberlanjutan. Program penataan kawasan alun-alun Kota Brebes meliputi penataan dalam alun-alun yang terdiri dari peninggikan alun-alun menjadi 75 cm dari jalan sekelilingnya, membuat resapan air dan drainase, mengganti trotoar, penataan kembali titik lampu, penambah tanaman, menata pedagang kaki lima, pemindahan tiang bendera utama, merelokasi patung, menghilangkan gerbang alun-alun dan menambah sarana prasarana; penataan luar alun-alun terdiri dari peninggian pedestrian menjadi 25 cm dari jalan sekelilingnya, menambah tanaman, mengganti trotoar, menambah sarana prasarana dan bebas dari papan reklame
PEMANFAATAN APG (AGREGAT PECAHAN GENTENG) ASAL GODEAN SERTA OPTIMASI PROPORSI CAMPURANNYA PADA REKAYASA BETON SUBSTITUSI Harianto MN, Setijadi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It suggested exploiting local materials and waste such as the roof tile fraction as aggregate, known as substitution concrete of roof tile fraction (SPG concrete). This research makes use aggregate of roof tile fraction (APG) from Godean area. Research target is in order to additional economic value for waste of roof tile Godean area. There are defined several groups and variants, which group mean load percentage of substitution of aggregate and usage of Silica Fume, while variant mean load percentage of aggregate faction. There are seven groups, which each consist of three variants, and two group with single variant so that totalize 115 object test. The object tested by the strength compressed at age 28 day, checked a weight set of, also other parameter, and then analyzed. Test result shows that maximum strength compressed, found in group A. Using formula mixture group A=(0,5G+7,5SF) with variant A6-10=(0,38.G-10+0,62.G-20)x0,5G obtained strength compressed = 162,3550 kg/cm2 and weight set of unit BS= 2,0767 kg/cm2. This shows that SPG concrete can serve the structural concrete and categorize of semi light concrete. Also, found that Silica Fume improves strength depress concrete at normal concrete and at SPG concrete.Saat ini dianjurkan untuk memanfaatkan limbah dan bahan lokal misalnya pecahan genteng, sebagai pengganti krikil beton dan dikenal sebagai beton substitusi pecahan genteng (disebut beton SPG). Penelitian beton SPG ini menggunakan agregat pecahan genteng (APG) asal Godean. Tujuan penelitian adalah agar terdapat nilai-2 ekonomis tambahan untuk limbah genteng di daerah Godean. Didefinisikan grup dan varian dengan setiap grup memuat prosentase substitusi agregat dan prosentase pemakaian Silika Fume sedangkan setiap varian memuat prosentase fraksi agregat. Terdapat 7 grup yang masing-2 terbagi dalam 3 varian ditambah 2 grup dengan varian tunggal sehingga total 115 buah benda uji. Seluruhnya diuji kuat tekan pada umur 28 hari, diperiksa berat satuannya, serta parameter-2 lainnya untuk kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton SPG maksimum terjadi di grup A. Menggunakan formula proporsi campuran grup A=(0,5G+ 7,5SF) dengan varian A6-10 = (0,38 fraksi G-10+0,62 fraksi G-20) x 0,5G diperoleh kuat tekan = 162,3550 kg/cm2 dan berat satuan BS = 2,0767 kg/cm2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa beton SPG dapat digunakan sebagai beton struktural dan termasuk kategori beton semi ringan. Juga ditemukan bahwa Silika Fume meningkatkan kuat tekan beton baik pada beton normal maupun beton SPG.
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN SERAT SABUT KELAPA Apriyatno, Henry
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete has a weakness in its tensile strength and easily broken so that the concrete cross-sectional area of capacity planning appeal is not taken into account. The weakness of concrete can be improved by increasing the fiber that has a purpose as concrete reinforcement fibers uniformly. The fiber used is coco fiber length of 8 cm in the composition of 0%, 1%, 1:33%, 2% and 4% of the volume of concrete. Mechanical changes of concrete obtained from concrete test cylinders and pure bending concrete beams measuring 15 cm x 20 cm x 110 cm at the optimum composition of the fiber to the concrete. The results showed the addition of fiber causes the concrete cylinder press capacity was significantly increased by 5.583% as well as the tensile strength of concrete rose by an average of 5.225%. Ductility properties of concrete increased significantly while the modulus of elasticity of concrete is significantly decreased, the bending capacity of the beam used pure bending optimum composition of 1% of the volume of concrete with fiber deployment 12:25 h and 0.5 h obtained the best results with an average increase of 6.65%.Beton memiliki kelemahan pada kuat tarik dan sifat getasnya rendah (mudah putus) sehingga dalam perencanaan kapasitas tampang beton daerah tarik tidak diperhitungkan. Kelemahan beton dapat diperbaiki dengan menambah serat yang memiliki tujuan menulangi beton dengan serat secara uniform. Serat yang dipakai adalah serat sabut kelapa panjang 8 cm pada komposisi 0%,1%,1.33%,2% dan 4%  dari volume beton. Perubahan mekanis beton diperoleh dari uji silinder beton dan balok beton lentur murni berukuran 15 cm x 20 cm x 110 cm pada komposisi optimum serat terhadap beton. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan serat menyebabkan kapasitas tekan silinder beton secara signifikan naik sebesar 5,583%  demikian juga kuat tarik beton naik rata-rata sebesar 5,225%. Sifat daktailitas beton meningkat secara signifikan sedangkan modulus elastisitas beton secara signifikan menurun, kapasitas lentur balok  lentur murni dipakai komposisi optimum 1% serat terhadap volume beton dengan penyebaran 0.25 h dan 0.5 h diperoleh hasil yang paling baik dengan peningkatan rata-rata sebesar 6,65%.. 
EVALUASI RENCANA TINDAKAN DARURAT KEBAKARAN (RTDK) PADA BANGUNAN RUSUNAWA UNNES SEMARANG BERDASARKAN PETUNJUK TEKNIS DAN PERSEPSI MAHASISWA PENGHUNINYA Darmawan, M. Husni; Putra, Bambang Setyohadi Kuswarna; Santoso, Eko Budi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One important thing in supporting Reliability Building to meet safety, is building capabilities in tackling a fire hazard, set out the Fire Emergency Action Plan. Reliability Action Plan Emergency Fire is an important part of the safety aspects of a building, and it can beevaluated on the readiness of the hardware and software as well as a means of supporting the Action Plan Emergency Fire which managed the building. This research is motivated curiosity of how far the readiness of Fire Emergency Action Plan in Rusunawa UNNES and how the response, feedback or ratings by students as inhabitants of the performance systems fire prevention at this Rusunawa UNNES. Based on the results of 96 students, students perceptions of readiness in Fire Emergency Action Plan are as follows.There are 6% found APEF Rusunawa was in the excellent category; 72% found Rusunawa APEF UNNES Semarang was in good categories; 16% found Rusunawa APEF UNNES was in quite-good category and 6% found Rusunawa UNNES APEFwas in not-good category.Suggestions needs for the manager enhance the safety aspects that form the Emergency Action PlanFire, by conducting periodic evaluation of the readiness of the system and the existing equipment.  Salah satu hal penting dalam menunjang Keandalan Bangunan Gedung untuk memenuhi aspek keselamatan, adalah kemampuan bangunan dalam menanggulangi  bahaya kebakaran dengan tersusunnya Rencana Tindak  Darurat Kebakaran.  Keandalan Rencana  Tindak Darurat  Kebakaran merupakan bagian penting dari aspek keselamatan suatu bangunan gedung, dan ini dapat dievaluasi dari kesiapan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) serta sarana pendukung Rencana Tindak Darurat Kebakaran (RTDK) yang di dikelola pada bangunan gedung tersebut.Penelitian ini dilatar belakangi keingintahuan seberapa jauh kesiapan  Rencana Tindak Darurat Kebakaran (RTDK) Pada Rusunawa UNNES serta bagaimana respon, tanggapan atau penilaian oleh para mahasiswa sebagai penghuninya terhadap kinerja (performance) sistem penanggulangan bahaya kebakaran. Berdasarkan hasil penelitian dari 96 mahasiswa, diperoleh keterangan persepsi mahasiswa terhadap kesiapan Rencana Tindak Darurat Kebakaran adalah sebagai berikut : 6% berpendapat bahwa RTDK Rusunawa ini dalam kategori sangat baik;  72% berpendapat bahwa RTDK Rusunawa UNNES Semarang dalam kategori baik; 16% berpendapat bahwa RTDK Rusunawa UNNES ini dalam kategori Cukup baik dan 6% berpendapat bahwa RTDK Rusunawa UNNES ini dalam kategori tidak baik.Saran perlunya pihak pengelola lebih meningkatkan aspek keselamatan yang berupa Rencana Tindak Darurat Kebakaran, dengan mengadakan evaluasi secara berkala terhadap kesiapan sistem maupun peralatan yang ada. 
KEBUTUHAN BAHAN BAKAR MINYAK DARI SIMPANG BANGKONG MENUJU JEMBATAN BANJIR KANAL TIMUR PADA WAKTU PUNCAK PAGI Julianto, Eko Nugroho
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of private vehicles more at certain times, especially at peak hours often results in congestion on some streets in the city of Semarang, congestion causes vehicle operating costs (BOK) and increased travel time for which the value of travel time for each applicable different person or different person. Operational costs consist of the use of road vehicle operating costs (vehicle operating cost) and cost of time (Time value). Both factors were highly correlated with the cost of vehicle speed. Needs fuel to travel the route between the road MT. Haryono to bridge east flood canal on the initial conditions require fuel oil as much as 0.103 liters / smp with a total delay of 65.92 sec / smp for a distance as far as 802 meters and the waking condition requiring fuel oil as much as 0.180 liters / smp with a total delay of 49.76 sec / smp for a distance as far as 2137 meters. Needs fuel to travel the route between Ahmad Yani street to the bridge east flood canal on the initial conditions require fuel oil as much as 0.110 liters / smp with a total delay of 65.83 sec / smp with memempuh distance of 809 meters and the waking condition require materials fuel oil as much as 0.156 liters / smp for a distance of 2101 meters and as far as having no delay.Jumlah kendaraan pribadi yang lebih banyak pada saat‑saat tertentu khususnya pada jam puncak sering mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas jalan di kota Semarang, kemacetan ini menyebabkan biaya operasi kendaraan (BOK) dan waktu perjalanan bertambah dimana nilai untuk waktu perjalanan yang berlaku bagi masing‑masing orang atau pribadi berbeda‑beda. Biaya operasional penggunaan jalan terdiri atas biaya operasi kendaraan (vehicle operating cost) dan biaya waktu (Time value). Kedua faktor biaya tersebut sangat terkait dengan kecepatan kendaraan. Kebutuhan bahan bakar minyak untuk menempuh rute antara jalan MT. Haryono sampai jembatan banjir kanal timur pada kondisi awal memerlukan bahan bakar minyak sebanyak 0,103 liter/smp dengan tundaan total sebesar 65,92 detik/smp untuk menempuh jarak sejauh 802 meter dan pada kondisi terbangun memerlukan bahan bakar minyak sebanyak 0,180 liter/smp dengan tundaan total sebesar 49,76 detik/smp untuk menempuh jarak sejauh 2.137 meter. Kebutuhan bahan bakar minyak untuk menempuh rute antara jalan Ahmad Yani sampai jembatan banjir kanal timur pada kondisi awal memerlukan bahan bakar minyak sebanyak 0,110 liter/smp dengan tundaan total sebesar 65,83 detik/smp dengan memempuh jarak sejauh 809 meter dan pada kondisi terbangun memerlukan bahan bakar minyak sebanyak 0,156 liter/smp untuk menempuh jarak sejauh 2.101 meter dan tidak mengalami tundaan.
KUALITAS BETON DENGAN MEMANFAATKAN BOTTOM ASH LIMBAH BAHAN BAKAR BATU BARA PADA INDUSTRI Irianta, F.X. Gunarsa
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal is used by large industries in Semarang and surroundings, for example Batam Tex, it is textile industry located in Ungaran. It needs coal for fuel  about 40 up to 50 tons per day. The blower of Batam Tex produces ± 2 up to 5 tons fly ash and bottom ash per day. Fly ash contains very smooth aggregate as black powder, and bottom ash contains small aggregate as black sand. Creating new innovation is important to be done. The amount of bottom ash waste needs to be researched and developed. The purpose of the research is to certain concrete straight strength by using bottom ash, with 3 variations of cement conten 280 kg, 300 kg, and 320 kg/m³ concrete. The result is the concrete strainght strength for each mixture and age 7, 14, 28 days are different. For the cement content 280 kg age 7 days the result is 60.12 kg/cm², age 14 days the result is 95.14 kg/cm², and age 28 days the result is 68.36 kg/cm². For the cement content 300 kg age 7 days the result is 62.91 kg/cm², age 14 days the result is 94.88 kg/cm², and age 28 days the result is 97.58 kg/cm². For the cement content 320 kg age 7 days the result is 152.43 kg/cm², age 14 days the result is 181.31 kg/cm², and age 28 days the result is 169.50 kg/cm². From the 3 mixtures, it is proved that the concrete age 28 days has desend straiht strength, so if the concrete is used for construction it needs more consideration.Di Semarang dan sekitarnya banyak terdapat industri-industri besar yang menggunakan bahan bakar batu bara, seperti industri tekstil ‘Batam Tek’ di Ungaran tiap hari membutuhkan batu bara sebagai bahan bakar 40 sampai 50 ton perhari. Dari mesin pembangkit uap (blower) dihasilkan limbah ± 2 sampai 5 ton per hari yang terdiri dari fly ash dan bottom ash. Fly ash berupa butiran sangat halus seperti tepung berwarna hitam, sedang bottom ash berupa butiran kecil-kecil seperti pasir. Penciptaan peluang baru yang kreatif dan inovatif perlu dilakukan, limbah bottom ash yang besar sudah selayaknya perlu dikaji dan dikembangkan. Kajian ini bertujuan menentukan kuat tekan beton menggunakan bottom ash, dengan 3 variasi kadar semen  = 280 kg, 300 kg dan 320 kg untuk tiap m³ beton.  Hasil pengujian bahwa kuat tekan beton bottom ash untuk tiap jenis campuran dan umur 7, 14 dan 28 hari berturut-turut 60.12 kg/cm²; 95.14 kg/cm² dan 68.36 kg/cm² untuk kadar semen 280 kg/m³ beton, 62.91 kg/cm²; 94.88 kg/cm² dan 97.58 kg/cm² untuk kadar semen 300 kg/m³ beton, 152.43 kg/cm²; 181.31 kg/cm² dan 169.50 kg/cm² untuk kadar semen 320 kg/m³ beton. Dari ketiga jenis campuran tersebut ternyata kuat tekan umur 28 hari mengalami penurunan, maka perlu dipertimbangkan bila beton dipakai untuk konstruksi.
ANALISIS DEFORMASI DUA DIMENSI PADA RAFT FOOTING DI ATAS TANAH LUNAK AKIBAT BEBAN BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Irdhiani, .
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main problem in design of building structure on soft soil is very big degradation. One of the alternative to reduce the degradation is to reduce the building weight by using lighter materials both for the upper structure and under structure on hoard. In this problem, light material of styrofoam is used as concrete mixture and as filler subtance for hoard. The percentage of styrofoam to concrete used in this research are 40 %, 60 %, 80 % and 100 % of the mix concrete. The deformation pattern due to the building weight is analized using Plaxis software version 7.0 with modeling of Mohr-Coulomb soil on three conditions of soil water face, that are water face deeply located, in base of raft footing, and in ground surface. The result of this research shows the higher building total weight, the higher vertical and horisontal transferring. For 100% styrofoam arise contrarily vertical transferring with the other hoard because of building total weight is smaller than the weight of dig ground in 2.45 meter depth.Permasalahan utama dalam perancangan struktur bangunan di atas tanah lunak adalah penurunan yang cukup besar. Salah satu alternatif untuk mereduksi penurunan yang terjadi yaitu mereduksi berat bangunan, antara lain menggunakan material yang lebih ringan baik pada struktur bagian atas maupun pada timbunan. Dalam masalah ini, material ringan yang digunakan adalah styrofoam yang digunakan sebagai campuran beton maupun sebagai bahan pengisi untuk timbunan. Penelitian ini menggunakan beton styrofoam dengan persentase styrofoam 40 %, 60 %, 80 % dan 100 % dari campuran beton. Pola deformasi akibat berat bangunan tersebut dianalisis menggunakan software Plaxis versi 7,0 dengan pemodelan tanah Mohr-Coulomb pada tiga kondisi muka air tanah yaitu muka air terletak sangat dalam, di dasar fondasi tipe raft footing dan di permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar total berat bangunan maka semakin besar perpindahan vertikal dan horisontal yang terjadi. Untuk beton styrofoam dengan persentase styrofoam 100% terjadi perpindahan vertikal yang berlawanan arah dengan bahan timbunan lainnya yang disebabkan total berat bangunannya lebih kecil daripada berat tanah galian sedalam 2,45 meter.
EVALUASI KEANDALAN BANGUNAN RUSUNAWA UNNES DITINJAU DARI PERSEPSI MAHASISWA YANG MENGHUNINYA -, Diharto; Nugroho, Ristya Mulia
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nature of this evaluation on building of Rusunawa (student flats) Unnes based on a desire to know the extent to which perceptions of the occupants of the building Rusunawa about Reliability of  Rusunawa. The reliability of this building include requirements for safety, health, comfort, and convenience. Safety aspects include: building structure, building capacity of Rusunawa against fire and building capabilities of Rusunawa the dangers of lightning and electrical hazards. Health aspects include: ventilation systems, lighting systems, water supply systems and sanitation, use of building materials. Comfort aspects include: the space in the building, the condition of the air in the room, the view, the level of vibration and noise. Aspects include the ease of convenience to the relationship, from, and within the building. The research objective was to determine the reliability of building Rusunawa UNNES based on student perceptions that inhabit Rusunawa. This study uses descriptive quantitative approach. In this study there are two variables: the independent variable and the dependent variable. The independent variable is the students perceptions of residents, while the dependent variable is the reliability of the building. Data analysis using descriptive analysis percentage. Reliability buildings Rusunawa UNNES included in both categories with a percentage of 78.44%. With the results of research on every aspect of the building itself is Reliability: (a) the safety aspect = 75.56%, (b) health aspect = 80.87%; (c) Aspects of comfort = 76.82%; (d) Aspects ease = 77.71%.Latar belakang evaluasi pada bangunan Rusunawa Unnes didasari pada keinginan untuk mengetahui sejauh mana persepsi dari penghuni Rusunawa tentang Keandalan dari bangunan Rusunawa. Keandalan dari bangunan ini meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan. Aspek keselamatan meliputi: struktur bangunan gedung, kemampuan bangunan Rusunawa terhadap bahaya kebakaran dan kemampuan bangunan Rusunawa terhadap bahaya petir dan bahaya kelistrikan. Aspek kesehatan meliputi: sistem penghawaan, sistem pencahayaan, sistem air bersih dan sanitasi, penggunaan bahan bangunan. Aspek kenyamanan meliputi: ruang gerak dalam bangunan gedung, kondisi udara dalam ruang, pandangan, tingkat getaran dan kebisingan. Aspek kemudahan meliputi kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keandalan bangunan Rusunawa UNNES berdasarkan persepsi mahasiswa yang menghuni Rusunawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah persepsi mahasiswa penghuni, sedangkan variabel terikat adalah keandalan bangunan. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif persentasi. Keandalan bangunan Rusunawa UNNES termasuk dalam kategori baik dengan persentasi sebesar 78,44%. Dengan hasil penelitian terhadap setiap aspek Keandalan bangunan sendiri adalah: (a) Aspek keselamatan = 75,56%; (b) Aspek kesehatan =  80,87%; (c) Aspek kenyamanan = 76,82%; (d) Aspek kemudahan = 77,71%.
ANALISIS KENAIKAN TEKANAN AIR PORI CLEAN SAND MENGGUNAKAN METODE CYCLIC SHEAR-STRAIN CONTROLLED Kusumawardani, Rini; ., Lashari; Nugroho, Untoro; Cahyo A, Hanggoro Tri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefaction phenomenon could be analysed using strain-controlled loading method where informations about sands pore water pressure build-up were presented. Maintaining small deformation values whenever the soil was subjected to cyclic loading, this non-destructive method presents clearly the information about the increasing sands pore water pressure. It is concluded that liquefaction occurs whenever the pore water pressure reaches the same value with the soil effective stress (σ3’). Strain-controlled loading method introduces a fundamental parameter for undrained cyclic loading tests on fully saturated sands: shear strain treshhold (γt). This parameter divides the pore water pressure into two distinct zones, namely the constant pore water pressure and the increasing one. When cyclic shear strain amplitude (γ) is set up lesser than γt then pore water pressure stays constant. Contrastly, a larger set up of γ than γt results the increasing pore water pressure. Laboratory test on clean sand using relative density (Dr) 25%, 60 % and 80%, with effective pressure σ3’ = 100 kPa and frequency (f) applied 0.05 Hz and 0.1 Hz,  shows that γt = 1,5. 10-2  %. Whilst other test using Dr = 60% and f = 0.1 Hz confirms that γt = 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Last test using Dr = 60% and f = 0.05 Hz reveals γt = 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) and γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).Fenomena likuifaksi dapat dianalisis menggunakan metode strain-controlled loading method. Metode ini merupakan metode non destruktif pada benda uji yang dapat menyajikan seluruh informasi kenaikan tekanan air pori secara lengkap. Metode ini dilakukan dengan cara mempertahankan nilai small deformation ketika diterapkan pembebanan secara siklis. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa likuifaksi terjadi ketika tekanan air pori mencapai nilai sebanding tekanan efektif tanah (σ3’). Metode ini menghasilkan parameter cyclic shear strain treshhold (γt). Parameter ini membagi grafik tekanan air pori menjadi dua zona yaitu zona konstan dan zona kenaikan tekanan air pori. Ketika amplitudo cyclic shear strain (γε) lebih rendah dari γt maka tidak akan ditemui kenaikan tekanan air pori. Tetapi sebaliknya jika γε > γt maka akan muncul kenaikan tekanan air pori. Berdasarkan hasil pengujian pada pasir murni dengan kepadatan relatif (Dr) sebesar 25%, 60% dan 80% dengan penerapan tekanan kekang sel σ3’ = 100 kPa dan frekuensi pembebanan (f) = 0.05 Hz dan 0,1 Hz tampak bahwa nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %. Uji lain dengan menggunakan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.1 Hz menghasilkan nilai γt sebesar 1,5. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 5. 10-2  % (σ3’ = 200kPa). Serta pengujian dengan kondisi batas Dr = 60% dan f = 0.05 Hz menunjukan hasil  γt sebesar 1,2. 10-2  %  (50 ≤ σ3’ (kPa) ≤ 100) dan γt = 2. 10-2  % (σ3’ = 200kPa).

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue