cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
KAJIAN SPASIAL DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG BERDASARKAN RPJMD TAHUN 2010 – 2015 Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v15i1.7116

Abstract

Semarang has a geostrategic position because they are on the path of economic traffic island of Java , and is a development corridor in Central Java . In the implementation of the management and development of the city , Semarang City Government has strategic plans set out in the Medium Term Development Plan (RPJMD ) Year 2010-2015 . RPJMD is one document that contains the Municipal Government policy during a period of 5 years , adjusted to the tenure of the Mayor of Semarang . But there are times when each policy was accompanied by deviations or adjustments in the field , both technically , economically and politically . Physical elements that are often experienced deviation function is the spatial pattern of change ( land ) , especially Suburbs Semarang , among which are the sub Ngaliyan and Tembalang . The second area is experiencing dynamic growth and change in the use of spatial functions , modes of movement , trade and economic development . In the District Ngaliyan spatial changes that form concentric spatial pattern changes because of the main access , which is a class 1 road connecting or cutting suburban communities ( urban fringe ) . While the District Tembalang spatial changes that shape the spatial dispersion pattern changes due to the uneven spatial distribution of a group of urban fringe communities , as dibangunya impact of feeder roads ( the environment ) . Kota Semarang memiliki posisi geostrategis karena berada pada jalur lalu lintas ekonomi pulau Jawa, dan merupakan koridor pembangunan Jawa Tengah. Dalam pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan kota, Pemerintah Kota Semarang memiliki rencana-rencana strategis  yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015. RPJMD adalah salah satu dokumen yang berisi kebijakan Pemerintah Kota selama kurun waktu 5 tahun yang disesuaikan dengan masa jabatan Walikota Semarang. Namun ada kalanya setiap kebijakan juga dibarengi dengan penyimpangan atau penyesuaian di lapangan, baik secara teknis, ekonomis maupun politis. Unsur fisik yang sering kali mengalami penyimpangan fungsi adalah pola perubahan spasial (lahan), terutama Kawasan Pinggiran Kota Semarang, di antaranya adalah wilayah Kecamatan Ngaliyan dan Tembalang. Kedua wilayah ini mengalami perkembangan dinamis dalam pemanfaatan dan perubahan fungsi spasial, pergerakan moda, perkembangan perdagangan serta perekonomian. Di wilayah Kecamatan Ngaliyan mengalami perubahan spasial yang membentuk pola perubahan konsentris spasial karena adanya akses utama, yakni berupa jalan kelas 1 yang menghubungkan atau memotong komunitas daerah pinggiran kota (urban fringe). Sedangkan wilayah Kecamatan Tembalang mengalami perubahan spasial yang membentuk pola perubahan dispersi spasial karena adanya pembagian spasial secara merata dari suatu kelompok komunitas urban fringe, sebagai dampak  dibangunya jalan-jalan penghubung (jalan lingkungan). 
KAJIAN DAYA DUKUNG RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KINERJA GEDUNG KAMPUS KONSERVASI Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i2.7065

Abstract

The aims of this research are: (1) to review the application of green architecture concept to the design of the campus green open space, (2) to assess the physical carrying capacity of green open spaces of the existence of campus buildings and surrounding environment as a conservation area ;(3) to provide open space design recommendations green campus, if not in harmony with the concept of green architecture and do not have a strong bearing on the campus buildings and environment conservation.This research takes place in the region Unnes Campus Faculty of Engineering. In particular review the open spaces that have a direct relationship with the building Building E1 and E2, they are: vehicle parking, sitting groups, parks and forests campus. This was a "descriptive-analytic ', which aims to get the measured values of physical comfort level environment of green open space of the measurement of temperature, wind speed, air humidity and solar intensity level. Size of comfort will be dealing with the carrying of open space to the function of E1 and E2 building as offices and lecture halls. The variables used in this study include: (1) thermal comfort and (2) green open space.The results say that in general, environmental conditions in the area of Building Engineering Faculty of E1 and E2 Unnes very conducive and in accordance with conservative aspect. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain: (1) mengkaji penerapan green architecture terhadap desain ruang terbuka hijau kampus; (2) mengkaji daya dukung fisik ruang terbuka hijau terhadap keberadaan bangunan kampus dan lingkungan sekitarnya sebagai kawasan konservasi dan (3) memberikan rekomendasi desain ruang terbuka hijau kampus jika tidak selaras dengan konsep green architecture dan tidak memiliki daya dukung kuat terhadap bangunan kampus konservasi beserta lingkungannya.Penelitian ini mengambil lokasi di kawasan Kampus Fakultas Teknik Unnes. Secara khusus meninjau ruang-ruang terbuka yang mempunyai hubungan langsung dengan bangunan Gedung E1 dan E2, yaitu antara lain: parkir kendaraan, sitting group, taman dan hutan kampus. Penelitian ini bersifat “deskriptif-analitis”, yang bertujuan untuk mendapatkan nilai terukur tingkat kenyamanan fisik lingkungan ruang terbuka hijau dari hasil pengukuran suhu, kecepatan angin, kelembaban udara dan tingkat intensitas matahari. Ukuran kenyamanan akan berhubungan dengan daya dukung ruang terbuka terhadap fungsi gedung E1 dan E2 sebagai kantor dan ruang kuliah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: (1) kenyamanan thermal dan (2) ruang terbuka hijau.Hasil penelitian menyebutkan bahwa secara umum, kondisi lingkungan di kawasan Gedung E1 dan E2 Fakultas Teknik Unnes sangat kondusif dan sesuai dengan aspek konservatif.
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP PERILAKU CAMPURAN BETON ASPAL Kusharto, Harry
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i1.6922

Abstract

In standard of Bina Marga Code there are eleven grading for the mixture of asphalt concrete. This research is conducted to know aggregate gradation influence to asphalt concrete mixture behavior. Size measure and gradation depend on what the target of hard mixture of asphalt made. High Concrete pavement with quality used to endue surface of road; street elapse to pass by quickly. In this research of aggregate  have meeting gradation  that is aggregate which  have good gradation to start from harsh till refine. Result of research there are difference assess mixture stability to election of grading, interaction influence between material and grading to stability not differ. Highest Stability value on VII grading, interaction between material and grading to durability not differ.Dalam standar spesifikasi Bina Marga ada sebelas grading untuk campuran beton aspal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gradasi agregat terhadap perilaku campuran beton aspal. Ukuran dan gradasi tergantung pada apa tujuan campuran perkerasan aspal dibuat. Beton aspal berkualitas tinggi digunakan untuk lapis permukaan jalan berlalu lintas berat. Dalam penelitian ini yang mengandung agregat bergradasi rapat yaitu agregat yang bergradasi baik mulai dari kasar hingga halus. Hasil penelitian terbukti ada perbedaan nilai stabilitas campuran terhadap pemilihan grading, sedang pengaruh interaksi antara grading dan material terhadap stabilitas tidak berbeda. Nilai stabilitas tertinggi ada pada grading VII, interaksi antara grading dan material terhadap durabilitas tidak berbeda. 
PEMANFAATAN APG (AGREGAT PECAHAN GENTENG) ASAL GODEAN SERTA OPTIMASI PROPORSI CAMPURANNYA PADA REKAYASA BETON SUBSTITUSI Harianto MN, Setijadi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i1.6946

Abstract

It suggested exploiting local materials and waste such as the roof tile fraction as aggregate, known as substitution concrete of roof tile fraction (SPG concrete). This research makes use aggregate of roof tile fraction (APG) from Godean area. Research target is in order to additional economic value for waste of roof tile Godean area. There are defined several groups and variants, which group mean load percentage of substitution of aggregate and usage of Silica Fume, while variant mean load percentage of aggregate faction. There are seven groups, which each consist of three variants, and two group with single variant so that totalize 115 object test. The object tested by the strength compressed at age 28 day, checked a weight set of, also other parameter, and then analyzed. Test result shows that maximum strength compressed, found in group A. Using formula mixture group A=(0,5G+7,5SF) with variant A6-10=(0,38.G-10+0,62.G-20)x0,5G obtained strength compressed = 162,3550 kg/cm2 and weight set of unit BS= 2,0767 kg/cm2. This shows that SPG concrete can serve the structural concrete and categorize of semi light concrete. Also, found that Silica Fume improves strength depress concrete at normal concrete and at SPG concrete.Saat ini dianjurkan untuk memanfaatkan limbah dan bahan lokal misalnya pecahan genteng, sebagai pengganti krikil beton dan dikenal sebagai beton substitusi pecahan genteng (disebut beton SPG). Penelitian beton SPG ini menggunakan agregat pecahan genteng (APG) asal Godean. Tujuan penelitian adalah agar terdapat nilai-2 ekonomis tambahan untuk limbah genteng di daerah Godean. Didefinisikan grup dan varian dengan setiap grup memuat prosentase substitusi agregat dan prosentase pemakaian Silika Fume sedangkan setiap varian memuat prosentase fraksi agregat. Terdapat 7 grup yang masing-2 terbagi dalam 3 varian ditambah 2 grup dengan varian tunggal sehingga total 115 buah benda uji. Seluruhnya diuji kuat tekan pada umur 28 hari, diperiksa berat satuannya, serta parameter-2 lainnya untuk kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton SPG maksimum terjadi di grup A. Menggunakan formula proporsi campuran grup A=(0,5G+ 7,5SF) dengan varian A6-10 = (0,38 fraksi G-10+0,62 fraksi G-20) x 0,5G diperoleh kuat tekan = 162,3550 kg/cm2 dan berat satuan BS = 2,0767 kg/cm2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa beton SPG dapat digunakan sebagai beton struktural dan termasuk kategori beton semi ringan. Juga ditemukan bahwa Silika Fume meningkatkan kuat tekan beton baik pada beton normal maupun beton SPG.
OPTIMASI PENDANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG VELODROME DENGAN TEKNIK PEMROGRAMAN LINIER Arifin, Muhammad Faizal Ardhiansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6688

Abstract

The main resource in the execution of project to ensure the project goes according to the plan is the availability of funds that must be possessed by providers. The contract form and manner of payments made between service users and service providers during the implementation of the project would bring a significant impact for service providers to prepare a specific fun. Where funds provided will be used to maintain the condition project's cash flows remain positive or avoid a deficit. This study aims to inform the provider of construction services in the calculation of the most favorable providing funds where the payment method that is observed is a payment method payment stage. Sumber daya utama di dalam pelaksanaan proyek untuk menjamin proyek tersebut berjalan sesuai rencana adalah ketersediaan dana yang harus dimiliki oleh penyedia jasa. Bentuk kontrak dan cara pembayaran yang dilakukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa pada saat pelaksanaan proyek akan membawa dampak yang cukup signifikan bagi penyedia jasa untuk menyiapkan sejumlah dana tertentu. Dimana dana yang disediakan tersebut akan dipergunakan untuk menjaga kondisi arus kas proyek tetap positif atau terhindar dari kondisi defisit. Penelitian ini bertujuan untuk memberi masukan bagi penyedia jasa konstruksi dalam melakukan perhitungan penyediaan dana yang paling menguntungkan dimana metode pembayaran yang diamati adalah metode pembayaran stage payment.
KUALITAS BETON DENGAN MEMANFAATKAN BOTTOM ASH LIMBAH BAHAN BAKAR BATU BARA PADA INDUSTRI Irianta, F.X. Gunarsa
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.6999

Abstract

Coal is used by large industries in Semarang and surroundings, for example Batam Tex, it is textile industry located in Ungaran. It needs coal for fuel  about 40 up to 50 tons per day. The blower of Batam Tex produces ± 2 up to 5 tons fly ash and bottom ash per day. Fly ash contains very smooth aggregate as black powder, and bottom ash contains small aggregate as black sand. Creating new innovation is important to be done. The amount of bottom ash waste needs to be researched and developed. The purpose of the research is to certain concrete straight strength by using bottom ash, with 3 variations of cement conten 280 kg, 300 kg, and 320 kg/m³ concrete. The result is the concrete strainght strength for each mixture and age 7, 14, 28 days are different. For the cement content 280 kg age 7 days the result is 60.12 kg/cm², age 14 days the result is 95.14 kg/cm², and age 28 days the result is 68.36 kg/cm². For the cement content 300 kg age 7 days the result is 62.91 kg/cm², age 14 days the result is 94.88 kg/cm², and age 28 days the result is 97.58 kg/cm². For the cement content 320 kg age 7 days the result is 152.43 kg/cm², age 14 days the result is 181.31 kg/cm², and age 28 days the result is 169.50 kg/cm². From the 3 mixtures, it is proved that the concrete age 28 days has desend straiht strength, so if the concrete is used for construction it needs more consideration.Di Semarang dan sekitarnya banyak terdapat industri-industri besar yang menggunakan bahan bakar batu bara, seperti industri tekstil ‘Batam Tek’ di Ungaran tiap hari membutuhkan batu bara sebagai bahan bakar 40 sampai 50 ton perhari. Dari mesin pembangkit uap (blower) dihasilkan limbah ± 2 sampai 5 ton per hari yang terdiri dari fly ash dan bottom ash. Fly ash berupa butiran sangat halus seperti tepung berwarna hitam, sedang bottom ash berupa butiran kecil-kecil seperti pasir. Penciptaan peluang baru yang kreatif dan inovatif perlu dilakukan, limbah bottom ash yang besar sudah selayaknya perlu dikaji dan dikembangkan. Kajian ini bertujuan menentukan kuat tekan beton menggunakan bottom ash, dengan 3 variasi kadar semen  = 280 kg, 300 kg dan 320 kg untuk tiap m³ beton.  Hasil pengujian bahwa kuat tekan beton bottom ash untuk tiap jenis campuran dan umur 7, 14 dan 28 hari berturut-turut 60.12 kg/cm²; 95.14 kg/cm² dan 68.36 kg/cm² untuk kadar semen 280 kg/m³ beton, 62.91 kg/cm²; 94.88 kg/cm² dan 97.58 kg/cm² untuk kadar semen 300 kg/m³ beton, 152.43 kg/cm²; 181.31 kg/cm² dan 169.50 kg/cm² untuk kadar semen 320 kg/m³ beton. Dari ketiga jenis campuran tersebut ternyata kuat tekan umur 28 hari mengalami penurunan, maka perlu dipertimbangkan bila beton dipakai untuk konstruksi.
TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Purnomo, Andi; Setiawan, Moch Fathoni
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6902

Abstract

The comfortability of access from each region in big cities has led to the rapid increasing of regional mobility.The mobility incude the motorists and also pedestrians. Pedestrian path is a container or space for pedestrian activities and activities to provide services to pedestrians so as to improve the smoothness, safety, and comfort for pedestrians. Convenience is one of the vital values that should be enjoyed by people when doing activities. Pedestrian path in Semarang in Simpang Lima area itself is fairly crowded, and has been laid out in such a way for vendors. Crowd arising from the existence of street vendors sometimes make some people feel less comfortable to pass through. Problems that occur will be observed and analyzed, namely the level of comfort in the pedestrian path in  Simpang Lima area based on user perception. The method used is descriptive qualitative theory describing the pedestrian path and direct observation to the object observed coupled with interviewing some respondents.Kemudahan pencapaian (aksesibilitas) kawasan dari dan ke berbagai wilayah di kota-kota besar, telah menyebabkan meningkatnya mobilitas kegiatan kawasan yang  cukup pesat. Mobilitas yang ada tidak hanya kendaraan bermotor tetapi juga pejalan kaki. Jalur pedestrian merupakan wadah atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas dan untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Kenyamanan merupakan salah satu nilai vital yang selayaknya harus dinikmati oleh manusia ketika melakukan aktifitas-aktifitas. Di Kota Semarang jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang sendiri merupakan jalur pedestrian yang cukup ramai, dan sudah ditata sedemikian rupa bagi para pedagang kaki lima. Keramaian yang timbul akibat keberadaan pedagang kaki lima terkadang membuat beberapa orang merasa kurang nyaman untuk melaluinya. Permasalahan yang terjadi akan diobservasi lalu dianalisa, yaitu mengenai tingkat kenyamanan jalur pedestrian di kawasan Simpang Lima Kota Semarang berdasarkan persepsi pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan teori mengenai jalur pedestrian dan melakukan pengamatan langsung ke obyek yang diamati ditambah dengan mewawancarai beberapa responden. 
PASIR PANTAI SELATAN JAWA TIMUR DALAM MORTAR Siswoyo, M Pujo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i2.1719

Abstract

There were houses near to the beach, they were built with fine agregat around the beachbeside other materials. This paper discusses about compressing strength mortar containing coastalsand and river sand, with pozzolan portland cement (PPC) and portland cement (PC). The sandtook at the beach of at Pacitan, Tulungagung, Malang, Jember, and Banyuwangi. Sand observationwas taken place at laboratory of UMM. The specimens were cubical of 5 x 5 x 5 cm3. Mix design ofmortar were 1Portland Cement : 3 Fine Aggregate (sand of the beach-SB of 0, 20, 40, 60, 80,100% combined by river sand-RS of 100, 80, 60, 40, 20, 0%), there were two kind of cementPortland and Pozzolan Portland on that mixture, and the cement water ratio was 0,465. The resultshowed that finess modulus of beach sand were 2.34-3.52. The specific gravity of fine aggregatesof Puger beach was the greates of 2,873 gram/cm3 and the lowest was Sukamade beach sand of2,314 gram/cm3 , and Brantas river sand was 2,57 gram/cm3. The clay lump of sand took at Pugerbeach, Sukamade, Brantas river was 0.74, 0.76, and 0.68. The compressive strength on 14 daystest of control mortar of 1 PC : 3 river sand was 1.7% lower than mortar containing 20% of beachsand and 80% of river sand. The compressive strength of mortar 40% beach sand : 60% river sandand mortar with pure beach sand were 91% and 17% of the controll. On 28 days test showed thatcompressive strength of mortar of 1 PC : 3 of pure beach fine aggregates; 1PC:40% of beach sandand 60% river sand; 1PC:20% of beach sand and 80% river sand, were 16%, 75%, and 82% ofcompressive strength of normal mortar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pemanfaatan pasir pantai sebagaialternatif bahan pengisi mortar. Penilaiannya dilakukan dengan membandingkan nilai kuat tekanmortar. Pengamatan di lapangan telah menunjukkan bahwa masyarakat pesisir pantai telahmenggunakan pasir pantai dalam mortar untuk membangun rumah atau bangunan lainnya. Pasirpantai diambil di : Pacitan, Tulungagung, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Pemeriksaankarakteristik pasir dilakukan tanpa mencuci pasir. Perbandingan berat campuran mortar 1 semen :3 pasir, dengan faktor air semen 0,46. Jenis semen PC dan PPC, selanjutnya persentase pasirpantai menggantikan pasir sungai Brantas meningkat yaitu 100% pasir pantai (pp) : 0% pasirsungai (ps), 2) 80% pp : 20% ps, 3) 60% pp : 40% ps, 4) 50% pp : 50% ps, 5) 40% pp : 60% ps, 6)20% pp : 80% ps, dan 7) 0% pp : 100% ps; Faktor air semen 0,465. Spesimen berukuran 5x5x5cm3. Pengujian tekan mortar dilakukan pada umur spesimen 14 hari dan 28 hari. Hasilpemeriksaan menunjukkan bahwa butiran pp termasuk daerah 4, butiran ps Brantas diTulungagung daerah 1. Berat jenis ps 2,57 gr/cm3 , berat jenis pp Puger terbesar 2,873 gram/cm3dan terendah pp Sukamade yaitu 2,314 gram/cm3. Kuat tekan umur 14 hari kubus mortar ps lebihrendah 1,7% daripada mortar 20% pp : 80% ps, lalu kuat tekan rata-rata kubus mortar 40% pp :60% ps sebesar 91% dari kuat tekan mortar ps. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar ps memilikikekuatan tertinggi, selanjutnya menurun pada mortar 20% pp : 80% ps menjadi 82%, dan, menjadi75% pada mortar 40% pp : 60% ps Nilai kuat tekan terkecil adalah mortar pp sebesar 16% darikuat tekan mortar pasir sungai.
PEMILIHAN DISTRIBUSI PROBABILITAS PADA ANALISA HUJAN DENGAN METODE GOODNESS OF FIT TEST Upomo, Togani Cahyadi; Kusumawardani, Rini
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i2.7480

Abstract

Rainfall event is a stochastic process, so to explain and analyze this processes the probability theory and frequency analysisare used. There are four types of probability distributions.They are normal, log normal, log Pearson III and Gumbel. To find the best probabilities distribution, it will used goodness of fit test. The tests consist of chi-square and smirnov-kolmogorov. Results of the chi-square test for normal distribution, log normal and log Pearson III was 0.200, while for the Gumbel distribution was 2.333. Results of Smirnov Kolmogorov test for normal distribution D = 0.1554, log-normal distribution D = 0.1103, log Pearson III distribution D = 0.1177 and Gumbel distribution D = 0.095. All of the distribution can be accepted with a confidence level of 95%, but the best distribution is log normal distribution. Kejadian hujan merupakan proses stokastik, sehingga untuk keperluan analisa dan menjelaskan proses stokastik tersebut digunakan teori probabilitas dan analisa frekuensi. Terdapat empat jenis distribusi probabilitas yaitu distribusi normal, log normal, log pearson III dan gumbel. Untuk mencari distribusi probabilitas terbaik maka akan digunakan pengujian metode goodness of fit test. Pengujian tersebut meliputi uji chi-kuadrat dan uji smirnov kolmogorov. Hasil pengujian chi kuadrat untuk distribusi normal, log normal dan log pearson III adalah 0.200, sedangkan untuk distribusi gumbel 2.333. Hasil pengujian smirnov kolmogorov untuk distribusi normal dengan nilai D = 0.1554, distribusi log normal dengan nilai D = 0.1103, distribusi log pearson III dengan nilai D = 0.1177 dan distribusi gumbel dengan nilai D = 0.095. Seluruh distribusi dapat diterima dengan tingkat kepercayaan 95%, tetapi distribusi terbaik adalah distribusi log normal.
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANG JALAN DI KOTA SEMARANG Nugraha, Ferry Yudha
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6963

Abstract

The purpose of the research is to know the characteristics of street current which includes the speed and volume of the pedestrians at rash hours. This research, which is conducted using video camera, is also to know the characteristics and behaviors of street crossers and drivers, in which also the manual calculation of the volume amount of traffics and street crossers. The result of the research shows that the average normal speed of street crossers on pemuda street is 73,96 m/ minute for male street crossers and 66,93 m/minute for female street crossers. Meanwhile, the average normal speed of combined street crossers is 69,62 m/ minute. On majapahit street, the average normal speed for male street crossers is 74,81 m/ minute: 67.96 m/ minute for female street crossers, and 72,72 m/minute for combined street crossers. During the rush hours, the average speed of street crossers on pemuda street is 63,38 m/ minute for male street crossers: 63,06 m/ minute for female street crossers, and 63,25 m/ minute for combined street crossers. On the other hand, the average speed of street crossers on majapahit street during rust hours is 51,97 m/ minute for male street crossers: 54,11 m/ minute for female street crossers, and 52,53 m/ minute for combined street crossers. If it is being compared, the speed of street crossers during rush hours is lower than the existing normal speed the street crossers behaviors inclines not to use the zebra cross facilities. It’s also shaved that the proportion of street crossers with waiting time is bigger than the proportion of street crossers without waiting time. Besides, the vehicles speed interrupted because of the street crossers and traffics, it is discovered that the need of cross real facilities is different from each street in semarang city. Pemuda street and majapahit street require a cross road facilities with lamp. Meanwhile, on siliwangi street and teuku umar street on require an informal cross road facilities.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus jalan yang mencakup kecepatan dan volume pejalan kaki di jam-jam sibuk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kamera video untuk mengetahui karakteristik dan perilaku penyeberang jalan dan pengemudi, di mana juga perhitungan manual volume dan jumlah penyeberang jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan penyeberang jalan normal di Jalan Pemuda adalah 73,96 m /menit untuk penyeberang jalan laki-laki dan 66,93 m/menit untuk penyeberang jalan perempuan. Sementara itu, rata-rata kecepatan normal jalan gabungan penyeberang jalan adalah 69,62 m/menit. Di Jalan Majapahit, rata-rata kecepatan normal untuk enyeberang jalan laki-laki adalah 74,81 m/menit dan 67,96 m/menit untuk pejalan kaki perempuan serta 72,72 m/menit untuk gabungan penyeberang jalan. Selama jam sibuk, kecepatan rata-rata penyeberang jalan di Jalan Pemuda adalah 63,38 m/menit (penyeberang jalan laki-laki), 63,06 m/menit penyeberang jalan perempuan) dan 63,25 m/menit (gabungan penyeberang jalan). Kecepatan rata-rata penyeberang jalan di Jalan Majapahit selama jam sibuk adalah 51,97 m/menit (penyeberang jalan laki-laki), 54,11 m/menit (penyeberang jalan perempuan) dan 52,53 m/menit (gabungan penyeberang jalan). Jika dibandingkan, kecepatan penyeberang jalan selama jam-jam sibuk lebih rendah daripada jam-jam normal. Perilaku penyeberang condong untuk tidak menggunakan fasilitas zebra cross. Hal ini mengurangi proporsi penyeberang jalan dengan waktu tunggu lebih besar daripada proporsi enyeberang jalan tanpa menunggu waktu. Di samping itu, kecepatan kendaraan menjadi terganggu karena adanya penyeberang jalan dan lalu lintas, hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan fasilitas penyebeangan yang berbeda pada setiap jalan di Kota Semarang. Jalan Pemuda dan Jalan Majapahit memerlukan fasilitas penyeberangan jalan dengan lampu. Sementara itu, di Jalan Siliwangi dan Jalan Teuku Umar memerlukan fasilitas jalan penyeberanan informal.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue