cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
Analisa Distribusi Curah Hujan di Area Merapi Menggunakan Metode Aritmatika Dan Poligon -, Lashari -; Kusumawardani, Rini -; Prakasa, Ferdian -
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Watershed (DAS) at the peak of Merapi is very interesting to examine in case of  the relation with debris flow due to vomit material from Mount Merapi. In this article reveals the pattern of rainfall distribution, the difference in precipitation every month, rainfall for the period of 5 years, 10 years, 25 years, and 50 years in the area of Merapi and its effect on the behavior of a watershed in the Merapi area. In this study, the rainfall data validity test was conducted by RAPS (rescaled Adjusted Partial Sums). Analysis of the region rain is calculated using arithmetic method or average Algebra and Thiessen Polygon. While Gumbel Distribution, Normal Distribution, Log-Normal Distribution and Distribution Log-Pearson III was used to analyze the pattern of rainfall distribution. Furthermore, to determine the appropriate distribution patterns were analyzed using the chi-squared test and test-Kolmogorof Smirnov. Calculate the intensity of rainfall at a specific time duration using the formula Mononobe. Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di puncak merapi sangat menarik untuk diteliti mengenai keterkaitannya dengan fenomena debris flow material akibat muntahan dari gunung Merapi. Pada artikel ini mengungkapkan mengenai pola distribusi curah hujan, perbedaan curah hujan setiap bulan, curah hujan untuk periode ulang 5 tahunan, 10 tahunan, 25 tahunan, dan 50 tahunan di Area Merapi dan pengaruhya terhadap perilaku DAS di area Merapi. Dalam penelitian ini uji kevalidan data hujan dilakukan dengan metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Analisis hujan wilayah dihitung menggunakan Metode Aritmatika atau Rata-rata Aljabar dan Poligon Thiessen. Sedangkan Distribusi Gumbel, Distribusi Normal, Distribusi Log-Normal, dan Distribusi Log-Pearson III digunakan untuk menganalisis pola distribusi curah hujan. Selanjutnya untuk mengetahui pola distribusi yang sesuai dianalisa menggunakan Uji Chi Kuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorof. Menghitung intensitas hujan pada durasi waktu tertentu menggunakan rumus Mononobe.
KARAKTERISTIK INFRASTRUKTUR RUMAH SUSUN DI KOTA YOGYAKARTA Kajian Terhadap Kenyamanan Penggunaan Infrastruktur Bangunan Mulyandari, Hestin; Pamungkas, Luhur Sapto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastructure of flats is an important of building, that researchers would analyzed of flats infrastructure existing in the city of Yogyakarta, such as flat of Juminahan, Cokrodirjan and Rogoyudan. This study aims to analyze the infrastructure of three public apartments in Yogyakarta, based on the advantages and disadvantages of physical discomfort and un-safety of public apartment’s users. The analysis resulted some conclusions, such as (1) the material of infrastructure access to the building is adequate, but has dangerous ramp, (2) water infrastructure is adequate, (3) pipe of sewage  is leaking, there are no sewage treatment, (4) Electrical Infrastructure is not good because the location of the electrical panel located on the outside of the building so prone to damage and the electricity network funneled into the building through the shaft and with the cable tray distributed throughout the room, (5) Condition of Fire Protections are much damaged, (6) The symbols of evacuation route path is incomplete, (7) Infrastructure of garbage disposal is not managed properly so that uncomfortable, (8) Lightning rod is adequate. Advantages and disadvantages of such infrastructure of public apartment may effect the users comfort, and this research will be useful for the next infrastructure planning. Kebutuhan Infrastruktur bangunan rumah susun menjadi hal penting. Sebelum merencanakan inovasi infrastruktur rumah susun di Kotamadya Yogyakarta, peneliti menganalisa kondisi eksisting infrastruktur dari tiga rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Yogyakarta, yaitu dari karakteristik infrastruktur di Rusunawa Juminahan, Cokrodirjan dan Rogoyudan. Penelitian ini bertujuan menganalisa infrastruktur tiga rusunawa di Kotamadya Yogyakarta menurut keunggulan dan kelemahan fisik, ketidaknyamanan dan ketidakamanan pengguna rusunawa. Hasil analisa infrastruktur dari tiga rusunawa tersebut yaitu (1) material akses ke bangunan memadai, dan kemiringan ramp curam, (2) infrastruktur air bersih memadai, (3) infrastruktur air kotor, banyak pipa yang bocor, tidak terdapat pengolaha limbah, (4) Infrastruktur elektrikal tidak memadai karena letak panel listrik terdapat di luar bangunan sehingga rawan dengan kerusakan, (5) Kondisi sistem penanggulangan bahaya kebakaran banyak yang rusak, peralatannya hilang, (6) Jalur evakuasi tidak memadai karena simbol jalur evakuasinya tidak lengkap, (7) Infrastruktur persampahan shaft sampah dan penampungan sampah tidak dikelola dengan baik sehingga sampah berceceran dan menimbulkan bau yang tidak nyaman, (8) Penangkal petir cukup memadai sehingga bangunan aman terhadap petir. Analisa karakteristik tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni rusunawa, dan dapat digunakan pada perencanaan infrastruktur rumah susun yang akan datang.
PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI HIJAU KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEBAGAI PENDUKUNG MOBILITAS CIVITAS AKADEMIKA Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campus environment is an important public place where many people move for a full day. One of the main supporters of the movement of people and goods is an effective and efficient transportation. Internal Transport, Infrastructure and Mobility become important in the framework to determine the performance of an internal transport system and its implementation in the field. Some aspects related to the study include three aspects, namely: (1) internal transport system of governance; (2) internal transportation infrastructure, and (3) the movement of the user. The purpose of this study was to: (1) Develop supporting infrastructure green transportation program; (2) Develop environmental health Unnes optimal campus; (3) Develop a green transportation system that supports mobility Unnes academic community; and (4) Develop a green transportation system that supports the academic community Unnes performance. This study will be conducted by the research design and development (research and development / R and D) with a qualitative approach. This approach makes it very appropriate because it relates to the general purpose of the research: (1) Develop infrastructure supporting green transportation program; (2) Develop environmental health Unnes optimal campus; (3) Develop a green transportation system that supports mobility Unnes academic community; (4) Develop a green transportation system that supports the academic community Unnes performance. Based on the identification of conditions in the field, the internal transport system in Campus Unnes have now been partially implemented in the form of physical elements, namely Campus Unnes internal transport infrastructure, transportation and system settings. Although it has been available, facilities and infrastructure are still not optimal in supporting the movement and the academic community as a user convenience. Comfort academic community and environmental health is also affected by the level of pollutants present in the campus area.Lingkungan kampus merupakan tempat publik yang penting di mana banyak orang beraktivitas selama sehari penuh. Salah satu pendukung utama dari pergerakan manusia dan barang adalah transportasi yang efektif dan efisien. Transportasi Internal, Infrastruktur dan Mobilitas menjadi hal penting dalam kerangka untuk mengetahui kinerja sebuah sistem transportasi internal dan implementasinya di lapangan. Beberapa hal yang terkait dengan kajian meliputi tiga aspek yaitu: (1) sistem tata kelola transportasi internal; (2) sarana prasarana transportasi internal dan (3) pergerakan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2) Mengembangkan kesehatan lingkungan kampus Unnes yang optimal; (3) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung mobilitas civitas akademika Unnes; dan (4) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung kinerja civitas akademika Unnes. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan desain riset dan pengembangan (research and development/ R and D) dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipandang sangat tepat karena berkaitan dengan tujuan umum penelitian yaitu: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2) Mengembangkan kesehatan lingkungan kampus Unnes yang optimal; (3) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung mobilitas civitas akademika Unnes; (4) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung kinerja civitas akademika Unnes. Berdasarkan identifikasi kondisi di lapangan, sistem transportasi internal Kampus Unnes di Sekaran sebagian telah terimplementasi dalam bentuk elemen-elemen fisik, yaitu infrastruktur transportasi internal Kampus Unnes, sarana transportasi dan sistem pengaturannya. Meski telah tersedia, sarana dan infrastruktur masih belum optimal dalam mendukung pergerakan dan kenyamanan civitas akademika sebagai pengguna. Kenyamanan civitas akademika dan kesehatan lingkungan juga dipengaruhi oleh tingkat polutan yang ada dalam kawasan kampus.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PEMBAKARAN AMPAS TEBU PADA PAVING TERHADAP JENIS SEMEN PPC DAN PCC Pangestuti, Endah Kanti
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The combustion of bagasse is a by-product of cane sugar manufacturing process. The combustion of bagasse are made from bagasse is burned as a fuel in heating process sugar cane. Combustion is then precipitated in water, precipitated this is called bagasse combustion. The research done by the use of The combustion of bagasse as a filler in the manufacture of paving. The purpose of research to find the magnitude of the compressive strength and water absorption of paving the addition of The combustion of bagasse. Research methods using experimental methods.Specimens used in the form of block paving with size 6 cm thick, 10 cm wide and 20 cm long made from Muntilan sand, cement PPC and PCC types, and The combustion of bagasse of  PTPN IX Rendeng Kudus. Variations in the specimen with the volume of sand to The combustion of bagasse substitution of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40%, respectively amounting to 5 specimen behavior for PPC and PCC types of cement. FAS is used by 0.2. Compressive strength test results with substitution of 0%, 10% 20%, 30% and 40% at 28 days with PPC type of cement, respectively for 184.76 Kg/cm2; 164.46 Kg/cm2; 149.23 Kg/cm2;Kg/cm2 118.78, and 101.52 Kg/cm2, and Paving water absorption test results in a row by 6.35%, 8.57%, 9.41%, 10.21% and 10.33%. Compressive strength test results with substitution of 0%, 10% 20%, 30% and 40% at 28 days with PCC type of cement, respectively for 173,60kg/cm2; 162,43kg/cm2; 150,25 kg/cm2; 139,08 kg/cm2; 108,62kg/cm2, and Paving water absorption test results in a row by 7,90%; 8,93 %; 9,36%; 10,75%.  So The combustion of bagasse are taken from PTPN IX PG Rendeng Kudus, can be used as a filler in the manufacture of cement type paving with PPC or PCC .  Limbah pembakaran ampas tebu adalah hasil samping dari proses pembuatan gula tebu yang terbuat dari ampas tebu yang dibakar sebagai bahan bakar dalam proses pemanasan nira tebu. Limbah pembakaran tersebut kemudian diendapkan dalam air, hasil endapan inilah yang dinamakan limbah pembakaran ampas tebu. Pemanfaatannya digunakan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan paving. Tujuan penelitian untuk mencari kuat tekan dan besarnya penyerapan air pada paving. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Benda uji yang digunakan berupa paving block dengan ukuran tebal 6 cm, lebar 10 cm dan panjang 20 cm yang dibuat dari pasir muntilan, semen jenis PPC dan PCC serta limbah pembakaran ampas tebu dari PTPN IX PG Rendeng Kudus. Variasi benda uji dengan subtitusi Limbah pembakaran ampas tebu terhadap volume pasir sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, masing-masing perilaku berjumlah 5 benda uji dari tipe semen PPC dan PCC. FAS yang digunakan sebesar 0,2. Hasil uji kuat tekan paving dengan tipe semen PPC dengan penambahan limbah ampas tebu sebesar 0%, 10% 20%, 30% dan 40% pada umur 28 hari berturut-turut sebesar 184,76 Kg/cm2; 164,46 Kg/cm2; 149,23 Kg/cm2; 118,78 Kg/cm2; dan 101,52 Kg/cm2, dan hasil uji penyerapan air paving berturut-turut sebesar 6,35%; 8,57%; 9,41%; 10,21%; dan 10,33%. Sedangka hasil uji kuat tekan paving dengan tipe semen PCC dengan penambahan limbah ampas tebu sebesar 0%, 10% 20%, 30% dan 40% pada umur 28 hari berturut-turut sebesar 173,60kg/cm2; 162,43kg/cm2; 150,25 kg/cm2; 139,08 kg/cm2; 108,62kg/cm2, dan hasil uji penyerapan air bertutut-turut sebesar 7,90%; 8,93 %; 9,36%; 10,75%. Jadi SPAT yang diambil dari PTPN IX PG Rendeng Kudus, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi dalam proses pembuatan paving dengan semen jenis PPC dan PCC karena tidak ada perbedaan yang signifikan dari hasil ujinya. 
Kajian Tingkat Kerentanan Bencana Kekeringan Pertanian Di Kabupaten Demak Adam, Khalid -; Rudiarto, Iwan -
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demak regency is located in Central Java province is one of the districts affected by drought (BPBDs, 2015). Whereas Demak district was ranked as the fourth as an agricultural producer in Central Java province. In Law No. 26 In 2007, Demak included in the national strategic area (Kedungsepur), so it needs to be handled more in drought-related disaster. To handling disasters, it can be evaluated from the value of disaster vulnerability. The purpose of this study was to conduct an assessment of the level of vulnerability to drought in Demak. This study uses three main variables, exposure, sensitivity and adaptive capacity. Based on the analysis the majority of the area is classified as a less vulnerable area of 57%, and there are only 28% who fall into the category of extremely vulnerable. The number of regions included in the classification are less prone to conclude that Demak less vulnerable to drought.Kabupaten Demak yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu kabupaten yang terkena dampak bencana kekeringan (BPBD, 2015). Padahal Kabupaten Demak masuk dalam peringkat keempat sebagai penghasil pertanian di Provinsi Jawa Tengah. Dalam UU No. 26 Tahun 2007, Kabupaten Demak masuk dalam kawasan strategis nasional (Kedungsepur), sehingga perlu adanya penanganan yang lebih terkait kebencanaan khususnya bencana kekeringan. Untuk melakukan penanganan terhadap bencana, dapat dengan melihat nilai dari kerentanan bencana pada wilayah terebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengkajian terhadap tingkat kerentanan bencana kekeringan pada Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan tiga variabel utama yaitu keterpaparan, sensitivitas dan kapasitas adaptasi. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa mayoritas wilayah masuk dalam klasifikasi kurang rentan seluas 57%, dan hanya terdapat 28% yang masuk dalam kategori sangat rentan. Banyaknya wilayah yang masuk dalam klasifikasi kurang rentan menyimpulkan bahwa Kabupaten Demak kurang rentan akan bencana kekeringan. 
ANALISIS KESEDIAAN MASYARAKAT UNTUK MEMBAYAR (Willingness to Pay) BIAYA PENGADAAN AIR BERSIH (PDAM) DI KOTA PEKANBARU Sandhyavitri, Ari; Putri, Nessa Riana; Fauzi, Manyuk; Sitikno, Sigit
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper investigated how much the publics willingness to pay (WTP) for the cost of public water supply services (PDAM) in Pekanbaru City. This research also projected how much urban water demand of this city for period of 2014-2032. This study divided samples into two categories, namely (i) middle and high income society, and (ii) low income one. These categories were based on the type of house ownership, and the percentage of low income family in this city This research obtained two main factors affected to the WTP for public water services (Y), such as; (i) the number of family members (X1), and (ii) the amount of family income (X2). The equation formula of Y = -677.816 + 12934.502 X1 + 0.012 X2. The average public’s willingness to connect to PDAM for the middle and high income society was 62.13% and for the lower class was 44.44%.There was a trend that the middle and high incomes society’s water demand was relatively higher than that the lower one.  The amount of water tariffs for middle and high income class society was at the average of Rp.6.615 / m3, and Rp.4.971/m3 for the lower income one. This tariff was higher than the average tariff in 2014 (Rp. 3,300 / m3). The water supply capacity in 2014 was estimated to 620 l/sec, and it was projected that water demand in 2032 will increase to 3,946 l/sec (three folds). Tulisan ini meneliti berapa besar keinginan masyarakat untuk membayar biaya pelayanan pengadaan air bersih (PDAM) di Kota Pekanbaru dan membuat proyeksi kebutuhan air bersih Kota Pekanbaru 2014-2032. Sampel calon pelanggan air bersih dalam penelitian ini dibagi atas dua kategori, yaitu (i) masyarakat kelas menengah keatas, dan (ii) kelas menengah kebawah. Penelitian ini mengidentifikasi dua faktor utama yang mepengaruhi keinginan masyarakat menengah ke atas membayar pelayanan air bersih PDAM (Y), yaitu; (i) jumlah anggota keluarga (X1), dan (ii) besarnya pendapatan keluarga (X2), dengan formula Y= -677,816 + 12934,502 X1 + 0,012 X2. Keinginan untuk menyambung pada masyarakat menengah keatas sebesar 62,13% dan di kelas menengah kebawah adalah 44,44%. Besarnya tarif air bersih yang diinginkan masyarakat menengah keatas Rp.6.615/m3 dan Rp.4.971/m3 untuk kelas menengah kebawah.Tarif ini lebih tinggi dari rata-rata tarif PDAM pada tahun 2014 yaitu Rp. 3.300/m3.Kapasitas pasokan PDAM air pada tahun 2014 adalah 620 l/detik, namun diproyeksikan kebutuhan air bersih meningkat menjadi 3.946 ll / detik untuk tahun 2032.
PENGARUH RONGGA PADA DINDING BATAKO TERHADAP SUHU RUANG DALAM Hilmy, Mochamad; -, Indrayadi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building is one of the basic human needs , especially for residential functions . In the era around 1980 , indonesia introduced in building materials which is expected to help to meet the basic human needs , namely brick . The building block is relatively lightweight building materials by providing a cavity in the middle , so as to reduce the overall development costs . Indonesia has a humid tropical climate makes the air temperature is high enough . This affects the thermal comfort in the building space . The use of brick walls have due to rising air temperature in the chamber that surrounds mainly in the afternoon until evening . The hypothesis that emerges is the presence of cavities in the walls of the thermal store and increase the temperature in the room . This study will be conducted with the prototype measurements to obtain the data and analysis to obtain the ideal composition . The independent variable in this study is the treatment of cavities in the wall -forming material , while the permanent variable is the temperature in the room . This assessment matches that  brick solid is able to get a lower air temperature in the room in comparison to normal brick.Bangunan gedung merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, terutama untuk fungsi hunian. Pada era sekitar tahun 1980, di indonesia diperkenalkan bahan bangunan yang diharapkan dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tersebut, yaitu batako. Batako tersebut merupakan bahan bangunan yang relatif ringan dengan memberikan rongga di tengahnya, sehingga dapat mengurangi biaya pembangunan secara keseluruhan. Indonesia yang memiliki iklim tropis lembab menjadikan suhu udara cukup tinggi. Hal tersebut mempengaruhi kenyamanan termal ruang dalam bangunan. Penggunaan dinding batako memiliki akibat meningkatnya suhu udara di dalam ruang yang dikelilinginya terutama pada sore hingga malam hari. Hipotesis yang muncul adalah keberadaan rongga di dalam dinding menyimpan termal dan meningkatkan  temperatur ruang dalam. Kajian ini akan dilakukan dengan pengukuran prototipe untuk mendapatkan data dan dilakukan analisa untuk mendapatkan komposisi yang ideal. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perlakuan terhadap rongga di dalam material pembentuk dinding, sedangkan variabel tetapnya adalah temperatur ruang dalam. Pengkajian ini mendapatkan hasil bahwa material batako yang solid mampu mendapatkan temperatur udara lebih rendah di ruang dalam dibandingkan batako normal.
KOMPETENSI ARSITEK DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA KOTA HIJAU Sudarwani, Margareta Maria; Ekaputra, Yohanes Dicky
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Pembangunan Kota Semarang tanpa disadari, telah membawa dampak terhadap perubahan penggunaan fungsi lahan dan eksploitasi terhadap sumber daya alam. Tanpa disadari, kemajuan sosial ekonomi dan tekanan penduduk yang menuntut penanganan kawasan kota secara menyeluruh dan terpadu menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara tekanan penduduk dan sumber daya alam yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. Pertumbuhan wilayah perkotaan berimplikasi pada menurunnya kualitas lingkungan (degradasi lingkungan). Hal ini disebabkan perkembangan wilayah kota yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk serta meningkatnya lahan terbangun untuk pemenuhan lahan fasilitas dan fungsi-fungsi perkotaan berakibat pada berkurangnya ruang terbuka (non terbangun), meningkatnya suhu lingkungan, meningkatnya tingkat kebisingan, meningkatnya run off (limpasan air) hujan, serta meningkatnya dampak polusi lainnya. Pembangunan yang memasukkan unsur lingkungan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup sebagai suatu strategi Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development), bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan pembangunan dengan tetap menjaga kualitas sumber daya alam dan untuk mendayagunakan seluruh potensi sumber daya alam yang ada guna mencukupi kebutuhan pembangunan dan aktivitas kehidupan ekonomi masyarakat sebatas kemampuan dan daya tampungnya dalam kerangka pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari penataan ruang kota perlu ditetapkan keberadaannya secara serius, direncanakan secara menyeluruh dan diperkuat dengan peraturan yang tegas untuk memperjelas status hukumnya. Dengan demikian pengembangan dan pengelolannya lebih terarah serta dapat menghindari perubahan fungsi Ruang Terbuka Hijau menjadi fungsi lainnya, dan mengupayakan terciptanya Kota Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Publik di kawasan perkotaan.
PEMILIHAN DISTRIBUSI PROBABILITAS PADA ANALISA HUJAN DENGAN METODE GOODNESS OF FIT TEST Upomo, Togani Cahyadi; Kusumawardani, Rini
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rainfall event is a stochastic process, so to explain and analyze this processes the probability theory and frequency analysisare used. There are four types of probability distributions.They are normal, log normal, log Pearson III and Gumbel. To find the best probabilities distribution, it will used goodness of fit test. The tests consist of chi-square and smirnov-kolmogorov. Results of the chi-square test for normal distribution, log normal and log Pearson III was 0.200, while for the Gumbel distribution was 2.333. Results of Smirnov Kolmogorov test for normal distribution D = 0.1554, log-normal distribution D = 0.1103, log Pearson III distribution D = 0.1177 and Gumbel distribution D = 0.095. All of the distribution can be accepted with a confidence level of 95%, but the best distribution is log normal distribution. Kejadian hujan merupakan proses stokastik, sehingga untuk keperluan analisa dan menjelaskan proses stokastik tersebut digunakan teori probabilitas dan analisa frekuensi. Terdapat empat jenis distribusi probabilitas yaitu distribusi normal, log normal, log pearson III dan gumbel. Untuk mencari distribusi probabilitas terbaik maka akan digunakan pengujian metode goodness of fit test. Pengujian tersebut meliputi uji chi-kuadrat dan uji smirnov kolmogorov. Hasil pengujian chi kuadrat untuk distribusi normal, log normal dan log pearson III adalah 0.200, sedangkan untuk distribusi gumbel 2.333. Hasil pengujian smirnov kolmogorov untuk distribusi normal dengan nilai D = 0.1554, distribusi log normal dengan nilai D = 0.1103, distribusi log pearson III dengan nilai D = 0.1177 dan distribusi gumbel dengan nilai D = 0.095. Seluruh distribusi dapat diterima dengan tingkat kepercayaan 95%, tetapi distribusi terbaik adalah distribusi log normal.
REDIFINISI BESARAN KERJA, DAYA, DAN ENERGI SEBAGAI BESARAN VEKTOR Utomo, Karuniadi Satrijo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now, work, power, and energy were defined as physical and engineering quantities that only to be use as scalar quantities. Actually, they were vector quantities. That condition could potentially brought to some miss-understood and miss-applicable in using those theories as well as all of their related theories. This article was describing briefly about that problems and giving some related simple deductions and empirical facts in order to clarify the new concept for emphasizing and treating the work, power, and energy as vector quantities. It is hope that with this new concept, the work, power, and energy theories will be more useful for scienceties and practices.Hingga sekarang, besaran kerja, daya, dan energi merupakan besaran-besaran yang hanya didefinisikan dalam fisika dan teknik sebagai besaran skalar. Kenyataannya, ketiganya merupakan besaran vektor. Kondisi itu berpotensi membawa kecenderungan pada kesalahan dalam pemahaman dan penerapan terhadap teori-teori tersebut dan semua teori-teori lainnya yang berkaitan. Artikel ini memuat deskripsi singkat tentang masalah tersebut dan menyajikan beberapa deduksi dan bukti empiris sederhana terkait dalam upaya mengklarifikasikan suatu konsep baru untuk menekankan dan menggunakan besaran kerja, daya, dan energi sebagai besaran vektor. Diharapkan dengan konsep baru ini, teori kerja, daya, dan energi akan makin berguna bagi ilmuwan dan praktisi ahli.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue